Kyungsoo membuka matanya perlahan. Badannya benar benar masih lemas saat ia tadi kehilangan kesadaran yang entah sudah berapa lama. Kyungsoo mencoba mengingat apa yang terjadi tadi sebelum ia kehilangan kesadaran tadi.

Ia bersama dongsaengdeul-nya bukankah sedang berkumpul di ruang rapat—membahas masalah hilangnya dua hyung tertuanya alis Kris dan Luhan dan sehabis itu ada gas tipis yang menyelimuti mereka dan…

'Aroma Manis itu…' batin Kyungsoo 'pasti sudah di masukkan gas tidur…sial…licik juga…'

Ketika Kyungsoo mencoba menarik tangannya ia menyadari kalau sebuah collar besi mengikat manis pergelangn tangan kanan dan kirinya ketika ia mencoba menarik kakinya keadaannya tak jauh berbeda—Itulah keadaan yang Kyungsoo rasakan saat ini.

"Unngghh….di…manaaahhh…."

Kyungsoo menoleh kesampingnya dan mendapati kai tengah berusaha untuk mengembalikan kesadarannya. "Ka—Kai-ah…."

Kai yang merasa dipanggil namanya menoleh. "Kyu—Kyungsoo hyung…apa yang..unnghh…"

Kai yang berusaha bangun—sedikit kesakitan karena pergelangan tangan dan juga lengannya yang terlilit collar yang terbuat dari besi yang tersambung ke lantai dengan sebuah rantai panjang. "Aku juga tak tahu kai-ah…Ughh…damn…tidak hancur sama sekali…."

Kyungsoo yang semenjak tadi mencoba menghancurkan rantai itu dengan kekuatannya sama sekli tak berhasil—bahkan retak saja tidak.

"Hyung,yang lain mana ?"

Kyungsoo menghentikan usahanya untuk menghancurkan rantai itu dan melihat sekitarnya. Ia hanya menemukan suho yang berada di sisi yang berlainnya dengan Kai dan karena rantai dengan collar itu membatasi pergerakkan tangannya ia tak terlalu mampu melihat ke sekitarnya. "Su—Suho hyung…hyung…."

'Si—Sial…apa yang harus kulakukan….dan dimana kita sebenarnya ?'

Kyungsoo memanggil suho yang masih tak sadarkan diri. Kyungsoo masih tetap mencoba untuk memberontak dalam kekangannya—sementara mulutnya tetap mencoba untuk menyadarkan Suho.

"Hyung…"

Kyungsoo menoleh kearah suara Kai yang memanggilnya. "Ada apa ?"

"Aku sudah menghitung semua anggota kita hyung….tapi sepertinya…"

"Sepertinya apa Kai-ah?"

"Tao menghilang hyung…"

-1XOXO2-

"Kris…."

"Lu—Luhan ge….a—apa…."

BRUGH

"Auch…yak! Lu-Ge….~ kenapa kau meninju bahuku ge ?"

Pertemuan ini sama sekali tak di duga oleh keduanya.

"Kau itu bodoh atau apa wufan ?" kata Luhan dengan nada kesal "Kemana saja kau Hah ? kau tak tahu masalah yang menimpamu di EXO Planet huh ?"

"Aku tahu…"

"Eh…" Luhan terdiam menatap kris dengan tatapan yang agak sedikit kaget.

"Aku tahu semua rumor yang disebarkan perdana menteri ge…."

"Ma—Maaf Kris….Aku…."

"It's Okay ge…Aku….juga minta maaf padamu—ah bukan,pada kalian semua ge….kalau aku jadi menyusahkan kalian…."

Kris dengan sedikit tersenyum membalas rasa bersalah Luhan. Ia tahu pasti Luhan berpikir kalau Kris sama sekali tidak mengetahui masalah yang kini melandanya di EXO Planet. Kris menarik Luhan ke sebuah kafe yang tak jauh dari gedung pengadilan intergalaksi.

"Ummm,ge…..omong omong Tao bagaimana ?"

Luhan terdiam dan menatap minumannya. Ia tidak bisa berkata banyak. Ia tahu Kris amat sangat mengkhawatirkan Tao tapi memberitahukan kalau kekasihnya mendapat tugas untuk membunuh dirinya ? Oh yang benar saja….

"Lu-ge….kau tak apa ? Apa ada masalah dengan Tao…"

Luhan menatap Kris lalu mengalihkan pandangannya. "I—Itu…ummmhh…."

"Ada apa ge ? Katakan saja ge…"

Luhan menarik nafas panjang dan dalam. "Ta—Tao baik baik saja…tapi dia…."

Kris menanti kelanjutan kata kata Luhan,membuat namja bermata rusa itu semakin tidak yakin akan mengatakan hal ini pada Kris namun dengan berusaha melawan rasa takutnya ia memberitahukan hal ini pada Kris.

"Tao….diaa….diperintahkan perdana menteri….untuk menangkapmu dengan segala cara kris…bahkan kalau perlu ia membunuhmu…." Setelah mengucapkan semua yang ia tahu—Luhan langsung menutup matanya entah kenapa...ia sebenarnya ingin melupakan kejadian itu tapi ia terpaksa karena Kris juga harus mengetahui hal ini.

"Begitukah…"

Nada Kris terdengar datar. Perasaan Luhan berkecamuk. Ia benar benar bingung harus bagaimana atau berkata apa saat ini….

Kris hanya menghela nafasnya pelan dan mengeluarkan smirknya—tanpa diketahui Luhan. "Sudah kuduga…"

"Hah?"

"Dugaan terburukku benar…"

"Kris….a—apa maksudmu?" Luhan benar benar tak mengerti kata kata Kris—sungguh. Reaksi Kris saat ini benar benar diluar dugaan Luhan. Kris yang mengerti kebingungan gege-nya itu hanya tersenyum tipis.

"Aku sudah menduga kalau perdana menteri akan menggunakan cara selicik itu ge…walaupun sebenarnya aku tak menyangka akan secepat ini ia menggunakannya..…"

"Tapi Kris masalahnya ini Tao Kris…."jelas Luhan"Bagaimana kalau suatu saat nanti kau terlibat pertarungan dengannya Kris ? Kau tahu kan Tao lumayan kuat karena ia mengendalikan waktu dan unngghhh…"

Luhan tak melanjutkan kata katanya. Ia tak bisa membayangkan kejadian selanjutnya terjadi pada kedua didi-nya itu.

"Kalaupun aku mati di tangan Tao…aku tak peduli…asalkan aku sudah bisa membuatnya bahagia—tidak seperti saat ini…." Kata Kris sembari menatapi langit yang dipenuhi bintang yang berasal dari jutaan galaksi lain.

"Kris…."

"Ne ?"

"Apa kau tidak merindukan Tao ?"

"…."

"Kriiisss…."

"Tentu sajaa…aku merindukannya…." Kata Kris masih tetap menatap langit yang dipenuhi bintang "Kau tahu apa yang kini sedang kupikirkan ge…."

Luhan menatap Kris dalam. "Kau itu benar benar gila ge…"

Luhan terdiam sesaat dan kemudian terkekeh geli. "Oh,jadi kau tahu bagaimana aku bisa disini hum…Kau pikir begitukah…."

Kris menatap gege-nya malas. "Tentu saja sebenarnya hanya dugaan saja sih….pasti gege kabur tanpa sepengatahuan para penjaga yang lumayan ketat itu ? Well,kalau Kai masih ku maklumi kalau kau ge ? bagaimana kau melakukannya?"

"Fufufu…~~"

Kris bergidik ngeri mendengar tawa luhan yang seperti itu. "Badan boleh besar…tapi otaknya bahkan tak sebesar tikus putih….oh…mungkin tikus putih lebih besar…."

'U-Oh…Sisi Sarkasme Luhan hyung kambuh…..' batin Kris bergidik.

"Ditakuti Hantu bohongan saja sudah lari terbirit birit….bagaimana kalau ada musuh yang menyerang EXO Planet…Iiissshhh,dasar para penjaga payah…"

"Apa yang sebenarnya kau lakukan sih ge ?"

"Cuman pake bola sepak kesayanganku,Kain selimut cadangan dikamarku saja dan sedikit telekinesis kok…" kata Luhan sembari tersenyum manis. Kris mencoba mencerna maksud Luhan dan ber-facepalm ria ketika menyadarinya.

"Akhirnya kau mengerti juga kan Kris…." Kata Luhan "Kekuatan Kinetik ku juga tak kalah dari kekuatan teleportasi milik Kai…yang penting kan ide kreativitas-nya…."

'Terserah kau ge…Terserah…'

"Ah ya gege….akuu….bisa minta tolong sesuatu ?"

"Eh? Minta tolong apa ?"

-1XOXO2-

Tap Tap Tap

Krieeetttt

Tampak dua orang yeoja tengah berjalan masuk ke dalam suatu ruangan yang tampak megah dan berkharisma sendiri

"Yang mulia…."

"Black Pearl sudah kalian tahan ?"

"Sudah yang mulia…."

"Bagus…bagaimana dengan Telekinesis ?"

Kedua yeoja dengan rambut berwarna Merah dan kuning diujungnya itu hanya terdiam tak menjawab apapun

"Apa kurang jelas kata kataku ? bagaimana dengan Telekinesis ?"

"Ma—Maaf yang mulia…sang Telekinesis….belum ditemukan hingga saat ini yang mulia…"

BRAAAKKK

"BAGAIMANA BISA KALIAN GAGAL ? BUKANKAH KALIAN PASUKAN KU YANG SUDAH KUSEMPURNAKAN LEBIH DARI BLACK PEARL HAH ?"

"Ya—Yang mulia mohon tenangkan diri anda…" beberapa pengawal yang berada di samping seseorang yang berteriak itu berusaha untuk menenangkan.

"Lalu apa pertanggung jawaban kalian huh ?"

"Kami akan tetap mencarinya yang mulia…" kata yeoja dengan ujung rambut berwarna merah

"Baiklah akan kupegang itu….lalu bagaimana dengan Chronos…"

"Masih belum sadarkan diri yang mulia…" jawab yeoja satunya yang ujung rambutnya berwarna kuning

"Baiklah….Tetap awasi dia…kalau sudah sadar beritahu aku…"

"Baik Yang Mulia…"

Krieeetttt

Bruugghh

============================= ===TO BE CONTINUED =================================

WE A12E ONE

:: Author's Note ::

Woi…Author Back woi…. *disambit readers*

Maafseperti rencana author untuk nunggu review ff ini naik dibatalkan karena menghemat memori di computer author Mianhamnida….

Author jujur bingung mau ngetik apa di author note ini-_-

Yah sudahlah…di tunggu review kalian okay ^^