Otaku!
Disclaimer: Fujimaki Tadatoshi
Rated: T
Don't Like, Don't Read!
.
.
.
Otaku!
.
.
.
Sinar matahari menyambutmu ketika kau baru membuka mata. Mengerjapkan matamu, kau menyibakkan selimut yang menyelimuti wajahmu. Sinar matahari yang merambat melewati tirai jendelamu yang sedikit terbuka menjadi pembangunmu dari alam mimpi. Sejenak, kau merenggangkan tubuhmu, mencoba meluruskan kembali tubuhmu yang kaku.
Hari ini adalah hari Sabtu, di mana ini adalah hari bebas di sekolahmu. Ada pelajaran Bimbingan Konseling dan Komputer hari ini. Sisanya jam belajar sendiri dan kegiatan klub. Tentu saja, semua murid tidak akan menyia-nyiakan hari ini. Satu-satunya hari yang menyenangkan untuk bersekolah.
Setelah mandi dan memakai seragam, kau langsung melesat pergi ke meja makan. Hanya ditemani sarapan yang sederhana, roti tawar dengan selai kacang. Tak lama kemudian, kau pergi ke sekolah dengan hanya mengucapkan 'ittekimasu'. Tak ada satu kata yang kau ucapkan setelah itu. Hanya diam sambil mendengar musik dari MP3-mu.
Ini benar-benar tidak biasa. Sungguh. Selama ini, tak pernah ada hal yang selalu mengganggu pikiranmu. Tapi entah kenapa, kali ini ada banyak hal yang mengganggu pikiranmu. Kau mencoba untuk mengurutkannya satu-satu. Mencoba menguraikan semuanya yang bagaikan benang kusut yang tak terhingga.
Pertama, tentang Kiseki no Sedai. Kau sama sekali tak mengerti apa tujuan mereka dan jalan pikiran mereka. Mereka menghantuimu terus menerus, tapi kau masih tidak mengerti apa tujuan mereka. Meskipun kau sudah simpulkan bahwa mereka mulai menyukaimu, tapi kau tidak terlalu yakin dengan hal itu. Mungkin ada, tapi hanya sebagian. Sebagian lagi sama sekali tidak jelas.
Yang kedua, tentang Tatsuya. Oh, ya, tentu saja kau akan langsung kepikiran. Alasannya logis, Tatsuya adalah sepupumu. Sepupu yang sangat akrab denganmu. Sepupu yang dari dulu satu sekolah denganmu. Sepupu yang setiap harinya membuat keributan denganmu. Dan baru kali ini dia melakukan hal yang sangat mengejutkan. Tatsuya aneh. Itu perkiraanmu. Selama ini, kau tak pernah merasa terjebak cinta antara saudara dengan Tatsuya. Hidupmu sama sekali tidak seperti telenovela yang menampilkan cerita alay ataupun seperti cerita-cerita tentang incest. Tolong, kau bahkan sama sekali tidak tertarik dengan hal itu. Dan yang jelas, sikap Tatsuya sangat aneh. Sangat aneh.
Kau melepaskan earphone-mu ketika sampai di gerbang sekolah. Kau tahu, akhir-akhir ini aku sama sekali tidak seperti biasanya. Bukan kau yang cuek dan pendiam, tapi kau yang sekarang selalu kepikiran dan emosional. Hentikan, kau harus berusaha mengendalikan semua ini. Kau mengacak-acak rambutmu sedikit, lalu mencoba kembali menjadi kau yang dulu. Setidaknya, itu dapat membuat perasaanmu sedikit membaik.
Dengan langkah enggan, kau memasuki ruang kelasmu. Suasana di sana sangat bising. Ada yang sedang tiduran, ngobrol, menggosip lempar-lemparan kertas, membaca buku, dan menjahili orang lain. Pemandangan yang sudah sering kau lihat dan kau sudah bosan akan hal itu.
Kau duduk di tempatmu, dan tepat saat itu kau bertatapan dengan Akashi. Menghela nafas, kau mencoba menyapanya. "Ohayou."
Akashi hanya diam, sama sekali tidak ada ekspresi. Kau tidak memedulikannya. Kau duduk di kursimu dan mulai asyik membaca Ouran High School Host Club-mu. Tak ada perbincangan di antaramu dan Akashi. Hanya keheningan yang menyelimuti.
"Ohayou."
Kau masih membaca komikmu, tidak memedulikan sapaan Akashi. Namun, jauh di dalam lubuk hatimu, kau merasa lega Akashi membalas sapaanmu. Kau tak tahu kenapa. Tapi itu yang kau rasakan. Ini normal, kan?
Semoga saja begitu.
.
.
.
Lelah.
Itu yang kau rasakan setelah mengangkut buku-buku yang disuruh Nanase-sensei dibawa ke perpustakaan. Dan hasilnya, kau menjadi sangat lelah. Berat buku-buku itu beratnya bukan main. Beruntung kau dapat membawa semuanya. Itu saja sudah hebat.
Kau melewati gym, tempat para Kisedai latihan basket. Kau melirik sedikit ke dalam gym. Tidak ada siapapun. Hei, apa mereka memang tidak niat latihan. Tiba-tiba kau ingat sesuatu. Tentang mereka.
Mereka selalu menang dalam pertandingan.
Kau memalingkan muka. Tak ingin mengingat kejadian kemarin. Teringat sesuatu tentang Tatsuya. Jujur saja, semenjak kejadian tersebut, kau mulai menghindari Tatsuya. Festival di sekolah menjadi hal yang kau benci.
"Haruka."
Kau menoleh. Matamu membulat. Laki-laki itu berdiri di belakangmu. Laki-laki bersurai hitam, dengan pandangan teduh, tersenyum kepadamu. Laki-laki itu membuka mulutnya.
"Mari kita bicara."
.
.
.
"Jadi untuk yang kemarin, aku minta maaf."
Kau pura-pura tidak mendengar. Tubuhmu bersandar di dinding bangunan sekolah. Sekarang, kau dan laki-laki yang bernama Tatsuya berada di taman belakang sekolah. Tatsuya menatapmu dengan tatapan yang sangat bersalah. Sedangkan kau memberinya tatapan dingin. Terlalu dingin, malah. Kau tidak peduli dengan permintaan maaf Tatsuya. Wajah datarmu menjadi keruh. Dirimu tak ingin lama-lama bersama Tatsuya.
Kau menghela napas. "Ya."
"Aku tidak mendengarnya."
"Ya, aku terima permintaan maafmu."
"Sekali lagi."
Kali ini, kau benar-benar melayangkan tatapan dingin kepada Tatsuya. "Kurasa urusan kita sudah selesai."
Kau berjalan menjauhi Tatsuya. Tapi sebelum kau pergi, Tatsuya menghalangi langkahmu. Dia berdiri di hadapanmu. Kau berwajah datar. Sungguh, sekurang ajarnya seorang Tatsuya, dia tetaplah sepupumu. Kau memang tipe yang tidak peduli, tapi untuk saudaramu kau peduli. Dan di saat kau benar-benar terima permintaan maafnya- meski setengah hati, dia malah menghalangimu untuk jalan dan berperilaku menyebalkan.
Tatsuya tersenyum. "Itu memang sudah selesai, tapi yang ini belum."
Brak!
Tatsuya menghempaskanmu ke dinding. Tatsuya menggenggam tanganmu dengan kuat. Dia memerangkapmu agar kau tidak bisa kemana-mana. Kau terpaku. Apa maksudnya?
"Aku cemburu, loh."
Deru nafas Tatsuya menggelitik lehermu. Kau terpaku. Bukannya tidak mau melawan, hanya tidak menyangka dengan perilaku Tatsuya. Seumur hidupnya, baru kali ini kau melihat sisi lain dari Tatsuya. Bertahun-tahun lamanya kau bersama Tatsuya, membuatmu mengetahui segala hal tentangnya. Tapi ini? Ini adalah hal yang tidak kau ketahui.
"Aku suka sekali dengan Haruka. Suka sekali. Tapi kau tidak kunjung menyadarinya. Kau malah dikelilingi oleh Kisedai. Tak tahukah kau bahwa aku sangat cemburu?"
Deg!
"Aku mencintaimu, sebagai wanita."
"Tatsuya, kita saudara."
"Aku tahu."
"Kalau begitu lepaskan aku."
"Tidak."
"Tatsuya."
"Aku mencintaimu."
"Ya, aku tahu. Dan aku tidak mencintaimu."
Tatsuya menghentikan kegiatannya membenamkan diri di perpotongan lehermu. Matanya menatap tajam dirimu yang menatap datar kepadanya. Kau tidak takut dengan tatapan Tatsuya. Kau mendorong Tatsuya. "Ada apa? Bukankah itu wajar?"
"Haruka!"
"Kenapa?"
Wajah Tatsuya mengkeruh. "KENAPA?! TIDAK BISA DENGANKU?! LALU DENGAN KISEDAI?!"
Kau memjamkan matamu. Perlahan kau membukanya. Sepupumu itu, adalah saudara terbaik yang pernah ada. Senyumannya yang teduh, begitu juga tatapan matanya. Membuatmu selalu merasa tenang dan cocok dengannya. Tapi yang ada di hadapanmu adalah Tatsuya yang menggebu-gebu ingin memilikimu. Bayangan saudaramu yang dulu telah menghilang.
"Tatsuya, maafkan aku. Aku tidak bisa membalas perasaanmu." Ujarmu dengan wajah yang sangat datar. Tatsuya membelalakkan matanya. "Kenapa?!"
"Kita saudara."
Tatsuya menggelengkan kepala kuat-kuat. "Lalu kenapa?! Aku...benar-benar mencintaimu! Bukan seperti mereka yang main-main!" seru Tatsuya.
Incest.
Kata itulah yang melesat di pikiranmu. Kau mendongak, menatap Tatsuya yang lebih tinggi darimu. Surai hitamnya berayun-ayun. Dia bukan Tatsuya. Tatsuya yang kau kenal tidak akan menggila karena cinta. Tidak akan menjadi makhluk yang sangat rapuh karena cinta. Tidak akan meratapi karena ditolak. Tidak, ini bukan Tatsuya.
Plak!
Kau menampar Tatsuya. Tubuh Tatsuya membeku, tidak percaya dengan perlakuanmu. Kau masih menatapnya dengan tatapan datar.
"Tatsuya yang kukenal bukan laki-laki menyedihkan seperti ini. Jadi, lebih baik kau berpindah hati kepada orang lain. Kau Tatsuya, kan? Jadilah Tatsuya yang seperti biasanya." Ucapmu datar seraya meninggalkan Tatsuya yang masih termangu menatap kepergianmu.
Tatsuya mengusap pipi yang tadi kau tampar. Senyuman kecil tercetak jelas di wajahnya. Terkekeh geli, Tatsuya mengusap air matanya.
"Ah! Kurasa Kisedai tidak akan menyesal mendapati perempuan seperti dia!"
.
.
.
Ton Be Continued~
.
.
.
GYAAAA! Udah berapa lama gue nggak update? MINNA-SAN! MAAFKAN SYIFA!
#ditendang
Aomine: Udah satu tahun lo gak update!
Syifa: Ih, Bang Mine! Gak sengaja... *kedip-kedip cantik*
Akashi: Cepat persatukan aku dengan Haruka!
Syifa: GYA! Maaf bang! Bentar, ane jawab dulu nih review!
Review~
Sabila Foster: Akashi? Oke!
Niechan Seicchi: Oke! Terima kasih atas review-nya! ^^
Kuroizayoi: Arigatou review-nya!
Misaki Younna: Iya... tapi Cuma beberapa aja yang serius suka sama Haruka.. Kise? Wah, kalah saing..
Juvia Hanaka: sip (y)
Aosaki Sakurai: Akashi lagi! Arigatou... ^^
Arisa Hamada: WAW. Midorima si tsun! #tebar bunga. Arigatou untuk review-nya...
Silvia KI-chan: Galau? Minum baygon! #digolok INI SUDAH LANJUT! #teriak GAJE
Haruna Ichijou82: Midorima again! Makasih atas reviewnya :D
Sasamiajeng: Maafkan saya! *nangis kejer-kejer* ini sudah lanjut? Bingung? Udah gaet aja semuanya! XD
Aoi Yukari: Iya nih, Harukanya terlalu greget! #dibacok oke, Akashi ya?
Lunakuaalna: Sip! Udah lanjut nih...
Ichika07: Akashi? Oke? Kampanye Akashi-sama!
Ai Fuyuki: HUWAAA! Pujian anda membuat saya menangis terharu! #plak! Arigatou atas review-nya... ini sudah lanjut
Katty: Sip! Ini dah lanjut...
AzuraLunatique: Ini udah terungkap. Dan, bingung? Ah, gaet aja semuanya! XDXD
D.N.A Girlz: Iya, maafkan Syifa.. akan Syifa perbaiki,,,, ini sudah lanjut!
Erza: oke! Arigatou review-nya...
Lavender White: Tenang, nggak sama Himuro kok! Akashi again! Arigatou XDXD
LeafandFlower: Uwaaaa! Tenangkan diri anda! Ini sudah lanjut, dan... ARIGATOU REVIEW-NYA! #dibakar
Zanas no baka: Benarkah? Terima kasih :D Saya terharu *hiks*
Seijuro Akari: Akashi? Oke! Arigatou^^
TPID: ini sudah lanjut... terima kasih atas pujiannya!
Crystal Sheen: Haruka memang lucky banget! Dengan Akashi? Sip! Syifa akan berusah tambahin scene AkaRuka! #pairbaru Arigatou reviewnya!
Ashidaakane7: Oke! Makasih review-nya! X3
Kedokukutoka: ini dah lanjut! Akashi again! Dan, terima kasih atas reviewnya! Iya, Syifa juga kadang ngerasa jadi Haruka UvU
Vote terbanyak: Akashi
Sudah ditentukan ya... maaf kalau fict di chapter ini agak jelek! Kebelet mau update! Rencananya, Syifa akan update kilat... mungkin lusa... jadi, ditunggu ya!
Nee,
Mind to Review?
