Ini akan menjadi chapter terpanjang yang pernah saya buat. Setelah ini akan ada tiga cerita baru.
Aku mencintaimu (Naruto x Sakura)
New Story New Life (Naruto x Shion)
Naruto Prodigy (FemNaruto x Sasuke, FemNaruto x Kakashi)
Silahkan voting dengan meReview tentunya dengan durasi satu minggu dan voting terbanyak yang akan dijadikan cerita setelah cerita ini.
Cerita sebelumnya
Setelah selesai bercerita panjang lebar, Naruto memutuskan untuk istirahat dan memulai untuk lebih fokus terhadap Akatsuki, di karenakan sebelum ini Naruto juga disibukan oleh sekolah dan Sakura, jadi selama seminggu ini dia ingin fokus terhadap Akatsuki dan kembali melatih kekuatan bela dirinya.
Revenge and Love
Disclaimer: mereka punya masing-masing penciptanya.
Pair: Naruto x Sakura
Typo, Au dan masih banyak yang lainya
Genre: Romance, School, Angst
Summary: Sakura menyatakan cintanya kepada Naruto. Tapi Naruto sendiri masih diselimuti oleh dendam. Berhasilkah Naruto membalaskan kehancuran desanya dan bagaimana jawaban Naruto atas pernyataan cinta Sakura
Chapter 7 (Last Chapter)
Keesokan paginya Naruto memulai kehidupan yang sudah dia tinggalkan selama bekerja di kediaman Namikaze. Pagi itu Naruto fokus berlatih dibelakang supermarket tersebut dengan menggunakan batang pohon yang telah ditebang. Naruto fokus pada tendangan dan tinjuan kearah batang pohon tersebut. Tendang depan, tinju kiri, tending kanan, tinju depan, tending kiri, tinju kanan dan terus secara berulang-ulang.
Setelah selesai Naruto memutuskan untuk membantu Sasame dan Jiraiya di supermarket milik Jiraiya. Disaat Naruto ingin membuka supermarket tersebut, Naruto mencincingkan matanya karena didepan supermarket tersebut Naruto melihat mobil yang sering dipakai Sasori. Naruto pun tersenyum melihat hal itu berarti dirinya dengan Akatsuki akan segera bertemu.
"Naruto-kun, sebelum membukanya. Lebih baik kita mengecek barang dulu." Ucap Sasame yang sudah ada dibelakang Naruto.
"Ah maaf-maaf, baiklah kalau begitu Sasame-chan." Balas Naruto
Naruto dan Sasame hari ini ngecek stok barang digudang, walau malam hari sudah dicek oleh Jiraiya.
"Naruto-kun, gimana apa disebelah sana sudah semua." Ucap Sasame
"Beres dan tidak ada yang kurang." Balas Naruto
Setelah selesai Naruto membuka supermarket tersebut dan Sasame mulai menyapu dan menegepel lantai supermarket.
"Jadi Naruto-kun gimana soal Akatsuki?" tanya Sasame
"Kamu tenang saja Sasame-chan, aku pasti mengalahkannya dan kembali." Jawab Naruto antusias.
"Baiklah jika begitu Naruto-kun." Balas Sasame tersenyum
Sakura POV
Pagi ini merupakan pagi yang tidak enak bagiku, karena Naruto diberi izin untuk kembali ke pekerjaan lamanya, dengan alasan mereka sudah dianggap Naruto sebagai keluarganya. Padahal disini aku bersama tou-san dan kaa-san juga sudah menganggap Naruto sebagai keluarga kok. Bahkan Naruto belum membalas perasaanku.
"Hei forehead kenapa kau kelihatan cemberut saja. Apa karena pangeranmu tidak ada?" ucap sahabatku Ino
"Berisik kau pig. Lagipula Naruto lagi kembali ke pekerjaan lamanya karena mereka sudah Naruto anggap keluarganya." Balas Sakura dengan nada yang terkesan emosi
"Haa….. tak kusangka anak sepertimu yang bahkan sekarang dikejar oleh Sasuke malah mengejar Naruto. Dulu saat Sasuke cuek kau mengejarnya. Aku benar-benar bingung dengan pemikiranmu forehead." Ucap Ino sambil menggelengkan kepalanya
"Dengar ya pig. Naruto sudah mempertimbangkan jawaban dari pernyataan cinta ku, beda dengan sih Uchiha yang langsung menolak." Balas ku sengit terhadap sahabatku ini
Setelah itu pelajaran pun dimulai sayangnya pikiran ku tidak fokus ke pelajaran. Entah kenapa aku merasakan firasat buruk soal Naruto. Tapi aku langsung menepis firasat ku ini karena aku percaya dengan Naruto.
Sakura POV End
Naruto yang sudah seminggu menikmati pekerjaan lamanya, bahkan pelanggan semakin banyak setelah kedatangan Naruto. MembuatSasame kualahan
"Hei Naruto-kun tolong bantuin dong." Ucap Sasame memanggil Naruto yang sedang bolak balik mengangkat barang dari mobil pengantar ke gudang
"Iya sebentar. Aku juga sedang repot nih." Balas Naruto
Hari itu benar-benar hari yang melelahkan bahkan Naruto dan Sasame tidak sempat makan siang.
"Hei Naruto-kun, aku lapar bisa gantiin aku sebentar saja." Ucap Sasame
"Aku juga Sasame-chan." Balas Naruto
"Bagaiman jika aku yang menggantikan kalian." Ucap Jiraiya
"TIDAK." Bentak NaruSame kompak
"Ho..ho..ho..." kata Jiraiya yang langsung pundung.
Hari itu benar-benar padat bahkan Naruto dan Sasame harus bekerja ekstra sampai sore hari, biasanya saat jam tujuh malam sudah mulai sepi
Pusat Konoha
"Jadi gimana?" tanya seseorang yang baru keluar dari mobilnya
"Kemungkinan besok malam anak itu akan datang, karena anak itu terlalu terobsesi dengan balas dendam atas pemusnahan clannya." Balas Seseorang yang seperti ikan hiu
"Jadi siapa yang akan pergi duluan?" tanya seseorang dengan topeng anjing yang menjadi pemimpin mereka
"Mending kita langsung hancurkan bocah itu bersama-sama." Ucap anggota lainnya.
"Baiklah kita hancurkan anak itu saat dia ke tempat itu dan serang dia habis-habisan." Ucap pemimpin mereka
Kemabli ke Naruto, dimalam itu Naruto terpaksa harus ke desa Uzumaki setelah menerima surat dari kelompok Akatsuki yang telah mengirim kan surat bahwa mereka akan bertemu di desa Uzumaki dan jika Naruto tidak datang mereka tidak segan-segan menghancurkan dan membunuh orang-orang terdekatnya, dan itu jelas membuat Naruto emosi.
Dengan kecepatan delapan puluh kilometer per jam, Naruto tidak membutuhkan waktu lebih dari dua jam untuk sampai ke desa Uzumaki. Sesampainya di desa Uzumaki. Dengan sangat waspada Naruto melihat kiri dan kanannya. Sekarang Naruto telah sampai dipusat desa Uzumaki dan disana sudah ada enam orang Akatsuki yang menunggu kedatang Naruto.
Yang pertama seseorang dengan tubuh tinggi yang memiliki tinjuan yang dahsyat bernama Kakuzu, yang kedua dengan memegang Sabit besar seperti malaikat maut bernama Hidan. Disebelah Hidan orang yeng telah Naruto kenal bernama Sasori, disebelah Sasori seseorang dengan rambut yang sama dengan Naruto dan dia yang paling mendominasi penghancuran desa Uzumaki dengan bom miliknya bernama Deidara, disebelah Deidara seseorang dengan topeng dan sampai sekarang nama dan kekuatannya masih dirahasiakan dia ketua dari kelompok tersebut dan disebelah ketua ada sosok seperti hiu memkai pedang besar bernama Kisame.
"Jadi kalian semua anggotanya." Ucap Naruto sinis
"Sistem apa yang kau ingin kan untuk bertarung." Balas sang ketua dengan nada datar
"Aku tidak masalah, karena aku pasti bisa membunuh kalian semua dan membalaskan para penduduk yang telah kalian bantai." Kata Naruto sambil mengeluarkan dua pedangnya.
"jadi kau mewarisi pedang Byakko dan pedang Suzaku." Kata Kisame
"Bukan kau sendiri pengguna pedang Genbu." Kata Naruto
"Baiklah pertarungan dimulai." Kata sang pemimpin.
Naruto terkejut dengan serbuan dari Hidan, Kakuzu dan Kisame yang menyerangnya secara bersamaan dengan reflek Naruto berhasil menghindar, sayangnya ditempat Naruto mendaratkan Kakinya, bom milik Deidara meledak. Rupanya sebelum ini Deidara sudah menanam bom di seluruh area desa.
"Ck sial seandainya aku tidak menahannya dengan pedang byakko dan pedang suzaku, tubuh ku pasti langsung hancur."ucap Naruto walau begitu kaki kirinya berkata lain yang menderita luka yang cukup serius. Bahkan Naruto sudah tidak berlari seperti biasa
Kediaman Namikaze
Praang…..
Keluarga Namikaze yang sedang menyantap makan malam mereka mendengar suara barang yang pecah. Mereka semua pun berlari kearah suara itu dan berhenti saat melihat beberapa pelayan berada di depan kamar Naruto.
"Ada apa?" tanya Minato
"A..ano tuan saat saya melewati kamar Naruto-san, saya mendengar sesuatu yang pecah. Tapi saya tidak berani masuk Tuan." Balas sang pelayan.
Minato pun langsung membuka Kamar Naruto dan melihat beberapa foto Naruto pecah. Buruk soal Naruto saat dia menerima sang kakak adalah anggota yang telah memusnahkan desa tempat tinggal Naruto, mulai menetes air matanya.
"Ne tou-chan, Naruto-kun dimana?" tanya Sakura kepada Minato
Sang ayah pun hanya diam, karena sudah berjanji dengannya untuk tidak memberitahukan kepada Sakura saat Naruto meneleponnya. Minato sendiri menyanggupinya untuk tidak memberitahukannya kepada Sakura
"Ne tou-chan, Naruto-kun dimana hiks?" ucap Sakura yang kali ini sudah tidak bisa membendung kesedihannya lagi.
"Ne.. Sakura-chan tenanglah." Ucap Kushina
"Ta..tapi Kaa-chan, Naruto-kun hiks.." balas Sakura
"Baiklah aku akan membawa kamu ke tempat Naruto dan Sasori berada sekarang." Kata Minato
"Minato." Tegas Kushina
"Maaf Kushina, ini demi kebaikan semuanya." Balas Minato
Malam itu keluarga Namikaze memutuskan untuk berangkat bersama menuju ke desa Uzumaki. Selama diperjalanan Sakura terus berdoa semoga Naruto dan Sasori selamat. Walau ada kemungkinan hanya salah satu yang selamat.
Desa Uzumaki
"Hah...hah...hah... jadi sekarang satu lawan satu." Ucap Naruto
"Sayangnya yang lain tidak bisa melihat aku menyiksa mu." Balas Hidan
Hidan pun langsung menyerang ke arah Naruto dan mengayunkan sabit miliknya ke kanan dan ke kiri secara terus menerus. Sedangkan Naruto sekuat tenaga menghindar sambil menahan Kakinya yang sakit akibat terkena ledakan milik Deidara tersebut. Disaat Hidan mengayunkan sabitnya ke Naruto. Sabit itu berhasil ditahan oleh pedang Byakko milik Naruto.
Naruto pun langsung membalas serangan tersebut dengan menendang perut Hidan. Hidan pun langsung tersungkur, sayangnya itu membuat keseimbangan Naruto juga goyah. Naruto juga terjatuh setelah menendang Hidan.
Hidan pun langsung bangkit dan melompat ke arah Naruto, sayangnya Naruto menghindar dengan cara menggulingkan badannya ke Kiri. Naruto langsung melempar pedang Shuzaku ke lengan Hidan. Setelah itu Naruto langsung melompat dan menusuk Hidan yang lagi mencabut pedang Naruto yang tertancap di lengan kirinya. Setelah menusuk Hidan, naruto menarik pedang tersebut dan memuncratkan darah Hidan dan juga mengeluarkan isi perutnya, Hidan pun tewas.
Setelah selesai Naruto berusaha berdiri dan kembali mencari lawan berikutnya. Naruto pun menelusuri jalan di desa Uzumaki tersebut sambil waspada kepada bom yang di pasang Deidara.
Saat Naruto berjalan dan berbelok ke Kiri, disana sudah ada Kisame. Dan Kisame juga sudah bersiap dengan salah satu pedang legendaris bernama pedang Genbu. Naruto pun dengan sekuat tenaga menerjang Kisame, tapi kedua pedang Naruto berhasil di tahan oleh Kisame.
"Jadi hanya segini saja." Ucap Kisame meremehkan.
Disaat itu Naruto berusaha mendorong Kisame walau cuma beberapa inci. Sedangkan Kisame malah menepis kedua pedang Naruto dan menebas Naruto.
"Aaakkhh..." teriak Naruto karena tebasan Kisame dan mengeluarkan banyak darah.
"Dengan ini selesai." Ucap Kisame menerjang Naruto.
Naruto pun menghindar dan berputar ke belakang Kisame, setelah itu Naruto menebas unggung Kisame dan sekaligus menendangnyadan terdorong
Naruto pun tidak memberi kesempatan dan menendang kembali punggung Kisame sekali lagi dan membuatnya tersungkur kali ini. Naruto pun langsung menancapkan kedua pedangnya dan memotong Kisame menjadi dua bagian. Setelah selesai Naruto berdiri dan berjalan dengan menahan luka di kaki dan tubuhnya.
'Hah...hah..hah.. kalau begini aku akan mati sebelum menyelesaikannya dan menjawab perasaan Sakura-sama.' Batin NarutoNaruto kali ini masuk ke sebuah yang duunya sekolah, awalnya disana Naruto ingin menutup lukanya. Sayangnya disana sudah ada Sasori
"Tak kusangka akan bertemu secepat ini." Ucap Sasori
"Aku juga berharap bisa membunuh salah satu lagi sebelum bertemu dengan Sasori-sama." Balas Naruto
Naruto pun langsung menerjang Sasori disaat Naruto ingin menebas Sasori tubuhnya tidak bisa digerakkan..
"Ada apa ini?" kata Naruto
"Disini daerah ku jadi kau kiri aku tidak menyiapkan semua hal dengan siaga?" balas Sasori
Naruto pun yang sudah mulai terbiasa melihat beberapa benang tipis yang menahannya. 'Ck, sial.' Batin Naruto
"Dengan ini selesai." Ucap Sasori menarik benangnya dengan membuat tubuh Naruto seperti tersilet
"Akkkhh..." teriak Naruto yang tubuhnya semakin banyak luka
Tapi itu merupakan kesalahn fatal Sasori, dikarenakan gedung tersebut sudah hancur dengan sekali tarikan sasori berhasil melukai tubuh Naruto sekujur tubuhnya dan disaat yang bersamaan gedung tersebut roboh dan menimpa keduanya. Dari reruntuhan tersbut Naruto membawa keluar tubuh Sasori yang terluka parah.
"Kenapa kau menolong ku?" ucap Sasori
"Walau kamu musuhku, tapi disatu sisi kamu merupakan anak majikanku dan juga calon kakak ipar ku." Balas Naruto yang duduk disebelah Sasori. Sasori pun hanya tersenyum dan akhirnya tewas.
Sedangkan Naruto sendiri sudah tidak bisa menggerakan badannya akibat luka-luka yang diterimanya. Dia sudah pasrah akan kondisinya. Disaat itu Deidara dan Kakuzu menyerang Naruto bersamaan. Tapi Naruto hanya tersenyum.
"Dengan ini selesai." Ucap Naruto pelan. Disaat Kakuzu melompatke arah Naruto. Naruto melemparkan bom yang masih aktif saat yang ada direruntuhan gedung tersebut. Diaat bersamaan Naruto memukul bom yang Deidara kembali ke Deidara. Dan berhasil memusnahkan keduanya.
"Tinggal satu lagi dan dia kemungkinan yang paling kuat." Kata Naruto yang sudah kehabisan tenaganya
Diaat itu ketua Akatsuki yang memakai topeng melepas topengnya dan Naruto terkejut karena dia sangat mirip dengan Sasuke.
"Tak kusangka kau berhasil mengalahkan mereka semua. Tapi dengan kondisi mu yang sekarang apa kau bisa mengalahkan ku dan tombak Seiryu." Ucap sang ketua
"Tak kusangka kau mirip dengan Sasuke." Balas Naruto
"Jelas karena aku kakaknya, perkenalan namaku Uchiha Itachi." Kata Itachi
Naruto pun berusaha bangkit dengan kondisinya dan sisa-sisa kekuatannya dan menerjang Itachi dengan kedua pedangnya dan Itachi Sendiri menghunuskan tombaknya ke jantung Naruto disaat yang bersamaan langsit pun menurunkan air matanya.
Keluarga Namikaze pun sampai di desa Uzumaki. Sakura pun langsung berlari ke desa tersebut tanpa menghiarukan teriakan kedua orang tuany dan hujan yang telah membasahi dunia.
'Naruto-kun, Sasori-nii.' Seru batin Sakura berulang-ulang.
Sakura pun menemukan jenazah Sasori. Melihat5 hal itu Sakura memandang sekelilingnya dan berhasil menemukan pria berambut kuning itu dan segera berlari kearahnya.
"Naruto-kun." Teriak Sakura yang telah melihat kondisi Naruto yang sudah terluka disana-sini.
"Sa..Sakura-sama." Kata Naruto yang sudah sekarat bahkan penglihatannya sudah gelap.
"Baka jangan bicara dulu aku akan meminta tou-chan membawa mu ke rumah Sakit." Balas Sakura
"Tidak usah sakura-sama, sudah terlambat." Balas Naruto lembut.
"Naruto-kun..hiks...hiks.." kata Sakura
Tangan Naruto pun mengelus pipi Sakura. "A..aku mencintai mu Sakura-sama." Kata Naruto yang masih mengelus pipi Sakura
"Aku juga, aku juga Naruto-kun." Balas Sakura.
Tangan Naruto pun akhirnya tergeletak ditanah setalah mengelus pipi Sakura. Saakura pun terkejut bahwa Naruto sudah meninggal.
"Hei ini bohongkan, Naruto-kun. Hei." Kata sakura
Minato dan Kushina hanya bisa memandang putrinya dari belakang. Kushina pun juga menangis di dada Minato melihat salah satu orang dari clannya tewas.
Sejak hari itu setiap tanggal sepuluh oktober merupakan kelahiran dan juga kematian Naruto. Setiap tanggal sepuluh oktober Sakura terus mengunjungi makam Naruto hingga akhirnya Sakura menyusul Naruto akibat kondisi Sakura yang terus menurun.
Another Place
"Kau ini lama sekali." Ucap gadis berambut merah muda
"Maaf… maaf membuat kamu menunggu." Balas pemuda berambut pirang
"Sudahlah, ayo. Bagaimana pun ini hari pertama kita sekolah." Ucap gadis berambut merah jambu tersebut sambil menarik tangan sang pemuda
"Hei Sakura-chan pelan-pelan." Balas pemuda yang tangannya sedang ditarik oleh gadis bernama Sakura
"Ayolah jangan lemas begini Naruto-kun." Balas Sakura kepada sang pemuda bernama Naruto
Mereka berdua pun berlari sampai menuju kesekolahnya bernama Konoha High School dimana sekolah itu telah banyak meluluskan siswa dan siswi terbaik selama beberapa generasi.
Owari
Cerita ini akhirnya selesai. Bagaimana ceritanya?
Naruto dan Sakura di Another place itu menceritakan beberapa puluh Tahun dari masa Naruto dan Sakura yang sebelumnya.
Terima Kasih yang telah meReview, Follow dan Favoritkan cerita ini sampai jumpa dicerita berikutnya
Terima kasih kepada
-Just Protecion You by Yoshino Tada
-Cooking For You by Himawari Natalia
-School Days by Akihiko Fujiwara
Sebagai penginspirasi cerita ini
Riviewnya jangan Lupa
Terima kasih telah membaca
VVVV
VVV
VV
V
