Please, Remember Me
By: HanaDulSet
Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others
Genre: Romance, Drama
Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^
Warning: Gender Switch, Typo, Newbie
DON'T LIKE, DON'T READ
NO PLAGIAT!
-Chapter 2-
###
Maaf, Chapter 2 ini saya repost. Saya baru nyadar ternyata pas buka halaman fict ini, tanda untuk jeda dari scene satu ke scene yang lain ga muncul. Jadi ngebingungin akhirnya karena ga ada pemisah. Maafkan atas kelalaian author amatir ini *bow. Terima kasih, happy reading~^^
###
Arti kata:
Sunbae = Senior
Gomawo = Terima kasih (informal)
Appa = Ayah
Wae? = Kenapa?
Oppa = Kakak laki-laki (digunakan bagi perempuan untuk memanggil kakak laki-laki)
Shirreo = Tidak mau
Arrasseo/arra = Mengerti
Jebal = Tolong
Aniyo/ani = Tidak
Bogoshippo = Rindu
Mworago? = Apa katamu?
Mianhae/mian = Maaf (informal)
Annyeonghaseo = Halo/hai
Ahjussi = Paman
Ahjumma = Bibi
###
TING
Kyuhyun segera melangkah keluar lift saat sudah tiba di lantai 4 gedung apartemennya yang terletak di salah satu komplek apartemen mewah di distrik Gangnam, distrik terbesar ketiga di Seoul. Di belakangnya, Sungmin berjalan mengikuti sambil menarik koper miliknya dan menatap punggung Kyuhyun yang tertutupi tas ransel hitam. Setelah menimbang-nimbang banyak hal, Sungmin akhirnya menerima tawaran Kyuhyun.
'Apa jadinya jika para penggemar Kyuhyun tahu aku tinggal di apartemennya?' Sungmin membatin dan membayangkan wajah murka Victoria dan penggemar Kyuhyun yang lain. Ia ingat betul saat Victoria berkelahi dengan seorang gadis yang juga penggemar Kyuhyun, hanya karena Kyuhyun menerima kado ulang tahun dari gadis itu. Kejadian saat itu menjadi bahan perbincangan hampir seluruh warga kampus. Sungmin memejamkan mata dan menggeleng cepat, berusaha menghilangkan pikiran-pikiran aneh tentang serangan dari Victoria maupun penggemar Kyuhyun lainnya yang mungkin akan menimpanya nanti. Sampai-sampai Sungmin tidak menyadari bahwa Kyuhyun yang berjalan beberapa meter di depannya telah menghentikan langkahnya.
BRUK
"Ah.." Sungmin buru-buru mengusap wajahnya yang menubruk bagian depan tas ransel di punggung Kyuhyun.
"Tsk! Kau mempunyai hobi menabrak orang?" Kyuhyun bertanya datar tanpa berbalik menatap Sungmin. Ia sibuk memencet beberapa digit nomor untuk membuka pintu apartemennya.
"Ck.." Sungmin menatap kesal Kyuhyun dari belakang dan memajukan bibir plump-nya.
"Masuklah!" Kyuhyun langsung masuk tanpa berbalik menatap Sungmin setelah mengganti sepatunya dengan sandal rumah.
Sungmin hanya menghembuskan napas menahan emosi. Ia segera masuk dan menutup pintu, kemudian mengikuti langkah Kyuhyun setelah memakai sandal rumah yang sudah tersedia.
"Sunbae, kau tinggal sendiri?" Sungmin bertanya saat ia tak menemukan orang lain di apartemen super mewah ini.
"Hm.." Kyuhyun hanya bergumam sambil berlalu menuju lemari pendingin di dapur dan meneguk botol berisi air dingin.
Sungmin meletakkan kopernya di samping sofa ruang tengah lalu mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan. "Rapi sekali." Sungmin berujar lirih. Sungmin yang notabene anak seorang pemilik D'Sapphire dan selalu hidup bergelimang harta, bersikap biasa saat memasuki apartemen Kyuhyun. Ia sudah terbiasa hidup dalam rumah bak istana dengan furniture-furniture mewah yang juga ia jumpai di apartemen Kyuhyun, namun ia sangat kagum akan kerapihan tempat yang hanya dihuni oleh seorang lelaki ini.
"Ini." Kyuhyun menyodorkan sebotol air mineral dingin yang langsung diterima oleh Sungmin.
"Gomawo.." Tangan Sungmin bergerak membuka tutup botol itu lalu meneguknya perlahan. Keduanya kini duduk berjauhan di sofa ruang tengah dalam suasana hening. Kyuhyun mengambil remote yang tergeletak di meja lalu menyalakan TV plasma berukuran besar di depan mereka untuk memecah keheningan.
"Ke mana orang tuamu?" Sungmin melirik Kyuhyun yang sedang sibuk mengganti channel.
"Mereka di Jepang untuk meng-handle perusahaan appa." Jawab Kyuhyun, masih sibuk dengan aktivitas mengganti channel TV. "Oh ya, itu kamarmu." Tangan kanan Kyuhyun menunjuk sebuah pintu di sebelah kanannya dan Sungmin " ...dan ini kamarku." Sekarang tangan kiri Kyuhyun yang menunjuk pintu di sebelah kirinya dan Sungmin.
Pandangan Sungmin mengikuti ke mana arah tangan Kyuhyun menunjuk lalu mengangguk sebagai tanda mengerti.
"Kalau begitu, aku ke kamarku dulu. Aku ingin mandi." Sungmin baru akan beranjak ke kamarnya namun urung saat tiba-tiba tangan kanan Kyuhyun menggenggam tangan kirinya.
"Tunggu dulu!" Kyuhyun langsung melepaskan genggaman tangan mereka saat mengetahui Sungmin menatapnya heran. "Aku lapar. Masakkan aku sesuatu! Aku juga ingin bukti dari ucapanmu bahwa kau pandai memasak."
"Haah~" Sungmin menghela napas sejenak. "Baiklah. Tapi aku ke kamar dulu untuk menaruh koperku." Sungmin langsung berjalan meninggalkan Kyuhyun menuju kamarnya. Kyuhyun menatap punggung Sungmin sekilas sebelum akhirnya ia juga beranjak dari duduknya lalu berjalan menuju kamarnya. Ia berniat untuk mandi sembari menunggu Sungmin memasak.
Sungmin mengedarkan pandangannya saat sudah berada dalam kamar yang akan ia tempati. Kamar bernuansa biru muda itu dilengkapi dengan jendela kaca cukup besar yang menghubungkannya dengan balkon. Sungmin mengusap sekilas permukaan nakas di samping tempat tidur king size yang akan menjadi tempat tidurnya. 'Tidak ada debu sedikit pun'. Batin Sungmin. Semua perabotan di dalam kamar itu tertata rapi dan Sungmin menyukai itu. Sungmin langsung berjalan keluar kamar setelah meletakkan semua barang bawaannya.
###
Sungmin menyambar apron merah yang tergantung di samping lemari pendingin berukuran besar begitu ia sampai di dapur . Sungmin menggelengkan kepala heran saat ia membuka lemari pendingin dua pintu milik Kyuhyun, yang hanya dipenuhi oleh makanan instan dan daging. Sungmin akhirnya memutuskan untuk memasak Bulgogi dan dua menu makan malam lain. Bulgogi merupakan masakan khas Korea berbahan dasar daging sapi dengan rasa gurih asin yang disajikan bersama nasi putih. Setelah beberapa menit menyiapkan serta mengirisi semua bahan masakan, Sungmin memanaskan pan di atas permukaan kompor induksi yang datar. Ia lalu memeriksa rice cooker di dekat lemari pendingin yang nampaknya tidak dalam keadaan menyala. Ternyata benar, tidak ada nasi di sana. Sungmin akhirnya beralih memeriksa rice box yang juga terletak di dekat lemari pendingin. "Sunbae, di mana kau menaruh beras? Beras di sini habis." Sungmin bertanya pada Kyuhyun yang baru keluar dari kamarnya sambil menunjuk rice box yang memang kosong.
"Oh.." Kyuhyun langsung menghentikan aktivitas mengeringkan rambut dan meletakkan handuknya di sofa, kemudian berjalan menuju lemari dekat kitchen set, mengangkat satu kantong beras berukuran cukup besar.
"Hhh.." Kyuhyun menghela napas berat setelah mengangkat dan menuangkan satu kantong beras 10 kg ke dalam rice box.
Sungmin yang sedang sibuk dengan masakannya melirik Kyuhyun sekilas. Ia tersenyum melihat Kyuhyun sibuk mencuci beras. 'Pengertian sekali.' Sungmin memuji dalam hati lalu menggelengkan kepala cepat.
Kyuhyun berlalu menuju ruang tengah setelah menekan tombol 'cook' di rice cooker. 'Cuek sekali dia' Sungmin sedikit memajukan bibirnya karena Kyuhyun pergi begitu saja tanpa berbicara sedikit pun.
Hampir dua jam Sungmin menyelesaikan semua masakannya. Sungmin melirik jam tangannya sekilas, pukul 20:05. "Masih jam makan malam." Ia sedikit terkejut saat tiba-tiba Kyuhyun berada di sampingnya, bergerak membantu membawakan piring-piring berisi masakan Sungmin ke meja makan yang letaknya tidak jauh dari dapur.
Kini mereka berdua duduk berhadapan di antara meja makan yang telah terisi dengan masakan Sungmin. Kyuhyun mengambil sumpit dan bergerak mencicipi Bulgogi.
Sungmin menggigit sumpit yang sudah sedari tadi ia pegang. "Bagaimana?"
"Aku tidak menyangka anak kecil sepertimu benar-benar pandai memasak." Sungmin langsung mendelik mendengar pujian sekaligus ejekan dari mulut Kyuhyun.
"YA! Aku bukan anak kecil! Aku sudah 20 tahun!" Sungmin menghentakkan sumpitnya ke meja, lalu langsung menyantap makan malamnya dengan hati dongkol.
Kyuhyun menahan senyum melihat Sungmin makan dengan wajah cemberut bercampur kesal. "Jika mendapat pujian itu harus berterima kasih, bukannya marah."
"Itu bukan pujian bodoh!" Ujar Sungmin dengan nada kesal.
Mata Kyuhyun melotot. "YA! Berani-beraninya kau bilang bodoh padaku! Aku 2 tahun lebih tua darimu!" Tangan kanan Kyuhyun yang sedang memegang sumpit menunjuk-nunjuk ke arah Sungmin.
Sungmin mengedikkan bahu. "Lalu?" Sungmin bertanya santai sambil tetap melahap makanannya.
"Yaish! Anak ini." Kyuhyun menggeram menahan kesal. Ingin sekali rasanya ia memukul kepala Sungmin dengan sumpit, namun urung mengingat dia adalah seorang gadis. Kyuhyun akhirnya kembali pada acara makannya.
Hening. Beberapa menit setelah pertengkaran kecil tadi, Kyuhyun dan Sungmin tidak lagi mengeluarkan suara. Hanya terdengar dentingan sumpit yang bersentuhan dengan dinding mangkuk nasi dari keduanya.
TRAK
Kyuhyun selesai makan lebih dulu. "Lee Sungmin. Berhentilah memanggilku sunbae." Suara bass Kyuhyun berhasil memecah keheningan di antara mereka.
"Wae?"
"Aku tidak suka."
"Lalu, kau mau aku memanggilmu oppa? Shirreo!" Seakan dapat membaca pikiran Kyuhyun, Sungmin langsung menolak sebelum Kyuhyun memintanya.
"Yaish!" Kyuhyun menghembuskan napas berat, berusaha untuk tetap sabar. "Sudahlah! Aku lelah bertengkar denganmu. Terserah kau mau memanggilku apa, asal jangan sunbae. Arrasseo?"
Sungmin tersenyum jahil "Arrasseo, Kyuhyunnie~"
Kyuhyun mendelik mendengar panggilan dari Sungmin lalu menghembuskan napas berat lagi. Sungmin hanya terkikik geli melihat wajah kesal Kyuhyun.
###
Pagi ini, Sungmin bangun sangat pagi karena semalam Kyuhyun berpesan akan ada kelas pagi. Ia menyiapkan sarapan untuk dirinya dan Kyuhyun setelah mandi terlebih dulu.
Semua menu sarapan untuk pagi ini telah terhidang rapi di meja makan. Sungmin duduk di salah satu kursi meja makan, dengan apron yang masih melekat pada tubuhnya. Ia mengeluarkan smartphone dari dalam saku apron, lalu ibu jarinya bergerak menggeser tombol unlock. Sungmin sedikit terkejut saat smartphone-nya telah terbuka dan menampilkan pemberitahuan berupa 10 misscall dari Siwon dan 13 misscall dari appa-nya.
"Haaah~" Sungmin menarik napas panjang dan menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi. Ia lalu men-dial salah satu nomor tadi.
"YA! LEE SUNGMIN! Kau sudah gila, eoh?!"
Sungmin sedikit menjauhkan smartphone-nya dari telinga saat suara keras terdengar dari seberang sana.
Sungmin memejamkan mata menahan emosi. "Appa, kali ini saja, tolong dengarkan aku, jebal.."
"Baik, apa maumu?" Appa Sungmin, Tuan Lee, bertanya dengan nada yang terdengar sangat tegas.
"Tolong jangan kekang aku lagi, appa. Biarkan aku bebas dan menikmati hidupku, maka aku akan tetap men-design untuk D'Sapphire." Suara Sungmin terdengar bergetar. Matanya terpejam, berusaha menahan air matanya yang terus memaksa untuk keluar.
"LEE SUNGMIN! KAU-"
KLIK
Sungmin sudah tidak tahan lagi. Ia langsung mematikan sambungan telepon dengan sang appa tanpa ingin mendengarkan jawaban darinya. Sungmin menelungkupkan wajahnya di atas ke dua tangannya yang ia tumpukkan di meja makan. Telapak tangan kanannya yang menggenggam smartphone terkepal kuat menahan emosi.
"Kau benar-benar bisa diandalkan ternyata."
"Eoh?" Sungmin terperanjat karena tiba-tiba Kyuhyun sudah berada dihadapannya sedang menarik kursi untuk duduk. Buru-buru ia mengusap air matanya yang hampir keluar.
"Kau mau berangkat bersamaku?" Kyuhyun bertanya sambil menyuap makanan ke dalam mulutnya.
Sungmin menggeleng. "Aniyo, kelasku siang."
Kyuhyun mengangguk paham. "Lee Sungmin. Ba-"
"Panggil aku Minnie saja. Aku tidak suka dipanggil seperti itu. Terlalu kaku." Sungmin memotong perkataan Kyuhyun. Ia lalu mulai menyuapkan makanan ke dalam mulutnya.
"Tsk, arra." Jawab Kyuhyun dengan nada ketus. "Ya. Ngomong-ngomong, bagaimana jika Siwon dan para bodyguard-nya itu berhasil menangkapmu?Mereka pasti tahu kau kuliah di mana bukan?"
"Aku berharap itu tidak akan terjadi." Ucap Sungmin sambil menatap Kyuhyun serius.
Kyuhyun mengernyitkan dahi.
"Sudahlah. Mereka tidak akan berani menangkapku di kampus. Aku juga sudah memikirkan seribu cara untuk melarikan diri dari mereka." Sungmin berucap sambil tersenyum manis.
DEG
Kyuhyun kembali merasakan perasaan aneh. Detak jantungnya tiba-tiba berdegup kencang saat melihat senyuman manis dari bibir Sungmin. Kyuhyun yang memang sudah menghabiskan makanannya, segera bangkit dari duduk agar tidak tertangkap oleh Sungmin bahwa dirinya sedang merasa gugup.
"Aku pergi dulu." Kyuhyun buru-buru beranjak ke pintu depan setelah menyampirkan tas ranselnya di bahu kanan.
Sungmin mematung di tempat duduknya, agak heran dengan tingkah Kyuhyun. "Kenapa dia?" Sungmin hanya mengedikkan bahu tanda tidak mengerti. Ia lalu bergerak membereskan piring-piring kotor di meja untuk dicuci.
###
Sungmin berjalan pelan menelusuri koridor bawah di kampusnya. Hari ini ia tidak memiliki semangat pergi ke kampus, karena kemarin ia tidak bertemu dengan Eunhyuk sahabatnya. Namun tiba-tiba iris lebarnya menangkap bayangan sesosok gadis yang sedang duduk tenang memunggunginya sambil membaca buku di taman kampus. Sungmin yang sangat yakin sosok itu adalah Eunhyuk, langsung berlari semangat ke arah gadis itu dan memeluknya dari belakang.
"Hyukkie-ah! Bogoshippooo~" Sungmin mengeratkan pelukannya di leher gadis itu.
Gadis itu sangat terkejut. Ia langsung membalikkan tubuhnya karena ia sangat mengenal suara itu. Kedua matanya berbinar kala melihat sosok yang tiba-tiba memeluknya.
"Minnie-ah!" Gadis itu, Eunhyuk, menarik Sungmin untuk kembali memeluknya. "Ya! Ku kira kau benar-benar meninggalkanku ke Paris. Kemarin-kemarin, aku sangat sedih dan khawatir, kau tahu?" Ujar Eunhyuk saat melepas pelukan mereka.
Sungmin tersenyum lebar. "Gomawo, telah mengkhawatirkanku. Aku janji, tidak akan pergi ke manapun."
PUK
Eunhyuk memukul pelan kepala Sungmin. "Yaish, kau ini." Tangan kanannya membimbing tangan Sungmin untuk duduk di sampingnya.
"Kemarin kau ke mana, Hyukkie? Hari pertamaku masuk setelah satu minggu lebih absen, kau malah tidak ada." Sungmin berujar sedih.
"Mianhae. Kemarin restoran Kim ahjumma sangat ramai. Aku benar-benar tidak tega meninggalkannya bekerja sendiri, jadi aku bolos." Ujar Eunhyuk sambil memamerkan gummy smile-nya.
Sungmin balas tersenyum sambil mengangguk paham. "Syukurlah. Ku kira kau sakit, Hyuk."
Eunhyuk adalah satu-satunya sahabat yang Sungmin miliki. Mereka berdua sudah bersahabat sejak SMA. Keluarga Eunhyuk tidak bisa dikatakan sama seperti keluarga Sungmin yang kaya raya. Makanya ia ikut banting tulang, membantu kedua orang tuanya dengan bekerja paruh waktu di sebuah restoran. Selama mereka bersahabat, tidak jarang Sungmin menawarkan bantuan materi yang selalu ditolak Eunhyuk, karena ia tidak ingin dianggap hanya memanfaatkan harta Sungmin. Makanya, tidak jarang juga, tanpa sepengetahuan Eunhyuk, Sungmin memberikan sejumlah uang kepada orang tua Eunhyuk. Itulah yang membuat Sungmin sangat menyayangi Eunhyuk, karena ia dapat merasakan sebuah ketulusan dari sahabatnya yang mempunyai nama asli Lee Hyukjae itu.
"Jadi kau kembali ke rumah tekutuk itu?" Eunhyuk bertanya dengan wajah serius.
Sungmin tersenyum lalu menggeleng cepat. "Ani.."
"Lalu?"
"Aku tinggal di apartemen Kyuhyun." Sungmin menjawab dengan suara lirih.
Mata Eunhyuk terbelalak kaget. "Mworago?! Maksudmu Cho Ky-mpph.." Sungmin membungkam mulut Eunhyuk, takut terdengar orang lain.
Sungmin mendekatkan wajahnya ke telinga Eunhyuk. "Ya! Kecilkan suaramu Hyukkie. Kau mau aku dikeroyok oleh para penggemarnya?"
Eunhyuk terdiam, menatap tidak percaya ke arah Sungmin yang sudah melepas bungkaman pada mulutnya. "Bagamaina bisa? Ceritakan semuanya padaku!"
Sungmin mengangguk lalu mulai menceritakan semua kejadian yang ia alami tiga hari lalu, mulai dari kejadian di bandara sampai akhirnya ia bisa tinggal di apartemen Kyuhyun.
###
Sungmin turun dari taksi tepat di depan gedung apartemen Kyuhyun setelah memberikan beberapa lembar uang kepada sang supir. Ia berjalan santai dengan kedua tangan penuh barang belanjaan menuju apartemen Kyuhyun tanpa menyadari ada seseorang di dalam Audi RS5 putih yang mengintainya dari kejauhan.
Lelaki berlesung pipit di dalam mobil terlihat menyeringai. "Rupanya di sini. Tunggu saja Lee Sungmin." Lelaki itu kemudian melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut.
Sungmin memencet delapan digit nomor pada pintu apartemen Kyuhyun dengan susah payah, tanpa mau menurunkan barang belanjaan dari kedua tangannya. Seusai kuliah, Sungmin pergi ke mall bersama Eunhyuk untuk berbelanja pakaian dan bahan-bahan makanan. Ia melihat snikers biru jeans Kyuhyun telah ada di depan pintu, yang menandakan bahwa Kyuhyun telah pulang.
"Aku pulang~" Sungmin bergegas masuk dan langsung menuju dapur, kemudian mengeluarkan bahan-bahan makanan yang sudah ia beli untuk ia letakkan pada tempatnya masing-masing.
Kyuhyun yang berada di kamar dan sedang sibuk mengetik sesuatu di MacBook-nya, segera berhenti lalu bangkit dari duduknya begitu mendengar suara Sungmin. Ia berjalan ke arah dapur, berhenti lalu berdiri menyender pada lemari pendingin, melipat kedua tangannya di dada sambil memperhatikan Sungmin yang sedang sibuk menyiapkan bahan untuk memasak. "Dari mana saja kau? Hampir jam makan malam, baru pulang." Kyuhyun bertanya dengan nada ketus.
Sungmin tersentak mendengar suara Kyuhyun yang tiba-tiba muncul dibelakangnya. "Mian. Pakaianku hampir habis karena aku hanya membawa sedikit, jadi aku pergi ke mall bersama Hyukkie untuk membeli beberapa pakaian sekaligus belanja bahan makanan. Di lemari es mu sama sekali tidak ada sayuran."
"Kalau begitu cepatlah! Aku lapar." Kyuhyun berujar ketus lalu melangkah pergi meninggalkan dapur.
Sungmin menengok ke belakang, menatap punggung Kyuhyun sesaat, lalu memajukan bibirnya. "Tsk! Galak sekali."
###
TOK TOK TOK
Pria paruh baya yang nampak sedang sibuk mempelajari sebuah dokumen di tangannya segera mendongakkan kepalanya saat mendengar pintu ruangannya diketuk. "Masuk."
"Annyeonghaseo Lee ahjussi." Seorang lelaki tinggi berwajah tampan masuk lalu membungkuk sopan setelah menutup pintu ruangan.
Pria paruh baya itu, Tuan Lee, sedikit menaikkan kaca mata yang sedari tadi bertengger di hidungnya. "Siwon-ah, ada apa?"
"Aku sudah tahu di mana Sungmin tinggal ahjussi. Jadi hanya tinggal menyusun rencana untuk mem..."
"Berhentilah mengejarnya, Siwon-ah."
Siwon mengerutkan dahi mendapati Tuan Lee yang tiba-tiba memotong perkataannya. Ia berusaha mencerna pernyataan yang keluar dari mulut Tuan Lee. "Ne? Apa maksud ahjussi?"
Tuan Lee menutup dokumen yang sedari tadi ia pegang dan menatap serius ke arah Siwon. "Biarkan dia menentukan hidupnya sendiri. Sudah cukup selama ini kita mengekangnya."
BRAK
Tuan Lee dan Siwon sontak mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Di sana nampak sesosok wanita paruh baya berparas cantik dengan balutan baju formal, tengah menatap tajam ke arah sang suami, Tuan Lee. "Apa yang kau katakan tadi? Kau gila?! Membiarkan Sungmin pergi dari rumah, kau ingin D'Sapphire hancur, eoh? Bagaimana jika ada yang ingin mencelakai Sungmin lagi?!" Napas Nyonya Hwang, istri Tuan Lee, memburu meluapkan amarahnya, menghujam sang suami dengan serentet pertanyaan. Tuan Lee tak bergeming, hanya menatap sang istri dalam diam.
Siwon merangkul bahu Nyonya Hwang, berusaha menenangkan. "Ahjumma, tenangkanlah dirimu."
Nyonya Hwang mendecih pelan. "Kenapa? Kenapa kau hanya diam?!"
Tuan Lee akhirnya bangkit dari kursinya, kedua telapak tangannya mengepal dan rahangnya mengeras menahan emosi. Ia lalu melangkah dan berhenti di hadapan Nyonya Hwang. "Meskipun pergi dari rumah, Sungmin akan tetap men-design untuk D'Sapphire. Kau puas?! Sudah cukup membuatnya menderita karena sampai sekarang dia tidak tahu tentang rahasia itu!"
BLAM
Tuan Lee berlalu meninggalkan Nyonya Hwang beserta Siwon dan membanting pintu ruangannya dengan kasar.
Nyonya Hwang tersenyum sinis. "Siwon-ah, awasi selalu Sungmin! Arrasseo?"
Siwon mengangguk. "Ne. Aku juga tidak akan pernah melepaskannya."
To be continued...
Hosh...Halloo~ Author amatir balik lagiiii
Di chapter 2 ini, aku coba nerapin masukan-masukan/saran-saran dari review yang udah masuk. Jujur, ga nyangka banget bakal dapet review lebih dari 50 *terharu* . Pokonya, big thanks and deep bow untuk semua yang udah mau baca, review, follow, sampe favorite FF ini. Masukan/saran dan kritik dari kalian bener-bener berguna banget dan jadi semangat buat aku. Saatnya bales review~
deviyanti137 : hayo siapa? Tunggu kelanjutan ceritanya yaa :)
KyuMin EvilAegyo : Iya, emang si Kyu modus tuh, haha..ini udah lanjut yaa :)
ChoLee.13 : Ming suka juga ga ya?Aku sih maunya suka juga,hoho..Dulu?kan baru ketemu. Udah dilanjut yaa :)
Nina317Elf : Makasiih..aku kasih lebih panjang dikit,hihi ^^v
Kyuna36 : Kyu lebih tua 2 tahun. Udah dilanjut yaa :)
widikuran : Makasiiiih ^^
Heldamagnae : Makasiih, udah aku lanjutin yaa :)
dewi. : Siapa hayoo?Ikutin ceritanya terus yaa :)
KyuMinHyuk1019 : Siaap! ^^
ayachi casey : Hai, salam kenal juga..Amiin, seneng banget disambut kaya gini. Bukan lawan bisnis ko, itu karena gengsi aja sebenernya, Kyu suka jaim gitu,wkwk..Makasih yaa ^^
yelzasonia416 : Siap! Udah aku lanjut yaa :)
ShinJiWoo920202 : Iya, umin terima kok, kkk ^^
cuttianisa : Hahaha, iya, udah mulai tinggal bareng tuh..Ini udah kilat belom? *garuk kepala . Makasih yaa ^^
cloudswan : iyaa, ini udah lanjut yaa :)
coffeewie : ini udah lanjut yaa~waah, jadi malu..maafkan masih ada typo :3
reaRelf : hooh, modus..itu karena Kyu jaim aja, kkk ^^
KobayashiAde : kasih tau ga ya? Nanti aja deh yaa ngasih taunya,hoho..udah dilanjut yaaa ^^
vitaminsparkyu : okee :)
nindaumairoh : ini udah dilanjuuut, alhamdulillah kalo suka, kkk ^^
TifyTiffanyLee : Udah dilanjuuut dear..udah kilat belom nih?hoho ^^
Ristinok137 : Udah dilanjuut ya dear~ ^^
Nova137 : Mmmm, bisa jadiii, haha :) Udah di lanjuuut yaa
Babychoi137 : Yuuuk, lanjut baca lagiiii :)
JewelStar : Hayo tebaak, kkk..ckck,pikirannya ngeres niih, hehe ^^v Ini udah kilat belom? Siap!
Cho Yooae : Iyaa, Kyu emang modus..siapa hayoo? Jawabannya ada di chapter depan *mungkin , hehe ^^
chaerashin : udah lanjuut yaa..Kyu bohong begitu karena gengsi ajaa,jaim gitu ceritanya :)
aey raa kms : udah dilanjuut yaa :)
Gye0mindo : ko panggil eon?ga kuat kenapa emang?hehe :3
xunqmin : serius mirip? Bahkan aku belom nonton loh, tau the heirs aja baru 2 minggu yang lalu :3
princess kyumin : panggil apa aja boleeh :) jadi maluuu, siaaap
YeArSan : makasiiih..itu karena Kyu jaim aja kok,kkk :)
hae-yha : yap! Ini udah lanjut yaa :)
coco : iih, ada cocoo..annyeong cocooo~hihi..alhamdulillah, itu ceritanya Sungmin udah 20 tahun coo, dia emang punya bakat gitu dari kecil, nah nanti dijelasin deh di cerita, ikutin terus makanya yaaa :* (kangen coco)
KyuWie : siapa yaa?ikutin terus yaaa,hehe ^^
kyuminlovelovelove : udah lanjut yaa :)
Thalia kms : hahaha, semoga ya dear~makasiih buat semangatnyaa ^^
sider imnida : haaai, serius?alhamdulillah kalo gitu, makasiiih :) siap, ini udah update yaa
Frozen Pizza : ini pasti Kielaaa ^^ iya, kapan lagi yaa?soalnya Kiela juga ngarep begituuuu,hehe..ini udah update :)
Mrs. Cho : udah update yaa :)
IsamGu : udah lanjut yaaa, amiin :)
PaboGirl : Siapa yah?pada nebak Donghae..jawabannya di next chapter yaa *mungkin, hehe ^^ Kyu bohong karena jaim ajaa,kkk
kyumin kyumin : udah mau kok :)
aira : udah update yaaa :)
adinda : huaaa, makasiiih dindaaa :* siap!siap!
Addina Lutfianda : Makasih banyak buat koreksinya din, udah gue kasih di awal chapter ini, hehe :) Ini udah update, baca lagi yaaa :*
fonami-kyuminelf : udah update yaa :)
aissofitra : hahaha..maapin yaaak, di chapter ini udah aku kasih fit, hehe..amiin, semoga bisa jadi :3 Fit, aku baru baca satuuuu
androiders31 : ternyata kenapa?
noerhyuk : udah dilanjut yaaa :) ga dear~
Guest : udah dilanjut yaaa :)
gwansim84 : iyaa, udah dilanjut yaa :) ikutin ceritanya terus aja yaa,hihi
Mifta Firsty : makasiiih banyak miftaa, buat masukan2 yang kemaren :)
miss key : udah dilanjut yaa :)
Hyugi Lee : hahaha..ini udah lanjut yaaa,udah ga penasaran kan?hehe :)
dianaprilia07 : eh, ada dian..makasiiih yaaaa :) ga, justru ga ada meja di sana dian, jadi itu maksudnya kursi tunggu penumpang yang panjang itu looh, jadi itu naro di kursi sampingnyaa, hehe
KyuminLove137 : biar akab, panggil hana aja :) Alhamdulillah kalo gitu, siap2, doakan saya :3 udah mau tuh mingnya,hehe
Ayas : Huaaaa, ayas komen jugaaa makasiiiiih :*
Laras : Syukur kalo gitu..waduuh, mau yang macho? :o udah dilanjut yaaa :)
Fuuuih, sekali lagi, makasih banyak buat semuanyaaa, masih tetep nunggu kritik dan saran. Maafkan jika kurang memuaskan *bow
The last, mind to review?
HanaDulSet
hanasyifa2
