Musim Panas Kisedai
.
Kuroko no Basuke hanyalah milik Tadatoshi Fujimaki
Rating: K+
Warning: OOC, humor gagal plus gaje, typo dimana-mana dll
Chara: Fem!GoM, Fem!Kuroko dan lain-lain
Don't like don't read
Enjoy!
Ya kembali lagi dengan acara reonian yang diadakan oleh kapten merah pecinta gunting yang akan kawin dengan malaikat maut setelah dia lulus dari tes keperawanan(?), dengan kejadian aneh bin ajaib bin abstrak yang menimpa anak buah—baca babu-babu kesayangan kita, yaitu gadis-gadis rainbow cake kece, unyu dan manis didunia siapa lagi kalau bukan Kiseki no Sedai.
"Nih Author Mimi lagi sedeng kayanya" komentar Aomine yang baru saja mendengarkan narasi pembuka diatas.
"Diam ah, jangan banyak bacot lu" ditangan Mimi sudah ada gergaji—Mimi yandere mode on, dan Aomine langsung ngacir entah kemana.
Ya kita kembali dengan cerita sebelumnya tentang Aomine dan Kise yang lagi kasmaran dengan seorang kecoa yang katanya masih ganteng dan yahud untuk dipandang—Mimi muntah. Kedua gadis bagaikan ying dan yang itu menjerit histeris saat seekor kecoa mampir lewat, katanya sih mau minta dijadikan pacar diantara salah satu dari kedua gadis itu.
"Kyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa, singkirkan makhluk paling menjijikan itu ssu" teriak si gadis blonde sambil mengeluarkan air mata buaya.
"Aominecchi usir temenmu itu ssu" seru Kise yang membuat tetangga kamar sebelah pingsan karena budek mendadak.
"Dia bukan teman gue kamvret" balas gadis bersurai navy yang ikutan berteriak tak kalah nyaring.
Mendengar teriakan kedua gadis nano-nano itu, orang-orang langsung menutup telinga agar pulang-pulang nanti tidak perlu ke dokter THT karena telinga mereka berdarah dan bernanah(?).
Krek, gubrak, prang, meong(?)... "Ada apa sih ribut-ribut mirip waria di geret satpol PP dikolong kereta" teriak Akashi yang terganggu ketenangan khusuknya(?). Muka kedua gadis itu masih pucat pasi dan nunjuk-nunjuk ke udara hampa.
"Apaan sih" gadis merah kita OOC banget ya.
"ITU LHO ADA KECOA YANG NGUNG NGUNG TANPA KARUAN DI DEKAT LEMARI" teriak keduanya yang masih berpelukan mirip teletubis.
"Emang mobil apa yang ngung ngung(?)" tanpa di sangkat kecoa itu mendekat ke arah Akashi. Dan apakah yang terjadi...
"KYAAAAAAAAAAAAA KECOANYA JELEK, hus...hus" emang kucing yang diusir begitu. Akashi berlari mendekati kedua makhluk terang gelap itu dan dibelakangnya diikuti oleh kecoa yang mungkin ingin menjadi kekasih dari Akashi kali ya..
Karena terjadi keributan yang hebohnya melebihi hebohnya berita Nijimura naik onta(?) membuat gadis bersurai hijau yang katanya lagi cintaaaaaaaaa banget sama wortel dan lingkungan hidup langsung menghentikan gerakan menanam pohon—salah neng, maksudnya menggerakkan kakinya masuk kedalam kamar. Jantungnya hampir copot karena teriakan yang bagaikan bom nuklir hiroshima yang meledakkan sebagian kota Jepang.
"—rima, Midorima-san" seseorang mentoel tangannya. Gadis yang dipanggil melihat ke samping dengan slow mention.
"Domo" belum menjawab, lidah Midorima sudah tidak kuat mengeluarkan kata-kata. Tiba-tiba...ngiung...tubuh gadis hijau lumut itu ambruk ke lantai. Sudah tadi suara yang membuat spot jantung ditambah kedatangan gadis bersurai baby blue seperti hantu membuat jantung Midorima tidak dapat bertahan dan membuatnya pingsan.
"Are...Midochin kenapa tidur disitu" tanya gadis ungu yang baru datang.
"Mungkin dia lelah, Bang(?)" ujar gadis baby blue dengan datarnya. Murasakibara membuka pintu dan teriakan kembali terdengar dan membuatnya hampir ambruk. Kuroko yang menjadikan Murasakibara sebagai tameng, melihat keadaan sekitar. Ketiga gadis merah, biru gelap dan kuning sedang main kejar-kejaran dengan kecoa. Kuroko hanya facepalm.
"Kyaaaa...singkirkan kecoa itu ssu" teriak Kise kesetanan, mungkin perlu kita bacakan ayat kursi atau disiram kembang tujuh rupa kali ya.
"Jangan menyuruhku, Kise".
"Kalau dia lebih tamfan, Aku udah bunuh kok" seru Akashi. Yang mendengarnya sweatdrop berjamaah. Ternyata Akashi juga manusia biasa yang mencari sosok pria tamvan di kehidupannya—Haru digampar.
Kuroko yang tidak tega melihat rekan-rekannya dijadikan mangsa oleh si kecoa mengambil apel yang ada disebelah kakinya dan melemparnya dengan kekuatan ignate pass.
Wusss...
Kecoa dengan slow mantion melihat ke arah si apel dan kalang kabut ingin menghindar, tetapi terlambat dan tubuhnya terlempar melewati jendela bersama si apel malang(?). Yang melihat kejadian barusan melongo berjamaah. Woo, Kuroko Tetsuna pahlawan.
"Makasih Kurokocchi".
"Tetsuna-chan penyelamat".
"Kau hebat Tetsu" ketiga gadis itu memeluk Kuroko dan membuat si empu hampir pingsan.
"Hoi..hoi kalau kalian ribut seperti itu, tidak akan ada lagi yang mau kesini, nodayo" ujar Midorima yang baru saja bangun dari pingsannya sesaat.
"Waa...Midorimacchi sudah datang ssu" girang gadis blonde dan berlari ingin memeluk si gadis hijau lumut, tapi tentu saja langsung dihindari dan wajah cantik Kise langsung berciuman mensra dengan si dinding tentunya.
"Yah, yang penting kamu sudah pulang dengan selamat, Shichiko" balas Akashi. Midorima hanya menaikkan kacamatanya, maklum gadis tsundere. Tapi kok ada yang aneh ya, kemana apel yang dibawanya tadi.
"Apel Malangku tadi kemana nodayo" tanya Midorima celingukan mencari lucky itemnya.
"Oh, apel tadi punya Midorima-san? Tadi ku gunakan untuk melempar Kecoa" jawab Kuroko polos dan menunjuk jendela tempat perginya si apel malang itu bersama kecoanya. Midorima yang melihatnya langsung lemas, bagaimana tidak, apel itu dia cari jauh-jauh, harus naik pesawat, kapal laut, jamban(?), angkot, gerobak, dll hanya untuk mendapatkan apel malang yang berada di Indonesia. Dia langsung pundung dipojokan.
Akashi yang melihat itu menghela napas kemudian berkata "Hanya gara-gara apel tingkahmu kaya orang kehilangan pacar aja, Shichiko. Nanti Aku suruh pelayanku membelikan yang baru atau kalau perlu yang fresh langsung dari pohon untukmu".
"Kenapa tidak bawain pohonnya aja sekalian" komentar Aomine.
"Kalau sama pohonnya nanti susah bawanya" balas Akashi.
"Lho kamukan punya pesawat pribadi" balas gadis navy itu lagi.
"Itukan bukan punyaku, tapi punya Ayahku. Sewa pesawat mahal tahu, kan Ayahku tidak suka kalau Aku pinjam kendaraan pribadinya, apalagi nanti tanahnya berceceran didalam pesawat, bisa-bisa gue harus bayar berkali-kali lipat karena denda mengotori pesawat pribadinya" jelas Akashi panjang lebar.
"Orang kaya yang aneh" komentar yang lain dalam hati, kalau terang-terangan ya siap-siap pacaran sama hasami-chan tercinta.
"Pokoknya yang penting kita bisa kumpul setelah pertandingan Winter Cup kemarin, bukan berdebat tentang apel" lanjut Akashi tenang dan penuh wibawa.
Semuanya langsung menatap kapten merah mereka berbinar-binar dan sekarang ada background bunga-bunga bertebangan ditiup angin—sekarang musim panas woi. Mereka merenungkan kembali perkataan itu dengan khidmad dan berdoa dimulai—salah woi. Kesempatan ini tidak akan terjadi seperti saat mereka SMP dulu.
"Yost...karena sudah lengkap, ayo main basket, Aku lihat ada lapangan basket dibelakang sini" semangat Aomine.
"Ide bagus, Aominecchi. Aku 1 team dengan Aominecchi dan Kurokocchi ssu" seru Kise. Yang lain hanya tersenyum, dan menuju lapangan belakang untuk main basket.
Sesampainya disana, bukan lapangan basket yang tenang dan damai yang menayambut mereka, melainkan acara konser dangdut. WUT? Ya anda tidak salah dengar pemirsa. Entah kenapa lapangan basket sudah disulap seperti acara dangdut dadakan, mana ada lagu cinta satu malam yang sekarang lagi mengalun.
"Wah sepertinya sudah siap, ya" cengir gadis bersurai merah.
"HAH?" teriak Aomine disebelahnya.
"Tidak apa, karena ini Reonian, mari kita dangdutan" ucap Akashi dengan santainya dan berjalan menuju pengeras suara untuk menyetel lagu itu untuk lebih nyaring.
Berharaplah tadi mereka salah dengar. Sekarang apa yang terjadi? Aomine jawdrop, Kuroko mual, Kise ajib-ajib, Midorima mencemplungkan diri ke danau terdekat dan Murasakibara keracunan maibo yang dimakannya. Dan semua ini adalah salah kapten kecil merah kita terkasih, tersayang dan terkece didunia penjagalan.
"Akashi jadi sarap stadium akhir" teriak Aomine yang sudah hilang kesabaran.
"Tarik mang ssu" seru gadis blonde disebelahnya sambil goyang bang jali dan langsung didamprat pake sendal buluk Aomine yang datang entah darimana.
"Kise jangan ikut-ikutan konyol" geram gadis navy itu.
Tentu saja yang bersangkutan langsung menangis bombai sama Kuroko dan menggumamkan "Aominecchi hidoii ssu, Kurokocchi hajar Aominecchi ssu".
Akashi menepuk bahu Aomine sambil "Sudah deh jangan terlalu jaim Daika, kalau pengen goyang ya goyang aja".
"Siapa yang jaim, Akashi. Oiiii, Midorima hentikan semua kekacauan ini dong" ucapnya seraya menengok ke arah gadis pecinta lingkungan kita yang sedang...GOYANG DRIBELLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLLL...OH MY GOD...
Tsundere-nya Midorima Shichiko hilang kemana ya? Apa tadi tenggelam dikolam setelah nyemplung ke kolam barusan? Entahlah, yang pasti...INI TIDAK MUNGKINNNNNNNNNNNNNNNNNNNN...
Dan disebelahnya Kuroko yang terkenal dengan sifatnya yang pendiam dan muka triplek sekarang sedang...GOYANG ITIK... Aomine langsung jungkir balik ditempat. Kise yang disebalah Kuroko juga malah ikut-ikutan sambil ketawa riang.
"Kayanya nih Author Mimi perlu diterapi ke tukang jagal deh" bisik Aomine pada dirinya sendiri.
"Bukannnnn, otak Mimi itu perlu dicuci pake Ri*s* anti noda biar nggak sedeng lagi" ujar Iravia yang tiba-tiba nimbruk dikerumbunan itu.
"Author pembantu datang" ucap Aomine dengan senyum terpaksa... ok kembali ke cerita...
Ya Ampun, kemana tampang polos dan kesucian kedua temannya yang terkenal pendiam itu? Aomine yakin, Midorima dan Kuroko sedang kerasukan setan serigala dan si tukang buntut itik. Sepertinya Aomine harus mencari boneka vodo untuk mengusir setan-setan yang merasuki kedua temannya itu. Atau otak Midorima sama Kuroko perlu dicuci pakai Ri*s* juga biar jadi jernih lagi?... sepertinya harus dan wajib...
Sedangkan Murasakibara? Dia masih keracunan makanan sejak tadi dan belum ditolong ke rumah sakit terdekat dan Akashi yang membuat kejadian onar tentang acara dangdutan terlaknat ini malah sekarang ikutan Midorima goyang. Melihat tingkah laku teman-temannya yang absurt bin ajaib membuat gadis navy itu ingin menenggelamkan dirinya ke segitiga bermuda sekarang juga. Siapa saja hentikan kejadian laknat ini...
.
.
Bagaimanakah nasib Aomine dan kejadian aneh nan ajib apa lagi yang akan menimpa gadis-gadis unyu kita...
.
.
To Be Continued
Haruki: MIMIIIIIIIIIIIIIIII KENAPA KAMU MENGAMBIL KERJAANKU *teriak Haru pakai toa mesjid*...
Mimi: Oh, Maaf Haru, otak Mimi lagi sedeng dan ada liat kerjaan nganggur jadi sekalian aja deh Mimi lanjutin ceritanya...
Haruki: dan kenapa Iravia juga ikut-ikutan *cemberut*
Iravia: Hehe, Maaf ya Haru-chan, kami sama-sama strees gara-gara UTS jadi karena ide Mimi duluan makanya Aku juga ikutan, hehehe
Haruki: CURANGGGGGGGGGGGG, Aku jadi sedikit aja ngerjakannya *nangis bombai dipojokan*
Nijimura: Woi siapa tuh yang nyebut-nyebit nama gue diatas...
Mimi: Aku... *langsung ditendang Nijimura*
Midorima: Aku nista sekali dichapter ini *wajah muram dipojokan*
Kuroko: Aku juga Midorima-kun *ikutan Midorima*
Iravia: Sudah-sudah... bagaimana kalau ditutup saja? *semuanya mengangguk*
Mimi: ada yang mau dinistain lagi chapter depan? Silahkan direview aja ya... *Mimi dibakar massa*
Akashi-Nijimura: Minna-san Mind to RnR Please
