CHAPTER 7
.
.
.
"kau harus bisa membawa Luhan ke rumah ini"-Sehun | "Byun Baekhyun, jadilah pacarku" -Chanyeol
.
.
Nih udah mulai confessnya~ yang masih geregetan gigit bantal aja(?)
.
Let's enjoy the fiction
.
-Love in HighSchool-
"Sehunaaaa"
"Chagi"
"Hunnie"
"Sehun!"
Habis sudah kesabaran seorang yeoja yang tidak mendapat tanggapan sama sekali dari orang yang dipanggilnya, bahkan dilirik pun tidak. Saat ini mereka sedang berada di kamar Sehun, dengan Sehun yang duduk dikasur sambil memetik gitarnya tidak jelas, dan noonanya -Oh Hani- duduk di kursi belajar Sehun yang diputar menghadap adiknya.
"baiklah, baiklah, noona minta maaf dengan sungguh-sungguh dan tidak akan mengulanginya lagi"
Sehun yang berpura-pura sibuk pun akhirnya menoleh juga kearah noonanya.
"Kau yakin noona?" Tanya Sehun dengan raut wajah serius
"ne, noona sangat yakin" ucapnya dengan percaya diri
"hm. Tapi aku punya syarat" ucap Sehun sambil menaikkan sebelah alisnya. Noonanya pun mendesis "apa syaratnya?"
"kau harus bisa membawa Luhan ke rumah ini" jawab Sehun
Noonanya berfikir sebentar, sepertinya ini akan mudah kemudian yeoja cantik itu mengangguk yakin "Baiklah, hanya itu kan?"
"tidak, aku ingin 5 cup bubble tea sekarang"
"dasar maniak"
Sejak insiden –berpelukan- kemarin, Luhan mendadak dingin kepada Sehun. Jelas saja, melihat orang yang disukainya berpelukan dengan orang lain dengan sangat erat membuat daerah di sekitar dadanya menjadi sesak. Pemikiran Luhan tentang Sehun yang belum mempunyai kekasih dibuang jauh-jauh, dan lebih parahnya kekasih Sehun adalah atasan kerjanya yang sudah ia anggap sebagai kakaknya sendiri juga. Tapi tenang saja, itu hanya pemikiran Luhan, karena nyatanya Sehun bahkan belum memiliki kekasih. Karena yang akan dipilih Sehun untuk menjadi kekasihnya yaitu Luhan sendiri. Hanya saja Luhan belum mengetahui kalau yang menjadi atasan kerjanya itu adalah kakak kandung dari orang yang disukainya. Salahkan saja otaknya yang tidak berfikir sejauh itu(?)
Dan masalah berpelukan kemarin itu, ahem, itu sebenarnya sudah ada skenarionya. Yap, siapa lagi kalau bukan ide Yixing dan juga noonanya Sehun sendiri. Tapi naas, Sehun dengan mudahnya mengetahui itu. Alhasil ia ngambek/? Pada Yixing dan Noonanya.
-Love in HighSchool-
Hari liburan atau weekend memang saatnya menghabiskan waktu untuk berjalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata. Seperti sepasang yeoja dan namja yang sedang berjalan sambil bergandengan tangan ditengah keramaian tempat wisata itu. Kalau dilihat sekilas, mereka seperti sepasang kekasih yang sangat sempurna. Si namja tampak tinggi dan tampan dengan setelan jeans hitam dan kaos lengan panjangnya yang berwarna putih serta snapback yang juga berwarna putih. Sedangkan si yeoja terlihat cantik dan imut dengan tingginya yang hanya sebatas dada si namja, ia memakai dress diatas lutut berwarna putih dengan corak hitam serta bandana berwarna putih. Keduanya berjalan beriringan dengan menggunakan sneakers yang sama persis. Benar-benar sepasang couple yang serasi.
Tapi sayang, mereka tidak benar-benar menjadi sepasang couple –mungkin belum-. Entah ini yang keberapa kalinya Chanyeol dan Baekhyun –namja dan yeoja itu- menghabiskan waktu bersama seperti layaknya sepasang kekasih.
"Baekkie, kita mau kemana setelah ini?" Tanya Chanyeol pada yeoja disampingnya
"aku bingung, terserah kau saja oppa" yap, Baekhyun memang sudah lama memanggil Chanyeol dengan sebutan oppa.
"baiklah, kita ke wahana rumah hantu saja. Kaja" ajak Chanyeol dengan wajah yang ceria. Sementara Baekhyun sedang berperang dengan pemikirannya.
Sebenarnya Baekhyun paling tidak suka –takut- jika dihadapkan dengan hantu, dan sialnya Chanyeol belum mengetahui fakta itu.
Antrian menuju wahana itu memang agak panjang, bahkan sangat. Wajar saja karna itu termasuk salah satu wahana baru yang diminati banyak orang. Selama mengantri Baekhyun lebih banyak melamun –memikirkan bagaimana nasibnya jika ia benar-benar masuk ke wahana itu- dan Chanyeol tau itu.
"Baek?" panggil Chanyeol. Baekhyun agak sedikit menaikkan bahunya kaget.
"ya, ada apa oppa?" Jawab Baekhyun menatap Chanyeol
"kau kenapa Baek?" Tanya Chanyeol yang menyadari wajah Baekhyun mulai memucat.
"tidak apa-apa kok oppa" jawabnya memaksakan senyum. Sebenarnya Baekhyun ingin menolak, tapi ia tidak enak dengan Chanyeol karena melihat Chanyeol yang sangat semangat.
Chanyeol pun menghembuskan nafasnya "baiklah Baekkie, lebih baik kita istirahat dulu" kemudian Chanyeol menuntun Baekhyun keluar dari antrian itu.
Mereka memilih beristirahat di salah satu stand makanan. Menaiki beberapa wahana membuat lambungnya berteriak minta diisi.
"Baek, kau tidak apa-apa?" Tanya Chanyeol setelah selesai memesan makanan
"ne" jawab Baekhyun namun terlihat keraguan di wajahnya
"sungguh?" Tanya Chanyeol meyakinkan
"hm.. sebenarnya.. aku sangat takut dengan hantu-hantu, tapi melihatmu yang sangat bersemangat aku tidak tega menolaknya" Baekhyun menjelaskan sambil menunduk, takut-takut Chanyeolnya marah
"Baekkie, kalau kau takut bilang saja. Aku tidak akan marah" ucap Chanyeol sambil mengusak rambut Baekhyun
"mianhae oppa" ucap Baekhyun masih menunduk, bedanya sekarang pipinya sedikit bersemu merah akibat perlakuan manis Chanyeol
"ya, kalaupun kau jadi masuk, kau tidak akan takut karena ada aku disana yang akan melindungimu kkk" ya Tuhan, Chanyeol cheesy sekali, Baekhyun makin merona mendengarnya
"nah gitu dong senyum, kan cantiknya bertambah" ucap Chanyeol –lagi-lagi- menggoda Baekhyun
Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Bersyukurlah Baekhyun bisa menghentikan Chanyeol untuk saat ini.
Mereka makan dalam diam. Memang sudah menjadi kebiasaan mereka jika sedang makan tidak membicarakan apapun. Setelah beberapa menit, Baekhyun menyadari kalau Chanyeol hanya memandanginya dan tidak lagi memakan makanannya.
"oppa, kenapa kau tidak mak…an?" ucapan Baekhyun terhenti karena ia melihat piring Chanyeol yang sudah bersih dari makanan.
"oppa makan cepat sekali" ucap Baekhyun terkagum.. atau terkaget/?
"kau saja yang makannya lama" jawab Chanyeol meledek
"biar saja, makan itu harus dihayati dan dirasakan. Kita harus ingat banyak orang diluar sana yang tidak bisa merasakan makanan seperti ini. Jadi kita harus bersyukur" ucap Baekhyun yang sungguh bijaksana yang Chanyeol sadari itu hanya alasan Baekhyun saja untuk pembelaan dirinya karna tidak mau di tuduh pemakan terlama/?
Chanyeol hanya mengangguk dan bergumam "ooohh"
"benar kan oppa?" Tanya Baekhyun ceria. Yaampun polos sekali anak ini –gumam Chanyeol
"ne, ne, benar sekali. Sekarang selesaikan makananmu, kau masih ingin mengunjungi wahana lainnya kan?" Tanya Chanyeol dibalas anggukan oleh Baekhyun
-Love in HighSchool-
"Chen, mian aku hanya bisa sampai sekarang, nanti kau kirim saja materinya biar aku yang meyusunnya" ucap Luhan usai kerja kelompok mereka selesai
"tidak apa Luhan, ne nanti pasti aku kirim" jawab Chen
"ah iya aku buru-buru. Bye Chen" Luhan segera meninggalkan kelas itu karena ia masih harus bekerja part time. Mereka memang mengerjakan tugas kelompok hanya berdua di sekolah, dan murid-murid lainnya sudah meninggalkan sekolah. Ya, kecuali seorang yeoja yang tidak sengaja melihat Luhan dan Chen yang masih berada di kelas. Yeoja itu tidak mengira kalau Luhan dan Chen mengerjakan tugas, karena saat ia melihat Luhan dan Chen sedang tertawa bersama. Dan saat itu juga yeoja itu langsung berlari meninggalkan tempat itu.
-Love in HighSchool-
"Luhan?" panggil seorang yeoja menghampiri Luhan
"ya, eonnie ada apa?" jawab Luhan pada seorang yeoja yang lebih tua darinya
"hari ini apakah ada waktu luang?" Tanya Hani, yeoja yang dipanggil eonnie
"eum, sebenarnya aku ingin mengerjakan tugas. Memangnya ada apa eon?"
Hani merubah raut wajahnya menjadi sedih "ah begitu, padahal aku ingin sekali mengajakmu mampir kerumahku"
Luhan yang melihat itupun menjadi tidak tega, "tapi sepertinya kalau hanya mampir, aku bisa"
"benarkah?" raut wajah Hani berubah menjadi cerah kembali, dasar.
"ne" jawab Luhan dengan wajah yang ceria juga
"baiklah, tunggu sebentar" kemudian Hani meninggalkan Luhan sebentar dan kembali dengan membawa tas.
"kaja Luhan" ajak Hani membuat Luhan mengerutkan dahinya bingung.
"sekarang ganti seragammu, kita akan menghabiskan waktu bersama" ajak Hani dengan wajah sumringah
"tapi eonnie, bukankah ini masih jam kerja?"
"apakah kau lupa kalau aku ini bosnya? Kkkk lagipula 30 menit lagi jam kerjamu sudah habis kok" Luhan hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tapi dengan raut wajah yang masih bingung, membuat Hani gemas dan melampiaskannya dengan mencubiti pipi Luhan.
"eonnie…" protes Luhan sambil mengerucutkan bibirnya lucu. Lucu sekali anak ini pantas saja Sehun menyukainya gumam Hani dalam hati
"hahaha sudah sana cepat ganti bajumu" ucap Hani sambil mendorong Luhan
-Love in HighSchool-
"oppa, kita foto yuk" ajak Baekhyun pada Chanyeol. Saat ini mereka sedang berada di taman. Mereka terlihat lelah usai menjajali semua wahana itu, namun tetap saja raut gembira ada pada wajah mereka.
"kaja," Chanyeol segera mendekat ke Baekhyun. Dan Baekhyun langsung mengambil gambar.
"aish, kenapa kau tidak memberi aba-aba?" ucap Chanyeol sedikit kesal
Baekhyun hanya terkikik dan mengucapkan kata "mian". Foto itu memang terlihat lucu, karena Chanyeol sedang melihat kearah layar sambil membenarkan rambutnya, dan Baekhyun berpose seperti orang menyebalkan sambil melirik kearah Chanyeol.
"baiklah, baiklah. Ayo kita foto lagi" kemudian mereka berselca-ria dengan berbagai pose.
Setelah dirasa cukup, Chanyeol merebahkan badannya di rerumputan. Fyi, mereka sekarang duduk di rerumputan hijau yang luas. Baekhyun sedang sibuk mengedit foto-fotonya dengan Chanyeol tadi, tak lupa ia meng-upload di accountnya.
baekhyunee : [image] menyenangkan sekali weekend kali ini ^^ 2minutes ago. 22 likes. 12comments.
exoxm90: benarkah itu Chanyeol?
luexolu: kau berhutang cerita padaku Baekkie-ya
sexykai: heffffff kalian selalu membuatku envy saja
view next comments…
Baekhyun mengalihkan pandangan dari ponselnya, ia melihat Chanyeol berbaring sambil memejamkan matanya dengan kedua tangannya sebagai alas kepalanya. Tampan sekali… gumam Baekhyun.
Tiba-tiba ide jahil terlintas di kepalanya…
Layaknya photographer handal –atau paparazzi handal- langsung saja ia memotret Chanyeol dari arah samping. Dan benar saja, hasil jepretannya terlihat bagus. Kemudian segera ia upload ke accountnya
baekhyunee: [image] kasihan sekali orang ini tidak mempunyai tempat tidur sampai-sampai terlelap di rumput kkkk~ 28secs ago. 1likes. 1comments.
real_pcy: nice paparazzi.
Baekhyun yang sedang asyik terkikik sambil bermain dengan ponselnya langsung menghentikan aktivitasnya karna melihat sebuah comment yang muncul di accountnya. Mati aku ucapnya dalam hati.
Dengan perlahan ia menoleh menghadap Chanyeol yang sudah duduk sambil menghadap kearahnya dengan wajah yang serius. Ia merutukki dirinya karena terlalu asik mengerjai orang hingga tidak sadar kalau orang yang dikerjainya sedang menatap ke arahnya.
"m-mianhae.." ucapnya menunduk dengan suara yang pelan
"apa? Aku tak dengar" ucap Chanyeol
"mianhae oppa" Baekhyun benar-benar takut karena baru pertama kali ia melihat Chanyeol seperti ini. Chanyeol hanya diam dengan masih menatap Baekhyun yang membuat Baekhyun mati kutu. Ia tidak berfikir Chanyeol akan benar-benar marah hanya karena hal ini.
"maafkan aku oppa, aku benar-benar tidak tau jika kau akan marah seperti ini" ucapnya dengan takut-takut
"bagaimana kau bisa tau jika tidak bertanya" jawab Chanyeol benar-benar dingin
"baiklah aku akan melakukan apapun asal oppa tidak lagi marah padaku"
"kau yakin?"
"ne" jawab Baekhyun masih dengan menunduk
"kalau kau yakin, tatap aku" ucap Chanyeol membuat Baekhyun perlahan menatapnya
"Byun Baekhyun, jadilah pacarku" ucap Chanyeol sambil menatap manik mata Baekhyun. Baekhyun membeku, rasanya seperti bumi berhenti berputar.
"a-apa?" tanyanya
"aku tidak tau harus memulai dari mana, aku sudah lama menyukaimu sejak pertama kali aku melihatmu, dan sekarang aku benar-benar jatuh dalam pesonamu, Byun Baekhyun saranghae. Would u be mine?" Chanyeol mati-matian menahan gugupnya ia berbicara dengan tetap menatap lurus ke mata Baekhyun. Detakkan jantung mereka beriringan. Baekhyun benar-benar tidak tau bagaimana menjawabnya, ia hanya menganggukkan kepalanya
"jadi?" Tanya Chanyeol dengan senyum kemenangannya
"aku juga mencintaimu, Park Chanyeol nado saranghae" ucap Baekhyun sambil bersemu
Kemudian percakapan itu diakhiri dengan pelukan serta senyum bahagia satu sama lain. Jika di film-film pasti disekitar mereka sudah ada gambar berbentuk hati yang turun dari langit.
-Love in HighSchool-
"eonni kita mau kemana?" Tanya Luhan yang saat ini telah dibawa kabur ke salah satu mall di daerah itu
"sudah, turuti saja kata boss mu. Ini kan masih jam kerjamu" jawab seorang yeoja yang membawa kabur Luhan. Dan Luhan pun hanya mendengus dan menurut saja
"nah, sekarang pilihlah pakaian yang kau suka" ucap Hani –yeoja tadi- setelah berada di sebuah toko pakaian
Luhan menatapnya bingung, awalnya Luhan menolak, tapi karena Hani memohon kepadanya ia jadi tidak tega untuk menolaknya.
Tampak seorang yeoja yang mondar-mandir melihat-lihat pakaian, Luhan masih bingung memilih pakaian apa karena semuanya terlihat bagus dimatanya, andai disini ada Baekhyun, pasti dengan senang hati Baekhyun akan memilihkan pakaian yang cocok untuknya.
Kelakuan Luhan membuat Hani gemas. Dan berakhirlah ia disini, diruang ganti dengan membawa setelan pakaian yang telah dipilihkan Hani untuknya. Nampaknya Luhan sedikit menyesal tidak memilih salah satu pakaian tadi, bisa saja kan ia menunjuk asal pakaian disana, toh semuanya bagus. Tapi tidak dengan yang ini… pakaiannya sedikit –ahem- terbuka. Awalnya Luhan menerima saja karena pakaian itu memang bagus. Tapi, jika Luhan tau kalau pakaian itu akan dipakai untuk saat itu juga lebih baik Luhan memilih sendiri. Ah sudahlah tidak ada gunanya juga menyesali apa yang telah terjadi –pikirnya
Luhan melihat pantulan dirinya di cermin, iya tampak cantik dengan dress diatas lutut tanpa lengan berwarna peach. "baiklah ini tidak terlalu buruk" Luhan menghela nafas sambil menyemangati dirinya sendiri/?
"wah… kau cantik sekali Luhannie" puji Hani begitu melihat Luhan keluar dari ruang ganti.
"gomawo, ah… eonnie juga cantik" ucapnya begitu menyadari kalau Hani juga telah mengganti pakaiannya. Benar kata Luhan, Hani terlihat cantik dan lebih muda dengan pakaian casualnya. Kini mereka terlihat seperti para gadis yang menghabiskan waktunya dengan shopping. Walaupun kenyataannya memang benar apa adanya kkk
"kaja kita kerumahku" ucap Hani sambil meggandeng Luhan
Mereka telah sampai dirumah Luhan, rumahnya terlihat megah dengan halaman yang luas. Sebelum keluar dari mobil, Hani meminta Luhan untuk melepaskan ikatan rambutnya. Luhan sedikit bingung namun ia tetap menuruti permintaan yeoja yang 4 tahun lebih tua darinya itu.
Luhan sedang berdiri menunggu Hani memarkirkan mobilnya. Entah kenapa dirinya menjadi gugup begini, seperti ingin bertemu dengan orang special. [kachi: memang kau akan bertemu dengan orang special Luhan kkkk]
"kau melamun Luhan" ucap Hani yang melihat Luhan melamun
"ah eonni sudah selesai?"
"ah iya Luhan, sebentar.." ucap Hani sambil mencari sesuatu di dalam tasnya
"nah.. pakai ini dirambutmu" Hani memberikan sebuah jepitan rambut. Luhan menerimanya sambil mengucapkan terimakasih
"sini sini biar aku yang memakaiakan" terlihat sekali Hani yang sedari tadi exited mendandani Luhan. Sebenarnya dari dulu Hani memang menginginkan adik perempuan, namun naas yang keluar dari rahim ibunya malah seorang laki-laki. Tidak mungkin kan ia mendandani Sehun dan mengajaknya bermain barbie kkkk
"nah kau sekarang sudah mirip Barbie kkk" ucap Hani puas akan hasil karyanya/?
"ah eonni ini bisa saja" Hani hanya terkikik dan segera mengajak Luhan masuk
"aku pulanggggg" ucap Hani saat memasuki rumahnya. Kebiasannya sejak kecil memang tidak bisa dihilangkan.
"eonni sepertinya dirumahmu tidak ada orang" ucap Luhan
"ada kok, memangnya kita bukan orang?" jawab Hani enteng
"ish eonni bukan itu maksudku"
"kkkk iya aku mengerti. Aku tinggal dengan adikku. Sepertinya dia sedang tidur dikamar" Luhan pun menganggukkan kepalanya
"Luhan…. Ayo kita memasak!"
"Sehun yang sedang tidur tiba-tiba terbangun karena lapar, dan beruntungnya ia mencium wangi masakan yang sepertinya nikmat. Segera ia menuju dapur dan menghampiri seorang yeoja yang sedang menaruh botol minuman dengan membelakanginya.
"noona, kau memasak ap…..a?" ucapannya terhenti saat orang yang tadinya ia kira sebagai noonanya itu menoleh. Ia mengucek matanya sebentar apakah aku masih bermimpi Tanya Sehun dalam hatinya.
"kau sudah berada di dunia nyata Sehunnie, cepat cuci wajahmu lalu bergabung bersama kami" ucap Hani –noonanya Sehun-
"n-ne" Sehun segera melesat ke kamar mandi meninggalkan Luhan yang masih terdiam terkejut dan bingung dengan sosok yang baru saja menampakkan dirinya
Apakah tadi benar-benar Sehun?
Mengapa aku bisa dirumah Sehun?
Lalu Hani eonnie?
Tadi ia bilang tinggal dengan adiknya?
A-apakah Sehun adalah adiknya?
Jadi, selama ini aku tertipu?
Arrrggh. . . Luhan menyesal telah mengambil kesimpulan sendiri
"nah sudah selesai, Luhan bisa tolong ambilkan serbet di dinding dekat kamar mandi?" pinta Hani
"okay eonni"
Luhan hendak mengambil serbet namun serbet itu terlalu tinggi hingga ia kesulitan menggapainya. Saat serbet itu berhasil ia ambil dengan cara melompat, ia terjatuh karena pendaratan kaki yang tidak bagus/?
Saat itu juga Sehun keluar dari kamar mandi dan melihat Luhan terjatuh, segera ia menghampiri Luhan.
"gwaenchana?" Tanya Sehun berjongkok di depan Luhan
"n-ne" jawabnya sambil meringis. Sepertinya kaki Luhan terkilir. Kemudian Sehun membantu Luhan berdiri, tapi baru sedetik Sehun melepaskan tangannya dari Luhan, Luhan sudah oleng karena berusaha berjalan sendiri, beruntung Sehun dengan sigap menangkapnya. Dan. Sesaat dunia berhenti berputar. Sehun dan Luhan bertatapan dengan posisi Sehun mendekap Luhan.
Sialnya moment itu tertangkap mata oleh Hani yang menyusul Luhan karena penasaran Luhan belum juga kembali. Tapi begitu melihat pemandangan di depannya, ia mengulas senyum lebar dan segera mengeluarkan ponselnya untuk mengabadikan moment indah ini yang akan menjadi bahan gossipannya dengan Yixing.
Sehun dan Luhan segera tersadar dari posisinya dan saat itu juga Hani menghampiri mereka. Ia menanyakan keadaan Luhan karena melihat Luhan yang dibopong Sehun. Setelah mengetahui kejadiannya, Hani segera mengambil salep dan menyuruh Sehun untuk membawa Luhan ke sofa.
"apa masih sakit?" Tanya Sehun setelah selesai memberikan pijatan pada kaki Luhan
"masih, tapi tidak sesakit tadi. Terimakasih, maaf merepotkan kalian" ucap Luhan untuk sepasang adik kakak di ruangan itu.
"tidak, aku yang seharusnya meminta maaf kunjungan pertamamu jadi seperti ini. Jangan kapok main kerumahku ya" ucap Luhan
"gwaenchana, tidak akan eonni kkk" ucap Luhan sambil tersenyum manis membuat satu-satunya namja disana seperti kehabisan oksigen
"ah iya, aku akan menaruh salep ini. Kalian segera ke meja makan. Okay" ucap Hani yang dijawab "ne" oleh dua orang lainnya disana
Luhan mencoba berjalan sendiri namun sialnya kakinya benar-benar sakit untuk menahan berat badannya. Sehun yang melihat itupun langsung membantu Luhan tanpa aba-aba.
"maaf merepotkanmu, Sehun" rasanya canggung sekali seperti baru pertama bertemu
"tidak apa" jawab Sehun sambil menuntun Luhan. Perjalanan dari sofa ke meja makan terasa jauh Sekali bagi mereka berdua, karena atmosfer diantara mereka belum kembali normal
Sehun mendudukkan Luhan di kursi. Sehun meneguk liurnya sesaat. Ia baru menyadari kalau Luhan memakai dress tanpa lengan kelewat pendek menampilkan bahu dan paha mulusnya.
"gomawo Sehun" ucapan Luhan menyadarkan Sehun dari fikiran kotornya.
Rupanya di sisi lain, Luhan tampak mengagumi ketampanan Sehun yang hanya dengan memakai kaos ketekkan/? Dan celana selutut.
"ayo kita makan"ucap Hani menyadarkan dua orang yang saling mengagumi dari dalam hati/? Ckckckc
"ahiya… Luhan aku baru ingat kau ingin mengerjakan tugas. Apa ini tidak terlalu malam? Kapan tugasmu akan dikumpulkan?" Tanya Hani bertubi-tubi. Yang ditanya menepukkan keningnya, ia juga baru ingat.
"lusa eonni, tapi hari ini harus kuselesaikan karna besok kita –maksudku aku dan temanku- harus mencari narasumber….. ah sebentar" Luhan mengecek ponselnya, dan viola, sudah ada 7 panggilan tak terjawab dan 10 pesan yang semuanya dari Chen yang menanyakan tugasnya. Luhan segera mengetik balasannya dan mengirimya.
"memangnya tugas apa? Kau bisa meminta bantuan Sehun kalau mau, lagipula dia kan sunbaemu" ucap Hani sambil melirik Sehun
"hm.. sebenarnya tugas ini memang membutuhkan narasumber dari seorang sunbae" ucap Luhan
"nah kebetulan sekali kan, tidak usah mencari kemana-mana. Kau dengan Sehun saja. Bagaimana Hunnie?" Sehun pun mengangguk
To Be Continue
.
.
Apa ini? Kkkk masih pendek ya
;)))) lagian takut bosen kalo kepanjangan(?)
Kripik dan saran sangat terbuka bagi yang pengen ngasih(?)
Tulis di kotak review aja apa pendapat kalian tentang chapter ini
Bay de wey aku seneng banget tiap kali ada yang review ff aku kkk
Rasanya pengen deh nulis semua nama reviewers tapi ribet binggow/?
Thankyou to all reviewers followers dan favorites. XOXO for you
Sekali lagi big thanks to all of you~
.
LOVE!
Kachimato
