Naruto Masashi Kishimoto
PARALLEL
WANDA GRENADA
2015
Amnesia
Air bags menyelamatkan sang empunya Mobil. tapi tidak dengan Gadis yang baru saja ia tabrak. Kondisinya sekarang berada diantara Hidup dan mati. Neji jadi merasa bersalah setelah mendengar cerita tentang kehidupan gadis itu dari Sahabat gadis Pink yang juga menjenguknya. Masalah dengan keluarganya belum selesai, sekarang ia malah menyelesaikannya dengan cara menabrak seorang Gadis. Benar benar jalan terampuh yang dipilih Neji.
Masalah lain yang ia dapati adalah, orang yang hampir saja ia tabrak adalah adiknya sendiri. Ini terlihat seperti Neji sudah tidak waras sampai-sampai ingin menabrak adiknya. Mungkin orang berpikir Neji adalah psikopat.. Tapi tidak seperti itu kenyataannya.
Begitu mendengar kabar itu, teman-teman Band-nya langsung mendatangi Neji dan minta Konfirmasi langsung pada yang bersangkutan. Namun mereka tidak perlu konfirmasi lagi. Mereka bahkan sudah melihat bukti nyata dirumah Sakit itu. Dan mereka langsung memberi ucapan "selamat" pada Neji
"Aku tau aku salah.." sesal Neji
"Kita baru saja mengeluarkan single terbaru kita Neji dan kau menghancurkan reputasi kita! Terimakasih Neji! sekarang kita bisa tidur dengan tenang!" protes Yahiko, sang vokalis
"Sudah Yahiko, kita bisa menyelesaikan ini dengan baik" lerai Konan
Perdebatan ini tidak menyelesaikan masalah. Yang ada Neji malah makin memikirkan hal-hal buruk sejauh apa yang akan ia terima. Bahkan hukuman mati sempat terlintas dipikirannya.
.
.
.
Neji mondar-mandir di koridor rumah sakit. Ia tidak bisa tidur memikirkan bagaimana kondisi Gadis itu. Namun, keadaannya kini masih tidak jauh berbeda dari malam sebelumnya
"Duduklah Neji, aku risih melihatmu begitu" Hinata yang pagi itu datang kesana menginterupsi Neji yang Gelisah tidak karuan
"Ck. Diam kau, aku sedang pusing!" bantah Neji
"Duduk atau kubunuh kau!" Hinata langsung menarik baju Neji dan mendudukkan Neji dengan paksaan
"Ayah yang akan membunuhku" gumam Neji sambil menepuk keningnya. Ya, sudah cukup ia menjadi pembangkang dikeluarganya. Sekarang ia pasti sudah mencoreng nama keluarganya. Bisnis ayahnya akan hancur dan itu tidak lain adalah ulah Neji dan Ayahnya makin punya alasan agar Neji akan menjadi pewaris selanjutnya. Itu akan terjadi cepat atau lambat
Perasaan bersalah juga menghampiri Hinata. Entah berapa lusin kegiatan jahat yang ia lampiaskan pada Haruno, namun Haruno masih mau berbuat baik padanya. Yang lebih parah lagi, Hinata melakukan perbuatan jahat semata-mata agar dirinya terkenal dan punya reputasi di sekolah. Sudah bertahun-tahun berjalan dan ia baru menyadarinya sekarang.
Ino yang saat itu juga berada di ruang tunggu tak henti-hentinya mengambil tissu dan membuangnya. Mungkin tempat sampah itu isinya penuh dengan tissu-nya Ino.
"Kau tidak bosan menangis terus?!" Bentak Hinata
"Aku.. hiks.. aku merasa bersalah ka-karena kita baru saja bertengkar dan aku menghinanya. A-aku tidak .. hiks.. bermaksud menyakiti hatinya. Aku baru saja ingin minta maaf tapi..." Ino berhenti dan lagi-lagi menangis. Hinata memutar bola matanya. walau dalam hatinya ia merasa amat bersalah dan ingin melakukan hal yang sama pada Sakura
"A-aku takut aku tidak bisa meminta maaf.."
Mendengar kata itu, Kekhawatiran Neji bertambah besar. Ino memang polos tapi kepolosannya itu merepotkan juga. Hinata yang menyadari Neji yang sudah menggigit kukunya langsung menasehati Ino.
"Kau jangan bicara seperti itu! Kau harusnya yakin kalau ia akan baik-baik saja!" Tidak, sebenarnya Hinata juga memikirkan hal yang sama. ia juga melihat ketika gadis itu terplanting akibat mobil Neji. Mobil Neji saja sudah tidak karuan bentuknya, ia tidak bisa membayangkan seberapa cepat mobil itu melaju. ia terus berdo'a akan keselamatan gadis pink yang seringkali ia nistakan.
Amaterasu tersenyum pada Sakura sekali lagi, kemudian ia pergi meninggalkan Sakura. Suasana yang gelap seketika berubah menjadi terang dan Sakura merasa tubuhnya seperti diguncang lalu ia merasa tubuhnya terjatuh dari suatu tempat
"Kyaaaaaaa"
.
.
.
Sinar tiba-tiba menelusup ke matanya. Ia coba mengerjap-ngerjapkan matanya untuk beradaptasi dengan cahaya sekitar. Pagi ini ia terbangun di ruangan yang asing. Ia melihat-lihat seluruh ruangan itu yang dipikirnya adalah sebuah kamar
KLEK
Tak lama, seseorang membuka pintu dan membuat Sakura terlonjak
"Kau sudah bangun Sakura" kata gadis yang membawa nampan berisi bubur dan segelas air itu sambil tersenyum
"I...Ino?"
Ino menaruh nampan itu di meja sebelah kasur dan duduk disamping Sakura. Sakura bingung, sangat bingung. Dimana ia berada? Apa yang terjadi? Ia memandangi ruangan itu. Ini bukan kamarnya. Ia menatap penuh tanya pada Ino.
"Ini dimana?" Tanya Sakura
"Ini dikamarku. Ini" Ino memberikan sebuah benda ke tangan Sakura
"aku menemukannya ditempat kau terjatuh. Kau sudah baikan?" tanya Ino kepada Sakura
Sakura bukannya menjawab melainkan ia memandangi benda yang diberikan Ino dan menatap keanehan pada Ino. Sesekali ia juga memandangi ruangan itu sekali lagi. Ia benar-benar linglung. Ino tidak seperti biasanya.
"Apa ini?" Sakura bertanya benda apa yang sedang dipegang olehnya itu. Ino agak kebingungan juga. Ino menduga jangan-jangan Sakura mengalami Amnesia.. Ah, tapi tidak mungkin. Buktinya Sakura bisa mengingat namanya
"Itu ikat kepala, kau biasa menggunakannya seperti ini.." Ino memasangkannya dikepala Sakura. Ia memakaikan ikat kepala Sakura yang ia pasang sebagai bando dikepala Sakura
"Nah, coba kau berkaca" perintah Ino sambil menarik Sakura kearah kaca
Sakura menatap dirinya lama. Apa yang terjadi? Rambut panjangnya berubah menjadi rambut pink sepundak. Pakaiannya pun tidak seperti orang-orang biasanya atau bahkan ini bukan pakaian sehari-hari Sakura. Ia juga tak menemukan Kacamata tebal yang membingkai dimatanya, namun ia bisa melihat dengan jelas benda-benda disekitarnya.
"Apa ini pakaianmu Ino?" tanya Sakura sambil menatap bajunya dipantulan cermin. Ino menatap Sakura lama. Seperti dugaannya, ada sesuatu yang terjadi pada Sakura.
"Diam disitu Sakura" perintah Ino. Sakura menuruti saja apa yang dikatakan oleh Ino
.
.
.
"Bagaimana nona Tsunade?" tanya Ino dengan wajah harap-harap cemas
"Yang kulihat tidak ada yang mengkhawatirkan. Tulangnya tidak apa apa, organ vitalnya juga. Tenang saja dia itu muridku, ia lumayan kuat juga jatuh dari tempat setinggi dan seberbahaya itu" Jawab Tsunade
"Hey. Apa kau ingat aku?" Tanya Tsunade memegang pundak Sakura sambil membungkukkan badannya menyetarakan tingginya dengan Sakura yang sedang duduk
"Uhmmm..."
"Masalahnya bukan ditubuhnya. Tapi dikepalanya" ucap Shizune
"Nona Tsunade.. apa yang terjadi padanya?" Ino kemudian kembali menanyakan keadaan Sakura
"ia lupa ingatan"
"Haah, sudah kuduga. Tapi ini hanya sementara kan?"
"Aku juga tidak tau Aku punya banyak pasien amnesia tapi kasus seperti ini tidak ada sebelumnya. Kemungkinan hanya sementara. Tapi bisa saja ia akan seperti ini selamanya. Aku akan mempelajari lagi nanti. Yang kita bisa lakukan hanyalah menjaganya" kemudian Tsunade berdiri dan mengusap kepala Sakura. "Tapi tenang saja, umurnya baru 16 tahun.. belum banyak yang ia pelajari"
Sakura tambah bingung dengan orang didepannya ini. Ia tau itu adalah Tsunade, sang kepala sekolah yang kalem. Yang membuat Sakura bingung adalah...
"Apa ini asli? ini terlihat tidak natural" Sakura mencolek dada Tsunade yang kelewat besar itu. Tidak seperti yang ia ingat. Mungkin saja ia baru operasi plastik dan dengan mudah mendapatkan dada sebesar itu.
Perempatan muncul di kepala Tsunade
TAAK!
"Adaaw.. Sakit.. sakit!" Sakura meringis dan memegang kepalanya yang baru saja mendapat hantaman dari kepalan Tsunade.
"Nona Tsunade.. tenang tenang.. Kau seharusnya tidak memukul kepalanya!"
"Sakura sedang Amnesia kan nona Tsunade"
Ino dan Shizune sama-sama menenangkan nona Tsunade
"Terkadang ingatannya kembali jika mendapat benturan" jawab Tsunade sambil menahan emosinya
.
.
"Mungkin berjalan-jalan disekitar desa bisa membuat ingatanmu kembali. Aku akan mempelajari tentang Lupa ingatan lebih lanjut lagi" Ucap Ino.
Sakura tau Ini adalah Ino. Teman baiknya yang selalu ada. disini semuanya aneh. Semua tampak kuno. Dandanannya juga aneh. Banyak orang yang memakai rompi hijau. Ino juga berdandan sangat aneh. Ia memakai baju ungu yang terlalu terbuka-untuk Ino yang biasanya. Tapi ia sadar disini semuanya terasa berbeda. Bahkan Ino tidak tergagap. Dan ia lebih cantik dengan dandanan ini.
"Aku sudah mencoba sintenshin no jutsu padanya tapi aku tidak menemukan segel apapun" Ino segera memberitahu Shikamaru dan teman-temannya yang sengaja dikumpulkan perihal kejadian Sakura yang bertingkah aneh. Sejenak ia bepikir ada musuh yang sengaja menyegel ingatan Sakura, namun ketika ia memeriksa kepala Sakura ia tidak menemukan apapun.
"Benarkah? Aku belum pernah bertemu dengan orang yang Amnesia sebelumnya"
Sakura mengenali orang itu. Shikamaru. Orang terbodoh dikelasnya. Tapi kenapa Ino sangat percaya kepadanya?. ya, tapi ia berusaha memaklumi semua yang aneh disini. Ino orang pemalu yang tidak pernah memakai pakaian terbuka saja sekarang jadi lebih berani. apakah ada yang salah dengan Sakura atau memang orang orang disini yang salah.
Apa mungkin aku terjebak dalam dimensi lain? Atau ini adalah Reinkarnasi?
Oke, ini hanya pikiran konyol Sakura. Tapi agaknya hal itu bisa dibenarkan jika melihat situasinya. Sakura menyadari semua ini.. ia tidak tau Sakura seperti apa yang ada di Dimensi ini. Semoga saja bukan orang yang aneh seperti orang orang disini. Ia harus benar-benar memainkan perannya disini. Mereka belum tau jika Sakura bukan dari dimensi ini. Kalau ia begitu saja bilang sesuatu yang konyol seperti itu, sesuatu yang konyol yang sedang terjadi pada Sakura.. mereka pasti tertawa terbahak-bahak atau bahkan mengira Sakura bukan lagi amnesia melainkan Gila!
Sakura memperhatikan semua orang yang ada disana. Ini benar adalah teman sekelasnya. Ino, Tenten, Hinata, Shikamaru, Choji, Kiba, Shino, Lee, dan.. siapa itu? orang berambut panjang berwarna coklat, berwajah stoic dan tidak banyak bicara. Sakura tidak mengenal orang itu sebelumnya.
"Tidak! Kebersamaan masa muda kita yang indah tidak bisa hilang begitu saja! Ini kejaaam!" Lee menghantamkan kepalanya sendiri ke pohon yang ada disana
"Ehh, apa dia baik baik saja?" Tanya Sakura kepada Tenten yang berada di dekat sana
"Tidak usah dipikirkan, dia memang seperti itu" jawab Tenten
"Sakura, apa kau masih ingat kami?" Tanya Shikamaru
Sakura yang sedang melamunkan hal-hal "Konyol" kemudian terlonjak "Un.. aku ingat Ino, Shikamaru dan Hinata.. tapi aku tidak mengingat sisanya" jawab Sakura berbohong, sebenarnya ia ingin meminta penjelasan lebih lanjut tentang orang orang yang ada disini terutama pria stoic berambut panjang yang ada disana
"Haah.. merepotkan" gumam Shikamaru "Ino, kau saja yang jelaskan"
"Baiklah.." Ino kemudian berdiri "Ini Hinata, Shino, Kiba dan Akamaru. Mereka adalah Tim 8 yang dibimbing oleh guru Kurenai". Hinata tersenyum pada Sakura dan menaruh satu tangannya di depan dadanya, Shino bergeser sedikit untuk menunjukkan dirinya yang amat tertutup, Kiba tersenyum lima jari dan anjing bernama Akamaru itu menggonggong
"Kemudian ini Lee,"
Lee secepat kilat meraih tangan Sakura dan menggenggamnya dengan Dramatis "Sakura-san! Aku akan terus menajagamu sampai kau-"
"Diam dulu Lee!" Lee mendapat hantaman dari Tenten dengan sebuah senjata yang keluar dari sebuah gulungan.
Waw, itu keren
"Nah, yang itu Tenten dan yang itu Neji" Ino menunjuk orang itu.. orang yang ingin diketahui Sakura. Ia tdak bergeming dari tempatnya. Masih melipat kedua tangannya di depan dada dan bersender di pohon. Namanya adalah..
Tunggu! Apa dia baru saja mengatakan Neji?! Neji?! Apa aku tidak salah dengar?!
"Maukah kau membantu seseorang?"
"Siapa dia?"
"Neji hyuga"
Neji Hyuga
Neji Hyuga...
Neji..
Hyuga..
Apakah dia orang yang dimaksud oleh Amaterasu?
"Hey Sakura, apa ada masalah?" Suara Ino lagi-lagi menginterupsi Sakura
"Oh, tidak. Apa aku juga punya Tim sama seperti kalian juga?" Ia tidak terlalu ingin mengetahui tentang hal ini, tapi untuk peran ini mungkin Sakura membutuhkannya
"Tentu saja, tapi.." Suara Ino merendah. Sakura memberikan tatapan seolah ia sangat ingin tahu
"Kau berada di Tim 7 yang di bimbing oleh guru Kakashi. Teman satu Tim mu adalah Naruto, mungkin ia sedang dalam misi.. dia tidak ada dirumahnya". Naruto? Sakura baru mendengar nama itu. "Kemudian Sasuke. tapi dia sedang tidak ada di desa ini. dia orang yang cool, berambut hitam dan.."
"Playboy.." gumam Sakura. Tapi hal itu bisa didengar oleh Ino atau malah bisa didengar oleh semua yang ada disana. Ino langsung memberi tatapan kaget kepada Sakura. Sakura yang menyadari kesalahannya langsung memperbaiki omongannya
"Ah.. kenapa aku berkata seperti itu..pikiran itu tiba-tiba muncul dikepalaku. hahah, aneh ya" Sakura tersenyum canggung. orang-orang disana bertukar tatap
O ow..
"Sakura! aku akan membuatmu sembuh! aku janji!"
Fiuuhh
"Sakura, kalau begitu aku akan mengantarmu kerumah"
Sakura POV
Walau awalnya aku merasa asing berada di dunia ini, tapi aku senang berada disini. Di dunia ini banyak yang mengkhawatirkanku. Teman-temanku terasa berbeda disini. Di dunia ini.. Aku bahkan untuk pertama kalinya bisa melihat kedua orang tuaku secara langsung. Aku sampai-sampai tidak bisa menahan tangis dan langsung memeluk mereka. Tidak peduli kalaupun ini terlihat aneh dimata mereka.
Aku sedikit banyak telah membaca situasi. aku lebih suka membaca situasi dan mengira-ngira daripada bertanya. Aku berada dalam dunia Ninja. aku belum banyak mengerti dengan dunia ini.. tapi aku benar-benar dalam dunia Ninja. aku menemukan diriku lebih memukau daripada di dunia asli. kekuatanku lebih besar dari yang kukira. itu terbukti ketika aku sebelumnya kesal karena terjebak dalam dunia ninja dan aku meninju dinding di kamarku. aku tidak mengira akan meretakkan dinding itu, tapi sekarang yang aku lihat adalah dinding kamar yang berlubang. Aku sampai dimarahi oleh Ibuku, tapi aku tidak masalah.. malahan aku sangat ingin dimarahi Ibu.
karena sebelumnya aku tidak tau seperti apa rasanya.
Aku mempelajari cara mengontrol cakra, itu tidak semudah yang dibayangkan. yang aku tau, aku adalah Ninja medis disini. Jadi aku harus pandai dalam mengontrol cakra, ternyata semua ini tidak Praktis. aku harap Amaterasu memberikanku kemudahan.
Ini sudah malam, aku akan segera tidur. aku menutup mataku dan membayang-bayangkan banyak hal
Rasanya baru tadi pagi aku keluar dari rumahku dan pergi ke sekolah. menjalani hidupku yang penuh dengan sesak dan kesedihan.. aku bahkan masih menjadi anak sial sampai saat dimana aku menolong Hinata yang akan tertabrak oleh Mobil. Lagi-lagi aku mendapat sial karena menolong orang.
Kemudian disinilah aku.. di Dunia Ninja
TBC
AN: ya, tidak banyak yang bisa gua jelaskan selain kegajean cerita ini. I'm pretty busy now. karena banyak banget utang fanfic yang harus di lunasi sedangkan gua lagi buntu ide. itu karena Hp gua abis ke bootloop semua dokumen ancur dan gua harus mengulang semua cerita. cuma cerita ini yang selamat, jadi gua memutuskan untuk memposting hari ini agar tidak terulang kejadian masa lalu (*Dramatis kan hidup gue) T_T
Yak. sebagai pelengkap, tolong Review ya minnaaaaaa :)
Terimakasih yang sudah me-review sebelumnya
Luca Marvell: kira-kira begitulah..
Guest: Terimakasih sarannya :) Chapter 1nya gua jadiin prolog, tapi malah makin gaje karena kepanjangan (*authornya minta diapain)
Hanani: Gua bikin menyesal beneran deh hahah
Riku Aida: ya seperti itulah
Guest: Love your review :*
Dijah-hime: ditunggu reviewnyaaaaaaa
Sasha tasya: oke lanjut
