Disclaimer: dengan cara apapun gw tidak akan pernah mengakui kepemilikan. Zzzz

Dan ga perlu basa-basi ni chapter 8.


Sebelum ledakan terjadi

'Sial. Jika begini dijamin tidak akan selamat. Berpikir..berpikir naruto!' teriak Naruto dalam hatinya. Melihat dari kumpulan energi yang dikumpulkan oleh Iblis itu tentu saja membuat Naruto sedikit takut.

Naruto pun melirik kelompok Rias yang baru menyadari kumpulan energi tersebut. Muka mereka yang menunjukkan kebingungan membuat Cemas Naruto. Apalagi dari informasinya Bahwa kelompok Rias masih bisa dikatakan masih muda. Belum terlalu paham dengan cara bertahan hidup

Dalam hati Naruto, dia bisa saja langsung teleport ke tempat lain dengan aman. Tapi mereka ?. mereka kelompok Rias tidak mungkin bisa kabur secepat dia. Mau menggunakan Kamui. Keluar dari pilihan. Saat ini Naruto belum bisa menggunakan kamui secara besar-besaran pada manusia.

Naruto pun hanya bisa menutup matanya, seakan mencari jalan keluar untuk masalah ini. Dalam pikiran Naruto tentu saja memiliki teknik yang bisa menahan atau melindungi serangan yang akan datang nanti. Tapi teknik tersebut tentu saja tidak muncul tanpa konsekuensi. Tubuhnya tentu saja tidak bisa menahan lama bentuk pelindung tersebut. Memang benar menggunakan teknik satu dari Mangekyo akan membawa banyak masalah pada mata pengguna, Namun karena kelebihan dari Kamui yang tidak membawa rasa sakit saat penggunaan menyebabkan Naruto lebih sering menggunakanya, apalagi dengan jaminan darahnya. Yang merupakan saudara jauh dari Senju dan Uchiha, memperlambat pembutaan pada matanya tersebut.

Sussanno adalah nama teknik tersebut, meskipun Naruto memiliki kapasitas Chakra untuk menahan Resiko penggunaan Sussano tapi matanya tidak mungkin, apalagi Naruto tidak berencana membuang-buang kualitas mata guru dan Mantan Musuhnya tersebut.

Memang benar dalam Keluarga Uchiha, penggunaan Sussanno memerlukan kedua mata Mangekyo aktif, itulah sebabnya Obito atau Kakashi tidak bisa menggunakan Sussanno atau teknik Setan keluarga Uchiha lainnya yang membutuhkan kedua mata, sedangkan mereka hanya mempunyai satu mata.

Namun Naruto yang merupakan masalah spesial. akibat suatu kejadian yang tidak terlalu ingin diingatnya, Naruto bisa menggunakan satu mata tersebut untuk membawa ke alam kehidupan Sussanonya.

Meskipun tau akan resiko mengeluarkan Teknik itu. Naruto tetap akan menggunakanya. Tidak mungkin dia akan membiarkan temannya mati begitu saja. Dengan menyakinkan diri, Naruto menutup mata birunya dan membuka Mata Sharingannya, yang dengan cepat berubah bentuk menjadi Mangekyo( sama dengan Kakashi/obito bentuknya) dan berteriak dengan kerasnya

"Sussanno!"

Dengan teriakan tersebut. Dengan cepat dari sekitar Naruto. Muncul sebuah bayangan yang membentuk tulang. Dari tulang menjadi tulang menulang kemudian menjalar membentuk tengkorak badan. Dari badannya kemudian muncul 4 tangan masing masing dua setiap sisi. Dari satu tangannya muncul perisai. Kemudian Sussano Naruto tersebut muncul mirip seperti kulit yang menutupi seluruh tubuhnya. Setelah pembentukkan itu selesai. Sussanno Naruto disilimuti Chakra yang Anehnya berubah warna dari kebiruan menjadi emas kilat. Dan dengan spontan langsung membentuk pertahanan menuruti perintah pembutnya.

*BOOOOOM*

Dari ledakan tersebut tercipta gelombang shok yang mencapai 200m. Serpihan,pohon bahkan anjing tak beruntung yang lagi kencing pun ikut terkena efek gelombang tersebut. sekitar beberapa menit berlalu namun tidak ada suara berbunyi dari runtuhan tersebut.

*kough kough*

Hal pertama yang dilihat kelompok Rias saat membuka matanya bukanlah apa yang diharapkannya, berpikir bahwa mereka tidak bisa kabur dari ledakan dahsyat tersebut dan telah mati, namun saat ini yang mereka lihat adalah tubuh Raksasa monster yang tak pernah mereka lihat. Berpikir bahwa Monster ini yang menyerang mereka. Namun melihat monster yang seperti Hancur di sebagian tempat tentu membawa tanya pada kepala mereka. Bukannya menyerang mereka. Monster tersebut bagaikan melindungi mereka, terbukti dengan tangan dan tameng yang menutupi mereka dari ledakan tersebut.

Rias pun melirikkan matanya lagi ke arah bawah atau lebih tepatnya di dalam Monster tersebut. terkejut bukan kata yang tepat untuk mengucapkan perasaannya saat ini, dan akhirnya Rias tau Monster tersebut ciptaan Naruto sendiri.

Melihat kondisi Naruto saat itu, entah mengapa membuat dada rias sakit tanpa Alasan, perasaannya saat ini yang berputar antara cemas, takut, dan bahagia?. Dari sisi matanya Rias bisa melihat darah yang menyucur. Dan bernafas dengan cepat bagaikan kelelahan tiada henti.

Hal tersebut tentu saja dialami Akeno saat melihat orang yang ditaksirnya, berpikir sama akan Rias membuat jantungnya berdetak dengan cukup keras. Dan dengan Kiba, Issei dan Koneko hanya bisa melihat dengan kagum dan cemas akan teman baru mereka tersebut, tanpa mereka rasa. Rasa hormat mereka pada Naruto pun bertambah, baik karena kekuatan, maupun kebaikannya. Meskipun mereka jarang berkomunikasi akibat kesibukan masing-masing dan kepribadian Naruto yang cukup pendiam tersebut.

Mata mereka pun melebar melihat Monster tersebut perlahan-lahan kehilangan kulit Emas berpijar apinya yang kemudian menampakkan tengkorak monster ciptaan Naruto, kemudian keempat tangannya perlahan mengilang seperti bukan disitu dan diikuti tubuh lainnya hingga akhirnya Hanya Naruto yang tersisa. Seperti kesakitan memegang satu matanya. Dan Naruto pun jatuh.

Melihat Naruto yang jatuh tersebut tentu saja membuat mereka panik, dan berlari menuju Naruto, namun kepanikan yang terlihat dengan jelas adalah di wajah Rias dan Akeno.

"Naruto!"

"apa kau terluka!?"

"mana yang sakit!? Biar langsung kusembuhkan." Dan seterusnya.

Naruto yang masih bisa menahan kesadarannya tersebut hanya bisa melihat Dua wajah cantik yang menatapnya dengan penuh perhatian. Hal tersebut membuat Hatinya hangat tanpa alasan.

"berhenti..."

"Naruto?" tanya Rias dan Akeno bersamaan.

"aku hanya lelah. Beberapa hari lagi aku pasti sudah kembali sehat seperti biasa..."

"tapi—"

"sst... sudah kubilang aku baik-baik saja. Omong-omong soal terluka, apakah kalian baik-baik saja, apakah kalian terkena serangan tadi?"

...

Terdiam. Serasa tak bisa menjawab pertanyaan Naruto tersebut, dalam pikiran mereka yang lagi berputar tersebut hanya ada kalimat pertanyaan Naruto. Membuat dada mereka serasa berdetak lebih cepat. Disini mereka yang Cuma bisa terdiam seperti amatir. Hanya bisa dilindungi oleh orang yang mereka Naks-, sukai. Bertanya kondisi mereka dengan perhatian, padahal dia sendiri terluka seperti itu...

"tidak. Kami tidak apa-apa, seharusnya kami yang betanya seperti itu Naruto bukan kau, jadi israhatlah..tolong." ucap dan Mohon Akeno dengan tatapan yang jarang dilihat dimuka cerianya.

Mendengar dan melihat Akeno tersebut membuat Naruto termenung, dan akhirnya memillih berbaring di pangkuan Akeno dengan tenang dan perlahan menutup matanya, Istrahat. (Bukan mati nyong!).

Rias pun melihat Anggotanya dan berkata agar mereka pulang kerumah masing-masing termasuk Akeno dan berkata bahwa dirinya yang akan mengurus Naruto dan membawanya pulang kerumahnya, hal tersebut tentu dilakukan Kiba, Koneko dan Issei meskipun masih dengan cemas akan kondisi Naruto, tapi yang tidak menurut perintah Rias adalah Akeno yang memilih ikut mengantar Naruto. Terjadi adu mulut kecil antara mereka berdua namun akhirnya mereka pun damai dengan mengantar bersama.

APARTEMEN NARUTO*hehehe..*

Dengan sedikit perjuangan dan tenaga mereka bertiga pun sampai di Apartemen Naruto, membuka pintu dan menyalakan lampu yang dimatikan sebelumnya. Mata mereka pun tertuju pada kasur yang mudah ditemukan dari kosongnya Apartemen tersebut. Naruto pun dibaringkan di kasur tersebut dengan pelan agar tidak membangunkannya tanpa hal yang penting.

..

Kedua Gadis cantik tersebut tidak bergerak dari posisi masing-masing. Memilih melihat wajah tenang meskipun lelah Naruto. Hilang dalam angan masing-masing. Namun melihat darah yang masih ada disekitar tubuh Naruto tentu saja membuat Rias mengambil inisiatif dan beranjak dari posisi duduknya dan pergi. Meninggalkan Akeno yang masih melihat Naruto. Akeno yang melihat kepergian Ketuanya tersebut hanya bisa bertanya entah kenapa. Namun karena melihat kepergiannya tentu saja membuat Akeno sedikit lega.

Akeno pun mendekati sosok Naruto yang tidur, memilih melihat Wajahnya dengan penuh perhatian. Ribuan perasaan melayang dalam hatinya saat ini. Yang semuanya terhubung dengan Naruto. Berawal dari rasa ingin tahu, keperasaan Naksir, dari Naksir ke suka. Dari suka ke...

Hal itu tentu saja membuat pipi Akeno memerah hanya dengan membayangkannya saja. Tanpa terasa Akeno sudah berada di atas Naruto. Wajahnya hanya beberapa cm dari bersentuhan, bibirnya hanya beberapa cm dari bersentuh...

Dengan pelan dan menutup matanya Akeno pun memberanikan diri, memberanikan diri memperdekat jarak bibirnya dengan orang spesial dalam hatinya. Dan berkata pada hatinya, jujur dengan Hatinya bahwa hatinya yang sekian lama membeku, akhirnya perlahan meleleh, perlahan bersemi dan berbunga akibat perasaan baru yang masuk tanpa diundang. 'kau untukku Naruto, dan aku millikmu...'

2cm lagi dan...

"Akeno sedang apa kau .." terdengar suara Rias dari belakangnya, dan terasa suara dingin dari ujung suaran Rias. Rias yang saat ini membawa handuk kecil dan sebaskom air, berencana untuk membersihkan kotoran dan bekas darah yang masih menempel di sekitar tubuhnya, namun setelah masuk kekamar Naruto hal yang tidak diduga Rias terjadi. Rias melihat posisi Akeno yang ehem dengan Naruto tentu saja itu membuatnya cemburu dan marah.

"menurutmu apa..?" tanya Akeno dengan beraninya, meskipun terasa terkejut saat melihat kedatangan Rias dan kepergok. Akeno tetap memasang muka tidak bersalah yang tentu saja memancing kesal di muka Rias. Dalam Hati Akeno saat ini hanya satu, jika kau ingin mendapatkan sesuatu, jangan pernah mundur dan berani terang-terangan.

Mereka berdua pun bertatap mata dengan aura menantang satu sama lain. Bahkan bisa dilihat aliran listrik yang keluar dari mata masing-masing Gadis dengan liar. Mencoba melawan tatapan listrik yang bertarung tersebut.

Namun pertarungan pribadi mereka berdua berhenti akibat suara tidur yang dikeluarkan oleh Naruto. Namun setelah itu tidak ada lagi. Akhirnya mereka sadar diri dan menghentikan perkelahian kanakan mereka.

Diam diantara mereka pada malam itu, hanya suara nafas dari orang yang tidur bisa didengar, Rias dan Akeno hanya merenung sambil melihat wajah damai Naruto, menunggu akan bangunnya pria pirang tersebut.

Dalam keheningan tersebut, keluar suatu pernyataan dari mulut Rias.

"aku tidak akan kalah.." Ucap Rias dengan pelan.

Mendenganr ucapan Rias itu tentu saja membuat Akeno menggelengkan kepalanya ke samping. Seakan tidak paham akan maksud gadis berambut merah tersebut.

"maksudmu..."

"aku tidak akan kalah darimu Akeno, kau dengar !? aku yang akan menang dan akan memiliki Naruto.!"

Ucapan Rias tersebut perlahan masuk ke dalam Otak Akeno dan memprosesnya. Kata demi kata akhirnya dipahami Akeno. Bukannya marah atau cemburu. Akeno hanya melihat Rias dengan senyum sadisnya...

"fufufu...siapa bilang kau akan menang!?"

Begitulah selanjutnya diantara mereka, mulai dari ejekan kecil kanakan sampai ejekkan yang mengharuskan kita menutup telinga anak kecil yang mendengarnya akibat beratnya isi kata tersebut dilemparkkan satu-sama lain. Dan seperti kejadian seperti yang lewat. Mereka memberintikkan perkelahian mereka akibat suara keluh Naruto seperti merasa terganggu tidurnya.

Mereka berdua hanya bisa menatap Naruto dan kemudian menatap mata satu sama lain. Dan mereka hanya tersenyum indah. Didepan mereka banyak rintangan yang harus dijalani sebelum mereka mengalahkan satu sama lain.

Persaingan yang indah kata orang. Ya..persaingan yang indah.. hehehe...

Keesokan paginya setelah bangun, Naruto akan terbangun dari mimpi indahnya, yang menurutnya jarang sekali. Yang mengikutkan dia dan Ramen. Naruto akan terbangun melihat dua gadis cantik yang tertidur dalam posisi duduk dan kepala di kasurnya, tertidur karena menunggunya.

Melihat dua gadis yang tertidur karena lelah tersebut tentu saja membuat Naruto terkejut, dan melihat tubuhnya yang sudah bersih tersebut. dan satu hal yang bisa dilakukan Naruto saat ini ialah tersenyum tulus. Naruto pun mengangkat kedua gadis tersebut dan menidurkannya di kasurnya, seakan tidak terganggu akan gerakkan Naruto tersebut.

"terimakasih..Rias-chan, Akeno-chan." Ucap Naruto dengan senyum tulus, kemudian beranjak keluar dari kamar dan menutup pintu kamar tersebut, meninggalkan kedua putri tidur.

Seandainya Naruto tinggal lebih lama lagi di kamar tersebut, Naruto akan mendengar jawaban dari kedua gadis tersebut.

Dengan senyum manis di kedua gadis tersebut mengatakan dengan pelan.

"kembali, Naruto-kun" hal baru yang terjadi di hari-hari mereka. Kata kenal yang ganti dari san menjadi chan tentu saja membuat Hati kedua gadis tersebut membunga. Meskipun Cuma penggantian tanda kenal tapi tetap saja...

Dan dengan itu mereka berdua pun menutup mata mereka dan beristrahat akibat kelelahan,(bukan istrahat yang kalian bayangkan)


Done! This chapter eight of Ninja DxD. Mungkin gw terlalu lama ngeupdate... yaa. Untung aja gw mau ngeupdate padahal ulangan dah didepan mata! Tapi biarlah s wat gitu lokzzz.

Maaf, jika ada kesalahan grammar dll. Maklum