"yak lakukan gerakan yang profesional ya" ucap pengarah gaya yang tengah memperhatikan gaya yang Jongin dan Kyungsoo lakukan.

hari ke2 Jongin dan Kyungsoo melakukan kerja sama untuk photoshoot ini masih berlanjut hingga malam nanti. Kyungsoo yang memakai terusan selutut berwarna merah dengan beberapa garis hitam yang menghiasi ujungnya dan topi besar berwarna hitam tengah duduk dengan anggun di sebuah tiruan tempat tidur yang sedang menjadi set photo mereka saat ini. sedangkan Jongin berdiri disamping kasur dengan setelan kemeja hitam dan celana hitam formal juga jas hitam hitam yang disampir kan dipundaknya tengah bergaya maskulin. mereka terus berganti posisi dan gaya hingga photoshoot sesi pertama hari ini selesai dan mereka diharuskan untuk berganti pakaian kembali.

.

.

Different

.

.

"kyung-ah, kau mau memakai yang mana hitam atau merah maroon?" tanya manager Kyungsoo yang membawa dua buah gaun dengan warna berbeda. "aku sudah memakai warna merah tadi, warna hitam saja eonnie" balasnya.

managernya pun menganggukkan kepala dan menaruh gaun hitam dimeja dekat Kyungsoo dan berjalan keluar ruangan untuk mengembalikan gaun. Kyungsoo menatap pantulan kacanya yang tengah dibubuhi makeup. ia mengalihkan pandangannya kearah ponsel biru miliknya dimeja sebelah. terlihat lampu warna warni menghiasi ponselnya saat ini, menandakan bahwa ada pemberitahuan masuk.

dengan segera Kyungsoo mengambil ponselnya dan membuka notifikasi. sebuah pesan diakun kakaotalknya membuat Kyungsoo tersenyum tipis. ia membuka pesan itu dan membalasnua dengan cepat.

'iya eonnie... kau bisa datang kesini dan memberi kejutan pada Joonmyeon oppa sekarang. ia sepertinya sedang tidak sibuk' Send!

setelah membalas pesan tersebut, Kyungsoo pun mematikan ponselnya dan merileksasikan tubuhnya untuk beberapa menit kedepan.

baru saja ia ingin menutup matanya, pintu ruangannya terbuka dan menampilkan sesosok wanita manis dengan lesung pipi yang menghiasinya. wanita itu membawa sebuah paperbag dengan ikon restauran ternama diKorea. sepertinya wanita itu membawakan makanan untuk Kyungsoo.

"selamat siang nona Do... Kim Yixing here!" ucapnya ceria.

Kyungsoo tersenyum lalu menyuruh wanita tadi untuk duduk sebentar. "aduh yixing eonnie kau tak usah repot repot membawakanku makanan dari restauran mu. jadi tak enak hati aku huhuhu" kata Kyungsoo.

Yixing bangkit dan duduk disebalah Kyungsoo. "tak apa Kyung. hitung hitung sebagai tanda terimakasih karena kau mau membantuku memberi kejutan untuk suamiku hehehe" balasnya.

Kyungsoo hanya menggelengkan kepalanya. lagi lagi pintu ruangan terbuka. bedanya ketika pintu terbuka kali ini menampakkan seorang wanita dengan sebuah map ditangannya. ya. wanita itu adalah Manager Lee.

"oh... ada yixing?! aigoo kau ini tak bilang bilang jika ingin datang, aku kan bisa bilang pada joonmyeon nantinya hehehe" ucap manager lee.

yixing menggelengkan kepalanya lugu. "tak usah, aku kesini untuk memberinya kejutan kok hehehe" balasnya.

"ara.. haha okeoke, ah! Kyungsoo, tolong tanda tangani berkas ini ya.."

"dimana?"

"yang ada namamu saja, yang tidak ya tak usah"

.

.

Kyungsoo dan Jongin sudah siap di set pemotretan. sebelumnya Kyungsoo menyempatkan diri untuk membantu Yixing memberi kejutan untuk Joonmyeon. setelahnya ia langsung menuju ketempat pemotretan. dengan balutan gaun selutut berwarna hitam polos yang sederhana namun elegan, Kyungsoo berdiri tegap disamping Jongin yang mengenakan kaos hitam berkerah dan celana hitamnya. Jongin merangkul Kyungsoo dan mereka tak memasang ekspresi wajah apa apa; selain wajah datar yang terkesan dingin namun berwibawa. rambut Kyungsoo yang berwarna hitam kecoklatan di kuncir setengah dan sedikit dikeriting, sedangkan rambut Jongin dibelah pinggir dan ditata agar terlihat elegan.

mereka terus melakukan gaya gaya yang diarahkan sang pengarah gaya dengan profesional. membuat sang fotografer tersenyum senang.

ngomong ngomong soal kedekatan Yixing dan Kyungsoo, sebenarnha mereka adalah sepasang senior junior saat di highschool dan perguruan tinggi. persahabatan mereka terbentuk ketika mereka tak sengaja bertabrakan di perpustakaan sewaktu jam istirahat dan hingga kini persahabatan merekapun masih terjalin dengan baik. mereka tidak hanya berdua, masih ada beberapa lagi yang menjadi sahabat mereka.

sesi kedua pemotretan pun selesai, Kyungsoo dan Jongin diharuskan -lagi- untuk mengganti pakaian mereka untuk sesi ketiga. sesi ketiga kali ini set yang dipakai seperti club malam yang khusus untuk kalangan atas. pakaian yang dikenakan mereka juga harus terlihat elegan dan mewah, oleh karena itu sang stylish memberikan pilihan pada mereka berdua untuk memakai pakaian bernuansa hitam emas atau abu abu merah darah. dan entah apa yang merasuki Kyungsoo dan Jongin, mereka berdua kompak memilih abu abu merah darah untuk nuansa sesi ketiga.

sang stylish awalnya kaget mendengar penuturan berbarengan dari Jongin dan Kyungsoo, namun ia segera menganggukan kepalanya dan kembali ke ruang pakaian untuk mengambil beberapa pakaian yang akan dipakai Jongin dan Kyungsoo.

"err.. Kyung, kau-"

"apa?"

saat Jongin ingin berbicara, tiba tiba saja Kyungsoo menyauti ucapannya dengan nada datar seperti biasa. Jongin yang kaget hanya bisa mengerjapkan matanya perlahan sebelum kembali kealam sadarnya lagi.

"ah tak apa, sudahlah kau kembali lagi saja ketempat asalmu" setelah mengucapkan kata tersebut Jongin berlalu meninggalkan Kyungsoo yang berdiri menatap datar punggung Jongin yang semakin menjauh.

"sial kau kira aku ini setan atau apa"

.

.

pemotretan sesi ketiga akan segera dimulai. Kyungsoo dan Jongin sedang diberi pengarahan oleh fotografer tentang sudut sudut yang harus mereka tempati. Kyungsoo mengenakan baju berwarna merah darah dengan bahan yang ringan dan hotpants berbahan sama namun berwarna abuabu. rambutnya dibiarkan tergerai indah dibelakang, sedangkan Jongin mengenakan celana abu abu formal dan kemeja merah yang dua kancing teratas sengaja tidak dikancingkan. rambutnya diatur acak agar memperlihatkan sisi nakal seorang Kim Jongin.

setelah selesai diberi pengarahan, Kyungsoo dan Jongin dipersilakan untuk mengambil posisi di set. Kyungsoo duduk pada kursi meja bertender sambil memegang segelas bir. sedangkan Jongin tengaj memperhatikan Kyungsoo dari kursi sampingnya. gaya selanjutnya Jongin seperti tengah menggoda Kyungsoo dan dibalas dengan lirikan datar andalannya namun sedikit lebih menggoda. hingga pada gaya terakhir Jongin diharuskan untuk mencium bibir Kyungsoo dengan sedikit melumatnya.

awal awalnya Kyungsoo menolak keras gaya tersebut. namun karena dia harus profesional Kyungsoo akhirnya menerima apa saja demi pekerjaannya. dan dengan berat hati pun ia melakukan gerakan sok membalas lumatan yang Jongin buat.

sialan mengapa harus ada gaya gaya seperti ini. akukan bukan model majalah playboy. batin Kyungsoo.

setelah beberapa kali terfoto, sang foto grafer pun menghentikan sesi ketiga kali ini dengan senyuman yang semakin lebar.

"bagus sekali akting anda berdua. terlihat seperti natural dikamera saya, saya salut. baiklah anda boleh istirahat sekarang" ucap sang potografer.

setelah mereka berjabat tangan lagi, Kyungsoo segera meninggalkan set foto dengan muka memerah malu sempurna.

sepeninggal Kyungsoo, Jongin berdiri mematung sambil sesekali meraba bibirnya yang habis mencium bibir plum Kyungsoo. "astaga aku menciumnya... yaTuhan..."

.

.

"aigoo.. Kyungsooku sudah besar ya? kau terlihat pas sekali ketika melakukan adegan kissing bersama Jongin awww"

Pluk

Manager Lee terkekeh geli ketika mendapatkan lemparan pulpen dari Kyungsoo yang tengah merengut marah sekaligus menahan mau.

"sial sial siaaaal! kenapa kau tak bilang jika aku ada adegan seperti itu! first kiss ku... astaga... huhuhu" mata Kyungsoo sudah mulai berkaca kaca. mukanya memerah menahan tangis dan tangannya sedikit bergetar. beruntung diruangan ini hanya ada managernya. dan jam istirahat untuk makan siang masih ada satu jam lagi.

"ya! ya! jangan nangis... ini demi karirmu.. toh yang diambil hanya first kiss mu, bukan keperawananmu kan"

"YAAA!"

"hAHAHAHAHAHA"

"jahat sekali kau huhuhuhu. ibuuu huhuhuhu"

"aigoo... kau cengeng sekali Kyungsoo. sudah sudah jangan nangis lagi, sebagai permintaan maafku bagaimana jika kita makan sushi? aku traktir."

Kyungsoo menghentikan tangisnya lalu mengusap tetesan air mata yang masih keluar dari pelupuk matanya. "call! ayo kita berangkat!" ucapnya ceria.

Manager Lee menggelengkan kepalanya lalu menoyor kepala Kyungsoo pelan. "dasar. kau ini harus menjaga berat badanmu. kau tak mau kehilangan job mu kan? sudahlah, ayo berangkat"

dan merekapun berangkat menuju restauran Jepang yang berjarak beberapa kilo dari sini. meninggalkan kesunyian yang terasa kembali didalam ruangan tersebut.

.

.

malam hari pun tiba. Kyungsoo dan Jongin baru saja menyelesaikan acara pemotretan mereka. diluar hujan mengguyur kota dengan deras dan tampa henti. petir mulai bersaut sautan. angin malam yang dingin pun bertambah dingin karna hujan yang mengguyur kota. Kyungsoo berjalan bersama Manager Lee di koridor.

namun ketika sampai di ujung koridor, Manager Lee memberhentikan langkahnya. "aduh! Kyungsoo-ya... maafkan aku... malam ini aku tak bisa mengantarmu pulang, aku ada acara makan malam bersama keluarga. kau pulang lah naik taksi ya? tak apa kan?" ucapnya.

Kyungsoo mengangguk lalu tersenyum. "tak apa eonnie.. baiklah aku pulang ya" ucapnya lalu melambaikan tangannya pada Manager Lee.

Kyungsoo terus berjalan sambil sesekali menyapa staff staff yang berpapasan dengannya. Sebenarnya Kyungsoo itu ramah pada semua orang, namun ia memiliki sifat cuek jika terhadap beberapa orang tertentu. seperti Jongin misalnya.

tak terasa Kyungsoo sudah sampai di lobby. ia berhenti ketika sudah berada diluar gedung. sambil merapatkan mantel biru tuanya, Kyungsoo meraib ponselnya untuk menelpon taksi. baru saja ia mengetik nomor perusahaan taksi, sebuah mobil hitam mengkilap keluaran terbaru berhenti dihadapannya. mobil itu membunyikan duakali klakson mobil. dari dalam mobil, Kyungsoo melihat Jongin yang melambaikan tangan padanya.

baru saja Kyungsoo ingin melangkah menjauh, Jongin sudah keburu keluar dari mobilnya dan menarik tangan Kyungsoo agar masuk kedalam mobilnya. entah motif apa yang dilakukan Jongin saat ini, tapi Kyungsoo merasa seperti akan dirinya seperti diculik.

"Ya! apa maksudmu memaksaku masuk kedalam mobilmu huh?!" tanya Kyungsoo sengit.

Jongin terkekeh mendengar Kyungsoo yang marah kepadanya. "aku tak tahu, tapi mana ada sih pria yang tega melihat seorang wanita cantik berdiri kedinginan didepan pintu masuk dengan memegang ponsel untuk menelpon taksi. ugh, aku benar bukan?" balasnya.

Kyungsoo berdecih tak suka. "cih, rayuanmu tak mempan untukku. Kim Jongin" kata Kyungsoo ketus.

Jongin menjalankan mobilnya lalu terkekeh kembali. "oh ayolah Kyungsoo, kita ini rekan kerja. memang tak boleh ya jika sesama rekan kerja ingin berteman?" tanya Jongin.

Kyungsoo terdiam sesaat sebelum memalingkan wajahnya kearah jendela. "tapi kan kau bisa melakukan cara yang lebih halus. ini lebih seperti motif penculikan" balas Kyungsoo.

"habis jika aku ingin menggunakan cara halus kau selalu menolak dengan dingin. jadi kuputuskan saja dengan cara ini. dan wala! berhasil bukan?"

"caramu benar benar licik. mr. Kim"

"terimakasih atas pujiannya ms. Do"

Kyungsoo memilih diam dan tak membalas ucapan Jongin. mereka berdua tengah bergelut dengan benak mereka masing masing. atmosfir didalam mobil pun berubah menjadi datar. sepotong ingatan tentang kejadian ketika pemotretan sesi ketiga menghampiri benak mereka. membuat wajah mereka sedikit memerah malu.

Jongin yang tidak suka dengan atmosfir seperti ini memutuskan untuk berdeham. "ehm... err, kau sudah makan malam belum?" tanya Jongin

Kyungsoo hanya diam dan tak membalas pertanyaan Jongin.

"well, sepertinya belum. kalau begitu mari kita makan malam. akan ku ajak kau kesebuah tempat makan paling enak; menurutku. dan tentu saja aku traktir" ucap Jongin lagi.

"terserah" balas Kyungsoo.

"baiklah. ayo" ucap Jongin. ia menambah laju kecepatan mobilnya menembus jalanan yang tengah dilanda hujan lebat ini. tanpa disadari Jongin, Kyunsoo sedikit tersenyum kecil melihat seberapa semangatnya Jongin malam ini.

.

.

TBC!

.

.

epep nya apdeeeet yeeee. huhuhuhu sebenernya sedih, ini yang review sedikit soalnya TT u,u. ya tapi chapter ini sih diharapkan kalian mereview ff ini ya...

kalo ada yg mau tanya tanya ttg ff ini bisa follow twitter w .springboynyet bbm 749E9A97.

oya, kemaren yang nanya. ini ff beneran terinspirasi dari kisah nya nagita sama raffi? iya beneran suer deh gabohong wkwkwkek. saya sih ya buat ff ini yang terinspirasi dari kisah mereka bukan karna ngefans atau apa wkwkwk cuma lg pengen aja gitu. dan berhubung ff infinitely yours lagi hiatus dan mungkin bulan januari nanti baru lanjut lagi, ff ini mungkin bisa jadi penggantinya untuk sementara/?

dan maafkan karna typo judul kemaren wkwkwk demi deh ganyadar kalo itu judul typo begitu. malu bat sumpah beneran huhuhu. dan yaa maafkan karena ketidak rapihan tulisan diff ini. saya buat ffini dihp jdi kurang rapih seperti yg diharapkan. tolong maklumi ya, tapi saya sudah berusaha semaksimal mungkin ko. dan terimakasih sekali lagi untuk yang sudah mereview ff ini hehehehe. ditunggu kritik dan saran nya lagi yaaw :3.

sipsip. review yaaa ditunggu loh :3 .

.

Springboynyet~