nii.. adalah chapter 5 dari "Ninja DxD" BANZAIII! (MAAF BARU UPDATE SEKARANG..)


Setelah pertarungan Naruto dengan Dohnaseek, Rias dan anggota Klub supernatural pun tiba dan hanya bisa menyaksikan tempat pertarungan yang hancur di depan mereka, Taman kota yang sebelumnya penuh dengan keindahan yang biasa ditemukan di taman tersebut kini telah berubah menjadi kawasan medan perang. Tanah penuh dengan lubang-lubang yang menjalar ke tempat lainnya.

Dan disekitar Naruto mereka bisa melihat beberapa rantai hitam berpijar yang mengelilingi naruto bagaikan tameng yang hidup untuk melindungi tuannya. Dan aura yang keluar dari mata merahnnya bagaikan aura kegelapan nereka yang siap menghisap siapa saja yang menentangnya.

'dia orang yang berbahaya dengan kekuatan yang mengerikan jika menjadi musuhnnya..' pikir Koneko dan Kiba Yuto saat melihat Kekuatan naruto untuk pertama kalinya.

'aura yang sangat menggembirakan, fu fu fu, apa itu rantai.? Apa saja sih yang bisa naruto gunakan dengan Rantai itu...fu fu fu aku bisa bayangin dehh ..' pikir seseorang yang memiliki rasa suka berlebihan dengan rasa sakit, meskipun mukannya menunjukkan Senyum lembut yang memaniskan

'kau memang selalu mau membantu orang yang kesusahan naruto..' ucap si rambut merah pada dirinnya. Hal tersebut tentu saja menambah poin sisi yang baik naruto pada dirinya, dan mulai menambahnya suatu perasaan yang mulai muncul di hatinya.

Dan tentu saja mereka tidak akan melewatkan Issei yang pingsan beberapa saat setelah melihat pertarungan Naruto dengan Dohnaseek. Beberapa luka masih terlihat di sebagian tubuh Ise, luka yang dideritannya saat melawan Dohnaseek merupakan luka yang cukup parah dan mengingat bahwa luka yang di terimanya merupakan Tombak suci, tentu saja membuat mereka khawatir akan keadaan issei.

"Naruto, apa kau tahu siapa yang menyerang Issei dengan beraninya di daerah kekuasaan Keluarga Gremory ?" tanya Rias dengan muka seriusnnya, Bagi Rias, orang yang berani menyerang budaknya sungguh merupakan hal yang tidak akan pernah dimaafkannya.

"Dia mengatakan namanya Dohnaseek dan malaikat jatuh.." jawab naruto

"sebaiknya kita bawa Issei ke tempat yang aman.. dan memberikan pertolongan pertama.." kata Naruto sambil mendekati Badan ise yang tidak bergerak dan mulai mengangkat Isei dari tanganya dan menyandarkan ke pundaknnya sebagai alat sandaran

"apakah kau bisa menunjukkan tempat untuk Issei Rias-san ?" tanya Naruto yang sudah bersiap pergi menuju ke tempat yang akan di tunjukkan oleh Rias.

"baiklah Naruto-kun, kita bisa membawa Ise ke Supernatural klub, dan kita akan coba menyembuhkan Ise, meskipun luka yang diterimannya tidak begitu parah.." jawab Rias .

"hn.." dengan kata terakhir yang diucapkan Naruto saat itu. Muncul pusaran udara disekitar mata merah Naruto, dan mulai membesar hingga seluruh tubuh naruto, dan hilanglah Naruto bagaikkan dihisap oleh udara itu sendiri.

Mereka yang melihat kepergiaan naruto dan Ise pun mulai menyiapkan lingkaran sihir untuk menuju ke ruangan Supernatural Klub. Seketika itu mereka pun menghilang seiring dengan pijar Terakhir sihir tersebut, meninggalkan tempat kejadian dan langit yang sudah kembali ke warnanya semula.

"eh ternyata namanya Naruto..menarik sekali.." terucap kata-kata seseorang dari kejauhan dibalik pohon saat melihat kejadiaan yang terlihat di depannya, orang teersebut pun menghilang tiba-tiba seakan dia tidak pernah ada di tempat itu.

Kembali lagi ke Supernatural klub

Rias, Akeno, Yuto dan Koneko akhirnya sampai di ruangan klub, dari sekilas mata mereka melihat Isse yang terlentang di sofa, dan naruto sedang menyandarkan dirinya di dinding ruangan dengan melipat tanganya, matanya tertutup menunggu kedatangan mereka.

"kalian sampai juga.." kata naruto bersamaam dengan membuka matanya, menunjukkan warna matanya yang biru dan hitam. Ekspresi naruto kini berubah menjadi serius, tetapi kosong. Membuat Rias dan anggotannya susah membaca ekspresi Naruto yang jarang keluar.

Rias pun menghampiri ise yang masih terbaring di sofa

"hm.. dengan kiriman kekuatan yang cukup dariku, ise akan sembuh tanpa bekas luka apapun keesokan harinya.?" Kata Rias sambil mengambil posisi berpikir.

Sementara itu Yuto dan Koneko sudah kembali duduk di seberang sofa tempat Issei, dan ikut mendengarkan perkataan King mereka.

Akeno pun memutuskan bicara, setelah menyiapkan teh untuk orang yang berada di ruangan tersebut.

"fu..fu..fu, sebaiknya dibiarkan begitu aja kan, luka seharusnya jangan ditutupi seperti itu.." kata Akeno dengan senyum tidak bersalah.

Hal itu tentu saja membuat Rias salah muka akan sifat sadis yang dimiliki Queen nya. Tapi perkataan Akeno hanya dilewatkan Naruto bagaikan angin.

"dan bagaimana kau menyembuhkan issei dengan mengirim kekuatanmu pada Isse ..?" tanya Naruto ingin tahu.

" hmm.. itu dengan berhubungan badan dengan Issei" jawab Rias dengan mudahnya.

"maksudmu..." kata naruto, yang mulai memilki angan menuju ke tempat yang salah

"apa kau cemburu Naruto-kun..? apa kamu juga mau ka..h N-a-ruto-kun.." kata Rias dengan senyum menggoda yang mulai mendekati Naruto dan memegang tangan naruto dan menjepit tangan kirinya dengan asetnya.

"t-tidak" jawab naruto dengan cepat, dan berusaha menghilangkan pikiran kotor yang mulai terlintas di benaknya, naruto pun melepas genggaman Rias dengan sedikit paksa.

"ehh. Kau ga lucu dehh..." kata Rias dengan cemberut "tapi jangan khawtir kok Naruto-kun, hal kotor yang kau pikirkan tidak akan terjadi,.."

entah kenapa Naruto yang pada saat itu merasa sedikit lega akan perkataan Rias.

" aku hanya memerlukan menyentuh Issei dan menghantar kekuatanku kepadanya, tapi hal itu tidak akan terjadi, karena Issei hanya mengalami luka ringan yang tidak akan membahayakan nyawanya dan lagi pula Ise sekarang sudah berubah menjadi Iblis dan tentu saja Darah iblis yang mengalir di tubuhnya pasti akan menyembuhkannya dengan kecepatan yang lebih tinggi daripada saat dia masih manusia." Jelaskan Rias kepada Naruto.

"hn.. kalau sudah selesai masalah ini, aku akan pergi "kata Naruto

"dan Rias tolong jangan coba dekati aku.. suatu hari kau hanya akan terluka saja .."

Sebelum Rias bisa menjawab, naruto sudah menghilang dari tempatnya..

Perkataan itu tentu saja membuat Rias merasa sakit dihatinya. Tapi Rias juga melihat mata Naruto yang Menampakkan rasa sakit, sedih, dan penyesalan akan sesuatu yang pernah dialaminya, hal tersebut membuat Rias bingung.

'rasa apa lagi yang kau pendam Naruto, apakah sesuatu yang buruk pernah terjadi padamu sehingga kau menyingkirkan aku, yang hanya mau mengenalmu lebih dekat ?.' pikir Rias dalam hatinya, perasaanya yang sakit pun berganti dengan hal yang baru.

'suatu saat aku akan mendengar hal itu darimu Naruto , aku akan mencoba membuka hatimu yang tertup itu'

Dengan perasaan membara Rias pun mengatakan bisik hatinya dan tentu saja itu membuat Rias semakin tertarik akan sosok Naruto yang sudah dia Observasi selama beberapa bulan ini.

Sementara itu Akeno yang melihat ekspresi menentukan Rias merasa sedikit cemburu akan pantang menyerahnnya.

'apakah aku juga bisa seperti itu untuk megetahui dirimu dibalik topeng itu naruto'

Apartemen Naruto

Naruto yang tiba dengan jurus biasanya pun langsung terbaring ke kasurnya. Dia merasa jahat sekali mengatakan kata seperti itu kepada Rias, tapi Naruto merasa hal itu perlu agar membuat Rias menjauh dari kehidupan pribadinya,

"karena setiap kali orang yang aku sayangi, menghilang di hadapanku..Aku tidak mau itu terulang lagi disini Rias.." bisik naruto di keheningan malam.

Naruto pun mengedipkkan matanya dan melihat atap putih apartemennya, seperti hilang dalam ingatan. Ingatan yang membuat Naruto seperti ini, tertutup bagaikan pintu terkunci, yang kehilangan kuncinya di tengah laut..

"k..enapa.. "

bisik Naruto ditengah hendak menangis sejak terakhir kalinya sambil melihat orang yang di depanya,tertusuk dengan sebuah kayu tajam yang seharusnya mengenai tubuhnya, tetapi orang didepanya telah menerima serangan tersebut untuk Naruto

"N-aru-to –kun..." bisik orang tersebut padanya

"kenapa!?.. kenapa kau melakukannya untukku ..?kau sudah berkali-kali meyelamtkanku dari kejadian seperti ini !? " teriak naruto yang mengeluarkan tangisan kerasnya.

"a-ku tidak per-lu alasan menyalamatka-mu Naruto, tidakkah ka-u lupa..? kata yang ku-katakan padamu saat itu ..?" bisik gadis yang ada di genggaman nya

"me-skipun kau tida-ak pernah menya-dari nya-, aku se-nang bis-a berada disampingmu, dan bisa melin-dungimu.." bisik gadis yang sudah mulai mengeluarkan darah dari setiap kata-katanya.

"tolong.. diam, jangan bicara lagi, Aku akan mencari Tempat aman dan Medic-nin, jadi tolong jangan bicara lagi.." kata naruto di setiap tangisan yang dikeluarkannya. Dan bersiap melakukan hal yang dibilangnya.

"ti-dak naruto.. ti-dak ada Wakt-u,.." bisik gadis yang ada didepannya dengan senyum sedih.

"tapi aku bahag-ia.. bisa mengatakan ini pa-damu.." bisik gadis tersebut

"aku.. sangat Mencintai-mu.. Sang-a..." bisikan gadis itu berhenti pada kalimat terakhirnya, tidak bergerak, dan hanya senyum di wajahnya, senyum seseorang yang telah berhasil melakukan sesuatu yang sangat besar.

"haAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH!"


HIKSSS..

ini pertama kali saya menulis romance, jadi mungkin agak kaku..(sorry)

tebak, siapakah gadis yang ada di flashback Naruto..?

...

..

..

..

(maaf, jika ada kesalahan Grammar dst, karena manusia tidak ada yang sempurna. setiap manusia dijamin punya kesalahan..)

see you next time !

review and suggestion will i be accept with open hearts !

RnR