Title : My Dream and My Friend
Genre : Brothership
Cast : All of Super Junior member
Disclaimer : Kehidupan mereka milik mereka, saya hanya meminjam nama dan cerita ini milik saya.
Warning : Many typos, gaje, tulisan berantakan, OOC, cerita pasaran, Don't Like Don't Read
Happy Reading…
Duk. Duk. Duk.
Suara bola basket yang memantul menggema di lapangan indoor sekolah. Terlihat seorang namja tampan yang memakai seragam sekolah lengkap hanya dasinya saja yang berantakan terus memantulkan bola dan memasukkan kedalam ring sendirian. Ya dia sendirian, entah apa yang dipikirkan namja tampan itu.
Trak. Suara bola yang masuk ke dalam ring. Dan namja itu menagmbilnya bola itu dan terus memantukan juga berlari mengelilingi lapangan lalu memasukan bola ke ring yang ada di seberang ring sebelumnya. Terus seperti itu selama dua puluh menit tanpa henti.
Terlihat jika namja itu sedang kesal. Semua orang di sekolah tahu, jika namja tampan itu sedang kesal maka dia akan melampiaskannya dengan bermain basket sampai lelah.
Di pinggir lapangan, seorang namja tampan lainnya sedang berdiri dan mengamati namja yang sibuk bermain basket dengan penuh amarah, dia hanya memperhatikan sambil membawa sebuah handuk yang tersampir di bahunya.
Bruk. Terdengar suara benda jatuh. Ah bukan benda tapi seseorang yang jatuh. Namja yang berdiri di pinggir lapangan sejak tadi menghampiri namja yang terjatuh. Dan menutuipi wajahnya dengan handuk yang dia bawa.
"Sudah cukup kyunie, kau sudah lelah. Tenagamu sudah habis setelah tes olahraga tadi." Ucap namja yang berjongkok di sampng tubuh yang sedang terlentang di lapangan.
"Cih, ini baru dua puluh menit hyung, dan aku sudah ambruk. Lemah" jawab namja itu kesal.
"Sebenarnya ada apa denganmu hum? Kenapa kamu marah? Ceritakan padaku" ucap siwon, namja yang menghampirinya tadi sambil membenarkan posisinya menjadi duduk.
"Tidak ada apa-apa hyung" ucap kyuhyun dengan wajahnya yang masih tertutup handuk. Dia sangat pintar, sengaja tidak mengubah posisi handuk, karena dia sedang menangis dalam diam.
"Haah, dasar keras kepala. Seluruh sekolah saja paham jika kau sedang kesal maka kau akan melampiaskannya dengan bermain basket. Baiklah, ayo kita ke kantin dan makan siang. Masih ada tes menyanyi di kelas setelah ini" ajak siwon sambil menyentuh bahu kyuhyun.
"Hm"
.
.
.
"Apa maksudmu wookie? training apa ini? Kapan kamu ikut audisi?" tanya eunhuk tidak sabaran.
Ryeowook hanya terdiam sambil menundukkan kepalanya. Dia tidak berani menceritakan apapun. Angin yang berhembus dengan kencang seakan menampar wajah tampannya. Menyadarkan dia apa yang telah dia lakukan.
Donghae menghentakkan kakinya kesal karena sejak tadi ryeowook hanya diam saja. Bahkan setelah donghae dan eunhyuk menyeretnya sejak pulang sekolah tadi sampai ke atap gedung tempat mereka bias berlatih, ryeowook masih terdiam.
"Yak. Jawab wookie" bentak eunhyuk tidak sabaran.
"Aku..aku…" jawab ryeowook ragu dengan wajah yang hampir menahan tangisnya, padaha wajahnya masih bengkak karena semua luka di pukul heechul.
Eunhyuk dan donghae hanya terdiam menunggu jawaban dari ryeowook. Setelah 10 menit, ryeowook juga tidak melanjutkan kalimatnya.
"Yak, kamu ingin mempermainkan kami eoh?" bentak eunhyuk kesekian kalinya.
"Aku menggantikan kyuhyun ikut audisi, aku mencuri formulir itu dari kamar kyuhyun saat aku berkunjung disana, dan aku berkata pada panitia jika kyuhyun tidak dapat ikut audisi dan aku yang menggantikannya dengan namaku"
"Mwo? Apa kau gila hah? Kau berubah jadi pengkhianat hah?" teriak donghae kali ini.
"Wae? Kenapa? Apa aku juga tidak bisa memiliki kesempatan menjadi seorang penyanyi?" tanya ryeowook menantang.
"Jika kau ingin ikut, cukup katakana pada kami semua, terutama kyuhyun. Dia pasti akan mengajakmu juga. Bukan berlaku curang begini." Jawab eunhyuk.
"Oya? Benarkah? Apa kyuhyun akan memberikannya padaku? Ini juga impiannya. Dan hanya dia yang mendapat undangan khusus mengikuti audisi dari staff disana. Aku juga bisa bernyanyi, bahkan lebih baik darinya."
Buk, buk. Suara pukulan melayang dari tangan donghae pada tubuh ringkih ryeowook yang penuh luka.
"Kamu keterlaluan, pengkhianat" teriak donghae.
"Wae? Kenapa selalu kyuhyun dan kyuhyun yang kalian banggakan? Apa hanya dia yang boleh mewujudkan impiannya?" teriak ryeowook tidak sabaran.
"Kalian selalu memujinya dengan semua prestasi yang dia miliki. Dia bahkan bisa mendapatkan apapun yang dia inginkan. Bahkan vokalis di band pun menjadi miliknya. Lalu bagaimana dengan ku?"
"Aku juga ingin menjadi penyanyi, membanggakan hyungdeul. Dan dapat kalian semua banggakan, tidak bisakah aku mengambil kesempatan ini?" ucap ryeoowook dengan air mata yang mulai menetes. Eunhyuk dan donghae hanya terdiam sejak tadi mendengar semua jawaban ryeowook.
"Wae? Kenapa selalu kyuhyun dan kyuhyun. Sejak kecil selalu dia yang menjadi kebanggaan. Bahkan aku tidak memiliki bakat apapun yang dapat menandinginya. Aku hanya bisa bernyanyi dan bermain piano dengan baik. Tidak bisakah aku memanfaatkan itu?"
"Tidak bisakah kalian memberikan kesempatan itu padaku? Aku iri padanya, yang mendapat perhatian dari para hyungdeul kita juga teman-teman. Aku iri padanya yang berkeluarga lengkap dan sangat kaya. Aku juga iri pada semua bakat dan prestasi yang dia dapat. Dan AKU MEMBENCINYA sejak dulu." Teriak ryeowook.
Kata-kata itu mengejutkan eunhyuk dan donghae. Dia tidak menyangka jika ryeowook sudah sejauh ini menyimpan semua rasa itu di dalam hati. Apa selama ini persahabatan mereka palsu? Itu yang ada di benak mereka berdua.
"Kyuhyun-an" ucap eunhyuk lemas.
Kata-kata itu menyadarkan ryeowook dan langsung berbalik ke belakang dan melihat kyuhyun juga siwon yang sudah berdiri disana.
Kyuhyun menatapnya dengan pandangan terluka dan siwon yang manatapnya dengan penuh amarah. Ryeowook langsung berlari melewati tubuh kyuhyun dan siwon yang masih terpaku di tempat dan meninggalkan teman-temannya di atap.
Bruk. Kyuhyun merasa tubuhnya sangat lemah dan dia jatuh tertuduk. Dia benar-benar terkejut dan tidak menyangka dengan apa yang dia dengar barusan. Hati kecilnya inging sekali tidak mempercayai smua itu. Tapi otaknya berkata lain dan meyerukan jika itu semua benar dan diucapkan oleh orang itu sendiri.
Kyuhyun merasa sesak, dan meremas dadanya dengan tangan kanannya. Dia benar-benar merasa sakit dan terluka juga bingung harus berbuat apa-apa.
"kyunie, gwenchana?" ucap siwon khawatir.
"kyuhyunie, kyuhyunie, hiks" ucap donghae sambil memeluk tubuh kyuhyun dengan erat.
Eunhyuk hanya menatap itu semua dengan pandangan nanar. Tidak menyangka persahabatan mereka bertahun-tahun sejak kecil harus hancur seperti ini.
Donghae masih menangis sambil memeluk kyuhyun, dan kyuhyun yang merasakan kehangatan di tubuhnya, ikut meneteskan air mata dan menangis dengan diam. Dia merasa hancur. Dan pelukan donghae membuatnya rapuh sehingga dia dapat menangis.
Kesunyian mengahmpiri mereka selama beberapa menit, tidak ada yang berani berbicara satu katapun. Mereka semua tenggelam dengan pikiran masing-masing. Dengan kyuhyun yang masih menangis tersedu di pelukan donghae.
Mereka semua bingung dengan apa yang harus mereka lakukan setelah ini.
.
.
.
Ryeowook terus berlari sambil menangis tidak menghiraukan pandangan orang-orang yang bertemu dengannya di jalan. Dia sadar pasti dia terlihat sangat berantakan.
Setelah sampai di depan rumahnya, ryeowook mulai mengatur napasnya yang tersengal. Dia lelah karena berlari sangat jauh, dia juga lelah menangis sepanjang jalan. Dia berharap, hyungdeulnya masih di luar kota dan belum kembali.
"Aku pulang" ucap ryeowook dengan lesu saat membuka pintu untuk amsuk ke dalam rumah.
"Selamat datang" sambut sungmin dengan tersenyum ke arah pintu.
Ryeowook tersentak kaget, tidak menyangka jika hyungdeulnya sudah pulang.
"Omo, apa yang terjadi dengan wajahmu?" tanya sungmin.
Ryeowok yang sadar jika wajah dan tubuhnya babak belur langsung membuang muka dan berjalan cepat menuju kamarnya di lantai atas. Tiba-tiba sebuah tangan menggenggam lengannya dengan sangat kuat.
"Mau kemana kau? Jawab pertanyaan sungmin tadi?" ucap yesung yang tiba-tiba muncul dengan pandangan tajam.
"E..e..aku terjatuh kemarin"
"Jangan bohong Lee ryeowook, kamu piker bisa membohongi kami? Kamu habis bertarung dengan siapa?" tanya sungmin dengan keras.
"Aku tidak bertarung hyungie"
"Lalu kamu kenapa? Dan kenapa matamu sembab? Kamu habis menangis?"cecar yesung yang terus mananyai dongsaengnya.
"Ah, kamu habis bertengkar dengan yang lain? Siapa eunhyuk? Donghae? Siwon? Kyuhyun? Ah kyuhyun tidak mungkin, dia kan tidak bisa berkelahi, dan dia membenci kekerasan" ucap sungmin yang menerka apa yang terjadi pada dongsaengnya.
"Huh, bahkan hyungdeul selalu memujinya. Kalian bahkan tidak akan percaya jika aku mengatakan kyuhyun yang memukulku bukan?" jawab ryeowook yang tersenyum sinis.
"Eh serius kyuhyun? Tidak mungkin" ucap yesung sambil melepaskan genggamannya di lengan ryeowook dan berpandangan bingung dengan sungmin.
"Ya, ya kyuhyun adalah anak yang baik yang tidak pernah mendapatkan masalah bukan?" tanya ryeowook sinis memandang kedua hyungdeulnya yang masih bertatapan bingung padanya.
Ryeowook pun mendengus tidak suka "Ya memang benar bukan kyuhyun yang memukulku, tapi orang lain."
"Hahh syukurlah" ucap sungmin lega, dan yesung yang menghembuskan napasnya lega mendengar ucapan ryeowook tadi.
"Bahkan hyungdeul tidak mengkhawatirkanku yang penuh luka seperti ini, dan malah mengkhawatirkan kyuhyun yang takut mendapat masalah" teriak ryeowook di hadapan hyungdeul.
"Eh, bukan begitu wookie, kami juga mengkhawatirkanmu. Sini hyung obati lukamu" ucap sungmin lembut sambil tersenyum kepada dongsaengnya.
"Aku tidak butuh" ucap ryeowook dingin sambil berjalan menjauh menuju kamarnya dan membanting pintu setelah itu.
"Ada apa dengan anak itu? Kenapa dia menjadi sensitif dengan nama kyuhyun?" tanya sungmin bingung yang manatap pintu kamar ryeowook yang tertutup rapat.
"Entahlah, pasti mereka baru saja bertengkar tadi. Dan kita cukup bersyukur buka kyuhyun yang memukul wookie, karena aku tidak akan sanggup membalas balik kepada kyuhyun nanti, sudah tidak usah pedulikan anak itu yang sedang merajuk" jawab yesung datar.
"Ya, benar juga, untung saja bukan kyuhyun, ah aku akan melanjutkan masakanku saja" ucap sungmin dengan riang menuju dapur.
.
.
.
"Brengsek" desis ryeowook di kamar sambil membanting tasnya di lantai.
"Kyuhyun selalu kyuhyun. Bahkan hyungdeulku lebih menyayanginya di banding aku? Apa-apaan ini?"
"Aku menyesal karena telah minta maaf dan memohon padamu tadi pagi Kim Kyuhyun"
"Aku membencimu, dan aku akan membuat kamu tidak bisa menggapai impian mu sebagai seorang penyanyi. Karena akulah yang akan menjadi penyanyi itu Kim kyuhyun" ujar ryeowook yang berbicara pada cermin di kamarnya sendiri.
"Dulu kau bisa mendapatkan segalanya, tapi sekarang tidak. Kesempatan debut sebagai penyanyi akan menjadi milik ku."
.
.
.
TBC
A/N akhirnya update juga setelah sekian lama, hehehe. Maaf ya atas keterlambatannya juga sangat pendek, mood sedang tidak baik sama sekali. Fic ini penuh dengan typo karena tanpa edit juga cerita dan gaya penulisan yang standar. Maaf atas segala kekurangannya. Aku cinta kalian semua readers juga reviewers, kalian semangatku. Ada yang nonton ss6 jkt? Saya gak bisa nonton, dan ketemu kyuhyun, sedihnya huhuhu. Oke ditunggu reviewnya, terima kasih.
