Because You're Mine
Author : Aishi Jung
Cast : Yunjae and others
Genre : Romance, little humor, Yaoi, Mpreg
Rate : T
Disclam : I don't own, Aishi Just write and imagine this story.
Karena kita terikat takdir, jadi nikmatilah. Yunjae . chap 3 up!
Pagi itu langit sangat cerah dengan angin musim semi yang terus berhembus. Menerpa dengan genit pada kulit seorang namja cantik yang sedang melangkah menelusuri koridor luas menuju fakultasnya. Berpasang-pasang mata terus mengikuti gerak-geriknya, ada kobaran nyala api di tiap mata itu. Si namja cantik menampakkan wajah gelisah, sekali-kali mata doenya melirik kanan kiri. Meratapi nasib dirinya yang seperti artis dengan para antisnya itu.
Dengan langkah yang semakin dipercepat, dipacunya langkahnya hingga terkesan berlari lalu bernafas legalah ia ketika sampai dikelasnya pagi itu.
Namun kelegaan itu segera luntur ketika melihat keadaan kelasnya. Berpasang-pasang mata terang-terangan menatapnya. Beberapa ada yang terlihat bersungut dan sisanya menatapnya sinis ataupun kasihan membuatnya sebal sendiri.
Dengan langkah yang pasti, ia duduk tenang dikursinya dan menyiapkan peralatan menulis mengabaikan sindiran-sindiran sinis dari para yeoja yang ia yakini pasti sangat sakit hati.
Namun, rasa penasaran pun sedikit menyeruak batinnya, membuatnya mengintip sosok chuby yang biasanya duduk tidak jauh darinya itu. Yang diintip ternyata sedang menatapnya dengan sorot tidak percaya, membuatnya sedikit mendengus.
"Hyung..." entah kenapa lirihan itu membuatnya mendadak gondok karena penuh nada ketidakpercayaan.
"Hyung..."
"Hyung..."
"Hahh Ne?" jawab si cantik setelah menarik napas untuk membesarkan kapasitas kesabarannya itu.
"Jaejoong Hyung beneran namjachingunya Jung Yunho? Ini seriusan hyung? Ah pasti yang kemarin aku bermimpi, benarkan hyung? Masa sih Yunho mau sama hyung? Eh maksudnya masa sih hyung mau sama Yunho.. hehehe," si chuby pun segera meralat ketika dihadiahi pelototan dari si cantik.
"Junsu-ssi diamlah, tidak percaya juga tidak apa-apa." Lirihnya dan mulai terfokus kepada dosen yang baru masuk. Membuat si suara lumba-lumba cemberut.
"Hyung, mau ke Kantin?" suara cempreng itu kembali mengusik Jaejoong, membuat Jaejoong menghentikan kegiatannya memasukkan peralatan tulisnya. Ditatapnya Junsu yang tersenyum lebar itu lamat-lamat, jam mata pelajaran salah satu dosennya itu memang sudah berakhir.
'Junsu-ssi sangat baik,' ada senyum kecil hadir di bibir merahnya yang membuat si cempreng tertegun.
'Andai saja kenangan itu tidak menghantuiku, kita pasti berteman baik. Tapi...'
'Takdir tidak akan pernah bisa diubah, dan kepalsuan itu selalu ada' Jaejoong pun bangkit dari kursinya, senyum yang membuat wajahnya semakin cantik hilang entah kemana.
"Tidak Junsu-ssi, aku ada janji." Jawab Jaejoong dan melangkah pergi, meninggalkan Junsu yang terus menatapnya terpaku.
"Aku baru tahu hyung sangat cantik jika tersenyum, rajin-rajinlah tersenyum hyung!" teriak si chuby dengan suara uniknya, membuat Jaejoong menghentikkan langkahnya dan seisi mahasiswa di ruangan itu memperhatikkan mereka. Mata doe itu menatap langit di luar sana, bibir bawah digigitnya keras dan langkah pasti diambilnya untuk kembali melangkah pergi. Beban bertahun-tahun yang dibawanya seolah kian berat tiap harinya.
Apa kalian tahu apa dibalik arti kata bahagia? Bagi Jaejoong, di balik kata bahagia ada kalimat 'penderitaan orang lain'. Setiap orang pasti akan selalu mengejar kebahagiaan mereka, dan mungkin mereka takkan mau atau tau jika kebahagiaan itu menyakiti orang lain. Dan jika kalian tetap tidak mengerti mengapa sebuah kebahagiaan dibaliknya terdapat luka maka Jaejoong adalah contoh ekstensi dari semua itu. Ia masih ingat jelas, masa kecilnya dahulu yang seolah menjadi perbandingan. Masa remajanya dulu yang menjadi ajang taruhan harga diri para kakak kelasnya, bahkan sampai sekarang ia rasa hal itu masih berlanjut. Apa kalian berpikir menjadi seorang berbakat musik sepertinya akan hidup selembut sutra? Tentu pikiran itu salah besar, Dibalik semua kesuksesannya yang berhasil mengambil hati para songsaengnimnya Jaejoong tahu tatapan benci, iri, dan terluka dari para angkatan jurusannya terutama angkatan sebelumnya yang pernah dipercaya dan diagungkan terus menghujat punggungnya. Dibalik ucapan selamat dari mereka, ia tahu ada kalimat sinis yang selalu ingin terungkapkan, bahkan tak jarang beberapa songsaengnim muda menatap iri pada bakatnya. Dan dengan ditambah kenyataan Jung Yunho yang seorang kinka dan putra dari pemilik universitas yang memang sangat disegani ini berada di pelukannya, membuat Jaejoong sangat yakin jika ia menjadi objek yang paling dibenci difakultasnya ralat diseluruh fakultas dikampusnya. Walau sejujurnya Jaejoong sangat bersyukur, setidaknya ada Junsu yang masih mau bertegur-sapa dengannya walau tak jarang kesempatan emas si chubby berpindah ketangannya namun si cempreng itu tetap memperlakukannya sama, seolah tak terjadi apa-apa. Bahkan Junsu selalu ingin mengenalkannya ke teman-temannya walau Jaejoong selalu menanggapinya tak antusias sama sekali. Jaejoong memang menyadari jika mata itu menawarkan ketulusan padanya, tapi Jaejoong tetap berdiri dibalik pertahanannya, ia takut... Jaejoong terlalu takut hingga tetap diam ditempat untuk masalah hubungan antar sosialnya itu.
"Jongie sayang?" Mata doe itu mengerjap, terlalu banyak berpikir membuatnya tak sadar telah sampai di tempat janjian bersama pacarnya itu. Dimana lagi jika bukan taman belakang kampus.
"Emmm Yunho eh Yunie..." ucapnya dengan salah tingkah, membuat Yunho yang duduk dibangku panjang itu hanya menatapnya hangat.
"Kemarilah baby, duduk disini." Pipi Jaejoong sedikit bersemu ketika melihat Yunho menepuk pahanya. Diliriknya sekeliling taman dan hanya bisa tertawa kecil melihat keadaan taman yang cukup ramai, bahkan beberapa mahasiswi menatapnya terang-terangan dengan sinis.
"Jongie duduk di sini saja ya Yunnie?" ucap Jaejoong sambil duduk di samping Yunho namun malah diberi tatapan tajam dari musang itu.
"Siapa yang menyuruhmu duduk disitu? Mulai membangkang?" Suara datar dan terdengar tajam itu membuat Jaejoong menggigit bibir bawahnya, ditatapnya tangan kekar yang terlihat mengepal itu dengan takut.
"Mian ne, Jongie salah." Lirihnya pelan dan beranjak duduk ke pangkuan Yunho, Jaejoong merasa malu dengan posisi ini, apalagi ia merasa punggungnya akan bolong karena tatapan para yeoja ditaman itu. Dipeluknya namja besar yang merupakan pacarnya itu, dan dihirupnya pelan aroma tubuh yang berwangi unik dan membuat pikirannya menenang. Ketika merasakan si namja tampan membalas pelukannya, ada senyum bahagia yang tercipta di belah bibir cherynya.
'Teman bisa berkhianat, tapi cinta tidakkan? Jadi Jongie tidak akan kenapa-kenapakan?' pikir Jaejoong polos dan semakin mengeratkan pelukkannya. #Eomma, eomma udah dibuat dung kok bilang gak kenapa-napa T-T
Namun tidak lama, Jaejoong merasakan tangan kekar itu melepaskan pelukannya dan menangkup pipinya membuat namja cantik itu mendongak dan bibir cherry itu terlihat semakin mencebil.
"Neomu yeoppo," Lirihan bibir hati itu membuat bibir cherry Jaejoong semakin maju, cemberut.
"Jangan ganggu' Yunnie, Jongie masih ingin peluk." Jawaban reflek itu membuat pemilik bibir hati itu tertawa kaku, sangat terlihat jika pemilik musang itu jarang mengumbar tawanya. Membuat Jaejoong mentapnya semakin intens saat mendengar tawa itu. Diperhatikannya mata musang yang balas menatapnya.
"Mata Yunnie ternyata irisnya berwarna coklat, jongie kira dulu berwarna hitam." Seru Jaejoong pelan.
" Yunnie juga punya tahi lalat dibibir atas Yunnie, ugh Yunnie kenapa sangat sexy?" Lanjutnya polos yang sontak membuat Yunho terkekeh, diusapnya pelan mata doe Jaejoong yang membuat mata belo itu terpejam.
"Mata ini, membuatku tak bisa berpaling dari kilau beningnya." Lirih serak Yunho yang terus menatap intens mata doe beriris hitam yang perlahan terbuka itu. Lalu dialihkan tangannya untuk mengusap bibir cherry itu dengan kedua ibu jarinya.
"Bibir pinkish yang sering berwarna merah karena Jongie gigit ini, membuatku tak tahan untuk tidak melahapnya." Lirihnya semakin serak dan mendekatkan wajah mereka, lalu menggigit bibir bawah belah bibir cherry itu membuat Jaejoong memekik kaget.
"Napeun Yunnie, jangan gigit-gigit! Sakit!" omel namja cantik itu membuat Yunho kembali terkekeh.
"Jongie terlalu kyeopta untuk tidak digigit," ucapan Yunho sukses membuat Jaejoong memukul dada bidang itu pelan lalu mulai beranjak dari pangkuan pacarnya yang tingkahnya membuatnya merasa sangat malu. Namun sebelum beranjak, dirasakannya sebuah tangan yang menariknya kembali duduk dan tangan lain yang mengegenggam lembut tengkuknya yang membuatnya mendongak dan merasakan belah bibir bawahnya yang dilahap dengan rakus oleh sesuatu yang kenyal, basah dan lembut.
Jaejoong yang bingung hanya bisa diam walau sesekali menghisap benda kenyal dibelahan bibirnya itu karena penasaran dan tidak lupa mencengkram kemeja dibagian dada kekasihnya sebagai pegangan.
"Eomma, Jongie pulang..." Teriakan itu membahana dirumah yang cukup mewah dan luas itu, membuat Mrs. Kim yang berkutat didapur segera menghampiri putra semata wayangnya yang sangat disayanginya itu di ruang tamu yang terhubung langsung dengan ruang makan dan dapur.
"Aduh anak eomma sudah pulang, omona! Bibir Jongie kenapa baby? Kenapa bengkak begitu?" pekikan eommanya membuat Jaejoong nyengir dan menggaruk pipinya bingung.
"Kata pacar Jongie ini bukti sayang eomma! Hehehe..."
"Aigo Jongie sudah punya pacar? Eomma kira Jongie tidak laku karena tidak pernah punya pacar sebelumnya."
"Ish eomma! Jongie itu sangat laku! Jongie itu sangat tampan, siapa yang berani menolak Jongie coba?"
Mrs. Kim hanya tertawa mendengar kenarsisan anaknya itu, namun walau masih tertawa perlahan mata sipitnya berubah sorot menatap tajam bibir anaknya itu, lalu beralih ke perut buncit putra yang sangat dimanjakannya itu.
Drtttt drrrrrttt
"Ah eomma ada sms, bentar ne," lirih anaknya dan mulai beranjak menaiki tangga menuju kamarnya dengan Mrs. Kim yang terus mengikutinya dari belakang.
"Dari siapa Baby?" tanyanya menggoda anaknya itu, membuat pipi jaejoong memerah.
"Dari pacar Jongie eomma hehe,"
"Aih anak eomma sedang jatuh cinta ternyata, manis sekali hihihi." Jaejoong hanya menanggapi godaan eomma itu dengan senyum malu-mau jijinya. Hingga tiba di kamar Jaejoong, Mrs. Kim masih terus mengikuti dibelakangnya dengan bermacam-macam godaan yang membuat pipi namja cantik itu semakin memerah.
"Eomma, Jongie mau mandi dulu. Tidak apa-apakan eomma kutinggal?" namja cantik itu meletakkan ponselnya di kasurnya lalu mengambil handuk. Ditatapnya eommanya meminta jawaban.
"Ne Jongie, eomma mau menunggu Jongie disini saja. Nanti kita makan malam bersama-sama." Jawab Mrs. Kim sambil duduk di kursi Jaejoong, membuat Jaejoong mengangguk dan pergi ke kamar mandi.
Ketika pintu ditutup, Mrs. Kim menatap ponsel Jaejoong yang menyala menandakan tedapat pesan masuk baru. Diambilnya ponsel tersebut dan dibukanya pesan baru itu.
From : My Napeun Yunnie
Jongie Baby, nanti sepulang kuliah jangan lupa ke cafe Bolero ne sayang? aku tunggu.
Seringai tipis hadir di wajah wanita paruh baya itu, dengan cepat dibalasnya pesan itu lalu setelah terkirim dihapusnya kedua pesan agar tak meninggalkan kacurigaan dari jaejoong.
To : My Napeun Yunnie.
Ne Yunnie sayang, Jongie sudah tidak sabar bertemu Yunnie lagi hehe. Jongie ingin minta bukti sayang Yunnie yang seperti tadi lagi, rasanya ingin lagi Yunnie hihihi. Tapi Yunnie jangan balas pesan ini ya, ada eomma. Jongie tidak enak bermain ponsel didepan eomma. Dadah Yuninie sayang emuaccccchhhh
Inget jangan dibales ya sayang, bales ciumnya nanti kalo ketemu oce :*
Sedangkan di tempat yang berbeda, terlihat namja tampan yang menyeringai mesum membaca pesan dari kekasihnya. Bibir hatinya berdecak tidak sabar menantikan sesuatu.
"Napeun baby, tunggu saja hukumanmu karena sudah menggodaku."
"Aigo eomma, kenapa tertidur di kamarku," bibir itu mencebil melihat tingkah laku eommanya itu, tapi perlahan senyum miris menggantikan cebilan itu ketika melihat sebuah pigura berada dipelukkan eommanya. Dengan tubuh yang hanya dibalut handuk sepingang, dihampirinya Mrs. Kim yang tertidur nyenyak di kasurnya itu. Matanya mulai berkaca ketika melihat foto yang dipelukkan eommanya. Dengan pelan diambilnya pigura itu, dan ditatapnya lekat gadis cantik yang sekilas mirip dengannya, yang sedang memeluk seorang anak kecil.
"Anyeong Youngwoonie nuna, tidak terasa sudah 9 tahun lebih ne? Semoga nuna disana baik-baik saja bersama Appa. Jongie dan eomma tidak pernah menyalahkanmu, nuna tenang saja." Lirihnya pelan, dan meletakkan kembali pigura itu. Dihapusnya airmatanya dan dielusnya pelan wajah eommanya yang terlihat lelah.
"Eomma pasti capek mengurus perusahaan, mianhae ne eomma karena Jongie payah sekali dalam bisnis. Tapi eomma iroena ne, eomma belum makan."
"Eomma... iroena..." perlahan Mrs. Kim bangun karena guncangan dibahunya. Ditatapnya setengah terjaga wajah Jaejoong intens.
"Youngie baby?"
"Bukan eomma, ini Jongie."
"Jongie baby? Eoh uh ayo makan. Mian ne eomma ketiduran hehe."
"Tidak apa-apa eomma, itu juga karena Jongie terlalu betah di kamar mandi sih hehe"
"Iya baby, kamu kok nyadar sih?"
"Ish eomma!" Mrs. Kim hanya tertawa menanggapi ambekkan anaknya, dielusnya pelan surai halus anaknya kesayangannya itu. Sedangkan sang anak yang menjadi bahan tertawaan hanya bisa semakin memajukkan bibirnya. Namun perhatiannya segera teralihkan ke ponselnya. Diambilnya ponselnya itu, dan segera membuka folder massage.
"Ugh Yunnie tidak balas pesan Jongie." Dumel namja berkulit putih itu dengan decakan sebalnya membuat Mrs. Kim terkikik geli.
"Yunnie itu nama pacar Jongie?"
"Hehe, iya eomma. Appa aja lewat gantengnya dari Yunnie eomma!" seru Jaejoong semangat, membuat Mrs. Kim ikut bersemangat menimpalinya.
"Aish dasar anak eomma yang sedang jatuh cinta ini, senang sekali eomma melihatmu seperti ini baby!" Jaejoong hanya tertawa bahagia menanggapi perkataan ibunya, dipeluknya erat eommanya itu membuat eommanya kembali jatuh ke ranjang dan tertimpa tubuh Jaejoong*poor Mrs. Kim
"Eomma Jongie pulang..." teriakan itu kembali membahana disegala ruangan.
"Eommaaa..." tak ada jawaban.
"Eommaaaaaaa!" dan dengan oktaf yang lebih tinggi teriakan itu membahana kembali, membuat beberapa ruangan kosong menggemakan teriakan itu berulang-ulang.
"Eomma?" si cantikpun segera berlari menuju dapur dan menemukkan secarik note dikulkas yang membuatnya berdecak sebal membacanya.
My baby Jongie anak eomma yang paling cakep ^_^
Eomma sore ini ada urusan, jadi tidak bisa menemani Jongie. Eomma tidak akan pulang malam, jadi tenang aja okey. Eomma sayang jongie, emmmuacchhhhh :*
Jaejoong hanya bisa geleng-geleng kepala akan tingkah unik eommanya yang tak berbeda jauh dari remaja tanggung ketika meninggalkan pesan. Diambilnya pen dari tasnya, dan dengan jahil dibalasnya pesan eommanya dibawah note itu.
^Eomma Jongie, A-l-a-y T.T
Kikikan pelan pun hadir dibibir cherry itu, namun kikikan itu hilang ketika mengingat kekasihnya.
"Eomma tidak ada dirumah, dan hari ini Yunnie bahkan sama sekali tidak sms Jongie. Jongie juga tidak bertemu Yunnie sama sekali. Apa Yunnie lupa sama Jongie? Ugh mungkin sibuk, ne sebuk, Jongie tidak boleh merepotkan Yunnie."
Mrs. Kim melangkah anggun memasuki cafe Bolero. Wajahnya masih terlihat cantik walau usianya sudah memasuki kepala empat. Sekilas ia bahkan terlihat baru memasuki kepala 3, dengan segala keawetmudaannya itu. Ketika memasuki cafe, pandangannya langsung tertuju pada seorang pemuda tampan yang asik memandangi langit di luar jendela. Mrs. Kim yakin, walau sedikit terhalangi sinar matahari ia yakin pemuda itu memiliki wajah tampan' Ia juga yakin itu kekasih anaknya, karena satu-satunya lelaki tampan yang duduk sendirian di cafe itu hanya pemuda tersebut. Dengan langkah pelan dihampirinya pemuda itu, dan sedikit berseringai ditutupnya mata pemuda tersebut dengan kedua telapak tangannya.
Yunho sedikit mengernyit ketika sepasang tangan menutup matanya. Namun senyum kecil hadir di bibir kakunya ketika berpikir mungkin itu Babynya. Dengan lembut disentuhnya tangan kurus berjari lentik dan sangat mungil itu membuatnya kembali mengernyit ketika merasakan kejanggalan.
"Siapa? Kau bukan Jaejoongkan? Jangan membuat emosi." Ucapan dengan nada mengancam itu pun keluar dari bibir hatinya. Yunho yakin itu bukan Jongienya, walaupun jemari Jaejoong lentik dan kurus namun tidak semungil ini. Jaejoongnya tetap memiliki tulang jemari yang menunjukkan ia lelaki.
Sedangkan Mrs. Kim tersenyum lebar mendengar kepekaan namjachingu anaknya itu, 'Jongie tidak salah pilih,' pikirnya senang dan menjauhkan tangannya dari wajah pemuda itu. Lalu dengan kelincahan ala remaja, disambarnya kursi di depan pemuda itu. Namun senyum lebarnya sirna ketika melihat secara jelas wajah sang calon menantu.
"Jung Yunho?" Tanya Mrs. Kim penuh kekagetan, terlihat wajahnya yang menunjukkan syok berat.
"Ah anyeong ahjumma, lama tidak bertemu." Jawab Yunho mencoba mengatasi kekagetannya.
"A-aigo..." dan entah kenapa Mrs. Kim merasakan kepalanya berdenyut sakit mengetahui kenyataan ini.
Tbc
Haloha ketemu lagi sama Aishi :D mian Aishi updatenya lama, aishi lagi banyak tes jd ya gtu deh -,-' sebenarnya sih Aishi gak terlalu ambil pusing sama itu, cuman ngerasa gak enak aja kalo diabaikan tesnya hehe.
Disela-sela keribetan hidup Aishi, aku sempetin deh nulis ini fiction. Rencananya aku mau tulis panjang dulu baru di post. Makanya lama hehe, sekali nulis Aishi paling banyak Cuma dapet 1000 kata karena Aishi langsung kecapean dan ngantuk setelah itu T,T harap gak kecewa sama cerita yang Aishi buat ini ne? Dan jujur ne Aishi sebenernya dulu biasa buat cerpen jd rada tersendat-sendat gini kalo buat berchapter xD dan cerpen Aishi gak pernah lebih dari 2k jdi ya gtu, makanya ini cerita alurnya Aishi rasa cepet :v kalian mungkin juga sadar gaya bahasa Aishi rada berubah, but Aishi no comment deh buat itu. Aoh iya, disela-sela nulis ini, Aishi dengerin lagu tvxq-duet, tvxq-stupid, u-know yunho-november with love, kim jaejoong-mine yunjae ver, tvxq-b.u.t dan tvxq-falling love with you again and again*Aishi gak tau ini judul lagunya ato bukan, mian kalo salah.
Gak ada salahnya kalian dengerin lagu-lagu favorit Aishi ini*promosi
Terutama tvxq-duet, singgle jepang ini sukses buat Aishi mau mewek tiaap denger lagunya T.T aigo arti lagunya itu loh, dalem dan manis banget! Aishi saranin banget deh hehe, dan satu lagi,Aishi mau curhat kalo Aishi selalu mau ketuker-tuker bahasa korea dan jepang yang Aishi sisipin di fanfic Aishi ini, gomenasai minna-san :'( ahh udah deh sekarang Aishi mau bales Review2 yang udah masuk dikotak review Aishi dichap lalu. Maaf kalo ada salah pengetikkan nama ataupun kalo ada yang kelewat ne. Cukup PM nanti Aishi edit :D
Yanie yup, kayanya udah ketebak deh :P aigo, Umma kan emang rada-rada jd ya gtu xD nanti bkal dieritain di chapter-chapter berikutnya. Pasti semuanya terungkap kok :D
Metacho137 appa mah ukan kuat lagi, tapi perkasa xD yup, thats u-know time hehehe
Niaretha Ho'oh, jj udah dung dung hihihi errrr Aishi gak kuat buat nc, jd gmana dong :v
Fitri aduh chingu, masa Aishi gak bolehin sih, hehe ne, gpp kok. Aw makasih karena udah suka, err aku usahain cepet updatenya kok tenang aja :D
Clein cassie yup, umma hamil hehe, nanti pasti keunggkap di chap-chap berikutnya. Jd tunggu aja ne :)
Dheaniyuu hihi appa kan emang dari dulu mesum XD alright chingu, dan ini udah lanjut kok.
Zehera iona Jaemma dari dulu udah imut atuh xD iya dong, harus itu hehe. Amin, thanks buat doanya hehe. Tes-tes aishi emang ku kerjain lancar pake banget kok :D ne, finghting!
Yuu hihi iya, umma udah dung-dung. Ne makasih. Aduh Aishi ga Janji bisa update asap, tapi nanti Aishi usahain. :) aduh, si malu-malu jiji itu mah jangan diraguin lagi xD
Nabratz udah ke jawab belum di chap ini? Kalo belum di chap berikutnya pasti terungkap secara gamblang perasaan Mrs. Kim :) aduh, jaeumma emang udah dung-dung kok, yunho tau gak ya? Tau gak ya? :P
Ai Rin Lee yup, Aishi pasti semangat terus hihihi. Iyaaa makasih, udah lewat? Aih kok cepet amat? T.T masalah morning sick, nanti pasti dibahas di jalan cerita, sabar ne? :)
Mami Fate Kamikaze yup, ini udah lanjut :D semangat! Hehe
Azahra88 akan terungkap di chap berikutnya. Sebar ne~ :)
Vic89 Ho'oh, Aiggo appa mesum memang sesuatu T,T
Ruixi hihihi harus dong,, Aishi usahain updatenya cepet, tenang aja key? :)
Yunjae q ho'oh tuh, umma gak nyadar2 xD aih makasih deh, umma emang ngegemesin hehe
Guest(1) makasih dukungannya, fighting juga! :D emmm bakat nulis? Kata temen-temen Aishi sih ada tapi gak tau juga sih :P
Guest(2) iya, Aishi juga sadar itu sesuatu banget XD
Guest(3) keqong? Uh Aishi gak tau artinya keqong itu apa T,T tapi mereka pasti bersatu kok :D
Yunjae Lover iya chingu, ini udah lanjut :D
Littlecupcake Noona mesum itu kata yang susah tidak melekat di diri appa xD hu'um jaeumma ini, jadi gemes juga Aishinya hehe kembar? Akan terjawab di chap-chap berikutnya jdi tunggu aja ne :P Yunho kenapa bisa suka? Adu kalo ini, chap depan akan terjawab :D flashback? Aishi gak tau bisa buat ato gak, gmana dong? T.T
Okey, jangan lupa review ne? Dan sampai jumpa dichap berikutnya :) oh iya, hampir lupa. Aishi minggu depan mau ke luar kota jdi fanfic ini mungkin akan telat update selama seminggu. Tetap tunggu updatetannya ne~
Salam ALWAYS KEEP THE FAITH YUNJAE
Aishi Jung
