Cerita sebelumnya

"Janji ya Naruto." Balas sakura

"Iya." Kata Naruto sambil tersenyum

Setelah itu mereka berdua menuju kediaman Namikaze, setelah masuk Naruto segera masuk kekamarnya begitu juga dengan Sakura.

Setelah mandi dan berganti baju Sakura segera masuk ruang makan dan menyantap makan malamnya bersama keluarganya, sedangkan itu di kamar Naruto. Naruto sedang bersiap untuk mengalahkan Akatsuki dengan tatapan membunuh.

Revenge and Love

Disclaimer: mereka punya masing-masing penciptanya.

Pair: Naruto x Sakura

Typo, Au dan masih banyak yang lainya

Genre: Romance, School, Angst

Summary: Sakura menyatakan cintanya kepada Naruto. Tapi Naruto sendiri masih diselimuti oleh dendam. Berhasilkah Naruto membalaskan kehancuran desanya dan bagaimana jawaban Naruto atas pernyataan cinta Sakura


Chapter 6

Naruto berhasil mengetahui para anggota akatsuki kecuali namanya dikarenakan buku dari desanya tidak memberitahukan nama-nama anggota Akatsuki. Padahal keahlian juga lokasi para anggota Akatsuki sudah diketahui. Hanya tinggal nama saja, walau begitu Naruto tidak menyerah.

"Naruto kau didalam." Ucap seseorang dari luar kamar Naruto

Naruto yang sudah mengenal suara tersebut langsung membuka pintu kamarnya, lagipula dia juga ingin izin kepada Minato untuk kembali ketempat kerja lamanya, sekaligus dia bisa lebih tenang mencari soal Akatsuki.

"Ada apa Sakura-sama?" ucap Naruto

"Kamu kan belum makan malam, jadi aku bawakan kamu makan malam." Balas Sakura yang menyerahkan nampan dengan makanan lengkap ditambah dengan orange jus.

Naruto pun mulai berpikir sebesar itukah cinta tuan putrinya terhadap dirinya, tapi Naruto sendiri masih ingin membalaskan kehancuran desanya.

"Terima kasih Sakura-sama." Balas Naruto sambil menerima nampan tersebut.

"A..ano Naruto, bisakah besok kita keteman bermain." Ucap Sakura.

"Naruto menunduk, sebelum menjawab pertanyaan Sakura, hatinya bingung. Disatu sisi dia sangat senang tapi disatu sisi dia ingin membalas dendam.

"Tapi kalau kamu sibuk tidak apa-apa kok, aku akan mengajak Ino dan yang lainnya saja." Jawab Sakura.

"Baik, aku akan menemani mu besok Sakura-sama." Ucap Naruto

"Benar?" tanya Sakura

"Iya Sakura-sama." Balas Naruto

Sayangnya hal itu diketahui oleh Sasori dan dia sudah tidak tahan lagi melihat kedekatan adiknya dengan Uzumaki. Sasori pun kembali ke kamarnya untuk meminta bosnya mempercepat gerakannya. Tentu saja Sasori dan Deidara yang pertama bergerak.


Keesokan paginya

Sakura telah bersiap dengan menggunakan Baju casual berwarna pink dan celana selutut. Sedangkan Naruto memakai Kaos berwarna biru dengan lambang Uzumaki berwarna jingga di depan bajunya sedangkan celananya dia lebih memilih jins berwarna hitam.

"Baiklah kami berangkat." Ucap Sakura kepada kedua orang tuanya.

"Saya berangkat Minato-sama dan Kushina-sama." Ucap Naruto sambil membungkuk dan berjalan disebelah Sakura.

"Mereka seperti kita saat masih remaja ya." Ucap Kushina

"Benar, tapi sayangnya Naruto memikul beban yang sangat berat sekarang." Balas Minato

"Ya, ku harap Naruto bisa melewatinya dan bisa bersama Sakura." Kata Kushina

Selama diperjalanan tidak ada yang mulai pembicaraan, disatu sisi Sakurasangat senang dan tidak tahu mau mulai dari mana awal pembicaraannya. Sedangkan Naruto masih dalam dunianya sendiri.

"Ne..Naruto." ucap Sakura memulai pembicaraan agar suasananya tidak tegang

"Iya, Sakura-sama." Balas Naruto

"Daritadi kamu sepertinya tidak menikmatinya. Apa ada masalah?" ucap Sakura

"Ah maaf Sakura-sama. Tapi aku tidak apa-apa kok." Balas Naruto

"Benar?" tanya Sakura mendekatkan wajahnya ke wajah Naruto

Naruto pun hanya mengangguk, setelah itu mereka berdua membeli tiket untuk masuk ke taman bermain Konoha yang baru dibuka beberapa hari lalu

"Jadi kamu mau naik yang mana dulu Naruto?" tanya Sakura

"Saya terserah Sakura-sama saja." Balas Naruto

"Mo... ayolah Naruto, kita kesini buat senang jangan masang wajah serius begitu." Ucap Sakura cemberut

"Hah...baiklah Sakura-sama." Balas Naruto sambil menghela nafasnya lalu tersenyum

"Nah begitu dong, ayo kita senang-senang." Ucap sakura menarik tangan Naruto.

Naruto dan Sakura menikmati kesenangan yang ada di Konoh Time Park tersebut, walau awalnya hanya Sakura yang menikmatinya.

'Tidak ada salahnya bersenang-senang.' Batin Naruto yang akhirnya juga ikut menikmatinya

Ditempat menembak. Naruto melihat Sakura menginginkan kucing berwarna merah jambu. Naruto yang mengerti akan hal itu. Menawarkan diri untuk mencob mendapatkannya.

"Sakura-sama, izinkan saya mencobanya." ucap Naruto

"Tapi kesempatannya hanya tinggal sekali." Balas Sakura

"Saya mengerti." Ucap Naruto mengambil senapan dari Sakura dan mencoba memfokuskan matanya kepada Sasaran.

Ctakk...

Sekali tembakan Naruto berhasil mengenai sasaran tersebut. Sakura pun senang karena mendapatkan boneka yang diinginkannya. Disisi lain Naruto menyeringai karena dia semakin percaya diri bisa menghancurkan Akatsuki.

"Naru..." ucap Sakura yang awalnya senang melihat seringai Naruto. Sakura menjadi takut. Entah kenapa Sakura merasakan firasat buruk melihat seringai Naruto tersebut.

"Naruto.." kata Sakura lagi dengan nada sedikit lirih sambil memgang lengan Naruto

Naruto yang terkejut, langsung menatap tuan putri nya. "Ada apa Sakura-sama." Ucap Naruto lembut.

"Hmm...kita ketempat lain yuk sebelum sore." Ucap Sakura

"Sakura-sama apa Sakura-sama tidak lapar?" tanya Naruto

"Tenang saja aku-" krruuukkkk. Omongan Sakura terhenti oleh bunyi perutnya. Wajah sakura langsung memerah dan menunduk malu

"Hah... benarkan, lebih baik kita makan dahulu Sakura-sama." Kata Naruto

Mereka berdua pergi kesalah satu restoran siap saji yang ada disana.

Naruto dan Sakura memakan bekal yang dibuat oleh Sakura,. Mereka berdua menjadi pusat perhatian. Bahkan ada beberapa ibu-ibu yang tersenyum saat melewati mereka.

"Hei Sakura-ama, ini hanya perasaan ku saja atau emang mereka memandangi kita?" ucap Naruto

"Menurutmu gimana?" balas Sakura

"Ya menurutku sih mereka melihat ke arah kita." Balas Naruto

"Aduh kalian ini pasangan yang serasi ya." Ucap alah satu ibu

"Hah... pasangan? Kami berdua." Ucap Naruto ambil menunjuk dirinya dan Sakura dan ibu tersebut mengangguk disatu sisi Sakura menundukan wajahnya yang memerah

"Bukan bi. Kami bukan pasangan, saya hanya pelayannya saja." Balas Naruto

"Sayang sekali, padahal kalian sangat cocok." Balas Ibu tadi

Setelah selesai makan siang Naruto bersama Sakura melanjutkan acara mereka. Berbeda dengan sebelumnya Naruto sangat menikmati perjalanan hari ini. Naruto dan sakura ssaling tertawa dan bercanda.

Tidak terasa hari sudah gelap Naruto dan Sakura memutuskan untuk pulang. Sesampainya dirumah Sakura segera ke kamarnya, berbeda dengan Naruto yang menuju ruangan Minato

Tok...tok...tok...

"Ya masuk." Ucap Minato

"Permisi Minato-sama, saya izin untuk kembali ke tempat kerja lama saya, saya akan tinggal beberapa hari disana dan soal Akatsuki." Ucap Naruto yang mulai ragu menyebut nama Akatsuki

"Saya sudah tahu akan hal itu Naruto, bahwa Sasori mauk dalam kelompok tersebut." Balas Minato

"Jika kamu ingin membunuhnya saya juga tidak masalah, karena kami sudah gagal sebagai orang tua." Tambah Kushina

"Tapi mungkin aku akan lebih mengulur waktu sedikit, dikarenakan aku tidak ingin Sakura-sama menjadi shock karena kematian kakaknya." Balas Naruto

"Baiklah seminggu, saya kasih waktu kamu selama seminggu disana juga pikirkan soal Akatsuki." Balas Minato

"Terima kasih Minato-sama." Ucap Naruto

"Jadi kapan kamu berangkat?" tanya Kushina

"Besok pagi Kushina-sama." Balas Naruto

"Baik saya akan sampaikan kepada Sakura tentang kepergian mu Naruto. Supaya dia tidak mencemaskan dirimu." Ucap Minato

"Terima kasih Minato-sama, saya permisi dulu." Balas Naruto sambil meninggalkan ruangan tersebut.

Setelah meninggalkan ruang tersebut, Naruto segera ke kamarnya dan bersiap untuk besok. 'Tak ku sangka Minato-sama dan Kushina-sama sudah mengetahui anaknya yang jadi Akatsuki.' Batin Naruto.


Keesokan paginya, bahkan Matahari baru seperempat menunjukkan sinarnya, Naruto telah memacu laju motornya dengan kecepatan tinggi supaya tidak mengulur waktu kesana. Tidak sampai lima belas menit. Naruto memutukan masuk ke dalam supermarket tersebut.

"Naruto-kun." Ucap seorang gadis yang menjaga mesin kasir.

"Yo Sasame-chan, sudah lama ya." Balas Naruto

"Gimana kerja mu disana?" tanya Sasame

"Yah begitu, mana Jiraiya-jiji? Tanya Naruto

"Jiraiya jii-san lagi dalam, lagi memeriksa barang." Ucap Sasame

"Baiklah aku ke dalam dulu ya." Balas Naruto

Naruto pun segera mauk kedalam menemui pemilik supermarket tersebut yang sudah Naruto anggap kakeknya sendiri.

"Jiraiya-jiji." Ucap Naruto

"Oh ku kira kamu tidak kembali." Jawab Jiraiya sambil mengacak-ngacak rambut 'cucu'nya.

"Aku disini hanya seminggu jiji, karena emang dikasihnya segitu." Balas Naruto

"Baiklah, labih baik kamu mandi nanti kita akan tutup lebih cepat untuk menyambut kedatanganmu." Ucap Jiraiya

Hari itu Sakura diberi tahu oleh kedua orang tuanya soal Naruto, pas Sakura bertanya dimana Naruto. Kedua orang tuaya mengizinkan untuk ke tempat kerja lamanya selama seminggu.

Sementara itu Naruto bersama Jiraiya dan Sasame merayakan kedatangan Naruto. Berbeda dengan di kediaman Namikaze, disini Naruto sangat ceria dan tidak kaku.

Naruto pun juga menceritakan alasan dia kembali dan juga menceritakan soal anggota Akatsuki kepada Sasame dan Jiraiya. Mendengar hal itu Jiraiya dan Sasame terkejut, soalnya selama ini Naruto sangat dekat dengan salah satu dari mereka.

Setelah selesai bercerita panjang lebar, Naruto memutuskan untuk istirahat dan memulai untuk lebih fokus terhadap Akatsuki, di karenakan sebelum ini Naruto juga disibukan oleh sekolah dan Sakura, jadi selama seminggu ini dia ingin fokus terhadap Akatsuki dan kembali melatih kekuatan bela dirinya.

To Be Continue


Terima kasih kepada

-Just Protecion You by Yoshino Tada

-Cooking For You by Himawari Natalia

-School Days by Akihiko Fujiwara

Riviewnya jangan Lupa

Terima kasih telah membaca

VVVV

VVV

VV

V