Please, Remember Me

By: HanaDulSet

Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others

Genre: Romance, Drama

Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^

Warning: Gender Switch, Typo, Newbie

DON'T LIKE, DON'T READ

NO PLAGIAT!

-Chapter 4-

###

Arti kata:

Gamsahamnida = Terima kasih (formal)

Geurae = Baiklah

Ppalli = Cepat

Arrasseo = Mengerti

Appo = Sakit

-ah = Partikel tambahan untuk memanggil seseorang (informal)

Molla = Tidak tahu/entahlah

Ne = Ya

Mworago?/Mwo? = Apa katamu?

Eomma = Ibu

Omo! = Aduh!

Ya!/Hya = Hei

Gwenchana = Tidak apa-apa

Mianhae = Maaf (informal)

###

"OMO!"

Mata kedua gadis yang saling berhadapan itu sama-sama terbelalak kaget mendapati sosok yang ada dihadapannya masing-masing.

"YA! Sedang apa kau ada di apartemen Kyuhyun, hah?" Sosok wanita cantik berwajah oriental itu membentak Sungmin dengan mata yang berkilat marah.

Sungmin menelan ludah, berusaha menahan rasa gugupnya. "Kau sendiri mau apa kemari?" Sungmin memberanikan diri balik bertanya.

"Cih.." Victoria mendecih dan menyunggingkan senyum meremehkan. "Siapa kau? Beraninya bertanya seperti itu padaku."

"Dia kekasihku. Dan dia tinggal di sini bersamaku."

Mata Sungmin dan Victoria sama-sama membulat karena Kyuhyun tiba-tiba muncul di samping Sungmin dengan pernyataannya yang begitu mengejutkan kedua gadis itu.

Victoria benar-benar shock dengan pernyataan Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun dan Sungmin bergantian dengan tatapan tidak percaya. Dadanya bergemuruh dan kedua tangannya terkepal kuat menahan amarah. "Apa-apaan ini?!"

"Sebaiknya kau pulang Vic. Hari sudah malam, dan tolong jangan ganggu kami."

Kedua mata Victoria kembali membulat kala Kyuhyun langsung menutup pintu apartemennya. "YA! Cho Kyuhyun! Teganya kau, YA!"

Masih di balik pintu, Sungmin menatap Kyuhyun tidak percaya. Seakan tahu Sungmin akan berteriak menyemprotnya, tangan kanan Kyuhyun langsung membekap mulut Sungmin yang hampir terbuka dan membimbing tubuh langsingnya masuk ke dalam, tanpa mempedulikan suara gebrakan pintu dari luar.

PLAK PLAK PLAK

Sungmin langsung memukuli lengan Kyuhyun begitu mulutnya telah lepas dari bekapan tangan Kyuhyun. "YA! Apa maksudmu tadi, eoh? Kau gila!" Sungmin memaki Kyuhyun sambil tetap memukulinya.

Kyuhyun berusaha menangkis dan meraih tangan gesit Sungmin yang terus memukulinya."YA! Berhenti memukuliku. YA! Lee Sungmin!"

SREET

Sungmin tercekat saat Kyuhyun berhasil mencengkram pergelangan tangannya. Napasnya sedikit memburu menahan emosi.

TING TONG

Baru saja Kyuhyun ingin membuka suara, namun bel apartemennya kembali berbunyi. Ia langsung melepaskan tangan Sungmin dan berjalan menuju pintu apartemennya.

"Eoh." Kyuhyun segera membukakan pintu kala melihat pengantar pizza yang nampak di layar intercomm.

"Satu cheese king dan 2 chocolate milkshake." Ujar si pengantar pizza dengan ramah.

Kyuhyun mengangguk dan memberikan beberapa lembar Won. "Ne, gamsahamnida~" Ucap Kyuhyun saat menerima pesanannya. Ia tidak langsung menutup pintu saat pengantar pizza telah pergi. Lelaki tiu sedikit melangkah keluar dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling, memastikan bahwa gadis Cina itu sudah benar-benar pulang.

Kyuhyun masuk ke dalam dan mendesah lega mengetahui Victoria sudah pergi dari apartemennya. Ia menatap Sungmin yang sedang duduk bersender di sofa dengan melipat kedua tangannya di dada memasang wajah cemberut, sebelum akhirnya duduk dan meletakkan pizza serta milkshake di atas meja.

"Makanlah! Jangan cemberut begitu. Jelek sekali." Kyuhyun mencibir sambil mengambil satu potong pizza lalu menyodorkannya ke arah Sungmin.

Sungmin menatap potongan pizza dan Kyuhyun bergantian, lalu menerimanya dengan agak kasar. "Huh! Kau menyebalkan. Apa maksudmu tadi, eoh?" Sungmin bertanya sambil memakan pizza-nya, masih dengan wajah cemberut.

"Aku hanya bermaksud menolongmu." Ucap Kyuhyun dengan santai, terlihat sangat menikmati potongan pizza di tangannya.

Sungmin membulatkan mata. "Mworago? Menolongku?" Sungmin menghela napas sejenak. "YA! Yang ada aku akan dikeroyok oleh para penggemarmu!"

Kyuhyun mengambil tissue di meja lalu mengelap mulutnya dengan cepat. "YA! Berhentilah berteriak seperti itu! Kita bisa membicarakan ini baik-baik."

Sungmin menyambar gelas milkshake lalu meminumnya, berusaha untuk mendinginkan kepalanya yang terasa panas. "Fine. Kita bicarakan ini baik-baik. Katakan, sebenarnya apa maksudmu mengatakan bahwa aku kekasihmu di depan Victoria, hah?" Tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun tajam seperti sedang menginterogasi.

Kyuhyun balas menatap Sungmin. "Aku ingin kau berpura-pura menjadi kekasihku."

Sungmin kembali membulatkan mata foxy-nya. "MWO?! Kau jangan bercanda."

"Aku tidak bercanda. Aku ingin terbebas dari gadis-gadis yang selalu mengejarku, termasuk Victoria. Aku ini bukan selebriti, dan aku sangat merasa tidak nyaman dengan itu." Kyuhyun berujar dengan jujur.

Sungmin memejamkan mata sejenak, mengacak rambutnya frustasi. 'Tuhan, kenapa jadi begini?' Batin Sungmin. "Lalu, jika aku mau, apa imbalan untukku?"

"YA! Aku sudah memberikanmu tempat tinggal gratis, anak kecil!" Kyuhyun berujar tidak terima.

Sungmin memajukan bibirnya kesal. "Berhenti memanggilku anak kecil! Aku memberi imbalan memasak untuk itu."

Kali ini Kyuhyun yang mengacak rambutnya frustasi. "Aiish! Geurae, apa maumu, Nona Lee Sungmin?"

Sungmin tersenyum menang. "Karena kau ingin aku berpura-pura menjadi kekasihmu, aku ingin kau kau lebih menjaga serta melindungiku dari kejaran si kuda Choi Siwon itu. Aku sangat berterima kasih karena kemarin, kau telah dua kali menyelamatkanku dari kejaran Siwon dan para bodyguard sialan itu. Satu lagi. Berhenti memanggilku anak kecil! Kau harus memperlakukanku dengan baik, arrasseo?"

Kyuhyun mendesah pelan dan tersenyum meremehkan mendengar permintaan Sungmin. "Baik. Itu bukan hal yang sulit bagiku. Deal?" Kyuhyun mengulurkan tangan mengajak Sungmin untuk berjabat tangan.

Sungmin tersenyum puas lalu menerima jabatan tangan Kyuhyun. "Deal."

###

TOK TOK TOK TOK

"Kyu~banguun!" Sungmin mengetuk pintu kamar Kyuhyun dengan intens, berharap sang penghuni segera bangun. "Kyuuu!" Karena tidak mendapatkan respon, tangan kanan Sungmin beralih menekan knop pintu kamar Kyuhyun yang ternyata tidak dikunci. Awalnya Sungmin ragu, baru kali ini ia memasuki kamar Kyuhyun. Wangi maskulin langsung menyeruak masuk ke dalam indra penciuman Sungmin kala ia memasuki Kamar Kyuhyun yang sedikit lebih luas dari kamarnya. Kamar yang juga didominasi oleh warna biru muda itu dilengkapi dengan furniture-furniture mewah dan sungguh tertata rapi, membuat Sungmin sedikit berdecak kagum pada sosok lelaki yang masih bergelung dengan selimut tebal di ranjang king size miliknya.

"Kyuuu! Banguuun!" Sungmin mengguncang tubuh Kyuhyun yang nampak masih terlelap. "Jangan karena ini hari Minggu lalu kau bermalas-malasan begini!" Sungmin menasihati sambil tetap mengguncang tubuh Kyuhyun. "Aish. Susah sekali. Kyuu! Ppalli~ayo temani aku ke Hangang Park!"

"Aish! Berisik sekali!" Protes Kyuhyun. Selimut tebal yang awalnya menutupi tubuhnya sampai batas leher, kini ia tarik sampai menutupi kepalanya.

Sungmin menggeram kesal. Kesabarannya sudah habis, dan dengan gerakan cepat, tangan kanannya menarik selimut tebal yang menutupi tubuh Kyuhyun. "OMO! YAAA!" Mata Sungmin melotot kaget dan reflek melempar selimut tebal itu kembali ke arah tubuh Kyuhyun yang topless, kemudian segera membalikkan badannya membelakangi Kyuhyun. Sungmin merasakan wajahnya memanas melihat Kyuhyun yang hanya memakai boxer.

"Ya! Kenapa kau tidak memakai bajumu, eoh?" Sungmin bertanya tanpa ingin membalikkan badannya.

Kyuhyun yang nampak tidak mempermasalahkan tubuh topless-nya terlihat oleh Sungmin, bangkit dari posisi tidurnya dengan kedua mata yang masih setengah terpejam. Ia mengacak rambut cokelatnya pelan, dan berusaha membuka kedua matanya. "Siapa suruh kau masuk tanpa seizinku." Jawab Kyuhyun dengan suara parau khas orang bangun tidur.

"Aku sudah mengetuk pintu, tapi kau tidak menjawab. Makanya aku memutuskan masuk karena pintu kamarmu juga tidak dikunci." Ucap Sungmin jujur, masih enggan untuk membalikkan badannya.

Kyuhyun memakai kaos dark blue polos yang ia ambil dari bawah selimut dengan gerakan cepat. Ia memandang punggung Sungmin dan tersenyum sekilas. "Berbaliklah! Aku sudah memakai baju."

Sungmin tidak segera berbalik menuruti perintah Kyuhyun. Ia memejamkan mata karena sangat yakin wajahnya sekarang telah berubah merah padam. Kulit pada wajah Sungmin akan terlihat merah jika ia merasa malu dan marah. Ia tidak akan pernah bisa menghindari itu karena merupakan bawaan dari ia lahir.

Kyuhyun menahan tawa saat Sungmin telah berbalik menghadapnya. "M-mwo? Tertawalah sepuas hatimu!" Sungmin mengerucutkan bibirnya lucu.

"Hya. Ada apa dengan wajahmu? Kau malu, eoh?" Ejek Kyuhyun.

Sungmin memberanikan diri menatap Kyuhyun. "Diam kau. Memang seperti ini wajahku."

"Alasan." Cibir Kyuhyun. "Ada apa membangunkanku sepagi ini? Bahkan di luar masih gelap." Kyuhyun bertanya sambil menunjuk ke arah jendela kaca besar di kamarnya yang tirainya sedikit terbuka.

"Temani aku ke taman Sungai Han. Aku ingin bersepeda, Kyu. Sudah lama sekali aku tidak ke tempat itu." Ujar Sungmin dengan raut wajah sedih.

"Kau kan bisa pergi sendiri. Untuk apa mengajakku?Aku izinkan kau memakai sepedaku. Kau juga bisa menyewa sepeda di sana." Kyuhyun hendak melangkah keluar kamar namun Sungmin segera menahan tangannya.

Genggaman tangan itu segera Sungmin lepas kala Kyuhyun menatapnya. "Itu..sebenarnya, aku..tidak bisa mengendarai sepeda, Kyu." Lirih Sungmin menahan malu.

Kyuhyun sedikit kaget mendengar pengakuan Sungmin. "Mwo? Kau tidak bisa mengendarai sepeda? Yang benar saja. Kau memang benar-benar anak kecil." Ejek Kyuhyun pada Sungmin yang masih menunduk.

Sungmin menengadahkan kepalanya menatap Kyuhyun tajam. "Kalau memang tidak mau, ya sudah! Tidak usah mengejekku seperti itu!" Sungmin sedikit berteriak kesal dan langsung pergi dari hadapan Kyuhyun.

Kedua mata Kyuhyun menatap Sungmin yang melangkah cepat tanpa menutup pintu kamarnya.

BLAM

Kyuhyun sedikit tersentak saat suara pintu kamar Sungmin yang dibanting terdengar sampai ke kamarnya. "Begitu saja marah. Menyeramkan sekali." Gumam Kyuhyun mencibir. Ia lalu berjalan santai keluar kamarnya menuju dapur. "Waah, dia sudah memasak ternyata. Bangun jam berapa dia?" Ucap Kyuhyun bermonolog. "Padahal dia orang kaya, tapi kenapa dia rajin sekali?" Kyuhyun mengedikkan bahu. "Entahlah. Aku makan saja."

###

TOK TOK TOK

"Ya! Anak kecil! Apa kau tidak lapar? Sudah setengah hari kau di dalam." Tegur Kyuhyun dari luar kamar Sungmin.

Sungmin yang sedang berkutat dengan buku sketsa dan peralatan menggambarnya mengerucutkan bibirnya kesal. "Masih peduli padaku?Lihat saja. Aku benar-benar tidak akan keluar kamar sampai besok." Sungmin menekan pensil pada gambar design-nya pertanda kesal. "Aku tidak akan kelaparan karena aku memiliki persediaan makanan di kamar, Cho Kuhyun."

"Aish! Anak kecil itu benar-benar." Umpat Kyuhyun karena tidak ada respon sama sekali dari Sungmin. "Ya! Terserah kau ingin sampai kapan mengurung diri di dalam! Aku tidak peduli jika kau kelaparan."

Sampai malam menjelang, Sungmin benar-benar tidak kunjung keluar kamarnya. Kyuhyun terpaksa menelepon Pizza delivery untuk makan malamnya. Saat jam makan siang tadi, Kyuhyun memilih makan di restoran di depan apartemennya. Berkali-kali Kyuhyun mengeluarkan suara sindiran tentang makanan, memancing Sungmin supaya mau keluar, namun tetap saja nihil. Jujur saja Kyuhyun sedikit khawatir karena sepengetahuannya Sungmin belum memakan apapun dari pagi. Saat ia sarapan, makanan di meja makan belum tersentuh sama sekali. "Bagaimana kalau di dalam ternyata dia pingsan? Atau bahkan...astaga!" Kyuhyun segera masuk ke kamarnya, mencari kunci cadangan kamar Sungmin. "Di mana aku meletakkannya?" Kyuhyun tampak sedikit frustasi mencari sambil mengingat letak kunci itu. "Ah, ini dia!" Ia menutup laci meja kerjanya dengan gerakan cepat dan langsung menuju kamar Sungmin.

Beruntung Sungmin mencabut kuncinya dari dalam dan membuat Kyuhyun berhasil membuka kunci pintu kamar Sungmin. Kyuhyun lalu menekan knop pintu kamar Sungmin dengan gerakan pelan. Kedua matanya dapat langsung menangkap bayangan Sungmin saat ia sudah membuka pintu. Ia berjalan menghampiri Sungmin yang tertidur dalam posisi duduk dengan kepala di atas meja dan wajahnya menghadap ke samping.

Kyuhyun menatap Sungmin yang tertidur sangat pulas, lalu mengambil sebuah kursi di dekat meja rias. Kyuhyun meletakkan kursi dan duduk tepat di samping Sungmin. Dilihatnya perlengkapan menggambar Sungmin yang sedikit berserakan di meja. Ia menyangga kepalanya dengan tangan kanan untuk menatap wajah manis Sungmin. "Dari jarak sedekat ini, kau tetap terlihat manis." Lirih Kyuhyun sambil tersenyum. "Mianhae, telah membuatmu marah." Jemari tangan Kyuhyun bergerak pelan merapikan poni yang menutupi mata Sungmin. Senyuman di bibir Kyuhyun kembali merekah kala matanya melihat tempat sampah di bawah meja Sungmin penuh dengan bungkus makanan. "Syukurlah kau tidak kelaparan." Ucap Kyuhyun kembali menatap Sungmin. Ia dapat merasakan deru napas Sungmin yang teratur menerpa kulit wajahnya. Perlahan tapi pasti, Kyuhyun semakin mendekatkan wajahnya ke wajah Sungmin. Aroma vanilla dari tubuh Sungmin menyeruak masuk ke dalam indra penciumannya. Ia berusaha setengah mati mengabaikan detak jantungnya yang berpacu sangat cepat. Kyuhyun memejamkan kedua matanya saat ia berhasil menghapus jarak antara wajahnya dengan wajah Sungmin dan mendaratkan bibirnya tepat di bibir plum milik Sungmin. Kyuhyun mencium Sungmin dengan sangat lembut, merasakan manisnya bibir gadis yang menjadi first kiss bagi dirinya. Khawatir Sungmin akan terbangun dari tidurnya, Kyuhyun mengakhiri ciumannya dengan mengecup pelan bibir Sungmin. Ia tersenyum tipis menatap wajah damai Sungmin yang tetap terlelap. Kedua tangan Kyuhyun kemudian bergerak dengan hati-hati mengangkat kepala Sungmin, lalu menggendongnya ala bridal style menuju tempat tidur. Kyuhyun merebahkan tubuh Sungmin dengan hati-hati lalu menyelimutinya dengan selimut tebal putih sampai batas leher. Kyuhyun kembali tersenyum dan hendak meninggalkan kamar Sungmin, jika saja ia tidak melihat raut wajah Sungmin yang berubah menjadi gelisah.

"Eomma...eomma..." Suara parau Sungmin terdengar lirih dan kedua matanya masih terpejam.

Kyuhyun masih berdiri pada posisinya tadi, menatap Sungmin dengan tatapan yang sulit diartikan. Sudah beberapa kali ini Kyuhyun mendengar Sungmin mengigau memanggil-manggil 'eomma'. Lelaki bermarga Cho itu nampak berpikir lalu menghembuskan napas pelan, dan memutuskan untuk melangkah keluar kamar saat karena Sungmin sudah kembali terlelap.

###

"Eungh~" Sungmin menggeliat pelan dan menyamankan diri bergelung dibalik selimut tebalnya. "Eoh?" Sungmin langsung membuka kedua matanya dan bangkit dari posisi tidur saat menyadari sesuatu. "Bukannya tadi malam aku tertidur di meja?" Ia nampak berpikir keras sambil menggaruk pelan kepalanya. "Ah, molla~ Ssss, sakit sekali." Sungmin meringis kesakitan. Kedua tangannya memegangi perut bagian bawahnya yang tiba-tiba kembali terasa sakit. Ia terpaksa bangkit dari tempat tidur dan berjalan pelan menuju ke kamar mandi dengan tangan kanan yang masih setia memegangi perutnya.

Sungmin telah selesai mandi, dan kini ia sedang mematut dirinya di cermin. Sebenarnya Sungmin tidak ingin pergi ke kampus, mengingat kondisi tubuhnya yang kurang sehat akibat hari pertama datang bulan. Perutnya benar-benar terasa sakit dan wajah manisnya terlihat sangat pucat sekarang. Kelas pagi dan presentasi tugas, membuat Sungmin mengurungkan niat untuk tidak pergi ke kampus dan memutuskan untuk langsung mandi, meskipun jam masih menunjukkan pukul 5 pagi.

Sungmin mengenakan tank top warna soft orange yang ia masukkan ke dalam high waist skirt warna beige 5 cm di atas lutut. Ia memoles tipis wajahnya dengan bedak dan mengoles bibir plumnya dengan lipbalm. Rambut hitamnya yang telah melebihi bahu ia biarkan tergerai. Terakhir, ia memakai color stripe cardie berwarna dasar krem bergaris soft orange sebagai outer, dan tak lupa menyemprotkan parfum aroma vanilla di beberapatitik nadinya. Sungmin nampak sangat manis dan wajah pucatnya berhasil sedikit tersamarkan. Ia lalu menyambar pouch bag motif bunga kecil-kecil yang senada dengan warna roknya sebelum melangkah keluar kamarnya menuju dapur.

Sesampainya di dapur, Sungmin meletakkan tasnya di kursi meja makan lalu menyambar apron merah yang biasa ia kenakan. Beberapa kali ia menarik napas dan menghembuskannya pelan sambil memejamkan mata, berharap rasa sakit di perutnya bisa berkurang. Sungmin memasak omelet yang dicampur dengan daging sapi cincang rebus. Aroma sedap khas omelet menyebar hampir ke seluruh bagian apartemen Kyuhyun, membuat lelaki tampan yang baru saja selesai berpakaian itu segera keluar dari kamarnya dan berjalan menghampiri Sungmin di dapur.

Kyuhyun memperhatikan Sungmin yang sedang sibuk merapikan dapur dari belakang dan duduk di kursi meja makan yang biasa ia tempati. Dahi Kyuhyun sedikit mengkerut melihat meja makan yang hanya terisi satu piring omelet berukuran cukup besar, satu mangkok berisi nasi, dan satu gelas susu coklat, yang berarti Sungmin tidak menyiapkan nasi dan susu untuk dirinya.

"Ya! Mana nasi dan susu untukku?" Tanya Kyuhyun dengan nada kesal.

Sungmin memajukan bibirnya kesal. Tanpa menjawab pertanyaan Kyuhyun, Sungmin langsung mengambil mangkuk dan mengisinya dengan nasi. Ia juga membuatkan satu gelas besar susu coklat lalu berbalik menghadap Kyuhyun.

BRAK

Kyuhyun terperanjat karena Sungmin menaruh mangkuk nasi dan gelas susu di hadapannya dengan kasar. "Ya! Kau-" Makian Kyuhyun terhenti kala melihat wajah Sungmin yang nampak kesal sekaligus pucat.

Mereka berdua makan dalam diam. Sungmin yang masih kesal dengan Kyuhyun, memilih untuk tidak berkontak mata dengan lelaki itu. Sesekali Kyuhyun melirik Sungmin yang menurutnya nampak tidak sehat.

SRET

Sungmin selesai lebih dulu. Tubuhnya bergerak mendorong kursi ke belakang lalu bangkit dari duduknya dan menuju wastafel untuk mencuci mangkuk dan gelas yang tadi ia pakai. Tak lama setelah itu, Sungmin segera melepas apron merah yang sedari tadi melekat di tubuhnya dan mengembalikannya ke tempat semula. Dengan gerakan cepat, ia menyambar pouch bag miliknya di kursi dan berlalu meninggalkan Kyuhyun yang masih sibuk menghabiskan sarapannya. Kedua mata Kyuhyun tidak lepas memandang heran gadis manis yang kini telah menghilang di balik pintu apartemennya.

TRAK

"Aissh!" Umpat Kyuhyun sambil melempar sumpit yang ia pegang ke meja makan. Kedua tangannya kemudian mengacak rambut ikalnya dengan kasar.

###

"Minnie-ah, gwenchana? Kau terlihat pucat." Eunhyuk yang berjalan di samping Sungmin bertanya dengan nada khawatir. Tangan kanannya terulur memegang kening Sungmin yang nampak berkeringat.

"Appo~" Rengek Sungmin sambil bergelayut manja dan menyandarkan kepalanya di bahu kiri Eunhyuk.

"Hari pertama ya?"

"Eum." Sungmin mengangguk cepat. "Kali ini terasa sangat sakit dari biasanya."

"Mau ke kantin? Aku lapar."

"Boleh, tapi aku ke toilet dulu, ne?" Tanya Sungmin sambil melepaskan tautan tangannya pada lengan Eunhyuk.

"Eum, aku juga mau ke perpustakaan dulu, Min. Hubungi aku jika kau sudah selesai, ne?" Sungmin mengangguk, mengiyakan permintaan sahabatnya itu. Eunhyuk memamerkan gummy smile-nya dan melambaikan tangan kemudian berlalu meninggalkan Sungmin.

###

Sungmin terdiam di depan cermin lebar toilet. Ia memandangi pantulan wajahnya yang basah akibat basuhan air dari keran wastafel berbahan marmer. Tangan kanannya bergerak mengambil handuk kecil berwarna soft pink dari dalam pouch bag-nya yang kemudian ia gunakan untuk mengusap pelan wajah manisnya. Setelah itu, gadis penyuka warna pink itu memasukkan kembali handuk kecilnya ke dalam tas dan melangkah keluar toilet.

"Ah! YA!" Teriak Sungmin saat tiba-tiba seseorang menarik rambutnya dari belakang dan membawanya kembali ke lorong depan toilet yang cukup sepi. Tangan Sungmin berusaha menggapai tangan yang telah lancang menarik rambutnya itu.

BRUK

To be continued...

Hallooooo~maafkan saya belum bisa update kilat, harap dimaklumi, karena saya masih sangat amatiran, jadi perlu usaha keras untuk melanjutkan cerita ini,huhu..Makasiiih banget buat readers yang dari awal selalu review maupun readers baru yang udah bersedia baca dan kasih komen..Buat silent readers juga makasiiiih yaaa^^ Last, ditunggu reviewnya lagi ya? Review kalian semua sangat berarti untuk saya...*bow

TifyTiffanyLee: udah kejawab kan siapa yang di depan pintu?hehe..jadi siwon itu mantan tunangannya Sungmin, di chapter awal di jelasin ko ^^ Waduh, maapin deh yaaaa

danactebh: Yap! Seratus buat kamuuu..makasih yaaa

reaRelf: iyaa,bener banget..

KobayashiAde: bisa dibilang begitu,hehe..iya,bener banget,makasih yaaa

Tika137: iya,bener..sabar,jangan emosii,heuheu

chaerashin: iya,emangdasar si Kyu..udah kejawab kan?hehe

Nina317Elf: waaah,jinja? ^^ Sip, makasih banyak yaaaa

Heldamagnae: jawabannya yang kedua yaaa,hehe

Cho Hyun Ah Sparkins 137: Kapan ya?ditunggu aja yaa..pengennya panjang apa pendek?aku sih pengennya ga panjang-panjang..makasih yaaa

fonami-kyuminelf: eomma kyu belum muncul,hihi..sabar yaa,wkwk

vitaminsparkyu1123: yaaah,jangan males doong,hehe..

Love Kyumin: annyeong~kawaat kali kecantol,hihi..tepat! Makasih banyak sariiii

kyuminlovelovelove: emang tuh ga mau ngaku-ngaku dia..makasih yaaa,ini udah lanjut,wkwk

aey raa kms: ini udah lanjut chapter 4nya, makasih yaaa

137: Hallo~salam kenal ^^ Bisa dibilang gitu,hoho..Yaah,bingung di mananya?Siwon itu keponakan nyonya Hwang..thanks yaaa

PaboGirl: Waaah, tebakannya benerrr ^^

Ria: Hai juga, salam kenal ^^ yosh, demi apapun aku bingung harus jawab yang mana dulu,heuheu..jadi Siwon masih ngejar-ngejar Min terus karena cinta banget sama Sungmin, terobsesi sih lebih tepatnya, mereka berdua dijodohin..kl masalah oppanya Min, masih aku simpen,hehe..siapa yg dateng udah kejawab ya di chapter ini..thanks yaaa

dianaprilia07: iya,ga apa-apa kok dian..maaf,tebakan anda salah,hihi..mmm,maunya dijadiin apa ga?wkwkwk

KyuWie: bisa dibilang gitu,hehe..yang dateng victoria,kkk ^^ Makasih yaaaa

dewi. : sama-sama~hahaha,emang begitu kerjaannya Siwon *eh,hehe

Cho MeiHwa: Makasiiih,ini udah dilanjut yaa ^^

ChoLee.13: pas di bandara itu first meet mereka,hehe..yang dateng Victoria tuh,hoho..makasih yaaaa

kimteechul: bukan Siwon, tapi Victoria,hehe

Ayu: huwaaa,ayuuu thank you bangeeeeet ^^

HanaDulSet