Please, Remember Me
By: HanaDulSet
Cast: Lee Sungmin, Cho Kyuhyun, and others
Genre: Romance, Drama
Disclaimer: Terinspirasi dari banyak film dan drama. Saya hanya meminjam nama cast dan fanfiction ini murni milik saya^^
Warning: Gender Switch, Typo, Newbie
DON'T LIKE, DON'T READ
NO PLAGIAT!
-Chapter 8-
TING TONG
Sungmin terkesiap mendengar bel apartemen Kyuhyun berbunyi. Beruntung saus pedasnya sudah matang, dan ia langsung mematikan kompor bertenaga listrik itu. Buru-buru ia melangkah ke arah pintu depan, dan melihat ke layar intercomm.
"Eoh? Kenapa hitam? Apa alat ini rusak?" Sungmin memencet asal tombol-tombol pada alat itu. Perasaan takut langsung menghampirinya karena layar intercomm tetap berwarna hitam. Susah payah ia menelan ludahnya sendiri, namun kemudian ia memberanikan diri untuk membuka pintu.
Betapa terkejutnya Sungmin kala melihat dua sosok yang tengah berdiri di depan pintu apartemen Kyuhyun.
"SURPPRR-" Mulut sepasang suami istri itu seketika terbungkam kala melihat sosok yang membuka pintu bukan Kyuhyun, anak mereka. Sang istri, wanita paruh baya yang nampak sangat cantik dengan balutan dress merah maroon selutut dengan handbag Channel di tangan kanannya, menatap bingung ke arah Sungmin. Begitu juga dengan sang suami, yang nampak gagah mengenakan setelan jas warna hitam. "Ini benar apartemen Cho Kyuhyun kan?" Tanya sang istri.
"N-ne.." Sungmin menjawab pelan. Ia menatap takut dua sosok itu sambil sedikit menundukkan kepalanya.
"Chullie-ah, berarti ini dia kekasih Kyuhyun." Bisik sang suami ke telinga sang istri seraya tersenyum sumringah.
Sedetik kemudian, rona bahagia langsung tercetak di wajah cantik sang istri. Tanpa aba-aba, ia langsung memeluk Sungmin yang berada tepat di hadapannya.
"Aigooo~"
Sungmin mengerjapkan matanya lucu beberapa kali, merasa bingung dengan kejadian ini. Ia tahu bahwa wanita yang tengah memeluknya dan pria di belakang yang tersenyum menatap ke arahnya adalah orang tua Kyuhyun, karena ia pernah melihat foto mereka berdua di kamar Kyuhyun. Dan Sungmin tidak pernah membayangkan kejadian seperti ini sebelumnya.
Wanita itu melepas pelukannya lalu menangkup wajah manis Sungmin yang masih terlihat bingung. "Aigooo~Jinja yepeoda~" Ucap wanita itu memuji kecantikan Sungmin.
Sungmin melepas tangkupan pada wajahnya seraya tersenyum lalu menggenggam kedua tangan wanita itu. "Anda berdua, orang tuanya Kyuhyun?" Tanya Sungmin basa-basi dengan sedikit canggung.
"Ne~" Jawab sang wanita dengan semangat dan bahagia.
Sang suami hanya menjawab dengan anggukan kepala dan sebuah senyuman ramah.
"Cheoseonghamnida..Silakan masuk." Sungmin sedikit membungkuk dan mempersilakan orang tua Kyuhyun masuk dengan sopan.
"Manisnya~" Cho Heechul atau ibu Kyuhyun, kembali memuji Sungmin sambil mengusap pelan pipi halusnya lalu menarik tangan gadis itu untuk ikut masuk menyusul suaminya, Cho Hangeng, yang telah terlebih dahulu melangkah masuk.
"Hmm..Tak ada yang berubah. Apa Kyuhyun belum pulang?" Tanya ayah Kyuhyun seraya duduk di sofa panjang ruang TV.
"Ne. Dia pergi ke Busan, ahjussi. Tapi hari ini dia pulang." Jawab Sungmin pelan. Ia benar-benar merasa canggung saat ini. Rasa takutnya sudah hilang karena ternyata orang tua Kyuhyun tidak galak seperti yang ia pikirkan. Apalagi tangan Heechul masih setia menggenggam tangannya.
"Astaga! Aku benar-benar lupa dia ada kegiatan di Busan." Ucap Hangeng, ayah Kyuhyun, sambil menepuk pelan dahinya.
Heechul menggeleng pelan. "Tsk. Coba kau ingat. Kita tidak perlu menutup kamera intercomm dan berteriak tidak jelas seperti tadi."
"Mian.." Hangeng menggaruk tengkuknya salah tingkah.
Sungmin menatap heran ke arah Heechul dan Hangeng. 'Pantas saja tadi layar intercomm-nya jadi hitam.' Ucapnya dalam hati.
"Hhh..Sudahlah." Raut wajahnya kembali bahagia saat menoleh ke arah Sungmin. Ia membimbing Sungmin untuk duduk di sampingnya. "Siapa namamu, sayang?"
Sungmin tersenyum tipis dan menjawab pelan. "Sungmin. Panggil saja Minnie."
Heechul mengangguk mengerti. "Hmm..Minnie-ah, kau tidak usah takut atau canggung seperti itu pada kami. Kau kan kekasih Kyuhyun, jadi anggaplah kami sebagai orang tuamu juga. Iya kan, Hannie?" Tanya Heechul yang mendapat anggukan dari Hangeng. "Satu lagi, kau bisa memanggil kami eomma dan appa." Heechul berujar menambahi.
Sungmin terkejut dengan perkataan Heechul. "Ne?"
Heechul kembali tersenyum. "Kami tahu kau sudah sebulan lebih tinggal di sini. Gwenchana. Kami justru sangat senang, akhirnya Kyuhyun memeliki kekasih."
Kedua alis Sungmin mengerut dan pandangan matanya nampak menerawang. 'Jadi Kyuhyun membohongi orang tuanya juga?' Batin Sungmin.
"Minnie-ah, apa kau sedang memasak? Harum sekali aromanya."
Ucapan Heechul berhasil membuyarkan lamunan Sungmin. "Ah! Aku lupa belum menyelesaikannya. Aku pamit ke dapur dulu ahjumma, ahjussi." Sungmin sedikit membungkuk dan bergegas melangkah menuju dapur.
Heechul dan Hangeng saling melempar senyuman penuh arti setelah tubuh Sungmin tak terlihat lagi. "Aku akan menyusulnya ke dapur." Ucap Heechul setengah berbisik seraya melangkah meninggalkan Hangeng yang melempar senyum ke arahnya.
###
Sungmin menatap khawatir ke arah Heechul yang tengah mencicipi Jajangmyeon buatannya.
"Hmm..Mashita~Jinja! Kau benar-benar pandai memasak, Minnie-ah." Heechul berseru senang lalu mengusap pelan pipi chubby Sungmin.
"Gomawo ahjum-eh, eomma.." Sungmin berujar sambil tersenyum manis.
"Ne, kajja! Kita siapkan semua ini di meja makan." Ajak Heechul yang langsung disetujui oleh Sungmin.
Hanya butuh waktu beberapa menit, semua masakan buatan Sungmin yang dibantu sedikit oleh Heechul, telah terhidang rapi di meja makan.
"Tinggal menunggu Kyuhyun. Dia pasti menyukainya. Ah, aku begitu merindukan bocah itu." Heechul berbicara sendiri hingga tak menyadari Sungmin tengah tersenyum menatapnya.
"Ahjumma. Aku ke kamar mandi dulu, ne?"
Suara Sungmin yang menyapa telinganya, membuat Heechul sontak menoleh. "Oh. Ne."
###
Sungmin segera menutup rapat dan mengunci pintu kamar mandi yang berada di kamarnya. Tujuan Sungmin ke kamar mandi adalah bukan untuk buang air, melainkan menghubungi Kyuhyun yang tak kunjung sampai. Gadis manis itu duduk di atas kloset putih yang tertutup dan segera menekan tombol dial pada kontak Kyuhyun.
"Kyu, kau di mana? Kenapa belum sampai juga?" Sungmin langsung melontarkan pertanyaan begitu teleponnya telah tersambung dengan Kyuhyun.
"Issh..Sebentar lagi sampai. Kau ini kenapa, eoh?"
"Orang tuamu..." Sungmin sedikit menjeda ucapannya. "Ada di sini."
"Mwo?! Jangan bercanda Lee Sungmin."
Sungmin sangat yakin bahwa Kyuhyun benar-benar terkejut di seberang sana. "Aku tidak bercanda, Kyu. Makanya, cepatlah pulang!"
"Lima menit lagi aku sampai."
PIP
Sungmin menatap datar layar smartphone-nya begitu Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya. Ia tampak menerawang, berusaha mengartikan perasaannya yang terasa aneh. "Ada apa denganku?"
###
"Kyuhyun-ah~ Neomu bogoshippo~" Heechul langsung menubruk tubuh Kyuhyun yang baru saja masuk ke dalam apartemen dan memeluknya erat.
Kyuhyun terkejut dengan perlakuan sang ibu, namun beberapa detik kemudian, kedua tangannya tergerak membalas pelukan sosok yang juga ia rindukan itu. "Eomma..Tak usah berlebihan seperti ini."
Heechul tak mempedulikan ocehan Kyuhyun dan tetap memeluk anak satu-satunya yang tak ia jumpai selama enam bulan itu.
Kyuhyun tersenyum tipis dan mengusap pelan punggung sang ibu. Ia lalu melepaskan pelukan Heechul dan mengarahkan pandangan mengintimidasi. "Eomma. Eomma tidak bertanya macam-macam pada Sungmin kan?" Kyuhyun bertanya dengan setengah berbisik, khawatir Sungmin akan mendengarnya.
Heechul mengangkat kedua alisnya lalu menggeleng pelan. "Ani. Eomma hanya bertanya namanya, lalu kami asyik mengobrol soal makanan saat memasak tadi. Wae?"
Kyuhyun tersenyum lega. "Bagus. Nanti saat kita makan malam, eomma jangan bertanya macam-macam tentang kehidupan Sungmin. Biar nanti aku yang menceritakan semuanya pada eomma. Ne?"
Heechul terdiam tak mengerti seraya mengerutkan dahi, namun sedetik kemudian ia mengangguk setuju. "Geurae. Tapi kau harus janji lusa datang ke rumah untuk menceritakan semuanya, karena besok eomma dan appa ada pertemuan dengan salah satu mitra bisnis kita. Arrasseo?"
"Arra.." Jawab Kyuhyun.
"Bagaimana CSRnya, Kyu? Lancar?" Hangeng yang tiba-tiba muncul bertanya sambil bergerak merangkul Kyuhyun.
Kyuhyun membalas memeluk sang ayah. "Ne. Semuanya berjalan sesuai rencana, appa.".
"Bagus. Kau memang bisa diandalkan." Hangeng menepuk-nepuk bahu Kyuhyun, berujar dengan bangga.
"Ngomong-ngomong, kenapa kalian tidak memberitahuku dulu akan datang?" Kyuhyun bertanya dengan raut wajah sedikit kesal.
"Tentu saja untuk kejutan. Eomma dan appa sangat senang saat mendapat kabar dari pamanmu bahwa kau telah tinggal bersama kekasihmu. Makanya kami berdua segera datang menemui kalian." Heechul berujar senang seraya mengapit lengan Kyuhyun dan membimbingnya menuju dapur.
Kyuhyun hanya bisa mengumpat dalam hati karena ulah Sekretaris Kim pamannya, yang memang bermulut besar.
"Kyuhyun-ah. Kau lapar bukan? Kajja! Kita makan. Masakan Sungmin benar-benar lezat." Heechul berseru riang seraya menarik tangan dua lelaki yang sangat ia cintai itu menuju dapur.
###
Mereka berempat nampak sangat menikmati moment makan malam bersama itu. Sungmin yang duduk di samping Kyuhyun, beberapa kali terlihat tertawa lepas akibat lelucon yang dilontarkan oleh Hangeng dan Heechul. Rasa canggung yang sedari tadi mengelilingi Sungmin telah lenyap entah ke mana. Kyuhyun tersenyum tipis, merasa senang melihat Sungmin dapat tertawa lepas seperti saat ini. Bukan hanya karena itu, ia juga merasa senang dapat kembali berkumpul bersama kedua orang tuanya, meskipun moment seperti ini hanya akan terjadi sebentar.
Setelah makan malam selesai, Kyuhyun memutuskan membantu Sungmin mencuci piring. Sungmin sempat menolak, karena tahu Kyuhyun pasti lelah karena baru saja sampai dari Busan. Namun seperti biasanya, Sungmin akhirnya kalah dan tak dapat membantah keingingan lelaki bermarga Cho itu.
"Aku ke kamar dulu." Ucap Kyuhyun pada Sungmin setelah tak ada lagi piring kotor di wastafel. Lelaki itu melangkah meninggalkan dapur setelah mengelap tangannya yang basah. Sungmin diam tak menjawab dan menatap punggung Kyuhyun sebentar, lalu kembali fokus pada kegiatan mencuci tangannya.
CEKLEK
Kyuhyun menekan knop pintu kamarnya dan melangkah masuk. Dapat ia lihat ibunya yang memakai bathdrop coklat pekat sedang mengeringkan rambut panjangnya. "Appa..Cepatlah! Aku juga ingin mandi." Kyuhyun berteriak pada sang ayah yang masih berada di dalam kamar mandi. Ia membanting tubuhnya ke kasur empuk yang terlapis bed cover navy blue. Kedua matanya tanpa sadar terpejam, tak kuasa menahan rasa kantuk dan lelah sekaligus.
Melihat itu, Heechul menggelengkan kepalanya dan segera mengambil tumpukan kecil yang tediri dari sebuah bathdrop hitam, celana tidur, dan kaos milik Kyuhyun. Pakaian itu sengaja ia lipat rapi untuk anaknya itu.
"Eoh?" Kyuhyun terlonjak kaget dan sontak membuka kedua matanya saat Heechul dengan sengaja menaruh tumpukan pakaian itu di perut Kyuhyun. "Eomma!"
Heechul melipat kedua tangannya di dada, tak mempedulikan teriakan protes dari anaknya yang tampan itu. "Keluarlah. Kau tidak boleh tidur di sini."
Kyuhyun segera bangun dari posisi tidurnya dan memegangi tumpukan pakaian itu. Dahinya mengerut kesal mendengar perkataan sang ibu. "Mwo?! Eomma, ini kamarku. Kenapa eomma melarangku tidur di sini?"
"Ya! Lalu eomma dan appa tidur di mana, eoh?" Tanya Heechul tak terima.
"Eomma dan appa tetap tidur di kasurku. Aku akan tidur di sofa itu." Kepala Kyuhyun bergerak menunjuk sofa di depan tempat tidur king size miliknya.
Heechul melangkah maju mendekati tubuh Kyuhyun yang masih setia duduk di tempat tidurnya lalu menarik tangan kanan anaknya itu. "Tidak bisa! Sekarang, kau harus ke kamar Sungmin, tidurlah di sana!" Perintah Heechul seraya mendorong punggung Kyuhyun keluar kamar.
"Eomma! Kami itu bukan suami istri, jadi tidak bisa tidur sekamar!"
Heechul lagi-lagi tak mempedulikan Kyuhyun yang berteriak protes. Ia terus mendorong tubuh anakanya itu untuk keluar. "Jangan banyak protes!"
"Eomma!"
Sungmin sedikit melongo tak mengerti dan menghentikan langkah kakinya kala melihat adegan Kyuhyun yang tengah ditarik paksa tangannya oleh sang ibu. Ia segera menghampiri kedua sosok yang telah berdiri di depan pintu kamarnya itu. "Ahjumma. Wae?"
Napas Heechul terdengar sedikit tersengal-sengal. Wanita berwajah cantik itu lalu membuka pintu kamar Sungmin "Pokoknya eomma mau kau tidur di kamar Sungmin! Titik! Tak ada penolakan! Masuklah!" Perintah Heechul seraya mendorong pelan tubuh Kyuhyun masuk ke dalam kamar Sungmin.
Mata Sungmin membulat tak percaya mendengar ucapan Heechul. Matanya semakin membulat kala Heechul telah mendorong tubuhnya masuk ke dalam kamarnya. "Ahjumma!"
BLAM
Ceklek! Ceklek!
"Ahjumma~ Jangan dikunci!" Sungmin berteriak sambil menggedor-nggedor pintu kayu bercat putih itu. "Ahjumma~"
Kyuhyun yang tengah duduk di tempat tidur Sungmin, menghembuskan napas berat. Jemari tangan kanannya bergerak memijit pelan dahinya yang terasa berdenyut. "Sudahlah. Eomma tidak akan membukanya sampai besok. Dia memang suka bertindak sesuka hati seperti itu." Kyuhyun melangkah menuju kamar mandi dengan membawa serta bathdrop dan pakaian yang sedari tadi ia bawa.
'Sama saja sepertimu, suka bertindak sesuka hati.' Sungmin mendengus sebal dan berucap dalam hati seraya menatap punggung Kyuhyun yang telah menghilang di balik pintu kamar mandi. Ia lalu melangkah mendekati tempat tidur, dan membawa tubuhnya berbaring di bawah selimut tebal berwarna putih itu.
Beberapa menit berlalu, Kyuhyun keluar dari kamar mandi, lengkap mengenakan celana tidur dan kaosnya. Ia menatap tubuh Sungmin yang telah berbaring memunggunginya lalu mengedarkan pandangan ke penjuru kamar Sungmin. 'Sial. Di sini tidak ada sofa seperti di kamarku.' Ia mengacak rambutnya frustrasi dan langsung masuk ke dalam selimut lalu membaringkan tubuhnya yang terasa sangat lelah di samping Sungmin.
Tak dapat dipungkiri, Kyuhyun merasa gugup harus berada satu tempat tidur dengan Sungmin, meskipun mereka berdua dalam posisi saling memunggungi. Namun Kyuhyun beruntung, rasa kantuk luar biasa yang melanda dirinya dapat mengalahkan perasaan gugupnya. Sehingga tak butuh waktu lama bagi Kyuhyun untuk dapat terlelap ke dasar alam mimpi.
Berbeda dengan Sungmin yang belum juga terlelap. Berkali-kali ia memaksa matanya untuk terpejam, dan berkali-kali juga ia gagal. Jantungnya berdetak tak karuan mengingat ia sedang berada satu tempat tidur dengan Kyuhyun. Sungmin mengginggit bibirnya seraya kedua tangannya memegangi bagian dadanya. Ia mencoba memejamkan kedua matanya lagi. Gelap. Sangat gelap. Sungmin sontak membuka kedua matanya, namun ia justru tak dapat melihat apa pun. Semuanya gelap, dan Sungmin sangat membenci hal itu.
Kini Sungmin tengah merasa sangat ketakutan. Ia beringsut duduk sambil memeluk kedua kakinya yang masih terbalut selimut tebal. Napasnya tersengal-sengal dan tubuhnya yang bergetar mengeluarkan keringat dingin. Bayangan kejadian 8 tahun lalu, saat ia disekap di dalam gudang tua oleh sekelompok penculik, kembali melintas di ingatannya. Saat itu Sungmin disekap selama 6 hari dan hampir tewas karena gudang tua tempat ia disekap, sengaja dibakar oleh para penculik. Beruntung polisi dan orang-orang suruhan ayah Sungmin datang tepat waktu, dan berhasil menyelamatkan sang putri. Sayangnya, polisi kehilangan jejak para penculik Sungmin, yang melarikan diri setelah membakar gudang tua itu. Sejak kejadian itu, ayah Sungmin, Lee Kangin, tidak pernah membiarkan Sungmin berada di luar rumah seorang diri. Ia membayar beberapa bodyguard untuk selalu menjaga dan mengawasi ke mana pun putrinya pergi.
Sungmin meringkuk ketakutan seraya memejamkan kedua matanya rapat-rapat. Ia lalu memberanikan diri menggeser tubuhnya mendekat ke arah Kyuhyun yang tengah terlelap seraya tangan kanannya bergerak meraba mencari tubuh lelaki itu.
GREP
Sungmin sedikit menarik kaos Kyuhyun dan mengguncang pelan tubuh lelaki yang tertidur sangat pulas itu. "Kyu~bangun. Jebal~hiks."
Sebuah isakan yang meluncur dari mulut Sungmin berhasil membangunkan Kyuhyun. Lelaki itu tak kalah terkejut karena saat membuka kedua matanya, ia tak dapat melihat apa-apa. Ia segera beranjak duduk dan hanya bisa merasakan kaos di bagian perutnya tengah digenggam erat oleh tangan Sungmin. "Minnie-ah? Gwenchana?" Kyuhyun bertanya panik. Tangannya reflek menggenggam tangan Sungmin dan saat itu juga gadis itu menubruk tubuh Kyuhyun, memeluknya erat.
"Hiks..Hiks.." Tangis Sungmin pecah saat itu juga. Ia memeluk perut Kyuhyun erat dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang lelaki itu.
Tangan Kyuhyun bergerak mengusap pelan punggung Sungmin. Ia dapat merasakan tubuh gadis manis dalam pelukannya ini tengah bergetar hebat.
Sungmin pun tak kuasa menahan isakannya dan menangis dalam pelukan Kyuhyun.
"Ssst..Uljima. Mungkin ada gangguan, sehingga semua listrik padam. Dan ini pasti tidak akan lama." Kyuhyun memeluk tubuh Sungmin yang masih bergetar dan mengusap kepala gadis itu. Lelaki itu berusaha menenangkan Sungmin yang tak berhenti menangis dalam pelukannya, karena ia tahu bahwa Sungmin phobia akan gelap akibat tragedi penculikan 8 tahun lalu. Kepala Pelayan Shin yang menceritakan semuanya kepada Kyuhyun.
'Issh, ini sungguh gelap dan eomma appa sama sekali tak terusik. Benar-benar.' Racau Kyuhyun dalam hati karena tak mendengar suara teriakan sang ibu yang juga takut dengan kegelapan. Tangan kanan Kyuhyun bergerak meraba nakas di sampingnya, dan beruntung karena ia langsung dapat menemukan smartphone Sungmin. Gara-gara Heechul yang langsung memaksanya keluar kamar, ia tak sempat membawa smartphone miliknya. Kyuhyun langsung menelepon layanan informasi gedung apartemennya yang beroperasiselama 24 jam.
"Ne. Gamsahamnida..." Ucap Kyuhyun mengakhiri sambungan teleponnya. Ia lalu mengarahkan layar smartphone yang masih menyala itu ke depan wajah Sungmin. "Orang informasi bilang, sebentar lagi semuanya akan kembali normal. Tidurlah."
Sungmin menggeleng pelan. "Aku takut, Kyu..."
"Gwenchana..Tidak akan terjadi apa-apa. Aku akan menjagamu sampai kau tertidur." Kyuhyun mengusap pelan surai lembut nan hitam milik Sungmin, berharap gadis itu segera terlelap.
Beberapa menit berlalu, Kyuhyun dapat merasakan tubuh Sungmin tak lagi bergetar. Tak ada lagi suara isakan tangis, yang ada hanya deru napas Sungmin yang teratur. Kyuhyun sedikit terlonjak lalu mendongak ke arah langit-langit kamarnya sesaat, karena listrik tiba-tiba kembali menyala. Kepala lelaki itu kemudian bergerak merunduk, memandang lekat wajah Sungmin. Sungguh, satu pemandangan yang sangat Kyuhyun suka. Wajah Sungmin saat tertidur pulas terlihat sangat lucu seperti bayi, polos, dan jangan lupakan satu hal, manis. Kyuhyun tak pernah merasa bosan memandangi wajah Sungmin yang memang sangat manis dan cantik. Jemari panjangnya kemudian bergerak mengusap lembut pipi mulus Sungmin. Tanpa Kyuhyun sadari, bibirnya mengulas sebuah senyum tipis. "Kurasa Donghae hyung benar. Aku benar-benar telah jatuh cinta padamu, Lee Sungmin." Kyuhyun berujar dengan suara lirih.
CUP
Satu kecupan berhasil mendarat di dahi Sungmin. Tak berhenti di situ, kepala Kyuhyun bergerak turun lalu mencium mata Sungmin yang terpejam. Turun lagi, lalu mencium pipi kenyal milik gadis yang tetap terlelap itu. Lelaki itu menghentikan pergerakannya, saat hidung mancungnya menyentuh hidung mancung Sungmin dan bibirnya telah berhadapan dengan bibir gadis manis itu. Ia berusaha menetralkan jantungnya yang tiba-tiba berdetak sangat kencang. Lelaki itu segera mengalihkan pandangannya dari wajah Sungmin.
Sebagai lelaki normal, berdua dengan seorang gadis di dalam kamar, apalagi saat ini ia dalam posisi yang sangat mendukung, tak dipungkiri sebuah hasrat muncul dari dalam diri Kyuhyun. Namun Kyuhyun bukan lelaki bejat yang dapat dengan mudahnya termakan bisikan iblis dalam dirinya. Ia behasil menepis semua bisikan jahat itu.
Kyuhyun kembali menatap wajah Sungmin sesaat, lalu bergerak merebahkan tubuhnya sekaligus tubuh Sungmin yang masih berada dalam dekapannya. Ia bergerak dengan sangat hati-hati, karena tak ingin membangunkan Sungmin. Kyuhyun membetulkan letak kepala Sungmin dan membiarkan lengan kanannya menjadi bantal bagi gadis itu. Lelaki itu memiringkan tubuhnya menghadap Sungmin, membelai lembut kepala gadis itu seraya menatapnya dengan pandangan sendu, dan akhirnya membawa tubuh gadis itu ke dalam dekapannya.
###
Pagi kembali menyapa. Sinar matahari yang masuk melalui celah-celah tirai jendela kaca nan lebar kamar Sungmin, tak membuat Kyuhyun dan Sungmin terusik. Mereka berdua tetap tertidur lelap dan terlihat sangat nyaman, bergelung dan saling berpelukan di bawah selimut putih nan tebal itu.
Ceklek! Ceklek!
Sungmin menggeliat pelan, sedikit terusik dengan suara yang baru saja menyapa indra pendengarannya. Gadis yang belum sepenuhnya sadar itu, tak lantas membuka matanya yang memang terasa sangat berat. Sepasang lengan kekar yang bergerak mengeratkan pelukan pada tubuhnya, membuat Sungmin merasakan sebuah kenyamanan yang belum pernah ia rasakan. Ia balas memeluk sosok yang telah memberikannya rasa nyaman itu, tanpa menyadari siapa sosok yang ia peluk. Ia juga tak sadar, akan kehadiran sosok wanita yang tengah tersenyum seraya mengamati ke arahnya.
"Ck, ck, ck. Tadi malam menolak, sekarang malah menikmati. Dasar anak zaman sekarang."
Hampir saja Sungmin kembali ke alam mimpi, jika saja tak mendengar suara seorang wanita yang baru saja ia temui kemarin. Sungmin sontak membuka matanya lebar dan langsung bangkit membebaskan tubuhnya dari kungkungan lengan Kyuhyun. "Ahjumma~" Sungmin berujar lirih seraya menunduk, berusaha menyembunyikan wajahnya yang pasti telah merah merona.
"Aigoo~Minnie-ah. Sudah eomma bilang, panggil aku eomma." Ucap Heechul memperingatkan.
"Mian, e-eomma."
Heechul berjalan mendekati tempat tidur, lalu duduk di samping Sungmin. Wanita berparas cantik itu menangkup kedua pipi Sungmin dan menatap wajah sembab itu. "Aigoo~ Kau habis menangis sayang?"
Sungmin menggeleng pelan. Tangan kirinya mengguncang pelan tubuh Kyuhyun yang masih terlelap di sampingnya.
"Hari ini ada kuliah?" Heechul bertanya dengan nada lembut.
"Ada." Sungmin menjawab seraya tersenyum canggung. "E-eomma mau pergi ke mana?" Tanya Sungmin kala melihat Heechul yang telah berpakaian rapi.
Heechul tersenyum. "Eomma dan appa ada pertemuan dengan mitra perusahaan. Kami harus pulang juga ke rumah. Anak nakal ini yang membuat kami tidak langsung pulang ke rumah. Bangun Kyuhyun-ah!" Heechul memukul-mukul kaki Kyuhyun gemas, hingga sang empunya kaki berhasil terbangun dari tidurnya.
"Eomma!" Kyuhyun yang belum berhasil membuka kedua matanya secara sempurna, berteriak protes sambil mengacak rambutnya kasar.
"Issh..Anak ini tidak pernah berubah. Selalu sulit jika dibangunkan. Buka matamu, Kyu!" Heechul memukul lengan Kyuhyun cukup keras.
"Tsk..Arra~ Eomma juga tidak berubah. Tetap cerewet." Kyuhyun mengejek sang ibu sambil mengusap kasar lengannya yang terasa panas.
Heechul melebarkan matanya kesal. Ia segera berpindah tempat mendekat ke arah Kyuhyun. "Aissh! Anak ini benar-benar! Beraninya kau bilang eomma cerewet. Rasakan ini!" Heechul benar-benar gemas dengan anak semata wayangnya ini. Ia memukuli lengan Kyuhyun tanpa maksud menyakitinya.
"Ampun eomma~ Ya! Eomma! Berhentilah memukuliku!" Kyuhyun berteriak sambil menggerakkan tubuhnya untuk menghindari pukulan sang eomma.
Sungmin yang tak lagi duduk di tempat tidur, tersenyum miris. Terbesit rasa iri di hatinya melihat adegan ibu dan anak itu. Tenggorokkanya tercekat dan kedua matanya terasa panas. Sungmin menitikkan air mata, mengingat dirinya yang bahkan sama sekali tak pernah melihat wajah sang ibu. Gadis itu segera menghapus kasar lelehan air matanya yang telah lancang keluar. Ia buru-buru melangkah masuk ke kamar mandi, takut Kyuhyun dan sang ibu memergoki dirinya tengah menangis.
Sungmin terduduk lemas di atas kloset putih yang tertutup setelah mengunci rapat pintu kamar mandi. Gadis itu reflek menutup rapat mulutnya dengan kedua telapak tangan, karena ia tak ingin suara isakan tangisnya terdengar sampai keluar. Satu tangannya bergerak memutar keran shower yang tak jauh dari kloset. Suara gemercik air berhasil menyamarkan suara isakan tangis gadis bermarga Lee itu. Sungmin menangis tertahan. Sungguh ingin rasanya Sungmin berteriak, meluapkan segala emosi dalam dirinya yang tengah membuncah. Namun apa daya, ia justru harus meredam suara isakan tangisnya saat ini. Hal itu membuat tubuhnya bergetar hebat. Satu tangan Sungmin memukul-mukul dadanya yang terasa sangat sesak. Wajah manisnya kini telah basah oleh air mata dan terlihat sangat kacau.
.
.
.
To be continued...
Asiiiiik, ga ada yang berhasil nebak kalo yang dateng itu orang tuanya Kyuhyun..hehehe...#PLAK
Maaf yaa, kalo lagi-lagi ga memuaskan..
Terima kasih banyak buat reviewnyaaa..Aku selalu nunggu review dari kalian looooh, karena itu semua bener-bener berarti banget.. ^^
Oh ya, buat sama , maaf yaa, nama kalian berdua kemaren ga keluar, ga tau kenapa, padahal udah aku tulis
gwansim84: udah kejawab yaaa siapa yg dateng,hehe..thank you udh baca dan review..^^
minnalee1: samaa,aku sendiri jg ga sabar pengen bikin kyumin jadian,tp ga nyampe-nyampeee T_T pokonya kl pengen tau, ikutin terus yaaaa...hehe
abilhikmah: udah kejawab yaaa,hehe
Heldamagnae: udah kejawab yaaa, hehe
chaerashin: udah dilanjut lagi..semoga sukaaa..ikutin terus ceritanya yaaa,hehe
Maximumele: maaf, jawaban anda salah,hehe
danactebh: tenang-tenang..Ming ga dalem bahaya,hehe..mm, eommanya ming bukan ya?ikutin terus aja deh yaaa,hehe..thank you danaaa
: nahloh..masih hidup ga ya?semoga suka sama Kyumin momentnyaaa
SEungyo: waduh, yakin nih itu eommanya Sungmin?hehe..iya, pengennya cepet2 resmiin itu makhluk dua,tapi ga nyampe2..huhuhu
ayyaLaksita: aku jadiin Siwon antagonis karena dapet feelnya sama Siwon,hehe..maaf ya kalo kurang berkenan..Siwon yang menurutku paling keker dan kuat gitu, makanya aku pilih dia,hoho
Cho MeiHwa: udah kejawab yaaa..semoga suka sama lanjutannyaaaaa
whey.K: semoga suka sama lanjutannyaaaa
.94: ortunya Kyuuu,heheh
nova137: bukan siwon,hehe..waah,jangan dikasih tau sekarang dong,nanti ga seruu,hoho
reaRelf: iya tuh cemburuuu..bukan siwon,hehe
KikyWP16: waduuuh, kalo ditanya sampe chapter berapa,ga tauuu...pengennya ga panjang2,karena takut pada bosen..
TifyTiffanyLee: Siaaap, ini udah dilanjut lagi yaaa..yakin ibunya Sungmin nih?hehe..semoga suka sama chapter ini yaaa..
littlecupcake noona: maaf, tebakan anda salah semua, hehe ^^v
Nina317Elf: yaaah, bingung kenapa? Semoga chapter ini ga bikin bingung lagi yaaa
: mmm..leeteuk bukan ya?nanti aja deh ya dikasih taunya,hehe..semoga suka sama chapter iniii
Minhyunni1318: makasih yaaa..semoga sukaa
.1: semoga suka sama lanjutannyaaa
farchanie01: bukaaan..sabar-sabar..eh?yakin?hehe
.vikink: yakin itu eommanya Sungmin? Yang dateng orang tuanya Kyuhyun,hehe
AmyKyuminElf: waaaah...ini udah lanjut lagi yaaa..semoga sukaaa
cywelf: makasiiiih yaaa..semoga suka sama lanjutannyaa
Alfia Retno S: makasih yaaa..sorry kalo updatenya ga bisa kilaaat, maafkan keterbatasan saya yang memang masih sangat amatiran ini,huhu..semoga suka yaaaa
min: yakin eommanya Sungmin nih? makasih udah bersedia bacaa,semoga sukaaa..
DIAHEGA: thank youuuu...ga apa2, semoga suka sama lanjutannya yaaa..ditunggu loh reviewnya lagiii,hehe
martia elfishkyuminhyuk: annyeong~makasiiih yaaaa...semoga suka sama kyumin moment di chapter iniii..
paboGirl: yang bener ternyata ortunya Kyuhyun,hehe...
KinaKenya: nih gue kasih chapter 8,hehe..pokonya thank you so much buat lo keeeeeen,hahahaha
Babyjoy: makasiiiiih..maaf yaaa,ga bisa update asap,huhuhhu
.7: makasiiiiih..makasiiiih...bacanya baru sampe chapter 2 ya?
fariny: udah dilanjuuut,semoga sukaaaa
thiafumings: haaai..makasiiih yaa,udah mau bacaaa..mmm,ibunya Sungmin bukan ya?nanti aja deh kasih taunya,hehe..yaaah,tebakannya ga ada yang bener,hehe..semoga suka yaaaa..
Adakah yang ga kesebut namanya? Kalo ada salah penulisan nama,mohon dimaafkan ya? Maklum, mata suka sliwer,hoho..
Last, aku tunggu lagi reviewnyaaaa yaaaaaa ^^
HanaDulSet
