Please, Remember Me

By: HanaDulSet

Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others

Genre: Romance, Drama

Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^

Warning: Gender Switch, Typo, Newbie

DON'T LIKE, DON'T READ

NO PLAGIAT!

-Chapter 6-

Sungmin mengganti-ganti channel TV asal, merasa bosan karena orang yang ia tunggu belum juga pulang. Ia melirik jam dinding sekilas, lalu menghempaskan punggungnya ke sandaran sofa. "Hhh...sudah hampir jam 1 pagi, kenapa dia belum sampai juga?" Sungmin menggerutu sambil terus memencet tombol remote TV dengan sedikit kasar. "Kenapa perasaanku tidak enak begini? Aiiisshh! Aku mau tidur saja!" Gadis itu mengacak rambutnya frustasi. Ia membanting remote TV ke sofa setelah memencet tombol off. Tak langsung pergi ke kamarnya, Sungmin terlebih dahulu menyambangi dapur untuk minum. Tenggorokannya terasa kering karena menunggu lelaki itu pulang.

Dahi Sungmin sedikit mengerut saat melihat selembar kertas kecil yang tergeletak di bawah lemari es. Sungmin membungkukkan badannya dan mengambil kertas yang sedikit masuk ke dalam kolong lemari es itu. "Coba tadi pagi aku melihat kertas ini. Aku tidak perlu pergi ke kampus." Sungmin mengerucutkan bibirnya setelah membaca isi kertas yang ternyata pesan dari Kyuhyun bahwa ia pergi ke Busan. Meskipun merasa kesal sendiri, Sungmin tak mau ambil pusing dan langsung mengambil sebotol air dingin dari dalam lemari es.

"Eoh?" Sungmin sedikit terperanjat dan segera menyudahi acara minumnya karena mendengar suara tombol password pintu apartemen Kyuhyun sedang dipencet. "Itu dia." Sungmin segera meletakkan gelas di meja dapur dan melangkah cepat menuju pintu.

"Omo!" Wajah berseri Sungmin yang ingin menyambut seseorang langsung memudar kala melihat sosok lelaki yang sangat ia tunggu berjalan tertatih berpegangan pada dinding dekat pintu. Tangan satunya memegangi bagian perut dan wajahnya penuh luka bekas pukulan. Sungmin membeku di tempatnya berdiri saat lelaki itu perlahan membuka sepatunya dan mengganti dengan sandal rumah. Langkah kaki lelaki itu terhenti dan menatap gadis manis di depannya yang tengah membeku dan menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan.

"Wae?" Lelaki itu bertanya lirih.

Rasanya Sungmin ingin sekali menangis melihat sosok lelaki di hadapannya tampak menahan sakit.

"Kau mau memarahiku lagi?"

"Cho Kyuhyun bodoh!" Buru-buru Sungmin mengusap kasar sudut matanya yang hampir mengeluarkan air mata dan menarik tangan Kyuhyun, membawanya ke ruang TV dan mendudukannya di sofa. "Kau, diamlah di sini!"

"Ya! Akh.." Kyuhyun meringis merasakan perih pada sudut bibirnya. Ia juga memegangi bagian perutnya yang terasa sangat nyeri. Sungmin sedikit berlari menuju dapur, tanpa mempedulikan suara protes dari Kyuhyun. Dengan cekatan ia menyiapkan segala peralatan yang bisa mengobati Kyuhyun.

Tak butuh waktu lama, Sungmin kembali ke ruang TV dengan membawa baskom kecil berisi air hangat, kotak obat, dan segelas air putih hangat. Sungmin duduk di samping Kyuhyun setelah meletakkan semua peralatan yang ia bawa di meja. Ia menyodorkan segelas air putih hangat kepada Kyuhyun yang telah melepaskan jas hitamnya dan sedang duduk bersandar sambil memejamkan mata. "Ini, minumlah dulu."

Kyuhyun memandang Sungmin sebentar sebelum menerima gelas itu dan meminumnya setengah. Ada rasa bahagia di dalam hati Kyuhyun karena tersirat rasa khawatir dalam tatapan gadis di sampingnya itu.

"Kenapa babak belur begini? Kau berkelahi? Atau dikeroyok?" Tanya Sungmin.

Kyuhyun tidak menjawab. Ia meletakkan gelas di meja dan mengambil kotak obat, mengorek isi kotak tersebut.

"Ya!" Sungmin yang merasa kesal karena tak ditanggapi, segera merebut kotak obat itu dari tangan Kyuhyun.

"Kau-" Mata Kyuhyun membulat kaget karena Sungmin tiba-tiba memeluknya begitu erat. Kyuhyun hanya bisa membeku dan berusaha untuk tetap mentralkan detak jantungya. Tak ada yang mengeluarkan suara hingga Sungmin melepaskan pelukannya, dan...

Cup

Mata Kyuhyun kembali membulat saat Sungmin tiba-tiba mengecup sudut bibirnya yang terluka. Ia susah payah menelan ludah dan menormalkan detak jantungnya yang berdegup semakin kencang saat Sungmin tersenyum sangat manis kepadanya.

"Gomawo, Kyu~" Ucap Sungmin tulus sambil mengusap lembut ke dua pipi Kyuhyun.

Kyuhyun yang memang selalu cepat dalam menyembunyikan rasa gugupnya menatap Sungmin bingung. "Untuk?"

"Untuk semuanya, dan ini." Sungmin mengangkat lengan kirinya, memperlihatkan gelang yang ia pakai. "Sekarang, kemarilah. Biar aku mengobatimu." Belum sempat Kyuhyun menjawab, Sungmin langsung membimbing tubuh Kyuhyun dan merebahkan kepala lelaki itu di pangkuannya.

Lagi-lagi Kyuhyun dibuat sulit menelan ludahnya sendiri. Namun, bukan Kyuhyun namanya jika tidak bisa bersikap biasa meskipun di dalam sana, jantungnya meronta seperti ingin keluar.

Kyuhyun menatap dalam Sungmin yang sedang serius membersihkan luka-luka di wajahnya dengan waslap hangat. Aroma vanilla dari tubuh Sungmin sampai menguar ke indra penciuman Kyuhyun karena jarak mereka yang sangat dekat. Sentuhan tangan lembut Sungmin pada wajahnya, membuat jantungnya memompa darah semakin cepat.

"Akh..Ya! Pelan-pelan.." Protes Kyuhyun dengan sedikit meringis saat Sungmin mengompres dan sedikit menekan luka di sudut bibirnya.

Sungmin sedikit terperanjat dan langsung menghentikan kegiatan mengompresnya. "Mian. Tahanlah sedikit." Lirih Sungmin dan kembali mengompres luka Kyuhyun dengan gerakan lebih pelan.

"Ehm.." Kyuhyun berdehem pelan. "Kau tak marah lagi denganku?" Tanya Kyuhyun sambil tetap menatap wajah serius Sungmin. Kyuhyun sangat suka jika memandang wajah manis Sungmin dalam jarak yang sangat dekat seperti saat ini.

"Hmm..jika aku masih marah, tidak mungkin sekarang kau aku obati seperti ini." Jawab Sungmin sambil menatap mata Kyuhyun sebentar.

"Kenapa belum tidur?" Tanya Kyuhyun.

Sungmin mencibir sambil tetap fokus mengobati luka Kyuhyun. "Aku menunggumu, tahu?"

Kyuhyun mengerutkan dahi. "Untuk apa menungguku?"

"Aku ingin berterima kasih, karena kau telah menemukan gelangku dan membetulkannya. Terima kasih juga telah merawatku dan membuatkan sarapan." Sungmin berujar dengan penuh ketulusan.

"Hm..mianhae, aku tidak bisa membetulkannya dengan sempurna. Sampai kau menyadarinya, karena memang ada yang berubah." Ucap Kyuhyun mengakui.

Sungmin tersenyum geli. "Gwenchana. Aku sungguh berterima kasih. Ya, kau berbuat apa sampai dikeroyok seperti ini?"

"Melindungi seseorang." Jawab Kyuhyun.

Sungmin kembali tersenyum mendengar jawaban Kyuhyun. "Waah, aku tak menyangka kau berjiwa pahlawan." Ucap Sungmin bermaksud meledek.

"Jangan mengejekku." Ucap Kyuhyun datar sambil memejamkan mata.

Sungmin menempelkan plester luka transparan pada bagian pelipis dekat sudut mata Kyuhyun sebelah kanan, sebagai tahap akhir kegiatannya mengobati luka pada wajah lelaki itu. Ia menghela napas seraya memandangi wajah tenang nan tampan lelaki yang ia kira tengah tertidur di pangkuannya itu.

"Aku tahu aku memang tampan. Tak usah memandangiku seperti itu." Ujar Kyuhyun tiba-tiba. Kedua matanya masih tetap terpejam dan sebuah senyum jahil tersungging di bibirnya.

Mata Sungmin sedikit melotot. Merasa kesal akan ucapan Kyuhyun, tangan kanannya bergerak memencet hidung mancung lelaki itu dengan cukup keras. "Aiissh! Minggir kau!" Bentak Sungmin sambil mendorong paksa tubuh Kyuhyun agar bangun dari pangkuannya.

"Aak! Ya!" Kyuhyun berteriak kesakitan. Tangan kanan lelaki itu langsung mengusap-usap hidungnya yang memerah akibat ulah Sungmin setelah bangkit dan menjauh dari pangkuan gadis itu.

Sungmin tersenyum mengejek lalu menjulurkan lidah."Rasakan!"

"Hhh.." Kyuhyun hanya bisa menghela napas. Sambil melihat Sungmin yang tengah sibuk merapikan kotak obat, seketika bibirnya kembali menyunggingkan senyum jahil. Ke dua tangan Kyuhyun perlahan membuka satu-persatu kancing kemeja putih yang ia kenakan sambil beringsut mendekati Sungmin. "Minnie-ah.."

Seketika Sungmin menoleh dan membulatkan matanya kaget. "Eoh? Y-ya! Ya! Mau apa kau? Ya!" Teriak Sungmin sambil beringsut mundur karena Kyuhyun yang telah topless semakin mendekatinya.

Senyuman Kyuhyun semakin mengembang melihat raut wajah panik Sungmin. Ia semakin mendekati tubuh Sungmin yang telah terpojok di ujung sofa panjang milik Kyuhyun. "Ya! Ya! Menjauh dariku!" Kembali Sungmin berteriak sambil memejamkan kedua matanya dan memukuli dada polos Kyuhyun, berharap lelaki itu segera menyingkir.

Kyuhyun tersenyum puas melihat wajah Sungmin yang menahan takut. 'Lucu sekali.' Batin Kyuhyun. Segera lelaki itu menyembunyikan senyumannya dan memasang muka datar. "Kau ini kenapa, eoh?"

Sungmin berhenti memukuli dada Kyuhyun dan segera membuka kedua matanya. Ia menatap Kyuhyun bingung. "Eoh?"

"Hhh.." Kyuhyun bergerak menjauh dari tubuh Sungmin dan mengambil posisi duduk membelakangi gadis itu. "Tolong kompreskan lebam-lebam ini. Aku tak bisa melakukannya sendiri." Pinta Kyuhyun dengan menyodorkan punggung polosnya yang penuh dengan lebam ke hadapan Sungmin.

Sungmin mengerjapkan matanya beberapa kali dan mengusap tengkuknya salah tingkah. Semburat merah nampak di kedua pipi chubby -nya.

Merasa tidak ada pergerakan dari Sungmin, Kyuhyun menoleh ke belakang. "Ya! Kau dengar tidak?"

Sungmin mencibir. "Aiissh. Arrasseo~" Gadis itu segera mengambil waslap di dalam baskom air hangat, memerasnya, lalu mengompreskannya dengan lembut bagian-bagian punggung Kyuhyun yang lebam.

Tanpa Sungmin ketahui, di balik sana Kyuhyun tersenyum lebar, merasa puas karena tadi berhasil mengerjai Sungmin. Tak dipungkiri juga, ia merasa bahagia dirawat oleh gadis manis itu. Kali ini Kyuhyun benar-benar merasa telah jatuh ke dalam pesona seorang Lee Sungmin.

"Sudah. Sekarang pergilah ke kamarmu. Aku akan mengambilkan vitamin untukmu." Titah Sungmin sebelum akhirnya bangkit menuju dapur sambil membawa baskom dan kotak obat. Kyuhyun tersenyum tipis melihat punggung Sungmin yang menjauh. Ia bangkit dari duduknya sambil meringis, menahan rasa nyeri yang menyerang sekujur tubuhnya, dan melangkah dengan perlahan menuju kamarnya.

###

"Kyu- eoh, mian." Sungmin yang langsung membuka pintu kamar Kyuhyun yang memang tidak tertutup rapat, segera berbalik saat melihat Kyuhyun sedang memakai kaosnya. Ia berusaha menyembunyikan semburat merah yang ia yakin telah mewarnai wajahnya.

"Masuklah." Ucap Kyuhyun pelan. Ia telah berada di tempat tidur dan merapikan selimut tebalnya untuk tidur.

Sungmin yang membawa dua buah botol di tangan kanan dan kirinya, berjalan mendekati tempat tidur Kyuhyun dan menaruh salah satu botol yang lebih kecil di meja nakas. Ia menuangkan botol berisi madu ke sendok lalu menyodorkannya ke mulut Kyuhyun.

Bukannya membuka mulut, Kyuhyun malah menatap Sungmin dengan tatapan heran. "Buka mulutmu, Kyu. Madu sangat bagus untuk kesehatanmu. Aaa~"

Kyuhyun akhirnya menurut dan meminum madu tersebut. Sungmin tersenyum puas dan mengambil botol vitamin di meja nakas samping tempat tidur Kyuhyun. Ia mengeluarkan dua buah tablet putih dari dalamnya, dan membimbing tangan kanan Kyuhyun untuk menerima tablet tersebut. "Minumlah. Setidaknya besok kau tidak akan merasakan badanmu seperti akan remuk jika meminumnya." Perintah Sungmin sambil menyodorkan segelas air putih.

Lagi-lagi Kyuhyun hanya bisa pasrah dan menuruti perintah Sungmin. Ia segera berbaring setelah meletakkan gelas air putih di meja nakas. "Hhh..." Kyuhyun menghela napas, mencoba menyamankan diri.

"Tidurlah. Aku ke kamar dulu." Sungmin yang ingin berbalik, urung karena tangan Kyuhyun mencekal pergelangan tangannya, lalu menggenggam lembut telapak tangan gadis itu.

Sungmin sedikit terperanjat dan menatap Kyuhyun yang juga tengah menatapnya. "W-wae?"

Kyuhyun tersenyum tipis dan mengeratkan genggaman tangannya. "Gomawo~"

Saat itu juga Sungmin merasakan hatinya bergetar. Tubuhnya sesaat membeku, namun dengan segera ia tepis dan balas tersenyum manis. Ia juga balas menggenggam tangan Kyuhyun lembut. "Eum..sama-sama, Kyu. Sekarang tidurlah." Perintah Sungmin lalu melepas genggaman tangan mereka dan berlalu meninggalkan Kyuhyun. Lelaki itu tersenyum menatap pintu kamarnya yang baru saja ditutup oleh Sungmin sebelum akhirnya terlelap jauh ke dasar alam mimpi.

###

TOK TOK TOK

TOK TOK TOK

Kyuhyun yang merasa terusik dengan suara ketukan pintu, menggeliat di balik selimut tebalnya. Kedua matanya terasa sangat sulit untuk dibuka karena rasa kantuk yang luar biasa masih menguasai dirinya. Ia lalu merapatkan selimut hingga menutupi seluruh tubuh jangkungnya.

CEKLEK

Sungmin yang tak kunjung mendapat respon dari si pemilik kamar akhirnya membuka pintu bercat putih itu.

"Hhh.." Sungmin menghela napas pelan sambil menggelengkan kepala, lalu melangkah mendekati tempat tidur Kyuhyun dan menaruh nampan putih berisi semangkuk bubur hangat dan segelas susu cokelat di meja nakas.

"Ya! Bangun, pemalas!" Perintah Sungmin tanpa berteriak sambil mengguncang pelan tubuh Kyuhyun.

"Tsk! Kyu!" Sungmin menepuk bagian kaki Kyuhyun cukup keras.

Kyuhyun hanya menggeliat pelan dan masih setia menahan selimutnya.

Sungmin berkacak pinggang dan menghembuskan napas menahan kesal. Tangannya lalu bergerak untuk menarik paksa selimut Kyuhyun. Namun baru setengah selimut itu terbuka, Sungmin langsung memejamkan kedua matanya dan refleks melempar selimut itu kembali sampai mengenai wajah Kyuhyun.

"YA! Kenapa kau suka sekali tidur tanpa memakai baju, hah?!" Teriak Sungmin sambil memunggungi Kyuhyun yang mulai terbangun.

Susah payah Kyuhyun bangkit dari posisi tidurnya dan mengacak rambutnya kasar. "Aiissh. Berisik sekali." Protesnya dengan mata yang masih terpejam. "Kau sendiri kenapa suka sekali membangunkanku pagi-pagi? Ini hari libur, Nona." Cibir Kyuhyun dengan suara yang masih terdengar serak. Ia mengambil kaos dari dalam selimut lalu memakainya. Lelaki itu akhirnya berhasil membuka kedua matanya yang masih terasa berat.

Sungmin berbalik dan melipat kedua tangannya di dada. "Ini sudah cukup siang, Tuan. Lihat, di luar sudah terang, dan aku tidak ingin bubur ini dingin sebelum kau sentuh." Sungmin berujar tegas.

Kyuhyun kembali mengacak rambutnya. Ia tidak ingin berdebat dengan Sungmin dan lebih memilih pasrah. "Arra.." Ucapnya dengan nada lirih.

Mendengar jawaban Kyuhyun, Sungmin segera mengangkat nampan yang tadi ia bawa dan meletakkannya di samping tubuh Kyuhyun. "Anak baik..Habiskan, ne?" Ujar Sungmin dengan nada meledek sambil menepuk-nepuk kepala Kyuhyun pelan, layaknya menepuk kepala anak kecil yang berhasil dibujuk untuk makan.

"YA! Akh.." Kyuhyun meringis dan memegang sudut bibirnya yang terasa seperti tersayat.

Sungmin yang sebelumnya berniat keluar kamar, terlonjak kaget karena teriakan Kyuhyun. "Makanya. Sudah tahu sedang luka, jangan teriak-teriak seperti itu. Mengagetkan saja."

Kyuhyun melirik Sungmin sebentar. "Aku tidak mau memakannya sendiri!" Ucap Kyuhyun sambil sedikit mendorong nampan putih itu.

"Ne? Maksudmu?" Tanya Sungmin heran.

"Kau harus menyuapiku! Kau tega membiarkanku makan sendiri, eoh?" Tanya Kyuhyun sambil menaikkan alisnya.

"Mwo?"

"Kalau kau tidak mau, maka aku tidak mau memakannya." Ujar Kyuhyun santai sambil menyandarkan punggungnya di kepala tempat tidur.

Sungmin mendecih dan tertawa meremehkan. Ia sungguh tidak mengerti akan sikap lelaki tampan di hadapannya itu. "Aku tak menyangka ternyata kau benar-benar manja, Tuan Cho." Sindir Sungmin yang kemudian menghembuskan napas, berusaha untuk sabar menghadapi Kyuhyun, mengingat lelaki itu telah banyak berbuat baik padanya. Sungmin mengambil posisi duduk di tepi kasur empuk Kyuhyun, menggantikan posisi nampan putih yang telah ia pindah di nakas. Tangan kiri Sungmin memegang mangkuk bubur, sementara tangan kirinya mengaduk pelan isi mangkuk tersebut, menyendoknya, lalu menyuapkannya ke mulut Kyuhyun. "Buka mulutmu." Titah Sungmin yang langsung dituruti oleh Kyuhyun. Ia menyuapkan bubur sedikit demi sedikit karena tahu mulut Kyuhyun tidak bisa terbuka lebar.

Kyuhyun benar-benar menikmati ini semua. Dimasakkan sekaligus disuapi oleh Sungmin. Dipandangnya lekat gadis manis yang terus menunduk sambil mengaduk-aduk isi mangkuk di tangannya.

"Minnie-ah." Panggil Kyuhyun lirih.

Sungmin mendongak dan menatap Kyuhyun. "Hm? Wae?"

"Apa kau masih ingin pergi ke Taman Sungai Han?" Tanya Kyuhyun.

Sungmin mengerutkan dahi. "Kenapa tiba-tiba bertanya itu?"

PUK

Kyuhyun menepuk pelan pucuk kepala Sungmin yang langsung diusap oleh sang pemilik kepala. "Aku bertanya serius. Jawab saja! Ingin atau tidak?"

Sungmin mengerucutkan bibir dan bedecak pelan. "Galak sekali. Ne! Aku masih ingin ke sana!" Jawab Sungmin dengan nada tinggi dan penuh penekanan di setiap katanya.

"YA! Sshh..Aku tidak tuli. Tidak usah berteriak seperti itu." Kyuhyun meringis menahan perih di bibirnya setelah mengakhiri kalimatnya.

Sungmin merasa kesal dan menusukkan sendok ke dalam mangkuk yang buburnya masih tersisa setengah. "Kau dulu yang tadi berteriak padaku! Kenapa kalau aku masih ingin ke sana? Memangnya kau akan mengajakku ke sana, hah?! Ak-"

"Ne! Aku akan mengajakmu ke sana." Ucap Kyuhyun memotong perkataan Sungmin dengan nada tegas.

Sungmin tercekat dan langsung menutup mulutnya mendengar jawaban Kyuhyun. Ia menatap Kyuhyun tidak percaya dan mencari kesungguhan di sana. "Jinja?" Sungmin bertanya lirih.

Kyuhyun mengangguk pelan. "Hm. Mau tidak? Jangan sampai aku berubah pikiran."

Sungmin langsung mengangguk seraya mengulas senyum manis.

"Kalau begitu, bersiaplah. Aku sudah kenyang. Terima kasih sudah menyuapiku. Aku mau mandi dulu." Kyuhyun berucap sambil berangsur turun dari tempat tidur, meninggalkan Sungmin yang terbengong tidak percaya.

Sungmin berbalik dan menatap pintu kamar mandi yang telah tertutup. "YA! Kyu!"

"Cepat bersiap! Aku tidak bercanda!" Kyuhyun berteriak dari dalam kamar mandi.

Sungmin berdiri lalu menghembuskan napas berat dan mendongakkan kepalanya sebentar. "Issh. Jinja. Lelaki itu benar-benar tidak bisa ditebak." Sungmin menggerutu sambil melangkah keluar kamar Kyuhyun.

###

Eunhyuk tampak sangat sibuk, agak berlari ke sana ke mari mengantarkan pesanan ke meja-meja pelanggan. Jik hari libur seperti ini, Eunhyuk dituntut mengeluarkan tenaga ekstra, karena pengunjung restoran Kim ahjumma tempatnya bekerja paruh waktu menjadi berkali-kali lipat dari hari biasa.

"Selamat menikmati.." Ucap Eunhyuk seraya memamerkan gummy smile -nya setelah menaruh beberapa mangkuk Jajangmyeon dan gelas minuman di meja pelanggan dekat dinding kaca bagian depan restoran. Jajangmyeon atau mie saus pasta kacang kedelai hitam memang menjadi menu andalan di restoran ini. Cita rasa Jajangmyeon restoran Kim ahjumma terkenal sangat lezat dan berbeda dengan Jajangmyeon di restoran lain.

Eunhyuk buru-buru kembali berjalan dengan langkah cepat menuju dapur untuk mengambil dan mengantarkan pesanan selanjutnya. Ia mengusap asal keringat di pelipisnya yang hampir menetes dengan punggung tangannya.

"Tiga Jajangmyeon lagi untuk meja 10 ahjumma~" Ucap Eunhyuk dengan nada riang.

"Ne~" Jawab Kim ahjumma tak kalah riang. Ia tersenyum sumringah ke arah Eunhyuk yang berjalan ke arah dapur sambil melempar senyum lebar kepada pelayan lainnya. "Ahjumma, pesanan untuk meja 5." Ujar gadis bernama lengkap Lee Hyukjae itu sambil menggelung rambut panjangnya ke atas.

"Sebentar. Kau semangat sekali Eunhyukkie.." Ledek Kim ahjumma yang dibantu tiga juru masak lain yang juga tengah sibuk memasak pesanan lainnya.

"Hari ini benar-benar ramai ahjumma..Jadi aku harus semangat!" Ucap Eunhyuk seraya tersenyum lebar.

Kim ahjumma balas tersenyum lalu meletakkan dua mangkuk Jajangmyeon di nampan yang dipegang Eunhyuk. "Jaa~"

"Gomawo~" Eunhyuk menyengir dan kembali membawa nampan itu ke meja pelanggan.

Kim ahjumma masih tersenyum seraya menggelengkan kepala pelan menatap punggung Eunhyuk yang telah menjauh.

Tanpa Eunhyuk sadari, di luar sana, seorang lelaki tampak memandang lekat ke arahnya. Mengamati setiap gerakan yang ia lakukan. "Cantik.." Lirih lelaki itu tanpa sadar.

Kedua kaki lelaki yang penuh dengan pesona itu kemudian bergerak melangkah mendekati restoran Kim ahjumma. Ada sedikit rasa gugup dalam benak lelaki itu, namun ia tetap memberanikan diri untuk masuk ke dalam restoran itu.

"Selamat datang~" Lelaki itu tersenyum membalas sapaan dari seorang pelayan lelaki dan melangkah menuju sebuah meja kosong nomor 4 di sudut restoran.

"Satu mangkuk Jajangmyeon dan air mineral." Ucap lelaki itu pada pelayan lelaki di hadapannya seraya menutup buku menu.

"Ne." Ucap pelayan lelaki itu sambil sedikit membungkuk dan tersenyum ramah lalu berlalu menuju dapur.

"Hhh.." Lelaki itu mendesah pelan. Ia menyenderkan punggungnya di sandaran kursi lalu mengeluarkan smartphone dari celana jeans-nya. Sambil menunggu pesanannya datang, ia memainkan games di smartphone miliknya untuk mengusir rasa bosan.

"Satu Jajangmyeon dan satu air mineral, selamat menikmati.." Lelaki itu terkesiap dan sontak mengangkat wajahnya kala mendengar suara seorang gadis yang sedari tadi ia amati. Gadis itu, Eunhyuk, yang sudah akan berbalik setelah membungkukkan sedikit badannya, seketika membeku saat kedua matanya tak sengaja bertemu tatap dengan mata lelaki tampan di hadapannya.

"S-sunbae, a-annyeonghaseyo.." Sapa Eunhyuk dengan sedikit gugup. Ia sedikit membungkukkan badannya lalu berniat pergi, namun tangan lelaki itu, yang tak lain adalah Donghae, mencekal pergelangan tangannya.

Eunhyuk kembali terkejut dan menatap cekalan tangan itu. Donghae segera melepaskan pergelangan tangan Eunhyuk dan menggaruk pelan tengkuknya. "Mian. Kau sahabatnya Sungmin bukan? Kita belum pernah berkenalan sebelumnya. Lee Donghae. Aku sahabatnya Kyuhyun." Donghae mengulurkan tangan kanannya pada Eunhyuk.

Eunhyuk menatap sebentar tangan itu sebelum menjabatnya sambil tersenyum canggung. "Lee Hyukjae. Panggil saja Hyukkie. Aku tahu sunbae karena sunbae populer di kampus." Eunhyuk berujar polos.

Donghae tersenyum tipis. "Jangan memanggilku sunbae. Panggil saja oppa. Senang berkenalan denganmu Hyukkie." Ucap Donghae sambil tersenyum ramah.

Eunhyuk sedikit merona melihat senyuman Donghae dan refleks balas tersenyum. "Ne. Senang berkenalan denganmu juga oppa..Mian, aku harus kembali bekerja. Selamat menikmati." Pamit Eunhyuk sebelum akhirnya membungkukkan sedikit badannya dan segera meninggalkan meja Donghae. Ia tidak ingin Donghae melihat pipinya yang tengah merona.

Donghae tersenyum senang setelah tubuh Eunhyuk menghilang dari pandangannya. Ia sungguh merasa bahagia bisa berkenalan dengan gadis yang telah berhasil memikat hatinya. Lelaki itu kemudian mengambil sumpit dan mulai memakan Jajangmyeon pesanannya dengan semangat. Dalam hatinya terbesit niat akan sering mengunjungi restoran ini.

###

Kyuhyun dan Sungmin berjalan beriringan dengan langkah santai sambil menikmati pemandangan indah Sungai Han dan angin sepoi-sepoi yang menerpa tubuh mereka. Kini mereka berdua berada di Taman Sungai Han Nanji, salah satu taman dari 12 taman yang ada di sekitar Sungai Han. Taman yang beberapa puluh tahun sebelum pembangunan Sungai Han menjadi tempat pembuangan sampah kota Seoul ini, memang sangat ramai saat musim panas dan musim semi seperti saat ini. Sesekali Sungmin menyunggingkan senyum kala melihat beberapa anak kecil tengah asyik bermain sepeda di arena taman bersepeda yang ia lewati.

Kyuhyun melirik Sungmin sekilas. Tangan kanannya bergerak menggenggam tangan kiri Sungmin dan menariknya pelan, membawa gadis itu melangkah lebih cepat menuju suatu tempat.

Sungmin berjengit kaget dan menatap punggung Kyuhyun. "Ya! Mau ke mana?"

"Diam dan ikuti saja!" Perintah Kyuhyun yang dibalas dengusan sebal dari Sungmin.

Kyuhyun langsung melepas genggaman tangannya pada tangan Sungmin begitu sampai di tempat penyewaan sepeda. Lelaki tampan itu menggerakkan kepalanya ke depan sebagai isyarat supaya Sungmin memilih sepeda yang berjejer di sana.

Sungmin sedikit melangkah maju dan langsung menunjuk sepeda tandem warna biru. Ia tidak memilih sepeda biasa karena memang ia tidak bisa mengendarai sepeda. Jadi, biarkanlah Kyuhyun yang mengendarai di sadel depan, sedangkan ia hanya ikut-ikutan mengayuh di sadel belakang.

###

"Ya! Ya! Ya! Kyu! Berhenti!" Sungmin berteriak sambil satu tanganny memukuli punggung Kyuhyun yang dengan sengaja sedikit memeringkan sepeda mereka. Satu tangan Sungmin yang lain tetap menggenggam erat stang sepeda. Kyuhyun hanya tersenyum jahil mendapati Sungmin tengah panik dan semakin mempercepat laju sepeda itu.

"Kyuuuu!"

CIIIIT

PLAK

Satu pukulan cukup kencang kembali Sungmin layangkan ke punggung Kyuhyun. "YA! Kau mau membunuhku? Jantungku benar-benar ingin copot!" Protes Sungmin tidak terima begitu Kyuhyun menghentikan sepeda yang mereka kendarai.

Kyuhyun mengacak rambutnya frustasi dan berbalik menghadap Sungmin. "Aiissh. Berisik sekali! Kau sendiri yang memilih sepeda tandem. Jadi ikuti aku saja!"

"Tapi tidak sekencang itu, Kyu! Aku benar-benar takut." Sungmin langsung menurunkan nada suaranya seraya memasang wajah cemberut.

"Hhh.." Desah Kyuhyun pelan dan beranjak turun dari sadel depan. "Kalau begitu kau yang di depan. Biar aku di belakang." Perintah Kyuhyun sambil berdiri memegangi stang depan.

Sungmin mengerutkan dahinya. "Shirreo! Kau tahu aku tidak bisa mengendarai sepeda. Nanti kalau jatuh, bagaimana?"

"Aku akan menjagamu dari belakang. Cepat turun!" Titah Kyuhyun sambil menggoyang-nggoyangkan sepeda itu.

Sungmin segera turun sambil mendengus sebal. Ia menggeser tubuh Kyuhyun dan langsung menaiki sadel depan. "Awas kau kalau macam-macam lagi!" Ancam Sungmin sambil melirik lelaki tampan di sampingnya itu.

Tanpa Sungmin sadari, Kyuhyun tersenyum tipis lalu segera menaiki sadel belakang. "Jalan." Ucap Kyuhyun memberi intruksi pada Sungmin.

###

Sungmin tak henti megembangkan senyum sambil mengeratkan genggamannya pada kaos bagian pinggang Kyuhyun. Sesekali ia memejamkan mata mencoba menikmati hembusan angin yang menyegarkan baginya. Sungmin memang sekarang dalam posisi membonceng dan Kyuhyun yang mengendarai karena mereka berdua telah mengganti sepeda. Sungmin yang kesulitan menjaga keseimbangan akhirnya menyerah lalu memohon pada Kyuhyun untuk mau mengganti sepeda dan memboncengnya berkeliling Taman Nanji. Kyuhyun yang awalnya menolak akhirnya hanya bisa pasrah dan menuruti kemauan Sungmin karena enggan berdebat dengan gadis itu.

Kyuhyun mengayuh sepeda itu dengan kecepatan sedang. Ia nampak begitu menikmati momen ini. Rasa sakit di sekujur tubuhnya akibat perlakuan Siwon semalam seakan telah lenyap entah ke mana. Tanpa Sungmin ketahui, Kyuhyun juga tak henti mengembangkan senyum tipisnya. Apalagi pemandangan Sungai Han yang mereka lewati begitu memanjakan mata.

CIIIIT

Kyuhyun menghentikan laju sepeda tepat di depan sebuah bangku taman panjang warna putih, karena ia sudah cukup merasa lelah dan haus. Napasnya juga sedikit terengah. Tanpa disuruh, Sungmin segera turun dari boncengan begitu sepeda telah berhenti diikuti Kyuhyun yang langsung menurunkan penyangga pada bagian belakang sepeda agar dapat berdiri.

Lelaki bermarga Cho itu segera mengambil posisi duduk di bangku taman seraya menyodorkan telapak tangannya pada Sungmin tanda meminta sesuatu.

Sungmin mengerutkan dahi bingung."Apa?"

"Kau membawa minum bukan? Berikan padaku! Aku haus." Pinta Kyuhyun yang telah menyenderkan punggungnya pada sandaran kursi.

Sungmin mengerucutkan bibirnya lalu duduk di sebelah Kyuhyun. Tangannya bergerak membuka resleting tas Jansport mini warna pink yang sedari tadi ia pakai di punggung, dan mengeluarkan tumblr kecil warna hitam transparan. Kyuhyun menerima tumblr itu dan langsung meneguknya.

"Haah.." Kyuhyun mendesah lega setelah membasahi kerongkongannya yang terasa kering. "Kau puas?" Tanya Kyuhyun seraya memberikan tumblr itu pada Sungmin.

Sungmin tidak menjawab. Ia langsung meneguk air dalam tumblr begitu menerimanya. "Aku lapar, Kyu. Kajja! Kita makan. Ini sudah hampir lewat jam makan siang." Ajak Sungmin seraya menarik tangan Kyuhyun.

Kyuhyun menatap Sungmin sebentar lalu beranjak dari duduknya dan kembali menaiki sepeda, disusul Sungmin yang membonceng di belakangnya.

###

Selesai makan siang, sembari menuggu Kyuhyun yang sedang ke toilet, Sungmin menaiki sepeda yang masih distandar. Ia mengayuh pelan pedal sepeda itu seolah-olah ia benar-benar bisa mengendarainya.

"Kau mau mengendarainya?"

Sungmin terkesiap mendengar suara Kyuhyun dari belakang. "Ah, a-ani.." Sungmin yang sudah ingin turun dari sepeda, urung karena tangan Kyuhyun menahan tubuhnya.

"Naiklah. Aku akan memegangimu dari belakang."

"Y-ya. Ta-tapi-"

"Kkokjongma." Ucap Kyuhyun meyakinkan seraya menaikkan standar sepeda dengan kaki kanannya.

"Kau jangan melepasnya, ne?"

"Hm..jalan." Titah Kyuhyun sambil mendorong pelan sepeda itu dari belakang.

Sungmin mengayuh pedal dengan sangat hati-hati. Wajah manisnya terlihat sangat berkonsentrasi menjaga keseimbangan. Mulutnya tak berhenti meracau karena ia benar-benar merasa takut. Stang yang ia pegang selalu membelok ke kanan dan ke kiri karena ia tak bisa menjaga keseimbangan dengan baik.

"Ya! Minnie-ah! Setir yang betul!" Pekik Kyuhyun yang mulai merasa kesal. Punggungnya juga mulai terasa pegal karena terus membungkuk memegangi bagian belakang sepeda. "YA! Awaas! Belokkan ke kanan!"

"Kyaaa!"

BRAK

Sungmin langsung turun dari sadel dan berhasil memijakkan kedua kakinya ke tanah tanpa jatuh. Ia menggigit bibirnya dan menatap Kyuhyun yang terlihat geram. Mereka berdua langsung membetulkan letak sepeda yang Sungmin tabrak. Beruntung sang pemilik sepeda tidak ada dan mereka segera berpindah tempat dengan Kyuhyun yang mendorong sepeda.

"Naiklah!" Titah Kyuhyun dengan nada sedikit membentak.

Sungmin sedikit menunduk dan menggeleng lemah. Wajahnya terlihat muram sekarang. "Aku mau pulang saja."

Kyuhyun menghembuskan napas berat. Ia lalu menarik tangan Sungmin dan membimbingnya untuk kembali naik ke sadel sepeda. "Apa kau akan membiarkan dirimu tidak bisa mengendarai sepeda selamanya? Cepat jalan! Aku akan memegangimu. Jadi jangan khawatir!"

Sungmin menurut dan kembali mengayuh pedal sepeda. Kali ini juga tak ada perubahan. Sungmin tetap tak bisa menjaga keseimbangan dengan baik. Stang yang ia setir bergerak tak tentu arah.

"Minnie-ah! Jangan goyang-goyang seperti itu! Pegang yang betul!" Pekik Kyuhyun dari belakang.

"Tidak bisa.." Ucap Sungmin di tengah kepanikan yang melanda dirinya. Ia benar-benar kesulitan mengendarai sepeda yang semakin bergerak tak terkendali. "Kyu! Pegang yang betul! Jangan miring-mir-"

BRAKK

"Akkkh!" Sungmin berteriak kencang. Ia jatuh terduduk dan kakinya tertimpa sepeda.

Kyuhyun lagi-lagi menghembuskan napas berat dan segera mengangkat sepeda dari atas kaki Sungmin lalu menurunkan standarnya. "Gwenchana?" Tanya Kyuhyun dengan tatapan menelisik.

"Hiks..Hiks.."

Kyuhyun berjongkok di depan Sungmin yang tengah mengusap kasar air matanya. Ia menatap bagian bawah lutut Sungmin yang berdarah. "Uljima..Kajja! Kita duduk di sana saja." Ajak Kyuhyun seraya berdiri dan menarik lembut tangan Sungmin.

###

"Hiks.."

Sungmin yang tengah duduk di sebuah bangku taman panjang seketika menoleh, saat Kyuhyun muncul dari belakang membawa sebuah kantong putih lalu duduk di sampingnya. Sungmin tercekat karena tiba-tiba kakinya diangkat ke atas pangkuan Kyuhyun.

"Diamlah." Ucap Kyuhyun datar yang berhasil membungkam mulut Sungmin.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah botol kecil alkohol dan kapas dari kantong putih yang ia bawa, lalu mengolesinya ke luka Sungmin.

Sungmin memang berhasil membungkam mulutnya yang ingin protes, namun ia tak berhasil membendung air matanya yang kembali keluar. "Hiks.."

Kyuhyun seketika menoleh mendengar sebuah isakan keluar dari mulut Sungmin. "Ya! Kau menangis hanya karena luka kecil seperti ini?"

"Aniyo..Aku menangis bukan karena itu.." Tutur Sungmin dengan suara serak.

"Lalu?"

Sungmin menyeka air matanya kasar. "Aku menangis karena aku belum juga bisa mengendarai sepeda..hiks.."

Kyuhyun mendesah frustasi. Ia menggaruk pelipisnya yang tidak gatal seraya memejamkan mata sesaat. Lelaki itu lalu mengeluarkan sapu tangan dark blue dari saku celana jeans-nya dan memberikannya pada Sungmin. "Sudahlah. Jangan menangis lagi. Lain kali kita belajar lagi."

Sungmin mengusap matanya dengan sapu tangan Kyuhyun. Kulit wajahnya yang seputih susu membuat warna merah pada hidungnya sangat kentara. "Gomawo.." Ucap Sungmin dengan suara lemah saat melihat Kyuhyun telah selesai membersihkan lukanya dan menempelkan plester luka.

"Hmm..Kau tunggu di sini. Aku akan membeli minum." Ucap Kyuhyun sebelum akhirnya bangkit dan berjalan menuju kafe.

Sungmin berdiri dan menatap punggung Kyuhyun yang telah menjauh. Ia lalu melangkah ke depan mencoba mendekati burung-burung merpati yang bebas berkeliaran tengah mematuki makanan di tanah. Gadis itu tersenyum menatap pemandangan langit sore di atas Sungai Han yang begitu menawan. Kedua matanya terpejam, menikmati hembusan angin sore yang menerpa tubuhnya.

"Minnie-ah.."

Seketika mata Sungmin terbuka dan membulat hebat, kala suara seseorang yang selama ini ia hindari tiba-tiba menyapa indra pendengarannya.

.

.

.

To be continued...

Gimana? Gimana? Makin ngebosenin kah? Makin ga jelas kah? Cuma bisa bilang maaaaf, karena belum bisa maksimal..

Meskipun ini FF aneh dan ga jelas, aku tetep mengharapkan banget komentar, kritik, atau saran dari temen-temen semua ^^ Makasiiiiih banget buat temen-temen yang selalu ngasih support, kalian selalu berhasil bikin aku senyum-senyum sendiri ketika baca review dari temen-temen.. Buat silent readers juga makasiiiih banget, udah mau mampir dan baca. Tapi aku juga sebenernya ngarepin banget review dari kalian loooh ^^

Maaf banget, ga bisa bales review satu-satu :(

Oh ya, buat yang nanya soal Kyuhyun kenal Shin ahjussi udah lama atau baru,mereka baru kenal pas dikenalin sama Sungmin. Itu kemaren ceritanya Shin ahjussi ngajak Kyuhyun ketemuan gitu dehh,hoho

Buat temen-temen yang nanya manggil aku apa, aku biasa dipanggil Hana ^^ Pokonya kalo sama gue, nyantai aja sob, haha ^^

Semoga pertanyaan-pertanyaan yang lain, bisa kejawab di chapter ini yaaa ^^

Big Thanks to:

fariny, Tika137, lalakms, , kyuwie, Kyumin joyer, Neng, PaboGirl, whey.K, nova137, KikyWP16, abilhikmah, Heldamagnae, BluePink137, Guest, gwansim84, TifyTiffanyLee, Nina317Elf, reaRelf, Minhyunni1318, chaerashin, danactebh, vitaminsparkyu1123

Last, aku tunggu reviewnya~ *bow

HanaDulSet