Naruto Masashi Kishimoto
PARALLEL
WANDA GRENADA
2015
Warning: Jangan bingung. Plotnya gua tuker. namanya juga fanfiction. apa juga bisa.
Clue
Tadi malam adalah hal yang aneh. Aku bermimpi aku menjadi diriku saat masih kecil di dunia ninja.
Saat itu aku berada di sebuah sekolah yang disebut sebagai Akademi, disana aku diajarkan latihan dasar sebagai seorang Ninja seperti memakai jurus bayangan, jurus pengganti tubuh, melempar kunai dan lain-lain. kemudian aku lulus dari Akademi, mereka menyebut tingkatan ini sebagai Genin. Seperti yang pernah dikatakan Ino, Guru pembimbingku adalah Guru Kakashi.
Kukira setelah lulus dari Akademi, aku sudah menjadi seorang Ninja.. tapi ternyata belum, aku harus melewati ujian yang diberikan oleh guru Kakashi. Ujian ini benar-benar sulit, aku harus mengambil lonceng yang ditaruh guru Kakashi di samping celananya. ya itu terdengar mudah.. Tapi kenyataannya itu sangaaat sulit. Padahal ia sambil membaca buku, tapi itu seperti tidak mengurangi konsentrasinya. Aku berhasil merebut lonceng itu dan Sasuke juga. entah kenapa aku- yang ada di dalam mimpiku sangat tergila-gila pada Sasuke, Ini terasa Aneh bagiku. tapi seseorang lagi yang tidak kukenal tidak berhasil merebutnya. Aku teringat kata-kata Ino yang bilang bahwa teman satu tim ku adalah Naruto dan Sasuke. Mungkin bocah aneh dan konyol inilah yang disebut-sebut Naruto itu. Aku bahkan tidak yakin bahwa dia adalah penyelamat desa seperti yang diceritakan Ino. Tapi wajahnya sangat mirip dengan Menma, jadi aku tidak keberatan berada didekatnya.
Sampai dimana aku kehilangan Sasuke, teman satu tim ku yang meninggalkan desa. aku berusaha keras untuk mencegahnya pergi sampai memohon ikut. tapi aku gagal. dan kesalaan terbesar ada pada saat aku meminta Naruto untuk membuat janji agar membawa Sasuke kembali. karena ia gagal, Naruto menjadi merasa bersalah padaku. maka dari itu sampai sekarangpun mimpinya tidak berubah selain menjadi hokage dan menyelamatkan teman-temannya.
Setting tiba-tiba berubah. Aku tidak melihat wajah orang itu, tapi secara otomatis aku yakin itu adalah Neji. dia orang yang dingin dan.. sangat kejam. Hinata, yang aku tau dia adalah adik dari Neji, namun di dunia ini dia adalah sepupu dari Neji. Keluarga itu seperti terbelah menjadi 2. mereka menyebutnya sebagai Klan atas dan Klan bawah. tugas seorang Klan bawah adalah melayani Klan atas, dan Klan bawah diberi tanda segel kutukan agar mereka tidak membangkang. Segel itu akan menghilang jika Klan bawah sudah melindungi klan atas. itu hal yang buruk kalau kau tanya pendapatku. bagaimana bisa sebuah keluarga membeda-bedakan seperti itu. Takdir yang menentukan segalanya disini. dari awal kau lahir. jika kau beruntung, kau terlahir sebagai anak pertama dari keturunan anak pertama (Klan atas).
di pertandingan ujian chuunin dia benar-benar kejam. dia menyerang bahkan untuk adiknya sendiri secara membabi buta. tanpa ampun. aku melihat Hinata yang benar-benar sudah lemah namun masih belum menyerah sampai akhirnya ia ambruk. dan yang menghajarnya sampai ia sekarat adalah Neji Hyuuga. orang yang akan ku selamatkan.
Aku tau penyebab dia sekejam itu pada Hinata. Takdir klan Hyuuga. Neji adalah orang yang Jenius, tapi sejenius apapun dirinya ia akan tetap menjadi pelayan dan tidak akan bisa lebih hebat daripada klan Atas. ia juga dendam atas kematian ayahnya karena melindungi Hinata yang notabene adalah tugas seorang Klan Hyuuga bagian bawah. aku benar-benar tidak habis pikir dengan hal rumit seperti itu.
Aku seperti diberi penjelasan oleh Amaterasu lewat Mimpi dan pagi ini aku terbangun dengan sekelebat-sekelebat ingatan mimpi karena pagi sudah menyambut. tapi yang paling menarik perhatianku adalah Neji, bahkan aku sama sekali tidak tertarik dengan kisah hidupku di dunia ini. di gambaran mimpiku.. ia adalah orang yang kuat, kejam, Jenius dan dingin. ia selalu terpaku dan berjalan sesuai takdir. ya benar, Takdir. itu yang membuatnya menjadi seseorang yang kejam. ia beranggapan bahwa semua berjalan sesuai dengan takdir, dan tidak ada yang bisa mengubahnya.
Apakah aku harus menyelamatkannya?
Menyelamatkannya dari apa?
Dia orang yang kuat
Dia kejam
Aku takut
Tapi aku harus bisa menyelamatkannya
Pasti ada alasan kenapa aku menjadi ninja medis. aku juga harus bisa menyelamatkan teman-temanku. menyelamatkan Neji terutama. sebagai misi dari Amaterasu
"Tenang saja Gaara. aku akan menyelamatkanmu!"
Naruto punya sikap simpati yang kuat terhadap teman satu perjuangannya saat Gaara diculik oleh 2 orang anggota Akatsuki. Sakura sedikit banyak mengenalinya akhir-akhir ini setelah ia pulang dari latihannya bersama salah satu dari seorang legenda Sannin bernama Jiraiya. dia sangat kuat. Sakura tidak mau kalah, selama Naruto pergi latihan dan menjadi kuat ia juga harus lebih kuat dan segera menyelesaikan misi yang diberikan Amaterasu kepadanya. ia memperdalam ilmu medisnya dan dibimbing oleh sang Hokage sendiri. diperjalanan, Naruto tampak tidak sabar ingin segera menjemput Gaara dan menyelamatkannya.
Sesampainya di desa Suna, keahlian Sakura diuji. Ia harus mengobati Kankuro, kakak dari Kazekage Gaara yang gagal menyelamatkan adiknya dan terkena racun Sasori. Setelah menyelesaikan pengobatannya, keesokan harinya Sakura dan Timnya pergi untuk menyelamatkan Gaara dibantu oleh anjing kuchiyose milik Kakashi dan tim Gai yang juga menyusul.
Naruto dan Kakashi pergi melawan Deidara, sedangkan Sakura dan Nenek Chiyo harus berhadapan dengan Sasori si pasir merah. dengan kekuatan monster yang ia punya ia berhasil menepis semua pasir besi yang Sasori tujukan padanya. walau ia membawa 2 penawar racun namun satu tusukan yang mengenai organ vitalnya sukses membuatnya tak berdaya, kemudian nenek Chiyo mengobatinya dengan jurus Soshen jutsu.
Singkat cerita, mereka berhasil menyelamatkan Gaara, namun kondisi dari sang Kazekage muda itu sudah tidak dapat diselamatkan lagi. Omong kosong, Nenek Chiyo menghidupkan Gaara dengan Kisho tensei miliknya, walau dengan kodisi yang tidak memungkinkan namun nenek Chiyo bersikeras menyelamatkan Gaara dibantu oleh uluran tangan Naruto yang mengalirkan Cakranya.
Misi berhasil. sang Kazekage itu hidup kembali dan kembali ke desanya. tapi Sakura masih memikirkan nenek Chiyo. Kisho tensei dan Soshen jutsu pasti jurus yang sangat hebat. ia jadi tertarik mempelajarinya selain byakugou no jutsu yang Tsunade punya.
"Kau hebat dalam pertarungan itu Sakura-san!" Teriak lee dengan semangat masa mudanya
"Terimakasih Lee. kau tau darimana?"
"Itu berkat teman satu timku, Neji yang melihat pertarunganmu dengan Byakugan-nya. kau juga hebat Neji!"
Jadi begitu, batin Sakura. Lumayan juga Neji bisa melihatnya dari jarak yang sangat jauh. tentu saja, dia Jenius. dia tidak mengatakan apa-apa setelah pujian dari Lee.
Guru Gai sepertinya sangat tidak sabaran karena harus memapah guru Kakashi dan langsung menggendongnya. inilah momen jika bersama dengan Guru Gai. entahlah Neji bisa sesabar itu menghadapi Guru yang berbanding terbalik dengannya.
ketika sampai di pintu gerbang Konoha, ia menghirup nafasnya dalam-dalam. Ia ingin tau apa yang membuat Sasuke pergi meninggalkan desa yang indah ini. hal itu sedikit menggelitik rasa penasarannya. ia ingin menanyakan hal itu pada Naruto, tapi sepertinya hal itu akan membuatnya rasa bersalahnya muncul di sela-sela ketenangannya bisa menyelamatkan Gaara.
"Neji, kalau aku boleh bertanya kenapa Sasuke meninggalkan desa?" Sakura pada akhirnya menanyakan hal itu pada Neji yang kebetulan berjalan di sampingnya. Neji menoleh dan menatap Sakura heran
"Un.. Kau tau kan semenjak kejadian itu aku jadi tidak bisa mengingat apapun" Jelas Sakura.
Neji mengangguk sambil menutup matanya sejenak "Aku tidak tau pasti, tapi aku ikut dalam misi pengejarannya saat ia meninggalkan desa, misi pengejaran itu bersama Shikamaru, Choji, Kiba, dan Naruto. setahuku ia punya ambisi untuk menghabisi kakaknya dan ikut Orochimaru agar punya kekuatan yang lebih besar. aku sendiri hampir mati dalam misi itu"
Mereka hampir mati dan aku- di dunia ini seenaknya memberi beban berat ini
"Kenapa dia ingin membunuh kakaknya?"
"Seluruh klannya, kecuali dirinya dibantai oleh satu orang dalam satu malam, yaitu Kakaknya sendiri"
Sakura terlonjak "Itu kejam" Sekarang Sakura mengerti kenapa Sasuke sangat berambisi punya kekuatan. tentu saja orang yang membantai satu klan itu selain punya kekuatan yang hebat ia pasti punya mental yang kuat. monster macam apa yang tega membunuh satu klan termasuk ayah dan ibunya sendiri.
"Aku jadi ingin tau seperti apa orang itu" Gumam Sakura
"Kau sudah melihatnya" Neji ternyata bisa mendengar gumaman iseng Sakura
"Eh.. benarkah?"
Neji mengangguk "Itachi. Orang yang memiliki kekuatan mata Sharingan, pengguna genjutsu. Nona Tsunade mendapat laporan dari Nenek Chiyo. maka dari itu aku dan Tim segera dikirim sebagai tim bantuan"
Jadi itu kakaknya Sasuke. Wajahnya tidak menampakkan bahwa ia seorang monster.. bahkan ia punya wajah tampan. tapi siapa sangka
"Kalau begitu aku duluan ya Neji, aku harus melapor ke Nona Tsunade"
Neji hanya mengangguk kecil, kemudian Sakura berlari dan lompat ala ninja untuk segera sampai ke tempat Hokage
SAKURA POV
Waktu berjalan sangat cepat. kami kedatangan tim baru, namanya Sai. dia orang aneh tanpa sopan santun dan memberi julukan pada orang lain seenaknya. walau ia sempat menghianati kami, tapi aku cukup mengerti kedudukannya sebagai seorang Anbu root. lagi-lagi hal yang tidak wajar, ia diajarkan untuk tidak punya nama, tidak punya keluarga, tidak punya masa lalu, tidak punya masa depan, yang ada hanya misi. kami mengejar Sasuke, untuk pertama kalinya aku baru tau bahwa Sasuke adalah orang yang dingin. ia bahkan tampak tidak peduli dengan satu Timnya yang telah berjuang untuk datang ke tempat persembunyian Orochimaru yang seperti labirin.
Aku sangat benci melihat Naruto tersiksa akan janji"ku" dengannya. setiap kali ada kata Sasuke, ia seperti teringat akan janjinya padaku. jadi aku membentuk Tim kecil dan pergi ke Yuki gakure untuk memberitahunya tentang perasaanku. Ia sangat mirip dengan Menma yang membuatku seperti benar-benar menyampaikan perasaanku padanya, walau pada akhirnya Naruto tidak percaya kata-kataku.
Aku memutuskan untuk membunuh Sasuke. Bagiku, Membunuh satu orang bukan perkara yang besar dibanding Satu orang yang membunuh satu desa. berbekal kunai yang kulumuri dengan racun, aku nekat untuk membunuhnya sendiri. dengan tanganku sendiri. aku bahkan melupakan peranku yang sangat menyukai Sasuke di dunia Ninja.
Aku baru saja akan menusukkan kunai ku tapi aku lagi-lagi diingatkan oleh betapa tergila-gilanya aku pada Sasuke di dunia ini. Ini membuatku tidak berkonsentrasi, kepalaku sakit.. gerakanku tertahan. dan aku hampir mati karena Sasuke sudah hampir ingin membunuhku dengan chidori-nya jika saja guru Kakashi tidak datang dan menyelamatkanku. Lagi-lagi aku diselamatkan orang lain. Guru Kakashi menyuruhku untuk mengobati perempuan berambut merah yang sekarat. aku melihat perempuan itu benar-benar sangat lemah karena tusukan pedang Sasuke. Hatiku sangat sakit. Kalau begini apa bedanya orang itu dengan kakaknya?!
Dunia ninja itu kejam. Dan aku harus menerimanya jika suatu saat nanti aku harus kehilangan seseorang yang begitu dekat denganku- Mungkin ini karena di dunia asli aku tidak punya banyak orang terdekat, jadi aku tidak masalah dengan itu. Tapi disini berbeda. Semua orang yang aku temui adalah teman bagiku walaupun itu adalah musuh. Karena bagaimanapun, bertarung melawan musuh adalah sebuah pengalaman. Dan pengalaman adalah guru terbaik.
Sampai sekarang aku masih belum mengerti dan belum punya titik terang tentang misi yang diberikan Amaterasu. Awalnya aku kira Amaterasu membuat kata kunci untukku sewaktu berperang dengan Pein, aku menyelamatkan Hinata yang pastinya menyelamatkan Neji juga. Tapi ternyata bukan. Mungkin Amaterasu berkata secara Harfiah.
~00~
"Ya, mengawal sang Miko di negeri Oni no Kuni. Naruto, lee dan Sakura akan berada dibawah pimpinan Neji"
Satu-satunya yang tidak setuju atas kepemimpinan Neji adalah Naruto. Dia berulang kali memprotes "Kenapa harus Neji" tentu saja nona Tsunade tidak akan sembarangan. Neji adalah seorang Jonin, sederajat dengan guru Kakashi. Karena terus saja tidak setuju atas kepemimpinan Neji, akhirnya Lee dan Naruto diberi misi lain dari Hokage. Mungkin itu ide yang lebih baik mengingat mereka berdua adalah Rival abadi turunan guru Kakashi dan guru Gai.
"Hufft.. Naruto. Sebenarnya dia yang paling diperlukan, tapi kupikir kalian berdua juga sudah cukup" Nona Tsunade mengusap keningnya
"A-apa? Kupikir akan ada pengganti mereka berdua" Sakura buru-buru angkat bicara mengenai kata-kata "kalian berdua"
"Apa kau keberatan?" Neji dengan nada dingin dan wajah datarnya menoleh kearah Sakura. Sakura tersentak kecil. Suara baritone dingin inilah sebenarnya yang paling ia hindari. Sakura tidak menjawab dan hanya menunggu penjelasan lebih lanjut dari nona Tsunade.
"Mengingat Neji punya Byakugan untuk mendeteksi keberadaan musuh, dia juga pengguna Taijutsu dan Ninjutsu yang baik. Sama seperti Lee dan Naruto. Sedangkan kau ada karena kau adalah Ninja Medis. Tadinya aku ingin mengikutsertakan satu orang lagi chuunin, tapi yang tersisa adalah para Jonin dan Genin. Jadi tidak ada pilihan lain"
DASAR NARUTO SIALAAAAN SHANNAROO!
"Baiklah Nona Tsunade, aku mengerti"
"Akan kujelaskan" nona Tsunade membuka peta "Jalan tercepat menuju Oni no Kuni adalah lewat sini. Tapi kalian tidak bisa mengambil jalur ini, karena misi kalian adalah mengawal jadi kalian harus memutar agar tidak dicurigai dan dihadang oleh desa-desa yang kalian lewati. Perjalanannya paling cepat adalah 3 hari. Sama seperti ke desa Suna"
3 hari bersama Neji Hyuuga
Sakura menatap kakinya. Sebenarnya agak canggung juga kalau ia harus bekerjasama dengan Neji Hyuuga. Sebelumnya ia- yang ada di dunia Ninja bahkan tidak dekat dengan orang ini. Jantungnya agak berdebar karena perasaan yang campur aduk. 3 hari itu tidak sebentar dan itu baru perjalanannya.
Sakura berusaha keras menyamai lompatan Neji dari pohon ke pohon yang cepat itu. Entah Sakura yang payah atau Neji yang hebat. Sepanjang perjalanan hanya diisi dengan kesunyian dari kedua belah pihak. Sakura tidak berharap Neji yang memulai pembicaraan karena Sakura sudah tau Neji bukanlah orang yang banyak bicara. Tapi Sakura benar-benar tidak tau apa yang bagus untuk topik Obrolan. Bersama Neji tepatnya.
"Kita beristirahat disini" Neji berhenti melompat kemudian menginjakkan kaki ke tanah
"Hah.. Ini bahkan.. belum seperempat perjalanan" jawab Sakura terengah-engah sambil mengelap keringatnya. Neji menatap Sakura agak lama. Kemudian menatap ke kejauhan
"Ada beberapa ninja pelarian disana. Ingat kata nona Tsunade, sebisa mungkin kita harus menghindari musuh. Lagipula hari sudah mulai gelap, kita bermalam disini"
Mencari kayu bakar mungkin alasan yang tepat untuk memisahkan diri dari Neji. Banyak sebenarnya yang ingin ia ketahui dari Neji. Ia berharap dapat pencerahan lewat mimpi seperti malam yang lalu. Tapi itu hanya terjadi sekali, dan belum, atau mungkin tidak datang kembali.
Ia memilah ranting yang sekiranya tahan lama untuk 1 malam dan untuk memasak sesuatu. Menjadi Ninja tidak boleh pilih-pilih makanan, dan Sakura tidak masalah dengan hal itu. Selagi mencari kayu bakar mungkin mencari bahan makanan tidak buruk juga.
Dan malam canggung akhirnya tiba juga. Sekeras apapun Sakura menghindari momen ini cepat lambat hal ini akan datang juga. Neji makan dengan tenang, tapi Sakura makan dengan Canggung. Kalau seperti ini terus tidak akan ada perubahan.
"Jadi.. Neji hyuuga.. Apakah aku agak aneh?" Akhirnya Sakura lah yang memulai obrolan. Dari sekian banyak persiapan obrolan yang ia siapkan dan pertanyaan inilah yang dijadikannya sebagai bahan obrolan. Neji menatap Sakura datar.
"Ma.. maksudku, setelah kejadian yang menimpaku, apakah aku agak aneh menurutmu?"
"Entahlah" adalah jawaban dari Neji.
Bagus Sakura. Sekarang ia bahkan bertambah canggung dan makin bingung ditambah segan untuk menanyakan pertanyaan kedua, ketiga dan seterusnya untuk meramaikan malam di hutan yang sangat sepi.
'Tidak semudah yang kubayangkan. Neji sulit ditebak. Bahkan ia tidak punya ekspresi, sepertinya'
Sakura merapikan bekas makanannya dan menggelar Futon yang ia bawa di tasnya. Ia malas memberi pertanyaan setelah jawaban sebelumnya. Walau begitu selalu ada yang mengganjal dihati Sakura.
Sakura menyelimutkan dirinya. begitu juga dengan Neji. tapi ia memberi jarak yang cukup antara batas laki-laki dan perempuan. Ia memiringkan badannya. tidak mungkin ia menatap wajah Neji. hal tak penting yang Sakura ingin tahu adalah, Kearah mana Neji menatap?
"Sakura,"
itu hanya sebuah nama yang dipanggil, tapi jantung Sakura sudah sangat berdebar. Sakura menoleh. sekarang ia tau jawaban dari pertanyaan tidak pentingnya.
"Tidak apa, kembalilah tidur"
Sikap Neji barusan semakin membuatnya bertanya-tanya, sebenarnya apa yang mau Neji katakan?, Innernya berteriak. tapi gelapnya malam yang hanya dicerahi oleh remang-remang lampu kayu bakar membuat Sakura ingin menutup matanya. akhirnya malam yang dingin membawanya ke alam mimpi.
Desa Oni no Kuni. Inilah tempat tujuan mereka. Neji dan Sakura berada di depan gerbang desa ini. Penjagaan disini sangat ketat. sepertinya mereka memang sedang tidak menerima tamu sembarangan karena Miko negeri mereka sangat rentan menjadi tawanan. kekuatan militer desa ini tentu saja tidak sekuat desa-desa Shinobi. alasan kuat kenapa Neji dan Sakura berada disini.
Perjalanan 3 hari yang membosankan bagi sakura akhirnya usai. kali ini hanya tinggal mengawal sang Miko ke desa tempat pengungsian. itu bukan desa shinobi, melainkan desa wisata. biar bagaimanapun taktik ini bisa mengecoh musuh. Sakura dan Neji kemudian menuju ke Kuil tempat dimana sang miko menunggu.
Shion namanya. kesan pertama Sakura melihatnya, tentu saja Anggun dan berwibawa dengan pakaian khas Miko.
Tapi...
"Punggungmu itu benar-benar tidak nyaman, kau ini perempuan atau laki-laki sih?!"
SHANNAROOOOOOO
Ternyata lebih baik perjalanan membosankan bersama Neji daripada ditambah dengan satu orang menyebalkan ini! Pilih-pilih makanan! Bicara seenaknya! Semaunya sendiri! Kalau ini bukan perintah dari nona Tsunade...
Dalam hati Sakura selalu berdo'a agar tidak terjadi pembunuhan dalam perjalanan ini.
TBC
AN: Yap. mungkin Chapter ini agak canon, tapi chapter ini berpengaruh pada kelanjutan ceritanya. maap kalau motong ceritanya di tempat yang ngga nyambung karena gua memaksakan diri. padahal lagi ulangan tapi gaya-gayaan. abis suntuk banget gua rasanya pengen refreshing ngeliatin Review para Readers. Selagi udah selesai ulangannya, jadi ane posting nih cerita. Maap ya maap kalo ngga memuaskan. tapi gua janjikan chapter ini berpengaruh kok. Mungkin momennya bakal makin banyak saat dia berada di Oni no kuni. do'a in aja semoga author yang kerjannya molor dapet rahmat dari tuhan.
kalau kata bang haji Rhoma Irama.. Story tanpa Review bagai taman tak berbunga~
Kalau kata bang Agung Hercules, NGGA REVIEW BARBEL MELAYANG
Terimakasih ya yang telah mereview sebelumnya :)
Tya Hatake, Riku Aida, Azuma Sarafine
Q: kenapa dia harus nolong Neji? Lalu Sakura yang asli di dunia Ninja gimana?
A: Pertanyaan yang bagus. gua bahkan ngga mikir sampai kesana. palingan gua bikin pake konsep "Ooh ternyata..."
