chapter 12. tidak banyak yng mau dikatakan, selain selamat membaca.
"apa kau benar-benar tidak mau melakukannya Naruto?"
"sudah kubilang, hal itu bukanlah masalahku, jika dia benar-benar bertunangan, mengapa aku harus ikut campur!?" Ujar Naruto dengan heran, meskipun merasakan sakit yang kecil yang muncul didadanya.
"Naruto ! kau keras kepala sekali. Sudah kubilang pertunangan itu tidak diinginkan Rias. Meskipun Rias dapat menolak pertunangan itu. namun dia tidak berani mengatakannya! Rias tidak berani mengotori nama keluarganya."
"..."
"aku mohon tolonglah kali ini saja. Hanya dirimu yang mampu melakukan hal yang mustahil. Meskipun aku tahu dirimu belum terlalu nyaman dengan Rias. Namun aku tahu Rias memiliki perasaan padamu. Itulah mengapa aku memasukkanmu ke Sekolah yang sama dengan Rias. Hanya pada dirmu aku bisa mempercayakan Rias. " Ujar suara dari telepon yang digenggam Naruto.
"ah...aku tidak tahu lagi harus berbuat apa, Gremory-san. ini merupakan masalah yang tidak mungkin aku bisa ikut campur. Kau tahu saja bukan, aku tidak bisa ikut campur masalah dunia bawah atau iblis." Ujar Naruto dengan nada ragu.
"aku tahu... namun tetap saja anggap ini sebagai balas budi yang kau katakan...Namikaze.." Ujar suara dari telepon itu.
"apa kau begitu seriusnya kau mau menggunakan balas budi itu?... kau tahu, jika kau menggunakannya, aku tidak akan mau membantumu dalam masalah lain setelah itu kulakukan!?" Jawab Naruto dengan nada dingin.
"aku serius Naruto. aku sudah membicarakan masalah ini kepada Ayahnya Raiser...dia juga menyetujuinya. Raiser harus diberikan sentuhan bangun tidur, dan pada saat ini hanya kamu yang bisa. Kau memiliki kemampuan yang unik namun juga berbahaya..."
"sigh...berikan aku waktu untuk berpikir."
"baiklah, aku berharap kau menyetujuinya." Ujar sang penelpon dengan nada berharap, namun kemudian berubah menjadi heran "ngomong-ngomong, kenapa kau tidak berubah menjadi Iblis Naruto? kau mempunyai potensial yang sangat besar dan jika kau berubah menjadi Iblis, kekuatanmu akan berlipat ganda dari yang sekarang. Jika kau mau, aku bisa meminta anakku merubahmu dan menjadikanmu salah sat—"
Namun apapun yang dikatakan penelpon itu berhenti dimulutnya ketika mendengar jawaban Naruto.
"sudah kubilang berapa kali Gremory-san. aku tidak berniat untuk berubah menjadi Iblis, ataupun ikut campur dalam masalah mereka. ataupun mendapat kekuatan berlipat ganda secara instan... saat ini aku tidak ingin dirubah menjadi Iblis." Jawab Naruto datar, namun jika didengar dengan serius, kita bisa mendengar nada sedih dari suaranya.
"namun dimasa depan...kau akan menerimanya bukan?"
"hanya waktu yang bisa menentukannya Gremory-san. sampai jumpa"
*tuttt*
Naruto kemudian menarik nafas dalam, dan kemudian meyimpan kembali Hp miliknya. Dan dengan pelan, Naruto melirik bulan yang sekali lagi muncul dimalam hari itu.
"bukannya aku tidak mau berubah menjadi saja aku sudah pernah dianggap lebih buruk dari Iblis. Dan...aku tidak mau mendapat sebutan itu lagi..." Ujar Naruto dengan sedih.
Sekali lagi Naruto menarik nafas yang cukup dalam dan mengeluarkannya. Kemudian dilihatnya kembali apartemen tanpa Isi miliknya. Dan dengan lelah, menuju kamarnya dan berbaring di kasur. Alasan mengapa tidak ada yang tidur atau berada di apartemen Naruto adalah Raynare dan Kalawarner sudah pindah. Meskipun menemui penolakkan untuk pindah, namun dengan baik Naruto menjelaskan alasannya karena kurangnya ruang di apartemennya.
Naruto dengan Tabungan tersimpannya kemudian membeli sebuah apartemen yang tidak jauh dari tempatnya dan memberikannya kepada Raynare dan Kalawarner. Tentu saja mereka terkejut ketika menerima kunci apartemen itu, dan semakin terkejut lagi ketika melihat Furniture yang berada di apartemen itu. tentu saja dengan heran mereka bertanya mengapa Naruto tidak mengisi apartemennya jika memiliki uang yang cukup seperti ini. dan Naruto hanya menjawab dengan senyum.
"aku lebih suka tinggal begini...lagipula aku tidak terlalu membutuhkan barang yang berlebihan. Beda denganku, kalian membutuhkannya. Dan sebagai Tuan kalian, tentu saja aku harus membuat kalian nyaman.":
Namun alasan sebenarnya Naruto membuat Raynare dan Kalawarner pindah adalah;
"aku hanya suka kesunyian..." Ujar Naruto dengan pelan. Naruto tahu aksinya ini tidak masuk akal. Namun dia juga tahu...semua alasan itu salah, tidak ada yang benar. Bukannya karena ruangan yang tidak cukup atau karena suka kesunyian. Namun... Naruto hanya tidak mau. Tidak ingin. dan tidak bisa. Membuat hubungan yang lebih dalam dengan seseorang. Dirinya belum bisa mencoba melakukan itu. dirinya belum berani untuk melakukan itu. takut...ya takut. Takut akan rasa cinta. Takut dengan kehangatan saat memikirkan itu. takut untuk menyayangi seseorang lebih dari biasanya. Dan takut,...untuk merasakan kehilangan.
"lebih baik begini..." Ujar Naruto dengan nada sedih.
Namun pertarungan batinya terpaksa berhenti ketika merasakan energi baru yang memasuki ruangannya. Meskipun pada awalnya Naruto langsung bersiap menyerang. Namun niatnya diurungkan ketika melihat siapa yang datang dari lingakaran merah sihir.
"apa yang kau lakukan disini Rias? Dan sekarang juga sudah larut malam" tanya Naruto dengan datar dari kasurnya. Terlalu malas untuk bangun dan meyambut gadis berambut merah darah tersebut.
Gadis yang dikatakan itu hanya terdiam dan tidak menjawab. Matanya kini tidak terlihat karena bayangan rambutnya yang menutupi. Namun Naruto menaikkan alis mata ketika masih melihat Rias dengan pakaian sekolahnya. Namun hal itu diacuhkan Naruto. karena merasa dirinya tidak berhak untuk menanyakan itu.
"jika ini mengenai mengapa aku tidak masuk sekolah, aku mempunyai alasannya" Ujar Naruto dengan melirik Rias. Bagaikan tidak merespon jawaban Naruto. Rias kemudian berjalan mendekati Naruto yang berbaring. Dan dengan pelan duduk dikasur Naruto. sekali lagi, Naruto menaikkan alis mata ketika Rias melakukan hal itu. Rias yang duduk itu juga tidak mau melirik kearah Naruto. dan memutuskan menatap dinding lebih menarik.
"apa kau bolos.. karena menghabiskan waktu dengan makhluk itu?" tanya Rias dengan pelan tanpa melirik Naruto.
"apa maksudmu?" tanya Naruto dengan menaikkan alis mata. meskipun mendengar nada gelap pada menyebut Raynare dan Kalawarner, namun Naruto mengacuhkan hal itu.
"aku tidak tahu apa yang kau lakukan Naruto, namun aku percaya padamu...dan aku tidak mempertanyakan lagi." jawab Rias dengan lembut.
Naruto hanya terdiam saat mendengar itu. percaya?. Kata itu membuat hatinya sakit saat mendengarnya.
"sebegitukahnya kamu mempercayaiku Rias? Kita baru bertemu satu bulan lebih... dan kau sudah bisa mengatakan kau mempercayaiku secepat itu? apa kau tidak khawatir pada suatu saat aku akan menggunakan kepercayaanmu seperti itu? kau terlalu cepat mengambil kesimpulan Rias" Ujar Naruto dengan emosi yang bercampur
Rias hanya menggelengkan kepalanya dengan pelan "tidak, aku tidak mempercayai itu terjadi. meskipun kita hanya baru berteman tidak lama. Namun aku mengerti, aku bisa melihat dengan mataku; kau tidak akan pernah melakukan hal seperti itu Naruto-kun. Kau terlalu baik untuk melakukan hal seperti itu...dan aku sudah percaya pada dirimu sejak saat itu. sejak dimana kau mau melindungi kami...sejak kau mencuri hatiku" Balas Rias dengan lembut.
"..." Naruto tidak menjawab. Memilih diam dan hanya menatap atap Apartemennya, serasa hilang kata-kata untuk menjawab perkataan Rias. Dia mengerti akan suasananya saat ini. dia mengerti perasaan yang diberikan kepadanya. Namun Naruto memilih diam adalah jawaban terbaik.
"aku tahu, kau tidak terlalu menganggap aku atau Akeno. Namun aku bertanya pada diriku sendiri mengapa? Apakah karena kecantikanku yang kurang? Apa karena aku terlalu kurang sempurna dimatamu? Katakan Naruto! apakah kau ga—"
"tentu saja tidak!" jawab Naruto dengan cepat.
"terus kenapa?" tanya Rias dengan wajah memohon "aku menyukaimu... saat pertama kali bertemu. Kau berbeda dengan yang... lain. Aku melihat banyak orang mengikuti arus, berjalan menurut apa yang dilakukan orang lain. Namun aku tidak melihatnya didalam dirimu..aku melihatmu bagaikan orang yang melawan arus itu. membuat jalan sendiri... dan kau tahu? aku merasa seperti diriku terbawa dalam jalan yang kau buat.."
"kau tidak mengerti aku Rias!" jawab Naruto dengan marah. Namun dengan cepat kemarahan itu mereda digantikan dengan wajah datar miliknya.
"dan aku akan belajar mengerti kamu!" Ujar Rias dengan wajah serius.
...
"kenapa kau keras kepala sekali Rias!? Tertarik karena apa dirimu pada diriku!? Wajah? Penampilan? Sifat? Apa!? Kau tidak tahu diriku, kau—"
Apapun yang dikatakan Naruto berhenti dilidahnya ketika Rias dengan cepat sudah menaikki tubuhnya, melihatnya dengan wajah penuh pengertian. Dengan tubuhnya yang masih berbaring, Naruto hanya bisa melihat Rias. Dia tidak bisa melihat kearah lain
"aku tidak tertarik dengan itu...aku tidak membutuhkan ketampanan atau penampilan atau apapun yang membuat dirimu menarik dimata orang lain. Yang membuat aku tertarik denganmu...adalah apa yang disini" Ujar Rias dengan pelan seraya menggerakkan jari telunjuknya dan menyentuh dada Naruto.
"aku tertarik dengan apa yang ada dalam dirimu, yaitu hatimu... yaitu kemauan, keberanian, kebaikkan yang berada didalam dirimu"
"kau akan menyesalinya Rias..."
"tidak...aku tidak akan pernah menyesalinya.." Jawab Rias dengan senyum.
"apa yang kau lakukan Rias!?"
"aku ingin menunjukkan, seberapa aku menyukaimu. Seberapa jauh aku akan membuat dirimu tertarik akan diriku...sebelum ini terlambat" Jawab Rias dengan pelan. Kedua tangannya kini telah sibuk membuka kancing seragamnya hingga lepas sampai roknya. Menyisakan bra dan celana dalam. Dan dengan lembut membawa jari Naruto kedadanya. Atau lebih tepat...payudaranya.
"aku akan memberikanmu...keperawananku.." Ujar Rias dengan berbagai emosi yang muncul dimatanya. Dengan sedikit waktu, Rias kemudian melepas kancing Branya dan melepasnya. Memberikan pemandangan cantik kepada Naruto, payudara yang bisa dibilang WOAH itu kemudian bergoyang mengikuti arah majikannya.
"Rias...kau tidak perlu berpikir sejauh itu" Ujar Naruto dengan pelan. Berbeda 180 derajat dengan apa yang dibayangkan Rias.
"aku tahu..masalah apa yang menimpa dirimu...aku tahu tentang pertunanganmu...namun mengapa kau menjadikanku sebagai jalan pintas?" tanya Naruto dengan datar. Namun matanya mengatakan hal sebaliknya.
"jadi kau mengetahuinya ya.. aku tidak akan mencari tahu bagaimana kau tahu." Ujar Rias dengan menghela nafas. "aku tidak menggunakanmu sebagai jalan pintas Naruto. namun ini Cuma jalan satu-satunya. Tidak ada yang lain. Aku bingung... aku tidak tahu apa yang harus kulakukan Naruto. aku tidak ingin pertunangan ini terjadi. namun aku tidak bisa membuat Keluargaku malu.." Lanjut Rias dengan berlinang air mata.
"jadi tolonglah...bericinta denganku..."
Namun apapun yang mereka lanjutkan berhenti, akibat lingkaran sihir yang baru saja muncul. Bagaikan sudah tahu seiapa, Rias hanya menghela nafas sedih.
"tuan dan Sazex-sama akan sedih jika mereka melihat situasi menjijikan seperti ini." Ujar seorang wanita dengan pakaian Maid.
"tubuh ini adalah milikku. Dengan siapa aku memberikannya adalah keputusanku. Apa yang salah dengan itu?" tanya Rias dengan nada dingin.
"namun dengan manusia menjijikkan seperti dia." Ujar Grayfield dengan memandang Naruto.
Namun Rias dengan cepat melirik Naruto. matanya kini melebar ketika merasakan tekanan yang kuat muncul. Dirinya serasa tidak tahan. Namun beda dengan Rias. Grayfield hanya melebarkan matanya sedikit dan kemudian kembali berubah menjadi tenang seperti biasanya.
Naruto dengan sedikit tenaga, kemudian bangun dari posisi terbaringnya. Dan dengan pelan mengambil posisi duduk dan menatap Grayfield dengan dingin. "kurasa kau salah paham disini nyonya tua. Aku tidak peduli dengan apa yang dikatakan Gremory-san mengenai dirimu. Meskipun kau ratu dari Sazex-san. namun merendahkan seseorang yang berbeda ras denganmu...aku kecewa."
Dinding disekitar Naruto dengan pelan mengeluarkan bunyi aneh. Dan bunyi itu berubah menjadi retakan kecil yang terus menjalar dengan cepat mengitari ruangan itu. "aku tidak suka ketika orang mengadili orang lain sebelum mengetahui siapa orang itu sebenarnya, rasanya tidak adil. Bagaimana jika kukatakan dirimu adalah seorang pelacur murahan tanpa mengetahui siapa dirimu sebenarnya. Bagaimana perasaanmu?. Kau juga akan sakit hati bukan?
Retakan dikamar Naruto kemudian semakin membesar hingga menjadi bagaikan gempa kecil dengan asal yaitu Naruto.
Meskipun Grayfield berubah postur sedikit ketika menerima hinaan Naruto. namun hal itu hanya berlangsung sementara dan kemudian berubah kembali menjadi wajah tenangnya. Dan seakan mengacuhkan tekanan kekuatan Naruto, sang Ratu kemudian membungkuk sedikit kepada Naruto.
"maafkan perkataan saya Naruto-san. aku tidak berpikir sebelum bertindak. Namun aku juga tidak suka menerima penghinaan darimu. Aku bisa saja menghancurkan keberadaanmu itu Naruto-san" Jawab Grayfield dengan wajah tenang. Meskipun postur tubuhnya mengatakan hal sebaliknya
"jika kita bertarung disini. Tokyo akan menjadi rata dengan tanah." Jawab Naruto dengan dingin sekaligus menaikkan lebih tinggi tekanan kekuatannya. "dan kau tahu? aku tidak suka menghancurkan kota yang penuh dengan manusia. Namun jika itu tidak bisa dihindari..." Lanjut Naruto dengan merubah matanya menjadi Sharingan yang kemudian dengan cepat berubah menjadi mangekyo. Dari pupil mata Naruto tersebut, terlihat namun kecil, suatu lubang hitam.
Melihat suasana tidak berjalan dengan apa yang dipikirkannya, Grayfield dengan tenang berkata kepada Naruto.
"kuharap kejadiaan seperti ini tidak terjadi lagi. aku hanya mengetes apakah yang dikatakan Tuan mengenai dirimu benar atau tidak, Dan sepertinya itu benar. Dan maafkan kesalahan saya yang pertama"
"sigh... aku harap juga begitu Grayfield-san. dan maafkan ucapan saya sebelumnya" Ujar Naruto dengan senyum paksa, sekaligus melepas tekanan kekuatan miliknya.
"saya juga minta maaf atas kesalahan saya tadi dan kuharap pertemuan kita selanjutnya akan lebih...damai." Ujar Grayfield dengan tenang dan tundukkan sekali lagi.
Melihat semuanya kembali tenang. Rias kemudian meminta maaf kepada Naruto. sebelum pergi dengan lingkaran sihir bersama Grayfield.
Seakan mengacuhkan kepergian Rias. Naruto kemudian melirik kamarnya. Atau lebih tepatnya...kamar hancurnya.
"nah...cerobohnya aku." Dan seakan mengacuhkan kerusakan kamar dan teriakan orang dari bawah, Naruto mengambil tindakan yaitu; berbaring. Menggunakan selimutnya. Menutup matanya.
Dan...tidur.
XXXXX
Bisa dilihat seorang pemuda dengan jaket berjalan dengan tenang menuju Kuoah. Rambut Kuningnya terlihat rapi disisir kesamping Kacamatanya yang terkadang memantulkan cahaya, menutupi warna matanya yang berbeda. Namun perjalanan pemuda itu terhenti sejenak ketika mendengar teriakan namanya "Naruto-san!"
Yaitu Issei. Bersama Kiba dan Asia. Dengan berlari kecil, mereka akhirnya dapat menyusul Naruto.
"oh kalian.." Ujar Naruto pendek. Dan melanjutkan jalannya kembali. Dan diikuti dari samping oleh ketiga anggota Rias.
"hei Naruto-san, apa kau tahu mengapa Rias-Bucchou bertingkah aneh beberapa hari ini?" tanya Issei dengan melirik Naruto. Pemuda yang lebih tinggi itu kemudian kembali melirik Issei.
"mungkin dia ada masalah dengan keluarganya" Ujar Naruto dengan datar. Mengatakan setengah kebohongan dan setengah kejujuran.
"benar kan?" Ujar Kiba kepada Issei yang khawatir.
"tapi bagaimana dengan Akeno? Dia kan tangan kanan dari Buchou, jadi mungkin dia-"
Apapun yang mau dikatakan kiba berhenti dimulutnya ketika baru menyadari sesuatu, mengacuhkan tatapan bingung Issei dan Asias.
"kenapa baru aku sadar sekarang? Aku malu pada diriku sendiri"
"helloo" ujar Issei seraya masuk kedalam ruangan Klub. Diikuti dengan Asia, Kiba dan...Naruto.
Terlihat Rias yang sedang duduk dan ditemani oleh Akeno, dan seorang wanita dengan pakaian Maid yang berdiri sedang berbicara. Namun pandangan mereka berubah ketika mendengar kedatangan orang baru.
Keheningan berlangsung dengan cepat, ketika Naruto dan Grayfield bertatapan. Yang langsung membuat Rias khawatir seketika merasakan tekanan. Namun tekanan itu berlangsung tidak lama ketika mereka memutuskan tatapan mata mereka dan berjalan menuju ruang utama. Diikuti Naruto yang langsung duduk.
"jadi semuanya sudah hadir, dan juga Naruto-kun" Ujar Rias sekaligus berdiri. Grayfield mencoba mengambil alih pembicaraan namun berhenti ketika melihat lingkaran sihir yang besar.
Lingkaran sihir itu kemudian membesar dan mengeluarkan ledakan api. Ledakan api itu kemudian mereda dan menghilang. Meninggalkan seseorang yang asing muncul.
"ah..ini sudah setahun sejak aku tidak berkunjung ke Dunia manusia" Pria itu kemudian berbalik dan berkata dengan percaya diri "bukan begitu Rias sayangku?"
"siapa orang ini?" tanya Issei dengan heran ketika melihat seorang pria dengan rambut Hijau dan garis mring disekitar hidungnya muncul.
"dia adalah Raizer Phoenix-sama. Keturunan darah murni dari Iblis kelas tinggi. Dan pewaris dari klan Phoenix.
XXX
"nah..sepertinya Teh dari Rias selalu enak" Ujar Raiser dengan senyum, sekaligus mempermainkan Rambut Rias yang duduk disampingnya dengan jari-jarinya.
Rias kemudian mencoba melirik Naruto, yang sedang duduk tidak jauh dari kursi mereka. seakan berharap akan sesuatu, namun Naruto tanpa peduli melanjutkan membaca Novel yang berada ditangannya. Seakan kecewa, Rias kemudian berdiri dan mengatakan penolakan untuk menikahi Raizer.
Raizer yang mendengar penolakkan Rias hanya bisa senyum dan mengatakan kesombangan Rias tidak akan bertahan lama. Seakan tidak mau kalah, Rias juga membalas perkataan Raizer. Obrolan itu akhirnya semakin memanas ketika Raizer memutuskan mengancam membakar semua pesuruh Rias. Seakan tidak menerima Rias mengeluarkan kekuatannya dan menatap marah Raizer.
Namun bagaikan tali yang terpotong gunting. Aksi mereka terhenti akibat gangguan Grayfield
"jika begini terus, aku sudah mendapat perintah dari Tuan, jika keinginan nyonya sungguh kuat. Maka aku diberitahu agar memulai rating Game ini untuk menyelesaikan masalah ini untuk selamanya.
"rating Game kayak pernah dengar" Ujar Issei.
"hampir sama dengan permainan catur, dimana Kepala pemimpin atau Raja yang menyuruh para pesuruhnya untuk bertarung. Kita telah diberikan kekuatan yang berhubungan dengan catur." Ujar Kiba menjelaskan permainan Rating Game kepad Issei.
Dengan percaya diri setelah mendengar perkataan Kiba, Raizer kemudian melirik Rias "aku telah berpengalaman dalam bermain Game itu beberapa kali, dan sudah memenangkan Game banyak. Tidak hanya kau tidak berpengalaman, tapi kau juga tidak mempunyai bagian yang dibutuhkan dalam Game. " Ujar Raizer seraya melirik Akeno hingga Naruto. Raizer hanya menaikkan alis mata ketika melihat Naruto yang seperti tidak peduli akan pembicaraan itu. "apakah Cuma ini Pesuruhmu?"
"bagaimana jika iya?"
"hahaha" dengan tawa arogannya, Raizer kemudian menjentikkan jarinya, dan dari jentikkan jari itu, dengan cepat dari belakang Grayfield muncul lingkaran sihir yang besar dan kemudian menghilang. Menyisakan lima belas wanita dari segala umur dan bentuk tubuh.
"dengan kata lain, aku memiliki set yang lengkap"
Dan dengan cepat, Issei mengeluarkan isi hatinya dengan cepat dan mengatai Raizer yang memiliki belasan gadis cantik. Dan tentu saja Raizer kembali memanasi Issei dengan melakukan aksi cukup bejat dihadapan Issei yang menangis.
"oh...dan kudengar kau memilki pemilik Naga Merah sebagai pesuruhmu Rias. Namun seperti yang kukatakan tadi. Dia tidak akan kuat melawanku, bukan begitu? Pengguna Naga merah?" tanya Raizer dengan sombongnya kepada seseorang yang dari tadi hanya duduk.
Orang yang dikatakan itu kemudian menurunkan bukunya dan melirik Raizer dengan tatapan tidak peduli, kemudian dengan tangan kanannya mengambil cangkir teh dan meminumnya, dan menarik nafas pendek setelah mendengar itu.
"apa kau bodoh?" itulah yang pertama kali keluar dari mulut Naruto saat mendengar perkataan Raizer.
"ffft—" suara Akeno yang mencoba menahan tawanya saat melihat kegagalan Raizer dalam menunjuk seseorang.
Seakan tidak mau harga dirinya hancur, Raizer dengan marah menunjuk Naruto
"apa maksudmu aku bodoh!? kau pikir gara-gara kamu memiliki Naga merah kau bisa mempermainkanku!" Dengan menggerakkan jarinya, salah satu pesuruh gadis dengan tongkat, maju dan menyerang Naruto yang duduk. Namun sebelum tongkat itu bisa mengenai Naruto.
*BRAKK!*
Pandangan mereka berubah kearah lain ketika melihat gadis itu tidak berada lagi didepan Naruto, didepan Naruto yang menjulurkan jari telunjukknya. Dan bagaikan Zombie, mereka mengikuti jari telunjuk Naruto dan melihat Gadis bertongkat itu sudah menghantam dinding dan membuat reatakan laba-laba. Gadis yang disebutkan itu kemudian jatuh pingsan tidak bergerak.
Mata seluruh penonton kemudian beralih kembali kepada Naruto. yang dengan tenang kembali meminum teh buatan Akeno.
"dia yang menyerang duluan. Jadi wajar dia menerima konsekuensinya..bukan begitu?"
"KAU!"
"Oh..ya. satu lagi, aku bukan pemegang Naga merah, dia yang menggunakan Nagar merah" Ujar Naruto sekaligus menunjukkan Issei yang mulutnya terbuka bagaikan ikan setelah melihat kekuatan Naruto.
"apa maksudmu!? Tidak mungkin Iblis kelas rendahan seperti dia pengguna Naga merah!" balas Raizer tidak percaya.
"nah...tolong tunjukkan Issei-san. tunjukkan pada otak ayam ini, siapa pemegang Naga merah." Ujar Naruto dengan senyum kepada Issei.
Bagaikan Robot, Issei memenuhi permintaan Naruto dan menunjukkan Saccred Gearsnya kepada Raizer yang tidak percaya.
"itu buktinya...bisakah kau tidak menggangguku? Kau sudah menemukan Naga merah yang kau cari dan silahkan berbicara dengannya. Namun jika kau masih ingin mencari masalah...apa boleh buat. Perlukah aku membunuh semua gadismu?" tanya Naruto dengan senyum seraya melihat wajah belasan gadis yang pada awalnya berani, kini telah berubah menjadi takut.
Rencana awalnya untuk pamer kekuatan kini berubah menjadi kebalikannya. Apalagi dari tangan Naruto muncul energi hitam yang seperti mengeluarkan jeritan ratusan orang.
"sudah cukup Naruto-san. kita tidak perlu pertumpahan darah pada saat ini" Ujar Grayfield pada Naruto dengan wajah tenang.
"seperti yang kau lihat Grayfield-san. aku tidak suka seseorang mengadili diriku sebelum mengetahui siapa aku. Namun kali ini aku melepaskannya karena aku tidak memiliki urusan dengannya. jadi bersikap damailah jika berbicara...bukankah itu yang dilakukan bangsawan sejati?" Ujar Naruto dengan senyum seraya menatap Raizer, yang mencoba memperbaiki postur tubuhnya dan berbicara dengan arogannya.
"kau Iblis yang cukup kuat, tidak kusangka kau merupakan bagian dari Rias. Game ini pasti akan menarik, jika kau berada.."Ujar Raizer dengan percaya diri.
"sekali lagi...apakah kau bodoh?. aku bukanlah salah satu suruhan dari Rias. Jadi tidak mungkin aku bergabung dengan permainan itu."
Seakan kesabarannya sudah habis. Raizer kemudian dengan arogannya kembali bicara pada Rias mengenai pertunangan dan pertandingan mereka. dan dengan wajah asam, Raizer kemudian pergi dengan lingkaran sihir yang sama, diikuti gadis gadisnya yang takut. Para gadis itu mencoba melirik Naruto. namun ketakutan mereka semakin menjadi ketika melihat Naruto melambaikkan tangannya dengan senyum. Namun bukan itu yang menjadi ketakutan mereka. yang menjadi ketakutan meraka adalah apa yang dikatakan Naruto.
"usahakan kalian tidak pernah menghalangi jalanku...jika tidak, kalian tidak akan seselamat teman kalian yang tadi" Ujar Naruto dengan senyum. Dan kelompok Raizer menghilang. Meyisakan Naruto dan kelompok Rias, yang seakan tidak percaya melihat kejadian tadi.
Namun sebelum mereka bisa mengatakan apapun, Naruto kemudian berdiri dan berjalan menuju pintu keluar, namun saat berpapasan Grayfield, Naruto kemudian berhenti sejenak dan berbicara cukup keras.
"apakah ini yang disebut Gremory-klan? Apakah ini yang disebut klan yang lebih mementingkan kepentingan Keluarganya dan para pelayannya?. Namun yang kulihat berbeda dengan kenyataan. Aku kecewa..." Ujar Naruto seraya berjalan menuju pintu, namun sebelum Naruto keluar, Naruto melirik Grayfield dan berkata "katakan kepada Gremory-san; aku akan melakukannya"
Mendengar perkataan itu, Grayfield menunjukkan senyum kecil, "baiklah aku akan mengatakannya kepada Tuan"
Rias dengan bingung kemudian melirik Grayfield "apa maksudnya tadi?"
"itu hanya pembicaraan yang dilakukan Ayah dengan Naruto-san, tidak lebih, tidak kurang" jawab Grayfield dengan senyum.
Setelah Naruto keluar dari Ruangan itu, bukannya menuju kelasnya, Naruto dengan berjalan melewati koridor kosong, kemudian menghilang bagaikan hisapan Vortex dan muncul pada Kantung dimensinya.
" Kage Bunshin" dari ucapan Naruto itu, muncul dua Klon disampingnya. Tanpa perlu menyapa klon miliknya, Naruto kemudian berjalan menaikki tangga dan memasuki ruangan pertama yang penuh akan perkamen dan hal lainnya. Dengan mudah, Naruto kemudian melepas salah satu segel yang menempel sebuah lemari. Dan membawa keluar sebuah tabung cairan yang berisi dua bola mata berbeda.
Salah satu Klon kemudian membawa sebuah meja medis dan berbagai alat kedokteran lainnya. Naruto yang asli kemudian berbaring dimeja Itu.
"apa kau yakin Boss? Apa ini tidak terlalu berlebihan?"
Naruto yang asli hanya memutar matanya dan berkata dengan serius "jurus itu tidak akan sempurna tampa bantuan itu, jelas saja aku membutuhkannya."
"tapi, jika kita transplatasi sekarang... tentu saja akan merusak tubuhmu.."
"..."
"ah..biarlah, kita tidak mungkin dapat mengganti pemikiran Boss, lakukan saja yang dimintanya." Ujar satu lagi Klon. Sang klon tadi kemudian melirik salah satu klon yang diam dari tadi
"apa yang kau lakukan?" tanya sang Klon dengan heran.
"eee... menunggu perintah" jawab klon yang tidak sibuk dengan menaikkan kedua pundakknya.
"Tolol! Padahal tadi sudah dibilang, kamu kembali kekelas menggantikan Boss!"
"ohh begitukah... bye" Ujar sang Klon kemudian menghilang dengan cara yang sama seperti Naruto hadir.
Melihat salah satu klon telah melakukan tugasnya, sang Klon yang sudah berpakaian seperti dokter kemudian melirik Naruto..
"apa kau yakin Boss? Kau terlalu banyak menggunakan Kekuatan para Uchiha itu. bukankah kita berjanji pada Kurama, kita tidak akan menggunakannya sering?" tanya sang Klon dokter.
"tentu saja aku tahu...namun ini adalah darurat. Sedangkan Kurama saat ini masih dalam proses pemulihan. Tidak mungkin aku mencoba menggunakan chakranya tanpa sepengetahuannya. Lagipula kau tahu...kekuatan Iblis sangat berbeda jauh dengan kekuatan para Ninja Manusia seperti kita. Kita harus menggunakan segala cara agar dapat menyamai mereka." Jawab Naruto dengan datar.
"ahh biarlah saudara Klon, ini adalah perintah Boss! Lakukan saja." Ujar sang klon pemarah dengan jengkel.
"terserahlah apa yang mau kau lakukan Boss, hanya saja jangan meyalahkan aku, jika tubuhmu hancur akibat penggunaan berlebihan. Dan...mata mana yang mau kau pakai?"
"kau klonku bodoh, tentu saja kau tahu mana yang mau kupakai."
"nah...hanya mencoba mengetes, apakah pikiranmu masih normal. Dan sepertinya masih. Oke...persiapan selesai. Sekarang kita bisa memulai proses transplatasinya, siap~"
"Dokter gadungan, kau lupa obat biusnya" Protes sang klon pemarah.
"nah...cerobohnya aku." Ujar sang Klon dengan senyum. Namun raut wajah sang Klon dokter kemudian berubah menjadi serius dan melihat Naruto sekali lagi dimata. "kuharap kau mengerti konsekuensinya Boss" Naruto yang asli, hanya menjawab dengan anggukan ". Mari kita mulai operasinya Klon pemarah"
Transplatasi dilakukan. Transplatasi dengan sebuah mata. sebuah mata yang bukan miliknya, sebuah mata yang pernah membawa kesengsaraan pada pengguna dan yang merasakan kekuatannya.
Mata apakah itu? tebak-tebak! Siapa yang benar, saya kasih kue..
Satu demi satu Rahasia kedatangan Naruto muncul. Yaitu jejak pertama berada dalam Ayah Rias yang memasukkanya ke Sma Kuoh. Namun apa yang mereka lakukan sebelum Naruto masuk? Jawabannya R.A.H.A.S.I.A
Ehh yang benar mana sih? Sazex atau Sierzech atau apalah!. Saya mengikuti nama yang diberikan translator anime Indo. Jadi jika ada yang tahu mana benarnya kasih tau saya.
And please type your review. Saya merasa senang, jika ada orang yang mau memberikan kata hatinya kepada saya.
(A/N: hahahaha. Ketahuan. Adik cewe gw tidak sengaja buka cerita Lime buatan saya. Dan...dilaporkan ke Ayah...hiks dinasehati jadinya.)
(A/N 2: gw nulis ni chapter pas main kembang api bareng keluarga besar. Jadi wajar ada sedikit tidak nyambung karena hilangnya konsentrasi)
Dan ketik Review, Komen, kritik dan Pujian #tawa tingkat dewa
DISINI
VVVVVVVV
VVVVVV
VVVV
VV
V
