Drap Drap Drap
"Aman…"
Sreet
Seorang namja membuka jubah hitam dengan tudung pelindungnya dan menghindar dengan cepat sebelum ia tertangkap oleh para penjaga dan diseret lagi ke dalam kastil menyebalkan itu.
Luhan manrik nafasnya panjang sembari terduduk dan menyandar pada sebuah pohon dan menarik panjang nafasnya. 'Mianhae hun…hyung tak mengajakmu….aku tak tega kalau kau yang sedang kurang baik harus kuajak kabur dari sini…'
Luhan sudah membulatkan tekadnya ia akan pergi jauh dan akan menuju tempat dimana ia akan bias menegakkan keadilan—tak hanya baginya namun juga bagi dongsaengdeul-nya…
Luhan mengepalkan tangannya kuat,'Aku juga harus mencari Kris….aku tak percaya kalau dia berkhianat….pasti dia sedang melakukan sesuatu….'
Luhan mengeluarkan senjata andalan yang tadi digunakannya.
'Semoga ini juga ampuh ke mereka…'
SREEEETTTT
HUAAAAAAAAA
Luhan terkekeh geli melihat para penjaga yang ketakutan melihat apa yang dilakukan nya dari kejauhan. Setelah berjalan sesuai dengan rencananya ia membuka rolling door yang menutup beberapa barang dan peralatan yang akan membantunya untuk membawanya pergi dari planet ini dan menemukan Kris
'Sehun-ah…semoga aku bisa sesegera mungkin menemukan Kris….'
-1XOXO2-
Suho berdiri menatap pintu yang tampak megah dan berkarisma dihadapannya. Namja itu menarik nafasnya panjang sembari memejamkan matanya—sedikit menyiapkan mentalnya. Ia tak bisa berpikir macam macam tentang reaksi yang di timbulkannya dengan memberitahukan rencana mereka berdua.
Didalam ruangan itu telah menunggu member member Black Pearl yang menunggu apa yang akan di sampaikan oleh leader mereka tersebut.
"Suhooo….hyuuuunnnggg…."
Suho hanya tersenyum—menatap mereka. "Sepertinya memang aku harus memberitahukannya pada kalian…"
Mereka langsung terdiam. Bahkan saling berpandangan.
"Jadiii…"Frost tiba tiba mengeluarkan suaranya. "Kau tahu soal perihal yang sebenarnya soal Kris bukan…Kim Junmyeon…"
Namja lain—minus Lay dan Suho—menatap kebingungan Xiumin yang menatap datar ke arah Suho tanpa ekspresi sedingin es yang menjadi kekuatannya. "Memang…dan ini sudah menjadi rencana…" kata Suho dengan nada yang begitu tenang. Padahal Frost memeiliki kemampuan untuk membuat kata kata akan terdengar sangat dingin yang menusuk—tak heran dia adalah seorang yang interrogator yang handal dalam pasukan Black Pearl karena takkan ada yang tahan dengan nada yang di lontarkan oleh namja berkekuatan frost tersebut—tentu saja hal ini tak akan berpengaruh dengan ketenangan Suho yang tinggi.
"Hanyaaa…."Suho menambahkan"Aku tak tahu…Kris hyung akan melakukan secepat ini…". Suasana di ruangan menjadi tenang dan hening—yang terdengar hanya deru nafas dan detikkan jam.
"Aku dan Kris hyung…"Suho mulai menjelaskan—membuat member member Black Pearl menahan nafasnya. "…..memang merencanakan untuk….melaporkan ke absah an perdana menteri untuk mengambil alih tugas tahta kerajaan…"
"Ja—Jadi Kris Hyung…."
"Ne Baekhyun-ah…Kris hyung sama sekali tak berkhianat seperti yang dikatakan….."
"Ta—Tapi kenapa….."
"Mungkin karena kalian…."
"E—Eh…maksud hyung ?" Tanya Kai bingung. Kenapa mereka jadi di salahkan ? Ada apa dengan mereka?
"Kris mungkin tak tahan dengan perlakuan perdana menteri pada kalian…sebagai leader aku sangat paham tujuan Kris…". Mata Suho perlahan menatap Tao,"Kalau aku dalam posisi nya…aku juga akan melakukannya…begitupun dengan Luhan…walaupun harus ku akui Luhan hyung memang nekat…dan Kris hyung akan melakukannya secepat ini…"
Member yang lain—terutama Frost—baru menyadari kalau kinetic tak ada di antara mereka saat ini. Sehun terkejut. 'Su—Suho hyung….tahu kalau Luhan-hyung…'
"Jadi intinya…" Suho melanjutkan "Kris di fitnah pun saat ini karena ingin membela kalian—ah aniii….kita semua…."
Mereka semua terdiam saat ini. Rasa ingin tahu mereka kini telah terjawab dengan sempurna. Kris pergi dari kastil itu demi mereka. Kris saat ini di fitnah juga demi membela mereka dari perdana menteri mereka dan kini Luhan menghilang entah kemana ? Oh ada apa dengan mereka sebenarnya ?
"Kurasaa….semua sudah jelas bukan ?" kata Suho pelan. "Harusnya bukan sekarang aku memberitahukan rencana ini…tapiii….sepertinya aku memang tak punya pilihan lain…"
DUK DUK DUK
Semua namja yang berada di situ terdiam dan menoleh ke arah pintu. Suho menuju ke bagian yang paling dekat dari pintu tersebut. "Nugeseyo ?"
DUK DUK DUK
"Yaaaa….Show Yourself…." Bentak Lay yang berada di belakang Suho. Yang lain hanya menatap cemas dan kebingungan kearah pintu itu.
KREEK
Kai menelan saliva-nya. Perasaannya mengatakan sesuatu yang buruk
CKLEEK
Pintu itu hanya terbuka sedikit dn dari celah pintu itu. Mata Suho menatap sebuah bola mata berwarna Biru yang sangat pekat—yang sama sekali tak ia kenali milik siapa.'Si—Siapa…'
Sosok itu tiba tiba tersenyum dengan sebuah senyuman yang mengerikan dan tiba tiba—menggelindinglah 5 buah tabung berwarna perak ke dalam ruang itu yang dimana setelahnya terdengar suara pintu ruangan itu tertutup bersamaan dengan keluarnya sebuah gas berwarna putih di ruangan itu.
"I—Ige…Mwoyaaaa…." Reflex mereka semua menutupi mulut dan hidung mereka dengan jubbah dan Suho yang sudah curiga ada yang tidak beres dengan makhluk atau entah apapun itu tadi—segera mencoba untuk membuka pintu untuk keluar dan mengejarnya.
"Te—Terkunci…Chanyeol-ah…bantu aku…"
"Chanyeol berusaha untuk membukanya dengan melelehkannya. "Si—Sial…Suhunya terlalu dingin untuk api ku hyung…apa yang harus kita lakukan…"
DRAAK DRAAAK
Chen berusaha untuk memukul dari dalam untuk mendobraknya. "YAK SIAPAPUN ITU DILUAR….JANGAN MAIN MAIN…"
Namun sayang walaupun Chen sudah berteriak dari dalam tetap saja tak digubris dari luar. 'Uh,tak mungkin aku menghancurkannya dengan sambaran petir…pintu ini memang dirancang untuk anti serangan petir seperti milikku…'
Sementara itu dibelakang mereka,D.O memeluk erat lengan Kai. "U—Uuunngghhh~ Kaiihh…~"bisik D.O pelan. Kai yang menyadari betapa lemahnya suara kekasihnya tersebut menoleh dan melihat betapa lemasnya kekasihnya itu.
"Hyung…"
"Bi—Bisa…kau bantu aku ke sana Kai ? Aku ingin membantu kita semua keluar… akan kuhancurkan pintu itu…"
"Hyung kau lupa ? Markas kita adalah banteng perlindungan terakhir yang mulia raja…kekuatan apapun tak akan bisa menembusnya hyuunnggg…"
"Tak apa…. Aku tahu kelemahannya ituu…." Tiba tiba tubuh D.O ambruk dan terjatuh lemas. Begitupun dengan yang lain asap yang keluar dari tabung itu terus menerus mengalir membuat para member yang terus menghirupnya tak bearapa merasa lemas hingga satu persatu merekapun pingsan.
-1XOXO2-
"Drace…"
"Kenapa ?"
"Feeling ku tiba tiba tak enak…"
"Eh ?"
Kris kini sedang tengah berjalan jalan di sekitar gedung pengadilan yang berada di planet paling netral di seantero galaksi. Karena ia juga merasa jenuh menunggu di dalam gedung itu.
"Feeling apa ?" Tanya Drace kebingungan.
Kris masih tetap melangkahkan kakinya menuju salah satu taman yang tak jauh dari gedung pengadilan. Ia bingung untuk mengatakannya pada Drace—padahal jika bersama Drace tak pernah ia merasa seperti ini.
"Entahlah Drace….rasanyaa…..ada sesuatu buruk yang terjadi pada Suho yang lainnya…"
Kris menarik nafas panjang dan menatap langit lagi. Entah kenapa rasanya ia selalu mengkhawatirkan mereka saat ini walaupun ia yakin kalau Suho akan menjaga mereka semua dengan baik.
Pikiran Kris terus melayang entah kemana hingga tanpa sadar kakinya melangkah ke seseorang yang tengah melangkah buru buru hinggaaaa….
BRUK
Tubuh kedua makhluk itu saling bebenturan dan jatuh terduduk .
"A-ah…..I'm Sorry…..i didn't see you….Sorry….."
"It—It's okay….It's my fault…"kata orang yang tertutup jubah itu sembari mengusap bahunya yang tadi tak sengaja tertabrak Kris.
"Are you all—…" kata kata Kris terhenti ketika menatap seseorang yang tadi ditabarak merupakan seseorang yang ia kenal.
"Aaaaa…— Luhan Gege…."
============================= ===TO BE CONTINUED =================================
WE A12E ONE
