Flashback Chapter 2
"Mereka tidak meremehkan kita." Komentar Tsuchida senpai masih melihat kearah lapangan.
"Mereka bermain seolah ini adalah saat-saat terakhir." Komentar Kogaine senpai.
.
KUROKO NO BASUKE © FUJIMAKI TADATOSHI
KUROKO NO BASUKE: NINA STORY BOOK 2 © SHERRYSAKURA99
COVER © SHERRYSAKURA99
.
WARNING: OC, OOC (mungkin), alur mengikuti jalan cerita KNB yang asli hanya saja ada beberapa tambahan dari saya, jika ada yang kurang mengerti jalan ceritanya atau banyak kesalahan Typo mohon di maklumi.
Genre: Friendship, Romance, Humor (mungkin, walau humornya agak garing)
Rate:T
Pair: Kuroko TetsuyaXOc (Nina Valentine)
Kiyoshi TeppeiXOc (Kanami Yumi)
Izuki ShunXOc (Kanami Yuki)
.
Ket:"Berbicara"
'Berpikir/dalam hati'
"Berbicara dalam telepon atau alat komunikasi lainnya"
"Berbicara Bahasa Inggris/flashback"
.
Chapter 3: Seirin VS Touou in Winter Cup
.
Izuki senpai yang dijaga oleh Imayoshi, mengoper bola itu pada Hyuuga senpai tapi berhasil ditepis oleh Sakurai yang langsung mengambil bola itu dan berlari kearah ring tim Seirin lalu menembakan bolanya. Hyuuga senpai segera menghadang lemparan bola itu tapi ternyata Sakurai tidak berniat menembak melainkan itu adalah pass pada Aomine yang langsung melakukan alley-up, dua poin untuk Touou.
'Hoo jadi mereka memang tidak meremehkan kami ya, demo.'
"Jangan senang dulu Touou, kami masih punya rencana kedua." Gumanku sembari menyeringai tepat saat Tetsuya akan melakukan Ignite Pass Kai dihadapan Aomine.
Aomine pun mencoba menangkapnya tapi tidak berhasil dan bola itu berakhir ditangan Teppei nii yang segera melakukan dunk tapi keburu dihadang oleh Wakamatsu. Melihat tidak bisa melakukan dunk, dia mengopernya kebelakang tepat dimana ada Kagami yang segera menangkapnya dan memasukannya kedalam ring, dua poin untuk tim kami. Pertandingan kembali dilanjutkan dengan bola ditangan Imayoshi yang dioperkan pada Susa, Tetsuya mencoba menghadang tembakan Susa tapi tidak berhasil dan mereka kembali mencetak angka. Pemain Touou juga banyak mencetak angka, sampai akhirnya Kagami dan Aomine berhadapan satu lawan satu.
'Apa dia bisa, demo saat aku melihat status miliknya memang bisa saja dia melawan Aomine-kun, tapi tetap saja meragukan.' Batinku masih melihat kearah Kagami dan Aomine yang berhadapan satu sama lain.
Cukup lama mereka hanya diam ditempat tanpa bergerak sedikitpun seolah Kagami sedang memikirkan sesuatu, hingga akhirnya Kagami memutuskan untuk mengoper pada Izuki senpai. Aku sempat bernafas lega melihat kagami tidak jadi melakukannya, soalnya sangat beresiko, sekali sang ace gagal itu akan menurunkan semangat pemain lainnya.
"Nina time out." Perintah Riko senpai, aku segera pergi ke wasit untuk meminta time out. Mereka para pemain kembali kebench sedangkan aku sendiri memberikan minuman serta handuk pada mereka. Aku sempat tersenyum tipis ketikah melihat Kagami yang berwajah sangat serius melihat kearah lapangan, membuatku jadi tidak tahan dan menampar punggungnya hingga dia meringis kesakitan.
"O-oi Nina kenapa kau memukulku?." Omelnya padaku.
"Kau terlalu serius memikirkannya Kagami-kun, dan juga good job, tak sia-sia kau pergi jauh-jauh ke Amerika, kalau begini aku tidak perlu mengkhawatirkannmu." Ucapku tersenyum tipis kearahnya.
"Huh, kau pikir aku hanya diam saja disana?."
"Mungkin."
"Nina teme."
"Tapi sekarang kita harus bagaimana?, pertandingan sudah semakin sengit." Tanya Izuki senpai.
"Umpan baru milik Kuroko sangat membebani tubuhnya jadi dia tidak bisa melakukannya setiap saat, apalagi akan sangat bahaya jika memainkannya terus menerus melawan Aomine." Timpal Kiyoshi senpai yang membuat kami semua sempat terdiam.
"Ne kapten, kenapa kau tidak menggunakan teknik barumu saja." Usulku mengerling kearah Hyuuga senpai yang duduk disamping Kagami.
"Hmm benar juga, baiklah aku akan mulai mencetak angka dari luar, Izuki berikan bolanya padaku." Perinta Hyuuga senpai sembari merenggangkan lehernya membuat mereka semua terkejut dengan penuturannya.
"Pertahanan Touou didalam sangat kuat, jadi akan lebih baik kalau kapten menarik perhatian mereka diluar." Jelasku dengan wajah datar.
"Hmmm, baiklah kami mengandalkanmu Hyuuga-kun." Ucap Riko senpai tersenyum kearah Hyuuga senpai yang dijawab "ya" olehnya.
Mereka kembali masuk kelapangan dan pertandingan dilanjutkan dengan Izuki senpai membawa bola lalu dilempar kearah Hyuuga senpai yang langsung dihadang oleh Sakurai. Hyuuga senpai mundur kebelakang dan menembak three poin dari tempatnya berdiri yang ternyata masuk, tiga poin untuk tim kami. Berkali-kali Hyuuga senpai memasukan bola dengan teknik barrier jumper, Sampai giliran Sakurai membawa bola dan dengan cepat memasukannya kedalam ring padahal tembakannya seperti dipaksakan tapi tetap saja masuk. Sasugana pemain veteran memang hebat dan sepertinya Sakurai mulai serius saat ini.
Akhirnya terjadilah pertandingan antar shooting guard Hyuuga senpai dan Sakurai, bahkan sepanjang pertandingan hanya diisi dengan tembakan three poin. Lalu saat 5 detik sebelum quarter pertama berakhir kami berhasil menyamakan kedudukan 22-22 dengan tembakan three poin dari Hyuuga senpai.
"Kita berhasil bertahan, Kuroko sebaiknya kau beristirahat sebentar." Komentar Kagami saat kami diberi waktu istirahat untuk persiapa quarter ke 2 mengerling kearah Tetsuya yang duduk disampingnya.
"Iie aku masih bisa bertahan sebentar lagi, kantouku disaat quarter kedua sudah dimulai ijinkan aku memakai vanishing drive sekali lagi, kita memang seri tapi kita sudah susah payah mengejar mereka, aku tidak mau terus tertinggal." Ucap Tetsuya.
"Mungkin saja itu bisa menyengat mereka tapi entahlah." Komentar Teppei nii.
"Jika kita memakainya terlalu sering mereka mungkin akan mengetahui triknya, kita harus menggunakannya dengan hati-hati." Komentar Izuki senpai.
"Demo aku tidak mengijinkannya Tetsuya." Ucapku menatap serius kearah Tetsuya membuatnya sempat terkejut dengan ucapanku.
"Ta-tapi kenapa."
"Apa yang dikatakan Izuki senpai ada benarnya, bahkan aku rasa mereka sudah tau triknya."
"Bagaimana kau bisa yakin Ninachan?." Tanya Teppei nii.
"Aku tadi sempat melihat Imayosi-san dan Susa-san berbicara, dia menyeringai senang kearah Susa-san dan saat itu aku menyadari kalau mereka mungkin sudah mengetahui trik vanishing drive itu."
"Tapi aku ingin melakukannya Ninachan, aku janji aku akan berhati-hati."
"De-demo Tetsuya."
"Onegai shimasu." Ucap Tetsuya memohon padaku.
"Baiklah lakukan saja." Ucap Riko senpai mensetujui permintaan Tetsuya.
"Cotto Riko senpai-."
"Tidak apa-apa Ninachan, lebh baik melakukannya daripada menunggu mereka bergerak, kita harus selangkah lebih maju itulah yang paling penting, mungkin mereka mengetahui trik drive itu, meskipun begitu tidak masalah, kita juga tidak selalu memakai gerakan itu, tapi jika syaratnya cukup drive itu tidak bisa dihentikan, begitulah cara kerjanya." Ucap Riko senpai, aku menghela nafas, ada benarnya apa perkataan Riko senpai tapi tetap saja mengkhawatirkan. Mereka mulai memasuki lapangan tapi aku sempat memegang pundak Tetsuya membuatnya langsung menoleh kearahku.
"Berhati-hatilah." Ucapku dengan wajah serius yang dijawab "hai" olehnya.
Pertandingan quarter kedua dimulai dengan Izuki senpai yang memegang bola lalu dioper pada Tetsuya yang langsung dihadang oleh Aomine didepannya, aku saja sempat terkejut mendapati Aomine yang menjaga Tetsuya. Tetsuya mencoba melewati Aomine dengan Vanishing Drive tapi tidak berhasil karena dengan cepat Aomine mundur kebelakang lalu melakukan steal pada bola yang dipegang Tetsuya, sudah aku duga kalau itu Aomine dia pasti bisa menggagalkan vanishing drive milik Tetsuya karena mau bagaimanapun juga Aomine merupakan orang yang paling lama bersama dengan Tetsuya. Segera Aomine berlari menuju ring kami dan melakukan dunk, dia berhasil mencetak dua angka untuk timnya, sedangkan kami hanya menatap syok pada apa yang baru saja dilakukan oleh Aomine.
Aomine sempat berbicara sesuatu pada Tetsuya lalu pergi menuju posisinya, saat itu aku menyadari apa yang akan di lakukan Tetsuya dan segera berlari kearah wasit guna meminta time out tapi terlambat, Izuki senpai mengoper bola pada Tetsuya dan dia langsung menggunakan ignite pass kai miliknya sayangnya bisa dengan mudah di hadang oleh Aomine yang berada didepannya. Aomine mengambil bola yang berada dibawahnya dan mendribel melewati Tetsuya juga melawati Izuki senpai yang sempat menghadangnya begitu juga melawati Kagami saat dia akan memasukan bola itu kedalam ring. Dua angka lagi berhasil dicetak oleh Aomine menggunakan teknik formless shot miliknya. Tim kami mencoba untuk membalikkan keadaan tapi sepertinya pemain Seirin sedang tidak fokus hingga bola berhasil di ambil oleh Wakamatsu dan kembali tim Touou mencetak angka.
'Sial, perasaan tidak enak itu menjadi kenyataan, bagaimana sekarang, aku mohon waktu berhentilah.' Batinku menatap serius kearah papan nilai yang berada tak jauh dariku, dan doaku terkabul begitu Sakurai memegang bola dengan Hyuuga senpai yang menjaga lalu dia berhasil melakukan steal hingga bola itu keluar lapangan.
"SMA Seirin time out." Ucap wasit mempersilahkan para pemain untuk kembali ke bench.
"Hmm ini sangat sulit, tapi pertama-tama Kuroko kau akan digantikan." Ucap Riko senpai yang sempat membuat Kuroko terkejut tapi kembali meundukan kepalanya dan menjawab "hai" dengan suara lemah.
"Dengar semuanya, ada sesuatu yang aku sadari saat melihat pertandingan tadi, pertama bagian dalam…" Jelas Riko senpai pada para pemain yang sayangnya tidak aku dengarkan karena sebagian dari rencananya juga merupakan ideku. Aku lebih fokus kearah Tetsuya yang masih menundukan kepalanya dan memutuskan untuk mendekatinya lalu menggosok-gosok pelan surainya dengan handuk yang berada dikepalanya.
"Daijoubu Tetsuya, semuanya akan baik-baik saja." Ucapku dan aku bisa melihat Tetsuya meremas celananya cukup kuat tanda dia sangat kesal dengan pertandingan tadi.
"Sial, sial." Itu yang dia gumamkan dengan air mata yang mengalir diwajahnya. Tanpa sadar aku sudah memeluknya dan membiarkan dia menangis dipundangku, mau bagaimanapun juga aku tidak tahan melihatnya menangis seperti itu, ini mengingatkanku ketikah kami masih di Teiko dulu. Sampai sebuah tangan besar mendarat di kepala Tetsuya yang pelakunya siapa lagi kalau bukan Kagami.
"Itu tidak sia-sia baka, semua bercaya kalau kau akan kembali, kali ini jangan menyerah, selama kau duduk aku akan menunjukkan padanya, jika usaha yang sia-sia itu tidak ada." Ucap Kagami bersamaan dengan bel tanda time out berakhir berbunyi, aku hanya bisa tersenyum dan memanggil Kagami sebelum dia memasuki lapangan.
"Kalahkan mereka ya Kagami-kun, sampai Tetsuya kembali, karena aku percaya kau pasti bisa melakukannya." Ucapku sembari mengepalkan tangan kananku kearahnya.
"Tentu saja." Jawabnya membalas kepalan tanganku lalu mulai memasuki lapangan, aku sendiri memutuskan untuk duduk disamping Tetsuya dan menggenggam tangan kanannya. Aku hanya berharap Kagami bisa menyamakan kedudukan atau setidaknya bisa mencetak angka agar kami tak semakin jauh tertinggal.
~Nina Story Book 2~
Pertandingan quarter kedua berakhir dengan score 46 untuk tim kami dan 48 untuk tim Touou, ya kami berhasil mengejar ketinggalan berkat Kagami yang berhasil menyimbagi Aomine walau tidak sampai menyamakan kedudukan, tapi tak apalah selisih dua poin saja. Aku melihat keseliling tapi tak melihat Tetsuya dimanapun, hmm tidak mungkin kan dia menghilang begitu saja dari pandanganku.
"Kagami-kun kau tau dimana Tetsuya?."
"Tidak, bukannya dia tadi bersamamu ya?." Tanya Kagami yang aku jawab dengan gelengan kepala. Akhirnya aku memutuskan untuk mencarinya bersama Kagami mengelilingi stadion.
"Hah sebenarnya dia ada dimana sih?." Gerutu Kagami.
"Yo sepertinya kalian sedang mencari sesuatu." Ucap seseorang dibelakang kami yang sontak membuat kami menoleh kesumber suara dan menemukan seorang wanita bersurai coklat panjang dengan bando pita berwarna merah serta iris mata coklat caramelnya sedang menatap kami berdua dengan senyuman di wajahnya, seketikah mataku melebar saat melihat wanita itu.
"Chiyoko-san?."
"Ninachan hisashiburi."
"Cotto sedang apa kau disini?."
"Aku sedang libur dan aku dengar kalau disini akan diadakan winter cup jadi aku memutuskan untuk melihatnya." Jawabnya. Kagami yang penasaran siapa wanita itu langsung mencolek pundakku.
"Siapa dia Nina?." Tanya Kagami.
"Ah dia ini temanku saat di Teiko namanya Suzuki Chiyoko, dia merupakan kapten tim basket putri di Teiko."
"Oh orang yang pernah kau ceritakan waktu melawan Kirisaki Dai Ichi itu ya."
"Hai, dan Chiyoko-san dia ini-."
"Aku sudah tau, Kagami Taiga kan, hoo ternyata kau lebih tinggi dari yang aku bayangkan dan juga kenapa alismu terbelah dua seperti itu?, apa sekarang jamannya membentuk alis seperti itu?, terlihat aneh ya." Komentar Chiyoko membuat perempatan langsung muncul diwajah Kagami, dan dia seperti ingin memukul Chiyoko tapi segera aku tahan.
"Ne Chiyoko-san kau melihat Tetsuya?." Tanyaku mencoba mengabaikan Kagami yang berguman tidak jelas.
"Kuroko?, tadi aku melihatnya ditaman seperti sedang melamun."
"Souka, kalau begitu aku pergi dulu ya, nanti kita ketemu lagi." Ucapku pergi dari hadapan Chiyoko sembari menggandeng tangan Kagami, dan ya kami berhasil menemukannya seperti sedang melamun ditaman lantai dua dan dia masih mengenakan kaos basketnya tanpa memakai jersey. Aku mendekat kearahnya lalu memakaikan jersey miliknya yang memang tadi sempat aku bawa, membuatnya langsung menoleh kearah kami berdua.
"Kau bisa sakit loh Tetsuya."
"Ninachan, Kagami-kun."
"Jika kau tidak segera kembali, babak kedua akan dimulai." Ucap Kagami.
"Summimasen, aku akan segera kesana." Jawabnya sambil memakai jersey yang aku berikan dengan benar, dia terlihat sedang memikirkan sesuatu.
"Ne, apa yang sedang kau pikirkan Tetsuya?." Tanyaku, aku sempat melihat tubuhnya menegang sesaat sebelum menoleh kearahku.
"Kau pasti kesini bukan hanya untuk mencari udara saja kan?." Lanjutku. Tetsuya terdiam lalu mengalihkan wajahnya dariku dan Kagami.
"Apa kalian berdua menyukai basket?."
"Hah?."
"Aku tidak memikirkan sesuatu yang rumit, aku hanya ingin memenangkan pertandingan ini, aku memang sudah berjanji pada Momoi-san, tapi sebenarnya aku hanya ingin melihatnya lagi, melihat Aomine-kun bermain dengan senyuman karena dia benar-benar mencintai basket, aku bukan bermaksud menolak siapa dia sekarang dan membencinya, hanya saja…hanya saja aku ingin melihat Aomine-kun bermain dengan senyuman seperti dulu, jika kita menang dalam pertandingan ini mungkin saja hal itu bisa terwujud." Jelas Tetsuya memandang kearah taman yang berada dilantai satu.
Aku tertegun dengan ucapan Tetsuya, aku pikir Tetsuya membenci Aomine karena sifat serta apa yang pernah dia katakan padanya, tapi jauh dalam lupuk hatinya dia masih ingin melihat sepakterjang Aomine dalam dunia perbasketan dengan senyuman yang menghiasi wajahnya seperti waktu kita SMP dulu, tapi sejauh yang aku lihat dari para Kisedai yang sudah kami kalahkan, sepertinya harapan Tetsuya bisa saja terwujud nantinya.
"Entahlah aku juga tidak tau, manusia tidak sesederhana itu, aku tidak tau apakah kemenangan bisa mengubahnya, tapi kekalahan sudah pasti tidak akan mengubah apapun, satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah berjuang sekeras mungkin untuk menang." Ucap Kagami membalikkan badannya dan pergi meninggalkan kami berdua bersama dengan berhembusnya angin yang menerbangkan helaian surai dark crimson miliknya, dan lagi-lagi aku hanya bisa tertegun dengan ucapan dari Kagami, semua yang dia katakan juga ada benarnya, aku heran darimana dia mendapat kata-kata seperti itu?.
"Ya apa kata-kata Kagami-kun ada benarnya juga, aku jadi ingat kata-kata milik Midorima-kun yang selalu dia ucapkan 'manusia hanya bisa berusaha tapi tuhan yang menentukan', jadi aku rasa lebih baik kita berusaha saja untuk memenangkan pertandingan ini, berubah atau tidaknya Aomine-kun nantinya itu biarkan tuhan dan dia yang memutuskan, saa lebih baik kita pergi ketempat yang lainnya ya." Ucapku mengulurkan tanganku pada Tetsuya yang dijawab "hai" serta sebuah senyuman tulus diwajahnya.
.
To Be Continue
.
Author: Hufft akhirnya bisa update juga.
Nina: Kalau begitu kita langsung jawab Review saja ya.
Author: Ide yang bagus, baiklah kita masuk ke sesi jawab Review.
Kirigaya Shiina, Senju475, Akuro. terojima: Ini sudah lanjut kok, memang kata-kata Sechan yang buat merinding itu yang mana ya?, semoga anda bisa menikmati chapter ini.
Mika hoshino: Gimana ya, sebenarnya saya pengen membuat sebuah chapter dimana para oc saya berkencan dengan pairnya, tapi entah itu jadi atau gak. Tapi sebenarnya saya lebih suka romance yang manis-manis gimana gitu, dan memang cerita ini romancenya dibuat manis seperti itu tak terlalu vulgar.
Author: Kira-kira ada yang setuju gak?, kalau misalnya saya membuat special chapter kencannya para oc (termasuk Chiyoko dan Nami) dengan pairnya, jika ada bantu saya bikin idenya kayak gimana ya?, bisa lewat review atau pm.
Anita782: kalau itu silahkan tanyakan pada Ninachan.
Nina: Apa?
Author: *tunjukin review*
Nina: *baca* oh ini, aku kan pernah senyum sekali tapi mereka malah memintaku buat gak senyum soalnya sekali senyum bisa buat mereka mimisan dengan wajah memerah gitu.
Kuroko: Lagipula senyuman dan keceriaan Ninachan cuma boleh untukku seorang.
Nina: *blushing*
Author: Cie…cie… yang lagi kasmaran cie…cie…
Nina: U-urusai na.
Author: Hahaha, sebenarnya saya membuat karakter Ninachan ini bersifat kuudare jadi ya gitulah dia jarang senyum. Maaf jika sifat ini tak berkenan untuk anda, tapi ya namanya juga kuudare jadi maklumi saja.
Asia Tetsu: Iya sama-sama, saya senang jika anda juga senang :D
Michelle. Hadiwijaya: Ini sudah lanjut, dan ya sebenarnya Techan itu tsundere, cuma gak mau ngaku aja kalau dia tsundere.
Kuroko: *ignite pass kai Author*
Author: *tarik Aomine, buat jadi pelindung*
Aomine: Author teme, apa yang kau-aaakkkhhh *kena ignite pass dan melayang sampai Antartika*
Author: Ok karena sudah semua Ninachan tolong ditutup ya.
Nina: *sweetdrop* Sebenarnya aku penasaran, kenapa kau selalu membuat Aomine-kun menderita tiga chapter ini?.
Author: Oh itu, lagi pengen aja, soalnya membully Ryochan sudah terlalu mainstream.
Nina: Kalau begitu kenapa gak bully Akashi-kun saja, kan anti mainstream tu?.
Author: Hahaha, kau bercanda Ninachan, sebelum saya membully Sechan pastinya dia yang lebih dulu membully saya.
Akashi: Hmm kau memanggilku Author? *menyeringai ke Author*
Author: *glek* Ti-tidak kok Sechan hehehe, Ni-Ninachan cepat tutup gih.
Nina: Oh baiklah, terus ikuti cerita ini dan jangan lupa REVIEW PLEASE…!.
Author: Oh ya tambahan, thanks buat yang sudah memfollow dan memfavoritkan cerita saya, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya untuk kalian semua *peluk cium*
.
Next Chapter in Nina Story Book 2
.
"Kau benar-benar gak niat ne Mayuzumi-san, tidakkah sebaiknya kau melihat lawan yang akan bertanding dengan timmu selanjutnya?."
"Sudah aku bilang kan kalau aku tidak tertarik, entah itu yang bertanding para Kiseki No Sedai atau lawan kami selanjutnya sekalipun, karena aku yakin kalau kami pasti bisa mengalahkannya."
.
"Apa ada cara untuk bisa mengalahkannya?."
"Tapi jika ada pemain lain yang masuk dalam Zone akan beda lagi ceritanya."
.
Chapter 4: Zone…!
.
"Kau menangis Nina?."
"Chi-chigau, tadi mataku kena debu tau."
