Please, Remember Me
By: HanaDulSet
Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others
Genre: Romance, Drama
Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^
Warning: Gender Switch, Typo, Newbie
DON'T LIKE, DON'T READ
NO PLAGIAT!
-Chapter 5-
###
Waegeurae? = Ada apa?
Jamkkan manyo = Sebentar
Chukkae = Selamat
Yeoboseyo = Halo (sapaan di telepon)
###
"Akh! YA!" Teriak Sungmin saat tiba-tiba seseorang menarik rambutnya dari belakang dan membawanya kembali ke lorong depan toilet yang cukup sepi. Tangan Sungmin berusaha menggapai tangan yang telah lancang menarik rambutnya itu.
BRUK
Tubuh Sungmin di dorong kasar oleh seorang gadis cantik berwajah oriental hingga punggungnya menyentuh dinding lorong toilet dengan keras.
Sungmin meringis menahan sakit pada punggung dan perutnya. "YA! Apa-apaan kau?!" Tanya Sungmin tidak terima. Wajah manisnya memancarkan aura kemarahan karena diperlakukan kasar.
Gadis oriental itu mendecih dan tersenyum sinis. "Cih! Kau benar-benar suka menantangku ternyata. Harusnya aku yang bertanya, berani sekali kau tinggal bersama Kyuhyun oppa!"
Sungmin tersenyum meremehkan. Entah kenapa, ia tidak lagi merasa takut berhadapan dengan gadis bernama Victoria itu. "Oppa? Manis sekali."
Mata Victoria mendelik tidak suka mendengar ejekan Sungmin. Kedua tangannya lalu mencengkram bahu Sungmin. "Kau! Jawab pertanyaanku! Apa maksudmu tinggal bersama Kyuhyun, eoh?!"
"Bukan urusanmu!" Kedua tangan Sungmin menghempaskan tangan Victoria dari bahunya dan berniat pergi dari hadapan gadis Cina berambut panjang itu. Namun secepat kilat, tangan Victoria langsung mencengkram kuat pergelangan tangan kiri Sungmin.
"Dasar gadis murahan! Dibayar berapa kau untuk semalam, hah?!" Bentak Victoria.
Kedua mata Sungmin mendelik dan menatap tajam Victoria.
PLAK
Tangan kanan Sungmin refleks menampar keras pipi gadis oriental itu. Sedetik kemudian, langsung terbesit sedikit rasa sesal di hati Sungmin atas perlakuannya. Namun, kesabarannya benar-benar telah habis saat ini. Napasnya sedikit memburu dan wajah manisnya memerah akibat menahan emosi. "Jaga bicaramu, Vic!" Bentak Sungmin seraya menatap tajam Victoria yang tengah memegangi pipi kirinya. Gadis Cina itu benar-benar terkejut atas tamparan keras dari Sungmin. Merasa tidak terima, Victoria hendak menampar balik Sungmin, jika saja sebuah suara bass seseorang tidak menginterupsi gerakan tangannya yang hampir mendarat di pipi Sungmin.
"Victoria!"
Sungmin dan Victoria sontak menoleh ke arah datangnya suara yang sangat mereka kenal. Sang pemilik suara, Kyuhyun, yang melihat Victoria ingin menampar Sungmin, segera menghampiri mereka berdua.
"Lepas!" Sungmin melepaskan secara paksa tangan Victoria yang masih setia mencengkram pergelangan tangan kirinya. Ia tidak menyadari sesuatu terjatuh dari pergelangan tangan kirinya dan langsung meninggalkan tempat itu karena ia tidak ingin bertemu dengan Kyuhyun.
"YA! Mau ke mana kau? Ya!" Teriak Victoria seraya melihat Sungmin yang berlari meninggalkan tempat itu. "Oppa~ Dia yang menamparku lebih dulu ~jahat sekali gadis itu! Dan dia kabur begitu saja." Adu Victoria pada Kyuhyun yang kini telah bediri di hadapannya.
Kyuhyun sama sekali tidak mempedulikan rengekan Victoria. Perhatiannya justru tertuju pada sebuah benda berupa gelang berwarna soft pink yang tergeletak di lantai. Ia segera berjongkok dan memungut benda itu. 'Bukannya ini gelang yang selalu Sungmin pakai?' Tanya Kyuhyun dalam hati, dan tanpa pikir panjang, ia segera memasukkan gelang rajutan yang kondisinya hampir putus pada bagian ujungnya itu ke dalam saku celana jeans hitamnya. Ia lalu pergi meninggalkan Victoria yang hanya diam termangu karena diabaikan oleh Kyuhyun.
"Oppa! Kyuhyun oppa! Isshh!" Victoria berjalan dengan menghentakkan kaki jenjangnya, berusaha mengejar Kyuhyun yang melangkah cepat menjauhinya.
###
"Minnie-ah!" Teriak Eunhyuk saat kedua matanya menangkap bayangan Sungmin tengah berjalan tergesa-gesa.
"Minnie-ah! Tunggu!" Eunhyuk berhasil menangkap pergelangan tangan Sungmin. "Waegeurae? Kenapa kau lama sekali?" Tanya Eunhyuk dengan napas sedikit tersengal-sengal. Ia sangat cemas melihat keadaan sahabatnya yang tampak kacau.
Sungmin mencoba mengatur deru napasnya yang memburu. Sementara tangannya yang sedikit bergetar menggenggam erat tangan Eunhyuk. "Aku menghilangkan gelang itu."
"Mwo?! Mungkin tadi kau menjatuhkannya di toilet."
Sungmin menggeleng cepat. Tangan kanannya buru-buru mengusap air mata yang hampir keluar dari sudut matanya. "Aniyo. Aku sudah memeriksa ke sana. Sekarang aku harus ke apartemen Kyuhyun, Hyuk. Mungkin tertinggal di kamarku. Nanti kuceritakan lagi." Sungmin langsung melepas genggaman tangan mereka dan berlari meninggalkan Eunhyuk.
"Ya! Lee Sungmin! Aiisssh! Anak itu." Eunhyuk berhenti mengejar Sungmin karena sahabatnya itu dengan sangat cepat lenyap dari pandangannya.
###
KLING
Seorang pria tua bersahaja yang tengah duduk sambil menyeruput secangkir teh hangat di salah satu meja dekat jendela, seketika menoleh saat mendengar bel tanda seseorang membuka pintu kedai kecil itu berbunyi. Ia tersenyum kala orang yang membuka pintu tersebut adalah seseorang yang ia nanti.
Pria tua itu lalu bangkit dari duduknya dan sedikit membungkukkan badan. "Annyeonghaseo Kyuhyun-ssi."
Lelaki yang di panggil Kyuhyun itu segera balas membungkuk sopan ke arah sang pria tua. "Annyeonghaseo, Shin ahjussi."
"Silakan duduk." Sang pria tua yang tak lain adalah Kepala pelayan Shin mempersilakan Kyuhyun untuk duduk di depannya. Ia lalu menuangkan teh ke dalam sebuah cangkir kosong di hadapan Kyuhyun.
"Gamsahamnida." Ucap Kyuhyun sambil sedikit menundukkan kepala yang dibalas senyuman oleh Kepala Pelayan Shin.
"Sebelumnya, saya ingin mengucapkan terima kasih banyak tentang kejadian di Yunjungno waktu itu. Maafkan saya karena waktu itu tiba-tiba menghubungi Anda dan meminta tolong untuk menyusul Nona Sungmin. Terima kasih juga karena Kyuhyun-ssi bersedia menemui saya di sini." Ungkap Kepala Pelayan Shin.
"Ah, aniyo. Gwenchana. Mmm, ahjussi, bersikaplah biasa terhadapku. Jangan terlalu sopan seperti itu. Aku merasa tidak nyaman." Kyuhyun berujar sambil tersenyum ramah.
Kepala Pelayan Shin tersenyum jahil mendengar ucapan Kyuhyun. "Apa tidak apa-apa saya bersikap biasa pada direktur salah satu perusahaan Cho Grup?"
Kyuhyun sedikit terkejut. "Dari mana ahjussi mengetahui itu? Sungguh tidak apa-apa. Lagipula jabatan itu belum diresmikan."
Kepala Pelayan Shin kembali tertawa pelan. "Baiklah kalau begitu. Ah, bagaimana kabar Nona Sungmin?"
"Hmm..Sepertinya dia sedikit tidak sehat. Tadi pagi, wajahnya terlihat agak pucat." Tangan kanan Kyuhyun mengusap pelan tengkuknya. Di dalam benaknya terbesit perasaan bersalah, mengingat ia telah membuat Sungmin marah.
"Benarkah? Mungkin anemianya kambuh." Ujar Kepala Pelayan Shin pelan. Raut wajahnya menyiratkan sebuah perasaan khawatir.
Kyuhyun mengernyitkan dahi. "Anemia?"
"Ne. Nona Sungmin telah mengidap penyakit itu semenjak dia masih bayi. Hanya dengan istirahat dan meminum obatnya, Nona Sungmin akan kembali pulih." Kepala Pelayan Shin menghembuskan napas berat kemudian tersenyum. "Nona Sungmin itu sudah saya anggap seperti putri saya sendiri. Dia gadis yang sangat manis bukan?"
Kyuhyun yang sedang meminum tehnya hampir saja tersedak mendengar pertanyaan Kepala Pelayan Shin. Ia hanya tersenyum kaku menanggapi pertanyaan pria tua yang sangat ramah itu. "Ahjussi..."
"Ne?"
"Aku sebenarnya heran, kenapa Sungmin tidak seperti gadis-gadis kaya pada umumnya? Dia selalu bangun pagi dan pandai memasak." Ujung jari telunjuk Kyuhyun menggaruk pelan bagian belakang telinganya yang tidak gatal.
Kepala Pelayan Shin tertawa ringan mendengar pertanyaan Kyuhyun. "Itu karena Nona Sungmin memang dilahirkan sebagai gadis manis yang rajin. Semenjak kecil, Nona Sungmin juga selalu bersama pengasuhnya yang pandai memasak. Nona Sungmin kecil yang cerewet dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, selalu menghambur ikut memasak dengan mulut yang tak ada hentinya bertanya." Kenang Kepala Pelayan Shin seraya tersenyum lebar.
Sebuah senyuman juga tercetak di bibir Kyuhyun. "Lalu, benarkah Sungmin tidak pernah sekali pun melihat sosok ibu kandungnya?"
Kepala Pelayan Shin menarik napas sebentar lalu menghembuskannya perlahan sebelum kembali membuka suara. "Ne, itu benar. Saat saya baru bekerja di rumah keluarga Lee, Nona Sungmin baru berusia tiga bulan, dan saat itu Nyonya Hwang sudah menjadi istri Tuan Lee Kangin. Saat itu saya sama sekali tidak mengetahui bahwa Nyonya Hwang bukan ibu kandung Nona Sungmin. Setelah beberapa bulan saya bekerja, Tuan Lee Kangin sendiri yang menceritakan bahwa ibu kandung Nona Sungmin telah meninggal."
"Jamkkan manyo. Tadi ahjussi bilang Tuan Lee Kangin?" Kyuhyun mengerutkan dahi, tampak berusaha mengingat sesuatu.
"Ne. Tuan Lee Kangin adalah ayah Nona Sungmin." Jawab Kepala Pelayan Shin singkat.
'Lee Kangin? Jadi itu nama lengkap pemilik D'Sapphire? Nama itu seperti tidak asing di telingaku. Tapi siapa?' Kyuhyun bertanya-tanya dalam hati. Kedua matanya menatap kosong ke depan. Ia berusaha me-recall memori di otaknya, hingga tak sadar jika sosok pria tua di hadapannya sedang menatapnya heran seraya mengibaskan tangan kanannya ke depan wajah Kyuhyun.
"Kyuhyun-ssi, waegeurae?"
Suara Kepala Pelayan Shin membuyarkan lamunan Kyuhyun. Lelaki tampan itu hanya tersenyum kaku sambil menggelengkan kepala cepat. "Aniyo. Lanjutkan ceritamu ahjussi."
Kepala Pelayan Shin tersenyum sekilas. "Nona Sungmin adalah gadis yang periang, meskipun selama ini ia kesepian. Tuan dan Nyonya selalu sibuk bekerja. Nona Sungmin hanya mempunyai kami para pelayan sebagai temannya. Ia akan menjadi sangat rapuh jika teringat kenyataan pahit tentang dirinya yang bahkan tidak pernah melihat wajah ibu kandungnya."
"Memangnya tidak ada foto?"
"Tidak ada."
"Lalu, di mana makam ibu kandung Sungmin? Apa ahjussi tahu kenapa ayahSungmin pernah merahasiakan tentang kematian ibu kandungnya?"
"Saya tidak pernah mengetahui tentang semua hal itu, Kyuhyun-ssi. Nona Sungmin yang selama ini selalu berusaha mencari tahu tentang ibu kandungnya, sampai sekarang tidak pernah berhasil mendapatkan informasi yang benar." Jawab Kepala Pelayan Shin. Kali ini wajahnya tampak sangat serius.
'Aneh sekali.' Batin Kyuhyun.
"Ada satu benda yang ditinggalkan oleh ibu kandung Nona Sungmin."
"Apa itu?" Kyuhyun bertanya penasaran.
"Gelang rajut merah mudayang selalu Nona Sungmin pakai. Itu adalah benda yang paling berharga baginya. Namun Nona Sungmin baru mengetahui tentang gelang itu sesaat sebelum pengasuh Nona Sungmin meninggal dua tahun yang lalu. Dia sangat hati-hati dalam menjaga benda itu."
Kyuhyun hanya diam tertegun mendengar jawaban dari Kepala Pelayan Shin.
###
BLAM
Sungmin menutup pintu apartemen Kyuhyun dengan gerakan cepat. Ia langsung melesat menuju kamarnya setelah melepas flat shoes yang ia kenakan, tanpa memakai sandal rumah terlebih dahulu. Begitu pintu kamarnya terbuka, gadis itu langsung menuju meja belajarnya untuk mencari benda yang sangat berharga bagi dirinya. Dengan gerakan tergesa-gesa, diangkatnya satu-persatu benda yang ada di atas meja, seperti kotak pensil, buku-buku, dan kertas-kertas bergambar sketsa miliknya, berharap benda itu segera ia temukan, namun nihil. Kemudian ia langsung beralih membuka satu-persatu laci di bawah meja, mengorek sampai bagian terdalam laci, benda yang Sungmin cari tetap tidak ada. Tempat tidur king size-nya yang kemudian menjadi tempat pencariannya. Ia menyingkap bed cover dengan kasar, mengangkat satu-persatu bantal di sana, dan melemparnya sembarang, lalu meraba ke seluruh bagian tempat tidurnya.
Bulir-bulir keringat dingin perlahan menetes dari pelipis Sungmin. Kedua tangannya mengusap wajahnya frustasi. "Eoteokke?"
Saat ini, Sungmin benar-benar terlihat kacau. Ia tak kuasa lagi menahan air mata yang sedari tadi memaksa ingin keluar. Setiap sudut kamarnya telah ia geledah, namun hasilnya tetap nihil. Tubuh letih yang ia sandarkan ke dinding di samping tempat tidur perlahan merosot ke bawah. Kedua tangannya bergerak menutup wajahnya yang telah memerah dan basah karena air mata. "Eomma~hiks..eoteokke?"
"Hiks..hiks.." Suara isakan tangis dari mulut Sungmin mendominasi ruangan kamar yang cukup besar ini. Gadis yang kini terlihat sangat rapuh itu duduk di sudut antara dinding dan tempat tidur, dengan kedua tangan memeluk lututnya. Ia tak lagi mengenakan cardigan yang sedari tadi menutupi kulitnya yang seputih susu.
"Eomma~" Isakan Sungmin berubah menjadi tangisan yang tersedu-sedu. Ia menenggelamkan wajahnya di lutut yang masih ia peluk untuk meredam tangisannya. Tubuhnya bergetar dan napasnya tersengal-sengal. Ia tidak tahu lagi harus melakukan apa untuk mencari benda yang sangat berharga bagi dirinya itu.
###
"Haaah~" Kyuhyun menghembuskan napas berat setelah membanting tubuh letihnya di tempat tidur. Sejenak ia menatap langit-langit kamarnya lalu memejamkan mata. 'Tolong jaga Nona Lee Sungmin.' Perkataan terakhir Kepala Pelayan Shin saat akan berpisah di kedai tadi, kembali terngiang di telinga Kyuhyun.
'Saya sangat senang Nona Sungmin bertemu dengan Kyuhyun-ssi. Saya bisa melihat Nona Sungmin yang ceria seperti dulu.'
'Beberapa tahun ini, dia selalu terkekang. Ke mana pun dia pergi, bodyguard selalu berada di dekatnya.'
'Semenjak insiden penculikan Nona Lee Sungmin tujuh tahun lalu, Tuan Lee tidak pernah mengizinkan Nona Sungmin pergi sendiri. Nona Sungmin juga tidak bisa bebas pergi ke mana pun.'
'Sampai sekarang pun, Nona Sungmin masih dalam bahaya, karena kompetitor KL Grup, terutama D'Sapphire, masih terus mengincar Nona Sungmin.'
'Kyuhyun-ssi, jangan biarkan Nona Sungmin kembali pada Choi Siwon.'
Kyuhyun menghembuskan napas berat mengingat perkataan-perkataan Kepala Pelayan Shin yang lain. Lelaki itu kembali membuka kedua mata dan segera bangkit dari posisi tidurnya setelah mengingat sesuatu. Tangan kanannya berusaha mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana jeans hitamnya dan menatapnya dengan seksama . Benda itu tak lain adalah gelang rajut milik Sungmin yang lebarnya hanya sekitar 1 cm. Warnanya yang sedikit memudar namun tidak nampak kotor sama sekali, mencerminkan bahwa gelang itu telah lama dimiliki. Kancing berbentuk bunga yang berfungsi sebagai pengait antar ujung gelang itu hampir terlepas. Rajutan pada ujung yang lain juga putus. Kyuhyun menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. "Bagaimana aku membetulkannya?"
Otak jenius Kyuhyun tak membiarkannya lama dalam berpikir. Lelaki itu bergegas menuju meja belajar sekaligus meja kerjanya yang terletak di depan tempat tidur. Jari telunjuknya menekan tombol power pada layar iMac lalu duduk, mengambil posisi senyaman mungkin di office chair-nya yang berwarna hitam.
Wajah Kyuhyun tampak serius menatap layar iMac-nya, browsing ke sana ke mari demi mendapatkan informasi tentang cara merajut. Kedua matanya sedikit membulat saat kursornya membuka situs yang ia rasa sangat tepat. Kyuhyun menepuk pelan dahinya. "Jarum hook!" Lelaki itu langsung melesat keluar kamar menuju ruang penyimpanan di samping kamarnya. Sejenak ia mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan kecil yang penuh dengan barang namun tetap tertata rapi itu, mencoba mengingat letak kotak peralatan merajut milik ibunya. "Ah!" Kyuhyun tersenyum lega saat kedua matanya berhasil menangkap sebuah kotak berbahan duplex merah maroon berada pada tumpukan paling bawah. Ia mengambil satu persatu kotak yang menumpuk di atas kotak merah maroon itu, dan segera mengembalikannya ke posisi semula setelah mengambil kotak yang ia maksud. "Untung eomma pernah mengikuti kursus merajut."
###
"Aiish! Kenapa susah sekali!" Umpat Kyuhyun. Jarum hook dan gelang rajut Sungmin ia lemparkan bersamaan karena kesal sedari tadi ia tak kunjung berhasil mengikuti petunjuk merajut dari internet yang telah ia cetak di selembar kertas. "Aiiiish!" Lelaki tampan itu mengacak kasar rambutnya, merasa frustasi. Ia melirik benda yang tergeletak di atas hamparan bed cover dark blue di tempat tidurnya. Entah kenapa tangan kanannya tergerak untuk mengambil kembali benda itu. Ia menghembuskan napas terlebih dahulu sebelum akhirnya mencoba untuk merajutnya lagi, mengingat gelang itu merupakan benda paling berharga bagi Sungmin.
Kali ini usahanya membuahkan hasil. Sedikit demi sedikit benang yang tadinya terlepas berhasil Kyuhyun rajut. Kedua alis lelaki itu hampir bertaut karena terlalu serius. Ia juga tak mempedulikan waktu yang telah larut.
"Hhh~kau memang jenius Cho Kyuhyun." Bangga Kyuhyun pada dirinya sendiri. Ia meregangkan otot-otot tangan dan sekitar lehernya yang terasa sedikit kaku sebelum akhirnya beranjak dari tempat tidur, melangkahkan kakinya menuju kamar Sungmin.
###
CEKLEK
Pintu kamar Sungmin dibuka dengan sangat pelan oleh Kyuhyun. Sejenak ia terdiam di ambang pintu, mengedarkan pandangan ke seluruh penjuru kamar Sungmin yang sangat berantakan. Bed cover, bantal-bantal, dan barang-barang Sungmin yang seharusnya berada di meja berserakan di lantai. Kedua mata obsidian Kyuhyun memandang sayu ke arah sosok yang tertidur lelap dengan posisi duduk bersimpuh di lantai dan menumpukan kepala beserta kedua tangannya di tepi tempat tidur.
Kyuhyun berjalan mendekat lalu berjongkok tepat di depan sosok itu. Tangan kanannya terulur menyingkirkan helaian rambut hitam nan halus yang menutupi wajah manis gadis di hadapannya yang tak lain adalah Sungmin. Dapat Kyuhyun lihat dengan jelas, jejak-jejak air mata di permukaan kulit pipi Sungmin yang halus dan seputih susu itu. Hidung mancungnya memerah, dan kantung matanya tampak sedikit menebal. Kyuhyun tercekat kala telapak tangannya bersentuhan dengan kening Sungmin. "Panas sekali." Tangannya dengan cepat beralih memegang leher Sungmin yang juga bersuhu tinggi. Kyuhyun sedikit panik dan dengan gerakan cepat menggendong tubuh Sungmin untuk berbaring di tempat tidur. Bed cover yang tergeletak di lantai ia ambil untuk menyelimuti tubuh lemah Sungmin yang hanya berbalut tank top dan high waist skirt pendek. Ia lalu bergegas keluar kamar, menuju dapur dan menyiapkan peralatan untuk mengompres.
Tak lama, Kyuhyun kembali ke kamar Sungmin membawa baskom kecil berisi air dingin. Ia duduk tepat di samping tubuh Sungmin yang terbaring lemah dan mulai memeras waslap yang telah ia celupkan ke dalam air dingin di baskom. Waslap setengah basah itu Kyuhyun tempelkan dengan perlahan di kening Sungmin. Ia kembali memandangi wajah manis yang kini sedang terlihat pucat. Tangan kanan Kyuhyun bergerak merogoh saku celana tidurnya untuk mengambil sesuatu. "Apa kau menangis karena mencari benda ini? Mianhae, aku tidak bisa membetulkannya dengan sempurna." Kyuhyun berujar lirih sambil memakaikan gelang rajut yang telah ia perbaiki itu ke pergelangan tangan kiri Sungmin.
Cup
Kyuhyun mengecup singkat bibir Sungmin dan mengusap lembut pucuk kepala gadis itu, sebelum akhirnya bangkit meninggalkan kamar Sungmin. Ia memandang Sungmin yang masih terlelap dari ambang pintu kemudian menutupnya dengan sangat pelan.
###
Pagi yang cerah di musim semi nan indah ini kembali menyapa. Terpaan sinar matahari yang memaksa masuk melalui celah-celah jendela kaca balkon kamar Sungmin, membuat sepasang kelopak mata gadis itu akhirnya terbuka meskipun terasa sangat berat. Merasakan ada sesuatu yang menempel di keningnya, tangan kanan Sungmin bergerak meraih benda itu. "Eoh?" Sungmin perlahan bangkit dari posisi tidurnya. Ia memperhatikan sesaat benda berupa waslap yang berada di genggaman tangan kanannya. Tangan kiri gadis itu kemudian bergerak menyentuh keningnya yang telah bersuhu normal. Kedua mata Sungmin terbelalak kaget saat melihat sebuah benda yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. "Aku tidak bermimpi kan?" Sungmin memutar pergelangan tangan kirinya. Wajah manis yang semula terlihat muram itu kini berubah sumringah. "Kyu..." Ia menyingkap selimut tebal yang menutupi tubuhnya dan langsung berlari semangat keluar kamarnya.
"Kyu~" Panggil Sungmin seraya mencari ke seluruh penjuru apartemen. Ia lalu berjalan lemas ke arah dapur karena tak berhasil menemukan Kyuhyun. "Eoh?" Matanya sedikit membulat kala melihat semangkuk bubur dan segelas susu cokelat terhidang rapi di meja makan. Ia mengambil selembar sticky note yang menempel di permukaan meja makan dekat mangkuk bubur, lalu membacanya.
Aku tahu kau marah padaku. Tapi aku tidak mau tahu, kau harus menghabiskan bubur dan susu ini! Aku sudah susah payah membuatnya. Arrasseo?!
"Cih. Dasar, Kyuhyun pabbo." Sungmin mendecih pelan dan tanpa sadar tersenyum tipis setelah membaca pesan dari Kyuhyun. Masih dengan senyuman yang menghiasi wajah manisnya, Sungmin menarik kursi meja makan lalu mulai memakan bubur buatan Kyuhyun yang masih cukup hangat itu.
###
"Donghae oppa!" Panggil Sungmin seraya berlari kecil berusaha mengejar sosok lelaki yang sedang berjalan santai beberapa meter di depannya.
Sosok lelaki itu seketika menghentikan langkahnya dan menoleh karena mendengar namanya dipanggil oleh seseorang. "Eoh. Minnie-ah. Wae?"
Sungmin tersenyum tipis saat telah berdiri di depan sosok lelaki bernama Donghae itu. "Apa oppa melihat Kyuhyun? Semenjak aku bangun tidur, dia sudah tidak ada di apartemen."
Donghae tersenyum penuh arti. "Eiii~kau sudah merindukannya, eoh? Chukkae! Karena kalian telah resmi menjadi sepasang kekasih." Tangan Donghae mengacak pelan pucuk kepala Sungmin.
Dahi Sungmin mengkerut. "Ne?"
"Hya. Seisi kampus sedang hangat membicarakan kalian."
"Hhh..Molla, molla.. Sekarang, jawab pertanyaanku, di mana Kyuhyun?"
"Hehei, Kyuhyun hari ini tidak masuk, nona manis. Dia ke Busan untuk mengurus proyek salah satu perusahaan appa-nya. Bocah itu tidak memberitahumu?" Tanya Donghae.
Sungmin menggeleng pelan.
"Tidak meninggalkan pesan juga?" Tanya Donghae lagi.
Sungmin kembali menggeleng. "Ani. Dia hanya meninggalkan pesan supaya aku menghabiskan bubur dan susu buatannya." Tutur Sungmin dengan wajah sedikit cemberut. "Apa dia tidak akan pulang hari ini?"
Donghae mendesah pelan. "Tenang saja. Kemarin dia bilang padaku akan langsung kembali ke Seoul hari ini juga." Ucap Donghae menenangkan sambil tersenyum misterius. "Ya!Kau terlihat pucat. Apa kau sakit? Ku dengar kemarin kau berkelahi dengan Victoria, gwenchana?" Tanya Donghae penasaran.
Sungmin menggeleng pelan. "Ani. Gwenchana. Baiklah, gomawo oppa. Aku pergi dulu." Pamit Sungmin yang mendapat anggukan kepala dari Donghae.
"Minnie-ah. Tunggu dulu!" Sergah Donghae saat Sungmin baru berjalan beberapa langkah.
"Eoh? Waeyo?" Tanya Sungmin heran.
Kedua kaki Donghae melangkah mendekati Sungmin dengan sedikit perasaan ragu. Tangan kanannya bergerak mengusap tengkuknya salah tingkah. "Hmm..Gadis yang selalu bersamamu itu, sahabatmu kan? Siapa namanya?"
Tangan Sungmin langsung menutup mulutnya mencoba menahan tawanya yang hampir meledak mendengar pertanyaan lelaki yang penuh dengan kharisma itu. "Haha..Kena kau oppa~ Tenang saja, aku akan langsung memberi tahu Hyukkie. Annyeong~"
Mata Donghae membulat hebat karena Sungmin langsung berlari meninggalkan dirinya setelah sebelumnya melambaikan tangan dan tersenyum penuh arti. Tubuhnya reflek berlari mengejar Sungmin seraya berteriak berharap gadis itu segera menghentikkan aksinya. "YA! Lee Sungmin! Berhenti kau! YA!"
###
Drrt..Drrrt..
Kyuhyun segera mengambil smartphone dari dalam saku jas hitamnya dan menggeser tombol unlock. "Yeoboseyo.."
"Kyuhyun-ah, kau sudah siapkan semuanya?" Tanya seseorang dari seberang sana.
"Sudah appa. Serahkan semuanya padaku." Ujar Kyuhyun percaya diri.
"Bagus. Appa percaya padamu. Buat mereka terkagum-kagum dengan program perusahaan kita."
"Ne, appa. Aku tutup dulu. Aku hampir sampai."
PIP
Kyuhyun memasukkan kembali smartphone miliknya ke dalam saku jas. Ia yang duduk di kursi penumpang mobil sedan hitam nan mewah, memicingkan mata untuk memperjelas pemandangan yang cukup jauh jaraknya. Ia dapat melihat beberapa pria berjas rapi serta beberapa perempuan yang juga berpakaian rapi dan formal tengah berjajar rapi di depan sebuah gedung mewah bertingkat yang menjadi tujuannya.
"Kim ahjussi, mereka yang akan menyambut kita? Kenapa banyak sekali?" Tanya Kyuhyun heran.
Sosok yang duduk di samping kursi kemudi itu tersenyum tipis. "Jika sedang bekerja, panggil aku Sekretaris Kim, Kyuhyun-ssi."
Kyuhyun berdecak dan memutar bola matanya malas. "Aissh. Arra~ "
"Ingat, Cho Grup itu sangat disegani oleh siapa pun. Oleh karena itu, kau harus mempresentasikannya dengan baik, Kyuhyun-ah." Nasihat Sekretaris Kim yang tak lain adalah paman Kyuhyun sendiri.
"Jika sedang bekerja, panggil aku Tuan Muda Cho Kyuhyun." Ucap Kyuhyun yang penuh dengan nada menyindir, mencoba membalikkan perkataan pamanya tadi.
Sedangkan sosok yang disindir, hanya tersenyum geli mendengar ucapan keponakannya itu.
"Kajja. Kita sudah sampai Tuan Muda Cho." Ledek Sekretaris Kim sambil melirik Kyuhyun.
Kyuhyun hanya tersenyum menanggapi kelakuan pamannya yang memang sedikit aneh itu dan bergerak turun dari dalam mobil.
Setelah menutup pintu mobil, Kyuhyun merapikan jas hitam yang ia kenakan kemudian berjalan dengan gagahnya diikuti Sekretaris Kim. Orang-orang yang telah berdiri rapi di depan gedung tersenyum ramah dan sopan melihat kedatangan Kyuhyun. Meskipun terlihat dingin dari luar, Kyuhyun dengan ramah menerima sambutan dari orang-orang tersebut. Satu-persatu ia menjabat tangan orang-orang itu sambil sedikit membungkuk sopan.
###
"Gamsahamnida.." Kyuhyun mengakhiri sesi presentasinya dengan senyuman menawan dan sedikit membungkukkan badannya sopan. Ia benar-benar sukses membuat puluhan orang dalam ruangan rapat nan luas itu terkagum-kagum dan bertepuk tangan. Kyuhyun tersenyum bangga ke arah Sekretaris Kim yang juga tengah bertepuk tangan. Sekretaris Kim balas tersenyum dan mengerlingkan mata.
"Saya benar-benar kagum Kyuhyun-ssi. Sungguh menakjubkan." Ucap seorang pria paruh baya yang tampak sangat berwibawa seraya menjabat tangan Kyuhyun.
"Ne. Gamsahamnida. Senang bisa bekerja sama dengan Anda." Balas Kyuhyun sopan.
Pria itu kembali tersenyum. "Semoga proyek ini bisa berjalan lancar."
"Ne.." Kyuhyun mengangguk seraya tersenyum.
Pria itu mendekat ke arah Kyuhyun berniat membisikkan sesuatu. "Maaf Kyuhyun-ssi, apa Kyuhyun-ssi sudah punya kekasih?".
Kyuhyun tertawa pelan. "Ah, Ne. Saya sudah punya kekasih."
Pria itu tercekat dan sedetik kemudian tersenyum salah tingkah. "Sayang sekali." Lirih pria itu. "Kalau begitu silahkan menikmati jamuan dari kami." Pria itu membimbing Kyuhyun ke tempat jamuan makanan yang telah disiapkan.
###
"Kau benar-benar hebat, Kyuhyun-ah. Pantas saja ayahmu akan mengangkatmu jadi direktur." Ucap Sekretaris Kim penuh kebanggaan.
"Eoh.." Kyuhyun hanya mengangguk-angguk menanggapi pujian dari pamannya. Ia sibuk menggeser-geser daftar panggilan di smartphone-nya.
Sekretaris Kim melirik ke belakang karena merasa tidak ditanggapi oleh Kyuhyun. Ia mendesah pelan dan menggelengkan kepala melihat Kyuhyun yang sibuk dengan smartphone-nya. "Kyuhyun-ah, yang kau katakan pada Tuan Jung tadi itu benar? Benarkah kau sudah mempunyai kekasih?"
Kyuhyun mengangguk. "Eoh. Kalau tidak percaya, datang saja ke apartemenku. Dia tinggal di sana." Jawab Kyuhyun jujur. Ia tidak menyadari jawabannya itu membuat Sekretaris Kim membulatkan matanya kaget.
"Mwo? Jinja?!" Tanya Sekretaris Kim antusias. Ia menghadapkan tubuhnya ke belakang, ingin memastikan kebenaran jawaban Kyuhyun. "Waah..Eomma-mu pasti akan sangat senang jika mendengar kabar ini, Kyu."
Mendengar perkataan Sekretaris Kim itu, Kyuhyun langsung tersadar. Ia menekan pelipisnya dan memejamkan kedua matanya, merutuki kebodohannya sendiri atas jawabannya tadi.
"Ahjussi, tolong jangan mengatakan apapun pada eomma." Pinta Kyuhyun dengan nada sedikit mengancam.
Sekretaris Kim mengerutkan dahi."Wae? Ini kabar bahagia yang selalu dinantikan eomma-mu." Sekretaris Kim berujar santai, jemarinya bergerak menggeser layar smartphone-nya mencari kontak seseorang.
"Ya! Ahjussi!" Kyuhyun sedikit bangkit dari posisi duduknya dan langsung merebut smartphone dari tangan Sekretaris Kim. Ia lalu memasukkan smartphone itu ke dalam saku jasnya.
"Ya! Kembalikan Kyuhyun-ah!" Perintah Sekretaris Kim sambil menyodorkan telapak tangannya.
Kyuhyun menggeleng. "Shirreo! Diamlah ahjussi, aku akan menelepon seseorang. Aku akan mengembalikannya jika kita sudah di pesawat nanti."
"Aissh, kau ini benar-benar." Sekretaris Kim hanya bisa menghela napas pasrah dan kembali pada posisi duduknya semula, menghadap ke depan dan menikmati pemandangan laut nan indah Busan.
Sedangkan Kyuhyun, ia kembali sibuk dengan smartphone-nya. Sedari tadi, ia bingung akan menghubungi siapa. Kyuhyun begitu ingin mengetahui kabar Sungmin. Lama Kyuhyun memandangi kontak Sungmin dan bersiap menekan tombol dial, namun tidak jadi. Ia malah mencari kontak Donghae dan menghubunginya.
"Ya! Bocah! Kenapa kau susah sekali dihubungi, hah?!"
Kyuhyun sedikit menjauhkan smartphone dari telinganya begitu mendengar suara sahabatnya yang berteriak di seberang sana. "Hyung! Tidak usah berteriak seperti itu! Aku tidak tuli."
Terdengar suara Donghae yang menghembuskan napas. "Hhh..Berkali-kali aku menghubungimu, tapi tidak bisa, bagaimana tidak kesal, hah?!"
"Aku mematikan ponselku, hyung. Memangnya ada apa kau menghubungiku?"
"Sungmin mencari-carimu sampai ke kampus, kau tahu? Padahal dia tidak ada kelas hari ini. Tega sekali kau tidak meninggalkan pesan untuknya bahwa kau pergi ke Busan. Kekasih macam apa kau!" Ujar Donghae dengan nada menyinggung.
Kyuhyun mengernyit heran. "Aish. Aku sudah meninggalkan pesan untuknya di pintu lemari es. Hyung, apa dia masih terlihat sakit?"
"Hm, dia masih terlihat sangat pucat. Cepatlah pulang! Dia pasti menunggumu." Terdengar suara Donghae yang menggoda, membuat Kyuhyun memutar bola matanya malas.
"Diam kau, hyung. Kami hanya berpura-pura, kau tahu itu. Jadi jangan pernah menggodaku lagi." Perintah Kyuhyun dengan nada sedikit sinis.
"Aku tahu itu. Tapi kau tidak bisa menyembunyikan perasaanmu dariku, Kyuhyun-ah. Aku tutup dulu."
PIP
"Aissh. Sok tahu sekali." Kyuhyun menatap sebal layar smartphone-nya dan memasukkannya kasar ke dalam saku jas hitamnya.
###
Malam semakin larut. Kyuhyun yang sedang mengemudi dengan kecepatan sedang, membelah jalanan kota Seoul yang sudah tampak sepi dari hingar bingar kendaraan, melirik jam tangannya sekilas. Hampir pukul 11 malam.
Kini mobil Audi hitamnya telah memasuki area parkir basement apartemennya yang juga tampak sepi. Lelaki yang tampak sangat lelah itu menghentikan mobilnya di tempat biasa ia parkir. Tangan kanannya bergerak memijit pelan tengkuknya kemudian beralih ke bagian pundak yang terasa sangat pegal. "Hhh~melelahkan sekali. Sungmin pasti sudah tidur." Lirih Kyuhyun sambil menatap dua cup Hot Chocolate di dalam handle cup kertas. Ia mematikan mesin dan meraih handle cup sekaligus tas kerjanya di kursi penumpang, lalu keluar dari dalam mobilnya. Kedua kakinya melangkah pelan sambil ibu jarinya memencet tombol untuk mengunci mobilnya.
BUGH!
"Akh!" Tubuh Kyuhyun hampir terjatuh saat sebuah benda tumpul menyerupai tongkat tiba-tiba dipukulkan oleh seseorang dengan keras ke bahu kanannya. Belum sempat Kyuhyun menoleh, hantaman benda tumpul itu kembali ia rasakan, dan genggaman tangannya pada handle cup terlepas begitu saja, membuat dua cup Hot Chocolate yang ia beli untuk Sungmin dan dirinya jatuh di lantai semen basement yang dingin.
Kyuhyun meringis menahan sakit dan saat ia menoleh, satu pukulan kencang kembali mendarat di bagian rahang kanannya. Kali ini bukan dari benda tumpul, melainkan dari kepalan tangan kekar seseorang. Tubuh Kyuhyun jatuh terduduk saat itu juga. Tangannya bergerak mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan sedikit darah segar. Ia menatap tajam ke depan saat sesosok lelaki bertubuh tinggi kekar berjalan mendekat ke arahnya dengan diikuti empat bodyguard yang juga bertubuh kekar. Lelaki tinggi berlesung pipit itu memberi isyarat kepada para bodyguard-nya untuk menyebar dan mengelilingi Kyuhyun.
"Apa maumu Choi Siwon?" Kyuhyun bertanya geram. Ia berusaha bangkit sambil menatap tajam para bodyguard yang mengepungnya seraya memasang wajah menantang. Tak ada rasa takut sama sekali dalam diri Kyuhyun, meskipun para bodyguard dengan jaket kulit hitam di sekelilingnya bertampang sangat garang dan seperti sangat siap untuk menghabisinya.
Lelaki di hadapan Kyuhyun yang tak lain adalah Siwon, tertawa sinis. "Rupanya kau sudah mengenalku, Cho Kyuhyun. Padahal aku mempunyai niat berkenalan denganmu. Oh ya, yang tadi itu salam perkenalan dariku. Tidak sakit kan? Mau lagi?" Tanya Siwon sambil menepuk pipi Kyuhyun.
Tangan Kyuhyun dengan cepat menangkis tangan Siwon. "Cih! Katakan apa maumu?!" Nada suara Kyuhyun terdengar lebih tinggi dari sebelumnya.
Lagi-lagi Siwon tertawa. "Wohoo~ tak sabaran sekali kau ini. Santailah sedikit, bung." Tangan Siwon bergerak mengibas bagian bahu jas Kyuhyun yang kotor akibat pukulan benda tumpul tadi. "Aku hanya ingin berkenalan denganmu sekaligus mengingatkanmu, bahwa sungguh tak baik jika kau mendekati tunangan seorang Choi Siwon!"
BUGH!
Satu pukulan keras dan kuat langsung mendarat tepat di bagian perut Kyuhyun begitu Siwon mengakhiri ucapannya. Lebih tepatnya sebuah peringatan keras.
Seketika tubuh Kyuhyun limbung ke belakang. Dua bodyguard di belakang Kyuhyun langsung menangkapnya dan mencengkram kuat kedua lengannya. Dengan sisa tenaga yang ada, Kyuhyun berhasil melepaskan cengkraman itu dan langsung menghajar wajah Siwon dengan kuat. Para bodyguard Siwon dengan sigap kembali memenjara tubuh Kyuhyun dengan cengkraman tangan-tangan kekar mereka.
Siwon menyeringai sebelum mengusap sudut bibirnya yang mengeluarkan darah. Lelaki itu melangkah mendekati Kyuhyun dan menepuk pipi Kyuhyun. "Kau lumayan kuat juga Cho Kyuhyun. Tapi maaf, kau bukan tandinganku!"
BUGH! BUGH! BUGH!
Bertubi-tubi pukulan dari Siwon yang tampak sangat murka, Kyuhyun terima tanpa bisa melawan. Kondisi tubuhnya yang memang tengah didera rasa letih luar biasa, membuatnya tak mempunyai cukup tenaga, bahkan hanya untuk melepaskan tubuhnya dari cengkraman dua bodyguard Siwon.
Kyuhyun benar-benar habis di tangan Siwon dan para bodyguard-nya. Siwon menyeringai, merasa puas karena telah melihat Kyuhyun babak belur. Dua bodyguard yang sedari tadi memenjara tubuh Kyuhyun, mendorong tubuh lelaki yang sudah nampak tak berdaya itu dengan kasar. Seketika tubuh Kyuhyun ambruk. Ia masih sadar dan bisa merasakan dinginnya lantai basement.
"Akh!" Kyuhyun berteriak kesakitan saat tubuhnya ditendangi dari berbagai sisi. Kali ini bukan Siwon yang melakukan, melainkan para bodyguard-nya.
"Cukup!" Titah Siwon menghentikan aksi brutal para bodyguard-nya yang menendang dan menginjak tubuh Kyuhyun.
"UHUK! UHUK!" Kyuhyun terbatuk dan mengeluarkan sedikit darah segar dari dalam mulutnya.
Para bodyguard Siwon segera mundur dan membiarkan bos mereka mendekati Kyuhyun. Siwon berjongkok di depan tubuh Kyuhyun yang telah tergeletak tak berdaya. Ia mengusap-usap kepala Kyuhyun sambil menyeringai karena melihat kedua tangan Kyuhyun yang terkepal kuat. Tahu bahwa lelaki yang telah babak belur ini merasa geram dan tidak terima. "Kenapa? Masih punya tenaga untuk melawan?" Tanya Siwon meremehkan.
Kyuhyun yang memang masih setengah sadar, benar-benar tidak terima diremehkan oleh seorang Choi Siwon. Namun apa daya, ia sudah tak punya tenaga untuk melawan. Seluruh tubuhnya terasa remuk. Hanya rasa sakit yang kini menguasai tubuh lemahnya. Pandangan matanya pun sedikit kabur, namun ia berusaha untuk tetap sadar dan menetralkan napasnya yang tersengal-sengal.
"Aku harap, kau akan selalu mengingat salam perkenalanku ini Cho Kyuhyun." Ucap Siwon sebelum akhirnya bangkit dan pergi meninggalkan Kyuhyun dengan diikuti para bodyguard-nya.
Di sisa-sisa kesadarannya, Kyuhyun menyeringai sambil menatap kepergian Siwon dan bodyguard-nya. "Cih! Perbuatanmu tadi membuatku semakin yakin untuk tidak membiarkan Sungmin kembali padamu." Geram Kyuhyun dengan suara yang sangat lirih.
.
.
.
To be continued...
Halloooooo...haaaaaii...masih adakah yang inget sama FF ini? Dan masih adakah yang bersedia baca?Huhuuuhu..Maafkan saya yang telah menghilang tanpa kabar *emang ada yang nyariin* #bow. Gara-gara beberapa bulan kemaren harus kuliah plus kerja, jadi ga ada waktu buat nulis T_T Jadi maapiiin yaak, kalo ini FF makin ga jelas..
Aku ga pernah berhenti ngucapin makasiiiih banget nget nget buat temen-temen semua yang udah bersedia baca dan kasih review. Sumpeh deh, review kalian benr-bener berarti banget buat aku yang masih amatiran ini. Aku juga minta maaf, di chapter ini ga bisa balesin review satu-satu..
Big thanks to:
Neng, Lee AeRaa, KikyWP16, olivelfsj, Laras, Love Kyumin, Cho MeiHwa, Ria, kyuminlovelovelove, PaboGirl, fariny, Addina, aira, Gye0mindo, park soo kyung, dianaprilia07, Cywelf, Guest, aey raa kms, Tika137, Nina317Elf, ShinJiWoo920202, Heldamagnae, Cho Hyun Ah Sparkins 137, chaerashin, Mily1909, nova137, dewi. , ChoLee.13, vitaminsparkyu1123, reaRelf, minnalee1, TifyTiffanyLee, abilhikmah, KobayashiAde, fonami-kyuminelf, danactebh
Aku tunggu reviewnya lagi yaaaa ^^
HanaDulSet
