Otaku!
Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
Rated: T
Don't Like, Don't Read!
.
.
.
Otaku!
.
.
.
Haruka-chan, sudah saatnya bangun! Bangunlah Haruka-chan! Sambut pagi ini dengan semangat!
Kau membuka matamu. Oh, baru jam 05.30 pagi. Tapi kau harus cepat-cepat, agar tidak terlambat ke sekolah. Berterima kasihlah pada alarm-nya yang mengeluarkan suara seksi dari salah satu vocaloid kesukaanmu, Kamui Gakupo. Suaranya yang memang ehm, seksi itu selalu berhasil membuatmu terbangun. Darimana dapatnya, tak usah ditanya. Kau mendapatkannya dari temanmu, yang user name-nya ari_12. Dia adalah salah satu temanmu di sebuah situs internet, yang merupakan sebuah perkumpulan otaku seluruh dunia. Atau bisa kita bilang, forum otaku.
Kau mengambil handukmu yang tergantung di balik pintu kamarmu. Kau melesat ke kamar mandi, dan dalam waktu 1 menit kau sudah selesai mandi. Kau memakai seragammu, lalu mengambil tasmu yang berada di atas meja belajar. Dan, jangan lupa, menyisir rambutmu, lalu digeraikan begitu saja. Ya, kau memang memiliki rambut yang panjangnya sepinggang. Berwarna hitam lebat, dan memiliki poni yang panjangnya tidak sampai menutup kedua matamu. Kau memiliki hidung yang mancung, kulit putih pucat, bibir merah ranum, tinggi 165 cm, dan bulu mata yang tidak lentik. Tapi itu semua cukup menambah kecantikanmu.
Dengan segera, kau melangkahkan kaki menuju meja makan. Disana, sudah ada ibumu yang sedang meyiapkan makanan, dan ayahmu yang sedang membaca koran. Kakakmu? Seperti biasanya, dia pasti masih tidur. Kakakmu memang anak yang susah bangun pagi.
"Ohayou.." sapamu pelan. Ayahmu membalasnya dengan mengangguk, sedangkan ibumu tersenyum. "Ohayou gozaimasu, Haru-chan! Kau pagi sekali hari ini!" balas Ibumu seperti biasa penuh dengan keceriaan. Kau tersenyum.
Setelah menghabiskan Nasi Goreng Spesial yang dimasak oleh Ibumu, kau segera pergi ke sekolah. Tapi sebelum itu, kau harus mengecek apakah barang-barang-mu sudah lengkap.
"MP3 sudah, buku pelajaran sudah, PR sudah, komik Love So Life sudah, android sudah, uang sudah, sapu tangan sudah, kotak pensil juga sudah. Baiklah. Ittekimasu!" Kau berlari meninggalkan rumahmu. Setelah itu, kau berjalan seperti biasa. Jarak antara rumahmu dengan sekolahmu sangatlah dekat. Hanyamemakan waktu 3 menit. Sambil berjalan ke sekolah, seperti biasanya kau mendengarkan lagu dari MP3 kesayanganmu. Lagu Kagamine Len, Servant of Evil.
Kimi wa oujo boku wa meshitsukai
Unmei wakatsu aware na futago
Kimi o mamoru sono tame naraba, boku wa aku ni datte natte yaru...
Kau menikmati lagu tersebut. Sesekali kau tersenyum. Yah, hari ini, kau akan menjallani kehidupan yang biasa saja seperti kemarin. Tapi ini jauh lebih baik, kan? Ketimbang menjalani kehidupan luar biasa, tapi bermasalah.
Kau telah sampai di sekolahmu. Sekolahmu tampak sepi. Sepertinya kau kepagian.
Readers POV
Aku menghela nafas. Apakah aku terlalu rajin? Mungkin iya. Karena itu, aku datang ke sekolah pagi-pagi sekali. Aku melangkahkan kakiku menuju ke kelasku. Aku berjalan melewati deret kelas yang penghuninya hanya1-2 orang. Atau mungkin tidak ada orang sama sekali.
Aku masuk ke kelasku dengan langkah kaki yang terdengar pelan. Aku menyadari bahwa ada orang lain selain aku yang berada di kelas ini. Yaitu Akashi Seijuro.
Akashi asyik bermain shogi senderian. Saking seriusnya, dia bahkan tidak menyadari aku ada disini. Tapi memangnya aku peduli? Aku tidak peduli jika dia menyadari kedatanganku atau tidak. Itu bukan urusanku.
"Ohayou.." sapaku. Akashi mendongakkan wajahnya. "Ohayou..." balasnya, lalu kembali bermain shogi sendirian. Aku duduk di kursiku, lalu mengambil komik yang kubawa dari rumah. Pikiranku mulai fokus pada komik yang kubaca. Hening. Mungkin sebagian orang membenci keadaan seperti ini, tapi aku menganggapnya biasa-biasa saja. Orang bicara, kuladeni. Orang tidak bicara, aku diam saja. Itu saja, kan?
Akashi memandangiku. "Kau itu memang seorang otaku akut. Tidak penasaran mengapa aku bisa mengetahui kalau kau itu otaku akut?" ujar Akashi. Aku memandanginya dengan tatapan yang artinya 'Aku tidak tertarik.'. Terserah jika Akashi memandangiku sebagai gadis yang membosankan. Sudah kubilang, aku tidak peduli.
"Haruka."
"Hn?"
"Jika aku bilang, aku tertarik padamu, kau percaya atau tidak?"
"Eh?"
Belum sempat aku membalasnya, tiba-tiba teman sekelasnya masuk kelas. Aku terdiam. Tidak jadi melanjutkan kata-kata yang ingin kuucapkan. Aku kembali fokus pada komik yang kubaca. Berusaha melupakan pertanyaan Akashi yang menurutku aneh.
Akashi memandangiku penuh arti. Seringaian muncul di wajah tampannya.
.
.
.
Normal POV
Kau baru saja siap membeli sebuah roti rasa keju dan susu vanilla di kantin. Hari ini kau memang tidak membawa bekal. Selain malas, kau ingin sekali-kali tidak membawa bekal. Sekarang, kau sedang menuju ke atap sekolah. Kau berharap semoga tidak ada orang di atap sekolah.
Yatta! Tidak ada orang di atap sekolah. Kau segera masuk, lalu memakan rotimu dengan lahap. Rambutmu yang panjang dan halus bergerak-gerak kecil ketika terkena angin. Suasananya tenang dan kau menyukainya. Jauh dari keributan dan terasa damai.
Selesai makan, entah kenapa kau merasa ngantuk. Mungkin karena angin yang membelai pipimu, kau menjadi ngantuk. Kau membuka sedikit kerah bajumu, agar kau merasa sejuk. Lalu, kau merebahkan tubuhmu diatas lantai yang dingin. Kau tidak mudah terkena masuk angin, jadi tidur disini bukan masalah. Kau memasang earphone di telingamu, agar tidurmu nyenyak. Tak berapa lama kemudian, kau sudah tertidur.
aaaaaaa...
asa made odoru yume dake misete
tokei no kane ga toku mahou
aimai na yubi sasou kaidan
san-dan tobashi ni hanete yuku
basha no nakade furue teta
mijime na furugi mekuri megure yoruno butou
mishiranu kao sagasu
sasayaku ano koe ga
nigiri-shimeta yaiba tsuki-tate
subete wo ubae to
minashigo tsudou shiro
emi kamen ni egaite
itsuwari no itsukusimi sae
hane de tsutsumu Seraph
haino nakade akaku tokete majiru glass no kutsu
imasara kaeru furuete iruno
anata ga mewoyaru tokei
kutsu nugi odoru slope nukete
nodo made nobiru yubi no saki de
sukuu shizuku kuchi zukete
hashiru shoudou sebone nukete-yuku setsuna
kane wa narasa naide
anata ni hizama zuki
mada dame to sakenda migite ga
tsuki-sasu sayonara
kesenai shouen wo kousui ni matou hime
tsuyoi hitomi bokuno kootta kamen goto uchinuku
ima mo mimi ni anata no toiki ga
tsuki-sasaru no tooi yume
Stained Glass gosi hikaru tuki ga
kimi ni kabuseta Veil
Dress hiza de saite
Tiara wa nage sutete
mitsume-au hitomi to hitomi ga
hibana wo hanatsu
kodoku na tamashii ga honoo age hikare au
sono namida sukue nainara marude hitori asobi
tokiyo tomare imawa
anata ni yoi-shirete
yureru kodou hitotsu-hitotsu wo
kizami tsukete tai
todomare atsuku nure
uchi-tsukeru takamari ni
kore ijyou wa ugoke naiyo
marude Fairytail
(Cendrillon: Hatsune Miku ft KAITO)
.
.
.
"Aduh, kita terlambat-ssu! Ini gara-gara Aominecchi yang masih sibuk membereskan majalah pornonya-ssu!" seru Kise dengan suara yang kekanak-kanakkan. Sedangkan Aomine menatap Kise kesal. "Heh, banci bawah jembatan! Ini juga karena kau, kan?! Kau asyik memberi tanda tangan pada fans-mu, makanya kita telat! Sebentar lagi istirahat mau habis, tahu!" balas Aomine yang suaranya tidak kalah keras. Yang lainnya hanya bisa menggeleng-geleng kepala melihat mereka berdua bertengkar. Akashi hanya diam saja. Malas untuk menengahi pertengkaran mereka. Paling-paling, besok mereka bertengkar lagi.
Krieett! Para anggota Kiseki no Sedai melangkahkan kakinya ke atap sekolah. Baru 2 langkah, merka melihat pemandangan yang mengejutkan. Yaitu Serizawa Haruka yang sedang tidur.
"E-eh?!" Kise mulai panik. Yang lainnya hanya bengong melihatmu tidur. Atau mungkin lebih tepatnya target mereka. Aomine mendekatimu dengan muka bingung. "Hei bangun!" Aomine memainkan pipimu. Deg! Tiba-tiba, wajah Aomine memerah. Ampun! Kulitnya halus banget! Dan, oh,wajah tidurnya cantik. Gawat! Kok aku berdebar-debar ya?, batin Aomine. Akashi yang melihat wajah Aomine memerah, menatap Aomine dengan tajam.
"Daiki, kau tidak berpikir macam-macam, kan?" selidik Akashi. Aomine gelagapan. "Nggak, nggak kok!" Akashi masih menatap Aomine dengan tatapan curiga. Sedangkan yang lainnya mendekatimu. Akashi juga. Mereka semua menatap wajah tidurmu. Kawaii,batin mereka bersamaan. Wajah mereka sudah memerah akibat melihat wajah tidurmu, apalagi melihat kaki mulusmu dan kerah bajumu yang terbuka sedikit. Kacamata Midorima hampir retak. Cepat-cepat, Midorima membangunkanmu.
"Bangun! Jangan tidur, nanodayo!" Midorima mengguncang-guncangkan tubuhmu. Bukannya bangun, kau malah memimiringkan tubuhmu ke arah mereka dengan mata terpejam. "Nn.." Kau masih berada di alam mimpi. Kau makin membuat wajah mereka semakin merah.
"Mungkin kita harus membiarkan dia tidur." Ucap Kuroko. Yang lain mengiyakan. Mereka pun pergi meninggalkanmu yang masih tidur. Tidak lupa meninggalkan suatu benda di sebelahmu. Dalam perjalanan, masih ada semburat tipis yang menghiasi pipi mereka.
Serizawa Haruka, kau terlalu kawaii!
.
.
.
Kau terbangun dari tidurmu yang nyenyak. Kau terkaget-kaget karena mendengar suara lonceng yang berbunyi 4 kali, itu berarti sudah pulang. Tidurmu cukup lama. Kau sudah menghabiskan banyak jam untuk tidur. Tapi, hari ini kau bersyukur. Karena hari ini adalah hari remedial untuk murid-murid yang nilai ulangan-nya tidak tuntas. Nilai ulanganmu tuntas, jadi kau tidak perlu mengikuti remedial.
Kau segera menuju ke kelasmu. Kau teringat, hari ini kau ada kegiatan klub. Sesampainya di kelas, kau merapikan mejamu, lalu mengambil tasmu. Hanya kau yang ada di kelas. Selebihnya mungkin sudah pulang, atau mengikuti kegiatan klub.
Tiba-tiba kau teringat kalau tadi saat kau ingin pergi ke kelas kau memungut selembar kertas yang dilipat-lipat hingga ukurannya menjadi kecil. Kau tidak sempat membukanya karena kau sedang buru-buru. Segera, kau membuka lipatan kertas tersebut dan membaca isinya.
To: Serizawa Haruka
From: Kiseki no Sedai
Tadi kami melihatmu yang sedang tidur. Wajahmu manis sekali ketika sedang tidur. Kakimu itu terlihat mulus sekali membuatku...ah maaf! Bibirmu itu membuat kami ingin menciummu, eh salah lagi! Emm, pokoknya wajahmu itu manis sekali! Love u!*kiss bye*
Manik mata aquamarine-mu melebar. Kau hanya bisa sweatdrop melihat surat ini. Kau benar-benar tidak menyadari bahwa tadi mereka datang dan melihat wajah tidurmu. Perasaan malumu tertutupi dengan wajah datarmu. Kau segera keluar dan berlari menuju ruang masak. Ini benar-benar memalukan! Tapi sudahlah, aku tidak peduli. Selama mereka tidak melakukan hal-hal yang aneh, tidak masalah, kan? Aku tidak peduli., gumammu dalam hati.
Setelah sampai di ruang masak, kau segera memakai apron-mu. Tak lama kemudian, kegiatan klub dimulai.
"Anak-anak, hari ini kita akan membuat madeleine! Yang bisa membuat madeleine yang lezat, akan dikirimkan ke 'Kompetisi Patessier Kyoto tingkat SMA'! Ganbatte nee!" seru Mirai-sensei. Yang lainnya mulai memekik gembira, membayangkan mereka menang. Kau hanya tersenyum kecil. Cita-citamu adalah menjadi seorang patissier terkenal dan ini adalah satu-satunya cara untuk menjadi seorang patissier.
Selagi membuat madeleine, tiba-tiba kau kepikiran tentang Kiseki no Sedai. Kau berencana memberikan sebagian kue-mu kepada Kiseki no Sedai. Berhubung kuenya boleh dibawa pulang, jadi kau berikan saja pada mereka. Ide bagus.
.
.
.
Suasana di gym tampak tenang-tenang saja. Para Kiseki no Sedai sedang latihan, sedangkan Momoi, manajer mereka sibuk mencatat perkembangan mereka. Tiba-tiba, datang suara yang menghentikan latihan mereka.
"Permisi.."
Mereka semua menoleh ke asal suara. Dan asal suara itu berasal darimu. Di tanganmu terdapat bungkusan kecil yang diikat dengan pita warna pink yang isinya madeleine yang tadi kau buat. Kau menang dan berhasil mengikuti 'Kompetisi Patissier Kyoto tingkat SMA'.
"Eh? Siapa ini? Cantiknya!" Momoi langsung memelukmu. Kau hanya bisa diam dan berusaha melepaskan diri dari pelukan maut Momoi. Setelah berhasil bebas, kau segera memberi kue buatanmu kepada mereka. "Aku baru saja membuat kue madeleine, aku membuatnya lebih. Jadi kalau tidak keberatan, mohon diterima.." pintamu. Sebelumnya, kau tidak pernah bicara panjang lebar seperti ini, kecuali ketika presentasi tugas kelompok. Itu pun hanya sesekali.
Manik mata para Kiseki no Sedai melebar. Mereka tidak menyangka, bahwa Serizawa Haruka, si gadis pendiam itu memberikan mereka kue walaupun itu karena kelebihan. Mereka semua menyeringai, kecuali Momoi. Menarik. Satu kata yang terlintas di pikiran mereka.
"Terima kasih banyak, Haruka-san." Kuroko menerima kue tersebut. Kedua tangan mereka bersentuhan secara tidak sengaja. Kuroko blushing berat. Kau hanya bingung melihat wajah Kuroko yang memerah, tapi kau tidak memedulikan itu.
"Baiklah, aku pulang dulu, ya. Jaa nee.." Kau melambaikan tanganmu. Momoi yang melihatnya terkagum-kagum melihat sikap cuek-mu yang menurutnya sangat jarang ditemui. Momoi bertanya kepada Aomine dengan suara setengah berbisik, "Dai-chan, yang tadi itu siapa namanya?". "Serizawa Haruka, teman sekelas Akashi." Jawab Aomine singkat. Sekaligus target kami, lanjutnya di dalam hati.
Momoi mengangguk tanda mengerti. Akashi memanggil mereka semua kecuali Momoi. Akashi menunjukkan layar handphone-nya yang disana ada...
Wajahmu yang sedang tidur dan foto close-up ketika kau tidur.
Seketika mereka semua menganga lebar, kecuali Akashi.
"Tenang, aku akan mengirimkan foto-foto ini pada kalian semua. Kita, kan, mempunyai satu orang target yang sama," Ujar Akashi dengan senang, "aku juga punya alamat e-mail Haruka."
Kali ini, mereka benar-benar menganga lebar, bukan lebar lagi, tapi sangat lebar.
.
.
.
Kau merentangkan tanganmu. Kau sedang bersiap-siap untuk tidur, tapi tiba-tiba android milikmu bergetar. Kau segera melihat siapa yang mengirimu e-mail. Setelah melihat itu kau hanya bisa terdiam, tapi tatapanmu menggambarkan kalau kau tidak percaya dengan ini.
From: Kiseki_no_Sedai_official
To:
Subject: Harus dibaca!
Kami semua sudah menetapkanmu sebagai target kami. Semua ini berawal dari Akashi Seijuro yang menetapkanmu sebagai target duluan. Kau itu menarik sekali. Seorang otaku akut yang pendiam, tidak banyak bicara, dan tenang. Bersiaplah untuk kami! Hidupmu mungkin akan berubah.
Kau berusaha untuk mencari tahu apakah kau pernah berbuat sesuatu yang membuat mereka dendam. Seingatmu tidak. Dan apalagi? Target? Kau benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi.
Oh my...
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Ampuunn! Baru kali ini Syifa bikin ff yang panjangnya LUAR BIASA! Dan ketika Syifa membuat ff ini, Syifa udah megap-megap bayangin wajah para Kiseki no Sedai memerah ketika melihat Syifa tidur! ARRGHHH! KENAPA MEREKA TIDAK NYATA? *otaku mode on*
Daripada ngomong gk jelas, Syifa bakal menjawab semua review para readers tercinta. Hiks! Syifa terharu, byk bgt yang me-review ff abal-abal punya Syifa. Ini pertama kalinya loh, ff Syifa reviewnya banyak. Jawaban review-nya:
Ichika07: iya Ichi-chan~ pastikan Ichi-chan membawa banyak tissue ketika membaca cerita ini...#plak! Iya, game itu termasuk game terkenal di android dan iOS^^ Ini dah lanjut! Makasih ya atas review-nya~~~~/mendayu-dayu/dilempar gunting/tewas
akashi sei-ji: Eh? Gitu ya? Kalau gitu, terima kasih atas sarannya!^0^ Hehehe, makasih atas pujiannya!XDXD Formal? Gak kok! Arigatou untuk review-nya!
AzuraLunatique: Terima kasih banyak, Azura-san! :D
Silvia-KI chan: ini udah lanjuuttt... Eh, tunggu?! Kok bisa ada TOA, ya? *abaikan*
MamyuChi: BENARKAH? Hiks...terima kasih...hiks atas pujiannya... syifa sangat senang! Thanks udah review! :3 Ini udah lanjut!
Brownchoco: OK, Senpai! *hormat* Ini udah lanjuutttt...!
Syifa sangat terharu melihat kalian yang mau nge-fave, follow, and review ff Syifa. BTW, kok di setiap chapter ada lagunya, yah? Gk apa-apa deh, kan readers gk perlu susah payah tuk nyari lirik lagu :P
Pesan terakhir:
MIND TO REVIEW?
