Because You're Mine
Author : Aishi Jung
Cast : Yunjae and others
Genre : Romance, little humor, Yaoi, Mpreg
Rate : T, tambah tanda + juga boleh kalo lg kumat :P
Disclam : I don't own about the cast.
Cinta, tak sesederhana yang terpikirkan. Namun tak sekompleks yang terbayangkan. Chap 4 update!
Previous chapter
Sedangkan Mrs. Kim tersenyum lebar mendengar kepekaan namjachingu anaknya itu, 'Jongie tidak salah pilih,' pikirnya senang dan menjauhkan tangannya dari wajah pemuda itu. Lalu dengan kelincahan ala remaja, disambarnya kursi di depan pemuda itu. Namun senyum lebarnya sirna ketika melihat secara jelas wajah sang calon menantu.
"Jung Yunho?" Tanya Mrs. Kim penuh kekagetan, terlihat wajahnya yang menunjukkan syok berat.
"Ah anyeong ahjumma, lama tidak bertemu." Jawab Yunho mencoba mengatasi kekagetannya.
"A-aigo..." dan entah kenapa Mrs. Kim merasakan kepalanya berdenyut sakit mengetahui kenyataan ini.
Oo0oO
Keheningan terus menyeruk diantara dua orang berbeda gender di meja cafe itu. Mrs. Kim masih memegangi kepalanya yang sesekali berdenyut sakit, sedangkan namja bermata musang yang duduk dihadapannya hanya diam menatap wanita itu. Tatapan matanya tak bisa diprediksi, dan wajah tampannya tetap datar seolah tidak ada yang perlu dipermasalahkan. Benar-benar appa ini T,T
"Bagaimana kabarmu Yunho-ah? Tak disangka anak ingusan sepertimu bisa jadi tampan seperti ini." Lirih Mrs. Kim ketika merasa kepalanya sudah tak terlalu berdenyut sakit.
"Ahjumma bisa lihat sendiri, gomawo." lirih Yunho dengan intonasi datar membuat Mrs. Kim sweatdrop sendiri.
'Aigo my baby jongie, kenapa bisa kepincut replika robot seperti Jung Yunho ini' batin Mrs. Kim lara.
"Yunho-ah, Ahjumma rasa sudah saatnya berbicara serius kali ini, apa kau Appa dari aegya yang dikandung Jongie?" ucap Mrs. Kim, ditatapnya intens Yunho yang menatapnya datar.
"Tentu Ahjumma, siapa lagi?" Jawaban retoris Yunho hanya dihadiahi kekehan garing Mrs. Kim, terlihat wajah yeoja paruh baya yang nampak tidak nyaman itu.
"Ahjumma pikir, kau harus secepatnya menikahi Jaejoong, Yunho-ah. Ahjumma tidak ingin cucuku lahir tanpa appa."
"Aku akan menikahi Jaejoong setelah ia lulus kuliah Ahjumma."
"APA?" perkatan tegas Yunho tanpa sadar membuat Mrs. Kim berteriak syok. Dipandangnya semakin tajam Yunho tanpa mempedulikan para pengunjung yang terusik karena teriakannya.
"Kau jangan egois begini Yunho-ah, Ahjumma bahkan lihat kehamilan Jaejoong sudah menginjak bulan ke 3, apa kau ingin Jongie dicaci karena hamil tanpa pendamping hidup?"
"Lebih tepatnya sudah memasuki bulan ke 4 ahjumma, dan Ahjumma tenang saja, aku akan memukul siapapun yang berani menghina Jaejoong. Jika perlu aku akan menghajarnya walaupun itu seorang yeoja sekalipun" Mrs. Jung hanya bisa menghela nafas frustasi mendengar ucapan tegas namja itu, bisa dilihatnya mata musang yang memancar tanpa keraguan, tapi tetap saja!
"Ne, Yunho-ah. Apa semua ini rencana Sooie?"
"Maksud Ahjumma?" balas Yunho dengan nada bingung membuat Mrs. Kim tersenyum pasrah.
"Apa Jongie hamil karena rencana Sooie? Ahjumma pikir tidak mungkin dengan umurmu yang seumuran dengan Youngwonie dan sibuk mengurus perusahan appamu itu, kamu bisa berurusan dengan Jongie yang notabenenya seorang mahasiswa. Ahjumma rasa, Jongie juga tidak pernah ke Pub jdi..." Mrs. Kim sengaja tidak meneruskan ucapannya, ditatapnya dalam sosok Namja yang membisu itu.
"Ne Ahjumma, semua memang rencana eomma." Dan Mrs. Kim hanya bisa mengelus dada mendengar jawaban jujur dari Yunho, dalam hati ia mengacungi jempol kenekatan temannya sewaktu sekolah dulu itu.
"Sekarang kau telpon Sooie, Ahjumma ingin berbicara serius dengannya,"
"Tapi ahjumma appa..."
"Tidak ada tapi-tapian. Telpon eommamu sekarang! Masalah Sooie dengan suaminya itu salahnya sendiri!" pekikan sebal itu membuat Yunho bungkam, segera diambilnya ponsel hitamnya disaku dan menghubungi eommanya.
"..."
"Eomma, segeralah ke cafe Bolero, Ahjumma Kim ingin bertemu denganmu."
"..."
"Masalah Appa nanti saja Eomma, segeralah kesini."
"..."
"Ne." Yunho segera menjauhkan ponselnya, ditatapnya Mrs. Kim yang terlihat memperhatikan luasnya langit di Luar jendela.
"Hey Yunho-ah, apa kamu tidak takut Youngie marah karena tunangannya menghamili adik kesayangannya dan tidak mau bertanggungjawab?" lirih Mrs. Kim. Suaranya sarat akan kesedihan dan matanya menyorot sendu membuat Namja tampan itu mengalihkan pandangannya ke suasana Cafe yang tidak terlalu ramai.
"Tapi Aku bertanggungjawab Ahjumma,"
"Kau membuat beban hidup Jongieku semakin bertambah Yunho-ah. Padahal aku sebagai eommanya selalu memimpikan Jongie terbebas dari bebannya." Lirihan Mrs. Kim yang semakin sendu membuat Yunho bungkam. Entah mengapa ia merasa ada garam yang ia taburkan pada luka basah yang tak pernah tersembuhkan oleh waktu.
Oo0oO
"EONNIIIIII..." teriakkan penuh nada gembira itu memecahkan suasana beku diantara Mrs. Kim dan Yunho. Dengan reflek Mrs. Kim berdiri dan bersiap menerima pelukkan maut dari teman sekolahnya dulu yang memang tak kalah hiperaktif darinya itu.
"Aish Sooie, kau membunuhku." Ucapan penuh nada gurauan itupun tercetus ketika Mrs. Jung memeluknya.
"Eonni, bogoshipo..." lirihan dengan penuh nada manja itupun membuat Mrs. Kim terkekeh. Dilepaskannya pelukkan teman lamanya itu dan dipersilahkannyaa duduk. Dan 2 yeoja paruh baya itupun larut dalam reuni mereka, melupakan masalah yang harusnya diselesaikan dan 2 namja yang memandang bosan, terutama namja bermata bambi yang merengut karena dilupakan oleh eommanya.
"Eomma..." rengekkan itupun menyentak Mrs. Jung, membuatnya menoleh ke Namja jakung yang berdiri disampingnya.
"Ah minnie chagi, mianhae eomma melupakanmu." Dan balasan dengan nada manja itupun membuat namja bermata musang dihadapan kedua Yeoja itu menggeleng pelan sedangkan namja yang dipanggil Minnie itu mempoutkan bibirnya imut.
"Eomma tidak sayang Minnie ne? Eomma... Minnie itu mau makan!" namja bermata bambi itupun semakin merengek, membuat mata musang Mrs. Jung menatap bersalah dan Mrs. Kim menatap gemas si mata bambi.
"Emona... ini pasti Changmin anak bungsumukan Sooie? Aihhh imut sekali! Sini Minnie, Ahjumma poppo dulu." dan Changmin hanya bisa pasrah ketika bahunya ditarik dan kedua pipinya dicium gemas oleh Mrs. Kim.
"Eomma..." mata bambi itupun mulai berkaca-kaca ketika merasa Eommannya mengabaikannya, membuat Namja lain yang merasa menyaksikan telenovelia itu menghela nafas.
"Hah, eomma kenapa mengajak Changmin?" dan namja tampan itu akhirnya membuka mulut, membuat Mrs. Jung menatapnya meminta pertolongan.
"Tadi saat Yunnie menelpon Eomma sedang mau memasak untuk Changmin, jadi karena itu eomma..."
"Eomma, berhentilah memanggilku seperti itu. Bukankah eomma sudah berjanji?"
"Uh mian Eomma lupa Yunho-ah hehe," dan senyuman imut dari eommanya itu membuat Yunho kembali menghela nafas, dialihkannya tatapan musangnya ke saengnya yang terlihat sangat memelas itu.
"Ayo Chngmin kita ke restoraan, hyung rasa eomma dan ahjumma Kim butuh waktu berdua untuk reuni." Yunhopun bangkit dari duduknya, yang disambut tarikan kuat oleh namja 15 tahun itu menuju pintu keluar. Bibir seksi dari si mata bambi itu terus bergumam senang membuat si namja yang lebih tua itu menggeleng kembali melihat tingkah saengnya yang 11 12 dengan eommanya itu.
"Sooie, ku Rasa ini waktunya kita berbicara serius."
"Ugh, Ne eonni."
Oo0oO
Ada raut sendu diparas cantik Mrs. Kim yang menatap sedih Mrs Jung yang hanya menanggapi dengan senyum kecil.
"Sooie, harusnya tidak begini" lirih Yeoja bermata sipit itu yang membuat Yeoja disampingnnya menggigit bibir bawahnya.
"Mianhae eonni." Mrs. Kim terdiam, ditatapnya semakin sendu Mrs. Jung
"Sooie, aku merasa tidak enak dengan Youngie. Yunho tunangannya, dan aku masih sangat ingat Youngie yang bersamangat saat itu. Sooie... aku juga memikirkan bagaimana perasaan Jongie jika tahu ini."
"Tapi ,aku benar-benar ingin memperkuat ikatan keluarga kita. Apa aku salah eonni?"
"Sooie, kau memang sangat keras kepala. Hahh aku benar-benar merasa ini salah. Dulu, aku menerima pertunangan itu karena Youngie itu perempuan, jadi tidak ada salahnya karena ia akan menjadi ibu rumah tangga. Tapi Jongie? Aku benar-benar tidak ingin Jongie hidup sepertimu Sooie-ya... Jongieku itu namja, aku tidak ingin Jongie terkurung dalam sangkar walaupun itu emas, dan hidup dengan manusia robot yang sangat membatasi lingkungan hidupnya. Aku benar-benar tidak ingin..." lirih Mrs. Kim pelan,
"Eonni jangan begitu. Tokie-chan tidak seburuk itu. Aku yakin, Jongie akan bahagia dengan Yunho. Walaupun Yunho mudah emosi dan sekaku Tokie-chan, tapi ia lebih bisa berpikir panjang dibanding suamiku itu. Percayalah Yunho itu juga anakku bukan hanya anak Tokie-chan eonni." Ucap Mrs. Jung menyakinkan.
"Aku selalu percaya padamu Sooie, Lagipula segala bantahankupun sudah tidak berguna, perasaanku juga sudah tidak berguna. Jongie sudah hamil ugh hiks rasanya sakit sekali, aku gagal menjaga anak satu-satunya yang Tuhan masih percayakan padaku. Bagaimana ini sooie, aku sangat takut Tuhan akan mengambil Jongie seperti Youngie dariku hiks." Lirih Mrs. Kim, airmata mulai turun mulai menelusuri pipi tirusnya.
"Mianhae eonni, aku yakin Tuhan tidak mungkin setega itu." Ujar Mrs. Jung menenangkan. Dielusnya pundak Yeoja yang sudah dianggapnya eonnie itu pelan.
"Untuk saat ini, yang ku pentingkan adalah perasaan Jongie Sooie. Aku tidak akan membiarkan Jongie merasa tertekan seperti Youngie, tapi Sooie, bagaimana ini? Yunho tidak mau menikahi Jongie, padahal aku sudah berbesar hati untuk mereka. Hiks Sooie.." gumam Mrs. Kim penuh kebingungan, hingga airmata semakin menyeruak dari mata sipitnya.
" Yunho memang memiliki pendirian yang sangat tegas dan kuat seperti suamiku, ini akan sangat sul-"
"Hiks Sooie, Otokhe?" Belum selesai Mrs. Jung berbicara, Mrs. Kim langsung memotong membuat Mrs. Jung merengut sekilas.
"Issh eonni jangan main potong deh, Eonni tenang saja! Walaupun memang akan sangat sulit, tapi apa sih yang tidak bisa digoyahkan oleh Jung Hyun Soo? Jadi eonni cukup melihat, dan semua akan ku bereskan." Kenarsisan Temannya itu membuat Mrs. Kim tertawa kecil.
"Ugh Ne Sooie, aku percaya akan kecerdikan atau lebih tepatnya kelicikanmu itu. Kau bahkan berhasil membuat seorang Tokinawa bertekuk lutut dikakimu. Aku juga masih ingat karena ide otakmu yang somplak itu berhasil membuatku menikah dengan appa Jongie dan membuat Jongieku hamil. Jadi Sooie, bisa jelaskan bagaimana rinci rencanamu hingga membuat Jongie hamil?"
"Hehe eonni, dari awal perjodohan antara Yunho dan Youngwoonie aku sudah tahu jika Yunho lebih tertarik ke Jaejoongie. Tapi karena umur Jongie yang masih belia, aku berhasil memaksa Yunho mensetujui pertunangan itu. Tapi eonni, aku tidak akan pernah menyangka hal buruk itu akan terjadi, dan mianhae eonni, selama bertahun-tahun ini aku memanfaatkan ketertarikan Yunho pada Jongie."
"Sooie, kau memang sangat licik."
"Eonni, aku tahu eonni pasti tidak akan memaafkanku karena ini. Tapi eonni aku benar-benar ingin kita menjadi besan. Jadi setelah Yunho lulus kuliah di luar negeri aku langsung mengirimnya ke universitas keuarga Jung dimana Jongie menuntut ilmu dengan imbalan aku tidak akan memanggilnya dengan panggilan yang membuatnya kesal, dan karena merasa semuanya jalan ditempat, apalagi karena keraguan Yunho yang membuatku muak padahal aku bisa melihat Jongie juga tertarik pada Yunho. Jadi dengan sedikit jebakan kecil dariku di Pub yang telah ku sabotase pegawai-pegawainya, aku berhasil membuat Yunho dan Jaejoong dalam tahap seperti ini... mianhae eonni, mianhae karena aku tidak menyesal melakukan ini."
"Sooie, untuk apa kau meminta maaf padahal kau tahu aku tidak akan memaafkanmu? Sooie, kau memang sangat keterlaluan, tapi semuanya sudah terlanjur. Aku hanya berharap kau berhasil membuat Yunho menikahi Jongie sebeum perut Jongie semakin besar. Aku akan menganggap itu bentuk pertanggungjawabanmu pada tingkahmu ini..."
"Tentu eonni, aku tidak akan mengecewakanmu. Hidup sinetronku bahkan bisa ku takhlukkan, apalagi sinetron anakku yang kubuat sendiri?" Mrs. Kim hanya bisa menggelengkan kepala mendengar ucapan ngawur dari Yeoja berambut panjang disampingnya itu.
Oo0oO
Bermacam-macam jenis makanan memenuhi meja, membuat mata bambi itu mengerjap senang. Dialihkannya pandangan ke hyungnya yang ada dihadapannya. Dan senyum lebar pun hadir di paras imutnya.
"Hyung! Ini semua untuk Minnie? Gomawo hyung! Kyaaaaaa~ kekasih-kekasihku, kemarilah ke perut minnie hihihi," Yunho hanya bisa geleng-geleng kepala melihat saengnya itu,
"Berhentilah bertingkah seperti eomma Changmin, kalau begini terus kau tidak akan pernah memiliki kekasih."
"Mwo? Jangan sembarangan deh hyung, Minnie bahkan sudah punya pacar! Dan pacar Minnie bahkan bilang kalau Minnie sangat menggemaskan dengan segala tingkah Minnie huh!" perkataan Changmin sembari menghentikan kunyahannya pun membuat kening Yunho mengernyit, bukankah adiknya itu tidak punya pacar?
"Jangan bohong Min, Hyung pikir baru tadi malam kau bilang iri dengan Kyuhyun yang sudah punya pacar."
"Ugh aku baru pacaran siang ini hyung hehe," jawabnya dengan malu-malu dan kembali memakan kekasihnya (?).
"Dengan Siapa?"
"Namanya Se7en Hyung, tapi ugh Minnie tetap iri dengan Kyunnie. Pacar Kyunnie si Siwon itu lebih tampan dan berabs hyung huhu. Beda sekali dengan pacar minnie si se7en itu. Baru minnie mau buka bajunya aja buat liat abs pacar minnie itu eh udah lari orangnya! Coba pikirkan bagaimana perasaan Minnie hyung? Sakitnya itu disini huhu,"
"Changmin, kau terdengar sangat agresif,"
"HYUNG!"
"Haha mian Min, lagipula menurut hyung harusnya kamu tidak boleh menilai seperti itu terhadap kekasihmu. Dimatamu boleh kekasihmu kalah tampan, tapi orang lain belum tentukan? Dan juga kenapa kamu bisa menyimpulkan jika abs pacarmu itu kalah dengan pacar Kyunnie, padahal kamu belum pernah melihat abs pacarmu?"
"Aih hyung, pokoknya dimata minnie tetap siwon lebih tampan! Dan jelas dong Hyung! Baru minnie mau buka bajunya aja, pacar minnie itu udah main kabur aja. Kalau karena malu badannya yang krempeng, apalagi coba?" Yunho hanya bisa semakin sweatdrop mendengar penjelasan adiknya itu. Mau diluruskan, takut melukai kepolosan adiknya yang baru 15 tahun itu.
"Jadi ChangMin mau punya pacar setampan hyung yang sudah tidak diragukan?" ucapnya mencoba narsis.
"Ogah hyung! Minnie gak mau punya pacar Winnie the Pooh!" dan ucapan pedas itupun menohok Yunho.
"Changmin! Hyung tidak segendut itu," Desis Yunho
"Ah Minnie gak percaya, badan segede beruang gitu masih tidak mengakui mirip Winnie the Pooh! Coba sini minnie lihat perutmu hyung!" dan tindakan selanjutnya changmin yang mencoba membuka baju yang menutupi perutnya cukup membuat Yunho malu karena menjadi perhatiaan pengunjung. Segera ia bergeser menjauh dan menjubit cukup keras pipi saengnya itu. Sepertinya sekarang Yunho tahu, bagaimana perasaan pacar adiknya itu menghadapi tingkah menakjubkan Changmin.
"Berhenti Changmin, dan habiskan makananmu. Atau Hyung akan pergi sekarang."
"Ne hyung, jangan pergi." Ucap namja hiperaktif itu sambil kembali memakan makanannya dengan lahap, membuat yunho menghela nafas lega. Diliriknya pandangannya ke perutnya, tidak gendut kok, bahkan ia yakin perutnya masih berAbs walau tidak sebagus saat dia di luar negeri sana karena terhalang kesibukkannya kuliah dan memimpin perusahaan. Adiknya itu memang sangat usil.
"Ne Yunho hyung, Minnie boleh tanya tidak?"
"Tanya apa Min?"
"Hyung kok masih kuliah sih? Bukannya hyung sudah lulus S2 di luar negeri ya? Temen-temen Minnie sampai bilang Minnie tukang bohong karena itu tau! Bahkan salah satu pacar temen Minnie bilang hyung masih mengambil gelar sarjana, belum lanjutan!" Yunho terdiam mendengar penuturan adiknya, namun senyum kecil segera tertarik di kedua sudut bibirnya. Hanya itu, matanya tetap menyorot datar walau tidak dingin.
"Hyung tidak peduli, jadi jangan pedulikan." Jawaban hyungnya cukup membuat mulut yang sedang mengunyah itu berhenti, mata bambi itupun menatap Yunho lama.
"Yunho Hyung sangat mirip Appa, tapi minnie bersyukur hyung tidak sekasar appa. Hyung masih bisa tersenyum ke Minnie. Tidak seperti Appa yang hanya tersenyum ke eomma." Mata musang itu sedikit melunak melihat adiknya yang tertunduk. Tangan kokohnyapun terangkat, mengacak surai adiknya lembut.
"Changmin sangat mirip eomma, dan aku adalah anak eomma. Bukah hanya anak appa. Begitupun juga changmin yang juga anak appa, suatu hari kau akan menyadari kesamaanmu dengan appa, Jung Changmin. Tidak mungkin peleburan 2 orang bersifat berlawanan akan menghasilkan keturunan yang berlawanan (peleburan menghasilkan percampuran), itu berlaku untuk kita.". changmin hanya tersenyum dan kembali melanjutkan makan. Tak menghiraukan hyungnya yang mengambil ponselnya yang bergetar karena pesan masuk.
"Cepat selesaikan makanmu. Setelah ini kita pulang. Eomma sudah menunggu di Mobil, hyung rasa jam segini appa pasti sudah pulang." Changmin hanya mengangguk menanggapi ucapan Hyungnya. Ada sedikitt rasa takut dihatinya karena akan menghadapi kemarahan appanya.
Oo0oO
Hidup seperti Ratu itu tidak semenyenangkan yang terlihat. Itulah yang dirasakan Mrs. Jung atau Sung Hyun Soo, nama yang disandangnya sebelum menikah. Walaupun tak ada penyesalan dihatinya akan nasibnya itu. Hidup itu adalah sebuah pilihan, dan HyunSoo adalah wanita tangguh yang tidak akan pernah menyesal akan pilihannya menikahi sosok kaku dan berhati keras Tokinawa Jung, suaminya. Tokinawa adalah lelaki keras yang ditemuinya sewaktu kuliah di Jepang. Lelaki sebatang kara yang tidak pernah roboh dihadang pahitnya hidup, itulah yang membuat HyunSoo jatuh cinta. Dan melakukan segala cara untuk menakhlukkannya. Sosok Tokinawa yang seorang Jung bahkan baru diketahui ketika mereka telah menikah, kenyataan yang entah keberuntungan atau kesialan karena selain mendapat kekayaan yang sangat melimpah. Sosok suaminya pun menjadi semakin keras dan kaku karena kenyataan dirinya yang dibuang karena darah campuran jepang dari ibunya itu. Hyunsoo bisa melihat kebencian mendalam dari mata bambi suaminya ketika melihat mendiang kakek Yunho saat beliau masih hidup. Kebencian yang lama terpendam, Hyunsoo bisa melihat itu semua dimata suaminya ketika melihat setiap sudut dinding rumah megah Jung beserta semua asetnya. Hingga akhirnya, semua berimbas padanya yang terkurung pada sangkar emas untuk mengendalikan suaminya, dan selalu menemani tugas luar kota/negeri suaminya itu. Amarah bisa dipadamkan oleh cinta, itulah pengorbanannya untuk cintanya yang tidak sederhana. Pernah sekali Hyunsoo nekat pergi tanpa seizin suaminya, dan berakhir dengan dirinya yang melihat keadaan rumah yang berantakkan, para maid-maidnya yang menangis dengan beberapa lebam, dan yang paling membuatnya terluka adalah sosok anaknya Yunho yang terluka disudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Ia masih ingat apa yang dikatakan anaknya itu dengan wajah datar tanpa ringisan sama sekali.
"Appa marah. Beliau terlihat ingin menangis. Jangan buat Appa seperti ini eomma." Dan sejak saat itu ia berjanji akan lebih hati-hati, tapi hari ini berbeda. Ini masalah serius. Maka dari itu ia juga mengajak Changmin bersamanya untuk menghindari Changmin bernasib sama dengan Yunho. Hyunsoo tidak akan pernah rela buah hatinya terluka, tidak akan pernah. Ditatapnya rumah mewah yang terihat sepi. Digenggamnya erat tangan kedua anaknya itu lalu terbukalah pintu besar itu oleh tangan kokoh Yunho.
Prang!
Deg!
Hyunsoo menggigit bibir bawahnya kuat, dan segera melepaskan genggaman tangan kedua anaknya lalu berlari menghampiri suaminya yang memecahkan guci mahal rumahnya itu. Dipeluknya erat tubuh tinggi besar suaminya, ia bisa melihat keadaan rumah yang kacau balau.
"Gomenasai Tokie-chan," ia bisa merasakan pelukkan erat suaminya yang membuatnya kesulitan bernafas.
"Kau harus dihukum."
"Ne, Changmin Yunho kembalilah ke kamar." Lirih Hyunsoo pelan membuat kedua anaknya mengangguk dan mulai melangkah pergi sebelum intrupsi dengan suara serak menyentak ketiganya.
"Changmin, tidak ada pergi ke game center sepulang sekolah selama sebulan. Dan segala fasilitas hiburanmu, appa cabut sampai waktu yang tidak ditentukkan. Dan Yunho, selama seminggu penuh tidak ada kata meninggalkan kantor. Dan appa tidak memperbolehkanmu pergi ke manapun setelah pulang ke kantor selain ke rumah. Perintah mutlak." Hyunsoo bisa melihat wajah memelas putra bungsunya dan wajah tidak terima putra sulungnya. Tapi apa yang bisa ia lakukan? Menentang suaminya itu cukup sulit, yang bisa Hyunsoo hanya memandang sendu kedua anaknya. Posesif dan tuntutan seolah arti kasat mata untuk cinta bagi suaminya itu. Apa kalian berminat untuk merasakan cinta yang mengekang itu?
Oo0oO
Tungkai kokoh itu melangkah menaiki tangga, langkahnya yang pasti dan panjang membutnya tanpa terasa telah sampa ke depan pintu jati kamarnya. Dibukanya pintu kokoh itu, hingga kamar dengan dekorasi sederhana namun terlihat suram terpampang. Tubuh tegapnyapun tenggelam memasuki ruangan itu.
Lagi-lagi ruang geraknya dibatasi, Ayahnya memang bukan orang yang lunak. Dan ia merasa tidak tega pada adiknya. Adiknya itu pasti tidak biasa mendapat tekanan, berbeda dari dirinya yang memang dari kecil berada dalam pengawasan mata-mata ayahnya, sedangkan untuk adiknya itu, segalanya diawasi ibunya. Hidup keluarganya memang untuk orang asing seolah terbagi dalam dua kubu, tapi bukan begitu kebenarannya. Semua yang terencankan adalah hal yang dipikirkan matang-matang oleh otak cerdik Ibunya, ia tidak menampik jika ibunya itu jenius. Memikirkan seluk-beluknya pastilah diluar nalar. Ibunya seolah mengetahui jika ruang geraknya hanya bisa dibatasi Appanya yang sangat keras itu.
Perlahan mata musangnya terpejam, diambilnya ponselnya disaku celana. Dan dengan pasti diketiknya pesan untuk orang yang selalu mendomiasi pikirannya.
Mianhae
Dan saat kelopak itu terbuka, pesan telah terkirim. Senyum samar hadir diparasnya. Lagi-lagi ia harus tak menemui kekasihnya itu. Harapannya hanya Jaejoong tak salah paham. Cukup banyak hal yang ia korbankan untuk mencapai tahap ini, dari waktunya yang sangat berharga, status singlenya, emosinya, dan yang paling mengujinya adalah izin ayahnya untuk memacari Jaejoong yang membuatnya harus mengurus cabang perusaan Jung di luar negeri yang bermasalah. Untuk informasi saja, ia memang memimpin perusahaan Jung, tapi hanya untuk cabang seoul yang memang sangat jarang bermasalah sehingga ia bisa sering meninggalkan kepemimpinannya. Sedangkan untuk cabang-cabang lain yang memang lebih rawan, diurus ayahnya sendiri. Ayahnya itu walau kaku, memiliki hati yang sangat baik. Ia sangat tahu, ayahnya hanya ingin ia lebih menikmati masa mudanya. Karena percayalah, jika semua cabang dilimpahkan kepadanya maka Jung Yunho yang bisa duduk ditaman kampus itu tidak akan pernah ada, dalam anganpun tidak ada.
Tring... Tring...
Suara dering telpon menyadarkannya, diambilnya ponselnnya itu.
Jongie Calling...
Segera diangkatnya panggilan itu, lalu didekatkan ponsel tersebut ke telinganya.
"Halo?"
"Yunnie, kenapa meminta maaf? Kau membuatku takut. Ada apa? " suara disebrang membuatnya tersenyum samar.
"Hanya ingin," lirih namja tampan itu.
"Yunnie, emmm kenapa tidak membalas pesanku? Emmmmm dan kenapa Yunnie tadi tidak ada di Taman? Aku khawatir..."
"Tidak apa-apa baby, apa kau rindu padaku hem my big baby?" seringaipun menghiasi bibir hatinya. Mendengar suaranya seolah memicu Yunho bebas untuk melakukan apapun, walapun masih kaku karena tabiat yang mengekangnya. Tabiat... itu seolah penjara yang sulit dibukanya. Yunho sadar, appanya pun terkurung dalam penjara yang sama. Cinta mungkin bisa mengubah, tapi cinta tidak mungkin bisa mengubah sifat mendarah daging yang mengalir di setiap darahnya. Sedikit melunak namun tidak akan pernah menghilangkan. Karena ketika hilang, maka identitas Jung Yunho yang dicintai Jaejoong akan menghilang.
"Ugh Yunnie apa kau mendengarnya? Yunnie, kau masih disanakan? YUNNIE AKU MERINDUKANMU!" teriakkan itupun menyentak Yunho kembali dari anggannya. Senyum samar kembali hadir di parasnya.
"Nado," lirihnya hampir tak terdengar.
"Yunnie Mianhae, dari tadi Jongie panggil tidak dibalas. Jadi aku pikir..."
"Tidak apa-apa Jongie, beristirahatlah. Kau pasti lelah. Dan untuk seminggu ke depan aku tidak bisa bertemu denganmu, ada urusan penting."
"Benarkah? Tapi Jongie masih boleh berkirim pesankan?
"Tentu. Aku matikan sambungan telponnya."
"Ne, tap—"
Tut... Tutt...
Tangan kokoh itupun segera meletakkan ponselnya di meja nakas. Ia sangat tak terbiasa berbicara di sambungan telpon. Itulah yang membuatnya segera mematikan sambungan itu. Disambarnya handuk dari gantungan dan berjalan menghampiri kamar mandi, menghilankan rasa lengket dan bau yang melekat ditubuhnya karena aktivitas penat seharian.
Oo0oO
Sedangkan dilain kamar, tampak Changmin yang merengut lucu diatas ranjangnya. Kebingungan jelas terpatri di wajahnya, karena biasanya setelah pulang ke rumah ia akan bermain game dari psp kesayangannya. Tapi sekarang? Semuanya sudah disita T.T ia sangat sebal, ingin berteriak protes tapi takut pada appanya yang galak itu. Karena keseriusannya meratapi nasib, Changmin tak menyadari sosok Yeoja tinggi semampai yang tersenyum lembut. Bibir seksinya yang menurun ke Changmin dan berlipstik merah bergumam kecil melihat tingkah anak bungsunya.
"Minnie,"
"Eoh eomma? Bukannya eomma sedang dihukum appa?" mata musang yeoja itu segera menyorot sebal karena balasan anaknya yang mengingatkannya pada hal tersebut.
"Ne eomma akan dihukum appamu habiss-habisan nanti di tengah malam. Dan Minnie tidak perlu memikirkannya. Ada hal yang lebih penting dari itu. Dan Minnie harus membantu eomma menyelesaikannya."
"Apa itu eomma?" bibir Yeoja itu menyeringai senang, dihampirinya anaknya. Dan pembicaraan serius pun tak terelakan. Terdengar beberapa kali pekikan tidak terima dari Changmin yang disambut pelototan sadis dari mata musang eommanya. Perdebatan yang memakan waktu cukup lama itupun berakhir dengan seringai kemenangan eommanya dan perengutan dari wajah imut Changmin yang membuat remaja itu semakin menggemaskan.
Tbc
Kembali ketemu sama Aishi, hufft butuh waktu 3 kali buka laptop untuk menyelesaikan ini. Udah panjangkan? Hehe. Jujur Aishi rada gak puas sama chap ini. Tapi Aishi juga terlalu dikejar waktu kalo harus ngulang dari awal. Apalagi udah hampir 2 minggu Aishi gak updatekan? Hah harap dimaklumi ya, kemaren Aishi harus ke luar kota selama seminggu. Dan 2 hari setelah pulang, jalan Aishi masih oleng-oleng karena sugesti kebanyakan duduk di bus dan di kapal. Namun, Aishi harap kalian puas dengan chap ini dan tidak kecewa. Oh iya, silahkan koreksi kira aja ada typo atau apa. Aishi males ngedit kekeke
Huh sedikit curhat lagi, Aishi cukup sulit mempertahankan karakter disini T.T aishi juga ngerasa ini kaya analisis sosial dalam bentuk dramatis :v dan yang paling buat Aishi tepok jidat, itu kenapa di chap 3, Junsu manggil Jaejoong 'hyung'? oh Tuhan ini kesalahan fatal, miahae T,T ini gara-gara Aishi gak fokus. Harusnya Junsu manggilnya 'Jaejoong-ah'
Di chap ini, Aishi munculkan Changmin yang sangat menggemaskan. Kalo penasaran semenggemaskan apa, cek deh di mv dbsk 'hug'. Ugh! Super cute! Aishipun semakin greget dengan Changmin setelah liat dbsk 'before u go' yang live. Ugh saat Changmin bilang 'hmmmhmmm' di awal, ya Tuhan Minnie so damn cute dengan raut wajah yang kelihatan aegyo atau merengutnya aduh Aishi bingung xD
untuk yang terakhir, jangan lupa review. Karena review kalian adalah semangatku :D review kalian juga yang menentukkan keberhasilan targetku untuk menyelesaikan fic ini di bulan ini. Aku bener-bener gak mau fic ini yang jika semakin tertunda, akan bertabrakan dengan kesibukkanku menyusun laporan study. Dan pada akhirnya Aishi update sebulan setelahnya. Aishi gak mau, karena selain takut idenya terbang, Aishi takut gak bakal nyelesaiin ini fic, kalo Aishi kena WB gimana coba T.T
dan YJS, Aishi gak bosan bilang always keep the faith keyy : ) dan mari balas review chap kemarin!
Zehera iona—tentu, Aishi selalu berusaha membalas. Karena reviewmu adalah salah satu penyemangat Aishi :D kalo masalah perkenalan umma ke appa, gmana kalo aishi bilang love at first sight dengan pertemuan sederhana? Aishi kayanya ga akan flashbackin gmana bisa umma jatuh cinta deh ._.v, well untuk masalah kapan umma tau dia hamil, itu akan terjawab dichap depan. Kekeke
Metacho137—apakah sudah terjawab di chap ini? :D
Clein cassie—ya bisa dong, :p
Boojaebear2601—auh kalo yunpa gak cinta sama umma, aishi timpuk si bear itu :3 aduh Aishi no comment sama kehaliman jaemma ah haha. Apa udah kejawab kenapa reaksinya begitu? Ne, ini udah lanjut : ) errrrr, apa ini udah panjang? :D
—hayo ada hbungan apa?udah ke jawab belum? :p
Ai rin lee—hihi apa sudah kejawab sesuatu dimasa lalu yun di chap ini? Udah tau dong sekarang, knp bisa kenal :p yup, asal banyak yang suka pasti Aishi lanjutin~
Fitri—iya, Mrs. Kim emang sesuatu banget T.T udah kejawabkan di chap ini tntang si calon mantu? XD ne, udah apdet. Terima kasih atas penyemangatnya : )
Vic89—karena kepalanya pengen sakit (?) kekeke
Nabratz—err dejavu kenapa? Setting atau plot atau kisah ceritanya? Aduh kalo ada kesamaan cerita, piss ne tapi kalo tempat cafe yang namanya 'bolero' Aishi emang dpet inspirasi dari author lainny :D yup, kejawab di chap ini kan? Hehe
Nabratz—err dejavu kenapa? Setting atau plot atau kisah ceritanya? Aduh kalo ada kesamaan cerita, piss ne tapi kalo tempat cafe yang namanya 'bolero' Aishi emang dpet inspirasi dari author lainny :D yup, kejawab di chap ini kan? Hehe
Yanie—hu'um, umma belum sadar u.u hihi emang, biasalah remaja yang terjebak diusia senja itu mah :P yup, ini udah update :D
Mami fate kamikaze—ke jawabkan di chap ini? Hehe. Yup, ini udah lanjut~ makasih atas penyemangatnya :' )
Tmkazjj—udah kejawab belum hubungannya apa? ;p iya, jaemma emang polos bingitz*keluar alaynya
Dheaniyuu—udah kejawab belum? :D hehe yup, ini udah lanjut~
Shinjiwoo920202—iya, umma polos banget!*cium umma*ditimpuk appa* xD ugh udah kejawb di chap inikan? Sip, ini udah lanjut~
Guest—apa udah ke jawab umma knp? Well, untuk kematian Youngwoon akan terjawab seiring jalan cerita. Jadi keep reads ne :D
Jung Jaehyun—apa dichap ini sudah memberi pencerahan? : ) sip, ini udah dilanjut~ ugh makasih chingu atas penyemangatnya untuk Aishi :'D fighting!
JonginDO—ne, ini udah di lanjut~ : )
GOMCHI46—ne, annyeong {} Aishi ucapin selamat datang dicerita abalku : ) kekeke apa kejawab di chap ini? :D
Shim Jaecho—hahaha itu juga maunya Aishi, tapi yunpa itu loh ._. ne, Hwaiting juga ne buat ngelanjutin fic-fic cho : )
Cloudyryeorez—apa pertanyaan2nya udah ke jawab di chap ini? : ) ne, jaeumma hamil kyaa~ yup, ini udah dilanjut~
Fiuhhh~ selesai, makasih buat para reviewer : ) makasih juga yang udah ngefollow/ngefavorit fic ini. Dan juga yang udah ngefavorit/ngefollow aishi sendiri yang sampe saat ini gak percaya, kalo aishi sekarang seorang author ff xD
Sekian dariku
Aishi Jung
