"Untuk hari ini saja, Chanyeol."

"Tapi aku tidak pernah berdua saja dengannya sebelumnya, Baek. Aku akan kesulitan tanpa kau. Mengapa tak kau bawa saja dia bersamamu?"

"Akan sangat merepotkan, Chanyeol. Apalagi dia sedang aktif-aktifnya berjalan kesana kemari. Bisa-bisa, semua yang ada di sana berantakan dibuatnya. Akan sangat berbahaya juga baginya."

"Aku akan menjaganya disana."

"Tidak, Chanyeol. kau akan lengah jika bertemu dengan ayah lainnya disana. Kau tidak akan bisa mengawasinya dengan baik nantinya. Aku sudah menyiapkan semuanya untuk 8 jam kedepan. Aku juga sudah memompa ASI untuknya yang cukup untuk 8 jam kedepan. Hanya 8 jam, Chanyeol."

"Tetap saja-"

"Kau tidak ingin menjaga anakmu? Baiklah, akan ku titip saja dia pada eomma."

"Jangan! Baik, aku akan menjaganya selama 8 jam kedepan."

Perdebatan pagi di rumah keluarga Park ini ditimbulkan oleh Baekhyun yang akan meninggalkan anak semata wayangnya hanya berdua saja di rumah dengan Chanyeol. Baekhyun harus pergi ke persiapan pernikahan Luhan, untuk memantau katering yang dipesannya untuk hidangan di acara pernikahan Luhan. Ya, Baekhyun mengambil peran untuk menanggung semua hal yang berkaitan dengan hidangan, dari makanan ringan hingga berat. Dari air mineral sampai minuman segar.

"Sudah, ya, Yeol. Aku berangkat." Baekhyun sudah siap, kemudian mencium kening putri gembulnya. "Byeollie, jangan nakal, ya? Turut kata Appa. jangan cengeng. Eomma akan pulang segera. Eomma ppoppo." Anak perempuan berusia sekitar kurang lebih satu tahun itu mengecup bibir ibunya.

Baekhyun menyerahkan Byeol pada Chanyeol, melihat ibunya berlalu, tangis bayi perempuan itu pecah. "Ya Byun Baekhyun! Setidaknya jangan lihatkan pada anakmu jika kau akan pergi! Lihat dia menangis sekarang! Aaaahh aku harus memulainya dengan ledakan tangis." Monolog Chanyeol sambil menatap putrinya.

Chanyeol menatap lekat putri kecilnya, tangis Hanbyeol –nama putrinya- adalah yang paling di tunggu-tunggunya setahun yang lalu di ruang persalinan.


Cast:

Park Chanyeol (m)

Byun Baekhyun (f)

Byun Hangeng (m – Baekhyun's Father)

Kim Heechul (f – Baekhyun's Mother)

Park Kyuhyun (m – Chanyeol's Father)

Lee Sungmin (f – Chanyeol's Mother)

Oh Sehun (m)

Xiao Lu Han (f)

Kim Jongin/Kim Kai (m)

Do Kyungsoo (f)

Other EXO's member and the Babies

Pairing:

Chanbaek; Hunhan; Kaisoo

Warning: typos; Genderswitch; EXO; marriage life; NC; Mature Content; DLDR; no bash.

***Happy Reading***


Setahun yang lalu...

"Omoo, darah! Istrimu akan melahirkan, Chanyeol!" Heechul terkejut karena darah yang keluar lebih dulu, bukan air ketuban. "Segera bawa istrimu ke mobil. Eomma akan membantu membawa barang-barang ke mobil. Hati-hati." Heechul membantu Baekhyun mengenakan mantelnya.

Chanyeol segera menggendong Baekhyun ke mobil, kemudian dengan cepat mengenakan kemejanya. Untung saja Heechul selalu mengingatkan Chanyeol untuk mengenakan pakaian yang layak meski malam hari agar ia bisa segera membawa Baekhyun saat ia akan melahirkan tanpa memilih dan mengganti baju lebih dulu. Heechul segera menyusul dengan membawa semua keperluan Baekhyun dan calon bayinya yang sudah Chanyeol siapkan dalam tas bayi mereka dan segera masuk ke dalam mobil.

Baekhyun duduk di bangku penumpang di samping Chanyeol yang mengemudi. Sebelumnya, Chanyeol sudah merebahkan kursinya agar Baekhyun merasa lebih nyaman. Baekhyun merasakan kontraksinya semakin kuat. Seakan-akan bayinya berenang-renang berputar dalam perutnya. Perutnya terasa seperti di cengkeram dan di aduk-aduk layaknya membuat adonan kue.

"Argh... Chanhh..." Baekhyun mencengkeram lengan Chanyeol.

"Baek, jangan pegang aku. Aku sedang mengemudi. Pegang eomma dulu nanti bahaya." Chanyeol melepas sebelah tangannya dari kemudi, takut-takut tangannya akan lepas kendali karena di cengkeram oleh Baekhyun.

"Eomma..." panggil Baekhyun lirih.

"Tenangkan dirimu, Baek. Jangan stress." Heechul membelai rambut anaknya. Keringat dingin Baekhyun mengucur deras. Rambutnya basah oleh keringat. Beruntung sebelumnya ia sudah memotong rambutnya sebahu, mengikuti saran dari ibu mertua dan ibu kandungnya.

"Sakit sekali, eomma. Aku merasa seperti tubuhku lemas dan akan lepas terpisah. Sakitnya begitu luar biasa."

"Eomma tau, Baek. Sabarlah. Kita hampir sampai." Heechul berusaha menenangkan Baekhyun. Chanyeol berusaha terus fokus pada jalanan tempat mobil yang di kemudikannya melaju.

Sesampainya di rumah sakit, Chanyeol segera mengambil kursi roda dan menggendong Baekhyun untuk duduk di kursi roda. Baekhyun menggenggam erat tangan Chanyeol. Bisa Chanyeol rasakan, Baekhyun menggenggam dengan sekuat tenaga. Sepertinya ini naluri Baekhyun untuk mendorong bayinya keluar, sehingga ia mengerahkan seluruh tenaganya.

Perawat segera memeriksa Baekhyun, melihat tanda-tanda vital pada ibu bayi. "Sudah bukaan berapa, Nyonya?" tanya perawat pada Baekhyun.

"Mana aku tau! Yang aku tau cuma bayi ini akan segera keluar!" jawab Baekhyun mulai emosi. Jelas saja Baekhyun tidak tahu. Perawat ini salah jika bertanya hal seperti itu pada Baekhyun.

"Hmm baik akan saya periksa." Perawat itu memeriksa jalan lahir Baekhyun, memasukkan beberapa jarinya untuk mengukur sudah seberapa besar jalan lahir Baekhyun terbuka. "Sudah bukaan 8. akan saya periksa lagi beberapa menit lagi, jika Nyonya sanggup, nyonya bisa sekedar berjalan santai di ruangan ini untuk-"

"Keluarkan saja bayinya! Aku sudah tidak kuat!" omel Baekhyun merasa perawat yang memeriksanya mulai cerewet. Ibu yang akan melahirkan memang akan lebih sensitif, mengingat rasa sakit luar biasa yang sedang di hadapinya antara hidup dan mati.

"Yeobo, tenanglah." Chanyeol menenangkan Baekhyun. Chanyeol paham, ini pengalaman pertama Baekhyun. Karena itu ia akan merasakan sakitnya dengan luar biasa.

Beberapa saat kemudian, Baekhyun mulai tenang. Chanyeol masih bisa mendengar deru napas Baekhyun yang semakin cepat. Baekhyun memejamkan matanya, ada bulir air mata yang menetes dan mengalir di pipinya.

"Sayang, jika kau ingin melampiaskan sakitnya, lampiaskan saja padaku." Ujar Chanyeol pada Baekhyun.

Baekhyun membuka matanya, "Tidak, Yeol. Kupikir, aku harus menyimpan tenagaku untuk mendorong bayinya keluar."

"Mianhae..." Chanyeol mencium puncak kepala Baekhyun. Ia benar-benar tidak tau harus meminta maaf untuk apa, tapi yang pasti, melihat istrinya berjuang di antara hidup dan mati sekarang ini membuat Chanyeol merasa sangat bersalah. Andai rasa sakit itu bisa dipindahkan, Chanyeol akan dengan sukarela menanggung rasa sakit yang dilalui Baekhyun.

Chanyeol mengelus perut besar Baekhyun, "anak appa, sudah tidak sabar melihat eomma? Sabar, ya. Beberapa menit lagi." Chanyeol kemudian mencium perut Baekhyun.

"Akh, Chanh... sepertinya ia sudah menemukan jalan keluarnya. Jalan lahirku seperti di dorong olehnya." Ujar Baekhyun. Chanyeol segera memanggil perawat untuk memindahkan Baekhyun ke ruang bersalin.

"Kita bisa pindah sekarang, tuan. Air ketubannya sudah pecah dan bukaan nya sudah sampai bukaan ke 10."

"ya, segeralah, ku mohon." Ujar Chanyeol berharap semua orang yang menangani Baekhyun bisa segera bergerak dengan cepat dan menghilangkan rasa sakit yang di alami Baekhyun.

"Anda bisa ikut masuk ke ruang bersalin, Tuan. Karena nyonya akan melewati persalinan secara normal."

"Oh benarkah? Ya mari kita menuju ruang bersalin."

Perawat yang bertugas segera membantu Baekhyun melepaskan semua pakaiannya, menggantinya dengan pakaian operasi yang steril. Baekhyun sudah berbaring di meja persalinan. Chanyeol sudah meminta pihak rumah sakit agar dokter wanita yang menangani persalinan Baekhyun. Meskipun ini persalinan, rasanya Chanyeol tidak ingin jalan lahir istrinya dilihat, apalagi di aduk-aduk oleh pria lain selain dirinya. Mungkin jika ia bisa melakukannya, ia yang akan melakukannya sendiri. Chanyeol sedikit menyesal tidak memilih jadi dokter obgyn di masa lalu.

Chanyeol duduk di samping meja bersalin Baekhyun, menggenggam tangan Baekhyun erat, dengan setiap jemarinya berada di sela jemari Baekhyun. "Jangan biarkan Nyonya tertidur, tuan. Pastikan Nyonya terus memiliki kesadarannya." Ujar Dokter menginstruksi peran Chanyeol. "Kau bisa." Ujar Chanyeol kemudian mengecup kening dan bibir Baekhyun.

Beruntung persalinan tidak memakan waktu yang lama, "Kepala bayinya sudah kelihatan, Nyonya. Saat saya minta untuk dorong, dorong sekuat tenaga, ya." Instruksi dokter pada Baekhyun, yang dibalas anggukan oleh Baekhyun.

"Akan terasa sangat sakit ketika kepalanya keluar, Nyonya. Tapi semuanya akan membaik jika kepalanya sudah keluar. Nah, sekarang kepalanya akan keluar, ya, dorong!"

Baekhyun segera mengerahkan semua tenaganya untuk mendorong bayinya keluar. Dokter benar, rasa sakitnya begitu luar biasa. Rasanya seperti tubuh Baekhyun di belah menjadi dua. Baekhyun kehabisan tenaganya dan ia belum mendengar suara tangis bayi. Itu berarti, bayinya belum juga lahir.

"Sedikit lagi, Nyonya. Jangan berhenti. Sekali lagi, dorong!"

Baekhyun kembali mendorong bayinya sekuat tenaga dan akhirnya, "Oeeeekkk..." suara bayi memecah ketegangan di ruang persalinan itu. Dokter segera meletakkan bayi yang masih berlumuran darah itu di dada Baekhyun untuk segera di berikan ASI pertama oleh Baekhyun. "Bayinya perempuan,Tuan, Nyonya. Selamat, Nyonya. Anda sudah melakukan yang terbaik."

"Terimakasih, dok." Ujar Baekhyun dan Chanyeol bersamaan.

"Terimakasih, Yeobo. Kau sudah menjaga dan melahirkannya dengan baik dan ia lahir dengan sehat." Chanyeol mengecup bibir Baekhyun.

Bayi mungil itu hanya membutuhkan waktu 3 menit untuk menyesuaikan dirinya dengan Baekhyun, dan segera bisa menyusu pada ibunya. Beruntung air susu Baekhyun keluar dengan baik. Dokter bilang, air susu pertama dari ibu akan menjadi antibodi yang sangat baik untuk bayinya kelak.

Baekhyun menghitung jemari anaknya, lengkap. Melihat telinga anaknya, lengkap, dengan telinga yang persis seperti dirinya, bukan seperti telinga yang dimiliki Chanyeol. Ia kemudian memandang lekat wajah anak perempuannya, bayi mungil ini benar-benar mewarisi wajah ayahnya. Mata nya besar, hidungnya mancung dan bibirnya yang mungil dan penuh, persis seperti Chanyeol.

"Ia photocopy dirimu." Ujar Baekhyun pada Chanyeol.

"Hmm sepertinya kau benar. Kau sudah menentukan namanya?"

"Hanbyeol. Park-Han-Byeol. Karena ia mirip sekali denganmu, aku akan memanggilnya Byeol." Ujar Baekhyun.

Begitulah Hanbyeol datang dan melengkapi kebahagiaan keluarga Park.

.

.

Sekarang Byeol sudah bisa berjalan, meski harus terus di awasi karena masih sering jatuh. Selain itu, Byeol akan meraih apa saja untuk menahan tubuhnya saat akan jatuh. Seperti beberapa waktu lalu, Byeol menarik taplak meja makan saat ia jatuh dan lengah dari penjagaan Chanyeol yang sibuk menonton bola. Beruntung tidak ada benda apapun di atas meja, dan Byeol tidak terluka.

Chanyeol punya tugas berat untuk menjaga putrinya seorang diri hari ini. Berat baginya, karena jujur saja, Chanyeol tidak pernah menghabiskan waktunya hanya berdua dengan Byeol. Bukannya tidak pernah merawat Byeol. Tapi biasanya Baekhyun akan membagi tugasnya dengan Chanyeol, jadi tidak sepenuhnya Chanyeol yang lakukan.

"Maaaaaaa..." pekik suara Byeol memekakkan telinga setelah melihat eomma nya menghilang di balik pintu. Byeol sudah mengerti jika orang tuanya pergi meninggalkannya. Ia juga selalu menangis setiap pagi jika melihat Chanyeol berangkat ke kantor.

"Ahh... bagaimana aku membuatnya berhenti menangis sekarang." Monolog Chanyeol, masih menggendong Byeol. "Byeollie... Kkakkung!" Chanyeol menutup wajahnya dengan sebelah tangannya yang bebas, kemudian membukanya bersamaan dengan mengucap 'kkakkung!'. Seperti mantra, Byeol seketika berhenti menangis.

"Mau bermain dengan appa?" ujarnya sambil menggosok-gosokkan wajahnya di perut Byeol, yang di sambut gelak tawa oleh Byeol.

"Baiklah. Duduk kalau begitu." Chanyeol mendudukkan Byeol di atas matras di ruang tengah. "Semut berjalan di kaki Byeol." Ujar Chanyeol sambil jemarinya dibuat melangkah di atas tubuh Byeol, Byeol terpingkal dengan tingkah ayahnya.

"Jha, ireonaseyo!" Chanyeol meraih kedua tangan Byeol untuk berdiri. "Mau bermain kejar-kejaran?" Ujarnya, yang mendapat sebuah anggukan pasti dari Byeol.

"Appa akan menangkap Byeol!" ujar Chanyeol sambil berlari kecil di belakang Byeol, berpura-pura ia akan menangkap Byeol. Chanyeol dan Byeol berkejar-kejaran mengitari rumah. Chanyeol tidak menyangka hari ini akan benar-benar datang. Dimana Byeol akan mengerti dengan apa yang dikatakannya, dan bisa bermain dengannya.

Byeol menghentikan langkahnya, kemudian membalik tubuhnya menghadap Chanyeol, 'plop!' ia jatuh dan terduduk di atas matras. Byeol tidak menangis, melainkan tertawa melihat ekspressi yang dibuat ayahnya. "Bbang!" ujarnya seakan akan sedang memegang sebuah pistol dan melepas sebuah tembakan ke arah Chanyeol. "Aaaaaakk!" Chanyeol berakting berpura-pura mati dengan sungguh-sungguh. Chanyeol yang CEO sudah benar-benar berubah 100% saat ia berada di rumah sebagai ayah dari Park Han Byeol.

Terus bermain, tetiba Byeol mengubah ekspressi wajahnya. Wajahnya memerah. "wae? Kau marah?" Byeol masih diam, dengan wajah yang serius dan memerah. Tak lama kemudian, tangis Byeol pecah. "Aaaahh sepertinya aku tau kau kenapa, aku menciumnya. Ya ya mari ganti pampersmu." Chanyeol segera menggendong Byeol untuk membersihkan Byeol yang sepertinya baru saja mengosongkan perutnya.

Chanyeol tidak mengalami kesulitan sama sekali untuk mengganti pampers. Karena sebelumnya ia sudah sering melakukannya. Selain itu, Byeol termasuk bayi yang tenang saat pampers nya di ganti. Jadi Chanyeol tidak mengalami kesulitan sama sekali.

Ia menurunkan Byeol dari atas kasur, Byeol kembali aktif, bermain dengan mainan karet yang dimilikinya. Chanyeol berusaha untuk membuat Byeol aktif gerak motorik, jadi Chanyeol tidak membiasakan Byeol untuk menonton tv, meskipun kartun sekalipun.

Chanyeol membuatkan makan siang untuk Byeol. Chanyeol tidak ingin Byeol membenci sayur seperti Baekhyun, jadi sejak kecil Baekhyun dan Chanyeol selalu mencampur sayur ke dalam makanan yang Byeol konsumsi. Siang ini Byeol punya sup jagung dan nasi merah untuk makan siangnya. Hmm makanan yang sehat dan bergizi untuk tubuh kembang Byeol. Setelah makan siang, Byeol kembali bermain.

Chanyeol melirik jam dinding, sudah jam 12 siang dan Byeol masih aktif bermain. Chanyeol harus membuat Byeol istirahat siang, agar tidak rewel di malam hari. "Byeollie-ah... Ayo pergi tidur." Ujar Chanyeol melangkah ke dalam kamar di lantai bawah, tempat dimana Byeol biasa tidur siang. Byeol yang melihat ayahnya masuk ke dalam kamar menangis. Sepertinya bayi mungil ini tidak suka di ajak tidur siang.

"Susu. Kau tidak ingin susu?" ujar Chanyeol sambil menggoyang-goyangkan botol susu di tangannya. Bukannya diam, Byeol malah menangis semakin menjadi. "Park Han Byeol, sudah waktunya tidur siang. Appa lelah." Ujar Chanyeol yang membuat tangis Byeol semakin panjang.

Chanyeol ingat, setiap kali Byeol seperti ini, Baekhyun akan membersihkan tubuh Byeol dan mengganti bajunya. Chanyeol kemudian segera mengangkat tubuh Byeol, menggendongnya ke kamar atas. Kemudian di ambilnya kain kecil yang biasa Baekhyun gunakan membersihkan tubuh Byeol di siang hari serta sebaskom air. Chanyeol membuka semua pakaian yang dikenakan Byeol, kemudian mulai menyeka tubuh putrinya itu. Sepertinya Byeol suka bermain air. Sebelah tangannya masuk ke dalam baskom air dan membuat tangisnya seketika mereda.

Setelah selesai menyeka tubuh Byeol, Chanyeol membubuhkan minyak telon dan bedak ke tubuh Byeol, kemudian memakaikannya baju yang lebih nyaman. Mata Byeol mulai terlihat berat. Cara ini memang benar-benar efektif. Baekhyun benar-benar ibu yang baik bagi Byeol, ia tau bagaimana mengatasi bayi aktif ini. Chanyeol segera memberikan botol susu pada Byeol, dan beberapa menit kemudian, Byeol sudah tertidur dengan nyenyak.

Chanyeol mengambil photo Byeol yang tertidur dengan pulas, dan mengirimnya ke Baekhyun, agar Baekhyun tidak perlu khawatir dengan keadaan Byeol.

"Eomma, Appa menjagaku dengan baik!" kemudian pesan itu dikirimnya.

.

.

Baekhyun menerima pesan dari Chanyeol, ia tersenyum melihat Byeol sudah tertidur dengan damai siang ini. Ia bersyukur Chanyeol menjaga Byeol dengan baik, meski awalnya ia ragu bisa merawat Byeol sendirian.

"Kau melakukannya dengan baik. Aku akan segera pulang, titip Byeol ku sebentar. Saranghae!" Baekhyun membalas pesan singkat dari Chanyeol.

"Apa Byeol baik-baik saja?" tanya Kyungsoo yang sedang menikmati makan siangnya bersama Baekhyun.

"Ya, Chanyeol mengirimkan photo Byeol sedang tidur siang. Sepertinya Chanyeol juga sudah mengganti pakaiannya."

"Whoaaa suamimu benar-benar suami yang baik. Ia bisa melakukan segalanya. Aku masih belum bisa membayangkan melepas In Kyung hanya berdua saja dengan Jongin. Aku takut ia yang malah tidur dan mengabaikan In Kyung." Kyungsoo sudah melahirkan bayi perempuan beberapa bulan lalu. Ia juga datang ke persiapan pernikahan Luhan karena ia bertanggung jawab untuk dekorasi pelaminan. Ia membawa In Kyung, putrinya bersamanya. Karena In Kyung masih sangat kecil untuk ditinggal oleh Kyungsoo. Lagipula, Kyungsoo hanya perlu memantau, jadi ia tidak kerepotan untuk sekaligus menjaga In Kyung yang juga belum bisa berjalan.

"Saat itu pasti datang. Naluri mereka sebagai ayah akan muncul dengan sendirinya. Ya, sama seperti kita, yang melahirkan begitu saja, menyusui, sampai tidak terasa sekarang nayi kita sudah tumbuh dengan baik." Jelas Baekhyun. "Apa kau sudah selesai?"

"Belum."

"Kapan kau akan pulang?"

"Mungkin sekitar jam 4 nanti. Jongin akan menjemputku. Waeyo?"

"Bolehkah aku menumpang? Aku sedikit trauma naik taksi. Taksi pagi tadi ngebut seperti sedang dalam sirkuit. Rasanya jantungku akan melompat keluar."

"Boleh. Santai saja, Eonnie."

.

.

Byeol bangun dari tidurnya, dan segera duduk di atas kasur lantainya. Ia melihat sekelilingnya, tidak ada orang. Tangis Byeol seketika pecah. Chanyeol segera berlari ke kamar Byeol, "anak appa sudah bangun?" sapa Chanyeol pada putrinya. Byeol segera mengulurkan tangannya, meminta Chanyeol menggendongnya. "Kau ingin Appa menggendongmu?" Byeol segera mengangguk.

Chanyeol menggendong Byeol keluar dari kamar, kemudian mendudukkannya di matras di ruang keluarga. "Kita mandi, ne?" ujar Chanyeol pada Byeol. Byeol menatap Chanyeol beberapa saat, "agar saat eomma pulang, kau sudah cantik." Lanjut Chanyeol. Byeol segera mengangguk dan mengulurkan tangannya, meminta Chanyeol menggendongnya. Chanyeol benar, Byeol sangat menyukai air. Waktu paling menyenangkan bagi Byeol adalah saat mandi. Saat itu, ia bisa bermain dengan bebek karet nya di dalam bathup.

Chanyeol kembali menggendong Byeol, "mari siapkan air mandimu." Chanyeol membuka pakaian yang dikenakan Byeol, melepas pampersnya yang sudah berat. Ini juga bukan pertama kalinya bagi Chanyeol memandikan Byeol. Bahkan, Chanyeol sudah memandikan Byeol sejak usia Byeol sekitar 5 bulan. Jadi, jangan ragukan kemahiran Chanyeol dalam merawat Byeol.

Setelah selesai memandikan Byeol, mengenakan baju berwarna pink dengan bintik putih dan menyisir rambut Byeol yang masih tipis, Chanyeol tidak lupa mengambil photo Byeol dengan ponselnya. Chanyeol memang selalu mengabadikan setiap momen bersama Byeol di ponselnya. Entah sudah berapa ribu photo Byeol yang disimpannya.

'Ring.. Ding.. Dong... Ring.. Ding.. Dong...'

"Sepertinya eomma pulang, Byeollie-ah." Chanyeol segera menggendong Byeol, untuk menyambut Baekhyun didepan pintu. Chanyeol membuka pintu, "Aigooo princess Byeol sudah wangi... Aigo yeppo..." Baekhyun mengambil Byeol dari gendongan Chanyeol, mencium gemas putrinya itu. "Kau menjaganya dengan baik. Kau bahkan sudah memandikannya di jam segini." Ujar Baekhyun.

"Ku rasa aku tak perlu khawatir untuk berdua saja dengan Byeol." Ujar Chanyeol bangga.

"Bersiaplah. Acara Luhan dan Sehun akan dimulai jam 6 nanti. Ini sudah setengah 5 sore." Ujar Baekhyun.

.

.

Chanyeol sudah siap dengan tuxedo hitam dan dasi biru polkadotnya, yang senada dengan dress bermotif kembar biru dengan polkadot hitam yang digunakan Baekhyun dan Byeol. Meski sedang menyusui, tubuh Baekhyun sudah tidak terlalu gemuk, karena ia rajin berolahraga. Dress panjang dengan leher yang lebar memperlihatkan tulang selangka Baekyun dan kulitnya yang putih mulus jatuh begitu cantik di tubuhnya. Rambutnya diikat satu di bawah dengan beberapa hiasan mutiara di atas kepalanya. Byeol tidak kalah cantik dengan ibunya. Dress dengan rok yang mekar seperti rok ballet, dengan sepatu flat nuansa hitam-biru di kaki mungilnya. Rambut nya yang seleher di gerai dan di pasangkan bando dengan mutiara yang mirip dengan yang digunakan Baekhyun. Ah, Byeol memang mewarisi pesona kedua orang tuanya dengan sempurna.

Keluarga kecil ini segera melaju ke tempat pernikahan Sehun dan Luhan digelar. Pernikahan yang sederhana, kata Sehun dan Luhan benar-benar megah di mata orang lain. Sebenranya, Luhan tidak membayangkan pernikahannya akan seperti ini. Karena ia menyiapkannya sedikit demi sedikit. lagipula, ia tidak melakukannya sendirian. Banyak orang yang mendukungnya, termasuk Baekhyun dan Kyungsoo. Keluarga kecil Jongin juga datang, dengan pakaian nuansa soft pink untuk Kyungsoo dan In Kyung.

Kedua pengantin keluar, Luhan benar-benar ratu malam ini. wajah cantiknya benar-benar menyihir dan menghipnotis semua mata yang tertuju padanya. Berjalan di samping Sehun, dengan bergandengan tangan, keduanya terlihat begitu sempurna. Baekhyun dan Kyungsoo berdecak kagum melihat pesona sahabat mereka itu. Keduanya bersyukur, pada akhirnya, Luhan memutuskan untuk menikah.

"Terimakasih sudah datang dan mengambil andil dalam pernikahanku ini." Luhan memeluk Kyungsoo dan Baekhyun. "Sepertinya mereka lelah." Luhan menatap In Kyung dan Byeol yang tertidur dalam gendongan ayah mereka.

"Segeralah beri adik sepupu untuk In Kyung dan Byeol." Bisik Baekhyun. "Selamat berjuang!" Tambah Kyungsoo.

.

.

END


Hallo Hallo, testeeee... Maaf updatenya late night... yah gapapa deh ya maapin yaaa... hehehe

tadaaaaaa baby nya udah muncuuull xD xD aku mau jelasin dulu, kenapa milih baby girl. jadi, setelah sedikit survei kecil-kecilan, anak Chanbaek yang cowok udah banyak banget, dan bayi kembar fraternal alias kembar cewek-cowok is too mainstream. sebagian besar FF, udah ngasi anak kembar fraternal untuk main castnya. aku mau sesuatu yang beda. karena itu aku pilih baby girl.

kenapa namanya Hanbyeol? sejak pertama denger nama ini (aku lupa dengernya di mana, yang pasti di drama) yang kebayang itu Chanbaek. soalnya "Han" aku ambil dari Chan, "Byeol" terdengar di antara Byun dan Yeol. selain itu, nama Taehyung, Jackson, Jesper, Chelsea ataupun V (padahal V sama Taehyung orangnya sama), aku gak punya kontrak /elah gaya/ sama mereka hehehehe jadi inilah keputusanku. semoga bisa diterima yaaaa...

dan untuk Chapter depan, rencananya aku akan mempercepat waktunya, dengan Byeol yang sudah masuk sekolah, tidak lupa dengan hadirnya anak-anak lain jika aku punya kesempatan.

cuap-cuapnya segini aja yaaa ntar malah jadi tsurhatssss


Thanks to:

Wujoondaemin00 || YoungHeeSEHUN94 || cb_thirdperson || Dindacrln08 || ruixi1 || exindira || ChanHunBaek || kiway91SL || Lovesoo || narsih556 || edifa || Lkireii0521 || Rly. (2x) || 1004baekie || NopwillineKaiSoo || kimna || rohimatulfirda1 : makasih yaaa hehe iya ini udah di lanjut dengan kecepatan update maksimal. selamat membaca :)) makasih yaaa mampir lagi hehehe

anoncikiciw : setiap orang punya kekuatan berbeda untuk menahan sakit, dan mengatasi sakit. bahkan ada ibu yang tidak mengalami sakit saat mau melahirkan, tapi jarang. jadi supaya gak dikatain lebay, aku pilih yang rata-rata aja deh :D hehehe mampir lagi ya :) makasi...

VAAirin : iya kemarin gue sibuk banget ada urusan jadi ngga bisa update T_T update hari ini juga agak telat soalnya pergi makan tadi hahahahaahahahaha maaf yaaaa... wkwkwkw lo teliti banget siiikk T_T ketauan deh TOEFL gue belom lulus hahaha makasi ya koreksinya :))

younlaycious88 : udah kejawab kan penasarannya? hehehe semoga gak kecewa ya dan jempolnya gak diminta balik :p hehe

Nanda Yusri : hahahaha tau gak siiihh gue juga nonton TROS sampe ulang ulang saking senengnya liat si Chanbaek jadi orangtua(?) buat twins hahahaha makasi yaaa mampir lagi :D curhat juga gapapa kok kekekeke

parkbaekyoda92 : terimakasi pengertiannya T_T hiks /terharu/elap ingus/ hahahahaha aku sih belum ngalamin. maunya sih secepetnya /eh. kebetulan, aku dan empat temanku yang lain ada di bidang kesehatan yang berbeda, kami sering kumpul untuk berbagi ilmu. dan aku dapat ilmu ini dari temenku yang bidan hehehehe karena itu aku yah sedikit tau lah :D lumayan kan namnah pengetahuan baru ;) hehe mampir lagi ya...

Byun429 : aku line 93. kalo kamu lebih muda, boleh panggil eonnie. panggil Chacha aja juga boleh, kok :)

udah semua ya yang review di sebut :)) thanks a lot...

sampai jumpaaaa and review juseyoooo

Love,

Chacha

*bbyeong*