AN : HAIIIII PARA PEMBACA SEKALIAN!? SEMOGA MASIH SETIA MEMBACA NI FICC!, DAN MAAF BANGET MENGINGKARI JANJI, PADHAL GW BILANG ANTARA 3-7 hari updatenya,, eh kebobolan 3 hari lebih..
Yaaa tapi mohon dimaklumilah, gw masih SMA kelas 2 ! banyak banget kesibukkan untuk di sekolah dan gak ada waktu untuk nulis,, apalagi tanggal 10 ni ujian, *hikss*dekat amat, ditambah lagi belum ada persiapan apa-apa.(kemalasan anak muda)
Makanya updatenya agak ga jelas gitu sampai selesai ujian.
Nah gak usah basa-basi lagi deh... gw persembahkan chapter 7 dari"Ninja DxD"
"Chapter 7"
"698...699..dan...700.. ah.. akhirnya.." terdengar seseorang menghitung dengan suara seseorang melakukan sesuatu, orang tersebut itu tidak lain adalah Naruto yang sedang melakukan aktiftitas pagi harinya sebelum sekolah, yaitu adalah push-up yang diselesaikannya pada hitungan ke 700 nya.
Naruto pun berdiri dan berjalan menuju meja dimana dia meletakkan handuk yang digunakkan untuk mengelap keringatnya setelah dia selesai pemanasan kecilnya tersebut, dia pun berjalan kembali menuju kedapurnya dimana kulkas berada, Naruto lalu membuka kulkas tersebut dan mengambil sebotol susu dan meminumnya, dan satu lagi kebiasaan naruto setelah kegiatan itu.
Ketika Naruto ingin bersiap-siap mandi untuk membersihkkan tubuhnnya dari aktifitasnnya tadi terdengar suara ketukkan berbunyi dari depan pintu apartemennya.
Tentu saja hal itu membuat Naruto sedikit terkejut
Karena.. menurutnnya tidak ada seorangpun yang tahu akan tempat tinggalnya dan jarang sekali ada yang mengunjunginya karena memang tidak ada yang tahu.
"ya.. tunggu.." kata naruto merespon kepada seseorang yang berada dibalik pintu tersebut, naruto pun berjalan menuju pintu tersebut berniat bertemu dengan orang yang mengunjungi apartemennya.
Saat Naruto membuka pintunnya tersebut, dia disapa dengan wajah yang cukup dikenalnnya, wajah cantik, senyum manis yang sering menyapanya ketika dia berkunjung ke Supernatural klub. Yaitu Akeno..
"hai Naruto-kun!" sapa Akeno dengan manisnya..
"Akeno-san.. ada kesempatan apakah kamu sampai datang menemuiku, dan bagaimana kamu tahu alamatku ?" tanya Naruto dengan nada sopan tapi dibalik suara itu terdapat nada gelap memaksa
"eh.. jadi aku gak boleh menemuimu..?... dan tentu saja aku dapat dari data di sekolah.. "
..
..
..
*keringat jatuh* 'tentu saja..data dan alamatku tentu saja berada di dokumen sekolah, mengingat kalau keluarga Gremory memiliki sekolah tersebut tentu saja Rias dengan mudah membuka informasi tersebut. Dan tentu saja Akeno mendapatnya dari Rias...sigh.." Naruto pun melihat Akeno yang memasang wajah imut
Melihat wajah tersebut tentu saja membuat naruto mengeluarkan hela nafas dalam, Naruto tidak tahu harus berpikir apa saat ini, gadis didepannya yang menggunakan seragam sekolah tersebut mungkin saja hanya ingin mengajak jalan bareng ke sekolah dilihat dari jam sekarang yang masih cukup pagi
Ditambah lagi entah kenapa beberapa sekian hari Rias dan Akeno mulai meberikkan perhatian lebih dari biasannya, Naruto tidak tahu apakah Rias dan Akeno memeiliki motif lain dilihat dari sikap mereka yang sedikit berbeda tersebut. Tapi pikiran tersebut terhenti ketika terdengar suara Akeno
"hallo..!? apa ada orang dirumah." Tanya Akeno di depan wajah Naruto, menunggu reaksi yang biasannya dikeluarkan Laki-laki jika seorang gadis cantik bertatapan muka-kemuka. Tapi yang keluar dari wajah Naruto hanya kosong..
"maaf, bisa kamu ulangi lagi Akeno-san ..?" tanya Naruto dengan ekspresi biasanya tersebut..
" nggak menyenangkkan deh naruto." Kata Akeno dengan ekspresi cemberut "bareng ke sekolah yukk"
"..eee.. aku belum siap, bisa menunggu nggak?" tanya Naruto
Melihat anggukan dari gadis cantik didepannya Naruto pun mempersilahkkan Akeno masuk ke dalam apartemennya sekian menunggunya bersiap-siap. Tentu saja Naruto tidak akan membiarkkan seseorang menunggu diluar sedangkan dia didalam, makanya Naruto mempersilahkan Akeno masuk karena tidak sopan jika hal tersebut dilakukkan
Akeno yang diundang masuk tersebut tidak menyia-nyiakan waktu dan langsung masuk dan melihat keadaan apartemen si pirang.
'hm..kosong sekali!? Dinding semuannya putih polos, hanya ada sofa, tirai putih yang menutup jendela..' itulah yang ada dipikiran Akeno saat melihat apartemen Naruto
'tapi, apartemen ini bersih sekali..tidak ada debu sama sekali'
Pikiran Akeno pun tertuju pada sebuah pedang katana yang terpajang di dinding dengan gagahnya, Akeno yang melihat pedang tersebut, mulai merasakan perasaan yang aneh dan perasaan seperti ditarik kepada katana tersebut.
Dengan perlahan, Akeno pun menggerakkan tangannya, manaikkannya, berusaha memegang pedang tersebut. Tapi sebelum jari jarinya bisa menyentuh pedang yang memancarkkan aura aneh tersebut, tangannya dipegang dan tubuhnnya berbalik arah dan punggunnya menyentuh dinding dengan agak keras.
Akeno pun mengarahkkan matanya kepada 'sesuatu' yang membuatnnya gagal memegang Pedang tersebut. Akeno yang menempel didinding tersebut menatap kepada dua mata yang menatapnya dengan tajam, mata biru seperti kaca yang memancarkan bayangan wajahnya sendiri dan mata hitam onyx yang memancarkan kegelapan hati seseorang, sungguh perbedaan yang jauh, hati Akeno mulai berdetak perlahan dengan lebih kencang dari biasaanya saat melihat Naruto sedekat ini, tidak dirasa wajahnnya mulai memerah.
"N-arut-o-" erang Akeno yang mulai merasa panas
"Akeno.."
"y-aa?" jawab Akeno dengan suara sedikit aneh saat menjawab panggilan Naruto.
..
..
"tolong.. jangan mencoba menyentuh barang orang tanpa seiizin pemiliknya, apalagi kamu tidak tahu tentang apa yang kamu pegang, .."
"eeh?"
"pedang tersebut bukan Katana biasa, pedang itu memiliki sistem perlindungan sendiri, jika ada orang yang memegangnya selain aku, maka sistem itu akan aktif.. dan kuberitahu, kamu tidak akan mau mencoba merasakannya..dan tentu saja aku tidak mau melihat kamu terkena hal itu"
kata Naruto dengan menatap akeno, naruto pun melepas genggamannya pada Akeno dan berbalik arah
"ayo..kita berangkat Akeno.." ajak Naruto dengan memberikan senyuman kecil.
"ya.."
Respon Akeno dengan sedikit terlamabat, entah kenapa dia merasa kecewa, hatinya sudah berdebar-debar saat bertatapan dengan naruto, meskipun Akeno agak kecewa, tapi hal itu membuat dia tersenyum sedikit. Naruto khawatir dengannya...meskipun itu kesalahannya.
Dengan itu Akeno pun menyusul Naruto yang sudah berada diluar, mereka pun berjalan keluar dari kompleks apartemen dan berjalan dengan tenang.
Saat mereka berjalan tentu saja mereka menjadi pandangan orang yang berjalan, dari laki-laki dan perempuan yang melihat kecantikkan dan ketampanan mereka berdua, tentu saja para kaum perempuan dapat melihat ketampanan Naruto akibat dia tidak menutupi bagian kepala dan mukannya seperti biasa.
Dari ujung matanya Naruto bisa melihat Akeno melirik sesekali ke arahnya setiap kali dia tidak melihat, tentu saja hal itu membuat Naruto sedikt meyeringai sedikit.
'mungkin saja hal itu hanya sementara..' kata Naruto dalam hatinya dan melanjutkkan perjalannya dengan Akeno 2 langkah dibelakanya menuju ke sekolah
Betapa salahnnya Naruto, ini hanya permulaan.
Sesampainya di Sekolah Naruto pun memberikan salam perpisahan kepada Akeno dan mereka berdua menuju kekelas masing-masing.
Pelajaran pun berjalan dengan biasannya tanpa ada gangguan apaun hingga pada akhir jam pelajaran, saat pulang masing masing murid dikelas Naruto sudah keluar dari kelas, sudah pasti hendak melanjutkkan aktifitas setelah sekolah entah apalah, dan hanya Naruto yang masih tersisa
Naruto hanya melihat langit dari jendela kelasnnya, hari yang menampakkan matahari hendak terbenam, naruto hanya terdiam dan melihat langit dari jendela tersebut seperti hilang dalam sesuatu yang dipikirkannya.
"sigh.. sebaiknnya pulang" ucap Naruto sambil mengela nafas
Tiba tiba Naruto berhenti sejenak karena sesuatu yang dirasakannya..
"cihh..'
Dengan itu naruto pun menghilang dengan Kamui, berniat ketempat sesuatu tersebut dengan ecepat mungkin.
Sementara itu di Supernatural klub
"EHhh.. BOSAN!" eluh seorang pengaku Raja Harem. "setiap hari gini terus. Mencari klien dan mengabulkkan permintaan klien yang tak masuk akal, apakah tidak ada hal lain yang bisa kita lakukan buchou ?"
"em..em" hanya itu jawaban dari Rias yang nampak tidak peduli dengan keluhan "pawn"nya.
"hikzzz kalau begini kapan aku menjadi raja haremm!?" histeris Issei sambil berlutut dan air mata mengalir dari kedua matannya.
..
"menjijikkan.." kata Koneko dengan nada yang menyakitkan didengar Issei.
"ha..ha sabar saja Issei-kun suatu hari pasti akan terwujud.." kata kiba dengan nada nyaman yang membuat Issei terharu.
"Kiba kau.." ucap issei ditengah mental jatuhnnya
"mungkin 100 tahun lagi " tambah Kiba dengan senyum Bishounen-nya.
"huahhh..!" tangis Issei dengan keras sambil berguling-guling dilantai.
Parodi mereka terhenti saat Akeno datang dengan muka serius.
"Rias kita baru mendapat berita, salah satu Iblis menjadi penghianat dan mulai mengganggu ketenangan di Area sekitar sini, kita mendapat permisi untuk membunuh Iblis tersebut saat bertemu.." kata Akeno dengaan senyum gelap di saat kata terakhirnya.
"bagus Akeno.."
"issei"
"huh ?"
"sekarang kita akan berburu iblis, tentu saja ini tidak membosankkan melainkkan ini adalah waktu yang tepat menunjukkan kekuatan masing masing setiap "piece's" milikku.." Ucap Rias dengan bangganya. Di saat itu pula Akeno pun bersiap-siap menyiapkkan lingkaran sihir transpor.
(kejadiaannya sama kaya di canon. Dari pertemuan dan pertarungan dengan iblis penghianat dan perkenalan kekuataan masing-masing kepadA Issei, dan sampai kemunculan sacred gear Issei malas nulisnnya kalau kalian sudah tahu.)
"Dan itulah apa yang terjadi jika budak Iblis menjadi penghianat" jelaskan Rias pada Issei yang mendengar penjelasan Rias.
"OH-"
*BOOM*
Terdengar suara dinding hancur akibat sesuatu menghancurkkannya
"ugh..." terdengar suara raungan dari runtuhan gedung yang menimpa makhluk yang barusan menembus dinding tersebut.
Dengan sedikit jelas, kelompok Rias hanya bisa melihat dengan terkejut makhluk dengan badan setengah babi dengan bagian atas seperti manusia penuh dengan luka seperti luka potong yang masih terlihat dengan jelas di bagian tertentu badannya. Dari penglihatan mereka, bisa dipastikan dengan jelas bahwa makluk tersebut adalah iblis juga yang menjadi terror di kota tersebut beberapa waktu terakhir, yang diberi tanda segera langsung dibunuh jika bertemu. Tapi melihatnya langsung di tengah reruntuhan dengan luka serius tentu saja membawa tanda tanya di kepala Rias
'siapa yang cukup kuat melawan Iblis seperti ini, selain aku hanya kelompok Sonya yang cukup kuat melawan Iblis penghianat kelas tengah seperti ini..' mata Rias pun menajam melihat sosok bayangan yang muncul dari bayangan lubang tempat Iblis itu masuk. Bayangan tersebut pun mendekati arah sang Iblis runtuh.
"kemana kau babi ngepet~ !?" teriak seseorang dengan nada sing-song."oi.. kemana tadi semua omong kosong mu ha !? "
"Tidak salah lagi.." ucap Akeno
"Naruto.."
kata Rias. Tentu saja Rias sudah bisa menduga dengan jelas dari suara tersebut, siapa lagi sih yang selalu mengejek musuhnnya saat bertarung.
"sial kau!.. sini kau tikus kecil !" teriak Iblis itu dengan marahnnya telah berdiri dari serangan yang diberikan musuhnnya, sambil membawa kapak raksasa mengayunkannya dengan kecepatan tinggi, berniat membelah makhluk kecil yang berada di depannya.
*crash* suara lantai geding yang hancur akibat ayunan dengan kekuatan besar yang digunakan sang Iblis.
"hahahha hancur ka—uhggghh!" tawa gembira sang Iblis berhenti akibat...
"odama Rasengan!" mata Iblis itu melebar saat melihat bola biru berputar sebesar tubuh manusia mengenai dadanya langsung. Medorongnnya jauh beberapa puluh meter.
Kondisi sang Iblis hanya bisa dikatakan mengenaskkan dengan luka bulatan yang ada didannya, mekipun begitu Iblis terebut masih bisa bertahan akibat serangan yang cukup mematikkan yang diberikan Naruto.
"akhirnnya selesai.." ucap Naruto dengan lega.
"naruto-kun..!?"
"hmm.. Rias dan Akeno, apa yang kalian lakukan disini !?" tanya Naruto dengan menaikkan alis mata
"kami baru selesai berburu Iblis penghianat yang telah mengganggu ketenangan di AREA ini..." jawab Rias dengan bangganya.
"ooh.. sepertinya kita sama Rias."
Sementara Itu dengan Iblis Babi setengah badan tersebut.
'sial..tidak kusangka dia berani menggangguku saat makan manusia-manusia tersebut, dan dia mengalahkanku dengan mudahnnya..memalukkan! aku tidak terima' dengan itu Iblis itu menyiapkan sihir terbesar yang pernah dilakukkannya pada hidupnya,yang memerlukkan dia mengorbankkan nyawanya saat proses, yaitu membuat dirinya sebagai bom hidup dengan kukuataan dahsyat yang mengerikan.
'hehehe.. tidak apa-apa kau mati.. yang penting ku juga mati bersama ku makluk kecil, Ku Tidak mungkin bisa selamat dari hal yang kubuat ini, daerah ini akan hancur menjadi abu dalam sekejap.."
Sementara itu dengan Naruto yang tiba tiba merasakan kekuatan yang ditumpuk dengan besar ditubuh musuhnnya melalui mata Sharingannya tentu saja membuatnya sangat cemas
"hahaha! Dijamin aku akan mati.. jika begitu aku akan membawa kalian semua!tawa gila Iblis babi tersebut
"sial! Tidak cukup waktu untuk kabur..!"teriak Naruto dengan cemas 'tidak ada pilihan lain'tambah Naruto dengan menyiapkan teknik pelindung terampuhnnya ,
kelompok Rias, yang saat ini merasa takut akibat serangan dengan kekuatan megerikan yang akan dikeluarkkan Iblis yang tergeltak tersebut, meskipun kesempatan cukup besar mereka bisa menghindari serangan tersebut, tapi tentu saja mereka akan terkena efek sebagian serangan tersebut, dan pastinya hal tersebut akan parah sekali.
"hahaha! Rasakan *BOM BLAST FIRE LORD*!"
Seketika itu ledakkan itu pun terjadi, radius 200 meter dari tempat tersebut hancur tidak meyisakkan sisa , hanya Asap tebal yang muncul dari tempat Naruto dan Kelompok Rias berada.
DONE! Yeah fu**** rightt.. already finish chapter 7. MAAF jika ada dikit ga nyambung dalam chapter ni. Soalnya gw langsung nulis apa yang ada dipikiran gw. Dan tentu saja ujung tak menentu *evil chuckle* yang selalu menemani akhir chapter.
Maaf, jika ada kesalahan grammar,dll. Maklumi aja ! ^o^
Jadi dengan nama sempak yang gw pake
Please Review! Sebanyak-banyaknya. Semakin banyak review anda semakin cepat chapternya update
See you next time. Hopefully in nexT few days !
REVIEW
