Cerita sebelumnya

Malam itu Naruto memutuskan kembali membaca buku sejarah Uzumaki sambil memakan coklat dari Sakura. 'manis' menurut Naruto setelah menggigit coklat dari Sakura dan terus membaca soal sejarah Uzumaki.

Revenge and Love

Disclaimer: mereka punya masing-masing penciptanya.

Pair: Naruto x Sakura

Typo, Au dan masih banyak yang lainya

Genre: Romance, School, Angst

Summary: Naruto menyamar dan masuk ke sekolah elit Konoha untuk mencari informasi siapa pembunuh orang tuanya sampai dia bertemu gadis yang menjadi belahan hidupnya. Dapatkah sang gadis menghapus kebencian pada diri Naruto


Chapter 5

Keesokan paginya Sakura mulai berusaha memasak dengan menu makanan disebelahnya. Melihat hal itu kedua orang tuanya hanya tersenyum, berbeda dengan Sasori yang makin geram dengan kedekatan sang adik kepada Naruto.

Pagi itu Sakura berangkat bersama Naruto dan menolak ajakan dari Sasori. Bahkan Sasori mendapat cap tangan Sakura dipipinya karena memaksa Sakura.

"Hei kau kenapa Sas?" tanya Deidara

"Berisik. Ini semua gara-gara anak Uzumaki itu dia memperdaya adikku." Jawab Sasori kesal

"Hahaha…. Tapi adikmu memang hebat sampai membuat pipi mu yang mulus itu merah." Balas Deidara sambil tertawa dan langsung mendapat deathglare gratis dari Sasori

"Ini akan jadi masalah, karena ini akan tambah susah membunuh anak Uzumaki itu." Kata Sasori

"Aku setuju Sas. Tapi tenang saja aku dengar dia suka pulang ke desanya, nanti saat dia pulang ke desanya. Kita meminta bos untuk mengirim orang kesana." Balas Deidara

"Kau benar." Kata Sasori


Konoha high school

Disaat Naruto dan Sakura berjalan bersama banyak siswi dan siswa yang cemburu melihat mereka berdua berjalan bersama. Tapi mereka tidak bisa protes karena disisi lain mereka pasangan yang cocok.

Tapi Sakura sendiri menunjukkan wajah yang tidak senangnya, dikarenakan Naruto malah asyik memakan coklat sambil membaca buku yang dibawa dari desanya dan Sakura tau bahwa iyu bukan coklat darinya.

Sesampainya dikelas dan menaruh tasnya Naruto meminta izin kepada Sakura untuk ke perpustakaan.

"Wah..wah… sepertinya habis ada yang jadian nih." Ucap Ino menggoda sahabatnya.

"Apaan sih pagi-pagi udah buat gosip aja." Balas Sakura yang mengeluarkan bukunya

"Oh jadi karena anak itu kau tidak memberikan ku coklat ya." Ucap Sasuke

"Apaan lagi sih. Ingat ya Uchiha, waktu itu kau menolak ku mentah-mentah. Sekarang kau menyesal dan mengejarku. Apaan tuh." Balas Sakura yang kembali fokus ke bukunya

"Kau.." ucap Sasuke yang emosi dan ingin meninju Sakura

"Ck…apa seorang Uchiha pantas meninju wanita, jika kau melakukan hal itu keluarga mu juga akan malu. Ingat kau itu dari clan elit jika kau melakukan hal ini akan mencoreng clan mu." Ucap Shikamaru yang menahan tangan Sasuke.

"Ck…awas saja kau Namikaze akan ku buat kau menjadi kekasihku. Lagipula clan Uchiha dan clan Namikaze sangat dekat." Ucap Sasuke menyeringai sambil menghempaskan tangannya untuk melepaskan genggaman Shikamaru.

"Terima kasih ya Shika." Balas Sakura

"Sudah sewajarnya kita saling membantu, lagipula kita sudah berteman sejak kecil." Ucap Shikamaru yang kembali ke kursinya dan kembali tidur

"Lagipula aku juga kesal dengan Naruto." Ucap Sakura yang juga duduk di kursinya

"Memangnya ada apa?" tanya Ino yang duduk disebelah Sakura

"Dia makan coklat yang bukan dari ku. Padahal semalam sudah aku kasih coklat buatanku sendiri." Balas Sakura cemberut

"Kalau coklat dari Sakura-sama sudah aku makan duluan semalam." Balas Naruto yang sudah duduk dibelakang Sakura

"Eh.." ucap Sakura terkejut

"Habisnya aku sudah malas membuka plastik yang isinya coklat, jadi aku makan aja yang ada dan itu kebetulan milik Sakura-sama." Balas Naruto

Sakura pun langsung salah tingkah sendiri mengetahui hal itu, sedangkan Sasuke semakin kesal dan memberikan tatapan membunuh kepada Naruto, sayangnya Naruto cuek akan hal itu.

Hari tu Naruto mendengarkan apa yang guru terangkan dan mencatat yang baginya penting. Berbeda dengan yang lainnya, ada yang asyik main game seperti Kiba, ada yang tidur seperti Shikamaru dan ada yang asyik ngobrol seperti Sakura dan Ino, juga Shion, Amaru dan Sara.

Setelah selesai dan waktu sudah menunjukkan istirahat siang, Sakura ingin mengajak Naruto untuk makan siang bersamanya. Tapi udah didahului oleh Shion dan yain lainya

"Ne Naruto-kun mau makan bersama tidak?" ucap Shion

"Makan siang. Tapi tidak bawa bekal." Balas Naruto

"Itu tidak usah kawatir kami akan membagi bekal kami." Ucap Sara

Sakura pun langsung membawa bekalnya dan berlari keluar kelas. Naruto pun merasa aneh 'ada apa dengannya?' batin Naruto

"Jadi gimana Naruto?" ucap Amaru kali ini

"Maaf aku harus ke perpustakaan, lagipula aku bawa coklat juga sudah cukup." Balas Naruto yang meninggalkan kelas dan membuat ketiga siswi itu kecewa

Selama diperpustakaan Naruto kembali sibuk dengan buku pribadinya, dia terus menganalisis. Sesekali Naruto tersenyum sinis dikarenakan dia sudah menemukan beberpa info yang menarik soal Akatsuki.

Sementara itu Sakura makan dengan galaknya bahkan Ino, dan Hinata sampai sweatdrops dengan kelakuan sahabatnya. Padahal dirinya ketua OSIS tapi sifatnya seperti ini,

"Hei Sakura kau ini ketua OSIS harusnya kamu menjaga sikapmu, bukannya malah begini." Kata Ino

"Biar saja, lagipula aku emang biasa seperti ini." Sembur Sakura

"Hah... kamu ini, lagipula walau Naruto orangnya baik. Tapi dia bukan playboy seperti sih Uchiha. Lagipula aku dan Hinata juga sempat terpesona saat melihat dia pertama kali tanpa kacamata." Ucap Ino sambil mengelap mukanya karena disembur Sakura

"Apha..." sembur Sakura lagi

Ino yang sudah disembur dua kali sudah tidak tahan dengan kelakuan sahabatnya ini. "Dengar ya Forehead jika kamu suka bilang suka ke Naruto sana. Jangan begini, waktu saat sama Uchiha kamu berani langsung bilang kenapa sekarang tidak berani." Balas Ino emosi

"Tapi jika aku ditolak lagi gimana?" ucap Sakura pelan

"Jika ditolak coba lagi, kemana Sakura yang aku kenal tidak pernah menyerah." Balas Ino

"I..itu benar Sakura-chan." Tambah Hinata

"Baik..baik aku akan menyatakan cintaku dengan Naruto tapi sesudah masalahnya selesai." Ucap sakura

"Emang Naruto punya masalah apa?" ucap Ino

"Tidak tau tapi dia berubah sejak sehabis dari desanya." Balas Sakura

"E...emang desanya Naruto-kun dimana?" tanya Hinata

"Kata tou-san ku sih di desa Uzumaki." Balas Sakura

Tapi sayangnya Ino dan Hinata tidak tau dikarenakan semenjak desa Uzumaki musnah keberadaan seolah dianggap tidak ada di Konoha

"Kami tidak pernah dengar tentang desa itu." Ucap Ino ditambah Hinata yang mengangguk

"Aku sendiri baru dengar nama desa itu." Balas Sakura yang sudah lebih tenang

Selesai dari kantin ketiga sahabat ini kembali ke kelas. Sesampainya dikelas mereka bertiga melihat Naruto yang sedang memandang awan.

Ino pun dengan sengaja menyenggol bahu Sakura dengan menggodanya, Sakura hanya cemberut dan kembali ke bangkunya yang ada tepat didepan Naruto.

Tidak setelah itu bel masuk berbunyi dan pelajaran kembali di mulai, selama pelajaran Naruto terus memandangi awan, dia terus berpikir bagaimana cara membunuh anggota Akatsuki dan tidak terasa bel pulang berbunyi.


Saat pulang Sakura mengajak Naruto untuk ikut menemani dirinya dikarenakan Ino dan Hinata sudah pergi duluan bersama Sai dan Kiba. Naruto hanya berpikir ini sebuah tugas, tidak lebih.

Sesampainya di sebuah tempat karaoke, mereka semua mulai bernyanyi sedangkan Sai dan Kiba asyik dengan makanan yang dipesannya. Berbeda dengan Naruto yang berdiri di dekat pintu sambil membaca buku pribadinya.

Sakura yang awalnya semangat menjadi sedikit sedih melihat Naruto yang tidak menikmati acara. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul tujuh malam, mereka semua pun berpisah.

"Tadi kamu kenapa? Jika kamu tidak ingin pergi bilang saja Naruto. Aku tidak memaksa kok" ucap Sakura lembut

"Bukannya begitu Sakura-sama, aku bukannya tidak menikmati. Tapi bagiku sekarang adalah." Ucap Naruto terputus

"Adalah apa Naruto? Kasih tau aku. Jangan menanggung beban sendiri." Balas Sakura yang tiba-tiba memeluk Naruto

"Maaf Sakura-sama, tapi aku tidak ingin Sakura-sama terlibat." Balas Naruto

"Tapi aku menyukai dirimu Naruto, aku tulus menyukai mu." Ucap sakura yang sudah mengelurakan liquid diujung matanya

"Sakura-sama, aku mengerti itu. Tapi aku minta maaf sekarang tidak tepat untuk menjawabnya dan aku janji setelah masalahku selesai aku akan segera menjawab perasaan Sakura-sama." Kata Naruto yang menghapus liquid tuan putrinya.

"Janji ya Naruto." Balas sakura

"Iya." Kata Naruto sambil tersenyum

Setelah itu mereka berdua menuju kediaman Namikaze, setelah masuk Naruto segera masuk kekamarnya begitu juga dengan Sakura.

Setelah mandi dan berganti baju Sakura segera masuk ruang makan dan menyantap makan malamnya bersama keluarganya, sedangkan itu di kamar Naruto. Naruto sedang bersiap untuk mengalahkan Akatsuki dengan tatapan membunuh.

To Be Continue


Balasan Review:

GnB Lucky 22: Konichiwa...
Haha gomen-gomen baru review sekarang, dulu saya gak ada waktu buat review, jadi cuma baca aja.
Ide ceritanya bagus, hampir mirip sih sama Just Protecting You-nya Sun Yoshino. Tapi gak apa lah, saya masih suka kok. Tapi menurut saya chapter tiga kurang rapih deh, banyak kalimat yang diulang. dan juga saya rasa ini terlalu cepat (gak terlalu ganggu sih). chapter depan tolong perbaiki ya, terima kasih.
Ditunggu kelanjutannya,
Ganbatte ne.

A: yups ini memang terinspirasi dari ceritanya Yoshino-senpai. Oke saya usahakan

Ae Hatake: Ada beberapa kesalahan. Saya harap kualitas tulisan anda semakin bagus. Kalau bisa sih tambahin wordnya..hehe

A: siap


Terima kasih kepada

-Just Protecion You by Yoshino Tada

-Cooking For You by Himawari Natalia

-School Days by Akihiko Fujiwara

Riviewnya jangan Lupa

Terima kasih telah membaca

VVVV

VVV

VV

V