Pembaca : oi lama amat baru update hari ini !
Kristoper21 : maaf,, sebenarnya ni harusnya gw update hari sabtu..
Pembaca :nah terus napa ga update hari tu..!?
Kristoper21 : gw punya modem yang cukup lama, sudah penyok dikit lah, jumat malamnya kena senggol adik gw yang asal lewat, eh bengkok, alkisah
nyoba perbaiki sendiri.. malah patah 2, dicoba dilem dan ngetes modemnya.. keluar percikkan api kecil..jadi karena itu, dan pada akhirnya rusak. beberapa hari gw ngumpulin duit beli modem baru.
Pembaca : Oohhhh...
Kristoper21 : tambahan, ni cerita regular updatenya paling lama 7Hri Sekali lah ...paling cepat 3 hari(kalau ga ada masalah yang menghalang)
ga usah basa-basi ini dia chapter 6...
*KRINGG! KRINGG!..KRI-* terdengar suara jam waker berbunyi dengan kerasnya seakan berteriak bagi siapapun yang mendengarnya terbangun dari tidur mereka, namun suara jam itu sudah berhenti, akibat tangan yang mematikan jam tersebut. Pemilik tangan tersebut bisa dikatakan dalam kondisi yang bisa kita lihat sehari-hari dikehidupan kita, rambut pirang yang tidak beraturan ke arah sana kemari, sedikit tahi mata, dan iler yang berada di sekitar bibir.
Pria muda itu tidak lain adalah Naruto, yang baru bangun dari tidurnya, yang menurutnya tidak memuaskan, apalagi di tambah mimpi buruk yang terus menghantuinya saat tidur
Naruto pun melihat jam yang berada di samping kasurnya tersebut, menunjukkan masih pukul 6, masih ada 2 jam lagi sebelum sekolah mulai, si rambut pirang itu pun mulai bangun dari tempat tidurnya dan mulai pemanasan ringan pada tubuhnya agar tidak terlalu kaku, latihan tersebut tidaklah cukup berat, hanya 300x push up satu tangan, 300x sit-up dan seterusnya, yang hanya menghabiskan waktu 1 jam.
Setengah jam tersebut digunakan naruto untuk mandi, makan, dan bersiap untuk sekolah, lengkap dengan baju sekolah dan jaket tandanya.
'sebaiknya singgah ke tempat ise..' kata naruto dalam hati, sambil keluar dari apartemennya, hal yang tidak diketahui orang orang adalah bahwa rumah Issei dan Apartemen Naruto tidak lebih dari jarak 200 meter. Dan menuju ke SMA kuoh, naruto biasanya melewati Rumah Issei terlebih dahulu.
Setelah berjalan beberapa menit, Naruto pun sampai di kediaman Hyoudoh, bisa dilihat dari papan nama keluarga yang tertancap di depan pagat ruamah tersebut.
Melihat bel yang berada di depan rumah tersebut, naruto pun menekan tombol tersebut
*ting tong..ting..tong*
"Tunggu sebentar" terdengar jawaban dari rumah tersebut.
Beberapa saat kemudian muncullah wanita yang berada di tengah umurnya dari pintu, dari penglihatan bisa dibilang wanita tersebut masih terlihat canti meskipun berada di usia yang tidak muda lagi.
"siapa ya..?" tanya wanita tersebut.
"ah..Nyonya Hyoudoh, saya Naruto teman dari Issei, apakah Isseinya masih ada ?" tanya Naruto dengan senyuman baik.
Mendengar perkataan tersebut Ibu Issei terpaku terdiam, akibat rasa terkejutnya melihat anaknya yang bodoh, dn mesum tersebut mempunyai teman yang sangat sopan, dan tampan, meskipun ketampanan tersebut ditutupi oleh jaketnya, tapi Ibu Issei bisa melihatnya samar-samar dari pria muda yang ada didepanya. Ibu Issei pun terbangun dari hayalannya tersebut akibat Naruto.
"nyonya.." kata Naruto tersebut dengan suara khawatir.
"eg.. yaa?"
"apa ibu baik-baik saja ?, saya tadi melihat Ibu tadi terdiam, apakah Ibi sakit" tanya Naruto dengan ekspresi Khawatir
"ah. Ti-tidak apa-apa kok, eh kamu nyari Ise ya ? tunggu sebentar saya panggil, tunggu ya Nak.." kata Ibu issei yang langsung kembali menuju kedalam rumahnya, menaiki tangga dan membuka Langsung kamar Issei.
"issei ! ada teman satu sekolahmu kamu diluar, nunggu kamu "
Issei yang masih sedang dalam proses memakai bajunya tersebut, berhenti dan melihat Ibunya penuh tanya, sungguh aneh dalam pikiran Issei, jarang sekali ada temannya yang datang ngajak barang berangkat, setahunya dia hanya mempunyai 2 teman dan rumah mereka berbeda jauh banget jika ingin pergi.
"Eh... siapa mah ?" tanya ingin tahu Issei
"namanya Naruto, dia berada diluar nunggu.. beruntungnya kamu dapat teman seperti itu Issei, sudah tampan, sopan, perhatian lagi.. sigh... seandainnya aku masih 17 tahun pasti ..." kata Ibu Issei dengan muka berangan-angan.
'Buset' hanya itu dipikiran Ise mendengar apa yang dikatakan Ibunya, namun pikiran tersebut disingkirkan Issei dengan yang lebih penting. Naruto berada didepan rumahnya, orang terakhir kali dia lihat saat pertarungan kemarin, banyak pertanyaan yang ada dipikiran issei yang muncul dalam benaknya, dengan cepat Issei pun mengambil tas sekolahnya dan bergegas menuju ke luar rumahnya.
'akh naruto.." kata Issei yang baru keluar dari rumahnya.
"hn.. syo berangkat" dengan itu Naruto pun membalikkan arah badannya dan mulai berjalan menuju arah sekolah
Sementara itu Issei yang mengikuti dari belakang, seakan hilang dalam dunianya sendiri. Banyak upertanyaan yang ada dalam benak Issei sejak kejadian waktu itu. Karena keingintahuannya itu, Issei pun memberanikan diri menanyakan hal yang ingin sekali ditanyakannya.
"Naruto-san-"
"shtt.. aku tau kau mempunyai banyak pertanyaan tentang hal aneh yang telah terjadi dari pacarmu yang ngaku Yuuma, atau tentang mengapa kau masih hidup setelah kejadian waktu itu bukan ..? tanya Naruto dengan muka bosan tanpa melihat Issei.
Naruto pun melirik Issei yang tidak menjawab, melihat ekspresi Issei yang seperti itu, mengatakan bahwa tebakannya benar.
Setelah beberapa saat jalan, mereka berdua pun sampai di gerbang SMA Kuoh. Naruto pun menghentikkan langkahnya dan melihat Issei yang masih diam.
"Issei jika kau ingin tahu yang sebenarnya, datang ke ruangan Supernatural klub pada saat pulang sekolah. Dari situ kau akan mengetahui yang sebenarnya."Naruto berkata sambil memakai kacamatannya.
Sebelum Issei bisa membalas perkataan Naruto, dia diputus dengan Perkataan Naruto selanjutnya
"dan satu, alasan ku menyelamatkan mu yang pertama kali adalah, itu sudah menjadi tugasku melindungi manusia dari hal yang tidak wajar dari dunia ini,.." dengan perkataan itu Naruto pun menghillang dalam kerumunan murid yang masuk.
Setelah jam pelajaran terakhir usai.
Issei yang mendengar Jam usai itu pun langsung berdiri dari bangkunya, memasukkan buku-bukunya, dan langsung bergegas menuju keluar kelas, menghiraukan kedua temannya yang hendak menyapanya.
"nah.. Issei kok buru-buru..aneh."
"mungkin kebelet pulang nonton bokep kali ..?"
"APA !? , kita kok nggak diajak!?"
Sementara itu Issei yang saat ini masih berlari dengan sekuat tenaga, dengan keiinginan menuju Ke ruangan klub yang ditunjukkan Naruto. Setibanya didepan pintu, issei pun langsung mengetuk pintu tersebut.
*KNOCK-KNOCK-KNOCK..*
"Masuk.. " terdengar suara perempuan dari balik pintu tersebut.
Tanpa ditanya lagi Issei pun langsung membuka pintunya, dan disambut oleh 5 pasang mata yang mengarah padanya.
"selamat datang Issei, sang Pawn, budakku..."
( dari sini, dialog nya sama dengan di Canon, Rias menjelaskan kejadian yang sebenarnya, kecuali tentang Naruto, yang dijelaskan sesuai dengan chapter sebelumnya, dari sini Issei akan merasa hormat dan kagum akan sosok Naruto dan berniat membalas jasanya suatu hari. Yang lain sama dengan canon tentang impian Issei membuat Haremnya dan tugasnya. Gw malas nulis.)
"hah.. yang aku lakukan hanya berdebat tentang Dragonball. Aku bahkan tidak bisa mendapat kontrak" gerutu Issei sambil mendorong sepedanya di malam hari tersebut.
"apa sih yang kulakukan,,?" renungan isse itu pun terganggu akan sesuatu yang diingatnya, hawa yang sama dengan malaikat jatuh yang ditemuinya.
"perasaan ini, tidak salah lagi, ini perasaan yang sama seperti terakhir kali.." ucap Issei yang mulai panik
Dari kegelapan muncullah seorang wanita, dengan rambut hitam kebiruan, salah satu matanya ditutupi rambutnya, badan semok( .he), dan belahan dada yang terlihat jelas dari pakaiannya.
"aku karawaana, tidak senang berjumpa denganmu Iblis, meskipun atasanku melarangku menyerangmu karena takut akan orang itu.. aku tidak peduli,. Iblis rendahan sepertimu seharusnya mudah dibereskan.. jadi.." dengan perkataan itu muncul sepasang sayap hitam dari belakang Karawaana..
"matilah.!" Dengan ucapan itu Karawaana pun membuat tombak cahaya berwarna kekuningan dan melemparnya ke arah Issei.
Entah karena keberuntungan atau apa, Issei dengan berhasil bisa menghindari serangan tersebut.
"h segel keluarga Gremory, hah tidak kusangka ternyata kau adalah budak mereka. Itu semakin membuat alasanku untuk menyingkirkanmu lebih kuat,!" dengan itu, Karawaana pun melompat ke udara dan bersiap membuat tombak cahaya yang lebih kuat.
*grab..grab*
Sebelum Karawaana bisa menembak tombaknya, dia terjatuh kembali ke tanah. Hal tersebut tentu saja membuat Karawaana terkejut dan bingung. Karawaana pun melihat asal masalah tersebut,
Kedua kakinya terikat sebuah Rantai hitam yang berpijar yang menarik nya kepermukaan.
"teknik ini !?, ini rantai yang dibilang Dohnaseek padaku harus berhati-hati, jika rantai ini ada padsti orang itu.." seakan tersadar dari pikirannya, Karawaana pun melihat asal dari rantai tersebut, tanah.
"eh.. ternyata kalian tidak bosan ya." Terdengar bisikkan dari telinga Karawaana. Karawaana pun melirik ke asal suara tersebut.
Dan bertemu lah dia dengan pria muda berjaket yang tersenyum manis, tapi dari matanya mengatakan hal yang berbeda.
"k-kkau.." kata Karawaana denga ekspresi sangat takut.
"eh,.. ternyata burung jatuh seperti kalian tidak bisa mengerti kalimatku kemarin yah.." kata Naruto dengan menambahkan sedikit KI nya untuk menambah suasana mengkecam. Jalan di sekitar Naruto pun lai retak sedikit demi sedikit.
"akh.!" Raung Karawaana yang merasakan beban tidak terlihat yang membuatnya jatuh kembali ke tanah. Naruto pun menganalisis wanita yang tergeletak dibawahnya tersebut.
"hm,, kau mempunyai potensial untuk hal itu, ." kata Naruto sambil mengambil posisi berpikir.
"apa maksud-" pertanyaan Karawaana berhenti karena satu kata yang keluar dari mulut Naruto
"kamui.." seketika Itu Karawaana pun mengilang dari tempatnya semula.
Sementara itu Issei hanya bisa melihat kejadiaan didepan matanya dengan terkejut..
Naruto pun melihat Issei
"maaf Issei.. kau tidak boleh tahu akan kejadiaan ini .."Mata Naruto pun berubah menjadi sharingan dan memberikan ilusi dan membuat Issei hilang ingatan akan kejadian yang baru berlangsung didepannya.
Setelah Naruo selesai memberikan ilusi, Naruto pun menghilang dengan teknik biasaanya, meninggalkan Issei yang terdiam di jalan.
"egh.. ngapain aku bengong di jalan !?.. akhg sudahlah, sekarang waktunya kembali ke Rias senpai dan melaporkan...kegagalanku..hiks." kata Issei dengan muli mendorong sepedanya kembali.
Apartemen Naruto
Disini kita bisa melihat bayangan seseorang yang terikat dengan rantai, dari kaki menuju tangan dan lehernya, teknik yang membuat para korbannya tidak bisa bergerak sama sekali.
'kegh.. tertangkap musuh, sial. Kalau begini akau dijamin akan mati.' Pikir Karawaana dengan cemas dan takut ,"dia memang orang dengan kekuataan yang berbeda level, dengan mudahnnya dia bisa menangkapku seperti ini' pikiran nya pun terhenti akan kedatangan orang baru.
"jangan coba bergerak macam-macam, rantai itu akan semakin mengencang jika para korbannya berusaha melarikan diri.." katanya dengan jongkok melihat Karawaana.
"sial.. apa maumu..!?" teriak Karawaana dengan menatap mata sang penangkapnya.. Naruto. Jantung Karawaana saat ini berdetak sangat kencang, sampai Naruto bisa mendengar suara detakan dengan jelas, Naruto tentu saja tidak bisa menyalahkan Karawaana, yang pada saat ini takut akan orang yang ada didepannya. Jika Dohnaseek tidak bisa mengalahkannya apalagi dia yang kekuatannya dibawah Dohanseek.
"hm... apa ya, Sejujurnya aku juga tidak tahu..."
Jawaban yang tidak terduga itu tentu saja membuat Karawaana keringat jatuh
"aku tidak tau apa yang harus kulakukan padamu..,tidak hanya fraksi kalian menyerang manusia tidak bersalah, kalian juga menyerang orang dibawah perlindunganku... aku bisa saja menyiksa atau membunuhmu dengan mudah.." kata Naruto dengan senyum manis, namun aura yang dikeluarkan Naruto berkata sebaliknya.
Pernyataan itu tentu saja membuat Karawaana pucat, kata dibunuh tentu saja tidak pernah terlintas dalam bayangannya sekalipun. Tapi ucapan selanjutnya tentu saja membuatnya lebih terkejut
"kau mungkin bisa aku biarkan hidup jika..kau mau menjadi mata-mata untukku, kau hanya perlu melaporkan padaku tentang kejadian dan informasi penting yang berada di fraksimu. Karawaana sang malaikat jatuh.."
Dengan keras, seketika Itu Karawaana pun teriak..
"tidakk!, aku tidak akan pernah mengkhianati Tuanku!"
Naruto yang berfirasat dari awal akan penolakan Karawaana tentu saja hanya bisa tersegih..
"yahh.. aku tentu saja bisa menebak kalau kamu akan menolak ajakanku... kau cukup berharga jika dibiarkan mati...sepertinya aku tidak punya pilihan lain.
Naruto pun mendekati Karawaana yang masih dalam posisi terantai tersebut.
Melihat Naruto yang mendekatinya tentu saja membuat Karawaana takut, membayangkan bahwa Naruto akan membunuhnya karena menolak ajakannya.
"hei Karawaana.."
Seketika itu Karawaana pun melihat mata Naruto yang merah berubah menjadi tiga titik dan kemudian mejadi tiga bentuk shurikeen yang terhubung satu sama lain, dan satu kata dari mulut Naruto akan merubah takdir dari Karawaana.
"Kotamatsukami.."
Seketika itu perasaan, ingatan, pikiran, dan pengalaman Karawaana berubah menjadi sesuatu yang baru, sesuatu 360 derajat berbeda dengan ingatan yang dialaminnya. Dan akhirnya Karawaana jatuh pingsan.
"he.. menghabiskan jurus itu untuk satu Malaikat jatuh, cih.. aku tidak akan bisa menggunakannya lagi dalam 1 bulan.. kuharap kau berharga akan hal ini Karawaana. " ucap Naruto sambil mengembalikan warna matanya seperti semula.
'perasaan kesetian, ingatan dan pengalaman yang kuubah tentu saja akan membuatnya menjadi anak buah yang penurut.. di tambah lagi perasaan yang kutambahkan pada hatinya..cinta. tentu saja akan menjadi jaminan seumur hidup' pikir naruto dalam hati sambil melihat sosok Karawaana yang masih pingsan.
30 menit kemudian..
"egh.. kepalaku sakit sekali.. oh ya.. Naruto-sama.." dengan cepat Karawaana pun melihat ruangan tempatnya sekarang berada.
"sepertinya kau sudah bangun Karawaana-chan.." terdengar suara dari pintu kamar.
"naruto-sama.." sebut Karawaana dengan hormat.
"jangan dipaksakan, kau masih lemah akan serangan Iblis, istrahat sebentarlah.." kata Naruto dengan senyum manis yang membuat pipi Karawaana memerah akan perkataan tuannya.
Dalam ingatan Karawaana yang baru, Naruto adalah tuannya sejak lama. Naruto menyelamatkannya saat masih kecil dari serangan Iblis dan meyembuhkanya, Naruto melatihnya cara membela diri dan memberikan tujuan hidup baru akan dirinya, perasaannya Karawaana pun tumbuh seiiring waktu. Karawaana pun suatu hari menjadi mata-mata untuk tuannya dengan masuk fraksi Malaikat jatuh dengan mudah.. dan melakukan misinya. Kesempatan ketahuaan oleh fraksi malaikat jatuh pun tidak ada, karena sebelum menjadi mata-mata tuannya telah menghilangkan ingatannya sementara dengan teknik milik tuannya dan memutuskan kontak selama saat menjadi mata-mata. Dan sekarang dia kembali dengan tuannya.
"maafkan aku sebelumnya Naruto-sama akan kelancanganku berani menyerangmu.." kata Karawaana dengan memohon.
"ah.. tidak usah dipikirkan Karawaana-chan, maklum kok kamu menyerangku pada saat itu." Kata Naruto dengan senyum manisnya lagi.
"tapi.."
"sstt.." dengan ucapan itu Naruto pun mendekatkan jarak antarannya dengan Karawaana da memeluknya dengan lembut.
"kau tidak usah berkata lagi, yang penting kamu selamat saat berada disana.." bisik naruto dengan suara lega.
Bisikkan itu tentu saja membuat Hati Karawaana memekar atas perkataan dan perhatiaan tuannya padanya.
"jika kamu sudah cukup kuat lagi, sebaiknya kamu kembali ke fraksi kamu, kau tidak bisa hilang dari pandangan orang lain... dan berikan informasi menarik jika ada sesuatu ok.."
"baik..Naruto-sama.."
Dengan Itu Karawaana pun keluar dari jendela Apartemen Naruto dan terbang menuju tempatnya..
Naruto yang melihat sosok kepergiaan Karawaana hanya bisa termenung
'sigh.. aku tau apa yang kulakukan itu salah, tapi aku tidak punya pilihan lain..' naruto pun mentup matanya dan berbisik "seandainya kamu masih disini Kurama, pasti ini tak akan sebosan seperti ini."
Dan selesai...
Hahaha.. sekarang kalian tahu satu teknik baru Naruto yaitu "ultimate genjutsu" punya Shisui uchiha.
Terimakasih.. banyak akan reviewnya, meskipun banyak Pertanyaan dari para Guest yang tidak bisa kujawab karena loe-loe ga punya id. Apa susahnya sih daftar di web ni ? apakah kalian hanya malas atau apa itu alasan kalian, yang penting kalian mau membaca cerita ini, sudah tentu membut hati saya bahagia.
Oh ya...
Ini cerita Naruto x harem.
Dan kepada pertanyaan dari "GUEST" yang tak bisa saya jawab karena loe pada ga punya Id.
Ada pertanyaan gini, kenapa ga ada scene sexnya padahal gw buat rated M !?
JAWABANNYA : gan Ni cerita M gw buat karena itu untuk chapter yang akan datang! Bukan sekarang.. mana mungkin gw langsung naro scene gituaan. Tapi yang jelas dimasa depan ada kok *kedip..kedip*
oh ya tambahan,; jika kamu melihat kesalahan penulisan tolong tunjukkan ya !? :D, dari pentunjuk kalian, lama-kelamaan saya akan mencoba lebih bagus lagi.
maaf, jika ada kesalahan gramaar dst.
.
