DRAP DRAP DRAP

"Tao-er…Tao-er…."

DRAP DRAP DRAP

BRAK

JGLEEKK

'Sial…sial dimana….dimana….dimana tao…..'

Lorong itu terus ditelusuri tanpa henti, yang terlihat hanyalah kegelapan dan dinding batu yang dingin, yang terdengar hanyalah derap langkah kaki dan hembusan nafas yang terengah engah dan yang tercium hanyalah udara lembab ,sesak yang mencekik—hingga ia berhadapan langsung dengan sebuah pintu raksasa yang terbuat dari besi.

Kris mendorong pintu itu sekuat tenaganya. Ia membulatkan matanya ketika menemukan hal yang dicarinya di balik pintu itu dengan seseorang.

"Hallo Kris Wu Yifan—ah atau lebih senang kupanggil Dragon of Black Pearl…"

Seseorang yang tertutup sebuah jubah dengan mata yang menyala merah—dengan seekor monster di belakngnya yang tengah mencekik Tao.

"Ukkkkhhhh…Kri—Kris ge….ja—jangan ke si—arkkkhhh…."

"TAO! KAU! SIAPA KAU ? APA MAUMU ? LEPASKAN TAO…SEKARANG…"

"AKU….AKU INGIN KEMATIANMU DITANGAN CHRONOS !"

Suara lonceng dan koakkan gagak muncul, Bau Anyir darah menyeruak-bercampur dengan aroma lembab,Cairan merah pekat megali dari sela bebatuan, Lidah kris tiba tiba menjadi kelu,Tatapannya tiba tiba semakin memudar dengan guncangan yang hebat dan rasa sakit seperti tertusuk banyak sekali pedang.

.

.

.

.

.

.

"U—uunnghhh…" Kris berusaha membuka matanya. Punggungnya seperti menimpa sesuatu yang terasa sangat empuk.

"Ma—Maaf Master…A—Apa akuu…membangunkanmu…."

Kris mengejapkan matanya perlahan. "Drace….ta—tadi …ituu— "

"Maaf master…"sela Drace sambil menundukkan kepala.

"Ta—Tadi Master…se—seperti mimpi buruk..u—uhh…dan tadi master juga sedikit demam ja—jadi…aku hanyaaa…."

"Ah…Thank You Drace… aku tak apa….",Kris menepuk pelan rambut Drace.

Kris kembali mencoba tidur kembali dan menatap keluar jendela—melihat langit yang terlindung kaca yang basah dengan tetes tetes air hujan,seperti menangis untuk menghapus mimpi mimpi buruk yang baru saja terjadi di dalam kepala Kris. Kris menghirup nafas yang panjang dan dalam—mencoba memenuhi paru parunya dengan udara yang bercampur dengan aroma tanah yang terkena hujan.

"Master …."

"Ada Apa Drace…"

"Apa Master Tak Apa?"

"Memangnya aku kenapa ?",Tanya Kris balik.

"Kau sangat terlihat gelisah tadi dan…unnng…semenjak tadi master seperti terengah engah dan menggumamkan nama master Tao…."

Kris terdiam—mengingat mimpi buruknya yang tadi. Ia lagi lagi hanya bisa menghela nafas yang panjang. Bayangan yang ia alamai tadi terasa sangat nyata dan sangat menghantui dirinya. Apa mungkin ini suatu firasat atau ia terlalu banyak pikiran saat ini.

Entahlah….

Kini tiba-tiba ia mengkhawatirkan begitu banyak hal saat ini….

Ia mengkhawatirkan Tao…

Mengkhawatirkan Suho….

Dan juga member Black Pearl yang lainnya…

-1XOXO2-

GREP

"Ughhh…."

Hah….Hah…Hah….

"Kau masih mau menolak Huang ZiTao ?"

Tao terdiam—menatap sesosok makhluk yang berada di depannya dengan tatapan tajam yang menusuk sembari menarik oksigen yang terasa lembab sebanyak banyaknya.

"A—Aku….Aku…."

Sesosok makhluk yang berada di depannya membulatkan matanya—menunggu jawaban dari Tao. Aroma lembab ditambah dengan dingin yang menusuk serta terpaan hawa dingin menjadi latar belakang ruangan tersebut.

"Akuuu….tak akan melakukannya…"

DUAGH

DUAGH

"Dasar bodoh…."

DUAGH

DUAGH

"Kau benar benar bodoh Huang ZiTao….."

DUAGH

"Ughh…"

KREEK

"Arrgghhh….",Yeoja itu menginjak bahu dan sedikit lengan atas Tao.

"Kau masih mau membela pengkhianat huh ?"kata yeoja tersebut.

"Dra—Dragon geh….bu—bukan pengkhianathh…."

GREP

"Apa kau tak berpikir hmm…."

Tao membalas menatap yeoja itu dengan tatapan tajam

"Kau itu kekasihnya bukan…kenapaaa…..ia tak mengajakmu hmmm…."

Tao hanya terdiam—ia juga bingung bagaimana ia menjawab pertanyaan itu tapi yang pasti yang ia yakini adalah Kris punya alasan yang kuat kenapa ia tak mengajaknya dan Tao yakin hal itu juga untuk melindungi keselamatannya juga.

"Tak bisa menjawab ?" Tanya yeoja itu dengan nada meremehkan,"Sudah kudu—"

"Aku tahu kenapa…."Tao menarik nafas pelan—meyakinkan dirinya atas apa yang akan dia katakan,"Ia melindungiku….aku percaya itu…yah…aku sangat mempercayainya…"

Yeoja itu hanya terdiam dan menatap namja itu malas—dibalas dengan Tao dengan tatapan yang semakin membenci yeoja itu.

"Aku tahu kalau Dragon-ge tak menyukai perdana menteri sejak awal" lanjut Tao lagi,"karena ia mempertanyakan ke absahannya ka—karena itu….karena itu akuh…."

DUAGH

"Tsk—keras kepala…."

DUAGH

"Bodoh…"

DUAGH

"Tentu saja perdana menteri sudah sah…idiot…"

Tao terengah engah dan kembali menatap yeoja itu dengan tatapan yang sangat menusuk,"Cih….Aku tak percaya…."

Yeoja itu kembali menendang Tao keras,"Terserahlah katamu…aku muak melihat ke kerasan kepalamu…"

BAM

BRUK

Yeoja itu pada akhirnya meninggalkan Tao sendirian di ruangan yang lembab dan dingin itu setelah menutup pintu ruangan itu dengan keras. Ia hanya bisa meringis menahan sakit yang ada di badannya sembari menarik nafas perlahan agar dadanya tak terasa semakin sakit. Yang terdengar diruang itu kini hanya nafas tertahan Tao dan suara tetes air yang membuat ruangan itu lembab

'Kris gehh….hiks…a—aku…aku…sudah tidak kuat….hiks….tapi…tapi aku masih mau mempercayaimu ge….gege to—tolong aku…tolong kami secepatnya ge…..'

-1XOXO2-

Suho yang menyadari arah tatapan yeoja menuju ke Lay—hanya mendesis mengancam.

"Jangan pernah coba-coba…."

Yeoja itu tersenyum licik menatap Suho dan posisinya yang tadi hampir dekat dengan Lay kini kembali ke hadapan Suho dan menginjak Bahu suho dengan kencang. "Jangan coba coba apa hmmm….mendekatinya? Itu mudah kok…kau hanya perlu memberitahuku dimana Dragon saat ini…."

"U—Ughhh….kau….sudah kubilang kan….tak akan kuberitahu…"

Yeoja itu hanya tersenyum meremehkan,"Yah….terserah sih….tapi aku jamin untuk namja itu loh…."

Suho menggepalkan tangannya erat. Keadaan mereka saat ini benar benar tersudut. Ia tak tahu harus berbuat apa saat ini—Ia memang mengkhawatirkan keselamatan anggotanya saat ini tapi ia juga mengkhawatirkan keadaan Kris. Ia tak mau membahayakan keselamatan Kris—dan mungkin juga Luhan—untuk saat ini.

"Junmyeonie-ge…..jangan beritahu…."-Lay

"Hyung….jangan hyung….jangan lakukan…."-Kyungsoo

"Hyung jangan beritahu dia…."-Chanyeol

'Sial….apa yang harus kulakukan…'

BRAGH

"u—ugh….",Suho lagi lagi meringis kesakitan.

"Tsk—lama sekali huh….membuang buang waktuku saja…."

Tap Tap Tap

GRAK

Suho menghela nafasnya.

'Kris ge…Luhan ge…berjuanglah….kami juga akan berjuang disini…'

============== TO BE CONTINUED ==============

WE A12E ONE