Hari demi hari masalah di EXO Planet semakin berkembang dan muncul. Penduduk dari EXO Planet semakin mempertanyakan kemana dimana keberadaan Dragon yang merupakan salah satu leader dari pasukan andalan EXO Planet—The Black Pearl.
Para anggota black pearl tak mampu menjawab pertanyaan pertenyaan itu. Mereka di landa kebingungan yang sama bahkan bisa dikatakan lebih berat dan sulit, bahkan ada beberapa kelompok pemberontak di EXO Planet yang mulai menyerang beberapa wilayah kerajaan,memanfaatkan kelengahan dan kesulitan mereka karena kehilangan salah satu leader mereka.
BRUGGGHHH
Chen menjatuhkan dirinya di sebuah sofa empuk di markas latihan The Black Pearl.
"Shit…." Umpat Chen keras "Kenapa mereka lagi dan mereka lagi…Sungguh….apa mereka tidak bosan…."
"Cheennnn….."
"Apa Minseok-gee…."
Xiumin menggelengkan kepalanya pelan. Oh,hayolah apa chen tidak sadar kalo sudah dari tadi ia mengulang kata kata dan kalimat yang sama begitulah isi batin Minseok—Xiumin kalau kalian ingin tahu.
"Berhentilah seperti ituu….apa kau tidak bosan huh…."
Chen menghela nafasnya dengan keras,meanatap langit langit ruangan dan merasakan semilir sejuk udara di ruangan itu.
"Tidak" jawab Chen dengan singkat dan datar.
Suasana kembali hening lagi. Mereka masing masing berbarig di lantai keramik dingin di markas mereka—dan berkutat dengan pikiran mereka masing masing. Tao hanya duduk dengan tenang di sofa. Menatap dengan tatapan sendu seuntai kalung berwarna perak dengan bandul berbentuk naga dengan warna senada yang seperti memegang dan melindungi sesuatu diantaranya.
"Kris gee…." Gumam tao teramat pelan "where are you ? apakah kau tak tahu kalau keadaan di sini semakin kacau ge…jebaaall…kembailah kemari…."
-1XOXO2-
Kris menatap bandul dengan bentuk jam pasir di tangannya—mengusapnya perlahan dengan penuh kasih sayang. Hari ini benar benar melelahkan baginya—mengurus semua urusan yang berhubungan dengan tuntutannya ini. Di permukaan bandul itu terdapat lekukan lekukan yang sesuai dengan badan seekor naga. Kalungnya yang berhubungan dengan kalung milik Tao—Sang Chronos.
'Tao-ya….what are you do right now ? are you allright ?'
"Thinking about something huh ?"
Kris menatap asal suara yang tadi membuyarkan lamunannya.
"Oh….Hai Henry ge…"
Henry menatap kea rah yang tadi ditatap Kris.
"Nice Neckclaces…"
"Thanks…"
Kris memakai kalung itu lagi dan memasukkan bandulnya ke dalam baju-nya. Suasana hening menyergap mereka berdua.
"Jadi…."kris memecah suasana "ada perkembangan ge ?"
Henry menggeleng pelan. "But they found another evidence to become proof what you said…"
"Oh…I see then…"
"Missing someone ?"
"Huh…sorry…."
"Do you miss someone ?"
Kris menatap langi langit dihadapannya. "Maybe…."
"Huh? Really ?"
Kris tidak menanggapinya dan hanya menghela nafas panjang. "I dunno…."
"Huh ? For Real ?" Henry menyunggingkan sudut bibirnya sehingga tampak sedikit agak meremehkan Kris. "seorang wu yifan yang notabene leader dari pasukan yang terkenal tak merindukan seseorang huh?"
Kris hanya menatapnya malas. "Lalu ?"
"Tak apa…tapi kalau kau terlalu banyak pikiran kau juga bisa sakit loh…"
Henry meninggalkannya.
Kris kemudian hanya terdiam. Ia kembali mengeluarkan kalung bandul tersebut. Membaliknya dan membuat pasir berwarna krem lembut jatuh mengalir di dalamnya. Biasanya Kris akan tenang menatapnya tapi kali ini rasanya sangat lain bagi Kris. Suatu perasaan yang akan sangat Sulit diungkapkan dengan kata kata.
-1XOXO2-
"Tapi haruskah seperti itu…"
"Aku juga tidak enak dengan Suho-hyung,Jongin-ah…."
"Tapi bukankah aneh kalau kemarin setelah rapat dadakan Lay hyung menarik Suho hyung keluar ? Maksudku ayolah….begitu begitu insting Lay-hyung biasanya bagus loh hyung…."
Kyungsoo menatap Jongin bingung. "Lalu ?"
"Kenapa kita tidak tanyakan langsung pada Suho-hyung ?"
"Dan sudah keberapa kali kubilang Kim Jongin…Aku tidak bisaaa…."
Kedua namja yeng tengah berbaring diatas tempat tidurnya kini hanya menghela nafasnya panjang. Perdebatan yang melelahkan bagi mereka sejujurnya. Mereka berdua memang menaruh curiga pada leader mereka yang satu itu dan yah….karena mereka menghargai leader mereka sehingga mereka memutuskan untuk tidak menanyakannya bahasa mudahnya sih respect mungkin.
Tapi hayolah….ini sudah hampir satu minggu dan tidak reaksi atau apapun itu yang menjelaskan semua kegilaan ini…yang benar saja…
"Jadi bagaimana….kau tahu hyung….kalau banyak yang mengirim pesan ke kita menanyakan tentang Kris hyung…bahkan dari planet tetangga disekitar kita…"
"jinjja ?" kyungsoo berkata dengan nada kaget. Kai hanya membalas mengangguk.
"Da—Darimana kau tahu ?"
Kai mengeluarkan smirk terbaiknya. "ruang informasi…."
Kyungsoo membulatkan matanya makin lebar. Ruang informasi merupakan ruangan yang sangat dijaga ketat oleh sang perdana menteri,semenjak ia memimpin tentu saja. Ada banyak makhluk mengerikan didalamnya entah kenapa ia menyimpan makhluk mengerikan di dalamnya padahal ia pernah hampir hendak mengeksekusi mati phoe—phoenix milik chanyeol—dan Ace—naga kesayangan Kris. Jadi—kembali ke permasalahan awal—bagaimana namja dengan warna kulit gelap itu bisa masuk ?
"…..dengan teleportasi bisa masuk kok…lagipula lebih mudah menghindari makhluk makhluk itu dengan teleportasi daripada harus beradu otot…."
Kyungsoo mengangguk mengerti walau masih tidak percaya—betapa nekadnya dongsaeng yang sekaligus kekasih-nya ini."Kau gila Kim Jongin…"
"Gomapta…." Balas Kai—disertai kekehan pelan "Kuanggap itu pujian darimu hyung…"
Kyungsoo hanya memutar matanya malas. Oh,kenapa aku bisa punya kekasih segila ini…
"Jadi bagaimana hyung ? Haruskah kita bertanya ?"
Kyungsoo menghela nafas panjang. "Baikalah terserah kau saja Kim Jongin.."
Kai hampir berteriak kegirangan sebelum Kyungsoo tiba tiba menyela. "….Tapi kau sendiri yang menanggung resiko-nya arra…kau saja sendiri yang bertanya…."
"Ta—Tapi…"
"Tidak ada tapi tapian Kim Jongin…"
-1XOXO2-
"Suho…"
"….."
"Suho-yaa…."
"….."
"Suho-gege…"
"…."
"Junmyeon-hyung…"
Yang dipanggil hanya menoleh pada namja berlesung pipit itu dan menatapnya datar. "Ada apa ?"
"Jadi kapan ?"
"Kapan apa ?"
Lay—namja berlesung pipit dengan kekuatan healing ala unicorn itu—menghela nafasnya panjang, "Kapan kau akan memberitahu mereka ?"
Suho hanya terdiam dan kembali menekuni beberapa surat kabar yang ada di tangannya. Ia tengah memantau beberapa berita secara diam diam tanpa sepengetahuan sang perdana menteri itu.
"Suho-yaaaa…."
"Mungkin nanti…."
"E—Eh…Ke—Kenapa nanti…Yak….Kim Junmyeon gege…kau gila atau—"
"Sekarang bukan waktu yang tepat Lay sayang…"Kata Suho sembari melempar sebuah senyum tipis yang manis yang membuat Lay menunjukkan sedikit semburat merah di pipinya.
"Ta—Tapi apa kau tak kasihan dengan member-mu sendiri ? Kau tak tahu kan betapa mereka dirundung oleh rasa bingung….dan entah sudah berapa kali aku disergap ditanyai macam macam oleh mereka kalau kau mau tahu, tuan junmyeon…." Sergah Lay " Aku tak masalah mau ditanyai macam macam…tapi aku bias berkata apa junmyeon-ah…aku merasa tak punya hak apapun untuk berbicara apa yang seharusnya kau sendiri katakana…."
Junmyeon—Suho masih tak bergeming dari tempatnya,bahkan tak berbicara sedikit pun
Suasana diruangan itupun menjadi hening dan tenang dengan hanya terdengar suara aliran air dan juga detikan jam yang bergerak menciptakan nada kombinasi yang unik namun dengan suasana yang sedikit menegangkan yang berasal dari antara water dan healer.
"Baiklah…" Junmyeon memecah suasana.
"Lay aku bias minta tolong ?"
"Uuuunngg…Untuk?"
"Kumpulkan semua di ruang rapat…..besok sore…"
Suho berjalan kea rah pintu keluar ruangan itu. "Kurasa memang ini saat mereka tahu yang sebenarnya Lay…"
"E-Eh…tu—tunggu sebentar tapi kenapa harus besok sore ?"
Suho menghela nafas panjang dan menatap Lay yang kebingungan. "Aku….hanyaaa….butuh waktu sebentar Lay…"
Lay masih menatap wajah Suho yang sedikit tersenyum padanya.
"Aku tak yakin apa mereka bias menanggung beban seperti aku sekarang…aku takut mereka terlalu kaget Lay…"
Lay terdiam. 'Apa…ini alasan Suho menyimpannya selama seminggu ini ?'
"Ja…Aku pergi dulu Lay-ah…Annyong…"
Krieettt
Bruk
============================= ===TO BE CONTINUED =================================
WE A12E ONE
