usia 20tahun. menjadi rapper+dancer sejak 19 tahun. hidup penuh kemewahan dan dikelilingi wanita wanita cantik. mobil mewah motor besar rumah mewah. lengkap sudah hidupnya. ah jangan lupakan, kekasihnya yang seorang diva cantik. well, tak usah diingat pun sebenarnua tak apa. kenapa? err diva cantik ini adalah seorang janda beranak 2 yang umurnya hanya berbeda sedikit dengan umur ibunya. wah wah, bahkan seorang tante tante saja dapat segera dimiliki olehnya. bagaimana jika seorang nenek nenek? atau.. yang seumuran dengannya nanti? ya sepertinya kita berikan tepuk tangan saja kepada seorang Kim Jongin.

.

.
Defferent .

.
Kaisoo .

.

bertubuh atletis, tegap dan tinggi adalah impian seluruh pria didunia ini. bahkan impian wanita juga, ehm maksudnya impian wanita untuk memiliki pria idaman seperti itu. well, Jongin memiliki semuanya yang diinginkan oleh pria pria diluar sana. penggemar dimana mana, sekali menebar pesona wanita akan langsung jatuh berlutut. kurang ajar memang, tapi itulah Kim Jongin. si pawang wanita.

"Jongin-ah bangun cepat jika tidak akan kupatahkan iphone pemberian tante itu" Kim Joonmyeon. atau lebih tepatnya manager hyung dari seorang Kim Jongij sedang berusaha membangun kan Jongin yang sampai saat ini masih nyaman bergelung dibalik selimut hangatnya.

"sial. ugh Kim Jongin bangun ayolah! atau kupatahkan iphone mu!" katanya lagi. "aish, hyung! baiklah baiklah aku akan bangun." balasnya sambil berjalan gontai menuju kamar mandi"

"cepat ya! jangan lupa cukur jenggotmu!" teriak Joonmyeon.

.

.

beberapa menit berlalu. Jongin keluar kamar dengan setelan simpel namun elegan. ia berjalan menuju meja makna dan menemukan sebuah kotak makanan berisi dua tumpuk pancake dan segelas americano hangat yang sangat cocok untuk menghangatkan tubuh di cuaca yang dingin ini. "habiskan makananmu lalu kita akan cepat berangkat" ucap Joonmyeon tanpa mengalihkan pandangannya dari koran ditangannya. "ah jangan lupakan jad- ASTAGA JONGIN KAU KENAPA BELUM MENCUKUR JENGOT MU?! HARI INI ADA PEMOTRETAN KAU TAHU?!" Joonmyeon menganga melihat Jongin yang sedang asik makan dengan jenggot menjijikan yang masih menempel di bawah dagunya.

"aku tak mau mencukurnya. ini kenang kenanganku sejak aku putus dari tante Cha Jisoo itu. katanya dengan jenggot ini aku terlihat dewasa" ucapnya dengan mulut oenuh makanan. Joonmyeon hanya dapat menggelengkan kepalanya "ck. sudahlah cepat makan aku tak mau tau habis ini jenggotmu harus dipangkas habis." ucapnya. "halah. oke lah oke. sebagai gantinya kau harus memberi tahu partner kerjaku untuk hari ini dan beberapa hari kedepan" jongin mengelap mulutnya lalu segera bangkit menuju kamar mandi lagi -tentu saja untuk mencukur jenggotnya-

.

.
waktu sudah menunjukkan pukul 7waktu Korea Selatan. Jongin masih setia duduk didepan kaca besar dengan lampu lampu disekelilingnya. berbagai macam alat make-up tersedia didepannya. Jongin yang notabenenya tidak bisa berdandan -jelas saja dia laki laki- hanya memasrahkan diri kepada sang makeup artist untuk me makeover wajahnya.

pintu ruang makeup terbuka memperlihatkan Joonmyeon yang membawa 2cup coffe yang sepertinya baru dibelinya tadi dengan pundak mengapit ponsel hitam miliknya. "yaya sayang, aku mengerti. tenang saja aku akan pulang cepat karna jadwal milik anak hitam itu hanya sampai jam 5sore saja hari ini" ucapnya lalu meletakkan satu cup coffe yang dibelinya didekat Jongin. tanpa memperdulikan tatapan sengit yang Jongin berikan karena panggilan 'anak hitam ' yang diberikannya ia kembali membalas telpon yang sepertinya dari sang istri, Kim Yixing.

"iya sayang, baiklah kututup dulu. sampai jumpa lagi ya. dah. muach" joonmyeon meraih ponselnyandan memperhtikannya dalam diam sambil tersenyum-senyum sendiri. "oh ayolah, hyung! kau ini menjijikan sekali. ew" ucap Jongin sambil berpura pura muntah. "ini hal yang wajar bagi seseorang yang sudah menikah. kau pasti akan merasakannya nanti. dan- oh tentu saja bersama seseorang yang seumuran denganmu bukan tante tante lagi. hAHAHAHA"

BRUK

sebuah kuas make up terbang dengan indah mengenai dahi Joonmyeon. dengan sebal Jongin tertawa sinis sambil menatap manager nya yang tengah kesakitan terasebut. "sialan kau, hyung! rasakan balasannya" balasnya.

.

.
pukul delapan, Jongin sudah dipanggil oleh asisten Jung untuk segera ke tempat pemotretan. dengan setelan kaos hitam yang dibalut jas abu abu santai juga celana senada dengan jas itu Jongin terlihat sangat tampan dan tapi jujur saja Jongin memang sudah tampan dengan pakaian apa saja. rambutnya yang sengaja di atur agak berantakan namun rapih memberikan kesan fresh untuk Jongin.

Jongin berdiri didepan kamera dan melakukan photoshoot dengan tenang. setelah beberapa kali mendengar jepretan dari arah kamera Jongin pun akhirnya menyelesaikan sesi pertama pemotretannya dan bergantian dengan seorang perempuan mungil yang disebut sebut sebagai partner kerjanya beberapa hari nanti. ah- Jongin tahu siapa dia, dia adalah lawan mainnya disebuah film ketika berumur masih belasan taun. dia Do Kyungsoo. anak seorang seniman terkenal di Korea, Do SiHwa.

perempuan itu memakai dress putih dengan polkadot hitam dibeberapa tempat dan blazer hitam. rambutnya dibiarkan tergerai indah tanpa hiasan lainnya. "cuek sekali"Jongin mendelikan matanya ketika melihat Kyungsoo yang melewatinya begitu saja. "Jongin! ayo cepat ganti baju untuk sesi kedua!" Jongin mengangguk lalu bergegas menuju ruang ganti.

"Hyung, Kyungsoo itu... jomblo kan?" tanya nya. "Kyungsoo? tumben kau bertanya. naksir ya?" Jongin mencibir malas menanggapi godaan Joonmyeon. "bukan gitu. yapokonya cepat beritahu aku!" balas Jongin, Joonmyeon tertawa lirih lalu menggeleng gelengkan kepalanya gemas. "ya... yang kudengar sih dia sepertinya jomblo. btw, Kyungsoo baru saja putus dari kekasihnya lo, kenapa tak kau embat saja? lumayan kan Kyungsoo itu juga tak kalah cantik dari sitante lalu keluarga kalian juga dekat" ucap Joonmyeon. Jongin terdiam mendengar kata kata akhir yang keluar dari mulut managernya. ia merenung. benar juga, Kyungsoo itu cantik sangat cantik malahan. polos, baik, namun sayang cuek. persetanan dengan kata kata cuek itu jika diteliti lebih Kyungsoo benar benar lebih dari sempurna.

"hyung.."

"err... jika... jika aku pdkt dengannya apa tidak papa?" Jongin menggaruk tengkuknya gugup "siapa? Kyungsoo? waah istriku akan senang sekali. kau tahu Jongin? setelah ini kau akan melakukan sesi photo bersamanya dan melakukan beberapa scene romance dalam tema beberapa hari kedepan. ohya mengenai istriku, Kyungsoo adalah sahabat istriku, kau bisa menanyakan banyak hal kepada istriku jika mau" "eh benarkah? waaa. thanks, Hyung!"

.

.

"YA! bagus untuk hari ini terimakasih atas kerjasamanya Jongin-ssi Kyungso-ssi. dan kami harap untuk kedepannya kalian bisa lebih menaturalkan posisi kalian dalam berfoto agar terlihat segar dan natural." ucap sang produser. Jongin dan Kyungsoo tersenyum dan membalas jabatan tangan sang produser. "kami akan berusaha semaksimal mungkin." ucap Jongin. Kyungsoo mengangguk kecil lalu berpamitan untuk berganti pakaian. "ehm... Kyungsoo. k-kau ada waktu malam ini? err... mungkin kita bisa makan malam bersama. well, makan malam biasa saja. itupun jika kau bisa" Jongin meringis gugup melihat wajah datar Kyungsoo yang memperhatikannya saat ini. "maaf, aku ga bisa, lain waktu ya. maaf untuk sekali lagi Jongin" balas Kyungsoo lalu menunduk sedikit dan berlalu pergi meninggalkan pemuda tan tersebut dengan suara retakan hati yang menemaninya.

"Do Kyungsoo. berbeda sekali dari kebanyakan perempuan. jual mahal sekali huh, well.. jika itu mau mu mari kita jalankan pekerjaan kita dengan profesional. namun setelah itu aku akan mendapatkanmu."

.

.

TBC

hehehehehehehehehe ff baru hehehehehehehehejehe yamasa ini terinspirasi dari kisah cinta rapihamatdannagitaslavina aduh aduh aduh. tapi beneran, ini bukan karna gue fans nya raffi ahmad ya tapi karna gue bilang lucu aja cerita cinta mereka gitu lo wkwkwkwkwkwk.

ksip, ditunggu reviewnya eap. ditunggu ditunggu!

WARN: HARAP TINGGALKAN JEJAK!