Cerita sebelumnya
Semalaman itu Sakura, Ino dan Hinata hanya membahas soal Naruto. Tanpa Sakura ketahui bahwa Naruto telah pergi dari kediaman Namikaze itu. Bukannya dipecat melainkan karena perintah Minato untuk menyelidiki desanya Naruto
Revenge and Love
Disclaimer: mereka punya masing-masing penciptanya.
Pair: Naruto x Sakura
Typo, Au dan masih banyak yang lainya
Genre: Romance, School, Angst
Summary: Naruto menyamar dan masuk ke sekolah elit Konoha untuk mencari informasi siapa pembunuh orang tuanya sampai dia bertemu gadis yang menjadi belahan hidupnya. Dapatkah sang gadis menghapus kebencian pada diri Naruto
Chapter 4 (Spesial Valentine day)
Di malam itu Naruto memacu motor milik Minato untuk ke desanya, dikarenakan jika jalan kaki atau naik yang lain akan lebih lama dan membuang biaya.
Naruto terus memacu motornya dengan kecepatan enam puluh sampai delapan puluh km per jam membutuhkan waktu hampir tiga jam, untuk sampai ke desa Uzumaki. Selama diperjalanan Naruto terus memikirkan kata-kata Minato 'Sesampainya disana pergilah ke kuil yang ada didesa. Didalam kuil di lantai kayu nomor lima ada tangga menuju ruangan ke tempat rahasia Uzumaki.' Kata Minato sebelum Naruto meninggalkan rumah Namikaze.
Tiga jam sudah berlalu sesampainya disana Naruto masih melihat garis polisi. Naruto pun menyembunyikan motornya dan segera masuk desa tersebut. Sesampainya didalam Naruto berkeliling desa tersebut. Dia pun sampai disebuah bangunan yang telah hangus terbakar. Naruto yang melihat bangunan tersebut sangat miris. Dikarenakan itu merupakan sekolahnya bersama Rinto sang adik.
Tapi Naruto tidak mau terus melihat kebelakang dan segera menuju kuil. Sesampainya disana Naruto segera mengangkat salah satu lantai kayu tersebut dan menuruni tangga menuju tempat rahasia Uzumaki. Tapi sayangnya didalam terdapat dinding berlambang Uzumaki. Naruto pun mengambil kalung pemberian ayahnya dan mengarahkan ke lambang tersebut hal hasil dinding itu terbuka, sinar putih menyilaukan mata Naruto dan sedikit demi sedikit sinar itu menghilang.
Naruto pun masuk keruangan tersebut. Menurut Naruto ruangan itu lebih mirip perpustakaan. Naruto pun tidak ingin berlama-lama dan mengambil beberapa buku yang sampulnya coklat dan kertasnya juga sudah berwarna kuning. Ini membuktikan buku-buku disini sudah sangat lama. Naruto pun membaca buku-buku tersebut dan membuka selembar demi selembar kertas di dalam buku tersebut
Pagi harinya di kediaman Namikaze. Perempuan berambut merah muda sedang memasak sambil melihat buku resep sesekali. Sang ibu yang baru bangun melihat hal itu merasa heran anaknya. Dikarenakan jangankan memasak. Masuk dapur aja putrinya selalu banyak alasan jika tidak bersama sang ibu.
"Tumben sekali putri ibu ini memasak. Hayo buat siapa?" tanya Kushina
"Ka..kaa-san sejak kapan?" balas Sakura
"Ditanya kenapa tanya balik. Sekarang jawab buat siapa itu. Ah jangan-jangan buat Naruto ya." Goda Kushina
"Bu..bukan kok." Balas sakura gugup dan kembali melanjutkan memasak.
"Kalau begitu buat Sasuke ya." Goda Kushina lagi
"Aku udah malas degan sih Uchiha itu." Ucap Sakura ketus.
Kushina pun langsung dapat menyimpulkan bahwa masakan tersebut buat Naruto. Dikarenakan selama ini yang Kushina tau bahwa Sakura mencintai Sasuke. Tapi setelah melihatnya tadi Kushina tahu bahwa hati putri telah diambil oleh salah satu seorang Uzumaki.
'Uzumaki memang memiliki daya pikat yang hebat.' Batin Kushina saat mengingat kembali kalau Minato lah yang bilang suka ke Kushina.
"Tak kusangka putri ayah bisa masak." Kata Minato yang sudah rapih
"Benar biasanya kau malas ke dapur dan apa masakan itu untukku." Tambah Sasori
"Kalian semua sama saja, melihat putrinya tomboy salah, sekarang aku memasak malah digodain juga dan satu lagi ini bukan baut kau muka bayi." Bentak Sakura dan itu membuat keluarga Namikaze tertawa minus Sakura yang kesal dan Sasori yang tidak senang dengan Sakura karena telah mengatainya
"Jadi itu buat Siapa?" tanya Minato
"Buat siapa lagi jika bukan buat penghuni baru yang telah membuat hati tuan putri berbunga-bunga seperti namanya." Goda Sakura
"Jadi buat sih culun itu." Jawab Sasori teriak danberhasil mendapat jitakkan dan lemparan spatula dari Kushina dan Sakura
"Buat Naruto?" kata Minato bingung dan Sasori masih meringis kesakitan dilantai akibat ulahnya membuat dua wanita marah karena ucapannya
"I..iya tou-san." Balas Sakura
"Memang kamu tidak dikasih tau oleh Naruto." Kata Minato
"Diberitahu apa?" tanya Sakura
"Semalam tou-san meminta dia untuk kembali ke desanya buat menyelidiki sejarah Uzumaki dan tentang orang-orang yang menghanguskan desanya." Kata Minato panjang lebar dan sukses membuat Sakura dan Sasori terdiam dengan mulut terbuka
Perpusatakaan rahasia Uzumaki. Disana terlihat bocah pirang yang tertidur dengan pulasnya, sampai dia sadari bahwa dia tertidur.
'Sial aku ketiduran, lebih baik aku bawa beberapa buku ini dan sepertinya sudah pagi' batin bocah pirang tersebut dan mulai meninggalkan desa Uzumaki sambil membawa beberapa buku dalam tasnya.
Bocah pirang ini adalah Naruto yang semalaman penuh mencari artikel tentang desa Uzumaki dan juga tentang para clan ternama juga organisasi misterius bernama Akatsuki.
Bocah pirang ini langsung melesat kesekolahnya dan tidak pulang kerumah Namikaze. Yah kesalahan ini juga merupakan kesalahan sang kepala keluarga karena tidak memberitahukan bahwa Naruto tidak perlu masuk dulu
Sesampainya disekolah dia masih lupa dengan kacamatanya yang tertinggal dikediaman Namikaze. Disaat masuk Naruto langsung bingung dengan para siswi yang melihatnya dan juga melihat para siswa yang sepertinya kesal.
'Ada apa sih.' Batin Naruto yang terus menuju ruang kelas.
Selama diperjalanan menuju kelasnya Naruto merasa dirinya akan dimangsa oleh para siswi tersebut dan itu membuat Naruto merinding.
Sesampainya dikelas. Semua mata menuju kepadanya bahkan Ino yang sedang menyuapi Sai coklat. Malah terdiam dan sukses membuat coklat itu terjatuh kelantai. Beda lagi dengan Hinata yang sukses langsung jatuh ke lantai dan juga berbagai reaksi yang ditunjukkan siswi kepadanya bahkan Shion siswi yang merasa dirinya paling sempurna. Wajahnya langsung seperti kepiting rebus melihat Naruto.
Sayangnya Naruto cuek dan segera duduk dikursi dibelakang Sakura dan segera membaca buku yang dia bawa dari perpustakaan rahasia di desa Uzumaki
Disaat sedang asyik-asyiknya membaca Naruto melihat Shion, Sara dan Amaru yang memberikan sebungkus coklat kepadanya. Naruto yang bingung dengan hal itu langsung menunjuk dirinya sendiri
"Itu buat ku?" tanya Naruto dan ketiga siswi itu langsung mengangguk.
Naruto dengan senang menerima dan tersenyum "Terima kasih." Ucap Naruto dan membuat ketiga siswi didepannya mimisan dan terjatuh kelantai dan Naruto hanya melihatnya bingung.
'Apa hari ini aku aneh ya.' Ucap batinnya karena dari awal masuk dia merasa ada yang aneh
Sakura POV
Pagi ini aku sepertinya malas buat ke sekolah, padahal hari ini hari valentine. Hari kasih sayang, tapi orang yang membuatku jatuh cinta sedang pergi ke desanya. Apa aku menyusulnya setelah pulang ya.
Pagi itu aku juga merasa aneh, kenapa kelasku ramai sekali. Walau aku tau disana ada sih Uchiha sialan. Tapi kenapa sekarang lebih ramai. Ada apa ya
"Hei ada apa ini?" tanya ku kepada salah satu siswi.
"Oh ketua OSIS. Tadi pagi ada rumor kalau dikelas ini ada cowok yang lebih keren dari Sasuke-sama." Ucap siswi itu
"Hah siapa?" kata ku terkejut.
"Mending liat sendiri deh, akujuga lagi mengantri untuk memberinya coklat." Kata siswi itu senang dan tersenyum
Emang ada cowok yang lebih keren dari Sasuke, walaupun ada paling Gaara itu pun dia udah pindah, siapa Neji ya cakep sih. Tapi masih kalah ah dari Uchiha itu. Shikamaru bukan, Sai dia udah punya Ino, Kiba jelas tidak mungkin Cuma cewek aneh yang bilang dia tampan, Chouji juga bukan, Shino ah tidak mungkin walau aku juga penasaran dengan matanya sih atau masa Lee ah mustahil dan itu dia orang terakhir mungkin. Jadi siapa dong. Aku penasaran dan segera masuk ke kelas.
Aku sangat terkejut melihat orang yang membuat ku jatuh cinta untuk kedua kalinya setelah ditolak oleh Sasuke. Melihat Naruto telah menerima coklat sangat banyak membuat ku merasa cukup bingung dan tidak terima dengan hal itu bahkan Naruto tersenyum setiap menerima coklat. Itu benar-benar membuatku geram saja melihatnya
"Hei Sakura." Sapa sahabatku Ino
"Hei juga" jawabku yang masih fokus dengan Naruto
Sakura POV End
"Kau kenapa sakura, wajah mu keliahatan marah." Kata Ino
"Tidak ada." Balas Sakura yang duduk dikursinya
"Ah kau bawa coklat untuk ku kan Sakura." Kata salah satu siswa teladan berambut seperti pantat ayam bernama Uchiha Sasuke
"Tidak sudi memberikan mu coklat Uchiha pantat ayam." Balas Sakura
"Hei..hei jika kalian ingin bertengkar mending diluar. Kasihan kan Naruto-kun." Kata Shion sambil memeluk Naruto yang melihat pertengkaran Sasuke dengan anak majikannya
Meliha hal itu Sakura langsung meninggalkan kelas sambil memebawa tasnya dan segera pulang kerumahnya.
Setelah kejadian pagi itu Naruto terpaksa ke kantin untuk meminta kantung plastik ukuran besar buat memasukkan coklat-coklat tersebut.
Sekolah pun berjalan dengan hikmat walau masih ada aja siswi yang curi-curi pandang terhadap Naruto. Tapi sayangnya Naruto terlalu fokus dengan guru yang menerangkan didepan kelas
Kediaman Namikaze pagi itu benar-benar membuat pelayan bingung dikarenakan sang tuan putri telah pulang dari sekolahnya dan langsung masuk ke kamarnya. Oke mungkin biasa Sakura bersifat seperti. Tapi bukan karena sifat melainkan air matanya yang terus keluar dari kedua mata tuan putri tersebut
"Tadi siapa?" tanya Kushina
"Tuan putri Sakura, nyonya." Balas pelayan tersebut
Kushina pun langsung ke kamar Sakura dan melihat putrinya menangis. Melihat hal itu Kushina langsung mendekati putrinya tersebut
"Ada apa Sakura?" tanya Kushina
"Tidak ada hiks.." balas Sakura
"Apa ini ada kaitannya dengan Naruto." Ucap Kushina
"Sudahlah kaa-san kesini Cuma mau menggoda ku." Balas Sakura yang melihat kaa-sannya dengan air mata masih ada di selaput mata Sakura.
"Jadi memang soal Naruto. Nanti setelah Naruto pulang. Kaa-san akan sampai kan ke Naruto untuk menemui mu." Jawab Kushina
"Maksud kaa-san?" tanya Sakura tidak mengerti
"Nanti saat Naruto pulang kaa-san akan meminta dia menemui di halaman belakang dikarenakan hari ini valentine. Kamu akan makan bersama Naruto dihalaman belakang dan jangan lupa pakai gaun yang cantik. Juga coklatnya." Jawab Kushina
"tapi tadi aku lihat disekolah coklat yang diterima Naruto sudah banyak. Belum lagi pas nanti ada lagi di lokernya." Kata Sakura sambil menunduk
"Tenang saja, jika Naruto sampai menolak coklat dari putriku. Dia akan merasakan kemurkaan Namikaze Kushina." Kata Kushina
"Terima kasih ya kaa-san." Ucap sakura memeluk kaa-sannya
"Sama-sama." Balas Kushina yang juga membalas pelukan Sakura
Sepulang sekolah Narutodengan lelahnya langsung masuk ke kamarnya dikarenakan sat pulang sekolah tadi dia harus bersembunyi dari para siswi yang mengejarnya belum lagi coklatnya makin bertambah saat Naruto membuka loker sepatunya ditambah banyak surat untuknya
'Hah semoga besok lebih baik.' Ucap Naruto yang melihat kacamatanya tergeletak diatas lemari.
Berapa detik Naruto baru sadar bahwa dia sehabis membawa Sakura ke kamarnya. Dia langsung pergi tanpa memakai kacamata. Pantas saja dia merasa ada yang kurang pada dirinya.
"Naruto apa kamu didalam." Kata Kushina
"I..iya." balas Naruto membuka pintu.
Kushina yang melihat Naruto tanpa kacamata culunnya menahan tawa.
"Ada apa Kushina-sama memanggil saya." Kata Naruto
"Begini saya tau kalau kamu capek Naruto karena harus berlari kesana-kesini." Kata Kushina
"Eh…darimana anda tahu?" kata naruto kaget
"Wajarlah, karena saat kamu tidak memakai kacamata. Kamu benar-benar mirip dengan Minato." Kata Kushina
Naruto yang baru sadar segera menuju ke lemari untuk mengambil kacamatanya disat Naruto menggapai kacamatanya.
"Percuma Naruto. Nasi telah menjadi bubur mulai sekarang jangan lagi kamu memakai kacamata itu." Kata Kushina
"Baik Kushina-sama." Balas Naruto meletakkan kembali kacamatanya kembali
"Sekarang kau berdandan serapih mungkin dan temui Sakura dihalaman belakang. Dia telah menunggu mu." Kata Kushina sambil meninggalkan kamar Naruto
Naruto pun segera ke halaman belakang dengan memakai kostum pelayannya. Naruto cukup terkejut dengan penampilan Sakura yang menurutnya 'cantik'.
"Maaf Sakura-sama saya lama." Ucap Naruto
"Ti..tidak apa-apa, silahkan duduk Naruto-kun." Balas Sakura
Naruto merasa aneh dengan suffix –kun yang diberikan Sakura. Padahal saat awal disini Sakura malas melihat wajahnya. Sekarang kenapa begini.
"Ada apa Sakura-sama memanggil saya kesini?" tanya Naruto
"Aku ingin memberikan ini." Kata Sakura sambil memberikan coklat kepada Naruto
"Terima kasih." Balas Naruto menerima coklat Sakura
"Aku tahu kamu sudah dapat banyak coklat. Tapi aku harap kamu mau memakan coklat ku." Ucap Sakura sambil berlari ke dalam rumah.
'Dasar orang kaya memberikan coklat saja harus seperti ini. Jika aku, daripada buang-buang uang dengan dekorasi ini mending aku beli buat makan.' Ucap batin Naruto sambil meninggalkan tempat tersebut.
Sesampainya dikamar sepertinya dia harus lebih banyak melakukan olahraga setelah ini dikarenakan coklat dikamarnya sudah segunung.
Malam itu Naruto memutuskan kembali membaca buku sejarah Uzumaki sambil memakan coklat dari Sakura. 'manis' menurut Naruto setelah menggigit coklat dari Sakura dan terus membaca soal sejarah Uzumaki.
To Be Continue
Balasan Review:
. 1: bagaimana ya.. ceritanya terlalu hambar, feelnya kurang dapat. apalagi gaya bahasanya bukan bahasa baku. Aku sangat menghargai author yg pakai bahasa baku di fanfic-nya.
selain itu feelnya juga gak dapet, mungkin author mesti ngasih POV untuk tokoh naruto, krn di chap 1 dan 2 ini fokusnya di naruto. nah POV dr tokoh lain juga penting, apalagi di scene yg fokus pada tokoh tertentu.
oh iya, satu lagi fic ini ada romance nya, tapi sampai chap 2 ini gak ada hint nya sama sekali.
udah gitu aja, kalo ada yg menyinggung saya minta maaf. Arigatou
A: sudah ada dichapter 3 Sakura POV makasih atas masukkannya
Riena Okazaki: diriku msh penasaran pa minakushi ortu asl naruto n sasori ma sakura tuh anak kandung minakushi bkn sich..?
A: Naruto bukan anak MinaKushi hanya satu desa dengan Kushina dari desa Uzumaki dan Sasori juga Sakura anak kandung MinaKushi
Maaf tidak bisa balas semua Riviewnya
Terima kasih kepada
-Just Protecion You by Yoshino Tada
-Cooking For You by Himawari Natalia
-School Days by Akihiko Fujiwara
Riviewnya jangan Lupa
Terima kasih telah membaca
VVVV
VVV
VV
V
