Aku sedang tidak mood untuk berbasa-basi...

ADT

(PS: kurasa aku mulai mengerti siapa itu JK Rowling)

*o0o*

Diary ini milik Harry Potter

30 Januari,

Hei, Harry's Diary, kita bertemu lagi..

Well, saat ini aku menulis bukan karena disuruh Ginny. Yeah, kau tahu, aku –ehm- mulai –ehm- men-suka men-tulis... akh! Lupakan saja...

Oh, iya, hari ini ada peristiwa cukup mengerikan di kantor. Aku mendapat surat! Ini bukan surat biasa, yeah, mungkin kau sudah menebak aku mendapat howler, yeah, itu hampir benar. Yang sebenar-benarnya terjadi adalah, -ehm, aku mendapat howler pink pucat mengerikan yang mempunya bibir yang langsung terbang menciumku bahkan sebelum aku mampu untuk menyadari apa yang terjadi...

Oh, man, jangan tertawa...

Untung aku bisa menghindar sebelum bibir howler itu menyentuhku. Aku berlari menghindari kecupan si howler sambil meneriakkan kutukan. Dari stupefy sampai avada sudah kucoba, tapi saat kutukan-kutukan itu mengenai si howler, ia hanya berhenti sebentar lalu mengejarku lagi! Astaga!

Pada akhirnya sekelebat rambut merah masuk kekantorku (yang ku sesali adalah mengapa aku tidak keluar kantor dan meminta bala bantuan, otakku benar benar kosong saat itu!), dan bertanya apa yang terjadi. Saat itu tanpa pikir panjang aku langsung bersembunyi dibalik badan orang tersebut.

Yang kutahu setelahnya adalah teriakan marah familiar. Coba tebak, yah, kau benar, dia Ron (ternyata makhluk berambut merah yang masuk ke kantorku adalah dia). Dan setelah teriakan itu, hal terakhir yang bisa kurasakan adalah tulang patah dan mata bengkak, hadiah spesial dari Ron.

Well, namun patah tulang itu kurasa sebanding dengan apa yang Ron dapat. Hah, kau harus lihat wajahnya! Bekas gincu terstempel jelas di wajah Ron, penuh, benar-benar satu wajah penuh! Hahahaaa! betapa aku ingin tertawa tapi rahang patah menghalangiku untuk tertawa. Uh! Hahahhaa! Kasihan sekali ron.

Pada akhirnya, kami hanya duduk diam (kenyataannya kami bergulat diatas sofa, dan akhirnya aku ditindih Ron dengan keadaanku yang sangat mengenaskan), sampai Kingsley datang dan menyelamatkanku dari beban tubuh Ron... eh, maksudku dari duduk diam yang membosankan...

Hal yang terburuk adalah Kingsley menghubungi Ginny dan Hermione. Dan percayalah, jika kalian menjadi diriku dan Ron kalian tentu tak ingin menuliskan pengalaman itu di buku harian...

Well, sekarang patah tulangku sudah mendingan (Ginny sangat berbakat menjadi Healer), dan aku disuruh Ginny untuk mengawasi James dan Albus. Tidak sulit, karena James ternyata sudah tertidur. Hanya tinggal Albus yang masih terjaga. Well, dari tadi Albus tertawa-tawa melihat aku menulis, itu membuat aku berpikir mungkin Albus sudah belajar alphabet sejak ia berada didalam rahim Ginny...

Oh, iya, aku ingin berterima kasih pada Albus yang membantuku membuka botol tinta sehingga aku tak perlu susah susah untuk mencelupkan pena ke tinta. Well, tinta itu yang menghampiri pena buluku dan membasahi sebuah area besar dikasur. Albus, dia sudah menunjukkan tanda-tanda kejahilan seperti kakaknya di usia yang sangaat dini...

Kurasa sampai disini saja, aku dan Albus sudah mulai mengantuk... –ehm, mungkin hanya aku yang mengantuk karena Albus masih tertawa-tawa untuk suatu hal yang tak ku ketahui...

Bye Harry's Diary

*o0o*

Well, sekedar informasi... untuk kejadian setelah Ginny dan Hermione datang, aku masih sangat ingat!

Hehe, aku masih sangat ingat bagaimana Harry dan Ron memohon ampun pada istri mereka yang menarik (dalam artian: menyeret serta menjewer serta berteriak-teriak marah). Dan Kingsley, yang ku asumsikan tak tahu bahwa Harry dan Ron adalah tipe SSTI (Suami Suami Takut Istri), hanya bbisa melongo dan menunjukkan wajah penuh penyesalan pada Harry dan Ron. Hehe, betapa hari yang sangat indah di Kementrian...

Ups, saatnya pergi, aku harus melayani pelangganku...

Salam

ADT

(PS: untuk cantika hunt, aku bukan seorang Smith sayang...)