Cerita sebelumnya
"Besok aku mulai bekerja disini, ah semoga aku masih bisa berkunjung ke tempat kerja lama ku." Kata Naruto yang tidur dikamarnya dan memulai kehidupan barunya sebgai pelayan pribadi keluarga Namikaze
Revenge and Love
Disclaimer: mereka punya masing-masing penciptanya.
Pair: Naruto x Sakura
Typo, Au dan masih banyak yang lainya
Genre: Romance, School, Angst
Summary: Naruto menyamar dan masuk ke sekolah elit Konoha untuk mencari informasi siapa pembunuh orang tuanya sampai dia bertemu gadis yang menjadi belahan hidupnya. Dapatkah sang gadis menghapus kebencian pada diri Naruto
Chapter 3
Keesokan harinyaNaruto telah resmi menjadi pelayan pribadi Namikaze. Sayangnya Minato selaku kepala keluarga malah menyuruhnya sekolah seperti biasa dan bukannya menjaga Sakura atau Sasori atau juga menemani Kushina atau mengantar Minato. Tapi malah disuruh sekolah seperti biasa.
Naruto benar-benar tidak mengerti jalan pikirannya orang kaya. Bahkan walau sebelum keluarga meninggal derajat Naruto hanya anak kepala desa yang sederhana bersama kedua orang tuanya dan adiknya bukannya dari clan atau semacamnya yang memiliki kuasa.
"Hah…aku tidak mengerti jalan pikiran Minato-sama." Ucap Naruto sambil menghela nafas.
Naruto berjalan sekolahnya sendiri, dikarenakan Sasori sudah mengantar Sakura duluan ituupun tanpa sepengetahuan Minato dan Kushina.
'Pertama disuruh jadi pelayan pribadi mereka yang kedua malah disuruh seperti biasa dan yang ketiga disuruh jangan terlalu formal dengan Sakura-sama saat diluar rumah. Dasar aku ini yang aneh atau mereka yang aneh.' Batin Naruto
Sesampainya disekolah Naruto bersikap seperti biasa bersikap ramah dan sopan terhadap semua walau ada beberapa orang yang memanfaatkan hal itu seperti Kiba contohnya yang selalu meminta jawaban ke Naruto saat ujian.
Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul empat sore dimana para siswa pulang. Tapi, tidak untuk Sakura karena ada kegiatan OSIS dan dia termasuk ketuanya.
'Hari ini pulang malam lagi, padahal aku ingin main dengan Sasori-nii.' Batin Sakura
Sakura POV
Acara OSIS hari ini membahas soal keluhan banyak siswi yang setiap pulang selalu diganggu bahkan ada yang nyaris diperkosa. Tapi kenapa harus aku juga, padahal aku juga perempuan. Hinata udah ada Neji yang menjaganya, sedangkan Ino sudah ada Sai. Sedangkan aku sama siapa masa sama Sasuke yang jelas-jelas telah menolakku minggu lalu
"Jadi aku ingin saran dari kalian semua." Ucap ku kepada para anggota OSIS."
"Bagaimana jikakita perketat keamanan disekolah dan jika ada siswi yang pulang malam harus dijemput atau diantarkan pulang oleh laki-laki." Ucap Ino yang tangannya memeluk lengan Sai
'Dasar tingkahnya tidak berubah.' Batin ku. "Baiklah ada lagi yang lain"
"Bagaimana semua ekstrakukiler diadakan saat libur saja." Ucap Neji
"Haa...itu akan semakin merepotkan." Balas Shikamaru
"Baiklah kita ambil saran Ino karena jika memang sudah tidak ad yang berpendapat." Ucap ku menyelesaikan rapat itu
Setelah pada bubar aku mendapat SMS dari Sasori-nii kalau dia menginap dirumah Deidara-nii. 'dasar pasangan homo.' Batin ku.
Hebat sekarang aku dengan siapa disaat aku menuju gerbang aku melihat Naruto yang sedang berdiri digerbang seolah menungguku
"Hei Naruto apa yang kau lakukan disini." Kata ku kepada pelayan ku ini"
"Saya disini untuk menemani Sakura-sama pulang." Ucap Naruto
Dan aku hanya ber 'oh' ria mendengarnya. Entah aku tertolong dengannya atau emang kebetulan. Jujur saja sebetulnya aku risih juga dengannya
Sesampainya dirumah aku dipanggil kaa-san untuk membantunya dan Naruto dipanggil oleh tou-san keruangannya. Padahal selain kaa-san tidak ada yang boleh masuk, kenapa Naruto disuruh kesana.
Sakura POV End
"Ada apa Minato-sama memanggil saya." Ucap Naruto sopan
"Kau dari keturunan Uzumaki?" tanya Minato yang langsung langsung seperti panah menusuk jantungnya
"Ma..maksud anda anpa Minato-sama." Balas Naruto gugup
"Tenang saja, saya sudah mendengar tentang desa Uzumaki. Lagipula Kushina juga keturunan Uzumaki." Ucap Minato yang masih serius
Mandengar hal itu mulut Naruto terbuka selebar-lebarnya. Pantas saja dia merasa dekat dengan Kushina, rupanya dia juga dari desa Uzumaki toh
"Jadi maksud anda memanggil saya hanya untuk itu." Kata Naruto
"Tidak aku sudah tau siapa yang menghancurkan desa tersebut dan aku minta bantuanmu untuk kembali ke desa Uzumaki tersebut untuk menyelidiki karena disana ada tempat yang hanya bisa dimasukki oleh penghuni asli desa Uzumaki." Kata Minato
"Baiklah. Tapi sebelum itu siapa yang menghancurkan desa Uzumaki." Kata Naruto
"Akastuki, mereka sekelompok organisasi bayaran dan para anggotanya sangat kuat bahkan ada rumor beberapa anggotanya berasal dari clan elit. Maka dari itu polisi merahasiakan hal ini." Kata Minato
"Baiklah saya akan kerjakan." Balas Naruto
Sementara itu Sakura dan Kushina masih asyik dengan acara memasak mereka untuk Minato dan Sasori, tapi Kushina juga memasak untuk Naruto dengan menyuruh Sakura.
Awalnya Sakura menolak dengan alasan Naruto kan bukan keluarganya. Mendengar hal itu spatula yang dipegang Kushina langsung patah. Sakura yang mengerti langsung cepat-cepat membuatkan makanan untuk Naruto
"Tadi disuruh masak dan sekarang disuruh mengantarkan ke kamarnya." Gerutu Sakura mengantarkan makan malam buat Naruto.
Sesampainya dikamarnya, Sakura curiga melihat kamar Naruto terbuka disaat dia sedang dipintu kamarnya. Naruto telah bersiap-siap dan melepaskannya kacamata culunnya.
Melihat hal itu hanya satu kata yaitu tampan menurut Sakura, tapi kenapa dia harus pakai kacamata culun itu. Apa dia mata-mata atau detektif yang menyamar. Ah mana ada di sini detektif yang menyamar jadi anak SMA. Itu kan dicerita anime lain yang anak SMA jadi detektif.
"A..ano Naruto aku membawakan makan malam untukmu." Ucap Sakura dengan wajahnya yang sedikit merona merah
"Oh terima kasih Sakura-sama, maaf jadi merepotkan anda. Kata Naruto berjalan menghampiri Sakura dan masih tidak sadar bahwa dia belum memakai kacamatanya.
Sakura yang melihat Naruto sangat dekata dengannya tidak kuat menahan tubuhnya bahkan hidungnya sampai mimisan melihat wajah Naruto yang tanpa kacamata culun dan rambut yang disisir asal-asalan.
Naruto yang melihat hal itu langsung mengambil nampan ditangan Sakura dan menyentuh dahi Sakura dengan dahinya memeriksa apa Sakura demam dan itu sukses membuat Sakura pingsan.
Naruto pun langsung menahan tubuh anak majikannya tersebut dengan sigap. Tangan yang satu membawa nampan dan tangan satunya menahan tubuh anak majikannya. setelah menaruh nampannya dimeja. Naruto langsung menggendong Sakura ke kamarnya dan menaruhnya ditempat tidur tidak lupa menyelimuti tubuh Sakura dengan selimut dikamar Sakura
Setelah selesai Naruto kembali ke kamarnya dan memakan makan malamnya. Setelah selesai semua, Naruto langsung pergi ke desa Uzumaki untuk menyelidiki apa yang menjadikan desa uzumaki menjadi desa yang harus dilenyapkan. Dan juga untuk menyelidiki organisasi Akatsuki. Naruto harus lebih sering bersama dengan Minato.
Kembali ke Sakura yang senyum-senyum tidak jelas di kamarnya sambil mengBBM teman-temannya disekolah. Sayangnya Sakura tidak berhasil memfoto wajah Naruto saat itu, jika dia menunjukkan wajah Naruto Ino dan Hinata dijamin langsung mimisan seperti dirinya.
Ino Yamanaka: Apa benar itu Sakura
Sakura Namikaze: Benar, dia bahkan lebih tampan dari sih Uchiha itu
Hinata Hyuuga: Apa kau punya fotonya Sakura-chan
Sakura Namikaze: tidak sempat, karena saat dia mendekati ku, dia langsung menyentuh dahiku dengan dahinya. Itu sukses membuatku pingsan hehehe...
Ino Yamanaka: kalau begitu saat masuk sekolah besok suruh dia melepaskannya kacamatanya, aku penasaran.
Sakura Namikaze: Oke deh.
Semalaman itu Sakura, Ino dan Hinata hanya membahas soal Naruto. Tanpa Sakura ketahui bahwa Naruto telah pergi dari kediaman Namikaze itu. Bukannya dipecat melainkan karena perintah Minato untuk menyelidiki desanya Naruto
To Be Continue
Balasan Review:
Arata Aurora:Hm... bagus, keren, seperti itulah. He he he.
Tapi, maaf, bukan bermaksud mengguri. Cuma saran aja.
Feel saat Naruto tertembak itu agak kurang kerasa ya, Rasanya Naruto-nya gak kesakitan, begitu.
Lalu tentang penulisan. Sebenarnya kalau aku bilang, udah rapi. Cuma ya itu, pergantian scene-nya masih berasa kurang, begitu. Tapi udah bagus, dari hal yang lainnya. Aku harap semakin lanjut, semakin bagus.
Tambahan sedikit, kalau mau lebih aman, tulislah endingnya dulu, atau kalau perlu tulis kerangka alurnya, jadi idenya gak ilang sewaktu-waktu.
Ok. Fav.
A: kan ada tulisan disitu Naruto meringis kesakitan
Ae Hatake: Mirip dengan cerita author Yoshino.
Apa terinspirasi dari sana?
A: Yups benar, tapi mungkin akan digabungkan oleh beberapa cerita Author dibawah. Maaf tidak bisa balas semua Riviewnya
Maaf tidak bisa membalas semua Riviewnya
Terima kasih kepada
-Just Protecion You by Yoshino Tada
-Cooking For You by Himawari Natalia
-School Days by Akihiko Fujiwara
Riviewnya jangan Lupa
Terima kasih telah membaca
VVVV
VVV
VV
V
