"KRIS GEGEEEE!"
BRUUGGHH
"Haahhh….haaaahhh…..Mi-Mimpi lagii…"
Namja bermata panda itu merasakan sekujur tubuhnya di penuhi peluh dingin. Badannya yang tadi duduk terbangun kini kembali berbaring. Matanya kembali mengarah ke sisi tempat tidur dimana biasanya Kris berbaring.
Kepalanya terasa sakit yang benar benar sakit. 'Apa sesakit inikah di khianati seseorang yang kau percaya??' batin Tao. Ia langsung menggeleng gelengkan kepalanya cepat. Ia sangat tak ingin mempercayainya. Sungguh….rasanya ia ingin melakukan apa saja agar ia tak mempunyai pikiran seperti ini.
"Kris ge….kau dimanaaa…."gumam Tao pelan"Semua berita itu bohong kan ge ?"
Hening.
Hening.
Lagi lagi keheningan kamarnya yang menyapa pendengarannya. Tao memeluk dan mendekap erat gulingnya mencoba untuk kembali tertidur,akan tetapi tubuhnya seperti berkhianat juga pada dirinya. Tak sedikitpun ia dapat memejamkan matanya.
Suara suara sang perdana menteri terus terngiang ngiang di telinganya. Tanpa ia sadari bulir bulir air mengalir dari mata pandanya walau hanya sedikit. Ia harus menangkap bahkan bila perlu membunuh Kris yang sudah menjadi partner-nya semenjak lama untuk apa ? apa yang dilakukannya ?
Ia mencoba coba mengingat semua yang menjadi perilaku Kris selama ini.
Menurut Tao pribadi bahkan tak ada hal hal yang bias dikatakan menyimpang atau membahayakan planetnya. Jadi apa penyebabnya yang membuat Tao sangat ragu untuk melaksanakan perintah sang perdana menteri.
Jadi Tao hanya menarik nafas panjang dan mencoba untuk kembali melanjutkan lagi dirinya di alam mimpi.
-1XOXO2-
"Kau kelihatan lelah Hyung…membantu Chanyeol hyung mencari info lagi ?"
Luhan hanya mengangguk dan berbaring di samping Sehun. "Bagaimana dengan Tao ?"
Sehun hanya menghembuskan nafasnya pelan jika di Tanya soal partner maknae line-nya itu. Matanya menerawang ke langit langit kamarnya. Luhan hanya menatapnya bingung.
"Kenapa ?"
"Dia sepertinya masih terlalu shock hyung…" jelas Sehun.
Luhan mengangguk pelan. "Aku bisa paham Sehun-ah…."
Sehun menatap paras tampan sekaligus cantik milik Luhan yang menatap ke arah langit langit kamar mereka. "Jangankan dia Sehun-ah….akupun yang bukan parter-nya juga begitu kaget…"
"Menurut hyung aku harus bagaimana ? Aku juga kasihan melihat Tao seperti itu terus…."
Tiba tiba suasana hening menerpa mereka berdua. Mereka berkutat mencari jalan keluar dan solusi terbaik. "Benar benar rumit…" gumam Luhan pelan yang di iya-kan oleh sehun dengan sebuah gumaman pelan. Mereka lalu hanya menghela nafas dengan panjang.
"Apa kita bisa melewatinya ya hyung?"
"Eh ? Kenapa ?"
"Entahlah aku merasa akan ada sesuatu yang menimpa kita nanti…"
"Ma-Maksudmu Sehun ? Sesuatu ? Sesuatu yang seperti apa ?"
Sehun menghela nafas panjang. Dia mencari kata kata yang pas untuk menggambarkan suasana-nya. Matanya masih tetap menerawang langit langit kamarnya.
"Sulit kukatakan hyung…Sesuatu yang terasa amat berat dan sulit….benar benar sulit…."
-1XOXO2-
Mata Elang itu terbuka dari tidurnya—menatap sang naga kesayangannya yang tengah tertidur pulas dengan tenang. Yang terdengar di pendengarannya hanya dengkuran halus naga-nya dan deru nafas miliknya. Kepala Kris terasa berat dan perasaan aneh menerpa-nya secara tiba tiba.
Kris mencoba menutup matanya perlahan dan menarik dan membuang nafas-nya dalam. Secara perlahan ia kembali membuka matanya dan mendapati Drace—naganya tengah menatap dirinya.
"Ada apa ?"
"Tak bias tidur lagi hum ?"
Kris hanya terdiam lalu merubah posisinya agar ia lebih nyaman. Ia hanya menghela nafas panjang dan kembali memejamkan matanya—untuk kembali kea lam mimpinya.
"Well kuanggap itu berarti Iya Kris…."
Kris hanya berdecih pelan. "Seenaknya sendiri kau Drace…."
Drace hanya tertawa pelan dan sedikit sarkatis. "Merindukan Tao ?"
Kris menatap Drace yang berada di sampingnya dengan datar. "Menurutmu ?"
"Owwwhhh….ternyata ada yang sensitive sekali di sini…."Goda Drace.
"Shut Up Your Mouth Drace….."
Drace sama sekali tak tersinggung. Ia hanya tertawa pelan mendengar umpatan datar dari namja stoic itu. Ia sudah tahu kalau Kris seperti itu dia memang menyembunyikan sesuatu d dalam hatinya—ia hanya ingin agar tak terlalu di remehkan saja.
"Oh,Come On Kris….what's wrong if you miss someone ? Well,Especially…uhumm….Huang . …"
Kris mengglare naganya itu dengan dalam—khususnya ketika sangat menekan pada nama lengkap namja yang menjadi partner-nya itu yang di kenal dengan Chronos.
"Ugghhhh….Whatever you say Drace….Whatever…."
Meskipun Kris sudah berkata demikian. Drace tampaknya tidak peduli dengan kata kata Kris dan terus terusan menggoda namja itu.
"Welll…..it's Already a second day you leave him….don't you miss for doing 'that' do you ?"
"Doing….whaaaattt…"
Drace menatap Kris dengan penuh arti. "Doing 'That'….hearing your panda moaning so hard and—"
Brughh
Sebuah bantal mendarat dengan indah di muka sang naga.
"Are you trying to make me turning on huh ? Don't even dare Drace….Don't even…."
Tawa yang sedikit keras kini keluar dari Drace. Oh betapa menyenangkannya ia mengerjai namja yang menjadi master-nya itu…..
"Sudah lah Kris….aku cuman bercanda kok…sensitive sekali…"
"Dari dulu kau tak berubah eoh ? menyebalkan…."
Kris kembali mencoba untuk terlelap dalam tidurnya. Tidak peduli dengan Drace saat ini—yang tadi hampir membuatnya Turn on—dengan dengkuran Drace yang kembali terlelap.
============================= ===TO BE CONTINUED =================================
:: Author Note ::
Woi I'm back guys…I'm back…. *dilemparin sandal oleh readers*
Sebelumnya saya dengan sangat dalam sekali eminta maaf di karenakan telatnya update FanFict ini. Maklum dah…kemarin marin masih pusing nyari universitas buat kuliah *I know you can guess how old I am*jadinya FF ini dan FF lainnya terbengkalai *bow*
Sedikit Curhat gapapa kan ?
Author suka bingung sendiri kenapa di setiap FF saya pasti ada aja yang review "Kok saya baru nemu FF ini…". Sebegitukah tidak update-nya saya ? *pundung meluk Kai(?)*
By The Way,Author juga udah punya instagram loh…hayo yang mau follow yang mau follow nanti di follow balik kok…username ? same as this acc
Okay Last, Mind For Your Review
WE A12E ONE
