Otaku!
Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
Rated: T
Don't Like, Don't Read!
.
.
.
Readers POV
Hari minggu, hari surga dunia bagi para kaum pelajar.
Di hari minggu, kita bisa bebas tidur kapan saja, bangunnya telat, ataupun melakukan hal-hal yang disukai. Seringkali, hari minggu dimanfaatkan untuk jalan-jalan sekeluarga, hangout bersama teman-teman, ataupun berkencan.
Tapi berbeda denganku. Aku lebih memilih duduk di rumah, membuka internet, dan membaca manga online. Itu adalah tempat yang terbaik bagiku. Membaca manga yang berhasil membuatku ikut terbawa dalam dunia manga, bukankah itu mengasyikkan? Daripada jalan-jalan yang tidak jelas kemana. Seperti kakakku.
Aku menyalakan laptop-ku, lalu membuka internet. Setelah mengetik alamat website situs manga online, akhirnya muncul juga. Tanpa ragu-ragu, aku memilih genre yaoi. Oh, apakah aku lupa bilang bahwa aku suka dengan hal yang namanya yaoi, dan juga merupakan fujoshi?
Aku membaca komik yaoi yang berjudul Love Stage dengan serius. Mataku tak pernah lepas dari layar laptop yang menampilkan gambar 2 manusia yang jenis kelaminnya sama sedang ciuman. Ini benar-benar gawat. Kalau saja aku cewek biasa, aku pasti sudah mimisan.
Rolling girl wa itsu made mo
Todoka nai yume mite
Sawagu atama no naka o
Kaki mawashite, kaki mawashite...
Rolling Girl yang dinyanyikan oleh Hatsune Miku dan Kaito itu mengalun dari android milikku. Aku segera meraihnya, dan menjawab telepon yang kuketahui dari kakakku tercinta. Tumben sekali dia, meneleponku ketika lagi hangout bareng temannya. Pasti ada sesuatu.
"Halo.." sapaku, seperti biasa dengan suara datar. "Haruka! Emm, mungkin ini mendadak, tapi bisakah kau membantuku?" sahut kakakku panik. Aku dibuat bingung karenanya. "Memangnya ada apa?" tanyaku penasaran. Aku dapat mendengar kakakku sedang mengambil nafas. "Tadi aku baru saja diajak oleh temanku yang satu agensi denganku untuk makan sama-sama. Dia mengajak teman-temannya. Dan kau tahu, teman-temannya itu sangatlah T-A-M-P-A-N! Mereka semua anak SMA. Karena itu, aku meminta tolong padamu. Kau kan masih SMA! Jadi pasti tahu bagaiman perilaku anak SMA, kan? Kau datang saja ke sini, agar suasananya tidak canggung. Oke?!" jelas kakak panjang lebar. Kau terdiam.
"Tidak. Aku tidak mau. Aku mau baca manga saja di rumah." Jawabmu singkat. Ketika kau ingin memutuskan sambungan telepon, tiba-tiba terdengar suara panik dari kakakku. "Tunggu! Kalau kau datang, aku akan membelikanmu action figure SAO Season II untukmu!" seru kakak dengan nada setengah membujuk. Action figure SAO Season II? Sebagai otaku sejati, aku sangat menginginkan itu. Lumayan, kan, dapat secara gratis.
"Baik, aku ikut." Aku menerimanya. Ini adalah titik kelemahanku. Semua yang berhubungan dengan anime, manga, dan vocaloid. Buktinya sekarang, aku terima-terima saja penawaran dari kakakku tercinta.
"Oke! Kalau begitu, sekarang kau harus cepat pergi ke cafe di sebelah butik dekat stasiun! Kami ada di sana!" Aku hanya mengucapkan 'iya'. Setelah menutup telepon, aku segera mengganti bajuku. Aku memakai kemeja tenpa lengan berwarna biru langit, rok yang panjangnya selutut berwarna senada, tapi agak lebih tua. Dan tidak lupa aku memakai flat shoes yang senada dengan bajunya. Rambutku kugeraikan begitu saja, lalu kutambahkan jepitan bunga kecil berwarna biru di bagian samping rambutku. Simpel, kan? Aku memang bukan tipe yang selalu berdandan heboh.
Aku segera pergi. Hari ini ayah dan ibuku tidak ada. Kalau begitu aku harus membawa kunci rumah. Masalah aku pergi, kakakku sudah meminta izin kepada Ayah dan Ibu, jadi aku diizinkan untuk pergi.
Aku segera berlari menuju tempat yang dituju. Tidak terlalu jauh. Jadi, aku tidak perlu menaiki kereta ataupun kendaraan lain. Cukup jalan kaki saja. Aku telah sampai di depan cafe. Kulihat kakakku bersama teman-temannya, dan... sekumpulan laki-laki? Harem? Tapi, aku bukanlah tipe orang yan peduli terhadap hal-hal seperti itu. Aku segera masuk ke dalam cafe, menuju ke tempat duduk kakakku beserta teman-temannya.
Normal POV
Kau melangkahkan kakimu ke arah tempat duduk kakakmu dengan teman-temannya. Mereka asyik bercanda. Kau segera menghampiri mereka. Belum sempat kau menyapa mereka, kakakmu membuka suara duluan. "Haruka!".
Kau duduk di sebelah kakakmu. Kakakmu tampak senang melihatmu. "Nah semuanya, ini dia yang tadi kuceritakan! Adikku, Serizawa Haruka. Dia adalah gadis yang pendiam!"ujar kakakmu. Kau hanya tersenyum kepada mereka. "Yoroshiku." Ucapmu pelan. Kau sama sekali tak ingin menarik perhatian mereka. Karena kau disini hanya karena mengabulkan permintaan kakakmu.
"Heh~! Kau benar-benar imut-ssu!"
Ssu? Itu seperti gaya bicara orang itu. Tapi, itu ,kan, tidak mungkin. Apakah itu betul-betul dia? Kau mendongakkan kepalamu. Seketika, kau merasa bumi berhenti berputar.
Di hadapanmu, ada Kise yang nyengir kepadamu. Ada Akashi yang yang hanya diam, Kuroko yang masih asyik menyeruput vanilla milkshake-nya, Aomine yang asyik mengobrol dengan kakakmu dan teman-temannya, Midorima yang sibuk membersihkan kacamatanya, dan yang terakhir Murasakibara yang sedang makan dengan lahap
Kau diam, tapi dalam hati kau ingin sekali kabur dari tempat ini secepat mungkin. Tapi bagaimana caranya? Dibalik wajah datarmu, kau sedang memikirkan bagaimana caranya kabur. Hingga suara itu menyadarkanmu.
"Haruka, kenapa melamun? Nih, cepat pesan! Hari ini temanku lagi berbaik hati!" ujar kakakmu sambil menyodorkan daftar menu. Kau hanya mengangguk. Setelah melihat apa saja makanan yang ada di cafe ini, kau memutuskan untuk memesan Red Velvet Cake dan Iced Lemon Tea.
Setelah memesan, kau lebih banyak diam. Memerhatikan mereka berbicara. Ini benar-benar membosankan. Oh, ayolah. Seharusnya kau sedang membaca manga ber-genre yaoi dengan tenang. Tapi ini? Seharusnya kau memang tidak datang.
Tiba-tiba, kau merasa ada yang sedang menatapmu. Kau menyadarinya. Rupanya, yang sedang menatapmu itu adalah Murasakibara. Murasakibara menatapmu, lalu menatap kue yang sedang kau makan. Oke, kau tahu apa maksudnya. Murasakibara menginginkan kuemu.
"Mau?" Tawarmu. Murasakibara memasang wajah terkejut, lalu mengangguk. "Terima kasih ya, Haru-chin! Haru-chin baik sekali," ujarnya. "Suapin ya.." Lanjutnya.
Krik. Krik. Krik.
Semua orang hanya melongo mendengar permintaan Murasakibara. Kau hanya terdiam. Yap, sepertinya sudah dimulai. Kau baru sadar kalau mulai sekarang kau menjadi target mereka. Ya, target para Kiseki no Sedai. Mungkinkah target penindasan, pembantu, ataukah hal-hal yang berbahaya lainnya? Entahlah, tapi kau tidak peduli dengan hal itu. Yang penting, itu tidak merepotkanmu.
"Baiklah.." Kau mengalah. Mereka semua, terlebih Kiseki no Sedai memasang tampang tidak rela. Kau tidak memedulikannya, lalu menyuapi Murasakibara. Kalian berdua sekarang terlihat seperti pasangan yang tengah kasmaran. Beberapa pasang mata melihat kalian berdua, ikut turut meramaikan suasana dengan bersiul, bisik-bisik, ataupun senyum-senyum sendiri. Tapi kau adalah kau. Kau tetap tidak peduli dengan mereka.
"Terima kasih Haru-chin!" Ujar Murasakibara dengan nada yang gembira. Terlihat jelas kegembiraan yang terpancar di nadanya. Benar-benar, dia sudah mulai duluan rupanya.,batin Kiseki no Sedai serempak. Kau hanya mengangguk mendengar ucapan terima kasih dari Murasakibara. Kau kembali melanjutkan acara makanmu yang sempat tertunda oleh permintaan aneh Murasakibara.
Kau merasa tidak enak karena dipandangi Kiseki no Sedai. Kau sama sekali tidak mengerti apa keinginan. Mereka masih saja menatapmu. Cepat-cepat, kau habiskan makananmu, lalu bangkit dari kursimu. Kakakmu yang melihat kau bangkit dari kursi pun bertanya, "Mau kemana?". "Toilet." Jawabmu. Kau segera pergi ke toilet. Setelah masuk ke dalam toilet, kau hanya bisa memandangi dirimu sendiri di cermin. Ini benar-benar hari yang sial.
Aku harus pergi dari sini! Ini benar-benar menyebalkan,gumammu dalam hati. Kau segera keluar dari toilet, lalu mengambil tasmu yang diletakkan di atas kursi yang kau duduki.
"Mau kemana?! Kan belum selesai!" Tanya kakakmu dengan nada setengah berteriak. Kau yang sudah berada di ambang pintu cafe hanya menghela nafas. "Pulang." Jawabmu dengan nada yang sangat datar.
Tanpa ba-bi-bu lagi, kau segera pergi dari cafe tersebut. Meninggalkan para Kiseki no Sedai yang masih menatapmu. Kau merasa bahwa ini akan menjadi hal yang merepotkan.
Apa salahku?
.
.
.
Daitan futeki ni haikara kakumei
Rairai rakuraku hansen kokka
Hi-no-maru-jirushi no nirinsha korogashi
Akuryou taisan ICBM
Kanjousen o hashirinukete
Touhon seisou nan no sono
Shounen shoujo sengoku musou
Ukiyo no manima ni
Senbonzakura yoru ni magire
Kimi no koe mo todokanai yo
Koko wa utage hagane no ori
Sono dantoudai de mioroshite
Sanzen sekai tokoyo no yami
Nageku uta mo kikoenai yo
Seiran no sora haruka kanata
Sono kousenjuu de uchinuite
Hyakusen renma no mitame wa shoukou
Ittari kitari no oirandouchuu
Aitsu mo koitsu mo minna de atsumare
Seija no koushin wan tsuu san shi
Zenjoumon o kugurinukete
Anraku joudo yakubarai
Kitto saigo wa daidanen
Hakushu no aima ni
Senbonzakura yoru ni magire
Kimi no koe mo todokanai yo
Koko wa utage hagane no ori
Sono dantoudai de mioroshite
Sanzen sekai tokoyo no yami
Nageku uta mo kikoenai yo
Kibou no oka haruka kanata
Sono senkoudan o uchiagero
Kanjousen o hashirinukete
Touhon seisou nan no sono
Shounen shoujo sengoku musou
Ukiyo no manima ni
Senbonzakura yoru ni magire
Kimi no koe mo todokanai yo
Koko wa utage hagane no ori
Sono dantoudai o tobiorite
Senbonzakura yoru ni magire
Kimi ga utai boku wa odoru
Koko wa utage hagane no ori
Saa kousenjuu o uchimakure
Translate:
Revolusi negeri barat yang berani dan tidak gentar..
Namun ini adalah negeri pasifik yang ramah..
Mengayuh sepeda dengan bendera berlambangkan matahari..
Aku mengusir roh jahat dengan ICBM..
Melaju di jalan menurun yang berputar-putar..
Aku tak peduli jika terus bergerak tanpa henti..
Lelaki dan gadis yang hebat di negeri perang..
Pada dunia yang sudah fana..
Seribu pohon sakura di bawah gelapnya malam..
Aku tak dapat mendengar suaramu yang menggapaiku..
Inilah jamuan untukmu dari penjara besi..
Lihatlah ke bawah dari alat pemenggal kepala..
Dalam kegelapan abadi di seluruh belahan dunia..
Aku bahkan tak dapat mendengar lagu kesedihan..
Langit biru gelap di balik horison itu..
Kemudian tembaklah dengan sinar cahaya..
Wajahmu saat melalui ratusan pertempuran bagai perwira..
Prosesi wanita jalang yang datang dan pergi..
Mari kita mengumpulkan semua cinta dan kasih sayang..
Inilah parade orang suci, satu dua tiga empat..
Dengan meditasi melalui pintu gerbang Dewa Diana..
Aku mengusir roh jahat di negeri yang suci dan damai..
Karena pasti akan ada pertempuran yang terakhir..
Pada penutupan tirai dan meriahnya tepuk tangan..
Seribu pohon sakura di bawah gelapnya malam..
Aku tak dapat mendengar suaramu yang menggapaiku..
Inilah jamuan untukmu dari penjara besi..
Lihatlah ke bawah dari alat pemenggal kepala..
Dalam kegelapan abadi di seluruh belahan dunia..
Aku bahkan tak dapat mendengar lagu kesedihan..
Di sisi lain dari bukit harapan yang jauh itu..
Kemudian tembaklah dengan sinar cahaya..
Melaju di jalan menurun yang berputar-putar..
Aku tak peduli jika terus bergerak tanpa henti..
Lelaki dan gadis yang hebat di negeri perang..
Pada dunia yang sudah fana..
Seribu pohon sakura di bawah gelapnya malam..
Aku tak dapat mendengar suaramu yang menggapaiku..
Inilah jamuan untukmu dari penjara besi..
Untuk itu kaburlah dari alat pemenggal kepala itu..
Seribu pohon sakura di bawah gelapnya malam..
Kamu yang bernyanyi dan aku yang akan menari..
Inilah jamuan untukmu dari penjara besi..
Untuk itu tembaklah dengan sinar cahayamu..
(Senbonzakura: Hatsune Miku)
Lagu Hatsune Miku, Senbonzakura mengalun di androidmu dengan volume yang lumayan besar. Kau sedang bermain Final Fantasy V di PlayStasion 2-mu. Kau masih saja menatap datar layar TV-mu yang menampilkan game tersebut. Kau sudah cukup lelah hari ini, dan untuk menghilangkannya, kau bermain game. Ayolah, meskipun ini bukan cara yang tepat untuk menghilangkan lelah, tapi kau adalah seorang otaku. Beginilah caramu menghilangkan lelah.
Setelah pergi dari cafe tadi, kau segera pulang ke rumah lalu bermain game. Sudah hampir 1 jam kau bermain game. Tapi kau masih betah duduk di depan layar TV yang menyala. Dan jangan lupakan kalau kau sedang bermain game di kamarmu sendiri.
Kau sama sekali tidak mengerti, sama sekali tidak mengerti. Kenapa ini bisa terjadi? Kau tak pernah melempar sepatumu ke arah mereka, tidak meludahi mereka, bahkan mengejek saja tidak pernah. Kau bukanlah tipe yang suka melakukan hal-hal seperti itu. Kau lebih memilih duduk diam dan mendengarkan lagu-lagu dari MP3-mu. Jadi seharusnya, itu bukan masalah, kan?
One Message from someone!
Suara imut dari Chiyo, salah satu karakter dari anime Azumanga Daioh The Animation berhasil membuatmu sadar. Sadar akan dari lamunanmu.
Kau mengambil androidmu dengan malas. Kau membaca pesan dari siapalah itu dengan, yah, yang lagi-lagi malas. Kau memasang ekspresi 'masa bodoh'. Tapi tergantikan dengan wajah datarmu ketika membaca sms dari siapalah itu.
From: 08xxxxxxx
Kenapa tadi kau pulang? Apakah kau takut pada kami? Ini dariku. Jawab SMS ini dengan cepat! Ini perintah!
Tanpa perlu diberitahu pun kau tahu bahwa ini dari Akashi. Kau segera mengetik SMS balasan untuk Akashi.
From: Haruka
Aku sedang ingin pulang.
Bagus. Kau menjawabnya dengan sangat singkat. Setelah dikirim, kau segera mematikan androidmu. Sama sekali tidak ingin menunggu balasan dari Akashi. Kau bahkan tidak peduli jika dia mengirimimu 1000 SMS.
Kau merebahkan tubuhmu di atas lantai. Berharap, semoga saja semuanya bisa kembali normal.
Mungkin.
.
.
.
"Huwee! Itu susuku!"
"Berisik! Aku hanya minum sedikit saja!"
"Kalian ini tenanglah sedikit ketika makan, nanodayo!"
"Midorima-kun, jangan marah-marah."
"Kalian mau merasakan guntingku, hah?"
"Nyam...omeletnya..nyam...enak!"
Kau hanya bisa sweatdrop di tempat ketika melihat kumpulan makhluk pelangi yang ada di meja makan rumahmu. Kau baru saja keluar dari kamarmu untuk sarapan, lalu pergi ke sekolah. Kau sama sekali tidak tahu bahwa ada kejutan untukmu. Dan itu hanya membuatmu memasang wajah datar.
"Ohayou, Haru-chan!" Sapa Ibumu, seperi biasa. Ibumu tersenyum kepadamu, kau pun juga tersenyum. "Ibu, kenapa bisa ada mereka disini?" Tanyamu tanpa basa-basi. Ibumu tertawa. "Mou... Haru-chan, kau pasti kaget, ya! Tadi mereka datang, katanya mau menjemputmu! Ya sudah, Ibu persilakan masuk. Sekalian tawarin apakah mereka mau makan atau nggak! Haru-chan marah ya?" Jelas Ibumu panjang lebar dilengkapi dengan satu pertanyaan. Kau menggeleng.
"Tidak apa-apa, kok. Hanya kaget." Kau segera melangkahkan kakimu ke meja makan. Setelah duduk, kau makan dengan lahap. Menu sarapan hari ini adalah omelet rice, salah satu makanan kesukaanmu. Selagi kau makan, para Kiseki no Sedai menatapmu. Oh, ayolah! Bisakah mereka berhenti? Tapi kau tidak mengatakan apapun.
"Aku sudah siap. Ittekimasu!" Kau segera berlari menuju ke sekolah. Kiseki no Sedai kewalahan melihatmu berlari sangat cepat. Mereka pun mengikutimu.
"Ibu, kami pergi dulu ya!" Apa? Ibu? Perasaan ibumu tidak mempunyai anak berambut pelangi? Oke, ini mulai gila.
Ibumu hanya tertawa dan melambaikan tangannya kepada mereka. Kau hanya bisa diam melihat hubungan antara ibumu dengan Kiseki no Sedai yang seperti ibu dan anak.
"Harukacchi! Tunggu kami-ssu!" Seru Kise. Kau memasang wajah tidak peduli, lalu memasangkan earphone ke telingamu. Tidak peduli dengan teriakan 'tunggu' yang berada di belakangmu. Kau masih berjalan dengan tenang.
"KYAAAA! KISEKI NO SEDAI!"
Oh, ya ampun.
Teriakan dari para fans Kiseki no Sedai mampu membuatmu terkejut. Hampir saja kau terjatuh. Kau hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala melihat fans fanatik Kiseki no Sedai. Meskipun kau akui permainan basket-nya keren, tapi kau sama sekali tidak tertarik dengan mereka. Ingat, TIDAK TERTARIK.
Kau berjalan dengan cepat ke arah kelasmu. Setelah sampai, kau langsung duduk di kursimu. Tapi belum sampai kau menduduki kursimu, seseorang mencegatmu. Yaitu Kiyoharu Takuma, wakil ketua kelasmu.
"Sumimasen, Serizawa-san. Ada hal penting yang ingin kusampaikan," Takuma menaikkan kacamatanya, "bahwa ada beberapa anggota dari kelas kita yang pindah ke kelas lain. Karena itu ada beberapa anak kelas lain yang pindah ke kelas kita." Lanjutnya. "Dan mereka akan menduduki kursi yang kau tempati, juga kursi di sebelahnya. Tempat dudukmu berada di tengah." Ucap Takuma. Kau hanya mengangguk tanda mengerti. Padahal, di dalam hatimu kau tidak ingin pindah, karena itu adalah tempat duduk favorit-mu. Tapi karena sudah ditetapkan, kau mengalah. Kau pun segera duduk di tempat dudukmu yang baru, di tengah.
Tiba-tiba, sekumpulan manusia a.k.a Kiseki no Sedai, masuk ke kelasmu. Kau terdiam, tapi terkejut melihat Kiseki no Sedai. Bukankah mereka berada di kelas lain. Kalau Akashi, dia memang teman sekelasmu. Tapi kalau yang lainnya? Jangan-jangan mereka lah anak kelas lain yang dipindahkan ke kelasmu. Itu berarti, mereka duduk di samping kanan kiri-mu? Tidak mungkin.
Tapi sayangnya itu mungkin. Mereka duduk di samping kanan kirimu. Aomine, Kise, dan Murasakibara duduk di samping kirimu. Sedangkan Akashi, Kuroko, dan Midorima duduk di samping kananmu. Dan kau, berada di tengah-tengah mereka. Kau bisa melihat seringai mereka masing-masing.
"Yoroshiku, Haruka-chan!/ Haru-chin!/ Haruka-san!/ Harukacchi!/ Haruka!"
Apakah dunia tidak bisa berhenti menyiksamu?
.
.
.
To Be Continued
.
.
.
Bonjour, minna-san! Syifa kembali lagi dengan chapter terbaru~! Maafkan Syifa kalau di cerita ini nggak ada romance nya, dan juga telat update! Terima kasih sudah mau repot-repot membaca ff Syifa yg abal-abal ini!T^T. Nah, sekarang Syifa akan menjawab review dari minna-san! :D
Misaki Younna: terima kasih atas pujiannya Misaki-san! Ini sudah lanjuuttt...
Sakazuki123: oke! :3 ini udah lanjuuuutttt...
Silvia-KI chan: Ini udah lanjutt! Eh, dari lantai 5?
Ichika07: iya Ichi-chan! Tapi untuk chapter kali ini kurang panjang y? Gomenne, Ichi-chan T_T ini udah updateee!
Brownchoco: masa'? Tapi ff Brownchoco-san lebih banyak dari Syifa loh! Ehe, arigatou sudah review:D
AzuraLunatique: oke! Syifa akan bilangin ke Haruka unruk hati2 dari kejaran Kiseki no Sedai! Hehe, terima kasih untuk review dan pujiannya...
Sasamiajeng: gk apa2 kok, terima kasih sudah membaca ff Syifa! XDXD iya nih, Haruka-nya keenakan! *dicincang* hehehe, ini dah lanjutt.. Arigatou udah review!
Nah, sekian dari Syifa! Mohon maaf y jika ff ini masih byk kekurangan! Syifa akan selalu berusaha membuat ff ini lbh baik lagi!
So,
Mind to Review?
