Cast:
Park Chanyeol (m)
Byun Baekhyun (f)
Byun Hangeng (m – Baekhyun's Father)
Kim Heechul (f – Baekhyun's Mother)
Park Kyuhyun (m – Chanyeol's Father)
Lee Sungmin (f – Chanyeol's Mother)
Oh Sehun (m)
Xiao Lu Han (f)
Kim Jongin/Kim Kai (m)
Do Kyungsoo (f)
Other EXO's member and the Babies
Pairing:
Chanbaek; Hunhan; Kaisoo
Warning: typos; Genderswitch; EXO; marriage life; NC; Mature Content; DLDR; no bash.
***Happy Reading***
Apartemen yang di tempati oleh keluarga Park hari ini di hiasi oleh balon-balon warna warni, kertas penghias ruangan yang melintang dari sudut satu ke sudut lainnya, tidak lupa dengan tulisan "HAPPY BIRTHDAY, PARK HAN BYEOL" di dinding. Yap! Hari ini perayaan ulang tahun Byeol yang kedua. Tidak terlalu meriah, sih. Hanya mengundang para keluarga, kerabat dekat dan beberapa anak yang sebaya dengan Byeol yang tinggal di sekitar apartemen. Tapi cukuplah untuk membuat hati Byeol senang karena bisa berkumpul dengan keluarga serta teman-teman sebayanya di sekitar apartemen dan meski Byeol suatu hari nanti akan lupa hari ini, ia akan bisa mengenangnya melalui photo-photo yang diabadikan oleh kedua orang tuanya.
Byeol sudah cantik dengan gaun merah mudanya. Gaun dengan rok mekar bertumpuk dan berkerlap-kerlip di tubuhnya. Bak seorang putri, Byeol terus berputar-putar didepan kaca memandangi dirinya sendiri. Baju ini dibuatkan kedua orang tuanya sebagai hadiah ulang tahun untuk Byeol, diluar kado-kado lainnya, pastinya. Baju ini Luhan yang jahitkan, khusus untuk Byeol dengan pesanan khusus dari Baekhyun. Baekhyun yang mendesainnya kasar, dan Luhan yang melakukan finishing.
"Byeol pakai sepatunya dulu sini." Baekhyun datang menenteng sepasang sepatu merah cerah, sepatu ini kado dari Heechul Halameoni dan Hangeng Halabeoji. Byeol yang memilihnya sendiri. Beberapa waktu lalu, Heechul dan Hangeng 'menculik' cucunya itu untuk pergi ke toko sepatu agar Byeol bisa memilih sendiri sepatu mana yang disukainya, dan pilihannya jatuh pada sepatu pantofel merah cerah ini. Byeol sangat menyukai warna-warna cerah seperti merah, kuning, orange, dan segala sesuatu yang berkerlap-kerlip. Persis seperti arti namanya, 'bintang', yang berkerlap-kerlip di gelapnya langit malam.
Byeol duduk di atas kursi kecil di kamarnya, yang Chanyeol letakkan satu set dengan meja rias anak-anak. Dari kecil, Byeol suka sekali dengan kaca. Layaknya anak perempuan lainnya, Byeol sedikit centil dan suka sekali bergaya. Baekhyun memasangkan sepatu di kaki mungil Byeol, "Jangan dilepas, ne?"
"Ehm." Byeol mengangguk.
"Suka?" Baekhyun menatap wajah Byeol.
"Suka sekali!" Byeol menggoyang-goyangkan kedua kakinya.
"Eomma ppoppo." Baekhyun mencondongkan wajahnya ke wajah Byeol yang disambut dengan kecupan singkat dari bibir Byeol.
Selain senang, hari ini Baekhyun juga sedikit khawatir pada Byeol. Rencananya, hari ini Baekhyun akan menghentikan ASI eksklusif untuk Byeol. Mengingat usianya sudah tepat 2 tahun, dan Baekhyun sudah berjanji pada dirinya sendiri serta sepakat dengan Chanyeol untuk menghentikan ASI eksklusif untuk Byeol tepat saat usianya menginjak 2 tahun. Baekhyun sedikit tidak tega, karena selama ini Byeol tidak pernah minum susu lain selain ASI. Minum, sih, susu khusus untuk batita, tapi jarang. Byeol lebih sering menolaknya karena sampai usianya satu tahun, Byeol tidak pernah minum susu formula, baru satu tahun terakhir ini Baekhyun menambahkan susu formula sebagai gizi tambahan untuk Byeol. Menghentikan ASI eksklusif ini juga sebagai alasan Baekhyun dan Chanyeol merayakan ulang tahun Byeol, sebagai perayaan kecil-kecilan sebagai tanda syukur Byeol sudah tumbuh besar dengan baik.
Kyuhyun dan Sungmin datang sebagai tamu pertama, tidak hanya berdua, tapi juga bersama Kris, Zitao dan Kevin. Kakak dari Park Chanyeol ini sudah pidah ke Korea beberapa bulan yang lalu, setelah menemukan orang yang tepat dan dapat dipercaya untuk mengurus dan mengawasi perusahaannya di China. Kebetulan, Zitao setuju dengannya, jadi Kris segera memboyong keluarganya ke Korea. Sungmin membawa kue tart buatan tangannya sendiri sebagai kado ulang tahun untuk Byeol. Karena ini hari spesial, jadi Sungmin sengaja membuat tart yang spesial juga.
Byeol terlihat senang menyambut kedatangan tamunya. Apalagi melihat kakak sepupunya, Kevin. Byeol sangat menyukai Kevin, karena Byeol tidak punya saudara, jadi saat Kevin pindah ke Korea beberapa bulan lalu, Byeol tidak lagi kesepian dan punya teman bermain setiap kali berkunjung ke rumah neneknya. Kyuhyun dan Sungmin memang sengaja meminta Kris untuk tidak membeli rumah atau apartemen dan tinggal saja dengan mereka. Karena kedua orang tuanya itu merasa diri mereka mulai tua dan butuh pengawasan dari anak-anak mereka. Kyuhyun juga sudah berhenti bekerja dan mempercayakan perusahaan yang di pimpinnya pindah ke tangan Kris.
"Hmm apa kabar cucu halameoni ini? ppoppo." Sungmin memeluk dan mencium Byeol. Byeol wangi, selalu wangi. "Apa itu Halameoni?" alih-alih menjawab pertanyaan neneknya, Byeol malah lebih tertarik pada bingkisan yang dibawa Sungmin.
"Ini?" Sungmin mengangkat bingkisannya. "Ini kado Halameoni untuk Byeol." Ia membuka kotaknya, kemudian mengeluarkan kue dari dalam kotak. "Kue tart. Byeol suka?"
"Suka! Boleh Byeol makan?" tanyanya menggemaskan.
"Nanti dulu. Tunggu tamu yang lain datang. Nanti, kuenya dibagi dengan Eomma, Appa, Kyu Halabeoji, Han Halabeoji, Chul Halameoni, dan Kevin Oppa. Ne?" titah Sungmin.
"Bagaimana dengan Samchoon, Imo dan Min Halameoni?" tanyanya semakin menggemaskan.
"Kau mau membaginya lagi? Boleh?"
"Tentu! Akan Byeol bagi." Ujarnya. Byeol memang selalu membagi semua apa yang dimilikinya dengan orang lain. Byeol sama sekali tidak pelit. Meski tidak memiliki saudara, Chanyeol dan Baekhyun membiasakan Byeol untuk berbagi. Dimulai dari rumah, terkadang Byeol akan membagi buah yang sedang dimakannya dengan Chanyeol atau Baekhyun, dan kebiasaan itu terbawa, ditambah dengan kedatangan Kevin. Jika Byeol punya makanan ringan, akan segera dibaginya dengan Kevin, atau jika ia sedang membeli makanan ringan di supermarket, Byeol juga akan membelikan makanan ringan untuk Kevin.
Heechul dan Hangeng juga sudah datang. Nenek dan Kakek muda ini sangat menyayangi Byeol, yah bagaimanapun juga, Byeol adalah cucu mereka satu-satunya. Byeol juga dekat dengan kakek dan neneknya ini. Sejak Byeol kecil, Heechul dan Hangeng sering berkunjung untuk menemui Byeol, atau Byeol yang dititipkan di rumah mereka saat Baekhyun dan Chanyeol punya urusan diluar rumah yang tidak memungkinkan untuk membawa Byeol.
"Halabeoji, Halameoni, sepatunya bagus, 'kan?" Byeol memamerkan sepatu merahnya. Byeol terlihat sangat menyukai sepatunya, cocok dengan bajunya.
"Waaaahh Byeollie neomu yeppo..." puji Heechul. "Anajwo, ppoppo." Pintanya agar Byeol memeluk dan menciumnya.
Tak berapa lama, Jongdae dan Minseok, tetangga sebelah, datang dengan Jeongseok dan Suhyun. Yap, tidak hanya anaknya yang di undang, tapi juga orang tuanya. Karena pestanya dibuat kecil-kecilan, dan tidak banyak anak yang di undang, Baekhyun dan Chanyeol memutuskan untuk mengundang juga beberapa orang tua yang dekat dengan mereka. Jeongseok yang punya usia sama dengan Kevin tidak tertarik untuk hanya sekedar menyapa si empunya acara, malah segera menghampiri Kevin yang asik bermain sendiri dengan mobil-mobilannya dan ikut bergabung dengan Kevin untuk bermain. Hmm namanya juga anak laki-laki. Suhyun sudah besar, dia mungkin jadi anak-anak yang usianya paling banyak dibanding dengan anak-anak lain yang di undang. Untungnya, Suhyun sangat menyukai anak-anak, terutama Byeol. Jadi, ia tidak merasa bosan dan bisa bermain dengan Byeol.
Jongin dan Kyungsoo juga datang, bersama In Kyung, gadis kecil dengan rambut apple itu berlarian masuk ke tempat pesta setelah melihat sosok kakak sepupunya, Suhyun, hadir disana. In Kyung sangat menyukai Suhyun, karena Suhyun bisa mengajaknya bermain dengan sangat baik. Usia Byeol dan Kyung hanya terpaut sekitar 3 bulan, jadi keduanya bermain dengan baik. Yaaa walaupun tidak jarang keduanya juga menangis karena bertengkar memperebutkan sesuatu.
Tidak ketinggalan, calon ibu yang sedang hamil besar bersama suaminya yang super sibuk menyempatkan diri datang ke pesta kecil milik Byeol, Luhan dan Sehun. Luhan sedang hamil besar sekarang. Kehamilannya akan memasuki bulan kesembilan beberapa minggu lagi, dengan kata lain, ia akan segera melahirkan. Dengan keluhan yang semakin banyak mengenai kehamilannya, tidak menjadi alasan Luhan untuk tidak datang ke pesta Byeol. Sehun juga menyempatkan diri untuk hadir ditengah kesibukannya bekerja sebagai dokter di salah satu rumah sakit ternama di Seoul.
Setelah sekiranya hampir seluruh tamu datang, Chanyeol yang mengambil alih sebagai MC membuka acaranya. Byeol si pemilik acara tidak bisa diam dan duduk tenang di singgasananya di balik kue tart. Ia terus sibuk ingin bermain dengan teman-temannya, dan yang lucunya, yang tertarik pada kado-kado yang tersusun rapi di atas meja bukannya Byeol, melainkan Kyung. Kyung terus merengek pada Jongin agar segera membuka kado, yang jelas-jelas bukan miliknya. Tidak ada yang mendengarkan Chanyeol bicara, bahkan Kevin dan Jongseok sibuk berkejar-kejaran dengan beberapa anak lelaki lainnya. Keadaan yang sedikit berantakan jauh dari ekspektasi Baekhyun dan Chanyeol. Merayakan ulang tahun untuk anak-anak ternyata tidak semudah membayangkannya.
Chanyeol memutuskan untuk mempercepat jalannya acara dan melewatkan acara sambutan atau apalah itu namanya. Ia khawatir anak-anak akan semakin bosan nantinya. Ia segera meminta anak-anak untuk berkumpul dan meminta Byeol untuk berdiri dibalik kue tart nya yang sudah dipasang lilin dengan angka 2. Baekhyun menyalakan lilinnya dan memandu anak-anak dan para tau lainnya untuk menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Byeol.
"Saengil chukka hamnida... saengil chukka hamnida... saranghaneun~"
Ditengah-tengah lagu, In Kyung yang berdiri tepat di samping Byeol mencoba mencolek wiped cream yang ada di kue tart Byeol. Byeol yang menyadari pergerakan In Kyung segera menangkap tangan kecil In Kyung, "Andwe!" larangnya. Tidak ada yang menyadari apa yang dilakukan keduanya, para tamu masih menyanyi untuk Byeol, sampai mata In Kyung mulai berkaca-kaca dan "Huuuuaaaaaaaaaaaaaaaaaa..." pecahlah tangis In Kyung karena merasa baru saja disentak oleh Byeol. Byeol yang terpaku dan kaget dengan ledakan tangis In Kyung ikut meledakkan tangisnya. Kyungsoo segera bangkit dari duduknya dan menggendong In Kyung, Baekhyun juga segera menggendong Byeol agar berhenti menangis. Seketika suasana jadi berantakan dan lilin yang meleleh sudah setengahnya termakan api sebelum Byeol sempat meniupnya. Kevin yang melihat lilinnya masih menyala kemudian meniup lilinnya. Sebenarnya, ini ulang tahun Byeol atau Kevin, sih?
Baekhyun duduk di sofa di samping Kyungsoo yang masih menenangkan In Kyung dengan memberikan botol dot nya, di sofa itu juga duduk Luhan yang memperhatikan tingkah lucu kedua batita perempuan menggemaskan itu. Baekhyun mengusap pipi tembam Byeol untuk menghapus air matanya yang masih berlinang dengan matanya yang masih berkaca-kaca. "Kenapa Byeol menangis?" tanya Baekhyun lembut pada putri kecilnya.
"Byeol takut di marahi Kyungsoo ahjumma sudah membuat In Kyung menangis." Ujarnya sambil terisak dan menyembunyikan wajahnya di dada Baekhyun. Kyungsoo yang mendengar pernyataan Byeol tertawa, geli dengan kejujuran Byeol yang takut padanya.
"Tidak apa-apa, Byeol. Ahjumma tidak marah. In Kyung yang salah, maafkan In Kyung ya, Byeollie eonnie." Kyungsoo mengelus rambut hitam Byeol. Bandonya sudah entah jatuh dimana karena Byeol tidak bisa diam sama sekali.
"Nah, tuh, ahjumma tidak marah. Sekarang Byeol minta maaf pada In Kyung sudah membuatnya menangis." Ujar Baekhyun lembut. Byeol mengangkat wajahnya dari pelukan Baekhyun, menatap Kyungsoo dan mata mereka bertemu. Kyungsoo beralih pada Byeol yang masih asik dengan susu dalam dot nya. "Kyungie, ayo minta maaf dulu sama eonnie. Byeol sudah hampir merusak kue Byeol tadi." Kyungsoo mendudukkan In Kyung di pangguannya.
"In Kyung-ah mianhae..." ujar Byeol berdiri didepan In Kyung. In Kyung hanya mengangguk. "nado mianhae, Byeolli..." Kyungsoo membungkukkan tubuh In Kyung. In Kyung belum bisa banyak bicara, jadi Kyungsoo dengan baik hati mewakilinya.
"In Kyung anajwo, Byeollie." Titah Baekhyun. Byeol memeluk In Kyung yang masih duduk di pangkuan Kungsoo. "ppoppo." Ujarnya lagi. Kyungsoo melepaskan dot dari mulut In Kyung agar bisa mencium Byeol. Namanya anak anak, tidak sampai 5 menit, mereka sudah lupa kalau tadi mereka bertengkar.
"Eomma lilinnya belum Byeol tiup." Byeol memeluk lutut Baekhyun yang masih duduk di sofa. "Oh iya. Hmm sepertinya kita harus mengganti lilinnya yang sudah meleleh tadi." Baekhyun berjalan ke dapur untuk mengambil lilin yang dimaksudnya. Baekhyun membeli satu lilin kemarin, untuk berjaga-jaga jika Sungmin datang hanya membawa kue saja. Tapi ternyata Sungmin membawa serta lilinnya tadi. Yah, untunglah. Kejadian ini tidak pernah Baekhyun perkirakan akan terjadi.
Kyungsoo menurunkan In Kyung dari pangkuannya, "Kyungie, jangan sentuh kue Byeol sebelum Byeol mengizinkan. Arasseo?" ujarnya memperingati In Kyung. "Neeeee..." ujar Kyung sambil mengangguk. "Nah sekarang ayo bergabung dengan yang lain." Kyungsoo kembali memposisikan In Kyung berdiri disebelah Byeol. "Kau harus siap-siap, Lu. Cepat atau lambat kau juga akan mulai kerepotan dengan tingkah anakmu nanti." Kyungsoo kembali duduk di sofa tempat Luhan duduk sedaritadi.
"Nah karena sekarang Byeol sudah kembali, ayo menyanyi sekali lagi untuk Byeol." Pandu Chanyeol, yang kemudian Baekhyun mengambil alih sebagai pemimpin paduan suara. Baekhyun tidak tega telinga anak-anak dan para tamu akan sakit jika Chanyeol dengan suara beratnya yang menyanyi lagu anak-anak.
"Ayo Byeol tiup lilinnya." Titah Baekhyun. "Sudah Byeol tiup tapi lilinnya tidak mati-mati." Byeol menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Appa bantu," Chanyeol datang bak pahlawan bertopeng yang akan memadamkan api kebakaran dan berdiri di antara Byeol dan In Kyung. "Kyungie juga tiup bersama ahjussi dan Byeol ya. Kita bantu Byeol tiup lilinnya." Chanyeol mendekap Byeol dan In Kyung di sisi kiri dan kanan tubuhnya yang berjongkok dengan kedua lengannya. "Kita tiup lilinnya bersama-sama ya. Hana, Dul, Set! Fffuuuu..." chanyeol yakin, tidak hanya udara yang keluar dari bibir mungil kedua anak perempuan dalam dekapannya ini, tapi juga air liur yang menyembur. Chanyeol geli dibuatnya. Chanyeol mencium pipi Byeol gemas, "Jadi anak appa yang penurut dan pintar, ya, sayang." Ujarnya kemudian di tutup dengan kecupan sayang di bibir mungil Byeol.
"Ayo potong kuenya." Baekhyun datang membawa beberapa piring kertas dan pemotong kue dari plastik. "Byeol mau potong kuenya?" tawar Baekhyun. "Ehm!" Byeol mengangguk.
Setelah pemotongan kue pertama bersama ayah dan ibunya, kue yang cukup besar itu di potong menjadi beberapa bagian oleh Baekhyun. Untuk dibagikan pada orang tua anak-anak yang datang. "Mau berikan kuenya ke siapa dulu?" tanya Baekhyun pada Byeol.
"Appa?" katanya sambil menatap Chanyeol. "Tidak, appa sudah makan kue yang Byeol suapkan tadi." Tolak Chanyeol. "Lalu siapa?" tanya Baekhyun lagi.
"Byeol bingung, harus berikan ke Min Halameoni atau Chul Halameoni dulu." Bisiknya pada Baekhyun.
"Bagaimana jika diberikan bersamaan?" tawar Baekhyun. "Okay!" ujar Byeol setuju. Byeol dekat dengan kedua neneknya itu. Karena itu Byeol tidak bisa jika disuruh memilih satu diantara keduanya.
Acara ulang tahun Byeol memang sangat sederhana, tapi memang cukup untung menyenangkan hati Byeol. Byeol memang belum begitu mengerti tentang pesta, tapi suatu hari nanti Byeol akan mengenang hari ini bersama kedua orang tuanya.
.
.
Malam setelah perta itu berakhir, dan ruang tempat pesta di rayakan sudah dirapikan, Baekhyun menyiapkan Byeol untuk istirahat. Baekhyun mulai kembali pada resahnya akan Byeol yang akan merengek karena ASI eksklusif yang Baekhyun hentikan hari ini.
Sedari tadi pagi Byeol memang tidak rewel dan tidak mencari Baekhyun untuk minum susu. Karena hari ini hari libur, Byeol bermain di tetangga sebelah. Biasanya, Byeol bermain dengan Suhyun. Suhyun sangat baik dalam menjaga Byeol, Suhyun bisa mengalihkan perhatian Byeol, juga bisa membuat tangis Byeol mereda. Byeol juga tidak akan mencari Baekhyun atau Chanyeol jika sudah bermain dengan Suhyun, melainkan Chanyeol atau Baekhyun yang akan datang mencarinya untuk mengajaknya berhenti bermain dan pulang. Sore harinya Byeol juga tidak mencari-cari Baekhyun karena sibuk dengan pestanya.
Baekhyun membuatkan susu strawberry kesukaan Byeol, dan mencoba untuk membuatnya tidur dengan susu dari botol, bukan dari ASI darinya. Byeol yang duduk di sofa bersama Chanyeol mulai terlihat terkantuk-kantuk. Matanya terlihat berat dan setengah tertutup tapi Byeol menahannya agar tidak terpejam.
"Eomma..." katanya sambil mengulurkan kedua tangannya saat melihat Baekhyun muncul dari arah dapur.
"Byeol mengantuk? Sini eomma gendong. Kita tidur, ya?" Baekhyun mengangkat tubuh Byeol dalam gendongannya. "Ucapkan selamat tidur dulu pada appa. ppoppo." Baekhyun merendahkan tubuh Byeol ke arah Chanyeol. "Jalja, Park Han Byeol." Chanyeol mengelus kepala Byeol, sayang.
Baekhyun merebahkan tubuh Byeol di kasurnya. Ia juga ikut merebahkan tubuhnya disamping Byeol. "Nah, ini susunya." Baekhyun memberikan botol susu pada Byeol. Byeol menepisnya, "Shirreo... Byeol mau yang ini." ujarnya sambil menarik baju Baekhyun di bagian dada. Sudah Baekhyun duga akan seperti ini. byeol bisa minum dari botol jika Baekhyun tidak ada di dekatnya, tapi tidak untuk malam hari. Pada malam hari, Byeol akan menyusu pada Baekhyun sampai terlelap. Tidak pernah sekalipun ia minum lewat botol susu.
"Susunya berubah rasa, Byeol. Susunya belum dikasi gula." Bohong Baekhyun. Ia terpaksa berbohong, agar Byeol bisa berhenti menyusu padanya. "Pakai dot saja, ya." Rayu Baekhyun.
"Shirreo..." katanya masih menarik-narik baju Baekhyun. Akhirnya Baekhyun mengalah dan mengeluarkan payudaranya dari dalam baju yang dikenakannya. Bukan, bukan mengalah untuk membiarkan Byeol tetap menyusu padanya. "Nah. Rasanya tidak enak, Byeol." Ujarnya. Baekhyun membiarkan Byeol memasukkan putingnya kedalam mulutnya. Tak berapa lama, Byeol melepaskan kulumannya dari puting susu Baekhyun. "Sudah eomma bilang, 'kan?" sebelumnya Baekhyun mengoleskan jamu brotowali yang rasanya luar biasa pahit ke putingnya, agar Byeol kapok akan rasanya. Dulu, saat Byeol masih bayi, Baekhyun mengoleskan madu ke putingnya agar Byeol kuat menyusu padanya. Sekarang, Baekhyun melakukan hal sebaliknya agar Byeol berhenti menyusu.
"Huaaaaa..." Tangis Byeol pecah. Baekhyun segera mengoleskan madu ke bibir Byeol agar rasa pahit di mulutnya hilang. "Pakai dot, ya?" Byeol segera menyambar botol dot dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Tidak sampai 10 menit, susu dalam botol sudah habis, dan Byeol sudah tertidur dengan damai. Baekhyun bersyukur taktik awalnya ini berhasil. Ia berharap tidak memakan waktu lama untuk memberhentikan Byeol dari kebiasaannya menyusu, agar ia tak sibuk memutar otak untuk mengakali Byeol.
"Sudah tidur? Berhasil? Cepat sekali." Ujar Chanyeol menyambut Baekhyun yang duduk di sebelahnya.
"Haaaahh sebenarnya aku tidak tega membiarkannya merasakan rasa pahit yang luar biasa seperti itu. Aku harus berperang dengan diriku sendiri untuk membuatnya berhenti." Keluh Baekhyun.
"Sudahlah, ini demi kebaikan Byeol juga. Semakin cepat kita membuatnya berhenti, akan semakin baik juga untuknya. Kita melakukannya karena kita menyayangi Byeol, 'kan?" Chanyeol menarik kepala Baekhyun dalam pelukannya.
"Tentu saja. aku melakukan ini untuk kebaikan Byeol. Aku tidak mau dia terus menyusu sampai besar. 'kan tidak lucu. Tapi, terimakasih idenya, sayang." Baekhyun memeluk pinggang Chanyeol dari samping.
"Tapi aku sudah besar masih menyusu padamu." Ujar Chanyeol menggoda Baekhyun.
"Chanyeol, mesum!" pipi Baekhyun merona merah.
"Jangan lupa cuci dulu puting susumu sebelum tidur. Kau harus menina bobo-kan bayi besarmu ini. Aku mau menyusu sebelum tidur." Chanyeol semakin menggoda Baekhyun.
"Ya! Park Chan Yeol mesum!" Baekhyun mencubit perut rata Chanyeol.
.
.
Seminggu setelah acara ulang tahun Byeol, Luhan melahirkan. Rencananya, Baekhyun dan Chanyeol akan mengunjunginya hari ini. Luhan sudah pulang dari rumah sakit. Baekhyun tidak bisa menjenguknya saat di rumah sakit karena Chanyeol tidak punya waktu untuk mengantar. Baekhyun ingin pergi dengan Chanyeol, jadi ia menunggu Chanyeol punya waktu untuk pergi bersamanya.
Baekhyun dan Chanyeol, tidak ketinggalan si mungil Byeol, sudah sampai di kediaman keluarga Oh. Rumahnya bersih dan lumayan besar. Sehun dan Luhan tidak tinggal di apartemen, mereka tinggal di sebuah perumahan. Cat rumahnya dominan putih, dengan banyak bunga yang menghiasi halamannya. Luhan sangat menyukai bunga, itu alasan mereka untu tidak tinggal di apartemen. Agar Luhan bisa memelihara berbagai jenis bunga di halaman rumahnya.
"Appa, Byeol yang tekan belnya!" Byeol mengulurkan tangannya agar Chanyeol menggendongnya dan menyamakan tingginya dengan bel didekat gerbang. Beberapa menit setelah bel di tekan, seorang wanita paruh baya yang bekerja untuk keluarga Oh keluar untuk membukakan pintu, "Oh Nyonya Baekhyun dan keluarga rupanya. Silahkan masuk. Nyonya Luhan sedang menyusui di dalam." Ujarnya sambil membukakan gerbang.
"Sehun ada, ahjumma?" tanya Chanyeol padanya.
"Ada, Tuan. Tuan Sehun kebetulan sedang libur hari ini, dan kebetulan juga ada Tuan Jongin dan keluarganya didalam." Jawabnya.
"Oh benarkah? Kebetulan sekali. Terimakasih, ahjumma."
"Ye, tuan, nyonya. Silahkan masuk." Wanita itu mempersilahkan.
Chanyeol memilih untuk berbincang di ruang tamu dengan Sehun dan Jongin. Mengingat Luhan sedang menyusui, Chanyeol mengurungkan niatnya untuk melihat bayi Luhan dan Sehun. Tidak sopan, 'kan, pria lain melihat Luhan sedang menyusui. Chanyeol berniat melihat bayinya nanti saja saat akan pulang. Byeol ikut dengan Baekhyun ke kamar tempat Luhan menyusui bayinya. Ada Kyungsoo dan In Kyung disana.
"Baek, kau datang?" Sambut Luhan melihat Baekhyun berdiri didepan pintu kamar bayinya.
"Sebegitu teganya aku untuk tidak mengunjungimu setelah melahirkan?" protes Baekhyun. "Waaaahh bayinya menggemaskan sekali. Perempuan?" tanyanya memastikan. Baekhyun sengaja tidak bertanya kemarin-kemarin pada Luhan. Ia lebih senang jika melihat langsung bayinya.
"Ya, perempuan." Jawab Luhan.
"Sudah diberi nama?" tanyanya lagi.
"Baiknya kau duduk dulu, Baek. Namanya indah, dan punya makna begitu dalam bagi Luhan. Dengarkan saja ceritanya." Potong Kyungsoo.
"Baik, ceritakan." Baekhyun mendudukkan dirinya di sisi ranjang, dengan Byeol di pangkuannya.
"Hari dimana aku akan melahirkan- yah, kalian sudah merasakannya lebih dulu, sakit yang luar biasa aku rasakan. Aku bahkan merasakannya sekitar 20 jam sebelum aku melahirkan. Rasanya luar biasa sampai Sehun yang dokter saja kebingungan. Entah karena obgyn bukan spesialisasinya, atau memang dia kebingungan karena menghadapinya ternyata tidak semudah mengatakan 'semua akan beik-baik saja' pada pasiennya." Luhan menjeda ceritanya. "Sehun bahkan membawaku bolak-balik ke rumah sakit sampai 3 kali karena aku belum juga menandakan aku akan melahirkan meskipun sakit yang aku rasakan sudah sangat luar biasa. Sampai-sampai rasanya kakiku akan terlepas saking lemasnya." Lanjutnya.
"Lalu?" Baekhyun menyimak cerita Luhan dengan baik.
"Sehun menawarkanku untuk operasi, tapi aku takut dan merasa operasi terdengar lebih menyeramkan daripada melahirkan secara normal. Jadi aku dan Sehun sepakat, jika sampai 24 jam aku belum juga melahirkan, maka kami akan memutuskan untuk operasi. Beruntungnya, setelah balik ke rumah sakit untuk yang ketiga kalinya, air ketubanku pecah, dan bukaan jalan lahirku sudah sampai bukaan ke 9. Aku hanya perlu menunggu 1 bukaan lagi dan bayiku akan lahir. Jika saat itu bayiku belum juga bisa lahir, mungkin kalian sudah melihat Sehun tanpa rambut hari ini karena rambutnya yang habis ku jambak. Aku bahkan menyadari kalau beberapa helai rambut Sehun ada di sela-sela jariku."
"Oh Ya Tuhan! Kau ini! Tidak kasihan pada suamimu?!" ujar Baekhyun.
"Kasihan, sih, pasti. Tapi masih beruntung aku hanya menjambaknya, tidak menggigit atau mencakarnya." Tambah Luhan.
"Lalu, lanjutkan ceritamu."
"Setelah menunggu sekitar 30 menit, aku dipindahkan ke ruang bersalin. Tidak berapa lama, aku bisa merasakan kepala bayiku mulai mendesak keluar dari jalan lahirnya. Kalian tau rasanya, 'kan? Aku sampai mengeluarkan air mataku. Aku merasa energiku habis setelah 20 jam rasa sakit tak tertahankan, aku kembali harus merasakan sakit luar biasa untuk berjuang mengeluarkan bayiku. Beruntung kemudian ia lahir dengan sehat dan selamat, dan tidak kekurangan suatu apapun di dirinya. Beratnya juga normal, dengan panjang yang normal." Luhan mengakhiri ceritanya.
"Lalu kau memberinya nama siapa?"
"Hana. Oh Ha Na." Jawab Luhan singkat.
"Hana? Hana (berarti satu dalam bahasa Korea)?" Baekhyun menunjukkan satu jarinya. "Mengapa Hana?"
"Setelah perjuangan panjang hari itu, dan aku tidak pernah merasakan sakit luar biasa sepanjang hidupku, meski sakitnya segera hilang setelah mendengar tangis bayiku dan melihatnya di baringkan di dadaku, aku tetap trauma untuk hamil dan melahirkan lagi. Aku memutuskan untuk menjadikannya satu-satunya anakku. Aku tidak berencana untuk hamil lagi, karena itu namanya Hana. Hana." Jelas Luhan.
"Benarkah? Lalu bagaimana dengan Sehun?"
"Sehun? Dia setuju-setuju saja sejauh ini."
"Bagaimana jika dia menginginkan anak lagi di masa depan?" tambah Baekhyun.
"Biar dia saja yang hamil." Jawab Luhan cuek.
"Aigoo dasar perempuan ini." Baekhyun mencubit paha Luhan.
"Eomma..." In Kyung menarik baju Kyungsoo di bagian dadanya. "Kau mau menyusu?" tanya Kyungsoo yang sejurus kemudian menyusui In Kyung.
'Gawat!' Bathin Baekhyun. Jika ia melihat In Kyung menyusu, Byeol pasti juga akan minta menyusu.
"Eomma..." suara Byeol seketika menghamburkan lamunan Baekhyun. "Byeol mau susu." Lanjutnya.
"Pakai botol, ya?" tawar Baekhyun.
"Shirreo!" tolaknya. Persis seperti kejadian beberapa malam lalu. Setelah seminggu lupa pada 'kantung' ASI nya, melihat In Kyung dan Hana menyusu kembali membuat Byeol ingat.
Baekhyun memutar otaknya untuk mengakali Byeol. Ia tidak mau usahanya seminggu ini sia-sia dan kalah pada Byeol yang merengek. "Sebentar, ya? Eomma ambil dulu." Baekhyun mendudukkan Byeol di sisi ranjang tempat Luhan duduk. "Titip Byeol sebentar." Ujar Baekhyun kemudian melesat ke kamar mandi.
Baekhyun kembali dan duduk di sebelah Byeol. "Eomma..." Byeol kembali merengek. "Byeol, susunya sedang sakit. Pakai botol saja, ya?" tawar Baekhyun.
"Shirreo! Shirreo shirreo shirreo!" tolaknya.
Akhirnya Baekhyun membuka kancing kemejanya dan mengeluarkan payudaranya. Bukan, sekali lagi, Baekhyun bukannya mengalah. Baekhyun tidak akan menyerah dan kehabisan akal untuk membuat Byeol berhenti menyusu. "Lihat, eomma sakit. Ada darahnya." Baekhyun sudah mencorat-coret lipstick merahnya di sekitar puting payudaranya untuk membuat Byeol percaya bahwa ia sedang sakit. Byeol terdiam memandangi payudara Baekhyun.
"Kau memberhentikan ASI eksklusifnya?" bibir Kyungsoo bergerak menanyakan keadaan yang terjadi sekarang. Baekhyun mengangguk sebagai jawabannya.
"Eomma sakit?" tanya Byeol polos.
"Iya, sayang. Byeol minum susunya pakai dot saja, ne?" Baekhyun berusaha kembali melakukan penawarannya.
"Neeee..." jawab Byeol yang benar-benar melegakan hati Baekhyun.
Baekhyun buru-buru kembali mengancing bajunya dan memberikan dotnya pada Byeol, agar Byeol segera diam dan tidak rewel lagi. Luhan dan Kyungsoo terkikik melihat apa yang Baekhyun lakukan. "Sepertinya caramu bisa diikuti." Ujar Kyungsoo. "Ide yang bagus!" Tambah Luhan. "Ya! Jika kalian akan mengehentikan Asi untuk mereka, hubungi aku saja. aku dan Chanyeol punya 1001 cara untuk membuat mereka berhenti." Bangga Baekhyun.
Ini sudah cukup siang, matahari sudah cukup tinggi. Memang sudah waktunya untuk para bayi tidur siang. Byeol, In Kyung dan Hana sudah terlelap dalam dekapan ibunya masing-masing. Baekhyun bangkit dari duduknya, untuk memanggil Chanyeol untuk mengajaknya pulang. Perbincangan para ayah itu tidak akan berakhir jika tidak ada orang lain yang membantu mengakhirinya.
"Chanyeol, ayo pulang. Byeol sudah tidur." Ajak Baekhyun.
"Apa Hana sudah tidur juga? Aku ingin melihatnya." Ujar Chanyeol.
"Masuk saja ke kamar, Hyung." Sehun mempersilahkan Chanyeol masuk.
"Apa Luhan sudah selesai? Apa aku tidak akan mengganggu?" Chanyeol memandang Baekhyun, memberikan kode.
"Sudah. Hana sudah di tidurkan di box nya." Jawab Baekhyun.
Chanyeol masuk ke kamar bayi, Luhan duduk di pinggir ranjangnya di samping box Hana. "Permisi, Lu." Chanyeol berjalan mendekati box bayi. Luhan membuka kain berjaring yang menutupi box tempat Hana tidur. "Aigooo cantiknya. Aku jadi ingat saat Byeol baru lahir. Aaahh aku jadi ingin punya bayi lagi." Ujarnya yang kemudian mendapat laser dari mata Baekhyun.
"Kami pamit dulu, Lu, Hun." Ujar Chanyeol dan Baekhyun.
"Kami juga. Ini sudah siang." Ujar Jongin dan Kyungsoo.
Kedua keluarga ini kemudian meninggalkan rumah tempat Sehun, Luhan serta anggota keluarga baru, Hana, tinggal.
.
.
Setelah sebulan berlalu, akhirnya Byeol benar-benar lupa pada ASI nya. Ia tidak lagi merengek untuk menyusu pada Baekhyun, setelah mendapat botol susu baru dengan gambar rillakuma di botolnya. Sekarang, botol itu jadi barang paling berharga bagi Byeol. Botol itu selalu dibawa dan tidak boleh ketinggalan kemanapun Byeol pergi.
Baekhyun dan Chanyeol bersyukur, tapi juga punya PR baru, Byeol tidak boleh dibiarkan terus bergantung pada botol dotnya.
.
.
END
Hallo, Hai, Annyeonghaseyo yeorobuunn... Aku balik lagi hahahahaha
siapa yang bilang FF ini END? siapaaa? hahahaha mungkin FF ini tidak akan aku bikin END sampai aku memutuskan untuk hiatus panjang atau mungkin berhenti dari dunia per-FF-an ini. mungkin dalam hitungan minggu dari sekarang. karena ada hal yang harus aku selesaikan dan sepertinya aku akan super sibuk untuk beberapa minggu yang akan datang. nah, jadi sebelum waktu itu datang, aku akan terus menulis menulis mengulis sampai akhirnya hari itu nantinya datang.
update nya siang jelang sore, ya? padahal katanya updatenya malam. hehe aku ada janji malam ini mungkin, jadi karena chapter ini tinggal di publish, baiknya aku menepati janjiku sama kalian dulu aja. dan untuk kedepannya, aku mungkin ga akan punya waktu tetap untuk update seperti kemarin-kemarin, tapi akan aku usahakan untuk tetap update dan masa berhentiku akan aku kabari disertai dengan kata-kata perpisahan.
sebelumnya, aku mau curhat dulu. aku agak sedih sama FF ini. yang follow dan fav sampai tembus 70 lebih tapi yang review cuma sekitar 20an. rasanya aku semacam pengen berhenti nulis. rasanya kayak gak dihargai gitu. tapi aku udah janji kalo ada yang review, bakal aku lanjut terus. yaudah aku lanjut terus aja, demi yang udah baik hati ngeluangin waktunya buat ninggalin jejak di kotak review.
daaaaaann aku sudah baca review kalian ehehehehehe ada beberapa review yang menarik perhatianku, terutama tentang nama yang aku pilih untuk si baby girl. baik dan buruk. baiknya, arti nama Byeol bagus banget dan aku suka. honestly aku pribadi gatau sebelumnya kalo Byeol itu artinya bintang. langsung deh aku buka browser dan nyari arti "Byeol" dan emang artinya bintang. aku seneng banget. buruknya, Byeol itu nama anjingnya Suho -_-" aku bener-bener khilaf dan merasa berdosa karena ngasi nama anak Chanbaek sama kyak nama anak anjing -_-" aku langsung merasa berdosa dan mencoba ingat-ingat darimana nama Byeol muncul. kemudian aku ingat, Byeol itu nama adik Choi Chun Hee (Eunji A-Pink) dalam drama Trot Lover, namanya Choi Byeol. dan syukurlah, rasa bedosaku sedikit berkurang. seenggaknya, nama Byeol wajar untuk nama manusia dan aku gak akan menggantinya.
ah, aku juga nemu review yang nanyain soal Baekhyun yang masih bertahan dengan marganya. jadi begini, sebenernya, saat wanita Korea menikah, mereka tidak mengganti marganya. karena marga didapat dari ayah, bukan dari suami. jadi marga itu identitas "dia anak siapa" bukan "dia istri siapa". jadi aku akan menggunakan teori itu. sebelum menulis FF ini, aku sudah membaca beberapa kebudayaan Korea dan dari yang aku baca, teori ini yang jadi kesimpulan. untuk perubahan marga setelah menikah sepertinya itu disebabkan oleh sebagian FF seperti itu. tapi, kenyataannya yang aku tau, Korea tidak seperti negara Eropa. kalo ga percaya atau mungkin aku salah, coba ubek-ubek mbah google deh :D biar jelas hehe
trus mungkin ada yang heran, "Minggu lalu katanya Byeol mau masuk sekolah?" iya, Chapter itu sudah selesai bersamaan dengan chapter minggu lalu. tapi kemudian ada beberapa review yang bilang kalo anak kecil lagi lucu-lucunya. jangan sekolah dulu lah si Byeol." aku mempertimbangkannya, dan beberapa hari yang lalu, keponakanku yang baru aja genap 2 tahun nelepon (emaknya sih yang nelepon). trus aku jadi punya ide dan jadilah chapter ini. dan kalo boleh jujur, "metode lipstick" itu kenyataan loh hahahah Chapter Byeol yang masuk sekolah mungkin aku pending dulu sampe satu atau dua chapter setelahnya.
aku mau curhat dikit, aku lagi suka banget ngepoin BTS. dan rencananya, aku bakal ngundang membernya untuk jadi cameo di FF ini. elaaahh gaya bener yak pake cameo segala. adegannya mungkin ga banyak, tapi yang pasti mereka bakal nyempil di FF ku. menurut kalian gimana? kalo ada yang keberatan, chapter itu akan aku lompati dan tidak akan aku publish. hehehe
udah yaaa cuap cuapnya. oya, minggu depan, aku ada ujian lisan. doakan yaaaa...
Thanks to:
ChanHunBaek || narsih556 || baekhaan || chanbaek || exodusuho || Lkireii0521 || cireng || panypany || lixotic || bellabdbebell || kimna || byunyeolliexo :FF nya belum END dan gak bakal END sampe aku berhenti, kok hehe dan ini udah di lanjut. Cahyo emang papah super :D hihihi makasih yaa mampir lagii...
parkbaekyoda92 : sudah aku pertimbangkan dan terciptalah chapter ini. semoga tidak mengecewakan yaa hehe
Nanda Yusri : terimakasih sudah menginfokan arti nama Byeol. artinya cantik banget. aku boleh senang, 'kan? hihihi makasih yaa
exindira : adik? hmmm :D
ruixi1 || GGOh94 || marinaluvzkim || Byun429 : udah lahir tuh baby nya HunHan hehehe :D
younlaycious88 : iya namaku emang pasaran dah di kampus aja banyak banget namanya Chacha T_T hihihi smg yg kali ini ga mengecewakan jugaa...
VAAirin : gapapa lah batal jadi menantu. jadi istri muda mungkin bisa. asal kuat aja di banting sama Baekhyun xD xD *sesat* iyaaa Chanyeol mah papah super :D hihihi iyah eonnie boleh :D hihihi
NopwillineKaiSoo : iya hahahaha aku suka banget sampe nonton berulang-ulang. sampe kalo ga bisa tidur yang di tonton pasti itu lagi itu lagi. si Twins juga lucu banget apalagi si SeoJun :D hihi ini udah di update :))
babogacha : aku shock dan mendapat kejut di jantungku waktu baca review kamu hahahahaha makasih yaa akhirnya mampir dan review :)) selamat membaca!
review juseyooo! see ya!
Chacha
*bbyeong*
