hm.. hai? sudah cukup lama ya..
maaf telah membuat kalian menunggu cukup lama. tidak hanya karena keadaan laptop saya yang rusak namun juga karena kesibukan sekolah. yah. ditambah sama kehilangan banyak ide yang berada di laptop itu membuat saya blank.
"wow.. jadi asal muasal Chakra Adalah buah iblis dari One piece...Kishimoto no Baka yarou!"
chapter 13:
qt: di Medan perang tidak ada yang namanya PahLawan...
(Dipetik dari Ninja tanpa nama yang bertempur saat perang Dunia ninja ke 2)
Ku coba menahan sakit yang Terkadang muncul dimata ku ini. Perban putih yang menyelimuti Salah satu bagian mataku mulai terasa basah karena keringat, bukan basah karena air, namun karena... darah yang Muncul tepat dari mata yang baru saja aku ganti. Sekali lagi, aku coba menahan perasaan sakit itu. sakit yang bagaikan seseorang menyiramkan pasir pada matamu..
"Tenang..sabar, rasa sakit ini tidak sebanding dengan apa yang akan kau dapat, Naruto.." ucap Naruto pada diri nya sendiri, seakan mencoba menenangkan dirinya dari mencoba menarik bola mata yang baru saja dia Transplantasi.
Pemuda itu kemudian menarik nafas secara perlahan dan kemudian mengeluarkannya dengan tempo yang sama. kemudian, Tubuh pemuda itu mulai bergetar dengan cepat, mulutnya kemudian berubah menjadi berkerut, telapak tangannya berubah menjadi kepalan Tinju. "ghrmmm.." suara Naruto menahan rasa sakitnya. menahan rasa sakit akibat gelombang energi yang asing menuju kesuluruh tubuhnya. Keringat mulai muncul dari dahi dan seluruh tubuhnya. Dan kemudian dari sekitar tubuh Naruto mulai muncul percikan cahaya yang seiring dengan waktu semakin membesar. Biru dan Hitam, itulah warna cahaya tersebut. dan akhirnya kedua warna itu bergabung satu sama lain, dan kemudian membentuk warna baru...
Energi yang menyelimuti Naruto itu kemudian mulai menghilang dengan perlahan dan masuk kedalam tubuhnya, dan naruto yang kemudian pingsan.
xxxxxxx
"jadi belum ada kabar dari Naruto?''
"sayangnya belum buchou. Naruto sepertinya menghilang tanpa jejak, Namun mengingat dirinya, dia akan muncul kembali..." jawab Akeno dengan nada mencoba menghibur.
"aku harap juga begitu Akeno.'' Rias dengan pelan menjawab, namun kemudian berubah menjadi serius dan melirik semua pelayannya.
"kita harus memenangkan Rating game ini, dan untuk itu aku sudah menyiapkan tempat yang cocok untuk berlatih agar dapat melawan dia." dan mata Rias kemudian melirik sang pemegang Naga dan berkata sambil tersenyum ''Dan juga kita akan melatihmu memakai Sacred Gearmu dengan efisien."
dengan sekejap mata, Issei dengan ber api api menjawab Rias "Aku akan berusaha melakukan latihan ini dengan benar...tapi tempatnya dimana sih?"tanya Issei dengan pingin tahu.
Jawaban yang diterima Issei hanya berupa senyum...
xxxxx
sementara itu disebuah dimensi lain, terdapat beberapa pemuda dengan rambut pirang sedang berdiri.
''Boss, itu tadi Shinrai Tensei atau hembusan angin?" tanya salah satu klon dengan ekspresi yang bisa membuat orang kesal hanya dengan melihatnya saja.
" padahal Tadi kami ga sabar melihat jurus itu..tapi setelah melihat tadi..."ujar sAng klon dengan menggelengkan kepalanya.
" kalian ini" Kesal Naruto dengan urat nadi yang muncul dari belakang kepalannya.
seperti tidak mendengar suara penciptanya, para kLon tersebut terus melanjutkan omongan mengenai betapa payahnya Naruto yang asli dalam menggunakan Jurus Shinrai Tensei.
"..tapi.. bukannya mengejek bos sama saja mengejek diri kita ha?''
'' ee-eee..''
''...''
''...''
''mending aku daripada kalian yang pada tololnya minta ampun''
xxxxxxxxx
hari kelima
"Shinra Tensei!" suara dari Naruto yang mengaktifkan jurus yang diberikan dari mata barunya, dengan nafas yang tidak teratur, Naruto kemudian menurunkan telapak tangannya.
"lumayan bos...'' Puji salah satu klon yang berada disamping Naruto.
"Bagaimana perkembanganku?'' tanya Naruto ditengah nafasnya. Bagaikan menuruti perintah Naruto, sang klon tersebut membuka lembaran Catatan yang berada di tangannya
''Hm.. waktu batas penggunaan jurus itu berkisar 10 detik. Kekuatan Gravitasi setiap serangan sudah Jauh membaik daripada sebelumnya, meskipun belum mencapai level yang kita harapkan namun kurasa itu sudah cukup. dan untuk Jurus gravitasi yang lain...Kau masih payah." Ucap Sang klon dengan Serius.
" Jadi dengan kata lain, aku tidak bisa menggunakan kekuatan ini hingga 50% Dari potensial penuhnnya, dan jika aku gunakkan ..."
"Ya .. bisa menjadi beban yang sakit di pantat.''
"apa kau tidak pernah mencuci mulutmu?'' tanya Naruto dengan manis.
"K-kurasa tidak, terimakasih bos" *POOF* Dengan cepat, sang klon langsung melepaskan chakranya dan menghilang, meninggalkan Naruto yang tersenyum lebar. Dengan menghela nafas yang ditahannya. Naruto kemudian membawa kedua tangannya kedadanya dan membentuk jurus paling sering yang digunakan.
''Taju Kage Bunshin no Jutsu!''
puluhan replika Naruto dengan macam macam ekspresi muncul diseberang Naruto. Seakan mengetahui apa Yang harus dilakukan, puluhan klon tersebut dengan cepat mengeluarkan kunai dan memegangnya dengan erat. Sebelum para klon menyerang, Naruto bericara.
''aku ingin kalian menyerangku dengan fokus pada penggunaan jurus api. Maksudku jurus api.. jurus api dari kelas C sampai kelas S." ujar dengan serius. para klon hanya mengangguk pada penciptanya.
''Siap siap Bos, karena sebentar lagi kami akan menendang bokongmu sampai langit ketujuh!'' teriak puluhan klon tersebut secara bersamaan.
xxxxx
hari Yang ditunggu..
"ha..hah..hahh.. kalian tidak ada apa-apanya..." ucap Naruto dengan lemas, sEragam sekolah yang pada awalnya dalam kondisi bagus, kini hanya menjadi bilahan kain yabg tidak Dapat dikenali lagi. dibagian tertentu, terdapat bekas bakar yang cukup parah. Namun yang paling parah bukanlah Naruto, melainkan kantong dimensinya yang saat ini sudah berubah menjadi atau lebih tepatnya bagaikan terkena bom langkah yang tidak menentu Naruto kemudian keluar dari kantung dimensinya yang hancur. namun Tidak ditinggal begitu saja, tanpa ada yang memerintah, Tempat tersebut dengan sendirinya mulai memperbaiki diri sendiri hingga kembali seperti semula. Sesampainya diluar, Naruto tidak hanya diam namun Naruto dengan sigap langsung menuju kamar mandi, menghiraukan bunyi seperti gas yang muncul pada kulitnya yang bekas terkena bakar dan mandi..
Tidak perlu menunggu lama, Naruto keluar dari kamar mandi dan langsung menuju kekamarnya dan membuka lemarinya. Mata Naruto langsung memindai satu persatu pakaian yang berada di lemarinya. mulai dari jaket yang tak terhitung hingga beberapa set seragam sekolahnya. Namun bukan itu yang ingin dia gunakan pada saat ini, mata Naruto kemudian berhenti pada satu Set jas hitam hingga kesepatu kulit hitam, dan tanpa Berpikir panjang Naruto mengambil set hitam tersebut dan memakainya lengkap dengan dasi berwarna oranye. Rambutnya yang cukup panjang kemudian disisir dengan rapi namun menyisakan sebagian rambut yang cukup untuk menutupi mata bercorak cincincincIn miliknya.
Naruto dengan tenang kemudian menuju ruang tamu Apartemennya dan duduk disebuah kursi menunggu sesuatu. Dengan sabar sambil mengetukngetuk lantai menggunakan ujung sepatunya. Mata naruto kemudian mengarah kesebuah dinding. dan bagaikan melotot Naruto Kemudian membuka mulutnya ketika merasakan sesuatu berbisik ditelingannya
"tidak. aku tidak akan membawamu kali ini.. kau terlalu berlebihan hanya untuk Melawan Iblis seperti Dia..''
seakan mendengar penjelasan Naruto, pedang tersebut berhenti berpijar...untuk sementara. dengan menarik nafas sekali lagi, Naruto kemudian berdiri karena sudah melihat sebuah lingkaran sihir berwarna merah. dari lingkaran tersebut muncul seorang pria paruh baya dengan rambut merah sedikit bergelombang menggunakan jas yang kontras dengan Naruto, yaitu berwarna putih.
''halo Gremory-san, bagaimana kabarmu?" sapa Naruto dengan senyum mata. Kepala keluarga Gremory hanya membalas sapaan Naruto dengan senyum terpaksa dan menjawab
''selain deg-deggan melihat putriku hampir mau kawin kurasa tidak ada" Ucap Gremory dengan Humor tidak lucu. Namun mata Tuan Gremory berubah menjadi sipit ketika melihat wajah Naruto. atau lebih tepatnya mata yang tertutupi oleh rambut tersebut.
"sepertinya kau melakukan sesuatu lagi Naruto.. dan sepertinya itu membuat drastis terutama .. kekuatanmu.'' perkataan itu bukanlah pertanyaan melainkan itu adalah sebuah pernyataan.
''meskipun aku sudah menekannya namun kau tetap Dapat melihatnya dengan jelas .. aku takjub'' ujar Naruto dengan senyum
"kau pikIr aku siapa Naruto? badut? tentu saja bukan. Bagi Iblis sekelasku. mendeteksi energimu itu tentu mudah." ucap Ayah Rias dengan senyum membanggakan diri sendiri.
"oh..ya Naruto.. tolong jangan terlalu kasar dengan Anak temanku.."
"..akan kucoba, namun aku tidak berjanji..''jawab Naruto dengan ragu. Naruto kemudian melihat pria tersebut dimata "bagaiman keadaan Rias dengan yang lainnya?''
''selain Kalah dari game dan sebagainnya kurasa tidak ada yang perlu dikhawatirkan" ayah Rias kemudian menghela nafas pendek seakan kecewa "padahal jika Rias-Chan mau menghentikkan pertunangan itu, aku bisa saja mengabulkannya dengan senang hati..yah..tapi sayangnya aku punya putri yang terlalu ..."
"hm.. begitu ya.." ucap naruto dengan pelan, tanpa terasa senyum mulai muncul dari wajahnya saat memikirkan Rias yang keras kepala. "lalu bagaimana dengan Issei?"
"Issei? oh.. anak dengan naga merah itu ya? hmm...aku sedikit kecewa dengannya, 'namun dia masih muda, jadi wajar saja dia kalah.."
" benar.. dia bagaikan pendekar yang menggunakan pedangnya terbalik.." ujar Naruto Dengan senyuman. 'sama '
''kalau begitu bisakah kita pergi sekarang?''
"Tentu saja Gremory-san,'' jawab Naruto dengan senyum sambil mengikuti pria tersebut, tanpa perintah atau apa, dari bawah mereka muncul lingkaran sihir merah yang sama dan membawa Mereka ketempat yang dituju
xxxxxxxx
Underworld
Dengan jalan yang cukup santai kedua pria itu akhirnya sampai pada kediaman Gremory
"Nah..sampai disini perjumpaan kita Naruto, aku tidak bisa bersamamu kali ini Namun berikan mereka pertunjukkan yang menarik" dengan kata kata terakhir itu, Ayah Rias menghilang. Namun sebelum Naruto dapat membuka pintu besar itu, Mata Naruto melirik ke belakang. Mata hitam Naruto Melebar sebentar dan kemudian kembali seperti semula..
"Naruto-san?''
"oh Issei, apa kabar-" sebelum Naruto dapat melanjutkan perkataannya, sebuah tinju sudah mendarat di Wajah Naruto. Naruto hanya mengelus pipinya yang masih merasakan sakit tersebut. Dan tanpa terlihat mata, Naruto langsung memukul Issei di waJah kembali. berbeda dengan Naruto yang tidak bergerak dari posIsinya setelah menerima pukulan Issei. Issei Terlempar beberapa meter dari Naruto setelah menerima pukulan tersebut.
"apa maksudnya tadi Issei? apa kau ingin Mati?'' Tanya Naruto dengan nada gelap.
"jangan main main kau denganku Naruto! Kemana kau disaat Rias membutuhkanmu!? dimana! gara gara ulahmu buchou menjadi depresi! tahukah kau apa yang dilatakan buchou pada saat kami kalah!? dia berkata dia merindukanmu!'' ucap Issei dengan marah seraya bangun dari pukulan Naruto, mengacuhkan rasa sakit pada Pipinya.
"aku tahu kau kuat, namun apakah kau melupakan janjimu kepada Buchou? bukankah kau berjanji akan melindunginya!? namun dimana Kau saat dia membutuhkanmu?" tanya Issei dengan melotoTi satu mata Naruto.
"aku tidak tahu apa yang dilihat Buchou padamu. aku tidak tahu mengapa Buchou menyukai orang EMO sepertimu! ''
''cukup Issei, aku sudah cukup mendengar ucapanmu itu. Aku mengerti bahwa diriku yang salah pada waaktu ini. Namun kau juga tidak mengerti kejadiaan sebenarnya.. aku tidak mempunyai waktu untuk menjelaskan nya padamu, namun aku akan melakukan sebisaku untuk menghentikan Kejadian ini..''
''maksudmu''
''ya.. Akan mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku Issei, Dan tidak akan ada yang menghentikanKu .." Selesai Naruto Dengan nada gelap diikuti Oleh mataNya yang berubah menjadi merah berputar
''la-kukan Sehebatmu Naruto-san!" Seru Issei dengan Gembira. Tanpa membalas issei Naruto langsung membuka pintu tersebut dan tanpa gugup.
hal pertama yang dilihat Naruto ketika dia masuk adalah kumpulan Iblis dengan pakaian yang sama formalnya dengan dirinya, tentu saja hal itu benar, karena ini Naruto dengan cepat memindai Iblis iblis yang dilihatnya. terkadang matanya berhenti sejenak ketika melihat beberapa Siswa Atau siswi dari sekolahnya. Akhirnya Naruto pun berhenti dan berjalan cukup cepat menuju Orang yang dicarinnya. Menghiraukan tatapan yang diberilkan para Iblis itu ketika ia melewati mereka.
"Na-ruto?" seru seorang gadis berambut merah darah dengan terkejut saat melihat pemuda yang tidak pernah dibayangkannya akan hadir berada didepannya. Bermacam emosi muncul dimata gadis tersebut saat melihat Naruto
''halo Rias... hari ini kau tampak cantik sekali" Puji Naruto dengan senyum yang membuat Rias tersipu malu. "Namun sampah yang menjadi pasanganmu hanya menodai kecantikkan itu..." Lanjut Naruto dengan senyum manis.
"Hei apa apaan ini! jauhkan tangan kotormu dari tunanganku!' protes seseorang yang cukup dikenal Naruto.
"oh.. ternyata kau, Riser-chan. aku kira siapa...Bisakah kau tinggalkan aku sebentar dengan Rias disini? ada dewasa yang harus bicarakan disini ..ne'' Ucap Naruto senyum.
Tentu saja itu membuat Riser semakin marah, namun sebelum dia membuat kekonyolan kesalahannya sendiri, datanglah seorang Pria dengan rambut Merah yang sama dengan Rias.
Sirzech-sama Bagaimana mungkin anda membiarkan pria konyol ini masuk?'' tanya Riser dengan kesal.
''tentu saja dia bisa masuk. Karena dia juga termasuk tamu undangan..'' jawab Kakak Rias dengan senyum. Namun padahal didalam sirzechs mengobservasi Naruto dengan teliti 'inikah orang yang dikatakan Ayah?' namun matanya melebar sedikit dan kemudian kembali seperti semula saat merasakan aura Naruto.
meskipun berbeda sedikit dari rencana yang dimilikinya namun dia tetap pasrah, toh..hasilnya pada akhir sama saja.
''namun dia juga merupakan tamu istimewa yang diundang oleh Tuan Gremory. jujur saja Riser-kun, aku sedikit kecewa dengan Ranting Game waktu lalu. Tidak hanya adik tercintaku ini Iblis yang masih muda, namun ia juga masih kurang berpengalaman dengan permainan itu. Maka dari itulah kami Sudah menyiapkan Satu tes lagi untukmu sebelum bisa membawa pulang adik imutku ini.'' Ujar sang Mao dengan senyum.
''Dan apa itu? ''tanya Riser dengan tidak sabar.
''yaitu bertarung dengan Naruto-kun yang berada disini.''
''he.. berapa cobaan yang kalian berikan, aku pasti akan memenangkannya dengan cepat'' jawab Riser lantang dan percaya diri, atau lebih tepatnya terlalu percaya diri.
"hahaha.. aku tidak tahu burung kecil sepertimu bisa bicara omong kosong, LaGipula.. kali ini aku tidak bermain-main Riser-chan,,,'' balas Naruto dengan menghidupkan kembali mata Merahnya.
Dengan cepat,Arena pertandingan untuk Riser dan Naruto dibuat. Aula yang pada awalnya untuk pesta diubah menjadi layar untuk menonnton pertarungan antara anak dari keluarga darah murni dengan pemuda yang diketahui asal usulnya.
sedangkan di Arena pertempuran
''hn sebaiknya kau menyerah saja. Tidak akan pernah ada yang akan mengalahkanku'' ucap Riser dengan percaya diri.
namun hanya kebisuan yang menjadi jawaban Riser. hingga pada akhirnya seorang jurii memulai pertarungan tersebut.
"kau terlalu banyak bicara Riser, apakah ingat apa yang Kukatakan padamu pada waktu itu?'' tanya Naruto dengan nada dingin.
''heh jangan ber-'' sebelum Riser dapat menyelesaikan perkataannya Naruto sudah muncul diatas kepalanya dengan satu kaki yang menjulur tinggi kelangit, dan bagaikan roket, kaki tersebut langsung turun dengan kecepatan tinggi.
*BLARR!*
''lumayan.. rata rata orang tidak akan bisa menghindari salah satu tendanganku." ucap Naruto dengan membawa keluar kakinya yang telah menembus lantai sedalam satu meter.
sedangkan Riser yang telah melompat beberapa meter kebelakang hanya melihat dengan hati-hati. Senyum pun muncul diwajahnya saat mendengar perkataan naruto. " HA... kau pikir tendangan seperti itu dapat melukaiku? jangan bercanda aku akui kau memiliki kecepatan yang bagus, namun tetap saja dihadapanku kau tetap saja'' ujar Riser dengan arogannya.
"jangan terlalu bangga Riser, tidak hanya kearogananmu yang akan membuatmu jatuh pada akhirnya. Lagipula ini buka kecepatanku yang paling tinggi." Balas Naruto dengan datar. Naruto kemudian menunduk sedikit, dengan kaki sebagai tumpuannya Naruto mengirimkan energi yang cukup pada kedua kakinya dan mulai lari menuju Riser. Dengan kecepatan yang cukup tinggi Naruto sudah berada didepan Naruto. Riser yang sudah menunggu kedatangan Naruto kemudian memasang kuda-kuda, bukannya dalam posisi bertahan, namun mengikuti Naruto yaitu posisi menyerang.
Tinju dan pukulan saling dilemparkan satu sama lain, dengan kecepatan dan kekuatan mereka berdua tercipta gelombang kejut akibat volume dari setiap serangan mereka. Naruto kemudian menangkis ayunan tinju Riser dan menunduk. kaki kirinya kemudian bergerak dengan cepat menuju Riser bagaikan kecepatan Roket. Namun karena sudah tahu tentang apa yang dilakukan Naruto, Riser kemudian mengeluarkan sayap Api Iblisnya dan dengan cepat menuju Udara.
"kurasa itu curang..." Ucap Naruto sambil melihat Riser yang sedang melayang di udara dengan sayap Apinya yang terbuka lebar. Riser yang bagaikan tidak peduli dengan apa yang dikatakan Naruto kemudian membuat Api besar melalui tangannya dan melemparkannya kepada Naruto dengan kecepatan yang stabil. Naruto yang melihat serangan api yang dibuat Riser pun mengegangkan badannnya, dengan kecepatan yang dimilikinya Naruto kemudian memasuki level kecepatan selanjutnya. Terbukti dengan serangan Riser yang tidak mengenai Naruto.
Naruto yang saking cepatnya kemudian meninggalkan afterimage tubuhnya. Begitu lah yang terjadi selanjutunya dalam beberapa detik. Lelah dengan hanya menghindari Riser, Naruto kemudian melakukan beberapa Segel Tangan dengan kecepatan tinggi, dan kemudian menarik nafas yang dalam hingga paru parunya penuh.
"Fuuton; aikū misairu!" Dari mulut Naruto keluar misil misil yang terbuat dari angin yang dihisapnya. dan dengan perintah pembuatnya, Puluhan misil itu kemudian melaju ke Riser. Riser yang tidak menyangka dengan apa yang dikeluarkan Naruto kemudian membuat Dinding api yang tebal untuk melindunginya dari serangan Naruto. Meskipun Dinding api itu dapat melindunginya, namun beberapa Misil udara tembus dari dinding tersebut dan mengenai bagian tubuh Riser.
Riser yang melihat tubuhnya terluka hanya bisa melolotot kepada Naruto.
"he..bisa juga kau melukaiku, namun tetap saja... hal itu tidak akan berguna." Ujar Riser. Benar saja apa yang dikatakan Riser, beberapa detik kemudian luka yang seharusnya cukup parah tersebut sudah menutup kembali dengan sempurna tampa menyisakan bekas apapun.
"kalau begitu..."mulai Naruto dengan dingin "aku tidak perlu menahan diri denganmu..." menyelesaikan kata kata itu, mata Naruto kemudian dengan cepat berubah menjadi merah berputar. Naruto kemudian menaikkan satu tangannya kedadannya dan membentuk satu buah segel menggunakan satu tangan. Naruto kemudian menutup mata yang bukan sharingannya dan mefokuskan penglihatannya pada Riser.
udara disekitar mata Naruto kemudian menjadi aneh. Bagaikan pusaran yang muncul, dari mata Sharingan Naruto muncul dua Shuriken raksasa yang pertama muncul menuju Riser dengan cepat, sedangkan yang satu lagi dipegang Naruto.
"agh... itu sakit tahu." Rintih Riser dengan satu tangannya yang puntung. Namun bagaikan tidak berlangsung lama, Tangannya yang puntung tersebut kemudian tumbuh kembali. "kau tidak akan bisa apa-apa jika kau hanya berdiam di tanah..." Hina Riser.
"memang..." Jawab Naruto ringan. Naruto dengan Ayunan yang kuat pun melemparkan Shuriken itu kepada Riser.
"cara yang sama tidak akan berguna padaku!" Seru Riser dengan menyiapkan diri untuk menghindari Shuriken raksasa tersebut. Namun hal itu tidak berlangsung lama, ketika Naruto membuat segel baru. "Fuma Shuriken Kage Bunshin no Jutsu!" dari satu Shuriken, Muncul puluhan shuriken Raksasa yang sama besarnyan menuju dengan kecepatan tinggi menuju Riser. Bagaikan tidak bisa menghindari, Riser hanya membiarkan Shuriken tersebut mengenai dirinya dan melukai bagaina tubuhnya. Percaya diri, meskipun merasakan sakit yang tidak terkira namun tubuhnya akan kembali pulih kembali seperti semula.
Beberapa fuma shuriken pun menancap kedinding-dinding Arena dan kemudian menghilang.
"regenenarasi yang cukup tinggi, hebat... kurasa itulah yang menyebabkan kau berpikir dirimu tidak terkalahkan, kau berpikir dirimu abadi hanya karena darah yang mengalir dari dalam tubuhmu. Namun meskipun kau memiliki Regenarasi yang tinggi, tapi apa yang terjadi jika kau menerima luka parah secara terus menerus? dari penghlihatanku saja, setiap kali tubuhmu beregenerasi aku melihat tenagamu semakin berkurang." Ujar Naruto dengan tatapan perkiraan kepada Riser.
benar saja apa yang dikatakan Naruto, meskipun Riser dapat kembali sembuh bagaikan bayi baru lahir. Namun jika kejadiaan seperti ini terus berlangsung, kekuatan mentalnya akan melemah dan lelah. "dan...kalian itu tidak Abadi. kalian hanya memiliki Regenarai yang sangant tinggi yang menyebabkan luka apa saja akan sembuh. mengurangi faktor kematian akibat pertarungan namun... apa jadinya jika arwahmu dikeluarkan dari tubuhmu?" tanya Naruto dengan suata bagaikan besi.
Riser hanya terdiam sejenak mendengar apa perkataan Naruto, Begitu juga penonton yang berada diluar arena. Meskipun apa yang dikatakan Naruto termasuk sebuah penghinaan kepada keluarga Riser, namun mereka tidak bisa menghilangkan fakta yang baru dikatakan Naruto tersebut. Begitu juga Tuan Phenex dan Tuan Gremory yang menonton pertarungan tersebut. "maafkan perkataan anak itu.." Mulai Tuan Gremory degan memberikan tatapan minta maaf kepada pria paruh baya yang berada disampingnnya.
"ohoho... itu tidak perlu, malah aku tertarik dengan apa yang dikatakan Anak itu, hanya dengan bertarung dengan Anakku, dia sudah bisa mengambil keputusan dengan tepat. Namun aku juga penasaran dengan kekuatan unik yang digunakan anak itu, kekuatannya mirip sekali dengan senjutu, namun berbeda. senjutsu merupakan kekuatan yang digunakan dengan menggunakan energi yang diberikan alam, dan dia juga tidak menggunakan Chi..." Ujar Tuan Phenex kepada Tuan Gremory.
"... tentu saja." jawab Tuan Gremory dengan pelan sekaligus mengingat kembali awal pertemuan mereka yang pertama kali. Ayah Rias tersebut hanya bisa menghela nafas saat memikirkan kejadian pada waktu dulu tersebut. Awal pertemuannya dengan Naruto yang pada saat pertama kali menginjakkan dimensi ini dengan tubuh yang sangat sekarat.
kembali dengan Naruto dan Riser.
"kau membuatku kesal sekali, aku akan menghancurkanmu dengan Api klan milikku!" Seru Riser dengan memyelimuti tubuhnya dengan api miliknnya, Api dengan tingkat hehancuran tinggi itu kemudian berkibar terang dan kemudian terbang dengan kecepatan tinggi menuju Naruto. Melihat Naruto yang hanya terdiam tersebut tentu saja membuat Riser tersenyum dengan sinis berpikir Naruto tidak bisa menghindari serangannya.
Namun hal itu terbukti salah ketika Riser bersentuhan dengan Naruto. Bukannya tercipta letusan atau menghantam Naruto, bukannya menghajar Naruto seperti yang diperkirakan.
Namun diri Riser hanya menembus tubuh Naruto Bagaikan hantu..
dan meroket dengan cepat menuju dinding Arena dan meledak. asap dan material yang pada awalnya penyusun bangunan itu kemudian berterbangan kemana-mana. Lubang cukup dalam kemudian tercipta akibat benturan Riser. dari Lubang tersebut terlihat gerakan kecil yang menunjukkan Riser yang mencoba bangun kembali, dengan Regenarasi tubuhnnya yang mulai bekerja.
"apa tadi itu? bagaimana mungkin hal tadi bisa terjadi?" Tanya Riser dengan marah kepada Naruto.
"Apa kau bodoh? mana mungkin aku akan memberikan informasi mengenai tekhnik milikku. Yang perlu kau tahu hanyalah... kau tidak akan bisa menyentuhku dalam mode ini.." Jawab Naruto dengan keringat yang mulai muncul dari dahinya. "hanya itukah kemampuanmu? aku benar-benar kecewa..." Ujar Naruto dengan menggelengkan kepala. "Kurasa kau memang tidak setangguh yang aku kira... "
Naruto kemudian membawa satu tangannya kepada rambut yang mentupi mata satunya dan membawanya kebelakang agar bisa menunjukkan matanya.
"ternyata kau hanya orang Aneh" Ujar Riser setelah melihat Dua mata Naruto yang berbeda satu sama lain.
Naruto hanya tertawa kecil ketika mendengar perkataan Naruto "kau bukan orang pertama yang mengatakan aku seperti itu..." Mata Naruto kemudian berubah menjadi sedih sebentar dan kemudian kembali ke seperti semula. "Namun kau juga tidak perlu tahu..."
seakan tidak mau berbicara dengan Riser lagi, Naruto membawa satu tangannya kearah Riser dan menunjukkan telapak tangannya kepadanya. Mata Sharingan Naruto kini telah berubah menjadi hitam kembali. Riser hanya menatap Naruto dengan heran, namun mengingat Teknik/mantra/ atau apa yang dikeluarkan Naruto membuat dirinya bersiap ingin menghindar.
"apapun yang kau lakukan... tidak akan berguna Riser." Ujar Naruto dengan matanya yang bersinar redup. "karena tidak pernah ada orang yang pernah lolos dari ini.." Naruto dengan serius dan konsentrasi tingkat tinggi megirim Chakra yang cukup besar pada jurus yang akan dikeluarkannya dan menyebutkannya dengan pelan..
"Shinra...Tensei.."
BAMM! CHAPTER 13 DONE. hohohoho. sekali lagi maaf ya ketelatan saya. Karena saya baru menulis lagi setelah 3 bulan, mungkin ada yang aneh atau berbeda lah dari cara penulisan saya yang biasa. Lagipula saya ingin mencoa gaya menulis baru, Jadi saat ini mulai berlatih untuk mencampurnya dengan gaya menulis saya ini...
hahaha! ternyata banyak juga yang mengikuti jalan saya dalam membuat Fic crossover ini, ckckckc. Meskipun saya senang namun saya sedikit kecewa, dengan hal itu, banyak alasan sih.
Banyak Anime lain sih yang bisa dijadikan saran Xover, dan juga bisa jadi terkenal kaya punya saya(menyombongkan diri tingkat dewa!). Namun itu bukan hak saya melarang. Yang penting kita Author indo bisa berkreasi itu aja.
sampai jumpa lain kali!
