Cast:

Park Chanyeol (m/27)

Byun Baekhyun (f/25)

Byun Hangeng (m/53 – Baekhyun's Father)

Kim Heechul (f/48 – Baekhyun's Mother)

Park Kyuhyun (m/60 – Chanyeol's Father)

Lee Sungmin (f/55 – Chanyeol's Mother)

Park Yi Fan/Kris (m/30 - Chanyeol's Hyung)

Huang Zi Tao (f/26 - Yi Fan's Wife)

Oh Sehun (m/23)

Xiao Lu Han (f/25)

Kim Jongin/Kim Kai (m/23)

Do Kyungsoo (f/24)

Kevin (m/10 Months - Yi Fan's Son)

Other EXO's member

Pairing:

Chanbaek

Hanchul

Kyumin

Hunhan

Kaisoo

TaoRis

Other pairing coming soon

Warning: typos; Genderswitch; EXO; marriage life; NC; Mature Content; DLDR; no bash.

*** Happy Reading ***


Chanyeol membawa Baekhyun pulang dengan hati yang bahagia, dengan gurat senyum yang tidak henti-hentinya terlukis di wajahnya. Ah, suami mana yang tidak bahagia mendengar berita bahagia bahwa istrinya sedang mengandung anak pertama mereka. Chanyeol tak henti-hentinya bersenandung di dalam mobil mengundang senyum Lu Han yang tadinya merasa seperti tidak terlihat.

"ku antar, Lu?"

"ah kita ke apartemenmu saja. Sehun sedang dalam perjalanan kesana sekarang. Ia akan menjemputku di apartemen kalian." kata Lu Han. Lu Han begitu bahagia melihat sahabatnya ini begitu bahagia. Bagi Lu Han, kebahagiaan Baekhyun dan Kyungsoo adalah kebahagiaannya juga. Jadi, hari ini ia mendapat 2 kebahagiaan tak ternilai, pernikahan Kyungsoo dan kehamilan Baekhyun.

.

"aku pulang, ya, Baekki. Jaga kesehatanmu. Jangan terlalu lelah. Aku akan usahakan untuk sering berkunjung kemari." Lu Han memeluk dan mencium pipi Baekhyun. "dan aegya, jangan susahkan eomma dan appa mu, ne? Sehat-sehatlah dan tumbuh dengan baik. Onty menyayangimu." Lu Han membelai perut rata Baekhyun.

Sehun merangkul pundak Lu Han, "kami pulang dulu, Hyung. Selamat karena akan menjadi ayah. Kau sudah bekerja keras. Hahahahaha... tak perlu kalian antar. Kami sudah sangat ingat dimana letak parkiran, kok." Ujar Sehun bercanda kemudian pamit pada pasangan yang akan menyambut anggota keluarga baru tersebut.

Chanyeol menutup pintu apartemennya, "kau ingin makan apa?" tanya Chanyeol lembut sambil mendekap pinggang Baekhyun.

"apa saja. Aku lapar sekarang."

"bagaimana dengan sup?" tanya Chanyeol.

"baik. Kau yang memasak?"

"hmm.. tentu, istriku yang cantik." Chanyeol mengadu hidungnya dengan hidung Baekhyun.

Baekhyun duduk manis di meja makan, menanti dan memperhatikan suaminya yang memasak. Chanyeol terlihat semakin tampan saat ia menunjukkan skillnya dalam memasak. Bau masakan Chanyeol begitu nikmat. Chanyeol memang terbiasa memasak. Sebelumnya, ia sering melihat ibunya memasak, mengingat bagaimana Chanyeol begitu dekat dengan ibunya.

"setelah ini, naik dan istirahatlah." Kata Chanyeol sambil meneta makanan di atas meja makan.

"kau tidak istirahat juga?"

"ada yang harus aku selesaikan, atau kau ingin aku menemanimu?" Chanyeol mencium kepala Baekhyun.

"ah, tidak. Aku bisa sendiri." Baekhyun kemudian mulai menyantap makan siangnya dalam hening.

"terimakasih untuk makan siangnya, suamiku. Ku rasa bayi kita juga menyukai masakan ayahnya."

"sungguh? Setelah ini appa akan lebih sering memasak untuk eomma dan aegya." Chanyeol mengelus perut Baekhyun yang masih rata. "nah, segeralah naik dan istirahat, ne? Aegya, temani eomma, ne? Jangan nakal." Chanyeol merendahkan tubuhnya mencium perut Baekhyun.

"aku tidak dicium?"

Tanpa menjawab, Chanyeol segera mencium Baekhyun penuh sayang. Baekhyun meninggalkan Chanyeol ke kamarnya.

.

'Ring Ding Dong... Ring Ding Dong...'

Bel apartemen berbunyi, Chanyeol baru saja selesai membersihkan meja makan dan mencuci semua piring kotor. Ia segera berjalan menuju pintu dan membukanya.

"eomma?!"

"omoo menantuku yang tampan. Apa kabarmu hari ini? mana Baekki? Apa ia baik? Aku segera memutuskan datang kemari setelah mendengar kabar anakku pingsan pagi tadi." Heechul segera masuk ke dalam rumah dan bicara tak terhentikan. Heechul sangat khawatir akan keadaan Baekhyun setelah mendapat kabar bahwa Baekhyun pingsan saat di acara pernikahan Kyungsoo tadi. Chanyeol hanya memberitau bahwa Baekhyun pingsan, tapi belum memberitau Heechul bahwa Baekhyun sedang mengandung. Rencananya ia akan mengajak Baekhyun ke rumah orang tuanya sore ini untuk memberi kabar baik sebagai kejutan. namun ibu mertuanya ini rupanya sangat khawatir dan tidak sabar untuk tau keadaan putri tunggalnya.

"eomma... eomma... duduk dulu. Tenanglah, eomma." Chanyeol meraih pundak Heechul. Suara Heechul benar-benar memenuhi ruangan, Chanyeol khawatir hal itu akan mengganggu tidur siang Baekhyun.

"Omo! Setelah menikah kau melarang eomma bertemu anak eomma, eoh?" Heechul memukul lengan Chanyeol.

"eomma, bukan begitu. Eomma duduk dulu. Begini, Baekhyun baik-baik saja dan sedang istirahat di kamar sekarang. Jangan membangunkannya dulu, eomma. Ia baru tidur beberapa menit yang lalu." Chanyeol menenangkan mertuanya yang cerewet ini.

"ah begitu? Kalau begitu maafkan eomma," Heechul kemudian duduk di sofa di ruang tengah apartemen milik Chanyeol dan Baekhyun. "Chanyeol-ah. Ini eomma bawakan makanan kesukaan Baekhyun buatan eomma." Ia merendahkan suaranya dan menyerahkan bawaannya pada Chanyeol. "namun, apa yang terjadi pada uri Baekhyun?"

"begini, eomma. Sebelumnya, aku akan berterimakasih terlebih dulu pada eomma yang sudah melahirkan Baekhyun, dan merestui hubungan kami hingga kami menikah."

"omo Chanyeol. Sesungguhnya Baekhyun atau kau yang sakit?" Heechul memegang kening Chanyel dengan telapak tangannya. "kata-kata mu benar-benar bukan seperti dirimu. Kau membuat eomma khawatir."

Chanyeol menurunkan tangan ibu mertuanya, "eomma, kami akan segera memiliki Park Junior." Chanyeol tersenyum lebar pada ibu mertuanya.

Mata Heechul membulat, "benarkah?" katanya menatap mata Chanyeol lekat.

"ne, eomma. Eomma akan segera memiliki cucu."

"omooo terimakasih menantuku yang tampan... kau sudah bekerja keras." Heechul memeluk tubuh menantu kesayangannya. Sejak Baekhyun dan Chanyeol pacaran, Heechul memang sudah sangat menyayangi Chanyeol, terlebih sekarang Chanyeol akan memberinya seorang cucu.

"eomma?" setelah tidur siang selama satu jam akhirnya Baekhyun bangun.

Heechul membalikkan tubuhnya dan menatap anak semata wayangnya itu. Kemudian mendekati Baekhyun. "aigoooo anak eomma... apa tidurmu enak?" katanya segera memeluk tubuh Baekhyun.

"eomma aku bukan lagi anak bayi."

"tapi sebentar lagi kau akan punya bayi, anakku. Aigooo eomma sangat menyayangi kalian..." Heechul mengecup wajah anak nya.

Baekhyun, Chanyeol dan Heechul duduk berbincang di ruang keluarga. "eomma datang dengan siapa?" tanya Baekhyun.

"eomma datang dengan Shin ahjussi. Appa mu sedang sangat sibuk di kantor. Ah, si tua itu sudah eomma suruh istirahat, masih saja ngotot bekerja. Ini resikonya ia tidak memiliki anak laki-laki. tidak bisakah ia menyerahkan perusahaannya pada menantunya? Apa ia tidak bosan bekerja? Apa sekertarisnya terlihat lebih cantik makanya ia lebih bersemangat ke kantor dibanding di rumah melihat istrinya yang sudah mulai keriput ini? ah menyebalkan sekali!" tutur Heechul panjang lebar. Ah, eomma satu ini memang sangat cerewet, ya?

"eomma, eomma masih tetap yang tercantik di mata appa meski usia eomma tidak muda lagi. Kalau eomma tidak cantik, mana mungkin appa jatuh cinta dan berjuang mendapatkan hati eomma dulu. Hihihi..." ujar Baekhyun menggoda ibunya.

"ah kau selalu saja membuat eomma penuh percaya diri. Eomma akan segera menjadi nenek dan kau masih saja menggombali eomma seperti appa mu itu." Heechul mengelak malu-malu.

"eomma, apa eomma dan appa sebahagia ini saat tau aku akan hadir di antara kalian?"

"tentu saja, sayang. Eomma sangat bahagia. Bahkan appa mu terus mengecup wajah eomma saat dokter menyatakan eomma sedang mengandung. Terlebih saat itu, kami menunggumu begitu lama. Eomma dan appa tak seberuntung kalian yang diberi kepercayaan lebih cepat."

Baekhyun terdiam. Ia sangat beruntung dan bersyukur karena mendapatkan kehamilannya sangat cepat. Semestinya ia mengeluh sebelumnya.

"ini sudah hampir petang. Appa mu akan segera pulang dan eomma harus menyambut bayi tua eomma itu. Jaga bayi dan kesehatanmu, Baekhyun-ah. Eomma menyayangi kalian." heechul memeluk Baekhyun penuh kasih sayang. "jaga keluargamu, Tuan Park. Eomma. Banyak-banyak lah bersabar, ne?" Heechul memeluk menantunya.

.

"aku akan memenuhi niatku, Yeolli." Baekhyun membuka topik pembicaraan pillow talk nya malam ini dengan Chanyeol.

"kau benar-benar tidak akan menyesal?"

"hmm. Aku sudah memikirkannya matang-matang. Ku rasa aku juga butuh banyak istirahat selama masa kehamilanku nantinya."

"baiklah. Aku akan mendukungmu. Kapan kau akan berhenti?"

"seminggu lagi, setelah ku selesaikan berkas terakhirku."

"baiklah. Mari tidur." Chanyeol memeluk istrinya.

.

Pagi ini Baekhyun mengalami morning sick yang luar biasa parah. Seluruh isi perutnya yang belum diisi apapun pagi ini keluar begitu saja. Bahkan setiap kali ia mencoba mengisi perutnya, ia akan kembali memuntahkannya. Baekhyun merasa sangat tersiksa dan lemas karena tidak ada energi yang masuk ke dalam tubuhnya.

Chanyeol merasa khawatir akan keadaan istri cantiknya ini. "kau mau aku masakkan sesuatu? Ku rasa kemarin bayi kita bisa menerima masakanku dan kau baik-baik saja." Chanyeol memijat pelan tengkuk Baekhyun.

"boleh. Mari kita coba. Aku merasa seperti melayang sekarang. Aku lapar tapi tidak ada yang bisa masuk ke dalam perutku." Jawab Baekhyun lemas.

Mungkin karena ini kehamilan pertama untuk Baekhyun, segalanya terasa lebih melelahkan. Baekhyun merasakan seluruhnya untuk pertama kali. Sebelumnya Baekhyun bukanlah gadis yang lemah, meski ia manja, ia masih tetap bersemangat dan jarang sekali jatuh sakit. Tapi keadaannya kali ini benar-benar membuatnya lemas. Rasanya ia hanya ingin berbaring di kasur sepanjang hari.

"berbaringlah." Chanyeol menggendong Baekhyun, membawanya ke ranjang. Ia membantu Baekhyun menaikkan kakinya dan memperbaiki posisi tidur Baekhyun agar Baekhyun merasa lebih nyaman. "aku di bawah. Jika kau perlu, teriak saja. Aku masih bisa mendengarmu dari sana. Ini handphone mu. Kalau kau tak sanggup berteriak, telepon saja. Aku buatkan sesuatu dulu untuk mengisi perutmu. Arasseo? Dan bayi mungil appa, jaga eomma, ne? jangan buat eomma tersiksa, nak. Eomma dan appa menyayangimu." Chanyeol mengelus dan mengecup perut Baekhyun yang masih rata.

Sekitar 15 menit kemudian, Chanyeol kembali dengan nampan berisi segelas susu dan semangkuk bubur.

"nah, minumlah." Chanyeol menyerahkan segelas susu pada Baekhyun.

"baunya tidak enak, Chanyeol..." rengek Baekhyun menolak susu yang Chanyeol berikan.

"Chagiya ayolah. Pelan-pelan. Sedikit demi sedikit saja. Demi kebaikanmu dan bayi kita." Ujarnya lembut.

"ini susu untuk kehamilan?" tanya Baekhyun.

"sebenarnya bukan. Hehe ini susu yang biasa kau minum. Masih bersisa satu sachet. Aku berencana mengajakmu ke supermarket hari ini."

"apa akan berpengaruh?"

"aku membacanya di internet, dan bertanya sedikit pada Sehun. Katanya sih tidak masalah, yang penting ibu dan bayi nya minum susu. Untuk sekali ini saja rasanya minum ini saja dulu, daripada tidak sama sekali. Nah, minum."

Baekhyun memaksakan dirinya meminum susu yang dibuat Chanyeol.

"baby, jangan buat eomma memuntahkannya. Kau seharusnya suka strawberry seperti eomma mu. Strawberry itu enak, baby." Chanyeol berbicara seakan-akan sedang bicara pada bayi dalam perut Baekhyun.

Baekhyun tersenyum, "tidak appa, aku dan eomma menyukainya." Kata Baekhyun menirukan suara bayi.

"nah, eomma, sekarang buka mulutnya. Appa akan suapkan baby sarapan buatan appa. aaaaaa..."

Baekhyun membuka mulutnya, "aaaaaa..." kemudian melahapnya tanpa memuntahkan makanan buatan Chanyeol. "kurasa ia menyukai masakanmu." Kata Baekhyun.

"kalau begitu, aku akan memasak untuk kalian setiap hari." Chanyeol sepertinya begitu bersemangat.

"kau tidak ke kantor? Ini sudah lewat jam 7 pagi dan kau belum siap-siap." Kata Baekhyun.

"aku sudah memberitau sekertarisku bahwa aku akan terlambat hari ini. mungkin aku akan berangkat sekitar pukul 9 nanti. Aku akan menelepon eomma untuk datang dan menemanimu disini."

"ah, eomma ku saja. Aku ingin eomma ku." Rengek Baekhyun.

"baiklah. Akan ku telepon eomma dan menunggunya datang baru aku akan berangkat ke kantor."

.

'Ring Ding Dong... Ring Ding Dong..."

"Chanyeol-ah... sepertinya eomma sudah sampai!" teriak Baekhyun dari atas ranjang tempatnya berbaring.

"neeeeeeeeeeeeeeee!" teriak Chanyeol dari kamar mandi kemudian bergegas menggunakan bathrobe nya dan membukakan pintu untuk ibu mertuanya.

"eomonim... silahkan masuk..."

"aigo.. apa kau selalu menerima tamu dengan pakaian seperti ini?"

"aku baru selesai mandi, eomma. Baekhyun sedang berbaring karena lemas setelah muntah hebat tadi pagi. Jadi aku berlari dari kamar mandi hanya dengan ini untuk membuka pintu." Jelasnya malu-malu.

"aigooo jangan seperti ini jika tamu mu orang lain. BERBAHAYA, Tuan." Ujar Heechul kemudian berjalan menuju kamar Baekhyun.

Chanyeol membuntuti ibu mertuanya sampai di kamar. Ia mengambil pakaiannya dan segera menuju ke kamar lain di rumah itu untuk bersiap ke kantor.

"bagaimana putri eomma?" Heechul membelai rambut Baekhyun, menyisir rambut panjang tergerai itu dengan sela-sela jarinya.

"eomma... rasanya seperti naik roller coaster..." Baekhyun memeluk pinggang ibunya.

"bersabarlah. Nikmati saja." Ujar Heechul singkat.

"eomma, maafkan aku..." kata Baekhyun.

"wae?"

"aku sudah menjadi anak yang nakal. Padahal eomma berjuang sejak aku belum terbentuk hingga aku lahir dan tumbuh dewasa." Baekhyun menitikkan air matanya.

"kau sudah jadi anak eomma yang baik, Baekki. Sekarang, jadilah eomma yang baik untuk bayimu. Jaga dia dan kesehatanmu, ne?"

"ne, eomma." Suara Baekhyun semakin parau. Sekarang ia merasakan bagaimana eomma nya berjuang sejak ia mengandung Baekhyun, hingga sekarang Baekhyun bisa merasakan bagaimana ia akan berjuang sebagai ibu.

"eomma, yeobo, aku berangkat dulu." Chanyeol mengecup pucuk kepala Baekhyun, kemudian memeluk ibu mertuanya. "eomma, aku titip istriku sebentar saja."

"hati-hati, menantu."

.

Chanyeol pulang sebelum malam hari, agar ibu mertuanya juga bisa pulang sebelum malam hari, mengingat ibu mertuanya itu harus ada di rumah sebelum ayah mertuanya pulang.

Malam sudah semakin larut, Baekhyun dan Chanyeol bersiap untuk tidur lebih awal malam ini.

"kau ingin sesuatu?" Chanyeol menyandarkan tubuhnya ke kepala ranjang.

"aku ingin didekatmu saja." Baekhyun memeluk lengan Chanyeol. Chanyeol mengelus rambut Baekhyun, mengecup kepalanya, menyesap wangi rambut Baekhyun.

"kau ingin laki-laki atau perempuan?" Baekhyun kembali memecah keheningan.

"karena ia anak pertama, anak lelaki maupun perempuan bagiku sama saja. Yang penting, kau dan bayi kita sehat dan normal sampai ia lahir."

"kau tidak mempunyai keinginan khusus?"

"hmmm ku rasa tidak. Selain yang kusebutkan tadi. Dan jangan berpikir terlalu keras."

Tidak ada jawaban dari Baekhyun. Hmm sepertinya ratu pemilik hati raja Park ini sudah terlelap...

.

Chanyeol bangun pagi-pagi sekali, memasak menu sarapan sederhana. Hari ini Baekhyun juga akan ke kantor. Mengingat ia belum resmi berhenti dari tempatnya bekerja. Ah, Baekhyun tidak bekerja di perusahaan milik ayahnya maupun milik Chanyeol. Baekhyun bekerja di salah satu bank besar di Korea. Ia tidak berminat menjadi penerus ayahnya, maupun "menumpang" pada perusahaan milik Chanyeol. Karena itu ia memilik bekerja di bank.

Baekhyun sudah cantik pagi ini, dengan rok selutut dan jas kerjanya. Ia duduk di meja makan menunggu Chanyeol selesai memasak.

"kau cantik." Komentar Chanyeol.

"hmm beruntung bajunya masih muat. Jadi untuk seminggu ini aku masih bisa menggunakannya. Kita lihat saja nanti, jika aku gendut, apa aku masih cantik di matamu."

"kau akan selalu cantik, istriku."

"masih pagi sudah gombal. Bumbu sarapanmu pagi ini, gombal, eoh?" jawab Baekhyun.

Chanyeol tidak merespon jawaban Baekhyun. Ia segera menata meja makan dan menuju kamarnya untuk bersiap. 10 menit kemudian, Chef Chanyeol sudah berubah menjadi pengusaha muda yang tampan. Baekhyun dan Chanyeol kemudian menikmati sarapan pagi dengan keheningan, seperti biasanya.

"sudah?"

"sudah. Ayo berangkat."

Chanyeol menyeruput kopi terakhirnya, kemudian bangkit dari duduknya. Baekhyun menghampiri Chanyeol, membantu Chanyeol merapikan dasinya, kemudian mengecup bibir suaminya.

Bukannya hanya mengecup, Chanyeol menempelkan bibirnya lama dan menahan kepala Baekhyun agar wajah Baekhyun tetap menempel di wajahnya. Baekhyun mencubit kecil perut Chanyeol agar Chanyeol melepaskannya.

"kita akan ke kantor, Yeollie." Katanya segera menyerahkan tas kerja Chanyeol.

"baiklah, baiklah." Chanyeol menyambar kunci mobilnya.

.

"pagi yang panas, brother?" sapa Kris di kantor Chanyeol pagi ini.

"hmm, cerah, brother." Jawab Chanyeol sambil melihat ke arah luar, memastikan matahari bersinar hari ini. Kris cekikikan dengan respon Chanyeol yang tidak mengerti maksudnya.

"wae?" Chanyeol membulatkan matanya.

"kau memakai lipstick milik istrimu pagi ini?" Kris menahan tawanya dan menyodorkan sapu tangan untuk adiknya.

"oh ya Tuhan!" Chanyeol segera menyambar sapu tangan dari genggaman Kris. Kris menahan tawanya melihat tingkah adiknya ini. hal seperti ini bisa-bisanya ia sangat ceroboh.

"gomapta, hyung." Ujar Chanyeol berusaha mengatur ekspressinya. "mmm kenapa kau ada disini?"

"bukankah ini kantorku juga? Karena aku sedang di Korea, untuk sementara aku akan bekerja disini. Tidak mengganggu posisi atau pekerjaanmu, tapi aku mungkin akan melibatkanmu untuk rapat bersama rekanku. Bagaimana? Kau tidak keberatan, kan?"

"tentu, Hyung."

"ah, dan aku akan memulai rapat hari ini dengan rekanku. Apa jadwalmu kosong?"

"aku akan minta sekertarisku mengatur jadwalku."

"mungkin kita akan lembur."

"ah? Baiklah, Hyung."

.

"hallo"

"yeobo, ku rasa malam ini aku akan pulang lebih larut. Jangan menungguku pulang. Tidurlah lebih dulu."

"kau lembur?"

"hmm begitulah. Rekan kerja Kris Hyung akan rapat disini. Aku berencana menemani mereka."

"Baiklah. Jangan lupa makan. Saranghae."

"saranghae.."

Sambungan telepon segera terputus. Chanyeol memasukkan handphone nya ke tas kerjanya dan mulai menyusun berkas untuk rapat malam ini.

.

Baekhyun menatap langit yang berwarna jingga dari balkon apartemennya, menyesap teh hangatnya, ia mengenang masa-masa dimana tidak ada orang yang ia tunggu untuk pulang. Sekarang Baekhyun tidak lagi sendiri, ada rasa cemas setiap kali orang yang ia nanti belum sampai di atap mereka bernaung.

Matahari semakin tenggelam, dan langit semakin gelap. Baekhyun masuk ke dalam apartemennya dan menutup semua jendela di apartemen itu. Ia membuka lemari pendingin, ia tersenyum melihat notes yang di tempel Chanyeol di sebuah kotak makan. 'jika aku pulang terlambat, jangan tunggu aku. Makanlah dulu bersama baby. Ia akan kelaparan jika menungguku. Aku mencintai kalian.' dan tidak lupa ia membubuhkan emoticon kiss pada akhir kalimatnya. Hmm sepertinya Chanyeol menulisnya setiap hari, tapi baru kali ini Baekhyun membacanya karena Chanyeol pulang terlambat hari ini.

"jha, baby, kita makan duluan yah. Appa sedang sibuk mencari rezeki untukmu." Baekhyun mengelus perutnya.

Setelah makan malam dan menonton drama favoritnya, Baekhyun segera menyikat giginya dan bersiap untuk tidur. Hmm Baekhyun merasa hari ini lebih sepi dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Baekhyun naik ke atas ranjang king size nya, mengelus perutnya. "kau akan jadi anak yang membanggakan appa suatu hari nanti, kan? Jadilah anak yang baik dan jangan menyusahkan appa. appa sangat menyayangimu, ia rela bekerja hingga larut malam untukmu. Tidakkah kau bangga padanya? Eomma sangat mencintai appamu. Kau juga, kan?" sejak mengetahui dirinya mengandung, selain menyempatkan pillow talk dengan Chanyeol, Baekhyun juga selalu menyempatkan dirinya untuk berbincang dengan janin yang di kandungnya.

Baekhyun merebahkan tubuhnya, menaikkan selimutnya menutup tubuhnya sebatas leher. "selamat tidur, baby..."

.

Chanyeol tiba di rumah sekitar pukul 11 malam. Chanyeol masuk ke dalam apartemen dengan mengendap-endap agar tidak membangunkan Baekhyun. Ia segera membersihkan dirinya di kamar mandi di lantai bawah.

Kemudian Chanyeol mengendap-endap naik ke kamarnya, tempat Baekhyun sudah terlelap. Chanyeol mengambil celana pendeknya, kemudian kembali mengendap-endap ke dapur, menancapkan dua buah lilin di atas tart yang ia sempatkan beli sebelum sampai di rumah. Ya, dini hari ini Baekhyun akan menginjak usianya yang ke-25. 10 menit lagi jam 12 akan berdentang.

Chanyeol segera naik kembali ke kamarnya perlahan-lahan, berusaha tidak menimbulkan suara apapun agar Baekhyun tidak terbangun. Kemudian ia duduk di tepian ranjangnya, menunggu jam tepat menunjukkan jam 12 malam.

Jam dinding di ruang keluarga berdentang, menunjukkan sudah pukul 12 malam. Chanyeol menyalakan lilin di atas tart yang dibawanya, meletakkannya di atas meja di samping ranjang.

"Baekhyun-ah... Byun Baekhyun... ireona..."

"eeeunggh..." Baekhyun hanya menggeliat dan melenguh tanpa membuka matanya. "yeobo... ireonaseyo..." Chanyeol mengecup mata Baekhyun agar wanita itu mau membuka matanya.

"aaahh waeee..." Baekhyun masih enggan membuka matanya.

"Happy Birthday, my queen..." bisik Chanyeol di telinga Baekhyun.

Baekhyun segera membuka matanya, "ah... gomawo... aku bahkan tidak ingat hari ini ulang tahunku." Baekhyun berkaca-kaca menatap Chanyeol. Sepertinya Baekhyun terlalu sibuk dengan hal lain, membuatnya tidak ingat akan ulang tahunnya sendiri.

"buatlah sebuah permohonan dan tiup lilinnya."

"kau bahkan sempat membeli kue?"

"...dan bunga." Chanyeol menyambung kalimat Baekhyun.

"aaaaahhh Chanyeol-ah... aku rasa Tuhan sangat menyayangiku dengan mengirimmu untukku." Baekhyun segera menutup matanya, membuat sebuah permohonan dalam hatinya dan meniup lilin yang menyala.

"aku mencintaimu. Ini ulang tahun terbaik sampai detik ini. aku yakin, akan ada hari-hari baik lainnya didepan." Baekhyun memeluk Chanyeol erat, menitikkan air matanya di pundak Chanyeol.

"aku juga mencintaimu. Aku tidak berjanji akan selalu membuatmu bahagia, tapi aku akan selalu berusaha membuatmu bahagia."

Kalimat yang Chanyeol ucapkan selalu mampu membuat Baekhyun mencintainya lebih dan lebih lagi setiap harinya. Chanyeol selalu seperti itu sejak dulu. Karena itu Baekhyun tidak pernah merasakan cintanya pudar pada Chanyeol.

"kuenya akan ku simpan, dimakan besok saja, ya? Malam ini kita lanjutkan tidurmu." Chanyeol menyuruh Baekhyun untuk kembali tidur, dan ia menyimpan kuenya di lemari pendingin.

.

Ibunya, Luhan, Kyungsoo, dan semua kerabat yang Baekhyun cintai mengucapkan selamat padanya melalui telepon hari ini. tidak ada yang berjanji untuk datang mengunjunginya. Hari ini Chanyeol menjemputnya di kantor untuk pulang bersama.

"ayo makan malam di luar."

"dimana?"

"hmm aku sudah menyiapkan tempatnya. Sampai di rumah, segeralah bersiap. Aku menyewanya untuk jam 7 malam."

"Call!" jawab Baekhyun bersemangat.

Sesampainya di apartemen, Baekhyun segera bersiap. Memilih baju yang cocok untuk digunakannya, dan segera mandi.

"gunakan gaun yang cantik!" suara Chanyeol terdengar dari ruang keluarga.

"aku bahkan lebih cantik dari gaunku!" jawab Baekhyun sedikit berteriak. Chanyeol tersenyum mendengar jawaban Baekhyun. Hah, Baekhyun nya memang cantik.

Setelah mandi dan memoleskan make-up tipis di wajahnya, Baekhyun berjalan menuruni tangga. Ah, Baekhyun memang sangat cantik. Tubuhnya masih langsing karena kandungannya yang belum terlihat. Ia menggunakan gaun backless berwarna hitam berkilap. Rambutnya di gelung ke atas dan disisakan sedikit menjuntai di samping pelipisnya. Baekhyun benar-benar cantik.

Chanyeol yang sudah menunggunya di lantai bawah terbelalak kagum dengan kecantikan istrinya. Berapa kalipun ia menatap Baekhyun, wajah Baekhyun tidak pernah membuatnya bosan. Baekhyun masih tetap cantik dan mempesona baginya. Setiap kali ia menatap kecantikan Baekhyun, Baekhyun akan membuatnya semakin jatuh cinta. Chanyeol mengulurkan tangannya untuk menyambut Baekhyun. Chanyeol juga tak kalah tampan dengan tuxedo hitam dan kemeja putih didalamnya.

Di dalam mobil, Chanyeol tak henti-hentinya tersenyum. Selain cantik, Baekhyun juga begitu wangi. Ah, Baekhyun benar-benar seduktif bagi Chanyeol. Baekhyun yang melihat Chanyeol terus tersenyum ikut tersenyum. Ia bahagia, ah, bahkan rasanya sekarang seperti kakinya tak lagi menapak di bumi. Chanyeol membuatnya merasakan terbang karena terlampau bahagia.

.

Chanyeol menggandeng tangan Baekhyun masuk ke dalam restoran. Mereka menuju ke meja yang sudah Chanyeol pesan. Mata Baekhyun melebar dan berkaca-kaca serta senyumnya Baekhyun mengembang ketika menangkap orang-orang yang duduk di meja yang sudah di pesan Chanyeol. Kedua orang tuaya, kedua orang Chanyeol, Luhan, Sehun, Kyungsoo, Jongin, Kris, Tao dan si kecil Kevin sudah duduk di meja tersebut menyambut Baekhyun.

"hmm... karena kita sudah menikah, ku rasa merayakannya bersama kerabat terdekat kita akan lebih menyenangkan. Karena ketika kita sudah menikah, bukan hanya kita yang menjalin hubungan, tapi juga mereka yang kita cintai." Jelas Chanyeol.

Baekhyun segera memeluk Chanyeol erat. "aku bahagia, aku sangat bahagia." Ujarnya dengan suara bergetar.

Chanyeol melepaskan pelukan Baekhyun, menatap lurus ke mata Baekhyun. Ia menangkup pipi Baekhyun dengan kedua tangannya, "Byun Baekhyun, jangan menangis, nanti make-up mu luntur." Ia menghapus air mata di pipi Baekhyun dengan kedua ibu jarinya.

"Byun Baekhyun, terimakasih sudah lahir kedunia ini, tumbuh dengan baik dan menjadi wanita yang hebat. terimakasih sudah mau mendampingiku di sisa hidupku, mengisi begian kosong dari diriku. Terimakasih sudah mau menjadi ibu dari anak-anakku. Terimakasih sudah mau mendampingi dan memahamiku dalam keadaan apapun." Chanyeol menarik napasnya, "Byun Baekhyun, tetaplah sehat, tetaplah jadi wanita yang hebat. Tanpamu, aku hanya potongan puzzle yang tidak lengkap. Byun Baekhyun, tetaplah berada di sisiku, agar kita tetap bisa merayakan ulang tahun-ulang tahun berikutnya bersama. Selamat ulang tahun. Aku mencintaimu." Chanyeol menutup kalimatnya dengan mengecup lembut bibir Baekhyun.

"Selamat Ulang Tahun, Byun Baekhyun!"

.

.

END

.

.

Hallo Hallo

HAPPY BIRTHDAY BYUN BAEKHYUN!

Chapter ini jadi chapter special untuk ulang tahun Byun Baekhyun. karena itu FF ini di update hari ini, tepat tanggal 6 Mei 2015.

whoooaaaaa my ChanBaek's Feels... setelah liat Chanyeol upload photo nya bareng baek dan gak lupa buat bilang kalo dia sayang sama Baek buat aku senyam senyum sendiri whoooaaaaahh :D :D :D

pokoknya mah selamat ulang tahun buat Baekhyun, jan nyabe mulu, makin sayang ama ceye, dan makin sayang sama EXO-L. EXO-L mencintaimuuu :* kisseeeuuu

hmm untuk semua yang sudah review chapter 2 lalu, terimakasih banyak sudah mampir dan meninggalkan jejak. maafkan saya kalo FF ini jadi sangat membosankan. saya sudah berusaha keras membuat FF ini lebih kekeluargaan dan as sweet as honey /nyanyiin Tian Mi Mi/.

pokoknya mah makasi banyak buat semuanya dan maafkan untuk kesalahan-kesalahan yang saya perbuat.

*thank you*

XOXO KimCloud || adiknya Kevin? hmm Kevinnya masih terlalu kecil buat punya dedek. punya dedek sepupu aja dulu yaaahh :D makasih sudah review :))

baekhyunina | Yulyul | neli amelia | yeollie || kita intip di chapter berikutnya yah Baekhyun ngidamnya gimana :D makasih sudah review :))

younlaycious88 || aaaahh terimakasih sudah membaca dengan sangat teliti :") seharusnya pernikahan Kyungsoo itu kurang sebulan, bukan seminggu. jadi Baek sebenernya ngeceknya 6 minggu sebelum pernikahan Kyungsoo. karena itu masih negatif. cuma karena authornya kadang suka kengebutan ngetiknya jadi gitu deh :") terimakasih sudah di tanyakan hohoho... terimakasih untuk semangatnya. semangat juga yah skripsweet nya :") aku sih hobby nulis. jadi buat FF ini mungkin juga jadi refreshing buat aku apalagi kalo baca review gitu rasanya bahagia banget :"))) makasih yaa.. ah makasi untuk sarannya. tapi aku takut merubah nama reviewers nya nanti malah lain orang yang punya username :( sejauh ini sih oke. tapi makasih saran dan reviewnya yah :))

Vita Williona Venus || Baekhyun gak lemah, saaaayy... malah Baekhyun sebenernya setrong banget kekekeke tapi untuk setiap wanita di awal kehamilannya, 90% akan jadi lebih lemah dan lebih manja karena ada ketidak stabilan hormon dalam tubuhnya jadi ada perubahan dalam tubuhnya, gitu. kalo aku jelasin ntar jadi panjang lebar kuliah disini deh :D hahaha jadi ya kira-kira begitu. terimakasih sudah review :))

VAAirin || hahahaha gue juga pengen banget punya suami kayak si Chanyeol :") kekekeke iya sih sebenernya banyak yang gue delete sebelum gue post karena gue takut readers malah bosen bacanya :( gue usahain lebih baik deh untuk berikutnya. makasih yaa udah review dan makasih masukannya :))

kimna || makasih buat eonnie nya akuuu kesayangannya akuu yang selalu setia nyemangatin dan tiap saat nagih chapter berikutnya wkwkwkwkw ketjup batsah deh dari sini :* smoccchhh kekekeke

Park Ana | zoldyk | baconslight | yeollie | bekceye | ChanbaekShipper | ParkByun | 1004baekie | Frostiedelight24 | Byul Hun.K | | exindira | ruixi1 || sudah semua disebut? hehe terimakasih sudah baca, kemudian review. ini sebenernya Chapter Spesial buat Ulang Tahun Baekhyun. chapter 3 bakal tetep aku update malam minggu jam 7 malam. oke? buat yang minta fast update, dari lubuk hati ku yang paling dalam, aku minta maaf. satu kali seminggu sudah yang tercepat buat aku karena aku butuh waktu untuk nulis dan aku harus mempertimbangkannya supaya ceritanya gak membosankan dan gak kemana mana. jadi satu minggu sekali cukup yaa? mumpung akunya masih jombsss karena menanti hati pria yang seperti Chanyeol, jadi aku masih bisa update malam minggu. di tunggu aja, oke? terimakasih untuk semangatnya yang membuatku semangat nulis FF dan nulis skripsi :D untuk anaknya sampe gede, hmm di dukung aja biar FF ini tetap eksis, yah :D hehehe

sudah semua? terimakasih banyak. sekali lagi,

SELAMAT ULANG TAHUN BYUN BAEKHYUN

sampai jumpa di chapter berikutnya

*bbyeong*