Cast:
Park Chanyeol (m/27)
Byun Baekhyun (f/25)
Byun Hangeng (m/53 – Baekhyun's Father)
Kim Heechul (f/48 – Baekhyun's Mother)
Park Kyuhyun (m/60 – Chanyeol's Father)
Lee Sungmin (f/55 – Chanyeol's Mother)
Park Yi Fan/Kris (m/30 - Chanyeol's Hyung)
Huang Zi Tao (f/26 - Yi Fan's Wife)
Oh Sehun (m/23)
Xiao Lu Han (f/25)
Kim Jongin/Kim Kai (m/23)
Do Kyungsoo (f/24)
Kevin (m/10 Months - Yi Fan's Son)
Other EXO's member
Pairing:
Chanbaek
Hanchul
Kyumin
Hunhan
Kaisoo
TaoRis
Other pairing coming soon
Warning: typos; Genderswitch; EXO; marriage life; NC; Mature Content; DLDR; no bash.
Happy Reading
Pagi yang cerah, cahaya matahari masuk dari sela-sela jendela menerpa wajah tampan Chanyeol. Ia membuka matanya perlahan, kemudian ia menangkap bayangan istrinya berjalan keluar dari kamar mandi. Tapi tunggu, wajah istrinya itu tidak secerah matahari pagi ini. Chanyeol bangkit dari ranjangnya menghampiri sang istri.
"selamat pagi istriku yang cantik" Chanyeol segera memeluk dan mencium kening istrinya. Tapi istrinya itu tak bergeming sama sekali. Wajahnya masih murung dengan bibir yang mengerucut.
"hei, ini masih pagi, sayang. Ada apa? Bibir mu ini menggemaskan sekali." Chanyeol mengecup bibir istrinya.
"hiks..." air mata sudah memenuhi mata kecil milik Baekhyun, siap jatuh membasahi pipi mulusnya. Chanyeol masih tidak mengerti mengapa istri cantiknya ini begitu sedih di pagi hari.
"yeobo, apa aku melakukan kesalahan?" Chanyeol merendahkan suaranya.
Baekhyun menenggelamkan wajahnya ke dada bidang Chanyeol, menangis dengan keras namun teredam oleh dada Chanyeol. Chanyeol merasakan dadanya basah oleh air mata Baekhyun. Ia kemudian menuntun istrinya itu duduk di tepi ranjang.
Setelah tangisan Baekhyun mereda, Chanyeol menatap wajah cantik istrinya. Di tangkupkan tangan besarnya di kedua pipi Baekhyun dan menghapus air mata Baekhyun dengan ibu jarinya "Chagiya, ada apa? Jika kau menangis, aku tidak mengerti ada apa. Ceritalah." Ujar Chanyeol pelan penuh kasih sayang.
"aku... aku datang bulan, Chanyeol... hiks..." jawab Baekhyun masih sesenggukan.
Sejujurnya, Chanyeol sedikit kaget, bingung, dan merasa lucu dengan alasan Baekhyun menangis. Berbagai respon dan pertanyaan bermunculan di kepala Chanyeol. 'Bukankah ia sudah berkali-kali menstruasi? Mengapa ia masih menangis saat tamu bulanannya itu datang? Apa ia akan selalu menangis saat tamu bulanannya datang?' Chanyeol bingung harus bagaimana menanggapi istrinya ini.
"hmm... lalu?" tanya Chanyeol hati-hati, takut responnya ini akan membuat Baekhyun mengamuk.
"kita sudah libur selama seminggu dan melakukannya setiap hari dan sekarang aku malah datang bulan! Bukan ini yang aku inginkan, Yeol!" Baekhyun kembali menangis.
Ah, Chanyeol sekarang mengerti mengapa istrinya ini menangis. Ya, Baekhyun memang tidak ingin menunda memiliki buah hati. Bahkan, ia sangat menanti kehadiran malaikat kecil di antara dirinya dan Chanyeol. Tapi Chanyeol benar-benar tidak menyangka Baekhyun akan seperti ini. Merek bahkan baru menikah seminggu yang lalu. Bukankah di dunia ini tidak ada yang instan?
Chanyeol memeluk Baekhyun, menenggelamkan wajah istrinya itu di dadanya dan mengelus sayang surai cokelat Baekhyun. Sejak mereka berpacaran, setiap kali Baekhyun menangis, Chanyeol akan melakukan hal ini. Baekhyun akan merasa lebih baik setiap kali Chanyeol memeluknya seperti ini.
"istriku..." Chanyeol sangat berhati-hati dalam memilih kata-katanya, "setiap hal butuh proses, usaha dan do'a, serta kesabaran. Segala hal yang instan itu tidak baik. Bukan hanya kau yang menanti, aku, orang tuaku dan orang tuamu juga pasti menantikan kehadirannya. Maukah kau menantikannya bersama sama? Kita akan bersabar bersama-sama sampai Tuhan memberikan kesempatan. Tuhan pasti akan berhati-hati dalam menitipkan malaikatnya. Jika nanti Tuhan merasa kita sudah siap untuk menjaganya, Tuhan akan menitipkannya segera pada kita. Jangan menangis begini. Aku khawatir jika kau menangis seperti ini."
Baekhyun menghentikan tangisannya, kemudian mengangkat wajahnya, menatap Chanyeol, "apa kau mencintaiku?"
"Sayang, aku tidak suka kau menanyakan hal seperti itu. Kalau aku tidak mencintaimu, aku tidak akan menikahimu." Ujar Chanyeol membuat mimik mukanya menjadi sendu.
"maafkan aku. Aku belum bisa membuatnya datang. Aku takut kau kecewa."
Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun, "bukankah kita membuatnya bersama sama? Bukankah kita berusaha bersama sama? Lalu mengapa kau meminta maaf? Hmm bersabarlah, kita tunggu saja, saat itu pasti akan datang. Ne?" kata Chanyeol.
"aku mencintaimu." Jawab Baekhyun singkat kemudian memeluk erat tubuh suaminya.
Chanyeol memang suami yang baik dan penyayang. Beruntungnya Baekhyun menjadi pemilik hati pria sempurna ini. Betapa beruntungnya Baekhyun di saat semua gadis di luar sana mengidam-idamkan Chanyeol menjadi suaminya, sedang Chanyeol mengejar-ngejar Baekhyun untuk membuka hatinya. Sekarang hati Baekhyun benar-benar hanya milik Chanyeol. Bukankah kalian iri pada mereka?
.
Chanyeol dan Baekhyun sedang membereskan dan mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk kepindahannya. Seminggu sudah berlalu, bukan? Berarti mereka akan pindah ke apartemen mereka hari ini.
Sungmin, ah lebih tepatnya Nyonya Park, ibu Chanyeol mengetuk pintu kamar Chanyeol.
"ah eomma, masuklah." Kata Chanyeol saat melihat bayangan ibunya di pintu kamar.
Sungmin menghampiri Baekhyun, mengelus lembut kepala Baekhyun, "kenapa kalian tidak tinggal saja disini? Eomma akan kesepian." Sungmin membuka pembicaraan.
"dengan tinggal di apartemen, kami akan lebih mandiri, eomma. Lagipula, kami akan usahakan untuk sering berkunjung kemari." Kata Chanyeol.
Keluarga Park memang tidak memiliki anak perempuan. Satu-satunya wanita di rumah itu adalah Sungmin, ibu Chanyeol. Chanyeol memiliki seorang kakak, yang juga laki-laki. Saat ini sedang mengurus perusahaan milik keluarganya di China.
"eomma akan marah jika kalian tidak sering datang kesini. Ah, rumah ini akan semakin sepi. Appamu itu terlalu sibuk dengan perusahaannya. Baekhyun-ah, kau harus punya anak yang banyak agar kau tidak kesepian seperti eomma nantinya."
Baekhyun terdiam. Chanyeol menatap wajah Baekhyun. Ah, sepertinya komentar Nyonya Park barusan bukanlah komentar yang baik di saat seperti ini.
"ah, eomma, apa Jung ahjumma sudah menyiapkan sarapan? Bagaimana jika kita turun dan sarapan? Ku rasa appa juga sudah menunggu kita di meja makan. Kita lanjutkan nanti saja mengepak barangnya." Kata Chanyeol segera tanggap agar perbincangan ini tidak menjadi lebih panjang.
.
Keluarga Park berkumpul di meja makan, Tuan Kyuhyun sudah duduk di kursinya sambil membaca koran pagi.
"selamat pagi, appa." Sapa Baekhyun dan Chanyeol menyapa Kyuhhyun.
"selamat pagi," Kyuhyun melipat korannya, "bagaimana cuti kalian? menyenangkan?" tanyanya.
"seperti kau tidak pernah menikah saja, yeobo." Sambar Sungmin yang di sambut tawa oleh Kyuhyun.
"hari ini kalian akan pindah?"
"ne, appa. Karena hari ini hari sabtu, ku rasa lebih baik untuk pindah hari ini. jadi kami bisa segera membersihkan dan merapikan rumah, besok kami bisa beristirahat untuk menyiapkan aktivitas kembali di hari senin." Jelas Chanyeol.
"kau sudah dewasa, kau sudah mempertimbangkannya dengan baik." Kyuhyun menatap bangga anak bungsunya yang kini sudah menjadi kepala keluarga itu.
"Baekhyun akan tetap bekerja?"
"sedang ku pikirkan, appa." Jawab Baekhyun singkat.
"baiklah. Pikirkanlah matang-matang."
"jam berapa kalian akan berangkat ke apartemen?"
"sekitar jam 10 siang, appa. Masih ada beberapa barang yang harus ku ambil di rumah orang tuaku jadi kami harus ke sana dulu sebelum kemudian ke apartemen." Jelas Baekhyun.
"baiklah. Hati-hati. Eomma dan appa akan berkunjung kesana jika kalian sudah selesai pindahan."
Keluarga ini kemudian sarapan dalam keheningan. Hanya denting piring dan sendok yang terdengar.
.
"Baekhyun-aaaaahhhh!" seru Heechul berlari ke halaman rumah menyambut anak sulungnya. "eomma merindukanmu, nak. Rasanya seperti sudah setahun"
Baekhyun memeluk eomma nya, "eomma selalu saja berlebihan." Jawab Baekhyun membuat Heechul mencubit pipi anaknya ini.
"kenapa kalian tidak tinggal disini saja?" pertanyaan yang sama dilontarkan Heechul sama dengan pertanyaan Sungmin.
Sebenarnya, Chanyeol dan Baekhyun sudah memperkirakan pertanyaan ini akan di lontarkan oleh ibu mereka. Chanyeol dan Baekhyun sengaja memilih untuk tinggal di apartemen untuk bersikap adil pada kedua keluarga. Selain itu, Chanyeol menghindari perkataan ibunya yang mungkin saja dapat menyinggung perasaan istrinya jika mereka tinggal di atap yang sama. Mengingat mereka baru saja menikah, Chanyeol merasa Baekhyun belum tahu benar bagaimana keluarga mereka berinteraksi selama 24 jam di dalam rumah. Baekhyun dan Sungmin, Ibu Chanyeol, memang sangat dekat sejak Baekhyun dan Chanyeol berpacaran, tapi mereka belum pernah tinggal seatap sebelumnya.
Baekhyun pun setuju untuk tinggal berdua saja di apartemen, untuk tetap menjaga perasaan suaminya. Karena Baekhyun sangat mengerti bahwa suaminya ini adalah orang yang sangat sibuk, jadi akan sering pulang larut malam. Baekhyun takut nanti orang tuanya akah berkomentar tentang hal ini. Mereka benar-benar sudah mempersiapkan pernikahan mereka dengan matang, bukan?
"jika aku tinggal disini, mungkin eomma akan tidur denganku dan Chanyeol nantinya. Jadi lebih baik untuk kami tinggal berdua saja." Canda Baekhyun. Baekhyun memang sangat manja, ibunya juga sangat memanjakannya dan bahkan di usianya yang sudah hampir seperempat abad ini, Baekhyun masih saja sering tidur bersama kedua orang tuanya.
"appaaaaa!" Baekhyun baelari ke pelukan ayahnya. Baekhyun benar-benar manja. "aku merindukan appa." Katanya dengan mata puppy nya.
"appa juga merindukan anak appa ini. rasanya kemarin appa mengganti popokmu, sekarang kau sudah jadi istri orang." Hangeng memeluk erat dan mencium putrinya.
Heechul membantu Baekhyun dan Chanyeol mengepak barang. Sekarang, kamar itu lengang. Heechul berkaca-kaca menatap Baekhyun. Chanyeol keluar dari kamar, memberikan kesempatan Baekhyun dan Heechul berbicara.
"eomma..." Baekhyun menghampiri ibunya.
"eomma tau hari ini akan datang. Hari dimana kau akan pergi melangkahkan kaki dari rumah bersama suamimu. Tapi, eomma benar-benar tidak bisa menahan perasaan eomma, Baekkie. Apa eomma sudah menjadi eomma yang baik untukmu? Rasanya kau tumbuh dewasa dengan cepat. Jika bisa mengulang waktu, eomma ingin menjadi eomma yang baik untukmu."
"eomma sudah menjadi ibu paling baik di dunia untukku. Eomma selalu mengajarkanku segala hal yang baik. Hingga eomma bisa mengantarkanku menjadi seorang istri. Aku ingin menjadi istri dan eomma yang baik seperti eomma." Baekhyun memeluk eommanya. Hmm ia tau eomma nya begitu sedih melepaskannya keluar dari rumah. Selama 24 tahun hidupnya, Baekhyun tidak pernah tinggal jauh dari eommanya.
"baik-baiklah pada Chanyeol dan keluarganya. Jadilah istri yang baik dan penurut. Seperti kau menjadi anak eomma dan appa yang penurut. Ne?" heechul membelai lembut kepala anaknya.
"ne, eomma. Sering-seringlah datang ke apartemen kami. Kami juga akan sering-sering berkunjung kemari agar eomma tidak kesepian."
Setelah mengepak semua barang milik Baekhyun, Chanyeol dan Baekhyun segera menuju ke apartemen mereka. Apartemen mereka berada tidak jauh dari rumah orang tua Chanyeol maupun Baekhyun, juga tidak jauh dari kantor Chanyeol dan Baekhyun.
.
Keduanya sampai di apartemen. Chanyeol membuka apartemennya, tidak begitu luas, juga tidak begitu sempit. Chanyeol sengaja memilih ukuran ini agar mereka tidak lelah membersihkannya, tapi tetap nyaman dan tidak sempit. Lagipula, mereka hanya tinggal berdua saja.
Mereka mulai membersihkan debu-debu, dan menata perabotab serta memasukkan pakaian ke dalam almari. Sebelumnya, Chanyeol sudah mengisi apartemen itu dengan perabotan-perabotan penting. Apartemen ini merupakan hadiah pernikahan Chanyeol untuk Baekhyun.
"minggu depan Kris Hyung akan datang." Chanyeol memecah keheningan.
"bersama Tao-jie? Apa mereka akan membawa Kevin?"
"sepertinya iya. Kata Kris hyung, ia sedang melakukan kerjasama dengan pengusaha di China. Tapi entah bagaimana mereka melakukannya di Korea aku juga tidak mengerti. Yang pasti, Kris hyung mungkin akan menetap disini selama beberapa bulan." Jelas Chanyeol.
Kris atau Park Yi Fan adalah anak sulung dari keluarga Park. Ia sudah menikah dengan Huang Zitao, anak pengusaha sukses dari China. Mereka bertemu melalui perjodohan. Meski begitu, mereka saling mencintai karena keduanya jatuh cinta pada pandangan pertama. Siapa yang tidak jatuh cinta pada Kris yang tak kalah raksasa dengan Chanyeol? Dan siapa pula yang tidak jatuh cinta pada Tao yang manis?
Kevin Park atau Park Liu Win adalah buah cinta mereka. Buah hati mereka ini lahir di Kanada saat Kris sedang dalam perjalanan bisnis disana. Kris selalu mengajak istrinya kemanapun ia pergi. Karena anaknya lahir di Kanada, Kris memberi 'Kevin' sebagai nama Kanadanya, dan Tao yang memberinya nama Liu Win. Mereka tinggal di China karena Kris mengurus perusahaan keluarga Park yang ada di China, sedang Chanyeol mengurus perusahaan di Korea.
"ini akan jadi pertemuan pertamamu dengan kakak ipar dan Kevin, 'kan?" saat pernikahan Baekhyun dan Chanyeol, yang pulang ke Korea hanya Kris. Karena saat itu Kevin sedang sakit.
"iya. Apa Tao-jie bisa berbahasa Korea? Aku tidak bisa berbahasa China." Ujar Baekhyun.
"Tao-jie sangat lancar dalam berbahasa Korea. Kau tenang saja."
"berapa usia Kevin sekarang."
"hmmm terakhir aku bertemu dengannya saat ia berusia 4 bulan. Seingatku sekarang usianya sudah menginjak setahun?" jelas Chanyeol.
"aku harap kita bisa segera memberi adik sepupu pada Kevin."
Sepertinya Baekhyun benar-benar menginginkan seorang bayi. "akan ada waktunya, sayang. Kau tidak mandi? Ini sudah menjelang malam. Segeralah mandi kemudian kita makan di luar."
"baiklah."
.
Chanyeol berkunjung ke rumah orang tuanya untuk menyambut kedatangan kakak nya.
"BROTHER! Aku merindukanmu!" kata Chanyeol memeluk erat kakak sulungnya.
"aku juga merindukanmu, brother." Kris menatap adik iparnya, "Bagaimana kabarmu, Baekhyun?"
Baekhyun membungkuk memberi salam pada kakak iparnya, "aku baik, Oppa."
"ah, Baekhyun, ini Tao, istriku dan Kevin, putraku." Kris memperkenalkan keluarga kecilnya.
"Hai, jiejie. Aku Baekhyun, istri Chanyeol." Baekhyun melemparkan senyumnya dan mendekati Tao. "apa aku boleh menggendongnya?" Baekhyun melirik Kevin.
"tentu. Jika kau lelah, katakan saja. Kevin sangat berat." Tao menyerahkan Kevin ke dalam gendongan Baekhyun. Dan memang bayi itu begitu besar dan berat. Kevin tidak rewel dalam gendongan Baekhyun, meski Baekhyun orang asing baginya.
"masuklah. Jangan bicara di pintu begini." Sungmin mengajak seluruh anggota keluarga masuk.
"Hyung, mengapa kau melakukan bisnis dengan pebisnis China di Korea?" Chanyeol membuka pembicaraan.
"adik dari rekan bisnisku itu akan menikah bulan depan disini. Sebenarnya, dia orang Korea. tapi ia menikah dengan wanita asal China dan menetap disana. Yah, kurang lebih sepertiku." Jelas Kris.
Perbincangan keluarga itu semakin hangat, ditambah adanya Baekhyun, Tao dan Kevin. Sungmin merasa rumahnya begitu terisi kasih sayang.
.
Baekhyun dan Chanyeol sudah berada di ranjang di kamar apartemen mereka, bersiap untuk menuju alam mimpi.
"yeol..." panggil Baekhyun, membuat Chanyeol membuka kembali matanya.
Baekhyun dan Chanyeol selalu melakukan pillow talk setiap malam. Bukankah ini yang diimpikan setiap pasangan? Perbincangan ringan namun intim sebelum tidur. Hal ini akan membuat keduanya semakin dekat.
"jika aku hamil nanti, aku akan resign dari kantor."
"oh kau sudah memutuskannya?"
"hmm... aku melihat eomma mu dan eomma ku. Sepertinya mereka bahagia bisa membesarkan dan melihat pertumbuhan anak mereka di pelukan mereka sendiri."
"terserah kau saja, apapun pilihanmu, aku akan mendukungmu. Tapi jangan pernah menyesal dengan keputusanmu, apapun itu."
"aku sudah memikirkannya dengan matang. Aku juga melihat bagaimana Tao-jie merawat Kevin dengan tangannya sendiri. Ia selalu ada di samping suaminya meski suaminya keluar kota. Aku ingin seperti mereka."
"aku akan selalu mendukungmu, sayang." Chanyeol membelai surai istrinya. "mari tidur. Besok kita harus bekerja."
.
Seminggu lagi pernikahan Kyungsoo dan Jongin akan digelar. Baekhyun membantu persiapan Kyungsoo, termasuk mempersiapkan mental Kyungsoo. Beberapa hari yang lalu Kyungsoo menemui Baekhyun dan Luhan, dan mulai bimbang akan keputusannya menerima lamaran Jongin karena usianya dan Jongin yang masih sangat muda. Baekhyun dan Luhan maklum saja dengan kondisi Kyungsoo ini. setiap orang yang akan menikah pasti akan mengalaminya saat hari H sudah dekat.
Baekhyun dan Chanyeol hari ini mengunjungi rumah keluarga Park, orang tua Chanyeol. Chanyeol duduk di ruang keluarga, menonton TV dengan ayah dan kakak nya, sedang Baekhyun, Tao dan Sungmin sedang menemani Kevin melihat kolam ikan di halaman belakang sambil berbincang-bincang.
Chanyeol berusaha mengalihkan perhatian Baekhyun dari keinginannya memiliki bayi. Jadi setiap hari ia akan mengajak Baekhyun bertemu dengan kerabatnya, entah itu Luhan, Kyungsoo, orang tuanya ataupun orang tua Baekhyun. Tidak lupa untuk meninggalkan pesan agar kerabatnya tidak membahas apapun mengenai kehamilan.
Karena jika Baekhyun sendirian, ia akan semakin memikirkannya. Chanyeol ingat sekali bagaimana 2 minggu yang lalu Baekhyun menangis lagi saat keluar dari kamar mandi sambil membawa tespek yang hanya menunjukkan satu garis. Chanyeol juga sama dengannya, menanti kehadiran buah hati mereka. Tapi Chanyeol tidak akan memaksakan kehendaknya.
Tak hanya pagi hari. Malam haripun terkadang Baekhyun terbangun dan menangis. Chanyeol tidak keberatan untuk mengurusnya. Hanya saja hal itu akan mengganggu Baekhyun sendiri. Daya tahan tubuhnya akan turun jika energinya hanya ia gunakan untuk menangis, apalagi jika ia tidak tidur di malam hari. Apa pasangan baru akan sesensitif ini mengenai kehamilan?
"Hyung, ini undangan pernikahan adik rekanmu?"
"ya."
Chanyeol meraih undangan tersebut. Chanyeol measa ia mengenal design nya.
"Hyung, ku rasa Korea benar-benar sempit."
"kau mengenal mereka?"
"mempelai wanitanya adalah sahabat Baekhyun sejak SMP."
"ah, baguslah kalau begitu. Kita bisa datang bersama-sama."
.
Hari ini adalah hari pernikahan Kyungsoo. Tapi keadaan Baekhyun pagi ini tidak sebaik biasanya. Chanyeol bangun lebih dulu dan melihat wajah Baekhyun pucat.
"yeobo..."
Bukannya menjawab panggilan Chanyeol, Baekhyun malah terlonjak dari kasur dan berlari menuju kamar mandi.
"hoooeeeekkk..."
Chanyeol terkejut dan segera mendatangi istrinya. Chanyeol membantu memijit tengkuk Baekhyun.
"kau tidak apa?"
"sepertinya maag ku kambuh. Karena aku telat makan akhir-akhir ini."
Baekhyun memang sangat sibuk hingga terkadang lupa makan. Bahkan kemarin dia menunggu Chanyeol selesai rapat untuk makan bersama tanpa mengganjal perutnya dengan makanan apapun.
"sebaiknya istirahat saja di rumah. Biar aku yang datang ke pernikahan Kyungsoo dan Kai."
"TIDAK!" sanggahnya segera. "aku harus tetap datang. Ini akan menjadi pernikahan pertama dan terakhir antara Jongin dan Kyungsoo, Chanyeol."
"aku mengerti tapi-"
"aku akan membaik setelah minum obat." Ujar Baekhyun sambil berjalan menuju ke kotak P3K.
"jangan. Baiknya nanti kita ke dokter saja setelah dari pernikahan Kyungsoo dan Jongin. Jangan minum obat dulu. Belum tentu kau maag." Chanyeol mencegah Baekhyun.
Baekhyun sedang bersiap dan mematut dirinya didepan cermin. Ia menggunakan make up sedikit tebal untuk menutupi wajahnya yang pucat.
"kau sudah cantik, kok." Kata Chanyeol mengecup kening istrinya.
"baiklah baiklah aku sudah siap. Ayo berangkat." Chanyeol tersenyum melihat tingkah istrinya ini.
.
Baekhyun merasa kepalanya berputar, ia merasa langit akan runtuh menimpa kepalanya. Chanyeol khawatir dengan keadaan Baekhyun dan meminta Baekhyun untuk duduk tenang di kursi tamu.
Chanyeol memeluk pinggang Baekhyun saat naik ke pelaminan untuk bersalaman dan memberi selamat pada kedua mempelai. Baekhyun merasa kakinya lemas, perutnya terasa seperti di aduk-aduk. Padahal seluruh makanan yang tersedia ia yakini adalah makanan enak dengan kualitas tinggi dan kebersihan yang terjamin.
"eonni... terimakasih sudah menyempatkan datang. Aku tidak menyangka hari ini akan benar-benar datang." Baekhyun tersenyum dan memeluk Kyungsoo. Sejujurnya, ia tidak dapat mendengar dengan baik apa yang Kyungsoo katakan. Ia merasa matanya akan segera terpejam.
Chanyeol kembali memeluk pinggang Baekhyun untuk berjalan menuruni pelaminan. Baru saja dua langkah, Baekhyun jatuh pingsan. Bersyukur tubuhnya segera di tangkap oleh Chanyeol. Perhatian para tamu juga kedua mempelai berpindah ke Baekhyun. Luhan segera menghampiri Baekhyun dan Chanyeol.
"ia kenapa?" tanya Luhan.
"aku juga tidak mengerti. Aku akan membawanya ke dokter sekarang. Maaf kami tidak bisa mengikuti acara hingga akhir." Chanyeol segera mengambil seribu langkah menuju mobilnnya di luar gedung pernikahan diikuti oleh Sehun dan Luhan. Kyungsoo khawatir akan keadaan Baekhyun tapi ia tidak bisa meninggalkan acara begitu saja, kan?
Luhan membukakan pintu mobil untuk Chanyeol.
"aku akan ikut. Dudukkan saja Baekhyun di bangku penumpang. Aku akan menjaganya. Sehun-ah, tak apa kan aku tinggal?" ujar Luhan sambil masuk ke dalam mobil untuk menangkap tubuh Baekhyun.
"tak apa. Jagalah Baekkie noona." Sehun memalingkan tatapannya pada Chanyeol, "Hati-hatilah menyetir, Hyung. Jangan gegabah, jangan ngebut. Baekkie noona akan baik-baik saja." Ujarnya sambil menepuk bahu Chanyeol yang dibalas anggukan oleh Chanyeol.
.
Dokter duduk di hadapan Chanyeol setelah memeriksa Baekhyun yang masih tidak sadarhakan diri.
"nyonya tidak apa-apa, Tuan. Nyonya hanya kelelahan. Kondisi tubuhnya sedang sangat lemah. Dan, Nyonya sedang mengandung, usia kandungannya sudah empat minggu. Selamat, Tuan. Jaga nyonya dan bayinya, semoga sehat sampai hari kelahiran." Dokter mengangkat tangannya hendak menjabat tangan Chanyeol.
Chanyeol segera menyambar tangan dokter dengan wajah sumringah. "terimakasih, dok. Kami sudah sangat menantikan kehadirannya"
Sebenarnya, pagi tadi Chanyeol sudah curiga bahwa Baekhyun muntah-muntah bukan karena sakit, melainkan karena morning sick. Tapi Chanyeol takut mengungkapkannya akan membuat harapan palsu bagi istrinya. Karena mereka belum memeriksakannya.
Baekhyun sadar dari pingsannya, yang segera di sambut pelukan hangat dari suaminya.
"kau akan segera menjadi eomma." Kata Chanyeol.
Baekhyun terkejut dan menitikkan air matanya. "sungguh?"
"penantian dan kesabaranmu mu tidak akan pernah sia-sia, sayang" Chanyeol mengecup dahi istrinya.
.
END
.
.
sebelumnya, TERIMAKASIH BANYAK SEMUANYAAAAA...
NEOMU NEOMU KAMSAHABNIDAAAAAA *DEEP BOW*
terimakasih sudah membaca dan review
aku juga mau minta maaf atas banyak nya kesalahan di Chapter sebelumnya karena buatnya sambil ngantuk-ngantuk. aaaaahhh aku benar-benar menyesal... dan dengan sangat terpaksa, setelah aku pikir-pikir, aku harus mengganti usia mereka karena rasanya Sehun dan Kai terlalu muda :( maafkan aku *deep bow*
aku gak yakin FF ini bakal jadi se-sukses "My Family" milik Oh Lana. tapi aku sudah berusaha untuk melakukannya sebaik mungkin. semoga bisa diterima.
kemudian, aku akan memberitahukan bahwa berhubung akunya yang sedang ada di semester akhir perkuliahan, gak cuma sibuk nulis FF tapi juga nulis skripsi (huaaaaaaaaaa), maka FF ini akan selalu aku update di malam minggu sekitar jam 7 malam waktu Indonesia Bagian Barat. tapi, tetap hanya JIKA ADA YANG REVIEW DAN MEMINTA FF INI DI LANJUTKAN. kalau nggak, aku bakal berhenti sampai disini saja :( jadi aku sangat membutuhkan review dan penilaian dari readersdeul semuanya :))) give and take gitu deh ya ~
dan untuk yang minta couple lainnya, aku akan ceritakan seiring berjalannya waktu, ya :) nanti kita intip juga kehidupan couple yang lain, okay? jadi sabar aja :)))
ah, SPECIAL THANKS buat Oh Lana sunbae-nim :")
terimakasi sudah menyempatkan untuk mampir, membaca dan mereview FF buatan kuuuu huaaaa *terharu* *deep bow*
maafkan untuk menggunakan idenya sebagai inspirasi tanpa seizin sunbae terlebih dahulu. aku pikir kamu bakal marah, eh ternyata responnya baik :") ah terimakasih banyak *bow 90 degrees*
dan TERIMAKASIH BANYAK untuk semua yang sudah baca tanpa meninggalkan jejak, dan terimakasih banyak banyak banget buat yang udah review. aku akan berusaha lebih baik lagi :)))))) mohon dukungannya *deep bow*
*thank you*
sneezkyu | Mela querer chanBaekYeol (semoga FF ini bisa sebaik FF "My Family" yah) | azzprynk | baekhyunina (sepertinya aku akan buat FF ini jadi FF fluffy) | Guest | VAAirin (aku usahakan menulis dengan baik) | heechanbaekchul | guest | Guest | ruixi1 | sis138 | Byul Hun.K | 1004baekie | zoldyk | komozaku | Oh Lana (terimakasih, author-nim, sunbae-nim *deep bow*) | kimna (eonnie ku makasih banyak *kiss*) | Rly. | Lovesoo | devrina | dira | XOXO KimCloud | ChanBaekLuv
nah, sampai jumpa di chapter berikutnya. kalau mau berjumpa lagi, review juseyooooo...
neomu kamsahabnidaaaaaa ^_^
-Lu Lu-
