Because You're Mine

Author : Aishi Jung

Cast : Yunjae and others

Genre : Romance, little humor, Yaoi, Mpreg

Rate : T, tambah tanda + juga boleh kalo lg kumat :P

Disclam : I don't own about the cast.

Apa kau berpikir keegoisan meruntuhkan segalanya? Chap 5 update!

Jaejoong duduk dengan gelisah, sebentar-bentar diperiksa ponselnya, lalu duduk gelisah lagi dan periksa ponsel lagi. Tidak bertemu dengan Yunho selama 3 hari cukup membuat Jaejoong dilanda kegelisahan yang besar. Jaejoong tak mengerti dengan dirinya yang akhir-akhir ini sangat ingin selalu didekat Yunho. Setelah Ciuman mesra mereka di taman beberapa hari yang lalu, Jaejoong dihadang oleh keinginan yang sangat besar seolah baru terbuka setelah kegiatan mesra itu! Keinginan memeluk Yunho erat, mencium bibir hati dengan lebih ganas dari kemarin, dan yang membuatnya sangat malu adalah, keinginan membawa Yunho ke ranjang hangatnya! Demi Tuhan, Jaejoong tidak pernah berpikir seliar ini. Dia bahkan tidak terjerumus pergaulan bebas—tolong jangan ingatkan Jaejoong tentang malam itu, berpacaranpun baru kali ini. Dan Jaejoong rasa pacaran dengan Yunho sangat normal dan sehat, mereka tidak grepe-grepekan? – tolong ingatkan Jaejoong jika mereka bahkan sudah beradegan ranjang walau Yunho tidak sadar.

Jaejoong kembali gelisah, ugh ia rindu sekali hingga semua badannya sakit semua. Perutnya bahkan bergejolak dengan anehnya. Berhubungan lewat ponsel benar-benar tidak memuaskan Jaejoong, ia ingin bertemu! Tapi melihat Yunho yang bahkan sangat lama membalas pesannya sepertinya keinginan itu tak akan kesampaian. Jaejoong kembali menghela nafas, perutnya yang lumayan buncit mulai bergejolak aneh dan membuat kepalanya pusing. Entah kenapa, Jaejoong merasa dalam keadaan tidak baik-baik saja, tekanan batin karena kerinduannya seolah sangat berpengaruh ke psikisnya. Padahal menurut Jaejoong itu masalah sepele. Bosan duduk di kursi taman tanpa kehadiran Yunho, Jaejoong beranjak berdiri. Langkah diambilnya dengan sempoyongan karena kepalanya yang pening dan perasaannya yang sangat butek. Baru beberapa langkah diambil, Jaejoong mulai oleng dan akan jatuh kalau sepasang tangan tidak menahan tubuhnya.

"Kau tidak apa-apa?" Jaejoong mendongak menatap si pemiliknya. Mata sipit orang itu memancarkan kekhawatiran. Jaejoong hanya mengangguk kecil, membuat orang itu tersenyum dan membawa tubuhnya ke bangku taman yang tadi akan ditinggalkannya.

"Kamshamida errr..."

"Choi Dong Wook," orang itu kembali tersenyum ketika mengenalkan dirinya.

"Ah ne DongWook-ssi. Aku Kim Jaejoong," Dan Jaejoong berkedit polos ketika memperhatikan sosok Dongwook yang menatapnya dengan tatapan tak terbaca.

"Apa Dongwokk-ssi mahasiswa sini?"

"Ne, mungkin kau jarang melihatku karena aku berada di tingkat akhir dan sedang menyusun skripsi. Kau tahukan kegiatan mahasiswa ditingkat akhir seperti apa?"

"Emmm datang hanya jika menyangkut tentang skripsi?"

"Yup, kau manis sekali. Namja atauYeoja?" Jaejoong tertawa kecil, orang disampingnya sangat pintar membaur hingga rasanya ringan sekali dan ia merasa tak enak jika bertingkah tidak peduli dan dingin. Namun tawanya kembali sirna saat pikirannya kembali mengingatkan pertahanannya. Entah kenapa, Jaejoong semakin sulit mengendalikan emosinya akhir-akhir ini. Ia bahkan kemarin ikut tertawa bersama orang-orang saat Junsu dengan posisi dan ekspresi konyol terjatuh di ruang musik.

"Sepertinya aku harus pulang, terima kasih atas bantuannya tadi." Jaejoong beranjak berdiri, namun tubuhnya kembali oleng dan dengan tanggap ditahan Dongwook.

"Kau baik-baik saja? Apa perlu kita ke dokter?" ujaran panik itu membuat Jaejoong bingung sendiri, orang ini seperti sangat mengenalnya saja hingga terlihat begitu khawatir.

"Tidak perlu, aku ingin pulang."

"Baiklah, aku antar otte?"

"Aku pulang naik bus saja, maaf merepotkan." Jaejoong kembali beranjak, namun sebelah lengan lain segera membantunya dengan mengalungkan lengan Jaejoong ke bahu orang itu.

"Ayo ku antar sampai halte." Jaejoong hanya diam, tidak enak kembali menolak kebaikan namja yang terlihat tulus disampingnya.

Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, Jaejoong sedikit dilanda kecurigaan dengan mata sipit Dongwook yang selalu melirik kanan kiri seolah mewaspadai sesuatu. Terlalu terpaku mengamati tingkah Dongwook membuat Jaejoong tak menyadari sebuah mobil dengan kaca terbuka yang memperlihatkan wajah mengeras dan mata musang menyorotkan api amarah menatap dalam ke arahnya. Mata sipit Dongwook yang melihat kanan kiri akhirnya terpaku pada pemandangan yang membuatkan mengernyitkan kening.

"Kenapa orang itu melihat kami seperti mau membakar daging asap?" batinnya bingung.

Setelah perjalanan yang tidak terlalu lama, Dongwook segera membantu Jaejoong hingga namja itu memasuki busnya. Namun setelah berbalik, mata sipitnya melotot kaget melihat mata bambi yang menatapnya garang.

"Minnie kenapa disini?" tanyanya bingung.

"Aku minta traktir makan, bodoh! Cepat kemari." Desisan itu membuat Dongwook mengernyit bingung. Changmin tidak pernah berkata kasar padanya sebelumnya, malah sebaliknya, Changmin selalu bertingkah manis. Namun senyum pengertian segera menggantikan kernyitan itu.

" Baiklah, ayo kita makan. Aku akan mentraktirmu sepuasnya." Changmin hanya melirik, dan segera berjalan dengan langkah cepat walau Dongwook tetap berhasil mensejajarkan langkahnya.

"Changminie, apa kau marah? Cemburu?" tetap diam.

"Mianhae. Kamu harus percaya, aku melakukan ini untuk membuktikan aku tidak berbohong. Jadi jangan marah ne?" Changmin tetap diam, namun langkahnya mulai memelan membuat Dongwook tersenyum. Walau hubungan mereka baru beberapa hari, tapi Dongwook sangat mengetahui jika pacar belianya itu sangat posesif pada apa yang dimiliki dan sepertinya Changmin sendiri tidak menyadari hal itu.

"Tapi kamu tidak tertarik dengan namja itukan?"

"Eoh dia namja?" desisan marah Changmin membuat Dongwook menggaruk rambutnya salah tingkah.

"No, Trust me." Ujar Dongwook serius membuat Changmin menoleh kearahnya.

"Hah, Artinya?" Dongwook hanya tertawa kecil, Changmin memang suka sekali menipunya dengan sok tidak tahu. Digenggamnya tangan yang lebih kecil darinya karena faktor usia, dan diajaknya Changmin berlari bersama menuju restoran langganan mereka. Kisah mereka memang seperti cinta monyet remaja yang penuh tingkah kakanakan dan sejujurnya tidak sesuai umur Dongwook.

Oo0oO

Sedangkan dilain tempat, Yunho benar-benar dilanda Frustasi. Kemarahan membuatnya semakin frustasi dan tidak habis berpikir. kalau saja ayahnya tidak mengekangnya dengan erat, Yunho pasti sudah menghampiri Jaejoong dan menghajar lelaki yang seenaknya menyentuh miliknya. Tapi Yunho masih bisa berpikir, ia tidak mungkin membangkang jika tidak ingin hukumannya bertambah. Mobilnya yang melewati jalan universitas bahkan sudah sangat beresiko, namun keinginan menguji keberuntungan melihat Jaejoong memberatkannya hingga Yunho nekad tapi takdir berkata lain, entah beruntung atau sial ia menghadapi masalah ini. Nasib Yunho memang sangat berbeda dengan adiknya, berbeda pengawasan memang beda juga perlakuan tolerirnya. Poor Yunho.

Yunho menghela nafas, semoga Jaejoong tak berpaling. Tapi mengingat ada nyawa lain di perut Jaejoong Yunho tersenyum puas. Takdir tak akan membuat mereka berpisah. Mata musang Yunho melirik ponsel dibangku sebelahnya, ada pesan dari Jaejoong yang membuatnya kembali berseringai. Sayang ia sedang mengemudi hingga tidak bisa membalas pesan.

Oo0oO

4 hari berlalu dengan cepat, Jaejoong tidak mengerti. Seniornya yang bernama Dongwook itu sangat rajin menemaninya walau tak ada kegiatan dikampus. Bukankah mahasiswa tingkat akhir harusnya serius dengan sekripsinya? Jaejoong tak habis pikir. Hari ini bahkan seniornya itu dengan seenaknya mengajaknya ke taman bermain. Dan sialnya Jaejoong juga ingin, jadilah ia mengiyakan.

Bersama dengan Dongwook memang mengurangi stress akibat kuliah. Dongwook sangat tahu bagaimana mengimbangi perubahan sifatnya yang sangat labil membuat Jaejoong begitu mudah terlihat dekat dengannya. Hanya terlihat, sebenanya tidak juga.

Jaejoong melirk Dongwook, namja itu memang tidak setampan Yunnienya. Tapi Dongwook memang sangat mempesona dengan segudang sifat baik dan perhatian manisnya. Mendadak Jaejoong berhenti ditengah taman kampus mereka, untuk ke taman bermain dengan rute yang lebih pendek apalagi berjalan kaki memang harus melewati taman belakang kampus.

"Dongwokk-ssi, apa kau menyukaiku?" pertanyaan itu sukses membuat Dongwook kaget bukan kepalang, ditatapnya Jaejoong ragu. Tapi belum juga menjawab, tangan putih itu sudah menggenggam tangannya.

"Aku sudah punya Yunnie Dongwook-ssi, mianhae. Tapi Kalau aku punya anak dengan Yunie, ku harap anakku punya sifat sepertimu ne Dongwook-ssi? Eh aku ini namja, ish Jongie kenapa berpikir bisa punya anak!" Dongwook bengong sendiri melihat perubahan sifat signifikan Jaejoong. Sebentar akan terlihat tak peduli dan menjauhi tapi sedetik kemudian akan sangat manja. Seperti mood-swing perempuan hamil saja! Dongwook sudah akan menyahut ucapan Jaejoong jika saja tangan besar tidak mengagetkannya karena menyentak genggaman mereka.

" Kim Jaejoong, beraninya kau!" pelaku itu mendesis dengan mengerikan membuat Dongwook sedikit merinding dan dengan kasarnya ia bisa melihat lelaki itu menyeret Jaejoong. Ia merasa harus menolong Jaejoong, tapi langkahnya segera berhenti ketika sesuatu melintas dibenaknya.

"Kenapa aku bisa lupa jika itu Jung Yunho?" Changmin bahkan sudah menunjukkan berkali-kali foto kakaknya itu. Tapi memang dasar Dongwook pikunnya lagi kumat -.-

Oo0oO

Kaki Jaejoong yang tak sepanjang kaki Yunho membuat langkahnya terseret-seret lengan Yunho yang menariknya kuat. Mimik wajah Jaejoong menunjukkan ekspresi kebingungan serta takut. 'kenapa Yunnie datang langsung marah?' pertanyaan itu terus terbayang-bayang dibenak Jaejoong. Rasa senang atas kehadiran pacarnya seolah tenggelam karena itu.

Yunho terus menyeret kasar Jaejoong, rasa amarah melingkupinya. Dijatuhkannya tubuh Jaejoong dengan kasar disalah satu pohon besar. Tempat itu sepi, Yunho rasa ini tempat yang tepat untuk berbicara serius dengan Jaejoong.

"Ugh Yunnie," Jaejoong merintih, punggungnya serasa kebas karena terbentur pohon dengan keras. Matanya mulai menyiratkan luka, Jaejoong benci diperlakukan kasar dan ia merasa tidak membuat kesalahan pada Yunho. Yunho yang melihat sirat mata itu hanya menatap tajam, tak ada penyesalan dalam hatinya.

"Jaejoong, apa maksud semua ini?" desisan marah itu membuat Jaejoong semakin kebingungan, apa salahnya?

"Yunnieee apa mak—"

"Jaejoong berhenti bermulut manis! Katakan!"

Duag!

Jaeejoong memejamkan mata saat kepalan tangan kokoh itu meluncur dengan sangat keras membentur batang pohon disampingnya. Yunho memang sangat kasar, dan Jaejoong bukan orang yang tahan akan kekerasan. Bukankah dari awal ia selalu menjauhi membuat emosi Yunho meledak-meledak? Tapi kenapa sekarang Yunho emosi dengan alasan yang tidak jelas? Jaejoong menggigit bibir bawahya keras, pipinya mulai dialiri airmata dari matanya. Rasanya sangat perih, apalagi Yunho terus memanggilnya dengan formal.

"Yun-yunnie ingin putus?" lirihan itu keluar dari bibir Jaejoong tanpa tertahan. Bukankah tidak ada alasan lain Yunho berlaku kasar padanya selain rasa bosan? Jaejoong sama sekali tidak melakukan kesalahan. Dan alasan itu sangat melukai hati Jaejoong.

Yunho semakin dilanda amarah mendengar lirihan Jaejoong, ia seolah bisa mendengar hatinya yang retak karena itu. "Jadi kau mengancamku Jaejoong? Ck baiklah kita putus! Bukankah itu yang kau inginkan? Apa sekarang kau merasa senang karena tak perlu menjelaskan semuanya?" ucapan sinis dan retoris itu sangat menohok hati Jaejoong. Isakan mulai keluar dari bibirnya, apa yang harus dijelaskan? Jaejoong tak tau salahnya dimana! Jadi apa yang harus dijelaskan?

(PS: lirihan Jaejoong kalau ditelaah dalam posisi Yunho akan memiliki 2 makna, alias ambigu)

Yunho segera berbalik dan melangkah pergi, amarahnya membuatnya sulit berpikir. Yunho rasa ia harus menenangkan diri dulu untuk memutuskan langkah selanjutnya. Bagi Yunho, putus atau tidaknya ia dengan Jaejoong tidak akan mengubah apapun, karena pada akhirnya Jaejoong akan tetap menjadi miliknya. Isakan Jaejoong memang cukup mencubit hatinya.

"Yun—nie hiks ugh gajima..." lirihan itu terus keluar dari bibir cherry Jaejoong saat melihat Yunho semakin menjauh darinya, isakannya mulai mengeras, dan nafasnya mulai tersenggal-senggal ditambah pusing dikepalanya mulai kembali menyerang.

"Hiks ugh hiks Yun—nie ses—sak ugh," Jaejoong mulai kesulitan bernafas. Belah bibr cherrynya terbuka untuk mengais udara yang terasa sangat sulit dihirupnya. Tangannya mulai memukul-mukul dadanya yang sesak. Pandangan Jaejoong mulai berkunang-kunang hingga ia memejamkan mata dan tak merasakan apapun

Yunho menghentikan langkahnya ketika ia mendengar suara benda jatuh dibelakangnya. Ada rasa takut yang menyeruak dihatinya. Segera ia berbalik, dan mata musang itu terpaku melihat tubuh Jaejoong yang tergeletak diam ditanah. Dengan tubuh bergetar penuh antisipasi Yunho berlari kearah Jaejoong.

"Jaejoongie kau kenapa?" Yunho bisa mendengar suaranya sendiri yang serak dan bergetar. Dengan tubuh yang berjongkok, didekatkannya kepala ke dada Jaejoong. Dan mata Yunho harus melotot kaget karena detak jantung Jaejoong yang sangat pelan hingga sulit didengar.

"Jaejoongie..." dengan segera diangkatnya tubuh Jaejoong. Langkah yang berlari berbalap dengan waktu ditempuh Yunho untuk membawa Jaejoong ke klinik terdekat.

Oo0oO

Yunho terus menggenggam tangan Jaejoong, helaan nafas lega keluar dari bibir hatinya karena keadaan Jaejoong yang mulai stabil. Detak jantungnya sudah normal dan ia bisa melihat dada jaejoong yang naik turun menghembuskan nafas normal tanpa kesulitan lagi, walau rasa khawatir masih tersisa dibenaknya melihat selang oksigen terpasang dimulut Jaejoong.

"Yunho-ssi?" Yunho mengalihkan pandangannya ke arah samping, melihat dokter paruh baya yang menangani Jaejoong.

"Ne, bagaimana keadaannya?"

"Bukankah sudah saya bilang untuk menghindari tekanan batin pada Jaejoong-ssi? Kehamilan namja sangat mustahil. Namun keajaiban pada kasus Jaejoong-ssi ini. Tapi walau keajaiban, kehamilan ini sangat memberatkan kesehatan Jaejoong-ssi bahkan psikisnya, saya sudah menyarankan menggugurkan, namun anda menolak. Segala konsekuensi harus anda terima, dan hari ini salah satu resiko itu membuat Anda hampir kehilangannya jika terlambat sedikit saja. maka dari itu saya mohon Yunho-ssi, seperti yang waktu itu saya katakan saat pertama kali anda membawa Jaejoong kemari, tolong jangan membuat Jaejoong mengalami rasa kaget ataupun ketakutan yang membuat Jantungnya berkontraksi dengan sangat kencang karena tubuh Jaejoong-ssi tidak akan kuat menahannya. Jaejoong-ssi bahkan tidak memiliki rahim sehingga kehamilan ini sangat rapuh dibanding yeoja yang hamil dengan kondisi rahim bermasalah." Yunho hanya diam mendengarkan penjelasan sang dokter. Pandangannya kembali beralih menatap wajah pucat Jaejoong. Dokter yang melihat tanggapan Yunho hanya menghela nafas.

"Kalau begitu saya permisi Yunho-ssi. Dan tolong masalah administrasi segera diselesaikan jika ingin membawa pasien pulang." Dokter itupun segera pergi setelah melihat anggukkan Yunho.

Yunho terdiam, melihat keadaan Jaejoong membuatnya termenung. Wajahnya tetap kaku dan datar namun kernyitan dikeningnya menunjukkan kegundahannya.

"Mian Jongie," dikecupnya kening Jaejoong dan beranjak pergi.

Tanpa Yunho sadari ketika ia berbalik pergi, airmata menuruni pipi pucat Jaejoong dan mata doe itu perlahan terbuka dari keterpejamannya. Bibir pink pucat itu tersenyum miris dibalik selang oksigen.

"Rasanya hatiku butuh banyak plester luka." Lirihnya disela nafasnya yang kembali tersenggal-senggal. Tangannya yang tak terhubung dengan jarum infuspun terangkat ke arah perutnya yang tak datar.

"Hamil anak Yunnie? Tapi sekarang kami sudah putus dan..." ucapan miris itupun terpotong dengan Jaejoong yang memejamkan mata lelah. Banyak hal yang mengganjal pikirannya dan seolah semuanya semakin rumit dengan tahu kehamilannya ini.

Oo0oO

Semenjak kejadian itu hubungan Jaejoong dan Yunho semakin merenggang. Jaejoong lebih memilih mendekam di perpustakaan seperti kebiasaannya sebelum berpacaran dengan Yunho. Kebiasaan berkumpul dikantin untuk mendengarkan gosippun sudah tak dilakukannya. Jaejoong yang introveret dan menutup diri seolah kembali lagi. Penampilan untuk mewakili kampus dalam acara musik yang biasanya diikutinya bahkan ditolaknya dengan halus dengan dalih memberi kesempatan yang lain. Namun ada yang tidak berubah, yaitu mengobrol dengan Dongwook. Jaejoong sangat nyaman bersama lelaki itu, pembawaannya lama-lama mengingatkannya pada appanya yang sudah samar-samar diingatnya. Bahkan perhatian dan lemah lembut Dongwook seperti noonanya yang sangat dirindukannya. Jaejoong seperti melihat perpaduan appa dan noonanya dalam diri Dongwook.

Suatu hari di musim semi yang akan berakhir, Jaejoong melangkah pelan disepanjang lorong. Namun langkahnya segera berhenti melihat Yunho yang melangkah tegas kearahnya. Jaejoong segera berbalik dan berlari pergi, langkahnya dengan cepatnya ke pinggir jalan. Dengan tergesa-gesa namun berhati-hati ia berlari disepanjang trotoar jalan. Jaejoong bisa merasakan Yunho tetap mengejarnya, ia tak ingin bertemu dengan mantannya itu.

Pelarian itu terus berlanjut hingga ia melihat lelaki bermata sipit yang duduk disalah satu bangku taman kecil, kedua tangannya menggenggam dua cup eskrim. Segera Jaejoong menghampiri sosok lelaki yang dikenalnya Dongwook itu, lalu dipeluknya lelaki itu erat membuat es krim ditangannya jatuh ketanah. Jaejoong mungkin tak menyadari jika mata musang dibalik punggungnya menatap marah dan terluka sedangkan mata sipit yang dipeluknya melotot kaget dan ketakutan apalagi melihat beberapa meter darinya, mata bambi sosok berseragam senior high menatap nyalang dan tidak terima.

"Yakkkkkk apa yang kau lakukan." Teriakkan memekakan telinga dan langkah terburu-buru pun terdengar, berikutnya Jaejoong merasa ditarik lalu terduduk dibangku dan sosok yang tadi dipelukannya beranjak dengan mata yang terpejam dan meringis ngeri. Mata doenya mengerjap bingung ketika melihat namja berseragam senior high melotot garang dengan mata bambinya kearahnya.

"Namja ini itu pacar Changmin. Jadi jangan peluk huh!" dengusan kekanakkan itu membuat kening Jaejoong mengernyit sedangkan Yunho yang tidak jauh dari mereka menyeringai tajam.

Dongwook yang melihat kemarahan Changmin hanya meringis apalagi lengannya dicengkram erat pacar belianya itu. Dengan pengertian diusapnya tangan Changmin. Punya pacar beremosi belum stabil harus sabar, gumamnya dalam hati.

"Se7en, eskrim minnie jatuh. Ayo beli! Dan gantinya harus ganda!"Dongwook hanya mengangguk, dan lewat matanya meminta maaf pada Jaejoong. Dengan langkah yang sedikit diseret pacarnya, mereka berduapun melangkah pergi. Saat dirasa sudah jauh, ditatapnya pacarnya itu dalam.

"Minnie apa tidak apa-apa? Bukannya tugasnya belum selesai?" Changmin tetap diam dan melanjutkan langkahnya.

"Biarkan saja, minnie tidak peduli dengan rencana eomma. Kamu itu milik minnie! Tidak boleh dekat-dekat namja cantik itu lagi!" Dongwook kembali meringis mendengar pengakuan Changmin.

"Tapi Changminnie, aku benar-benar cinta minnie jadi rasanya..."

"Ish iya, minnie percaya jadi jangan bahas itu lagi! Biarin eomma sendiri yang gak percaya, akukan udah percaya." Mendengar pengakuan Changmin, Dongwook menjadi sumringah dan menggenggam tangan pacarnya.

'ne, aku mencintai Changmin walaupun aku tidak tahu kami akan bersatu atau tidak. Apalagi Changmin yang masih remaja dan dalam masa keingintahuan. Semua tetap ditangan Changmin saat ia beranjak dewasa, dan pilihannya dimasa depan akan ku terima dengan lapang dada.' – Dongwook

Oo0oO

Jaejoong menggigit bibir bawahnya gelisah ketika mata musang itu terus menghujam kearahnya. saat langkah pemilik mata musang itu mulai mendekatinya, Jaejoong semakin bergerak tak tenang. Dan sebelum lengan kokoh itu memeluknya, ia merasa tertarik berdiri lalu jatuh kepelukkan sosok kekar yang tidak dikenal.

"Apa yang kau lakukan? Lepaskan Jaejoongku!" Jaejoong bia merasakan tubuhnya diserang tremor senang ketika mendengar kalimat pendeklarasian Yunho hingga reflek ia ingin meloncat ke pelukan Yunho jika saja lengan sosok asing tidak menahan gerakan tubuhnya.

"Jaejoongmu? Jangan bercanda," sosok asing memberi jarak pada tubuh mereka berdua. Membuat Jaejoong bisa melihat wajah berahang tegas itu menatapnya dalam.

"Aku Kazuki Kitamura, dan aku calon suamimu. Benarkan Jaejoong-ah?" Jaejoong bengong sendiri mendengar penuturan orang asing yang mengaku bernama Kazuki sedangkan Yunho menggertakkan giginya marah.

end, eh salah! Maksud Aishi tbc xD

Haloha! Pasti pada gak nyangka Because You're Mine secepet ini alurnya. Satu chapter langsung melibatkan 5 namja hahaha xD abisnya banyakan pair lain jdi aishi cepetin, gak sreg oy :v dan chapter enam besok adalah finalnya :D bakalan Aishi buat alur lambat dan tentunya penuh yunjae moments. Tunggu, maksimal semnggu aishi update finalnya. hehe udah tahap pengerjaan kok!

Well, buat cerita di situs ini berikutnya Aishi punya 2 pilihan buat my Readers :D silahkan pilih, tapi salah satu aja okey! Karena Aishi bukan author yang bisa nulis 2 cerita sekaligus hehe. Oke ini Summarynya, CEKIDOT!

Player Bang!

Genre : Romance, and Little humor

Summary : He's a Player Bang! Yang akan menakhlukkan siapapun yang membuat para Queensnya terluka. Apa kalian salah satu Queens yang terluka itu? Jika iya, Ayo kumpulkan para Queens lainnya! Tentukan hukumannya Dan player Bang akan siap beraksi! With simple steps and Bang! Para Quenns hanya perlu duduk dan melihat karma mereka belaku pada sang tersangka! It's so Fun guys! Siap melihat kegilaannya? Check it di otak author kalau mau baca sekarang -_- Yaoi . Yunjae

Cerita ini terinpirasi dari lagu solo Yunho, Bang! Tapi beda ceritanya dari lirik lgu itu :p Aishi pake pandangan Aishi pas denger lagunya heehehe

Another Disaire

Genre : Hurt/Comfort, Horror, Fantasy, And Romance.

Summary : Menjadi yang tersalahkan, apa yang harus membuatku bahagia? Bertahan tanpa pertahanan. Berperang tanpa perlindungan dan senjata. Aku yang malang, tak terharapkan dan hidup di kehangatan neraka. Tetapi Aku benar-benar melihatnya! ketika Air hampir menelanku dalam kegelapan abadi dan telah mengutusku dalam dunia yang asing. Aku Melihatnya yang berparas beku. Teduh namun menyesakkan. Hitam namun menggetaran. Apa yang harus kulakukan? Dibalik kehampaan berkamuflase adictive yang menyeretku dalam banyak misteri. Check it di buku catatan author kalau mau baca sekarang -_- Yaoi . Yunjae .

Ini bukan cerita Vamfic, ini bener-bener cerita horror berfantasy dengan setting berbeda jaman*bocoran xD Aishi udah punya ceritanya di buku catatan karena ceritanya memang rada erotic, jadi aishi kagak pernah publikasikan cerita ini. Apa kalian tahu orang haus dahaga rasa dicintai? Orang yang jadi 'aku' bener-bener aishi buat kaya hewan buas penuh hasrat hahaha xD dan ini bener-bener cerita bidang aishi, karena aishi aslinya kurang jago cerita menyenangkan bergenre humor hehe

Semua cerita diatas Aishi buat T-T+ tapi kalopun Aishi khilaf dan udah menjurus ke M, aishi anggap itu tetep T+ haha*ngeyel. Dan jangan bilang yang mana aja boleh, karena itu aishi anggap gak Voting :p

Ayo ayo dipilih, Aishi bener-bener mau voting nih! Untuk batas waktu, tergantung mood aishi kapan mau nulisnya :P dan semoga kalian gak kecewa, karena Aishi bakal ngepost dengan waktu yang gak ditentukkan. Jadi mungkin bisa berbulan-bulan baru ngepost salah satu cerita ini. Aishi juga minta maaf karena BYM chap ini ngepostnya ngaret banget. Maklumi ya? Kemaren laptop Aishi ngehang yang berhasil buat mood aishi hancur dan akhirnya ngebanting hp, jadi almarhum deh hp aishi ntu -.- haha bercanda, hp aishi baik-baik aja kok! Tahan banting gituloh, laptop juga udah bener :p dan sekarang Aishi dipusingin belum ke dokter gara2 mood jelek dan si pengantar yang sibuk T,T

kalian yang masih sehat, jaga kesehatan ne. Jangan berpenyakitan kaya aishi huhu T,,T dan tolong di BYM, Changmin berumur 15 tahun dengan lingkungan dan keturunan keluarga berbeda, jadi jangan bayangin Changmin berumur 26 tahun dengan kejutan bentuk tubuhnya di T1STORY xD Well bagi Aishi cowok yah wajar bisa berotot gede, yang penting niat dan tahan cobaannya aja sih :p tapi tentu, abang imin, kau semakin ganteng, aku padamuuuuuuu 3 hahaha

oh iya ,inget always keep the faith okey! Dan juga ayo balas-balas review kemaren hehehe :p kalo ada yang ilang namanya kaya kemaren, aku minta maaf. Ffn emang kadang sesuatu banget -.-, kalo ada yang ketinggalan, jgn sungkan pm ne.

Azahra88—udah keliatan belom yang dibicarakan minie sama mrs jung? :D

Ai Rin Lee—hahaha pantes waktu keluar kota aku lihat banyak anak sekolah lain ataupun universitas lain. Aduh, kalo aku adik kelasmu, asik juga ngebayangin ngeship bareng di dunya xD errr tapi yakin nih aku masih SMA? :p yup, misteri udah banyak yang diungkap. Ah tapi mereka dichap ini putus? Dx

Mami Fate Kamikaze—aishi lupa ngungkap masalah kakaknya Jae oh nooooo*tepokjidat ya kita lihat aja sampe kapan yunho bisa bertahan :D ini kelanjutannya~ yup, semangat! Fighting! Fighto~*err entah bener kagak tulisanny

JonginDO—errr masih inget gak nih, lama bnget aishi updatenya T.T oke, ini kelanjutannya~ aish Aishi kena panah lopelopenya hahaha

Dheaniyuu—ne aku setuju~ udah terungkap belum rencana Mrs. Jung? :D

GOMCHI46—kacih cium ke umma appa aja, pasti mereka lngsung semangat xD ugh makasih~ aishi pasti tetep Hwaiting! Still Fighting! Dan selalu semangat! {}

Zehera Iona— ne~ aduh aishi bingung mau jawabnya xD, keungkap belum diChap ini? Menurut zehera-chan aishi harus gmana kalo chap 6 adalah finalnya? Yang jelas sih, aishi buat fic ini dengan masalah yang aishi anggap ringan, jd masalah hati yang kompleks kita lihat aja di chap depan akhirnya gmana :D masalah kehamilan Jaemma, err Aishi gak tahu Dx tanya aja gpp kok~ aishi seneng kok kalau reader aishi kepo sama alurnya :D walaupun mungkin aishi gak bisa jawab secara jelas, tapi aishi ambil garis tengahnya kok :D*ih aishi kok banyak kok kok nya sih

Alby—ne, Aishi tetep semangat kok :D mianhae buat kemaren, nama kmu ilang dan Aishi gak tahu kenapa. Ternyata juga aishi gak bisa edit waktu ol di my leppy : (

Vic89—haha yup, lagu lawas :D ah aishi jadi flashback haha

Min—yup, baca aja. Aishi malah seneng kalo kmu tertarik dan nungguin fiction aishi yang ya gitu deh ini xD sekarang giliran aishi yang nunggu reviewnya berarti~

Metacho137—ini udah lanjut~ ugh ne, jgn bakar aishi krn minnie sangat (...) T.T

Guest(1)—iya, fighting! We always together :D

Guest(2)—yup, misteri keluarga jung terungkap~

Yanie—jangan sweatdrop karena aishi lupa sama kakaknya jae T.T*mewek ugh di chap ini jae ummaa udah tau kok~ emm aishi gak tahu jae aku buat sakit hati ato gak, tapi yang jelas aishi gak akan buat angst kok. Kan bukan genrenya hehehe

Boojaebear2601—hihi udah kejawab belum kapan jae sadarnya? Masalah Youngwoonie, akan ke jawab chapter depan. Bersabarlah maksimal seminggu lagi~ yup, keluarga jung emang sengaja aishi buat rumit dimengerti makanya mereka bisa menghasilkan keturunan kaya yunho dan changmin dengan karakter yg sangat berbeda. Yunjae moments? Chap depan bakal full mendominasi~ :D

Cloudyryeorez—kalo tahu jarak umur jae sama noonanya, pasti ketahuan jarak umur yunjae :D hihi apa pertanyaannya udah ke jawab di chap ini? Ugh iya, kasihan imin :C abang imin bersabarlah huhu~ yup, ini udah lanjut~ fighting !

Shinjiwoo920202—yup, jae gak tau hehe aduh, masalah Youngie dichap depan ne, aishi lupa nyelipin di chap ini T.T haha bapaknya yunho serem2 tp setia boo~ ini udah lanjut~

Aiska jung—hihi kemaren juga aishi kurang puas, mungkin juga karena itu, tapi entahlah~ karena alur itu perlu jdi ya aishi biarin deh dan nekat post seperti di Author note :D but in this chap, aishi rasa udah normal~

Guest(3)—yup, ini udahh aishi lanjut :D hehe jaejoong gituloh~

Fiuhhh~ selesai, balas review tenyata gak kalah lamanya dari pas Aishi nulis ceritnya xD gomawo buat reviewnya~ Follownya~ Favoritnya~ aishi tunggu review kalian untuk chap ini sekaligus votingnya :DD

Salam

Aishi Jung