CHAPTER 10

.

.

.

-Love in Highschool-

"hahahaha"

"Oppa….."

"bwahahahahaha"

"ish"

"ahahahahaa"

"oppa jeballl"

"hahaha kau lucu sekali luhannie"

"huh terserahlah"

"ya… luhan-ah jangan marah.. haha kemari" ucap Sehun masih sambil tertawa

"jangan berbicara denganku jika masih menertawakanku" ucap luhan tanpa melihat sehun

Yap, suasana seperti itu sudah sering terjadi akhir-akhir ini. Sehun yang mempunyai rutinitas untuk menggoda luhan. Entahlah, seperti ada kesenangan sendiri bisa membuat luhan merajuk padanya, menurut sehun.

Kini mereka berada di rumah luhan. Sebenarnya karena luhan yang ingin meminjam buku catatan sehun, namun sehun yang memaksa untuk mengantarnya sendiri. Jadilah acara "apel" dadakan.

Pertengkaran mereka berawal dari sehun yang tak sengaja menemukan album foto luhan di meja ruang tamu luhan, kemudian berakhir dengan ditemukannya foto luhan masa kecil yang sedang melindungi boneka rusanya dari teman yang ingin merebutnya sambil memasang wajah super kesal hahahaha sungguh pemandangan yang sangat menggemaskan bagi seorang sehun.

"sudahlah luhan aku minta maaf" ucap sehun yang sudah duduk disamping luhan

"mana ada orang minta maaf yang seperti itu" jawab luhan sambil memalingkan wajahnya. Mendengar jawaban luhan, tiba-tiba muncul seringaian di bibir sehun. Ia langsung menempatkan diri berlutut di depan luhan

"baiklah tuan putri luhan, pangeran mohon maaf dari lubuk hati yang paling dalam. Apakah permohonan maaf ini diterima?" ucap sehun menatap mata luhan yang diakhiri dengan mengecup tangan luhan.

"op-pa sudahlah" luhan kaget dengan perlakuan sehun hanya menunduk sambil merona

"hey apakah tuan putri sedang malu?" goda sehun menawil dagu luhan

"oppa…." Luhan memukul lengan sehun yang diakhiri dengan tawa sehun –lagi-

"hahahahahaha"

Sungguh benar-benar kesenangan tersendiri bagi oh sehun jika berhasil menggoda luhan

-Love in Highschool-

Cuaca pagi ini memang cerah sekali, secerah hati seorang yeoja manis yang sedang menyirami tanaman di pekarangan rumahnya. Walaupun ini adalah hari libur, tapi yeoja itu tetap semangat bangun pagi, apalagi kalau bukan karena ia mempunyai janji dengan seorang namja yang menyandang status 'spesial' baginya.

Selesai dengan acara menyiram tanaman, yeoja itu langsung menyiapkan dirinya supaya terlihat cantik dan fresh. Satu persatu pakaian dan sedikit aksesoris telah ia gunakan, tentu ia tidak akan berdandan seperti tante-tante diluar sana karena usianya yang masih terbilang remaja. Satu tahap lagi, ia hanya tinggal memoleskan sedikit bedak dan memakai lipbalm yang berwarna soft pink. Kemudian ucapkanlah selamat pada yeoja itu, ia terlihat puas dengan penampilannya sekarang. Pipi yang sedikit tembam terangkat keatas karena senyuman yang tidak dapat ditahannya. Ia tidak sabar menunggu si namja, yap xiumin semoga hari mu menyenangkan.

Teng neng

Terdengar bel rumah xiumin, sepertinya si namja sudah datang. Dengan segera ia membukakan pintu.

"morning noona" sapaan itu yang langsung didengarnya saat pertama kali membuka pintu

"morning chenchen" jawab xiumin pada namja yang ditunggu-tunggu sedari tadi

"sudah siap?" Tanya chen yang diangguki oleh xiumin

"let's go"ajak chen sambil mengamit tangan xiumin

-Love in Highschool-

Chen dan xiumin sudah sampai di tempat tujuan. Mereka tampak antusias dengan apa yang ada disekitar mereka sekarang.

"noona, aku sebenarnya masih belum mengerti mengapa kau mengajak ke tempat seperti ini di kencan pertama kita" ucap chen dengan raut wajah yang sedikit bingung. Xiumin tersenyum mendengarnya.

"sebenarnya ini tempat yang pertama kali terfikir diotakku, entah kenapa. Atau mungkin saja aku teringat boneka doraemon yang kau berikan waktu itu dan kalau boleh jujur, menurut aku kau itu sedikit mirip dengan nobita hahaha" jelas xiumin yang diakhiri dengan tawanya

Benar saja, beberapa hari yang lalu chen memberikan xiumin hadiah boneka doraemon yang bisa mengeluarkan suara "saranghae". Itu sekaligus pernyataan cinta chen kepada xiumin. Sekarang mereka sudah resmi menjadi sepasang kekasih dan ini adalah kencan pertama mereka. Jika kalian ingin tau, mereka sedang berada di doraemon center, tempat khusus apapun yang berkaitan dengan doraemon.

Mereka baru saja selesai menonton film doraemon "stand by me" yang baru-baru ini rilis di bioskop. Banyak sekali penonton yang terbawa suasana oleh jalan cerita dari film tersebut, seperti xiumin yang hidungnya masih sembab habis menangis karena terharu.

"sudahlah noona, kau seperti yeoja yang habis diputusi oleh namjachingunya" ucap chen

"jangan asal berbicara, jelas-jelas aku habis terharu dengan film tadi" jawab xiumin sambil mencari tempat di salah satu stand makanan disana

"tapi apakah semua orang yang melihat kau mengetahuinya? Tidak kan"

"sudahlah jangan fikirkan orang-orang itu, sekarang ini adalah dunia kita, nikmati saja"

"ne, mian. Tapi sungguh aku tidak tahan melihat kau dengan muka sembab dan hidung merah seperti itu" xiumin hanya diam mendengarkannya. Chen yang melihatnya menjadi ingin tertawa

"hahaha sudahlah noona, kau mau makan apa?" Tanya chen

"aku samakan saja denganmu"

"baiklah aku pesankan dulu"

Sepeninggalan chen, xiumin segera mengambil cermin dari dalam tasnya dan benar saja, ia terkejut dengan penampilannya sekarang. Wajahnya benar-benar sembab dan masih ada sisa-sisa air mata. Segera ia merapikan wajahnya.

Karena terlalu serius, xiumin tidak menyadari jika chen sudah kembali. Ia baru menyadari setelah meletakkan cerminnya di tas.

"nah kalau begitu kan terlihat lebih cantik" ucap chen yang sepertinya sudah lama memperhatikan xiumin

"aish kau ini" jawab xiumin sambil tersipu

"haha noona neomu yeppeo"

-Love in Highschool-

Sementara di lain tempat, ada dua orang yeoja yang sibuk melakukan kegiatan yang berbeda. Yang satu sedang membuat suatu kerajinan tangan dan yang satunya lagi sibuk melihat layar ponselnya yang tidak berubah sejak pertama kali ia liat.

"hahhhhhhhhh kyungsooooooo akuuuuuuu booooooossssaaaaannn" ucap baekhyun sambil melempar ponselnya ke atas tempat tidur kyungsoo. Yang diajak berbicara hanya berdecak malas

"siapa suruh di weekend seperti ini kau hanya berdiam diri diatas tempat tidurku" omel kyungsoo

"habis kufikir kau tidak akan melakukan hal-hal aneh seperti itu" jawab baekhyun

"apanya yang aneh sih baek, jelas ini bernilai seni dan bermanfaat" kyungsoo menjelaskan dengan semangat sedangkan baekhyun yang mendengarnya hanya memasang wajah malas.

"ya terserah kau sajalah" jawab baekhyun sambil diakhiri dengan menelungkupkan wajahnya di kasur kyungsoo.

Yang punya kasur hanya terkikik sambil menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu. Kyungsoo memulai sesi nasehatnya "seharusnya kau itu punya kebiasaan lain baek, jangan terlalu sering menghabiskan waktumu dengan park itu. Tidak baik bagi kesehatanmu, coba liat sekarang? Park itu sedang sibuk belajar untuk ujian besok. Dan kau apa? Tidak punya kegiatan sama sekali seperti hidup enggan, mati pun tak mau"

Mendengar celotehan kyungsoo, baekhyun mendadak duduk. "kyung?" panggil baekhyun

"ne?" jawab kyungsoo masih sibuk dengan kegiatannya

"bukankah hari ini Yehet restaurant tutup?" Tanya baekhyun membuat kyungsoo memberhentikan kegiatannya

"ne! benar sekali!" jawab kyungsoo dengan wajah yang cerah

"ayo kita kerumah luhan!" ucap mereka berdua

-Love in Highschool-

"luhaen…" ucap baekhyun setelah masuk kerumah luhan. Kebetulan pintu rumah luhan tidak dikunci saat itu.

"oh…. Baekkie, kyungsoo, sini masuk" luhan segera menghentikan kegiatannya dan hendak membuatkan minum.

Baekhyun dan kyungsoo segera duduk di sofa luhan dan agak bingung melihat kekacauan di meja luhan. Sebelum baekhyun hendak mengambil sesuatu yang berada disana, luhan sudah berteriak "JANGAN SENTUH APAPUN YANG BERADA DI ATAS MEJA. OKAY" itu sukses membuat baekhyun mengerucutkan bibirnya dan kyungsoo yang melihatnya hanya terkikik

Luhan kembali dengan membawa dua gelas jus yang langsung disambut oleh kedua sahabatnya itu. "terimakasih luhan" ucap kyungsoo sekaligus mewakili baekhyun yang langsung meminum jusnya.

"sebenarnya kau sedang membuat apa han?" Tanya baekhyun

"hm.. besok itukan ulangtahun sehun. Jadi… aku membuat…" ucap luhan dengan malu-malu

"apakah itu scrapbook?" Tanya kyungsoo

"ne, benar sekali" jawab luhan dengan ceria

"wah hebat sekali kau luhan, aku pernah ingin membuatnya tapi jadi bingung sendiri" ucap kyungsoo

"mengapa bingung, disitu kau bebas mengekspresikan apapun, soo"

"bolehkah aku ikut membuat itu han?" Tanya baekhyun

"maaf baek, bukannya aku tidak mau, tapi ini tidak akan menjadi special jika bukan hanya aku yang membuat"

"aahhhhh jadi luhannie ingin yang special" goda baekhyun dan luhan hanya tersenyum

"baek, soo, maaf ya aku sedikit mengacuhkan kalian, karena ini harus diselesaikan hari ini"

"baiklah tidak apa, lu"

Dan setelah itu mereka menghabiskan waktu dengan bercurhat ala perempuan sma tentu dengan luhan yang mendengarkan dan menjawabnya sambil menyelesaikan scrapbook untuk sehun

"ahhhhhh akhirnya selesai juga" ucap luhan setelah beberapa jam mengerjakan.

"bolehkah kami lihat hasilnya?"

"baiklah, tapi hati-hati ya" jawab luhan memberikan scrapbooknya

"iya hannie" jawab baekhyun sambil tersenyum menggoda. Luhan tidak mempedulikannya, ia sibuk membersihkan kertas-kertas yang berserakan

"ini bagus sekali, lu" "kau hebat"

"terimakasih" jawab luhan sambil tersenyum

-Love in Highschool-

"yeoboseyo..?"

"ne, Luhan? Kau sudah siap?" Tanya seorang yeoja di sebrang sana

"sudah eonnie" jawab Luhan

"baiklah aku otw"

"ne, terimkasih hani eonnie"ucap Luhan setelah itu menutup panggilannya dengan oh hani, noona-nya sehun. Yap, mereka sedang bekerjasama membuat kejutan untuk sehun. Tidak mempedulikan lusa-nya sehun akan ujian. Tetapi kalau difikir memang bagus juga, karena harus ada hari tenang sebelum ujian. Jadi sehun tidak bleh terus menerus berkutat dengan buku-bukunya atau kepalanya akan berasap.

Hani sengaja pulang malam seperti ini untuk membuat kejutan ulang tahun adik tersayangnya. Setelah restaurantnya tutup, ia diantar seungjo-namjachingunya untuk membelikan kado untuk sehun. Setelah itu hani segera menghubungi luhan untuk menjalankan aksi kejutannya. Dan saat ini ia sudah berada di depan rumah luhan.

"hai eonnie" sapa luhan

"ah~ luhannie cantik sekali dengan pakaian itu" ucap hani yang membuat luhan tersipu

"terimakasih, eonnie juga cantik sekali"

"baiklah, ayo kita berangkat" setelah luhan menaiki mobil hani, mereka segera menuju rumah sehun, tentu rumah hani juga karena mereka tinggal bersama kkk

"baiklah, aku parkirkan mobil ini dulu. Kau langsung masuk saja. Ini kuncinya, sehun pasti sudah tidur jam segini" ucap hani sambil memberi kunci rumahnya pada luhan

Luhan segera memasukan kunci dan memutarnya kemudian pintu terbuka. Luhan mendorong pintunya lebih lebar agar ia bisa masuk kedalam. Benar sekali tebakannya, didalamnya sepi sekali pasti sehun sudah tidur. Kemudian ia duduk dan menaruh kotak kue yang ia pegang di atas meja.

Saat luhan sedang membuka kotak itu, oh hani masuk dansegera membantu luhan menyiapkan lilin dan korek api. Kemudian ia menyuruh luhan untuk membawa kue itu masuk ke kamar sehun

"ah, aku tidak enak eonnie" ucap luhan

"tidak apa-apa, masuk saja. Kamar sehun tidak akan dikunci kok" luhan masih menatap ragu oh hani.

"baiklah ayo aku antar dan bukakan pintunya, kau tinggal masuk saja, ayo" ucap hani setelah itu luhan mengikutinya dari belakang

"nah, kaja masuk" ucap hani

Luhan menarik nafas lalu menghembuskannya, oh hani berbisik "hwaiting" setelah itu menutup pintu kamar sehun. Membiarkan luhan berdua dengan sehun di dalam. Yap, itu semua adalah rencana oh hani. Noona-nya sehun itu memang terkadang jahil sekali. Tadinya ia berbicara kepada luhan untuk memberi kejutan berdua, tapi tiba-tiba ada ide melintas di otaknya, jadilah luhan yang memberi kejutan sendiri

"oppa.." panggil luhan

Sehun yang sedang tidur sedikit terusik

"sehun oppa…" panggil luhan lagi lebih keras, sehun sedikit menggeliat tapi tetap saja memejamkan matanya

Luhan kemudian menaruh kue di atas meja belajar sehun dan mulai mendekati sehun. Ia berbisik tepat di telinga sehun, "sehun oppa.. bangun"

Sehun yang seperti mendengar suara luhan mengira itu adalah mimpi, jadi ia hanya bergumam saja. Luhan agak kesal, ia membelai pipi sehun sambil memanggil sehun. Tapi sehun malah menarik tangan luhan, dan langsung memeluknya.

Luhan sangat gugup berada di pelukan sehun, dan sehun yang baru sadar kalau ini seperti nyata segera membuka matanya. Walaupun dalam penerangannya yang redup, ia dapat dengan mudah mengenali sosok yang berada di depannya saat ini. Yeoja cantik yang sedang menatapnya.

Luhan segera menormalkan dirinya dan mengulas senyum kemudian berucap "selamat ulang tahun sehun oppa"

Sehun yang melihat itu mengerjapkan matanya masih setengah sadar. Kemudian luhan turun dari kasur sehun dan mengambil kue yang tadi ia letakkan di atas meja

"saengil chukkahamnida… saengil chukkahamnida.. saranghaneun sehun oppa.. saengil chukkahamnida" nyanyi luhan sambil membawa kue ke hadapan sehun

Sehun bergumam "nado saranghae, luhan" entah luhan mendengarnya atau tidak, ia hanya diam saja menunggu sehun meniup lilinnya.

sehun yang sudah duduk diatas kasurnya segera membuat permintaan dan meniup lilin, luhan memberikan kuenya pada sehun dan segera menyalakan saklar lampu.

"oppa, aku tunggu di luar ya bersama hani eonnie"

"ne, …luhan?"

Luhan yang baru akan keluar membalikkan badannya "ne?"

"gomawo" ucap sehun sambil tersenyum. Manis. Sekali.

Luhan sampai dibuat meleleh karenanya

-Love in Highschool-

"bagaimana luhan?" Tanya hani

"sehun terkejut eon, berhasil kkk" ucap luhan

"tentu, bagaimana tidak terkejut kalau saat membuka mata ada sesosok bidadari yang cantik mengucapkan selamat ulang tahun kkkkk" goda hani

"ah eonnie bisa saja"

Tak lama kemudian sehun menghampiri mereka, fyi mereka membuat pesta bbq di tengah malam di belakang rumah sehun

"hai sehunnie, saengil chukka" ucap noonanya kemudian diakhiri dengan sebuah pelukkan

"noona, apa tidak dingin malam-malam seperti ini mengadakan bbq?" ucap sehun. Ia dan noonanya sedang merapikan barang-barang, sedangkan luhan sedang memanggang dagingnya

"tidak, noona kan sudah pakai baju tebal seperti ini. Ah iya, noona hampir lupa dengan luhan. Kau ambilkan jaket yang tebal untuknyacepat" perintah hani yang tanpa disuruh pun sehun akan menjalankannya

Luhan masih sibuk memanggang daging. Sesekali ia mengusapkan tangan ke tubuhnya karena suhunya yang dingin, walaupun ia sedang di depan pemanggang. Tiba-tiba ada jaket yang melingkar di bahunya. Ia menengok ke samping, ternyata sehun yang memakaikannya jaket. "terimakasih oppa"

"maaf, aku telah membiarkanmu kedinginan beberapa menit yang lalu" ucap sehun

"tidak apa" jawab luhan

"sini aku bantu" ucap sehun setelah itu mereka berdua sibuk dengan dunianya. Hani yang melihat pemandangan itu tersenyum senang tetapi terbesit dalam otaknya mengapa ia tidak mengajak seungjo saja sekalian agar tidak merasa seperti jones kkkk

"ah iya, hadiah sehun" kemudian ia mengambil hadiah yang sudah dibungkus kado dan menaruhnya di atas meja dikamar sehun. Ia dan luhan sudah sepakat untuk tidak memberikan hadiah kepada sehun secara langsung

Saat ini mereka semua sedang menikmati bbq

"ehm.. terimakasih untuk hari ini, noona dan juga kau, luhan. Jeongmal gomawo"

"ne, sama-sama sehunnie" ucap hani

"ne, oppa" ucap luhan

"ah iya, luhan. Apakah kau akan menginap disini?" Tanya sehun

"ne, dan jangan mencoba-coba menyelinap ke kamar tamu" hani yang menjawab dan membuat mereka semua tertawa

To be continue

.

Ahahaha maaf ya baru dilanjut, dan HBD MY FUTURE kkk, maaf ya ini fict gajelas banget dan gadiedit lagi huahaha tapi makasih banget sama kalian kalian yang masih mau baca dan review. Laf laf banget deh.

Aku mau minta maaf ya sama kalian semua kalau aku ada kesalahan atau apapun hehehe

Keep RnR

.

KACHIMATO