Kyungsoo merapatkan mantelnya ketika merasakan angin malam berhembus. untung saja hujan sudah reda, kalau tidak angin akan lebih kencang dari ini. Jongin yang melihat Kyungsoo sedikit bergetar mengajak wanita cantik itu masuk kedalam restauran. "ayo masuk, Kyung. jika kau tak ingin mati membeku sih" ucapnya.
.
.
Different .
.
Kyungsoo berdecih lalu berjalan mengikuti Jongin yang berjalan lebih dulu didepannya. Pintu masuk terbuka. hawa hangat dan harum dari kayu jati yang berasal dari furnitur didalam membuat tubuh Kyungsoo yang menggigil mulai sedikit melemas dan hangat. Jongin mengatakan pada pelayan jika ia butuh tempat untuk 2 orang yang dekat dengan penghangat ruangan. maka dari itu seorang pelayan pria membawa mereka kesudut restauran dekat dengan jendela besar yang langsung menghadap kejalanan dan dekat pula dengan penghangat ruangan.
setelah Kyunhsoo dan Jongin memposisikan diri mereka berhadapan pada meja tersebut, pelayan itu memberikan dua buah list menu yang ada pada restauran ini. Kyungsoo membolak balik list menu itu, dan pilihannya jatuh pada lasagna yang ada pada pojok list menu. entahlah, tapi feeling Kyungsoo mengatakan bahwa lasagna yang akan menemaninya makan malam sekarang. Jongin memesan macaroni yang diberi saus keju susu yang benar benar keju namun tidak membuat mual dan potongan ayam, jamur dan tomat. terlihat seperti macaroni biasa, namun rasanya sangat berbeda. Kyungsoo tak tahu namanya tapi ia yakin bahwa menu itu adalah andalan direstauran ini.
Jongin terlihat membolak balik list menu pada bagian minuman. "kau minum apa?" tanyanya.
Kyungsoo menggigit bibirnya bingung. "err... aku samakan saja denganmu"
Jongin mengangkat kepalanya dan mengalihkan pandangannya dari list menu. "o-oh baiklah..." ucapnya.
"dua lemon tea hangat ya" ucapnya lagi pada pelayan.
pelayan itu telah menuliskan menu pilihan mereka berdua. setelah mengulangi pesanan, ia bergegas menuju dapur untuk memberikan pesanan tersebut. suasana direstauran ini sebenarnya hangat. namun entah mengapa suasana canggung menyelimuti Kyungsoo dan Jongin.
Kyungsoo yang risih dengan keadaan memilih untuk menyibukan dirinya dengan ponsel kesayangannya. berharap ada sesuatu yang menarik perhatiannya. ia memutuskan untuk membuka akun instagramnnya, melihat banyak sekali notif yang masuk ia membukanya satu persatu.
*pict*
160820 Photoshoot Do Kyungsoo ( Ddosyo) and Kim Jongin ( Jongin_94) #Black
sebuah foto yang menandai dirinya diinstagram menarik perhatiannya. difoto itu terlihat Kyungsoo yang mengenakan sweater hitam dengan kemeja putih didalamnya dan rok merah bergaris garis hitam tengah dipeluk Jongin dari belakang yang mengenakan pakaian yang sama dengan Kyungsoo menghadap kearah kamera dengan wajah datarnya yang.. err- menggoda?
Kyungsoo tahu sekali, foto itu dilakukannya pada pemotretan hari ini sesi ke 4. Kyungsoo akui Jongin memang tampan pada foto tersebut. apalagi dengan pakaian seperti itu dan rambutnya yang ditata rapih. mencerminkan seorang Kim Jongin yanh jauh dari kata Playboy. dan ia juga cukup senang saat mengetahui bahwa mukanya cukup baik jika dilihat lihat.
"memperhatikan wajahku, nona Do?"
Kyungsoo mendongkakkan kepalanya. Ia melihat Jongin tengah terkekeh geli sambil menunjuk nujuk ponsel yang tengah Kyunhsoo genggam saat ini. "dalam mimpimu, Kim!" ucapnya.
"lalu apa yang kau lakukan jika tidak sedang memperhatikan wajahku pada foto itu hmm?" tanya Jongin
Kyungsoo sedikit gelagapan untuk saat ini. namun ia berusaha menutupi dengan sebaik mungkin. "kau tak perlu tahu. yang jelas aku bukan sedang memperhatikan wajahmu dalam foto ini" balasnya.
Jongin makin terkekeh geli mendengar jawaban Kyungsoo. yang ditertawakan pun hanya mendengus sebal dan melanjutkan kegiatannya tadi.
Kyungsoo mengscroll komentar komentar pada foto itu. pada komentar atas orang orang lebih cenderung mengomentari penampilan mereka berdua dan ekspresi mereka. namun sat dipertengahan komentar komentar mereka mulai membuat jantung Kyungsoo berdetak lebih cepat secara perlahan.
'aigoo. Kyungsoo eonnie dan Jongin oppa serasi sekali dengan posisi begitu. bagaimana jika mereka real saja, kkkk~'
'yatuhan Kyungsoo nunna cantik sekali! Jongin hyung juga sangat tampan uugh aku jadi iri pada kalian yang terlihat sangat cocok'
'apa hubungan kalian? jika kalian tak punya hubungan apa apa.. cepatlah berhubungan! kalian harus menjalin suatu hubungan spesial kalian cocok sekali! aaarghhhh'
'demi tuhan! kalian seperti sepasang kekasih!'
dan komentar terakhir yang Kyungsoo baca membuat wajahnya sedikit merona merah. ia memutuskan untuk mengclose aplikasi itu dan mematikan ponselnya. beberapa menit kemudian pun pelayan datang membawakan pesanan Jongin dan Kyungsoo tadi.
.
.
Makan malam selesai, Jongin sudah mengantarkan Kyunysoo pulang keapartementnya. saat ini Jongin tengah menatap langit langitnya yang gelap. sesekali tersenyum membayangkan moment spesialnya tadi bersama Kyungsoo.
pikirannya melayang ketika pemotretan ketika mereka harus berciuman ala orang mabuk. Jongin tertawa sekeras kerasnnys mengingat ucapan sang penata gaya 'kalian harus berciuman seperti orang mabuk dan stres ah bukan bukan! pokonya mabuk ya mabuk mabuk mabuk'. lucu sekali bahkan sang penata gaya yang 'katanya' sangat profesional itu sangat sulit untuk mengatakan berciuman dengan sangat panas dan err nafsu?. mungkin ya.
jam sudah menunjukkan pukul 1 malam, besok jadwal pemotretan kosong karena photografer mereka sedang ada urusan di Busan sana. ia memutuskan besok adalah hari bersantai dirumah alias hari hibernasi. Jongin masih tidak bisa tidur, ia masih saja tersenyum senyun sendiri mengingat hal yang dilakukannya dengan Kyungsoo hari ini.
bahkan Jongin tengah memikirkan bahwa Kyungsoo adalah cha eunsang dan Jongin adalah Kim tan. well, pemikiran seorang Kim Jongin saat ini venar benar penuh dengan sinetron semacam itu. yah... dasar.
.
.
Pagi tiba, Kyungsoo tengah memanggang roti gandum miliknya sambil menuangkan susu putih kesukaannya. hari ini ia berniat untuk pergi ke supermarket untuk berbelanja bahan bahan makanan yang habis. beruntungnya hari ini libur, ia bisa beristirahat dan melakukan semua hal yang ia mau sepuasnya.
roti gandum miliknya sudah matang, dengan anggun Kyungsoo mengambil sebotol nutella dan mengoleskannya. setelahnya ia memakan roti itu sambil sesekali menyeruput susu putih miliknya. ketika jam sudah menunjukkan pukul 8, Kyungsoo bangkit dan memasukkan semua bekas bekas makannya kedalam mesin pencuci piring. ia melangkah kedalam kamarnya dan bersiap siap mandi untuk pergi hari ini.
dua puluh lima menit terlewat, Kyungsoo sudah selesai mandi dengan dress berwarna baby blue membalut tubuh rampingnya. ia menyisir rambutnya dan meroll poni nya agar terlihat rapih. merasa rambutnya sudah terlalu panjang, ia berniat menuju salon setelah ke supermarker untuk memangkas rambut bawahnya yang kepanjangan.
Kyungsoo mengambil tas hitamnya dan ponsel miliknya. berjalan keluar dan kamar dan duduk diruang tamu sebentar. ia memesan sebuah taksi yang katanya sebentar lagi akan datang, dengan segera Kyungsoo pun keluar dari apartement nya dan berjalan ke lobby untuk menunggu taksi.
.
.
"sial! yang benar saja Minseok noona tega membiarkan adiknya berbelanja keperluan rumah. padahal kan aku tidak tinggal disana huh" gerutu Jongin.
saat ini Jongin tengah melajukan mobilnya menuju supermarket untuk berbelanja keperluan rumah kakaknya yang sudah bersuami. mood nya benar benar turun saat ini. hibernasinya terg anggu, liburannya terganggu, semua nya serba terganggu karena kakak cantiknya itu.
saat lampu merah, Jongin memutuskan membuka akun twitternya. ia melihat mention mention dari fans juga fanbase atas nama dirinya yang tampan. oke, coret saja kata tampan itu.
saat ia mengscroll mentionnya, sebuah user dengan username yang cukup menarik perhatiannya karena username tersebut adalah gabungan dari namanya dan nama partnernya saat ini.
KaiSoofficial: [!] Do kyungsoo sedang berbelanja di supermarket hari ini. ia baru saja sampai dan seorang penggemar mendapatkan tanda tangannya.
*pict*
57second ago
membaca kata supermarket, Jongin mengingat bahwa tujuannya hari ini adalah supermarket juga. dengan semangat yang menggebu gebu ia segera melajukan mobilnya dengan cepat menuju supermarket. untuk membeli keperluan sang kakak
... dan untuk bertemu Kyungsoo juga tentunya.
.
.
.
"Kyungsoo eonnie... boleh tidak aku meminta tanda tanganmu?"
"ah iya.. boleh, dimana?"
"disini saja"
"oke.."
"kamsahamnida.. semoga kau sukes terus yaa! semangat!"
"hahaha iya.. terimakasih juga.."
Kyungsoo kembali berjalan sambil mendorong trolly miliknya. ia mengambil beberapa bungkus makanan ringan yang cocok untuknya yang tengah mendalami bidang modelling. Kyungsoo berjalan lagi menuju rak rak makanan instan. ia mengambil dua bungkus ramen instan untuk berjaga jaga kalau ia sedang malas makan. saat ia ingin memasukkan dua bungkus ramen kedalam trollynya, sebuah tangan kekar menarik kembali bungkus ramen itu dan meletakkannya kembali di rak semula.
"kau ini model.. tidak seharusnya kau makan makanan seperti ini. tidak baik. ayo kita ke tempat yang lebih sehat" ucapnya.
"atas dasar apa kau melarangku memakan ramen huh?!" tanya Kyungsoo ketus.
"karena aku juga seorang model. dan seorang model tidak boleh memakan sembarang makanan apalagi seperti ramen itu"
Kyungsoo melirik kearah keranjang yang pria itu bawa. ia tersenyun sinis kepada pria itu sambil menunjuk keranjang yang bertengger ditangannya. "lalu maksudmu apa melarangku membeli ramen tapi didalam keranjangmu ada banyak sekali makanan instan huh?! dasar Kim Jongin" katanya
sambil tertawa pelan Jongin menjawab "ini bukan untukku, ini untuk kakak ku"
Skak Mat!
Kyungsoo diam membatu, habis sudah kata kata yang sudah dipersiapkannya untuk melawan Jongin. sepertinya hari ini akan menjadi hari sialnya karena seorang Kim Jongin.
"oh ayolah Kyung, kenapa kau diam membatu seperti itu? kehabisan kata kata? aku baru tahu perempuan jutek judes dingin cuek yang selalu bisa memojokkan orang orang ini kehabisan kata kata. hah ternyata mereka semua salah menduga, perempuan dihadapanku adalah perempuan yang tidak bisa berkata kata jika melawan seorang Kim-"
Brak!
dan sebuah cup ramen melayang mengenai dahi mulus Jongin.
"sialan kau sialaaan!"
sang pelaku, atau Kyungsoo tengah melempari Jongin menggunakan cup ramen yang berada dibelakangnya secara membabi buta. bagus lorong tempat makanan instan ini cukup sepi ia bisa leluasa melempari Jongin saat ini.
"Ya! Ya ! YYAAAA! aduh! sakit! sudah sudah! yayaya aku mengaku salah- aduh! Do Kyungsoo sudah cukuuuuuuup!"
dan Kyungsoo pun berhenti melempari Jongin dengan cup ramen itu.
.
.
acara 'mari kita melempari Jongin dengan cup ramen' pun selesai. Kyungsoo tengah berjalan sambil mendorong trolly nya di lorong bagian bumbu bumbu masakan. disebelahnya ada Jongin yang membawa keranjang belanja yang katanya untuk kakak nya itu. dahi Jongin tertempel sebuah plester kecil untuk menutupi luka yang Kyungsoo buat tadi.
Kyungsoo sempat kaget dan langsung panik ketika melihat dahi Jongin sedikit memar dan merah. untung saja ditas yang dibawanya, Kyungsoo selalu menyimpan plester untuk keadaan darurat.
ditengah perjalanan, Kyungsoo berhenti mendorong trolly miliknya. ia menoleh kearah Jongin yang menatapnya dengan tatapan tak mengerti. "apa... apa masih sakit, Jongin?" tanya nya.
Jongin terdiam sebentar sebelum terkekeh. ia mengelus dahinya yang tertempel pelester pelan. "lumayan, tapi sekarang sudah mendingan kok ehehe." katanya
"hhh... geure, kau sudah selesai berbelanja?"
"aku sih sudah, tinggal menunggu dirimu saja, Kyung"
dan dengan 8buah kata itu saja Kyungsoo bisa merasakan perasaan hangat yang aneh menjalar dihatinya. tubuhnya sedikit menegang namun ia dapat mengendalikannya dengan baik.
"a-ah... aku sudah selesai juga, sebaiknya kita harus segera ke kasir untuk membayar" ucap Kyungsoo sambil berjalan mendahului Jongin.
Jongin yang merasa ditinggal hanya dapat terkekeh geli melihat punggung Kyungsoo yang berada beberapa meter darinya.
.
.
"setelah ini kau mau kemana Kyung?" tanya Jongin ketika mereka sudah selesai membayar seluruh belanjaan mereka.
Kyungsoo terlihat berpikir. sesaat kemudian ia menunjuk rambutnya memberi kode kepada Jongin. "apa? rambut?" tanya Jongin tak mengerti.
Kyungsoo mendelik sebal pada Jongin yang tidak mengerti. "aku ingin kesalon bodoh!" ucapnya
"aa.. salon. mau kuantar? kelihatannya kau tidak bawa mobil kan?" kata Jongin. pria itu memasukkan belanjaannya kedalam trolly Kyungso yang juga berisi belanjaannya. enak sekali kau Kim Jongin. dasar.
"kalau aku menolak?"
"kau akan ku perkosa disini juga"
"sialan kau. baiklah aku terima tawaranmu"
"haha. kalau begitu kajja! kita kemobil"
.
.
Kyungsoo menyebutkan nama salon yang akan ditujunya pada Jongin. mereka sudah selesai berbelanja sejak tadi. barang belanja milik mereka Jongin letakkan di jok belakang mobil. Kyungsoo hanya mengangguk ngangguk saja apa yang Jongin katakan, toh dia mendapatkannya dengan gratis ini.
"heh, kau sudah punya pacar belom?" tanya Jongin tiba-tiba.
Kyungsoo yang disebelahnya menyerngit heran. "apa urusanmu?" balasnya.
"akukan hanya ingin tahu. tak boleh ya?"
"ya"
"ck. kenapasih, kau ini selalu dingin kepadaku. selalu bertindak seolah olah aku ini musuhmu. selalu menganggapku parasit. kau benci padaku? aku salah apa eh?"
"kita teman Kyung! sesama teman harus saling berbagi cerita. berbaik hatilah padaku Kyung. cairkanlah es dalam dirimu untuk ku sedikit. kau tak tau ya? aku ini frustasi sendiri menghadapi tingkah sok dinginmu. ck kau berbeda sekali dari wanita-wanita kenalan ku yang-"
"aku tidak semurah wanita wanita yang ada disekitarmu. asal kau tahu Jongin, walau kita teman kau tak berhak mengetahui semua tentangku. kita hanya teman dan tidak lebih." Kyungsoo menarik napas nya dalam setelah menimpali ocehan Jongin yang tak masuk akal dan sangat menyebalkan itu.
"oke oke kuterima jika kau berbeda dengan mereka! tapi bisakah kau berubah lebih baik padaku yang tampan ini Kyung? aku kurang tam-"
"lebih baik kau diam tuan Kim atau kurobek bibirmu itu. air liur mu sudah berterbangan kemana mana sejak tadi."
"ck sial."
dan yah, mereka kembali diam selama perjalan menuju salon langganan Kyungsoo. hanya lantunan musik yang memenuhi mobil dan beberapa kali tarikan napas dari keduanya. Jongin yang kesal sesekali mencuri lirikan kearah Kyungsoo yang tengah menatap lurus kedepan tanpa memperdulikan gerak gerik Jongin yang cukup mencurigakan.
Jongin yang frustasi mengacak rambutnya sambil sesekali berdecak, berharap Kyungsoo akan menimpali kegiatannya yang absurd ini dengan umpatan umpatan khasnya. namun apa yang ia harapkan sepertinya harus dikubur dalam dalam, Kyungsoo hanya beberapa kali mendelik dengan jengah kearah Jongin.
musik dimobil berhenti. Jongin berinisiatip untuk mengajak berbicara Kyungsoo yang sejak tadi hanya diam menatap lurus kearah depan sambil menggenggam ponselnya.
"Kyung-"Jongin melirik kearah Kyungsoo untuk memastikan wanita ity memperhatikannya atau tidak.
ketika ia menoleh, Kyungsoo tengah mengutak ngatik ponselnya dengan earphone pink dan beberapa kristal kecil menghiasi sudut sudut earphone itu bertengger manis ditelinga Kyungsoo. Kyungsoo tampak menikmati lagu yang tengah diputarnya sambil sesekali mengangguk nganggukan kepalanya. sedangkan Jongin, ia tengah menjambak rambutnya frustasi karena Kyungsoo.
wanita yang sangat berbeda dari wanita wanita lainnya. wanita yang membuatnya tertarik dengan perasaan antusias yang menggebu gebu.
.
.
TBC
.
.
masih pendek kah untuk chap ini? kalau ya janji deh chap depan bakal dipanjangin lagi tapi gapanjang banget biar penasaran. gggg
ehehehehehehhe makasih bgt ya buat yang mau ngereview ff ini dengan sepenuh hati. fafa mohon banget bagi setiap yang baca harap ninggalin jejak gitu ya walau hanya sepatah dua patah kata tapi itu udh berhatga banget buat w uhuhu.
maaf gabisa sebutin 1-1 yang ngereview yaaap.
udah segitu dulu lah author cornernya wkwkwkwkwkwk. sudah ya ditunggi reviewnya dichapter ini dadaaaaaaaaaah
RIPIU RIPIUUUUUUU~~~
.
.
springboynyet
