Disclaimer : emang gw dari negara apa sih suka klaim punya orang ?
Zzz. Nah tau aja gw akhirnya jadi begini. liat review dari pada kalian semua membuatku ingin lanjutin lagi ni cerita. Sebenarnya sih gw rencana updatenya hari Selasa ini, bertepatan dengan selesainya ulangan penaikan kelas (bayangin 16 mata pelajaran T_T) BAGI KELAS 2 SMA di Kalsel. tapi ga tega, lanjutin aja deh dalam batin.
Ni chapter kayaknya ga ada action deh...
Nulis romance kyk anak SD, kurang berbakat gitu. Tapi dicoba aja...gw buat serealistis mungkin. Jadi maaf klo ada yang ga suka sama pendukung kekosongan chapter ini.
Yaa. Tanpa banyak basa-basi .. ini dia chapter 9.
Beberapa hari telah berlalu sejak kejadian pemusnahaan Iblis terlantar yang dilakukan kelompok Rias dan Naruto. Meskipun kejadian waktu itu cukup mengerikan, tetapi dapat dilewati dengsn cukup tenang sekarang. Sudah beberapa kkali Kelompok Rias mengadakan pertemuan yng diikuti anggota kelompoknya, meskipun Rias mengajak Naruto untuk mengikuti pertemuan itu namun Naruto menolaknya dengan sopan karena ada keperluan. Jadi Rias tidak mungkin memaksa Naruto untuk mengikuti pertemuan karena memang Naruto bukan Anggota Iblis mereka.
Saat ini Kelompok Rias berada di ruangan Klub sedang sibuk urusan masing-masing. Koneko yang sedang sibuk membaca buku. Kiba yang lagi mempoles pedangnya. Rias yang sedang merenung di meja caturnya dan Akeno yang juga membaca buku, namun pandangannya seperti bukan pada buku melainkan seperti sedang memikirkan sesuatu.
Rias tidak tahu apa yang dilakukan Naruto, tapi tidak memiliki cukup keberanian untuk menanyakan masalah tersebut, emang siapanya dia? Memang hal tersebut masih tanda tanya, tapi dalam Hati Rias dia mengetahui; bahwa dia sudah selangkah lebih maju dari hubungan kerja sama mereka. apakah itu teman atau teman dekat? Baginya sekarang hubungannya dengan Naruto adalah teman dekat, tapi bagi Naruto apakah dia ?
Akeno juga seperti halnya Rias, meskipun dia tahu hubungan mereka selangkah lebih maju dari teman kerjasama, namun dia pun tahu kalau hubungan mereka masih diantara teman dan teman dekat. Diindikasikan dengan perubahan panggilan dari San menjadi –chan. Meskipun begitu, hubungan mereka masih belum bisa dibilang seperti itu.
Tapi dalam batinnya Akeno akan berusaha, berusaha mendekati Naruto. Berusaha menjadi apa yang bisa dibilang melewati batas dari teman biasa saja, jantungnya berdebar-debar saat memikirkan hal seperti itu saja. Mungkin inikah yang bisa dibilang Cinta pertama?
Saat Akeno melihat Naruto melindungi mereka termasuk dia, Akeno melihat ekspresi Naruto yang dengan gagah berani melindungi mereka dari serangan mematikan tersebut.
Keringat yang bercucuran dari kulit Naruto, otot badan yang terlihat mengekar saat menggerakan. Membayangkannya saja membawa senyum di wajah Akeno, senyum yang tidak baik...fufufufu. tapi sebenarnya bukan itu yang menjadi alasan Akeno mendekati Naruto. Memang banyak Laki-laki lebih memilki badan lebih bagus dari Naruto atau lebih tampan dari Naruto.
Tapi bukan Itu yang diincar olehnya. yang diincar adalah Hatinya, Naruto biarpun terkadang terlalu dingin kepada seseorang tapi dia selalu sopan kepada orang-orang. Meskipun kelihatannya dia tidak peduli tapi dia mau melindungi mereka, dia berbeda dengan orang lain; tidak tertarik dengan Hanya kecantikkan seorang gadis, sama seperti dia. Dia mencari yang cantik didalamnya. Meskipun Naruto sudah melindungi mereka, bukannya peduli akan kondisi mereka. tapi malah bertanya akan keadaan mereka terlebih dahulu.
Sedangkan dengan Rias.
Rias saat ini melihat catur-caturnya dengan pandangan tajam, padahal yang dipikirkannya saat ini bukanlah catur, tapi hal yang jauh berbeda. Saat ini dipikirannya hanya Naruto. Ya benar pikirannya sendiri tidak jauh dari Akeno yang memikirkan kepribadian Naruto. Tapi dalam batinnya selain kedekatan Naruto dengannya ada satu masalah, ada satu misteri tentang Naruto yang hendak diungkapnya.
Apakah benar Naruto hanya Manusia yang memiliki kekuatan biasa, meskipun Naruto sendiri mengatakan dia bukan pengguna Sacred gear, tapi ada kekuatan Naruto yang menurutnya memancarkan aura yang berbeda.
Apakah Namanya?. Kalau tidak salah itu adalah Sussano. Dalam ingatan Rias; seingatnya Sussano adalah nama dewa-dewa dari ajaran shinto(kalau salah tolomg maaf, belum terlalu mempelajari asal-usul tersebut). biarpun Cuma dewa ya tetap saja dewa. Dewa dan Tuhan adalah musuh bagi para iblis, jadi wajar saja Rias jadi ingin tahu.
'apakah Naruto ada hubungannya dengan fraksi Tuhan? Tidak mungkin.' Dalam batinnya. Tentu saja Rias tidak percaya Naruto berhubungan dengan fraksi yang menjadi musuhnya, dalam ingatannya. Teknik teknik yang digunakan Naruto semua menggunakan Nama para dewa, Kamui dan Sussanno. Tapi Rias tahu, Rias tahu kalau meskipun nama teknik Naruto bernama Dewa-dewa, tekniknya tersebut memancarkan aura mengerikan, aura yang hanya ada para Iblis tingkat atas. Tapi Rias juga merasakan Aura murni. Aura yang murni bagaikan bumi itu sendiri pada teknik Naruto tersebut. aura yang sangat suci bagaikan Air dari langit.
Jika...jika saja Hal ini berjalan lancar dan dia bisa bersama dengan Naruto, apakah Naruto ingin menjadi Iblis seperti mereka ?. ada satu hal lagi yang membuat Rias takut. Umur manusia dan umur para Iblis sangat berbeda jauh. Dia meskipun masih berusia 17 tahun(benar ga?) sebagai seorang Iblis tahu akan umur sebenarnya seorang iblis. Pada usia tertentu, para iblis akan berhenti menua. Dan menetap seperti itu selama ratusan tahun. Tapi Naruto, dalam batinnya Naruto akan menjadi Tua dan mati pada usia tertentu...yang tidak mencapai seratus tahun.
Betapa salahnya lah Rias tersebut(dijelaskan pada chapter selanjut-lanjutnya).
XXX
Kalian mungkin, mungkin akan bertanya. Bagaimana sih Naruto bisa membayar apartemen atau makanan yang dibelinya selama berada di Dunia baru ini? Bagaimana Naruto mempunyai duit, apakah dia mencopet atau mencuri ? apakah ada duit langsung jatuh dari langit (pengenya gitu sih). Tentu saja tidak. Naruto mencari pekerjaan. Bukan pekerjaan aneh-aneh yang memerlukan kekuatan Ninjanya seperti Assassin atau seterusnya. Dia mencari pekerjaan yang Halal... dan dengan sedikit usaha, pada Akhirnya Naruto dapat pekerjaan... sebagai apa ?
Sebagai...Pelayan Cafe...
Yaa... saat ini dia bekerja di sebuah cafe maid. Cafe maid adalah cafe dimana kebanyakan pelayan-pelayannya memiliki tampang yang diatas rata-rata baik pelayan wanita atau pria dengan menggunakan pakaian layaknya pelayan dari kerajaan begituan. Dan Naruto memenuhi syarat sebagai pelayan di tempat tersebut, dengan sedikit usaha dan belajar akhirnya dia bisa berlagak seperti Maid asli. Dan saat ini dia melayani sepasang Kekasih yang sedang menunggu.
"Anda mau memesan apa tuan.?" Tanya Naruto dengan suara elegan.
"Nasi goreng dan jus Jeruk.." jawab sang pria dengan terkadang melihat pacarnya dan Sang pelayan.
"dan anda Nona ?."
" ..ahh i-ya, sama aja dengan dia." jawab sang wanita dengan nada tersendak. Tentu saja dia bertingkah seperti itu, pelayan yang di depannya sangat tampan dalam pikirannya, baik dari suara dan muka semua perfect. Teriindikasi dari pipinya yang memerah dan kekasih prianya yang melihat hal tersebut dengan sedikit marah. Tentu saja..
"kalau begitu saya akan menyiapkan hidangannya sebentar lagi, jadi nikmati kunjungan anda ke cafe kami. Permisi." Ucap Naruto dengan elegan dan senyum manis yang membuat wanita yang duduk tersebut memerah.
Begitulah yang selalu terjadi di cafe maid tersebut. Naruto merupakan pelayan yang paling disukai ditempat tersebut, baik dari pelayanan maupun tampang, terbukti dari beberapa gadis yang selalu melihat gerak-geriknya dengan memerah. Dalam pikiran gadis-gadis tersebut. Naruto lebih cocok menjadi Pangeran daripada pelayan. Meskipun baru bekerja di Cafe tersebut selama beberapa bulan tapi Naruto memiliki banyak pelanggan tetap yang membutuhkan jasanya setiap mereka datang ke cafe ini.
Di saat Naruto melayani para pengunjung di cafe tersebut, ada Orang yang tidak pernah diduganya masuk ke cafe ini. Yaitu Issei dan seorang gadis muda dengan pakaian Biarawati. Jadi wajar saja Issei membeku saat melihat cowok pirang yang memakai pakaian pelayan tersebut.
"Naruto-san.."
"Issei.!?"
..
XXX
"jadi begitulah Naruto-san..." Jelaskan Issei dengan singkat.
."oh jadi begitu kejadiannya, kau bertemu dengannya di jalan, berpapasan dan bersenggolan.. dan karena kau seorang gentleman kau pun mentraktri Biarawati yang tersesat ini.. hm ..hmm" Ucap Naruto dengan pose berpikit
"Ha.-ha-h-a" tawa gugup Issei saat melihat Pose serius Naruto. Issei tidak mungkin membuat salah paham Naruto akibat Biarawati cantik yang lagi makan disampingnya.
"jadi kau menculiknya akibat nafsu birahimu yang semakin aneh itu ya Issei"
"iy... bukKANNN!, AKU TIDAK MUNGKIN AKAN MELAKUKAN HAL SEPERTI ITU!... tapi kalau dipikir pikir...heheehe" teriak Issei digantikan dengan tawa sinis. Yang membuat gadis-gadis yang berada di cafe tersebut memberikan tatapan jijik kepada Issei.
"bercanda bercanda.. tapi Issei bisakah aku berbicara denganmu sebentar.." Ajak Naruto sebelum berbicara dengan biarawati yang melihat mereka dengan Aneh " maaf .. Nona..."
"Asia Argento, namaku Asia pelayan-san." Jawab Asia dengan senyum tidak bersalahnya tersebut.
"Maaf Nona Asia, saya akan meminjam Isseinya sebentar tidak apa-apa kan ?" tanya tersenyum balik Naruto.
"tidak tidak kok" dengan Mata lugu Asia menjawab Naruto.
Dengan cepat Naruto menarik kerah badan Issei dan membawanya keluar cafe.
Diluar cafe.
"APA SIH Naruto !?" tanya Issei yang berusaha melepaskan genggaman Naruto dari tangannya.
"Issei taukah kamu siapa gadis tersebut ?" tanya Naruto dengan nada serius.
"dari bajunya aku bisa bilang dia Biarawati ... lalu kenapa !?" tanya bingung Issei.
"sudah kuduga kau ga mendengar pelajaran dari Akeno...sigh. Gadis tadi seorang biarawati dan kelihatannya dari fraksi Tuhan, dan kau ini adalah seorang Iblis. Kau bisa saja mati dibunuh para Malaikat karena mendekati pengikut-Nya Issei. Namun para Malaikat tidak mengambil tindakan terhadapmu karena niat baik darimu yang hanya ingin membantu Gadis tersesat tersebut." ajar Naruto dengan menutup matanya seakan mengingat kembali sejarah 3 fraksi dari buku yang diberikan Rias.
"aa-pa..." Issei hanya terdiam bagaikan batu saat mendengar penjelasan Naruto. Dia tidak tahu harus berkata apa saat ini, berkata beruntung akibat niat baiknya atau berkata sial akibat tidak pernah mempelajari buku yang diberikan Bucchou.
"Issei..Issei, kau perlu tahu Niat baik itu ada batasnya..." ucap Naruto sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba sakit akibat kebodohan orang didepannya. Dan orang bodoh didepannya sepertinya baru menyadari bagaimana nyawanya diujung tanduk saat bertemu dengan pengikut-Nya.
"jadi aku harus baga-imana ? tidak mungkin aku akan membiarkannya begitu saja, aku harus mengantarnya ke tempatnya, biar saja nyawaku menjadi taruhannya, tapi aki tidak akan membiarkan gadis cantik tersesat tak tau arah!" teriak Issei dengan mata membara seakan keinginannya.
Naruto hanya melihat Issei dengan ekspresi kosong dimukanya, sifat Issei yang tidak mau pantang mundur meskipun nyawanya menjadi taruhan mengingatkannya pada seorang anak berbaju jingga, yang selalu berteriak akan meyelamatkan dunia dan menjadi Hokage. Mengingatkan akan dirinya yang dulu masih lugu, mengingatkannya akan dirinya yang tidak mau menyerah dan selalu semangat menghadapi apaun rintangan.
Namun...Naruto tau, tau.. meskipun kau berusaha mati-matian..meskipun kau berlatih sekuat mungkin. Kau takkan bisa menyelamtkan semua orang. Apakah itu takdir ? kalimat itu membuat Naruto tertawa sedih."Neji pasti memukulku jika bicara percaya tentang takdir...menyedihkan.'
"oi Naruto kau dengar aku ?" tanya kesal Issei.
"terserahmu Issei, lakukanlah apa yang kau suka meskipun aku sudah memperingatkanmu, tanggung sendiri akibatnya..." Ucap Naruto tanpa pedulinya seraya membalikkan badanya dan menuju pintu kafe dan membukanya. Namun sebelum Naruto masuk kedalam Cafe dia mengatakan sesuatu kepada Issei..
"Issei jangan pernah mengubah jalan pikirmu tersebut...lanjutkanlah menjadi apa dirimu yang sekarang. Karena Dunia ini tidak semanis yang kau pikirkan."
"...?" Issei hanya terdiam dan bingung saat mendengar perkataan Naruto.
XxX
Setelah selesai makan dan membayar, Issei dan Asia pun pergi meninggalkan cafe dan menuju alamat Gereja yang ditunjukkan Asia, saat perjalanan menuju Gereja, Issei mengetahui kemampuan Asia yang menyembuhkan Makhlu apa saja, dan mengaku dia sekarang diasingkan gara-gara tidak sengaja menyembuhkan seorang iblis.
Saat Issei sampai ke Gereja tersebut, hatinya serasa di tusuk melihat Kondisi tempat di Asingkannya Asia, gereja yang dari kelihatannya sudah tidak dipakai lagi akan menjadi tempat tinggal baru Asia, meskipun Asia mengajak dirinya masuk kedalam gereja untuk membayar jasa kebaikannya, namun Issei menolak dengan sopan akibat hal yang perlu dilakukannya dalam hati dia sudah gemeteran hanya melihat Gereja. Meskipun mengindahkan peringatan Naruto Issei berjanji akan bertemu dengan Asia untuk menemaninya. Dalam Hati Issei dia merasakan sesuatu yang tumbuh saat melihat muka ceria Asia yang tidak pernah putus semangat tersebut.
Next chapter ; penyelamatan Asia (kukukuku..)full of action.
Nah itu selesai chapter 9. Bagaimana menurut kalian ?
Setidaknya reviewlah chapter ini. Dalam dunia fiction review merupakan bagian yang paling penting dari menulis, jika ada orang yang mereview cerita seseorang, sang author akan merasa bahagia jika ada yang mereview ceritanya dan berpikir bahwa ceritanya ini di hargai dan akan semangat melanjutkkan ceritanya.
Dan review juga berfungsi sebagai pandangan bagi Author untuk berkembang ke tingkat selanjutnya sebagai penulis. Baik dari komentar, cara penulisan dst. Dari situ sang Author akan belajar dan memperbaiki kesalahannya agar lebih baik dari sebelumnya.
Dan lagi ini cerita bisa saja ada kesalahan pengejaan atau tanda baca, jika kalian melihat kesalahan tersebut tolong review dan dikatakan dibagian mana agar saya langsung memperbaikinya.
Tolong diusahakan jangan ngeflame cerita orang, seperti bocah kalo gituan.. padahal sendiri aja ga bisa buat cerita.
Oh ya... lupa. Sebuah fakta tentang saya. SAYA sebenarnya hanya melihat season 1 Anime Highschool dxd sampai selesai, sedangkan season 2 belum, jadi inspirasi setelah mengalahkan phoenix belum ada.
Jadi dengan sangat dimohonkan, bisakah kalian mengirimkan LINK untuk season 2 anime ini
atau ...
LINK highschool DxD light Novel yang volume berapa setelah kejadian dengan Raiser. Baik itu Bahasa inggris ataupun Indonesia, saya terima..
Karena saya belum ada inspirasi tentang apa yang harus ditulis setelah Kejadian Raiser bisa jadi cerita ini gantung.
Terima kasih.
