Erka, oke sudah dilanjut
ririzhi, oke ini sudah
chairun, terima kasih, ini sudah di lanjut
kyuli 99, yeps, sudah dilanjut
mifta cinya, wkwkwk kn memang alur maju trus dibuat mundur terus sekarang dan seterusnya.
adlia, ya sudah terima kasih
Filo. Hip, halo selamat datang hehe, ya lumayan ancur sih hasilnya hahaha, dia memang gembul.
Title : My Dream and My Friend
Genre : Brothership
Cast : All of Super Junior member
Disclaimer : Kehidupan mereka milik mereka, saya hanya meminjam nama dan cerita ini milik saya.
Warning : Many typos, gaje, tulisan berantakan, OOC, cerita pasaran, Don't Like Don't Read
Happy Reading…
"Pagi kyuhyunie sayang" senyum lembut eomma selalu menyambut pagiku.
"Pagi eomma" ku balas senyum eomma yang selalu menenangkan hatiku.
"Pagi appa" kulihat appa mendongak untuk melihatku dari balik koran paginya.
"Pagi jagoan appa" dan aku langsung terduduk di tempatku tanpa menyapa hyungku disana.
"Huh, magnae hyung masih ngambek eoh?" kulirik sekilas hyung ku yang memberengut kesal menatapku.
"Kalian bertengkar lagi? Heechul-ah kamu ini yang paling tua dan sudah dewasa, jangan sering bertengkar dengan dongsaengmu."
"Kami tidak bertengkar appa, hanya kyuhyun kecil tidak suka dengan perbuatanku."
"Aku tidak kecil hyung, tubuhku jauh lebih tinggi darimu."
"Ne, ne tapi umurmu tidak bisa melampauiku" kulihat heechul hyung mulai menampakan smirk andalannya.
"Aku sudah selesai. Aku berangkat."
"Hati-hati sayang." Eomma memberiku kecupan sekilas dan appa tersenyum mengangguk padaku.
"Hey, kau tidak mau hyung antarkan ke sekolah eoh?" kulangkahkan kakiku tanpa menoleh ke belakang lagi.
"Yak, Kim Kyuhyun."
.
.
.
Kulangkahkan kaki jenjangku di halaman rumah besar ini. Jika aku ingin berangkat naik bis, berarti aku harus berangkat lebih pagi. Ku sapa satpam penjaga yang membukakan gerbang untukku. Dan aku sangat terkejut saat gerbang sudah terbuka.
"Kyuhyun-ah" terdengar suara lirih dari seseorang yang berdiri di depan gerbang dengan muka babak belur.
"…" aku terdiam dan memutuskan untuk pergi dan mengabaikannya.
"Kyuhyun-ah mianhe"
"…" aku terus terdiam dan terus berjalan menuju halte bis. Tumben sekali orang yang mengikutiku ini tidak membawa mobil sport kesayangannya dan memilih menaiki bis.
"Bisakah kau berhenti mengikutiku Lee Ryeowook" ucapku dengan dingin.
"Tidak, sampai kau mau memaafkanku"
"Aku tidak suka ada orang dengan wajah berantakan mengikutiku. Apalagi kita beda sekolah, bisa-bisa aku di anggap telah menyerangmu"
Kulihat dia menundukkan kepalanya, dan aku terus berjalan menjauh meninggalkannya.
.
.
.
"Kyaaa, itu Kyuhyun, dia tetap tampan seperti biasa."
"Kau benar, ah kesan dinginnya benar-benar membuat dia seperti pangeran."
"Bukankah hari ini ada tes menyanyi?"
"Iya, aku tidak sabar untuk mendengar suara indahnya"
"Kau benar, sayang sekali kita dilarang untuk merekam di lingkungan sekolah"
Ku dengar bisik-bisik dari para wanita di sekitarku. Sungguh ini membuatku sangat risih. Bisakah mereka diam untuk sehari saja tanpa menyambutku dengan histeria berlebihan.
Dan apa maksud mereka tadi? Tes menyanyi? Sial, aku sungguh lupa. Aku harus menyanyi apa nanti? Aku bahkan belum menyiapkan lagu untuk nanti. Aku harus benar-bena mencari lagu untuk ku sebelum yesung hyung mengkritik ku habis-habisan karena lagu yang kupilih.
"Pagi kyuhyunie" kulihat senyum siwon hyung menyambutku saat aku memasuki kelas.
"Pagi hyung"
Sebenarnya aku ini mengikuti kelas percepatan sehingga aku berada di tingkat yang sama dengan siwon hyung, donghae hyung, juga ryeowook hyung. Hanya saja ryeowook dan donghae hyung berbeda sekolah denganku.
"Kau ingat bukan hari ini kita ada tes olahraga dan menyanyi?"
"Aku lupa hyung" aku menghela nafasku dan berkata jujur pada salah satu temanku yang super ramah ini.
"Apa kau juga lupa jika hari ini kita ada latihan untuk mengikuti festival nasional di Busan nanti?"
"Mwo? Aish aku benar-benar lupa. Sial." Aku mengcak-acak rambutku dengan kesal.
"Hahaha, kenapa kau jadi pelupa begini? Kemana si jenius Kim kyuhyun?"
"Berhenti mengejek ku hyung. Aku benar-benar lupa. Banyak yang kupikirkan akhir-akhir ini."
Ya, banyak yang kupikirkan. Terutama masalah besarku dengan ryeowook. Seharusnya aku memanggilnya hyung bukan? Karena dia lebih tua dariku.
"Aku tidak tahu bisa mengikuti festival itu ato tidak hyung." Juga tidak ingin berhadapan dengan ryeowook terus setiap harinya tambahku dalam hati.
"Mana bisa begitu kyuhyun? Kau ini vokalis utama, ingat? Siapa yang akan menggantikanmu nanti?"
"Ryeowookie bisa menggantiku."
"Meski wookie memiliki suara yang bagus tetap saja kita sudah sepakat bukan. Kamu ini vokalis utama"
"Tekniknya lebih bagus dariku hyung"
"Kyuhyun, apa kau lupa dengan perjanjian kita semua?" hardik siwon hyung dan membuat semua orang di kelas menatap kami.
Aku terdiam, ya aku mengingatnya hyung, hanya saja dia melupakannya. Dan aku hanya bisa mengatakan ini di dalam hati.
"Kyuhyunie, cukup pembicaraan kita ini. Aku sungguh heran kenapa tiba-tiba kamu mengungkitnya. Sudah selama lima tahun kita mendirikan band ini dan semuanya baik-baik saja kyuhyunie." Ucap siwon hyung dengan pelan dan tatapan mata memelas padaku.
Aku tetap terdiam dan tidak menanggapi. Kulihat teman-teman di kelas masih menatap kami tertarik. Ya mereka tertarik karena aku hanya akan bersikap ramah hanya pada orang-orang yang berani mendekatiku dan mengajakku berteman.
Karena biasanya mereka segan untuk berteman juga mengajak ku berbicara. Apalagi alasannya? Jika bukan karena aku ini selalu peringkat satu di sekolah. Aku yang lebih muda dari mereka semua. Aku yang menjadi kapten tim basket sekolah ini. Serta juga merupakan anak bungsu dari Kim corp saah satu pemilik perusahaan tekonologi Korea.
Dan jangan lupakan, aku juga pemegang juara pertama olimpiade matematika nasional dua minggu lalu yang menambah daftar orang-orang yang menatap kagum padaku dn semakin segan untuk berteman denganku.
Hanya siwon hyung yang menjadi teman dekatku di sekolah. Dia tampan, dan juga salah satu anggota tim basket sekolah. Serta anak pemilik Choi Corp salah satu pemilik department store terbesar di Korea.
Kami benar-benar menjadi idola di sekolah elit ini. Ya sekolah ku merupakan sekolah elit yang didalamnya kebanyakan berisi anak-anak pengusaha juga pejabat. Tapi jangan remehkan prestasi akademik sekolah ini. Karena sekolah ini selalu mendapat banyak penghargaan.
.
.
.
Aku melangkahkan kaki ku tanpa semangat memasuki kelas. Aku sedikit risih dengan tatapan banyak orang sepanjang perjalanan menuju kelas tadi. Aku tahu maksud tatapan itu, tapi aku sudah berusaha untuk menyembunyikannya.
Sreet.
"Pagi wookie-ah. OMO, ada apa dengan wajahmu?" donghae mulai berjalan mendekatiku.
"Tak apa, hanya luka kecil. Akh appo, jangan menyentuhnya hae" jawabku sambil meringis sakit.
"Mianhe, tapi kamu kenapa? Bertengkar dengan siapa? Ani, tidak mungkin kamu bertengkar. Jadi siapa yang menyerangmu? Cepat kaatakan padaku ryeowook-ah."
"Bisakah kau diam? Kau cerewet sekali hae."
"Yak, wookie tapi kamu kenapa?" kulihat eunhyuk mulai melangkah memasuki kelas dan menatapku penuh selidik.
"Sudah kukatakan aku tidak apa-apa."
"Babak belur begini kau bilang tidka apa-apa huh?"
"Aku bisa menyelesaikannya sendiri. Dan ini semua aku yang memulainya hyukie. Jadi diamlah."
Aku mendengus kesal dan mulai duduk di bangkuku meninggalakan pandangan penuh tanya dari kedua sahabat baikku, donghae dan eunhyuk.
Ku tatap mataku keluar jendela dan aku melihat sekelompok orang bermain basket di lapangan. Aku tertegun dan mulai memikirkan kyuhyun. Basket, naynyi dan game selalu identik dengannya.
Aku sedang berpikir apa yang dilakukannya. Dan bagaimana caranya untuk mendapatkan maaf darinya. Aku menyesal dengan semua perbuatanku. Dan aku ingin dia kembali menjadi sahabatku.
"Yak, Lee ryeowook. Kami sedang berbicara padamu." Aku tersentak kaget dengan tepukan di punggungku.
"Kau ini melamun apa sih? Apa yang kau lihat? Aah basket? Aku jadi ingat kyuhyun dan merindukan anak itu. Sudah hamper sebulan kita tidak beertemu dengannya. Apa dia sedang bersembunyi di balik tembok besar rumahnya? Hahaha"
"Ne, aku juga merindukannya hyuk"
Aku terdiam mendengar eunhyuk dan donghae mulai membicarakan kyuhyun dengan semangat. Kami semua selalu bangga padanya. Dan topik pembicaraan mereka mengalir begitu saja dengan kemenangan kyuhyun di olimpiade matematika.
"Kita harus meminta traktiran darinya hae."
"Ne, kita belum mengucapkan selamat secara langsung padanya.
"Apa kita perlu membuat pesta hae?"
"Ani, kyuhyunie tidak menyukai pesta hyuk."
"Magnae kecil kita itu selalu saja membanggakan dengan semua prestasinya."
Aku terdiam, merasa sedikit sesak di hatiku. Iri mungkin. Karena selalu saja kyuhyun yang bisa membuat semua orang bangga dengannya. Dia sempurna bukan?
Memiliki orang tua lengkap dan sangat kaya, tinggi, jenius, pandai bermain basket, tampan, juga memiliki suara yang indah. Sedangkan aku yang yatim piatu dan tinggal di rumah sederhana ini telah mengambil mimpinya.
Semua salah bukan? Ya salah, karena dengan semua iri hati juga egoisku aku telah mengambil kesempatan yang harusnya menjadi miliknya. Aku tidak berhak mengambil itu meski aku iri hati padanya.
Semua mata selalu tertuju padanya. Selalu tertarik padanya. Semua kesempatan bisa dia miliki. Dan aku bukanlah apa-apa dibanding dirinya.
Aku kesal memang. Tapi aku tidak bisa membohongi hatiku jika aku sangat menyesal dan ingin bersujud meminta maaf darinya. Karena dia sahabat baikku. Dia yang selalu baik padaku. Dan memberikan apapun yang aku inginkan. Aku menyayanginya, aku menganggapnya adikku. Karena dia selalu bermanja padaku.
Aku sungguh bingung, apakah aku akan terus meminta maaf padanya. Atau harus tetap kesal padanya karena dia selalu lebih menonjol dariku.
"Hey wookie." Lagi-lagi aku tersentak dari lamunanku.
"Kau ini kenapa sih? Sudah seminggu ini kamu berubah menjadi pendiam dan sekarang muncul dengan wajah penuh luka. Jika ada masalah katakana pada kami wookie-ah jangan hanya diam seperti itu." Kutatap mata donghae hyung yang memelas meminta penjelasan.
Aku menggeleng pelan, dan dapat kudengar suara dengusan dari eunhyuk.
"Jangan lupa, kita ada latihan nanti"
"Eh?"
"Makanya jangan terlalu banyak melamun. Kita akan latihan nanti malam." Jawab eunhyuk dengan wajah kesal.
"Kau lupa? Bukankah kita sudah sepakat mengikuti festival nasional di Busan? Aku, hyukie, dan siwonie sudah pergi mendaftar kesana minggu lalu."
"Mianhe, aku benar-benar lupa."
"ini festival pertama kita di nasional. Sudah lima tahun kita membentuk band ini hanya untuk bersenang-senang dan menyalurkan hobi kita. Sudah saatnya kta serius dan mengikuti ajang seperti ini."
"Benar hae, jangan kita sia-siakan kesempatan kali ini."
Kesempatan. Lagi-lagi aku merasa pukulan dalam hatiku jika mendengar kata itu.
"Aku tidak bisa ikut, mianhe."
"Mwo? Yak Lee ryeowook apa maksudmu? Kenapa kau penuh kejutan sekali hari ini?"
"Aku benar-benar tidak bisa ikut festival tersebut."
"Yak ini kesempatan pertama kita dan kau malah menghindar. Kau benar-benar…."
"Tenang hyukie, wookie pasti memiliki alasannya." Jawab donghae sambil menahan tubuh eunhyuk yang siap menerjangku.
"Wookie-ah coba kau katakan alasanmu. Kita tidak bisa kehilangan salah satu anggota. Siwonie dan kyuhyunie pasti sedih"
"Aku benar-benar tidak bisa untuk kali ini." Jawabku dengan suara lemah.
"Apa sekarang kau menjadi seorang pengecut yang tidak bertanggung jawab?" jawab eunhyuk dengan suara sinis padaku.
"Aku akan mengikuti training dan menjalani karantina." Jawab ku dengan suara pelan dan kupastika mereka dapat mendengarku.
"Training apa?" tanya eunhyuk bingung.
"Training menyanyi Sm entertainment." Tambah ku berbisik sangat pelan.
"MWO?" jerit keduanya dengan sangat keras.
.
.
.
TBC
Author note: yang jadi main cast disini kyuhyun dan ryeowook. Dan untuk sekarang ini aku membuat ryeowook yang tersiksa. Masih di chapter selanjutnya entah berapa baru giliran kyuhyun, hahaha.
Mungkin untuk selanjutnya akan ada banyak tambahan cast di luar super junior member. Sepertinya saya membutuhkan banyak nama di ff ini. Seperti biasa, di tunggu reviewnya, terutama saran dan kritikan. Dan maaf untuk typo yang bertebaran. Terima kasih.
