Please, Remember Me
By: HanaDulSet
Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others
Genre: Romance, Drama
Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^
Warning: Gender Switch, Typo, Newbie
DON'T LIKE, DON'T READ
NO PLAGIAT!
-Chapter 7-
"Minnie-ah.."
Seketika mata Sungmin terbuka dan membulat hebat, kala suara seseorang yang selama ini ia hindari tiba-tiba menyapa indra pendengarannya.
Mata Sungmin semakin terbelalak, karena saat ia berbalik, sosok itu langsung memeluknya begitu erat. Sungmin meronta berusaha melepaskan pelukan itu, namun nihil, karena kekuatan sosok itu tak sebanding dengannya.
"Choi Siwon lepp-pas!" Pekik Sungmin sambil memukuli dada lelaki gagah berlesung pipit itu.
"Ku mohon, sebentar saja, Minnie-ah." Ucap Siwon seraya mengeratkan pelukannya pada Sungmin.
Seketika Sungmin berhenti meronta saat mendengar ucapan Siwon yang penuh dengan nada memohon.
Merasakan tidak ada perlawanan lagi dari Sungmin, Siwon semakin mengeratkan pelukannya dan menenggelamkan wajahnya di ceruk leher putih Sungmin. "Aku sangat merindukanmu, Lee Sungmin."
Sungmin memang tidak melawan, namun ia juga tidak membalas pelukan lelaki itu. Ia hanya berdiri kaku dan berusaha menetralkan deru napasnya yang sedikit memburu.
"Ku mohon, kembalilah Lee Sungmin. Aku mencintaimu..." Siwon berujar lirih tepat di samping telinga Sungmin.
Dari kejauhan, seorang lelaki tampan yang di kedua tangannya terdapat dua cup Hot Chocolate, nampak membeku melihat pemandangan itu. Entah kenapa, hatinya berdenyut melihat Sungmin yang tampak tidak melawan dipeluk oleh Siwon.
Dari balik bahu kekar Siwon, Sungmin dapat melihat dengan jelas Kyuhyun sedang berdiri mematung memandang dirinya dan Siwon. Ia sedikit terlonjak kala melihat tubuh Kyuhyun berbalik dan melangkah meninggalkan tempatnya berdiri. Beruntung Siwon telah mengendurkan pelukannya dan Sungmin segera mendorong pelan dada lelaki itu. "Mianhe...Aku sungguh tidak bisa menerima cintamu, oppa. Aku mohon, berhentilah mengikutiku, dan carilah gadis yang lebih baik dari aku. Jeongmal mianhe.." Sungmin mengakhiri perkataannya dengan sebuah senyuman manis lalu segera berlari meninggalkan Siwon yang tengah membeku.
Beberapa detik kemudian, Siwon berbalik dan memandang punggung Sungmin yang semakin menjauh. Kedua tangannya terkepal kuat dan rahangnya tampak mengeras, menampakkan gurat kemarahan. "Tak akan Lee Sungmin. Aku tak akan bisa berhenti."
###
"Hah..Hah.." Sungmin berhenti berlari dan berusaha mengatur napasnya yang tersengal-sengal sambil mengedarkan pandangannya mencari Kyuhyun. "Ke mana perginya? Cepat sekali hilang." Gadis manis itu mendengus sebal. Kali ini ia memutuskan untuk tidak berlari dan hanya berjalan pelan sambil tetap menengok ke sana ke mari mencari sosok Kyuhyun. "Eoh?" Sungmin segera berjalan mendekati seseorang yang sangat ia kenal sedang duduk menyandar di sebuah bangku taman. Hanya dengan melihat punggungnya, Sungmin sudah dapat mengenali sosok itu.
"Ehem.." Sungmin berdehem pelan ketika ia sudah duduk di samping Kyuhyun. Ia mengambil satu cup Hot Chocolate yang ada di tengah-tengah dirinya dan Kyuhyun. "Untukku?"
"Hm.." Gumam Kyuhyun sebagai jawaban. Ia tak menoleh namun sedikit melirik Sungmin lalu menyesap kembali Hot Chocolate di tangannya.
"Gomawo.." Merasa tak dipedulikan, Sungmin mengerucutkan bibirnya lalu menyesap Hot Chocolate miliknya. "Kenapa tidak ke tempat tadi?"
Kyuhyun melirik Sungmin sebentar. "Aku tidak ingin mengganggu." Jawab Kyuhyun datar.
Sungmin hanya menghela napas dan menghadapkan tubuhnya ke samping menatap Kyuhyun. "Kyu~"
Mendengar Sungmin memanggil namanya lembut, Kyuhyun akhirnya menoleh dan balas menatap gadis itu. "Wae?"
Sungmin menggenggam satu tangan Kyuhyun dan bangkit dari duduknya. "Kajja, aku ingin pulang."
Lagi, Sungmin berhasil membuat detak jantung Kyuhyun tak karuan. Ia menatap genggaman tangan Sungmin sebentar sebelum akhirnya menuruti permintaan gadis manis yang telah beranjak dari posisi duduknya itu.
###
"Woaah..Jinja! Jadi mereka berdua benar-benar resmi jadian?"
"Terlihat serasi sekali."
"Andweee!"
"Aiish. Sial! Kesempatanku mendapatkan Kyuhyun oppa hilang sudah."
"Manis sekali gadis yang bersama Kyuhyun oppa itu. Aku benar-benar iri."
"Dia kan Lee Sungmin, anak pemilik KL Group. Pemilik D'Sapphire juga."
"Woah! Jinja daebak!"
Suara gaduh dari gadis-gadis yang tengah mengerumuni majalah dinding kampus, memenuhi ruang koridor yang cukup luas itu. Mereka rela berdesak-desakan demi melihat sesuatu yang nampaknya sangat membuat heboh hampir seisi kampus. Mulut para gadis itu seketika terbungkam kala salah seorang dari mereka menginterupsi. Gadis itu melihat dua sosok yang ada dalam majalah dinding sedang berjalan ke arah mereka.
"Psst..Psst..Ya! Itu Kyuhyun oppa dan Lee Sungmin." Pekik salah seorang gadis cantik berambut pendek dengan suara pelan namun berhasil membungkam seluruh gadis yang ada di sekelilingnya. Para gadis itu mengikuti arah pandang si gadis berambut pendek itu.
Mereka semua terperangah melihat dua sosok yang tengah mereka ributkan, berjalan beriringan sambil bergandengan tangan. Dua sosok itu, Kyuhyun dan Sungmin, memang kembali menjadi bahan perbincangan hangat di kampus, karena foto-foto candid saat mereka berdua di Taman Nanji terpampang di majalah dinding.
Kyuhyun memang sengaja menggandeng tangan Sungmin supaya seluruh warga kampus benar-benar percaya bahwa Sungmin telah menjadi kekasihnya. Meskipun sempat mendapat protes dari Sungmin, namun Kyuhyun berhasil meyakinkan gadis manis itu. Seolah dapat membaca situasi yang akan terjadi, Kyuhyun juga telah memperingatkan Sungmin untuk tidak menghiraukan apa pun tanggapan orang tentang mereka berdua dan tetap bersikap biasa
"Kau lihat gadis-gadis itu? Tak usah balas menatap mereka dan jangan menunduk." Bisik Kyuhyun sambil mendekatkan kepalanya ke kepala Sungmin. Hal itu membuat para gadis semakin terpenrangah menatap mereka berdua.
"Hm.." Gumam Sungmin seraya mengangguk pelan.
Kyuhyun semakin mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Sungmin, membimbing gadis itu melewati kerumunan dengan penuh percaya diri. Lelaki tampan itu tak menoleh sedikit pun dan terus membawa Sungmin menjauhi para gadis yang tengah menatap mereka berdua dengan berbagai macam tatapan sambil berdesas-desus. Sungmin juga dengan penuh kepercayaan diri berjalan di samping Kyuhyun tanpa menunduk dan tanpa menoleh ke arah kerumunan.
Tanpa mereka sadari, dari kejauhan Victoria menatap pemandangan itu dengan geram. Kedua tangannya mengepal kuat hingga buku-buku jemari lentiknya tampak memutih. "Awas kau Lee Sungmin!"
###
"Eoh?"
Kyuhyun dan Sungmin yang telah sampai di bagian depan kantin, sama-sama terkejut melihat kedua sahabat mereka, Donghae dan Eunhyuk, tampak sangat akrab mengobrol di meja bagian pojok kantin. Setelah memesan makanan, mereka berdua lalu menghampiri meja Donghae dan Eunhyuk.
BRAK
Suara nampan makanan yang Kyuhyun dan Sungmin letakkan di meja secara bersamaan sontak mengagetkan Donghae dan Eunhyuk yang tengah asyik mengobrol.
"Aiissh..Kalian mengagetkan saja!" Protes Donghae tidak terima.
"Kalian saja yang terlalu asyik mengobrol, sampai tak sadar aku dan Sungmin datang." Sahut Kyuhyun seraya duduk di samping Donghae.
Sungmin yang telah duduk di samping Eunhyuk, berhadapan dengan Kyuhyun, tersenyum menggoda seraya bergantian menatap ke arah sahabatnya dan Donghae.
"Minnie-ah, kau ini kenapa eoh?" Tanya Eunhyuk yang merasa risih ditatap oleh Sungmin seperti itu.
Senyum Sungmin kembali merekah. "Sejak kapan kalian saling kenal? Seingatku, aku belum pernah mengenalkan kalian. Kau juga kan, Kyu?" Tanya Sungmin sambil menatap Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk membalas tatapan Sungmin. "Hm..Kau cepat sekali bergerak, hyung."
"Tentu saja, karena aku tidak sepertimu, lamban." Ejek Donghae seraya menoleh ke arah Kyuhyun.
Beruntung Kyuhyun bisa sedikit bersabar. Sebenarnya ingin sekali rasanya ia memukul kepala orang di sampingnya ini. "Diam kau, hyung!"
Sungmin dan Eunhyuk hanya bisa memutar bola mata malas melihat dua lelaki tampan di hadapan mereka yang sedang saling mengejek.
"Ya. Hyukkie-ah, kenapa kau tak cerita padaku jika kau telah berkenalan dengan dia?" Bisik Sungmin dengan mulut yang masih setengah penuh dengan makanan.
Eunhyuk tersenyum malu-malu lalu berbisik pada Sungmin. "Nanti aku ceritakan, tapi tidak di sini."
"Hyukkie-ah, tunjukkan pada mereka berdua, apa yang kita dapat tadi pagi." Ucap Donghae tiba-tiba yang membuat Eunhyuk terkesiap dan langsung mengeluarkan smartphone-nya dari dalam tas.
"Wae?" Tanya Kyuhyun dan Sungmin secara bersamaan. Mereka menatap bingung ke arah Eunhyuk yang tampak mencari sesuatu di smartphone-nya.
"Kalian berdua tidak melihat mading hari ini?" Tanya Eunhyuk seraya menatap heran Kyuhyun dan Sungmin bergantian.
Kyuhyun dan Sungmin hanya menggeleng sebagai jawaban.
"Lihat ini. Seisi kampus, terutama para penggemar Kyuhyun oppa, heboh gara-gara ini." Ujar Eunhyuk seraya memperlihatkan foto-foto di smartphone-nya.
Sungmin melongo melihat foto-foto candid dirinya dan Kyuhyun saat di Taman Nanji yang ternyata terpampang di beberapa majalah dinding kampus.
"Berikan padaku!" Kyuhyun merebut pelan smartphone dari tangan Hyukkie. Jemari panjangnya bergerak menggeser layar smartphone itu dengan gerakan sedikit cepat.
"Pantas saja kerumunan gadis-gadis tadi langsung menatap horor ke arah kita berdua, Kyu. Kau benar-benar seperti selebritis yang mempunyai banyak stalker." Ucap Sungmin sedikit mengejek.
"Makanya kau harus berhati-hati berpacaran dengan dia." Ujar Donghae menggoda.
"Hyung!"
"Oppa!"
Kyuhyun dan Sungmin berteriak kompak seraya menatap tajam ke arah Donghae.
Lelaki bermarga Lee itu terkekeh geli. "Lihat, bahkan kalian sangat kompak." Ujar Donghae kembali meledek lalu tertawa puas.
"Tertawa saja sesuka hatimu, hyung." Ucap Kyuhyun malas dan melanjutkan kegiatan makan siangnya yang sempat tertunda setelah memberikan smartphone milik Eunhyuk kepada Sungmin.
Sungmin nampak serius melihat foto-foto yang diambil oleh Eunhyuk dari mading sambil sesekali mengerucutkan bibirnya lucu. Sedangkan Eunhyuk hanya bisa menggelengkan kepala seraya tersenyum melihat Donghae yang terus mengejek Kyuhyun.
###
2 minggu kemudian...
Kyuhyun kembali pergi ke Busan untuk keperluan CSR atau Corporate Social Responsibility. Ia bersama rombongan staff CK Corp, salah satu perusahaan sub holding dari Cho Group, melakukan kegiatan sosial dengan mengunjungi dan memberi sumbangan ke beberapa panti asuhan serta panti rehabilitasi.
Lelaki bermarga Cho itu kini tampak memandang malas keluar jendela sambil menyangga dagunya lalu menggeram frustrasi, karena yang ada di pikirannya saat ini hanyalah Sungmin. Meskipun ia sudah berpesan pada Donghae untuk menjaga Sungmin, entah kenapa ia tetap merasa resah.
"Kim ahjussi, CSR ini harus benar-benar selesai dalam dua hari. Aku tidak mau jika meleset dari jadwal." Ucap Kyuhyun datar.
Sekretaris Kim tersenyum menggoda. "Wae? Sudah rindu dengan kekasihmu, eoh?"
Kyuhyun memutar bola matanya malas. "Aiissh. Terserah ahjussi saja."
###
BRAK!
"AAARGHH! Lepaskan aku! Lepaskaaan!"
Kyuhyun yang tengah menghadapi beberapa wartawan bersama seorang kepala panti rehabilitasi bagi orang-orang yang terkena gangguan jiwa, tiba-tiba dikejutkan dengan suara teriakan seorang perempuan yang cukup keras. Sekretaris Kim dan beberapa staff Kyuhyun yang tengah sibuk mengurus barang-barang sumbangan dan mencatat laporan juga tak kalah terkejut.
"Jae Kwang-ssi, suara siapa itu?" Tanya Kyuhyun pada kepala panti di sampingnya seraya melangkah mendekati sumber datangnya suara, diikuti kepala panti dan beberapa wartawan yang tadi sedang mewawancarainya.
Kepala panti itu sedikit membungkuk. "Ah, cheoseonghamnida. Saya benar-benar minta maaf atas gangguan ini. Penghuni kamar itu memang masih sering memberontak. Jika sudah seperti itu, dia harus diberi obat penenang." Ujar kepala panti bernama Yoo Jae Kwang itu dengan sopan.
Kyuhyun menatap nanar ke arah jendela kamar di hadapannya yang memang terbuka. Di dalam kamar itu, seorang wanita paruh baya tengah meronta sambil terus berteriak minta dilepaskan. Tiga orang perawat wanita di dalam kamar itu tampak kewalahan untuk menyuntikkan obat penenang. Tiba-tiba perhatian Kyuhyun beralih ke sebuah benda berwarna soft pink yang melilit pergelangan tangan wanita paruh baya itu. Ia memicingkan kedua mata untuk memperjelas penglihatannya. Lelaki bermarga Cho itu mengerjapkan mata beberapa kali karena tidak yakin dengan sesuatu yang ia lihat itu.
"Kyuhyun-ssi, bisakah kita lanjutkan wawancara lagi?" Tanya salah seorang wartawan yang membuyarkan lamunan Kyuhyun.
"Oh, ne. Tentu saja. Mari kita lanjutkan di sebelah sana." Jawab Kyuhyun yang kemudian segera berlalu dari depan kamar itu.
###
Sungmin tampak sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk memasak di dapur apartemen Kyuhyun. Ia berniat memasakkan makanan kesukaan Kyuhyun, Jajangmyeon dan Bibimbap atau nasi dengan campuran sayuran, daging, telur mentah, dan saus pedas, karena lelaki itu akan pulang hari ini. Setelah semua bahan siap, gadis manis itu mengeluarkan smartphone dari dalam saku depan apron merah yang ia pakai.
"Hm..Wae?"
Sungmin mengerucutkan bibirnya lucu kala mendengar suara datar Kyuhyun dari seberang sana. 'Selalu begitu.' Batin Sungmin. "Kau sudah di pesawat, Kyu?"
"Belum. Sebentar lagi. Kau di apartemen?"
Sungmin mengangguk. "Eum. Aku akan memasak Bibimbap dan Jajangmyeon. Jadi, jangan makan di luar! Arrasseo?"
"Arra.." Sahut Kyuhyun.
"Baiklah. Hati-hati..Annyeong~" Ucap Sungmin mengakhiri pembicaraan.
"Hm.."
PIP
Sungmin memasukkan kembali smartphone-nya lalu mulai membuat Bibimbap terlebih dahulu. Ia tidak akan mencampurkan banyak sayuran, karena tahu betul Kyuhyun sangat tidak menyukainya.
TING TONG
Sungmin terkesiap mendengar bel apartemen Kyuhyun berbunyi. Beruntung saus pedasnya sudah matang, dan ia langsung mematikan kompor bertenaga listrik itu. Buru-buru ia melangkah ke arah pintu depan, dan melihat ke layar intercomm.
"Eoh? Kenapa hitam? Apa alat ini rusak?" Sungmin memencet asal tombol-tombol pada alat itu. Perasaan takut langsung menghampirinya karena layar intercomm tetap berwarna hitam. Susah payah ia menelan ludahnya sendiri, namun kemudian ia memberanikan diri untuk membuka pintu.
Dan...
Betapa terkejutnya Sungmin kala melihat dua sosok yang tengah berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun.
.
.
.
To be continued...
Sorry to say, cuma segini yang bisa aku publish...Sebenernya udah nulis banyak, tapi yang aku rasa udah layak publish baru segini ini. Yang selanjutnya, harus aku keep dulu buat dibenerin,hoho..Semoga ga pada bosen dan tetep enjoy reading yaaaa^^
Lagi-lagi, ga pernah bosen untuk bilang thank you so much buat temen-temen semua yang udah mampir, baca, review, follow, sampe favorite..kalian semua bener-bener jadi mood booster buat aku^^
chaerashin : thank you yaa buat reviewnya ^^
gwansim84 : tebakan km bener, hehe
nova137 : soalnya kalo kyu cerita, nanti kesannya Kyu ngadu, kyu jg ga mau Sungmin jadi keinget sm Siwon gitu deh..hehe
reaRelf : tebakan kamu bener ^^
Minhyunni1318 : thank you~^^
KikyWP16 : hahaha..pengennya emang bikin kyumin bareng terus..hoho
vitaminsparkyu 1123 : jawabannya yang pertama..kl ga ada pengganggu, nanti ga seru dong,hehe
Nina317Elf : thank you~^^
danactebh : yap! Bener bgt..ini udah cepet belom?thank you ya dana~
whey.K : waah..tebakan kamu bener ^^
TifyTiffanyLee : iyaa, bener..thank you yaaa^^
: iyaa, siwon..
Heldamagnae : ayoo siapaaa *loh, udah kejawab yaaa,hehe
ayyaLaksita : iyaaa, siwon..mmm,ada ga yah?hehe
Elf hana sujuCouple : iyaaa..thank you yaaaa
cywelf : udah dilanjut yaaaa, semoga sukaa
Guest : udah dilanjut yaaa, semoga sukaaa
wonnie : udah dilanjut yaaa, semoga sukaaa
kyuwie : tebakan kamu bener^^
SEungyo : iyaa, mereka belum jadian..dan mereka emang ngeselin, aku aja sampe kesel sendiri, ribut mulu kerjaannya,hoho
: waaah, tebakan kamu bener..ini udah lanjut yaa, semoga sukaaa
PaboGirl : iya, siwon..dia emang ngebuntutin umin teruss..hoho
kyuminalways89 : baca chapter 1 ya? Thank you yaaa, udah bersedia baca ^^
minnalee1 : iyaa, masih pura2..ditunggu aja yaa, semoga mereka bisa cepet2 jadian,hehe
zee konstantin : sabar~sabar~hoho
abilhikmah : amiiiin, huhu
fariny : thank you yaaa~
Kikyu Cho : Annyeong~thank you yaa, udah mau baca dan review..waduuh, kl ditanya masalah ending, belom tau endingnya bakal gimana,huhuhu..ikutin terus aja yaaa?hehehehe
adinda : demi apapun gue kangen eloooo diiin..thank you~thank you bangeeeet :*
Last...
Aku tunggu reviewnya lagi yaaaa^^
HanaDulSet
