Disclaimer : GA NGAKU PUNYA "NARUTO" ATAU "Highschool DxD"


30 menit sebelum kejadian, bersama Issei.

Issei mengeluarkan nafas lelang panjang.

Pukulan yang diberikan oleh siswi-siswi padanya dari Kendo klub masih terasa sakit, biru-biru masih terlihat di sekitar wajahnya. Awalnya rencana mereka mengintip para anggota klub mengganti pakaian di ruangan ganti berjalan dengan lancar. Dari Loker yang tidak terpakakai mereka bertiga bisa melihat hampir semua sudut ruang ganti, namun karena kesalahan kecil mereka pun ketahuan dan diberikan kepalan tangan penuh benci.

Isei pun tiba-tiba berhenti

...

...

"nah, kok ke sini lagi sih ?" dia bertanya dirinya sendiri sambil melihat sekelilingnya, tempatnya berada sekarang merupakan taman yang dia kunjungi dengan Yuuma, dan tempat terakhir kali dia bertemu dengan Yuuma.

Issei merasa bingung sendiri dengan kejadian kemarin, memutuskan apakah kemarin itu nyata atau tidak.

Issei pun melihat sebuah kursi yang berada di taman, dan memutuskan untuk duduk di situ, mengistrahtkan diri sebentar sebelum melanjutkan perjalanan ke rumahnya.

"Apakah itu kenyataan dan bukanya mimpi ?" kata Issei pada dirinya sendiri. Sesungguhnya Issei tidak tahu mau berpikir sekarang, Dia merasa bahwa mimpinya tadi malam nyata dan bukan Cuma mimpi, Issei masih mengingat perasaan saat ditusuk dengan tombak cahaya, dan perasaan itu merupakan hal yang tidak menyenangkan.

'kalau benar kejadian dengan Yuuma kemarin benar-benar nyata, kenapa aku masih hidup ?, sebelum aku hilang kesadaran, aku melihat Naruto. Apakah mungkin dia yang menyelamatkan aku?"banyak pertanyaan yang muncul di benak Ise pada saat itu.

"Mungkin aku akan bertanya pada Naruto esok. Bisa saja dia tahu kejadian kemarin" omong Issei. Issei pun berdiri dan bersiap untuk melanjutkan perjalanannya

Tapi perjalanan Issei terganggu ditengah jalan saat mendengar ssesorang berbicara..

"He..he...he" suara seorang pria bilang dengan nada mengerikan.

Issei pun melihat ke arah berasalnya suara tersebut, dan melihat seorang pria berdiri tidak jauh darinya. Dia pun melihat langit tiba tiba berubah berbagai macam warna dari biasanya.

"apakah ini takdir atau kebetulan yang mempertemukan kita?" pria itu betanya dengan melihat Issei pada matanya .

Issei pun merasa merinding entah kenapa, sesuatu tidak lazim pada pria yang didepanya. Pandangan pria tersebut terasa seperti predator mengincar mangsanya. Dan dengan sedikit keberanian yang bisa terkumpul pada dirinya Ise mengatakan sesuatu

"maaf pak,"

"napa? "

"saya bukan orang seperti itu. Jadi jangan pandang saya dengan mata seperti itu .." jawab Issei.

"eh.. maksudmu" tanya pria itu dengan ingin tahu.

"ew.. maksudku bapak liat saya kaya orang hom.." omongan Ise pun terpotong oleh teriakan pria tersebut.

"tidak, jangan pernah katakan kata terakhir !"

Suasana pun kembali serius seperi semula ,

tiba tiba Ise merasa perasaan yang sama saat pertemuaannya yang terakhir dengan Yuuma. Ini merupakan sesuatu yang diingat oleh tubuhnya tanpa sadar.

Pria tersebut pun melihat keadaan sekitar dan Issei" sepertinya kau tidak bersama dengan orang itu.."

Dan pria tersebut pun mengatakan sesuatu lagi

"dan tampaknya kau sudah menjadi Iblis, eh he sepertinys kau tidak bersama tuanmu"

"apa maksudmu ..?" kata Issei, dia berusaha menunjukan keberanian tapi tidak berhasil.

pria itu bertanya pada Ise yang masih memasang muka bingung.

"kau tidak tahu? Ehe.. he bahkan kau tidak kau dirimu sudah diubah menjadi Iblis ? menarik..sungguh menarik"

Pria itu pun tertaawa keras, membuat Issei tidak nyaman dan bingung.

"perkenalkan namaku Dohnaseek, malaikat jatuh " kata Dohnaseek, dan sepasang sayap hitam pun muncul dari belakangnya.

Mata Issei pun melebar dengan terkejut. Berarti apa yang terjadi kemarin bukan mimpi. Dan dia benar-benar mati karena tombak cahaya.

'apakah Naruto yang menyelamatkanku kemarin ?' Issei mengatakan dalam hati

"dannn aku akan menyelesaikan pekerjaan Reynalle yang gagal.."kata Dohnaseek dengan senyum gila

"yaitu membunuhmu..."

.


Kembali lagi ke ruangan Supernatural club.

"Issei dalam bahaya.." kata Akeno seriusnya

Seketika itu ruangan pun menjadi diam, kita bahkan bisa mendengar suara jarum jika jatuh. Akeno pun melihat sang Kingnya Rias yang menunjukkan muka marahnya.

Salah satu yang membuat Keluarga Gremory terkenal adalah kasih sayangnya pada pembantu atau budaknya. Semua pembantu di keluarga tersebut diperlakukan dengan adil. Hal itu tentu saja membuat Rias marah karena ada seseorang yang berani menyerang pembantu barunya..

"Siapkan sihir teleport, kita harus segara menyelamatkan Issei, ayo Koneko, yuuto." Rias memandang sstu persatu pembantunya, yang sudah bersiap-siap menuju ketempat kejadian.

Rias pun melihat Naruto, untuk bertanya apakah dia ingin ikut menyelamtkan Issei, tapi alangkah terkejutnnya Rias.

Naruto sudah tidak ada ditempatnya


Kembali lagi ke taman, disini kita bisa melihat Issei yang mencoba menghindar dari serangan Tombak cahaya yang dilemparkan Dohnaseek. Entah kenapa Issei merasa tubuhnya jauh lebih kuat dari biasannya.

'mungkinkah ini efek samping dari perubahan menjadi Iblis yang dibicarakannya tadi" pikir Issei yang menhindari serangan dari Dohnaseek lagi.

Hal tersebut membuat Issei bisa memprediksi serangan yang dilakukan dohnaseek .

Tapi hal tersebut hanya bisa berlangsung sementara, kekuatan baaru Issei hanya bisa digunakan untuk menunda kematianya sementara.

"eh..hehe. kau bisa berlari juga ya.." kata Dohnaseek yang melihat Issei yang badanya penuh luka gores dan beberapa luka di badannya.

'sial bagaimana ini, aku sudah tidak punya tenaga untuk menghindar serangannya lagi.' Pikir Ise

"sudah cukup bermainya, waktunya kau mati !" tteriak Dohnaseek yang saat itu menyiapkan Tombak cahaya yang cukup besar dan melemparnya ke Issei

'apakah ini akhirku ?, mati terbunuh seperti ini tanpa belum mencapai cita-citaku ?. maafkan aku Ibu, Ayah ..." Issei pun menutup matanya, bersiap untuk menerima ajalnya.

Tapi beberapa detik berlalu, dan Issei tidak merasakan rasa sakit akibat tusukan tombak cahaya. Issei pun membuka matanya perlahan. Alangkah terkejutnya Issei melihat orang didepanya, menggunakan jaket hitam yang menutupi bagian kepalanya, yang tidak lain adalah Naruto.

"Na..ruto ?" kata Issei dengan terkejutnya.

"hn.. baru satu masalah berlalu kau sudah terkena masalah yang baru lagi, ise" kata Naruto tanpa melihat Isse.

Issei pun tersenyum lemah akan keadaannya.

"heh.. kurasa begitulah.." jawab Issei

Issei pun melihat keadaan sekitarnya, dan terkejutlah Issei melihat sebuah dinding besar terbuat dari tanah berdiri dengan tegaknya didepanya. Dan di Dinding tersebut menancap tanpa bergerak adalah tombak Cahaya punya Dohnaseek.

"lepas.."terdengar suara Naruto dengan pelan. Seketika itu, dinding tanah tersebut menyusut kembali kedalam permukaan bumi tanpa jejak bekas apapun.

"ehe.. tidak kusangka kau bisa menghentikan tombakku denga dinding tanah tersebut, ternyata Raynalle memang benar bahwa kau ini manusia, menarik sekali.." kata Dohnaseek dengan senyum terpampang di mukanya.

Padahal di dalam hati Dohnaseek keringatan, karena merasakan kekuatan yang besar dari orang di depannya. Dan Auranya pun sama dengan Manusia.

"he..he tampaknya Raynalle tidak bercanda bahwa kau itu manusia, tidak kusangka ada manusia yang bisa menahan serangan ku seperi itu. Bisaka kutanya Siapakah engkau ?" tanya Dohnaseek.

"itu bukan urusanmu, aku takkan memberikan Namaku pada kecoa yang sebentar lagi mati sepertimu.." Jawab Naruto dengan suara dingin bagaikan es.

"kau.!" Sebelum Dohnaseek bisa membalas perkataan Naruto dia melihat Naruto menghilsng didepanya, Dohnaseek pun mencoba melihat sekelilingnya tetapi tidak berhasil menemukan Naruto.

Tiba tiba Dohnaseek merasakan rasa sakit di bagian wajahnya, yang sebenarnya terkubur dengan tendangan Naruto

Dohnaseek pun terlempar sepuluh meter akibat kekuatan dari tendangan Naruto, dan hanya satu kata yang ada di benak Dohnaseek saat menerima tendangan tersebut.

'cepat sekali..'

Dohnaseek pun mulai merasa takut, karena dia tidak merasakan kehadiran Naruto saat dia menyerang .

Sementara itu Issei hanya bisa melihat dengan terkagum akan kekuatan yang ditunjukkan naruto.

"sudah kubilang kau itu tidak ada apa-apanya, bahkan kau tidak bisa menahan tendanganku yang hanya kuberi kekuatan 20 persen dari tendanganku sesungguhnya.." kata Naruto dengan suara Bosanya.

"Sialan !" dengan Marahnya Dohnaseek membuat tombak cahaya baru dan melemparnnya ke Naruto

Melihat Naruto yang tidak bergerak saat dia melempar tombak cahaya mebuat senyum Dohnasek berpikir bahwa dia telah tertusuk. Tapi kejadiaan tersebut tidak terjadi. Tombak Cahaya tersebut hanya lewat dari tubuh Naruto seperti hantu.

"apakah kau bodoh sekali..?, mungkin kau tak mendengar dari anak buahmu kemampuanku ? "kata Naruto

'sial. Aku lupa dia punya kekuataan seperti itu ' kata Dohnaseek dalam hatinya.

"akhgghh!"

Tiba tiba Dohnaseek berteriak akibat rasa sakit yang luar biasa dari belakang tubuhnya ,dia pun melihat kebelakanya, Sayap kirinya terluka berat

Ada rantai-rantai hitam berpijar dengan bagianya ujungnya yang tajam menusuk sayapnya.

"hn.. sekarang akan kubunuh kau. Kecoa sepertimu merupakan tugasku untuk membersihkannya. Kau berbahaya jika dibiarkan hidup.." kata Naruto sambil memegang Katana berwarna biru yang muncul entah dari mana.

Sebelum Naruto bisa melakukan tugasnya, Naruto mengalihan pandanganya, karena merasakan sesuatu datang. muncul bulatan sihir merah di langit, yang pelan pelan turun ke tanah. Dari sihir itu muncul empat bentuk orang, yang tidak lain adalah Rias dan anggota Supernatural klub.

"sepertinya kau sudah terlebih dahulu Naruto.." kata Rias seiring hilangnya Lingkaran sihir tersebut.

Naruto tidak membalas perkataan Rias, melainkan mengalihkan pandanganya pada Dohnaseek. Atau lebih tepatnya tempat semula Dohnaseek.

"ternyata dia kabur, benar-benar mirip kecoa.."

hanya itu yang keluar dari mulut Naruto, memecahkan kesunyian malam tersebut.


Hah... akhirnya selesai chapter 4 dari DxD, ngantuk dahh..

..

..

..

(maaf, jika ada kesalahan Grammar dan dst. karena tidak ada manusia yang sempurna, semua manusia itu dijamin punya kesalahan) :D