Please, Remember Me
By: HanaDulSet
Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others
Genre: Romance, Drama
Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^
Warning: Gender Switch, Typo, Newbie
DON'T LIKE, DON'T READ
NO PLAGIAT!
-Chapter 3-
###
Arti kata:
Ahjussi = Paman
Gomawo = Terima kasih (informal)
Bogoshippo = Aku merindukanmu
Imnida = Imbuhan saat memperkenalkan diri (formal)
Oppa = Panggilan adik perempuan kepada kakak laki-laki
Hyung = Panggilan adik laki-laki kepada kakak laki-laki
Shireo = Tidak mau
Arrasseo = Mengerti
-ssi = Partikel untuk menunjukkan rasa hormat, yang berarti "saudara/saudari"
-ah = Partikel tambahan untuk memanggil seseorang (informal)
Ani = Tidak
Ne = Ya
Mwo? = Apa katamu?
Mianhae = Maaf (informal)
Annyeong = Halo/hai/bye
Kajja = Ayo
Omo! = Aduh!
Aigo = Ya ampun
Ya!/Hya = Hei
Chagi = Panggilan sayang
Wae? = Kenapa?
Gwenchana = Tidak apa-apa
###
Sungmin berjalan keluar dengan tergesa-gesa begitu pintu lift di lantai 1 gedung apartemen Kyuhyun terbuka. Ia baru saja menerima pesan dari seseorang yang sejak kemarin ia tunggu kedatangannya.
Senyuman di bibir Sungmin merekah, kala ia sampai di pintu utama gedung apartemen Kyuhyun. Ia melihat orang yang ia tunggu itu sedang berdiri di depan sebuah mobil sedan hitam dan tersenyum seraya melambaikan tangan ke arahnya.
"Shin ahjussi!" Sungmin segera berlari menghampiri pria tua yang tampak sangat rapi mengenakan setelan jas hitam dengan dasi kupu-kupu hitam tersemat di bagian kerah kemeja putihnya. "Shin ahjussi bogoshippo~" Sungmin memeluk sosok pria tua itu, mencoba menyalurkan perasaan rindu di hatinya pada sosok pria tua yang telah bekerja sebagai kepala pelayan di keluarganya selama 20 tahun.
"Saya juga sangat merindukan nona." Ucap kepala pelayan Shin saat melepaskan pelukan mereka.
Sungmin tersenyum sekilas. "Ahjussi, sudah kubilang hitamkan rambutmu lagi. Ubanmu terlihat semakin banyak."
Kepala pelayan Shin tertawa pelan. "Nona ini. Memang saya sudah tua, jadi biarkanlah saya terlihat seperti usia saya."
Sungmin tersenyum mendengar jawaban sosok lelaki tua bersahaja, yang selama ini ia kenal sangat sabar dan bijaksana.
"Ah, nona, saya sudah membawakan semua barang-barang yang nona minta. Maafkan saya tidak bisa berlama-lama. Saya khawatir ada yang mengetahui ini." Ucap kepala pelayan Shin seraya sibuk mengeluarkan satu-persatu barang milik Sungmin yang berupa lima buah kardus sepatu branded, tiga paper bag berukuran cukup besar, dan sebuah koper besar. Sungmin langsung memasang wajah cemberut lalu bergerak membantu mengeluarkan barang-barangnya.
"Jangan cemberut seperti itu, nona. Saya pasti akan sering mengunjungi nona." Kepala pelayan Shin memegang koper besar yang telah berhasil ia keluarkan bersama Sungmin. "Semua pakaian dan tas yang nona pesan, ada di dalam koper ini. Ayo, saya bawakan ini ke dalam."
Sungmin dengan cepat menahan tangan kepala pelayan Shin yang ingin menarik kopernya ke dalam. "Ani, biar aku saja ahjussi. Eoh? Kyu!" Sungmin berteriak saat matanya tiba-tiba melihat Kyuhyun sedang berjalan dari arah tempat parkir.
Kyuhyun segera mengeluarkan kedua tangannya dari dalam saku celana dan sedikit membungkuk sopan karena kepala pelayan Shin tiba-tiba membungkukkan badan ke arahnya.
"Ahjussi, perkenalkan, dia Cho Kyuhyun yang memberiku tempat tinggal di sini. Dan Kyu, ini Shin ahjussi, dia adalah kepala pelayan di rumahku." Ucap Sungmin memperkenalkan keduanya.
Kyuhyun menerima jabatan tangan kepala pelayan Shin dan tersenyum ramah. "Cho Kyuhyun imnida. Senang berkenalan dengan Anda."
Kepala pelayan Shin menepuk-nepuk lengan Kyuhyun seraya menyunggingkan senyuman tulus. "Saya juga sangat senang berkenalan dengan Anda, Kyuhyun-ssi. Terima kasih banyak telah membantu Nona Lee Sungmin."
Kyuhyun tersenyum canggung. "Ne, ahjussi."
"Kalau begitu, saya pergi dulu." Pamit kepala pelayan Shin sambil sedikit membungkukkan badannya.
Sungmin menghambur memeluk kepala pelayan Shin. "Gomawo ahjussi. Jangan lupa untuk menemuiku lagi." Perintah Sungmin dengan nada yang terdengar sedikit sedih.
"Pasti nona." Jawab kepala pelayan Shin. Ia masuk ke dalam tempat kemudi mobil, melambaikan tangan ke arah Sungmin dan Kyuhyun kemudian melajukan mobil sedan hitamnya setelah membunyikan klakson terlebih dahulu.
"Kyu!" Kyuhyun yang sudah berbalik dan berniat melangkah masuk gedung apartemen, urung karena Sungmin tiba-tiba memanggilnya.
"Apa?" Tanya Kyuhyun.
"Tolong bantu aku membawa koper besar ini, Kyu~" Sungmin memohon dengan wajah memelas yang justru terlihat sangat manis di mata Kyuhyun.
Kyuhyun menghela napas berat dan berkacak pinggang. "Kalau aku tidak mau, kau mau apa?"
Sungmin membulatkan kedua matanya. "Mwo?! Kau tega membiarkan aku membawa barang sebanyak ini sendiri?"
Kyuhyun hanya mengedikkan kedua bahunya sebagai jawaban.
Ingin rasanya Sungmin memukul kepala lelaki tampan di hadapannya sekarang, namun sebisa mungkin Sungmin redam emosinya untuk menghadapi lelaki keras kepala satu ini. "Ya! Kenapa kau selalu semaumu sendiri, hah?"
"Kau juga. Siapa yang menyuruhmu membawa barang sebanyak ini ke apartemenku?" Jawab Kyuhyun tidak terima.
Lama mereka berdebat tanpa menyadari kehadiran seseorang di dalam Audi R4 putih, yang datang tepat setelah kepala pelayan Shin pergi, tengah mengintai mereka berdua dari jarak yang tidak terlalu jauh.
"Aku selalu berusaha memenuhi perintahmu, tapi apa balasanmu sekarang?!Aku tahu aku memang merepotkanmu..."
Kyuhyun mengacak rambutnya kasar, frustasi dengan ocehan Sungmin yang tidak ada hentinya. "Aish. Diamlah! Baiklah, baiklah! Akan aku bawakan barang-barangmu ini. Merepotkan."
Sungmin tersenyum menang saat tangan kanan Kyuhyun merebut tiga paper bag dari tangannya. Tangan kiri Kyuhyun yang bebas menarik koper besar milik Sungmin lalu melangkah masuk gedung apartemen diikuti Sungmin yang hanya membawa tiga buah kardus sepatu, karena dua kardus yang lain sudah ia selipkan di paper bag yang dibawa Kyuhyun.
"Jadi dia tinggal di sini bersama lelaki itu? Sial!" Sosok lelaki berlesung pipit di dalam Audi R4 Putih itu nampak sangat geram melihat gadis yang sangat ia cintai bersama lelaki lain. Ia memukul kemudi mobilnya dengan kedua tangan yang mengepal kuat, lalu melajukan mobilnya cepat meninggalkan pelataran gedung apartemen Kyuhyun.
###
Sungmin telah selesai mencuci piring bekas makan malamnya dengan Kyuhyun. Ia mengambil beberapa snack lalu beranjak ke ruang tengah, meraih remote TV dan memencet tombol ON sambil menyamankan diri duduk di sofa panjang. Sungmin tersenyum senang saat dirinya berhasil menemukan channel drama favoritnya. Ia merubah posisi duduknya menjadi duduk bersila lalu mulai menikmati acara menonton drama sambil menikmati snack.
Sungmin terlihat sangat serius menonton. Ia tidak menyadari Kyuhyun sedang berjalan ke arahnya, kemudian langsung menyambar remote yang tergeletak di meja depan sofa dan mengganti channel-nya.
"YA! Kenapa kau ganti?!" Sungmin reflek memukul lengan Kyuhyun yang telah duduk nyaman di sampingnya dengan wajah tanpa dosa.
"Aku tidak suka drama." Kyuhyun berujar santai sambil memakan snack yang tergeletak di meja.
"Tapi aku yang menyalakannya lebih dulu! Kembalikan!" Sungmin berusaha merebut remote dari tangan Kyuhyun.
Kyuhyun segera mengangkat tangannya ke udara, menjauhkan remote dari jangkauan tangan mungil Sungmin. "Tapi ini TVku!" Kyuhyun berujar tidak mau kalah.
"Huh! Menyebalkan!" Sungmin mengerucutkan bibirnya kesal dan melipat kedua tangannya di dada. Ia akhirnya mengalah dan lebih memilih melanjutkan memakan snack dengan wajah cemberut.
Setelah cukup lama terdiam, Kyuhyun berniat membuka suara kembali. Sekilas ia melirik Sungmin yang duduk tak jauh darinya, lalu mengeluarkan sebuah amplop coklat dari dalam saku celana tidur panjangnya. "Ini."
Sungmin melirik amplop yang Kyuhyun taruh di meja, tepat dihadapannya. "Apa ini?" Sungmin meraih amplop itu dan membolak-baliknya.
"Bukalah."
Sungmin mengerutkan dahi bingung saat melihat isi amplop itu. "Uang? Untuk apa?"
"Itu untuk mengganti uang berbelanja bahan makanan kemarin." Ujar Kyuhyun.
"Aku tidak mau menerimanya. Lagipula ini terlalu banyak, Kyu." Sungmin meraih tangan Kyuhyun dan membimbing jemari lelaki tampan itu untuk menggenggam amplop berisi puluhan lembar uang pecahan seratus ribu Won.
Kyuhyun dengan cepat balik meraih tangan Sungmin dan memaksa Sungmin untuk menggenggam amplop itu. "Simpanlah! Itu untuk berbelanja selanjutnya juga. Arrasseo?"
"Haaah~arrasseo..." Lagi-lagi Sungmin mengalah dan menuruti perkataan Kyuhyun.
###
Kyuhyun terlihat sibuk mengikat tali sneakers-nya. Seperti biasa, Kyuhyun selalu mengambil posisi duduk di lantai depan pintu masuk untuk memakai sepatu. "Minnie-ah, aku berangkat dulu." Pintu apartemen sudah akan ditutup oleh Kyuhyun jika saja suara Sungmin tidak menginterupsinya dari dalam.
"Kyu, tunggu! Aku ikut." Sungmin berlari tergopoh menyusul Kyuhyun. Ia langsung mengenakan sandal rumah yang ada di lantai dan menyambar sepatu kets-nya dari rak sepatu, kemudian menghambur keluar pintu dan langsung menutupnya. Apartemen mewah Kyuhyun, memang telah dilengkapi berbagai fasilitas yang juga mewah dan selalu mempermudah sang pemilik. Salah satunya adalah kunci otomatis yang membuat sang pemilik tidak perlu repot mengunci pintu saat meninggalkan apartemennya. Hanya butuh menutup, maka pintu akan langsung terkunci.
"Pakailah dulu sepatumu!" Titah Kyuhyun pada Sungmin yang berjalan terburu-buru mendahuluinya.
"Nanti aku pakai di mobil. Kajja! Aku hampir terlambat." Sungmin langsung menarik lengan Kyuhyun dan membawanya melangkah cepat menuju tempat parkir di basement.
"YA! Lee Sungmin!" Sungmin tetap menarik lengan Kyuhyun tanpa mempedulikan teriakan protes dari lelaki itu.
###
Kyuhyun menghentikan Audi S5 Sportback hitamnya di parkiran basement kampusnya dan Sungmin. Kyuhyun membuka pintu kemudi lalu keluar sambil melepaskan kaca mata hitamnya. Ia mengedarkan pandangannya lalu merunduk ke arah pintu kemudi, bermaksud memanggil gadis manis yang tak kunjung keluar dari dalam mobilnya.
"Ya! Keluarlah! Di sini sepi, tidak akan ada yang melihat kita." Suara Kyuhyun mengagetkan Sungmin yang sedang mematung melihat ketampanan Kyuhyun. Ia segera menggelengkan kepala cepat, menepuk-nepuk kedua pipi chubby-nya, berusaha untuk menyadarkan diri.
"Ne..." Sungmin segera keluar dari dalam mobil dan dengan gerakan cepat mengenakan tas ransel berwarna soft pink miliknya."Gomawo, Kyu. Annyeong~" Sungmin tersenyum dan melambaikan tangan kemudian langsung berlari meninggalkanKyuhyun yang masih terdiam di samping mobilnya.
'manis sekali...' Batin Kyuhyun yang tanpa sadar telah menahan senyum. Ia lalu melangkah meninggalkan basement menuju tempatnya kuliah setelah mengunci mobilnya terlebih dahulu.
###
"Eh, itu Kyuhyun oppa. Omoo~tampan sekali dia..."
"Aigooo, tampannya~"
"Kyuhyun oppa~"
Kyuhyun berjalan santai menuju kelasnya, mengabaikan suara-suara samar dan tatapan kagum dari para gadis yang ia lewati. Ia membenarkan letak tas ransel di kedua bahunya, lalu memasukkan tangan kanan ke dalam saku jeans hitamnya.
"Kyunnie~bogoshippoo..." Kyuhyun terkesiap karena tiba-tiba seseorang mengamit lengan kanannya dengan manja. Ia langsung menoleh ke samping kanannya, dan menghela napas berat.
"Haaah~kau lagi." Kyuhyun berujar sambil memutar kedua bola matanya malas.
Gadis berwajah oriental yang bisa dikatakan sexy itu berjalan mengikuti Kyuhyun sambil bergelayut manja. "Kau tidak merindukanku? Sudah seminggu kita tidak bertemu, Kyu~"
Kyuhyun melepas paksa pelukan tangan gadis Cina itu pada lengan kanannya. "Hentikan, Vic! Jangan seperti ini."
Gadis yang diketahui bernama Victoria itu menghentakkan kedua kakinya kesal, karena lagi-lagi mendapat penolakan dari Kyuhyun. Ia memandang punggung Kyuhyun yang semakin menjauh di depannya dengan tatapan tajam. "Meskipun kau selalu menolakku, aku tidak akan pernah menyerah, Kyu." Victoria berujar dengan penuh keyakinan.
###
Musim semi yang selalu menjadikan Korea sebagai negara seribu bunga, telah memasuki bulan ke dua. Tahun ini, musim semi datang empat hari lebih awal dari tahun lalu, membuat masyarakat Seoul dapat menikmati indahnya bunga Cherry Blossom yang bermekaran pada awal bulan April. Lebih awal beberapa hari, karena tahun lalu bunga Cherry Blossom baru benar-benar mekar pada pertengahan bulan April.
Sungmin yang sangat menyukai musim semi dan Cherry Blossom, memutuskan untuk pergi seorang diri ke Yunjungno Cherry Blossom Tunnel di belakang National Assembly di pusat kota Seoul, menggunakan subway dari Gangnam.
"Huwaaah~indah sekali~" Ucap Sungmin begitu sampai di tempat tujuan. Ia menatap kagum pemandangan sebuah jalan aspal sepanjang 5,7 KM dengan sisi kiri dan kanannya berjajar kurang lebih 1.400 pohon, yang semuanya mekar dengan bunga Cherry Blossom putih bersemu merah jambu. Tempat ini adalah yang paling populer untuk menyaksikan Festival Cherry Blossom, salah satu festival tahunan yang selalu ditunggu oleh sebagian besar masyarakat Korea maupun para turis manca negara yang ingin menikmati musim semi di negeri Ginseng ini.
Gadis manis yang memang menyukai warna pink ini, begitu menikmati suasana indah nan ramai di sini. Sejenak ia memejamkan mata, menikmati udara kering namun tetap menyegarkan bagi orang yang menghirupnya. Setelah dirasa cukup, Sungmin kembali membuka kedua matanya seraya mendongak menatap birunya langit yang menambah keindahan suasana pagi menjelang siang ini. Ia melirik sebentar jam tangannya, pukul 10:15 a.m., kemudian mulai melangkahkan kaki menyusuri jalanan indah itu, bergabung dengan keramaian.
Masih dalam keadaan berjalan, Sungmin mengeluarkan smartphone dari dalam satchel bag coklatnya, lalu men-dial nomor seseorang.
"Hyukkie-ah~ seharusnya kau bolos kelas dan ikut denganku. Di sini benar-benar indah." Ucap Sungmin saat Eunhyuk yang berada di seberang sana telah menerima panggilannya.
"Aish, kau gila, Min! Sudah kubilang ada presentasi penting. Aku tidak mau tahu, hari Minggu kau harus menemaniku ke sana!"
Sungmin terkikik geli, merasa sukses membuat sahabatnya kesal. "Haha, arrasseo Hyukkie chagi~"
Senyuman Sungmin tiba-tiba memudar kala manik matanya melihat sosok lelaki berlesung pipit dengan beberapa bodyguard berjas hitam sedang berlari ke arahnya dari jarak yang cukup jauh. "Hyuk, aku tutup dulu, annyeong." Sungmin benar-benar panik dan segera menutup sambungan telepon tanpa mau mendengarkan jawaban dari sahabatnya di seberang sana. "Aish! Dasar Choi Siwon kuda sialan!" Gadis bermarga Lee itu mengacak rambutnya frustasi. Ia membalikkan badan dan langsung berlari menerjang keramaian.
"Minnie-ah! Berhenti! YA!" Teriak Siwon. Kedua matanya berusaha untuk tetap fokus pada Sungmin yang berlari kencang di antara banyaknya pengunjung di sepanjang jalanan Yunjungno Cherry Blossom Tunnel.
Sungmin yang telah kelelahan berlari dan kehabisan napas, hampir berhenti berlari jika saja sebuah tangan kekar tidak menarik tangannya untuk kembali berlari menjauh dari kejaran Siwon.
Mata Sungmin terbelalak saat melihat sosok yang membawanya berlari, menggenggam tangannya erat. "K-Kyu?"
"Sial! Ke mana dia? Aiissh!" Umpat Siwon, merasa sangat kesal karena kembali kehilangan jejak Sungmin. "Kau, kau, ke sana! Kalian berdua ke arah itu! Aku dan dia ke arah sini. Jangan sampai gagal!" Perintah Siwon kepada para bodyguard-nya untuk segera berpencar mencari Sungmin.
"Masuklah!" Titah Kyuhyun sesaat setelah membuka pintu penumpang bagian depan mobilnya. Ia mendorong pelan tubuh Sungmin untuk masuk kemudian menutup pintu mobilnya itu.
"Haaah~" Kyuhyun menhembuskan napas berat saat sudah duduk dan menutup pintu bagian kemudi Audi S5 Sportback hitam miliknya. Sedangkan Sungmin menatap tidak percaya ke arah lelaki yang mengenakan setelan kemeja lengan panjang warna hitam itu. "Wae?" Tanya Kyuhyun, merasa risih ditatap oleh Sungmin.
"Kenapa kau ada di sini? Kau mengikutiku, eoh?" Sungmin bertanya penasaran.
Kyuhyun menahan tawanya. "Apa? Mengikutimu? Percaya diri sekali."
"Eiii~aku tahu kau berbohong. Kau pasti mengikutiku. Iya kan? Eoh?" Ledek Sungmin sambil mengguncang pelan lengan Kyuhyun yang sedang bertumpu pada kemudi mobil.
"Aiish. Diamlah, anak kecil. Kau tidak lihat pakaianku? Aku sedang ada urusan pekerjaan di sekitar sini, dan tanpa sengaja melihatmu sedang berlari-lari tadi. Jadi jangan salah paham." Ujar Kyuhyun seraya menatap Sungmin yang sedang tersenyum jahil.
"Sudahlah Kyuhyunnie~mengaku saja kalau kau ini memang mengikutiku, tidak usah malu, gwenchana~" Sungmin menepuk-nepuk lengan Kyuhyun sambil tetap tersenyum jahil, memang bermaksud meledek lelaki yang telah menolongnya itu.
Kyuhyun hanya mengacak kasar rambutnya, merasa frustasi dengan tingkah gadis yang selalu telihat manis di matanya. "Aissh! Anak kecil ini benar-benar merepotkan." Umpat Kyuhyun lirih lalu menjalankan mobilnya untuk kembali ke Gangnam.
###
JEPRET.. JEPRET
Kyuhyun nampak sibuk dengan kameranya. Dari kejauhan, Kyuhyun membidik satu objek yang menurutnya sangat manis, sedang duduk sendiri di bangku taman dengan sebuah meja dihadapannya. Gadis itu tampak sedang serius menggambar sesuatu di sebuah buku yang Kyuhyun ketahui sebagai buku sketsa yang selalu dibawa oleh gadis itu. 'Sedang membuat design baju mungkin.' Pikir Kyuhyun dalam hati.
Kyuhyun terus memotret objek yang berada cukup jauh dari tempat ia duduk, berusaha untuk mendapatkan potret terbaik dari gadis itu secara sembunyi-sembunyi. Ia ikut tersenyum kala objek yang dibidiknya tersenyum. Seketika senyuman Kyuhyun memudar karena tiba-tiba bidikannya menjadi hitam. Ia langsung menjauhkan kamera dari wajahnya, dan seketika wajah Kyuhyun berubah kesal saat tahu siapa orang yang telah mengganggu kesibukannya dengan menutup lensa kameranya.
"YA! Hyung! Minggir kau!" Kyuhyun menyingkirkan tubuh sahabatnya, Donghae, dengan kasar karena menutupi pandangannya.
Donghae mengalah dan segera mengambil posisi duduk di samping Kyuhyun lalu merangkul bahunya. "Waah, baru kali ini aku melihat seorang Cho Kyuhyun jatuh cinta." Donghae berujar sambil terkekek berusaha meledek Kyuhyun.
"Aku hanya memotretnya, hyung. Sok tahu sekali kau." Kyuhyun menyingkirkan lengan Donghae dari bahunya.
"Aish! Anak ini."
PLETAK
"Hyung! Kenapa kau memukulku, eoh?!" Seketika Kyuhyun menghentikan kegiatan memotretnya dan mengusap kepalanya kasar.
"Sudah 3 minggu kau membiarkan dia tinggal di apartemenmu, dan kau selalu melindunginya jika para bodyguard itu datang mencarinya. Apa namanya jika kau tidak jatuh cinta padanya?Dasar tidak peka." Donghae mencibir dan berniat memukul kepala Kyuhyun lagi, namun urung kala melihat Kyuhyun sudang memasang tangan, berniat memukulnya juga.
"Apa?" Tantang Kyuhyun.
Tangan Donghae bergerak merangkul bahu Kyuhyun."Haha, hya..aku hanya bercanda, Kyu. Kajja, kita ke kantin. Aku lapar."
Kyuhyun menghembuskan napas dan menyingkirkan kembali lengan Donghae dari bahunya. Ia lalu bergerak bangkit dari duduknya dan langsung pergi meninggalkan Donghae.
Lelaki yang bernama lengkap Lee Donghae itu dengan segera bergerak menyusul Kyuhyun. "Ya! Cho Kyuhyun!"
###
"Haaah~" Sungmin membaringkan tubuhnya di sofa panjang ruang tengah. Ia baru saja sampai di apartemen Kyuhyun. Hari ini Sungmin merasa sangat lelah karena harus menempuh 3 mata kuliah sekaligus, dari pagi hingga sore. Matanya yang semula terpejam mendadak terbuka kala smartphone di saku celana jeans-nya bergetar menandakan ada pesan masuk.
From: Kyuhyun jelek
Kau sudah di apartemen?Sebentar lagi aku sampai. Jangan lupa masak makan malam!
Sungmin mengerucutkan bibir shape M-nya setelah membaca pesan dari Kyuhyun. Ia lalu mengetikkan satu kalimat balasan dengan cepat.
To: Kyuhyun jelek
Shireo! Aku sangat lelah.
Sungmin langsung menaruh smartphone-nya ke dalam tas, tanpa ingin menerima balasan lagi. Ia kembali melanjutkan kegiatan berbaringnya di sofa, namun kali ini dengan posisi miring menghadap sandaran sofa, lalu perlahan memejamkan kedua matanya.
###
'Awas kau, Lee Sungmin.' Kyuhyun membatin seraya menekan password apartemennya dengan gerakan cepat.
Kyuhyun sudah berniat memaki Sungmin begitu sampai di apartemen, namun hal tersebut urung ia lakukan kala manik obsidian-nya menangkap sosok Sungmin sedang terbaring di sofa dengan posisi membelakanginya.
Kyuhyun melipat kedua tangannya di dada, lalu mengambil posisi duduk di sofa kecil di depan tempat Sungmin tertidur."Anak ini benar-benar."
Kyuhyun mengambil smartphone dari dalam saku kemejanya berniat untuk memesan pizza, lalu men-dial sebuah nomor. "Ne. Satu Cheese Crust large size dan dua chocolate milkshake."
"..."
"Ne, Cheese King."
"..."
"Gamsahamnida.." Kyuhyun menutup sambungan telepon, lalu menatap punggung Sungmin sekilas. Ia membetulkan baju Sungmin yang tersingkap ke atas dan memperlihatkan sebagian punggung putihnya. Kemudian ia bangkit dari duduknya dan berjalan menuju dapur , mencuci tangan di wastafel lalu beralih membuka lemari es. Pandangan matanya menelusuri seluruh isi lemari esnya sejenak. Kyuhyun tersenyum tipis. Semenjak ada Sungmin, lemari esnya selalu penuh warna. Sayuran, buah-buahan, daging, jus, telur, softdrink, hampir semuanya ada. Sungmin selalu mengisi dengan lengkap lemari esnya. Kyuhyun mengambil tumblr hijau berukuran cukup besar yang berisi air mineral sebelum menutup pintu lemari es. Ia lalu berjalan kembali menuju ruang tengah sambil menuang air mineral ke dalam gelas. Kemudian meneguknya setelah mengambil posisi duduk di sofa tadi. Satu tangannya yang bebas bergerak meraih remote TV lalu menekan tombol ON.
"Eunghh~" Sungmin melenguh saat suara TV menyala mengusik pendengarannya dan berusaha untuk duduk dengan kedua mata masih terpejam. "Eoh? Kau sudah sampai?" Sungmin bertanya dengan suara parau khas orang bangun tidur saat matanya sudah berhasil terbuka sempurna.
"Hm." Kyuhyun mengangguk sekilas dengan pandangan matanya fokus pada acara TV.
"Apa kau sudah makan? Mianhae. Aku benar-benar lelah." Sungmin berujar sambil menundukkan kepalanya.
Kyuhyun melirik Sungmin sekilas. "Aku sudah pesan pizza. Mungkin sebentar lagi sampai."
TING TONG
Baru saja Kyuhyun menutup mulutnya, bunyi bel apartemen Kyuhyun langsung terdengar. "Ah! Itu dia sampai. Biar aku saja." Sungmin terkesiap dan langsung bergerak menuju pintu masuk. Karena terlalu bersemangat, tanpa melihat ke layar intercomm siapa yang datang, Sungmin langsung membukakan pintu.
"Anyeong Kyuh-"
"OMO!"
To be continued...
Nah lo! Siapa tuh yang dateng?
Gimana? Makin ngebosenin ya? Maaaaf kalo ceritanya makin ga jelas dan ga memuaskan...Buat yang nanya konflik lebih, masih aku simpen,hehe..Makannya sory banget kalo chapter ini feelnya datar-datar aja. Oh ya, walaupun udah telat, mau ngucapin Selamat Tahun Baru Islam 1435 H untuk yang merayakan~^^ Satu lagi, masih kerasa suasananya sampe hari ini, Happy 8th Anniversary Super Junior, our precious boys~^^
Ok, saatnya bales review~
deviyanti137 : iya, makasih ya udh baca+review..
Kyumin Town : udah dilanjut ya..thank you~
babychoi137 : Mau tau rahasinya apa?masih rahasia,hehe..ini udah lanjut ya?thank you~
imyk1601 : makasiiih..aduh,jgn galau dong..sabar ya?nanti juga ketauan,heuheu
Cho Minyu : Makasiih ya? Min suka Kyu ga ya?hehe..sabar,sabar,sabar, aku ampe bingung mau jawab yang mana dulu,heuheu..iya, di sini Siwon jadi antagonis. Pasti ada alesan kenapa ga dicerein,wkwk..ini udah lanjut chapter 3, thanks ya?^^
dewi. : haha, iya, kyu galak emang buat ngeles..makasih ya udh RnR ^^
reaRelf : udah dilanjut ya~
chaerashin : hihi, rahasianya?masih rahasiaa,wkwk..iya, Siwon jadi antagonis di sini..
Ai Rin Lee : Rahasianya?masih rahasia yaa?hihi..udah lanjut chapter 3 nih, makasih yaa~
Kyuna36 : Modus sih ga, lebih tepatnya terobsesi,hoho..udah lanjuut yaa, makasih udah RnR~
nova137 : sabar,sabar~ini aku kasih kyumin moment lagii, kurang ga?hehe
fonami-kyuminelf : udah kejawab kan? Siwon di sini jadi antagonis..oppanya Sungmin masih aku umpetin,heuheu
prfvckgyu : kyu galak buat nutupin rasa deg-degannya ke ming tuh,hoho
vitaminsparkyu1123 : iya, masih kuliah kok..ini udah lanjut,makasih ya~
Cho Hyun Ah Sparkins 137 : iya, emang bukan, udah baca chapter 1? Ini udah lanjut ya~
TifyTiffanyLee : bukan kok,bukan tiffany, dan bukan ibu kandungnya sungmin..iya, siwon jadi antagonis di sini..ini udah kilat belom?makasih yaaa~^^
Nina317Elf : waaah, komen kamu tajem banget loh, ngena deh..makasih yaaa~
fariny : udah dilanjut yaaa
aey raa kms : ditunggu aja yaaa,hehe ^^
aira : mmm,kapan ya?ditunggu aja yaa,hehe..itu kyu dari awal udah deg-degan loh kalo liat sungmin,hoho..waah,jinja?makasiih,doakan saya~thank you~^^
miss key : masih rahasia yaa,heuheu..
PaboGirl : ketebak ga?rahasia apa?masih rahasia yaaa,hehe..mantan lebih tepatnya..makasih yaa,udah RnR ^^
Thalia kms : sama-sama~panggil hana aja ^^ kependekan ya?panjang karena ada balesan review kali yaa,heuheu..udah lanjuuut,makasiih udah baca sama review ^^
KyuWie : iya, itu nyonya hwang ibu tiri sungmin,hoho..
xunqmin : iya nih siwon,hoho..
Rilianda Abelira : udah lanjut yaaa~
KyuMin EvilAegyo : iya tuh, rahasia apa?masih rahasia yaa~hehe..waduuh,jgn diiket dooong,sakiiit,kkk..udah lanjut yaaa
princess kyumin : iyaa,santai aja ^^ yap, absolutely right..itu bukan ibu kandungnya sungmin. Udah dilanjuut, makasiih udah RnR~
KyuminLove137 : masih dong sariii ^^hahaha,jinja?ati-ati jagan senyam-senyum sendiri keterusan *eh, hhe..ini udah dilanjut lagi yaaa,makasiiiih
JoyELF : udah dilanjut yaaa ^^
ShinJiWoo920202 : hahaha, iya,biar tau rasa tuh..udah lanjut lagi yaaa^^
kimteechul : makasiiiih, udah dilanjut yaaa ^^
hanna : eh, nama kita samaa,hehe ^^ iyaa, dia jadi antagonis, makasiih yaaa~
kyuminlovelovelove : yap,betul..makasiiih yaaaa
flamingduizhang : ini tisa kan? Ternyata mulu daaah :3
Thania Lee : Ini Thania Lee author my love my dongsaeng kan?waaah,sumpah seneng bangeet dikomen sama author favoriiit :3 aku suka banget my love my dongsaeng loh, terakhir aku baca chapter 9, sampe aku follow sama favorite,hehe..makasiiiih banget ya udah bilang sukaa~iya, siwon jadi antagonis di sini. Rahasianya ya?masih rahasia yaaa,heheFF kamu dilanjut jg dooong :3
Addina Lutfiandari : udah gue lanjut nih diiiin, thank you banget yaa udah mau baca teruuuus :*
Yak, makasiih bangettt buat semua yang udah nyempetin waktu untuk baca dan review. Oh ya, kalo ada yang mau follow twitterku *yang mau aja^^*, hanasyifa2 ya? Nanti aku followback #abaikan. Sekali lagi, maafkan saya jika mengecewakan. Masih adakah yang mau kalo FF ini dilanjutkan? Review ya?*bow
HanaDulSet
