" Aku diterima bekerja disana, keren kan ? " ucap Jimin dengan wajah sumringah. Taehyung yang duduk didepannya pun ikut tersenyum. Jimin memang sengaja menghubungi Taehyung dan mengajaknya keluar makan siang bersama, sekaligus memberitahukan tentang kabar gembira ini.

Sudah hampir setengah tahun Jimin menganggur sejak dia berhenti ditempatnya bekerja dulu. Setelah lulus dari Universitas, Jimin pernah bekerja dibeberapa tempat, namun entah kenapa dia tidak menemukan kenyamanan. Dan kini akhirnya dia diterima diperusahaan impiannya. Perusahaan itu memang sudah lama ia idam idamkan, bukan hanya tentang gaji yang besar tetapi pekerjaan disana sangat ia sukai.

Taehyung dan Jimin memang memilih jalan yang berbeda. Taehyung memilih menjadi Detective, sedangkan Jimin, dia hanya ingin menjadi karyawan biasa dengan jam kerja yang monoton. Mungkin bagi Taehyung itu pekerjaan yang membosankan, tapi tidak dengan Jimin. Jimin sangat menyukai pekerjaannya.

Waktu berlalu, Jimin tampak kerasan bekerja disana. Terbukti dengan begitu antusiasnya dia menceritakan semua terkait pekerjaannya pada Taehyung. Mulai dari teman-teman yang asik hingga begitu ramahnya para atasannya ditempatnya bekerja, terlebih Direkturnya. Jika kebanyakan Direktur terlihat acuh dan congkak, tapi tidak dengan Direkturnya Jimin. Bukan hanya sekedar tampan tapi ia juga memiliki hati yang baik juga sangat perhatian pada para karyawannya. Sesuatu yang sangat sulit didapatkan oleh karyawan lain diluar sana bukan ? . Jimin beruntung.

" Sepertinya hari ini aku harus mengadakan rapat dadakan dengan para editor, bagaimana menurutmu ? " tanya sang Direktur bernama Hyun Joong pada sekertarisnya.

" Anda ingin mengadakan rapat dimana, pak ? biar aku pesankan tempatnya. " sahut si sekertaris.

" Baiklah, bisa kau pesankan satu kamar dan satu ruang meeting di ARMYNISTY Hotel, Kyungsoo-ya? Aku sedang malas pulang kerumah " ucap Hyun Joong sedikit merebahkan duduknya.

" Baik, Pak. Akan aku laksanakan.. " Jawab Kyungsoo. Diapun pamit dan pergi meninggalkan ruang atasannya itu.

Beberapa saat kemudian Kyungsoo kembali dengan wajah merah dan mata yang terlihat sembab.

" Ada apa ? " tanya Hyun Joong. Hyun Joong bingung dengan sekertarisnya yang mendadak murung padahal beberapa saat lalu masih terlihat ceria.

" Em.. begini pak –" ucap Kyungsoo sedikit ragu. Takut kalau Direktur tampannya itu akan marah.

" Katakan saja. Ada apa? " Hyun Joong bangkit dari tempat duduknya, mengabaikan bertumpuk-tumpuk file yang harus dia baca dan tanda tangani. Hyun Joong sedikit panik saat melihat airmata Kyungsoo semakin deras keluar dari mata bulatnya.

" Taeoh.. anakku dibawa kerumah sakit, pak –" Jawab Kyungsoo

"– Boleh aku ijin pulang ? " lanjut Kyungsoo. Raut khawatir jelas terlihat di wajahnya. Taeoh anak semata wayangnya kini dibawa kerumah sakit karena terjatuh saat sedang bermain. Sang suami yang memberitahukannya lewat telpon tadi.

" Oh astaga.. yasudah kau pulang saja. Tinggalkan semua pekerjaanmu, anakmu lebih membutuhkanmu, Kyungsoo " Hyun Joong berusaha menenangkan sekertarisnya itu. Kyungsoo yang mendengar itupun tak lupa mngucapkan beribu kata terimakasih.

" Terima kasih pak terimakasih.. –" ucap Kyungsoo yang tak henti membungkuk hormat ke Direktur tampannya itu.

"– Maaf aku tidak bisa menemani anda untuk meeting sore nanti, pak. Maaf . Tapi aku sudah memesankan kamar dan juga ruang meetingnya kok pak. Anda hanya tinggal pergi saja " lanjut Kyungsoo disela tangisannya.

" Kau selalu yang terbaik, Kyungsoo. Tak apa. Kau tak perlu merasa tak enak begitu padaku. Aku bisa minta bantuan Jimin untuk menggantikanmu nanti. Pergilah.. Temui anakmu. " ucap Hyun Joong menepuk pundak Kyungsoo sambil tersenyum.

" Terimakasih pak. Sekali lagi terimakasih banyak " ucap Kyungsoo berulang kali.

DOPE

by VMINHO

ONESHOOT / TWOSHOOT / THREE SHOOT/ NGESHOOT XD

RATE : T

WARNING : CRIMINAL, MYSTERY, HOROR (?)

ALUR BERANTAKAN GAK JELAS, TIDAK MENGGUNAKAN EJAAN YANG BENAR

TYPO BERTEBARAN SEPANJANG JALAN KENANGAN (?)

TERINSPIRASI DARI MV "DOPE"- BTS

CAST :

KIM TAE HYUNG as DETECTIVE

JEON JUNGKOOK as POLISI

KIM SEOK JIN as DOKTER

PARK JIMIN as KARYAWAN SWASTA

KIM NAMJOON as PELAYAN HOTEL

MIN YOONGI as PILOT

JUNG HO SEOK as PEMBALAP

And Other Cast

SO, HAPPY READING GUYS ^^

CHAPTER II

" Kau mau kemana, Kim Taehyung ! " teriak Baekhyun pada Taehyung yang tiba-tiba menutup pintu kamarnya dengan sangat keras, dan berlari cepat menuruni tangga. Wajah khawatir terlukis jelas diwajah tampannya. Taehyung melirik Baekhyun, menghampirinya dan mengecup kening sang ibu cepat.

" Aku akan ke kantor polisi. Ada urusan mendadak. Aku pergi dulu, eomma " jawabnya singkat. Taehyung kembali berlari keluar rumah tanpa memperdulikan teriakan Baekhyun.

" Aish.. anak ini. Baru saja pulang, sudah pergi lagi. Makan saja belum " Baekhyun menghela nafas dalam. Taehyung memang sering seperti ini terlebih jika sedang menangani kasus serius, Baekhyun tahu dan mengerti akan hal itu. Saat keluar rumah, Taehyung menabrak seseorang.

" Maaf, appa. Aku sedang buru-buru " Taehyung membungkuk hormat pada seseorang yang tidak sengaja ditabraknya, yang bukan lain adalah sang ayah. Ayahnya pulang, Baguslah. Setidaknya Taehyung tidak meninggalkan ibunya sendirian.

.

.

"Apa-apan ini… Kenapa tiba-tiba Jimin jadi tersangka? Bukti yang kita miliki belum terlalu kuat " teriak Taehyung dengan menggebrak meja mengagetkan semua orang yang berada diruang tersebut. Taehyung kaget bukan main saat Jungkook menghubunginya tadi, memberitahukan tentang status Park Jimin yang sekarang telah berubah dari saksi menjadi tersangka. Atas dasar apa Jimin jadi tersangka. Atas dasar apa? Taehyung hamper meledak.

" Berhenti berteriak, Detektif Kim ! –" salah seorang pria menyela ucapannya. Pria itu berdiri tepat dibelakang Taehyung. Taehyung menoleh, pria itu adalah Detektif Choi, Choi Siwon. Atasan dan juga senior Taehyung. Pria berkumis tebal dan bergaya coboy kini menatap Taehyung tajam. Taehyung menelan ludah kasar.

" Detektif Choi? " Taehyung tidak menyangka bahwa seniornya itu ada disini sekarang.

" Yang memutuskan Park Jimin sebagai tersangka adalah aku. Jadi kau tidak perlu berteriak pada mereka, berteriak saja padaku " jawab Siwon tegas.

" Tapi atas dasar apa? Kita masih butuh bukti lain, pak " ucap Taehyung minta penjelasan

" Bukti apa lagi, Kim Taehyung. Semua bukti yang kita miliki mengarah padanya. Pisau yang digunakan tersangka untuk membunuh korban juga terdapat sidik jarinya. Lalu bukti apa lagi yang kau minta, hah? "

" A..APA ? benarkah ? tapi… saat kejadian dia tidak ada ditempat, dia pergi kekantor untuk mengambil beberapa berkas "

" Bagaimana bisa kau begitu yakin jika dia tidak ada disana dan pergi kekantor? sedangkan CCTVnya saja mati sejak semalam. heum? "

" … "

" Kemungkinan dia berbohong sangat besar, Kim Taehyung " Taehyung menunduk, dia tidak bisa berkata apa-apa lagi. Apa benar Jimin pelakunya? Tapi kenapa ? Taehyung mengusap mukanya kasar, menghela nafas lemah. Ini sulit.. sulit bagi Taehyung mempercayainya. Tapi.. benar kata Detektif Choi, semua bukti mengarah padanya.

" Kau bukan baru setahun dua tahun jadi detektif. Kau harusnya tahu dan paham jika pekerjaan ini sangat melarang kita untuk percaya siapapun jika tidak ada bukti "

" Iya.. aku tahu " jawab Taehyung lemah

" Lalu.. sekarang kenapa? Kenapa kau bisa begitu yakin dan keukeuh jika Park Jimin itu bukan tersangkanya? Apa karna dia temanmu ? sahabatmu ? orang yang dekat denganmu ? –" Detektif Choi mendekati Taehyung, memegang pundaknya. Taehyung masih setia menunduk.

"– Heyy.. semua orang bisa saja berubah. Kita tidak bisa mengenal orang 100%, Kim Taehyung " lanjut Detektif Choi, menceramahi dan mengingatkan kembali tugas Detektif yang sebenarnya. Agar Taehyung yang merupakan murid kesayangannya itu tetap dalam jalurnya, tidak lepas kendali, dan melakukan hal yang bertentangan.

" Sekarang… orang yang bernama Park Jimin itu sedang dalam perjalanan menuju kesini. Dan juga semua saksi yang terkait sudah bebas kembali beraktifitas. Proses hukumnya akan dilakukan besok. Jika kau mau mencarikan pengacara handal untuknya, silahkan saja. Aku tidak melarangnya. Tetaplah bekerja dengan baik, Detektif Kim " ucap Detektif Choi melepas tangannya dari pundak detektif muda itu lalu berjalan melewati Taehyung yang masih terpaku. Mengambil beberapa berkas dan melangkah keluar ruangan.

" LEPASKAN ! LEPASKAN AKUU.. AKU TIDAK MEMBUNUHNYA.. SUMPAH DEMI APAPUN AKU TIDAK MELAKUKANNYAA " Teriakan itu menyadarkan Taehyung dari lamunannya. Terlihat 3 orang polisi berseragam lengkap dengan seorang pemuda memasuki ruangan dimana Taehyung berada. Astaga! Itu Jimin, keadaanya jauh lebih parah dari yang sebelumnya.

" Taehyung-ie.. Kim Taehyung.. tolong katakan pada mereka kalau aku tidak bersalah, aku tidak melakukannya. KATAKAN PADANYAA… kumohon! hikks " suara jimin begitu pilu. Air matanya deras mengalir dari pelupuk matanya. Berat ? jelas ini berat baginya. Tapi… apa yang bisa dilakukan Taehyung? Sungguh… dia juga ingin mempercayai Jimin, sahabat baiknya. Tapi semua bukti itu sangat memberatkannya. Taehyung tidak tahu apa yang harus dia lakukan sekarang.

" Mianhee " hanya itu yang bisa diucapkan Taehyung

" Bahkan kau pun tidak percaya padaku ? KAU TIDAK PERCAYA PADAKU, KIM TAEHYUUNG! " Jimin berteriak keras pada Taehyung yang berdiri tak jauh darinya. Jimin kecewa. Temannya , harapan satu satunya, orang yang paling bisa dia andalkan bahkan sudah tidak mempercayainya.

" Mianhee " lagi-lagi hanya itu yang bisa Taehyung ucapkan. Jimin menatap Taehyung tak percaya, matanya sendu, memelas rasa iba. Matanya makin deras menangis terisak. Dia terus berteriak minta keadilan.

" Tolong, Taehyung. Tolong aku! " ucap Jimin lirih. Mendengar kata itu membuat Taehyung semakin frustasi, dia harus lakukan sesuatu untuknya, tapi apa? Taehyung menghela nafasnya dalam, mencoba memberikan tatapan yang menenangkan untuk Jimin. Polisi-polisi itu lalu membawa Jimin kedalam tahanan. Jimin dan Taehyung masih saling berpandangan hingga Jimin menghilang dibalik pintu.

.

.

Waktu sudah menunjukan pukul 02.15 pagi. Taehyung masih berada di kantor polisi, duduk disalah satu ruangan dengan wajah yang tampak tengah berfikir keras. Dia bahkan tidak membiarkan matanya tidur sedikitpun. Hingga akhirnya ada seseorang yang berdiri didepannya.

" Setidaknya hangatkan dulu tubuhmu, Detektif Kim " ucap pria itu lalu menyodorkan gelas berisi susu coklat hangat padanya. Taehyung mengangkat wajahnya..

" Ahh… Jungkook-ah " sahut Taehyung dengan sedikit senyum yang dipaksakan. Mengambil gelas itu dari tangan Jungkook, dan meminumnya sedikit. Jungkook mendudukan dirinya disamping Taehyung.

" Kau menyerah ? " Tanya Jungkook tiba-tiba. Taehyung yang mendengar pertanyaan itu bingung, dia melirik Jungkook minta penjelasan

" Maksudku, apa kau sudah menyerah atas temanmu itu, Detektif Kim? " jelas Jungkook

" Ehmm.. Entahlah. Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan setelah ini " jawab Taehyung singkat. Kehilangan arah dan semangat. Matanya menatap kosong kedepan.

" Apa kau percaya padanya ? " tanya Jungkook lagi.

" Aku sedikit ragu " Taehyung hanya bisa menghela nafasnya dalam, seolah tengah menanggung beban yang sangat berat.

" Kau percaya padanya, Detektif Kim. Kau sangat percaya padanya, ya kan? Setidaknya itulah yang aku lihat " sahut Jungkook

" Begitukah ? " Taehyung menatap Jungkook yang berada disampingnya..

" Heum.. " jawab Jungkook santai. Meminum susu coklatnya dan membalas tatapan Taehyung, tatapan yang mampu mengaliri semangat baru bagi Taehyung.

" Kau harus bisa menemukan bukti lain yang bisa meringankan atau mungkin membebaskan dia dari hukuman. Selagi kau masih percaya padanya, aku yakin kau pasti bisa " lanjut Jungkook

" Aku harap juga begitu "

" Kau jangan patah semangat begitu. Yang aku tahu, Detectif Kim itu adalah detektif muda yang tampan dan juga pantang menyerah.. dan terkenal " ucap Jungkook dengan menekankan kata terkenal. Taehyung terkekeh. Itu sangat berlebihan. Merekapun tertawa bersama melewati malam menjelang pagi dengan obrolan hangat, mereka seolah telah kenal lama, walau nyatanya mereka baru dipertemukan berkat kasus ini.

.

.

OTHER SIDE

" Jadi bocah berambut merah itu tersangkanya? " ucap Hoseok pada Managernya. Hoseok tengah asik menatap layar televisi yang sejak tadi setia ditatapnya. Mendengar ucapan Hoseok, manager yang berada didapur tidak jauh dari Hoseokpun segera menyahut. " Yah begitulah yang kudengar. Kenapa kau menanyakannya ? "

" Sudah tidak terlalu mengejutkan sih, tapi kok agak aneh yah ? " Hoseok tampak berfikir. Ini agak aneh, dinalarnya. Walaupun memang sejak awal tidak ada orang lain yang dicurigai selain Jimin, tapi tetap saja Hoseok melihat kejujuran dibalik mata Jimin. ' Anak itu pasti dijebak ? " pikirnya dalam hati

" Aneh kenapa ? Polisi juga pasti sudah punya bukti kuat sebelum menahannya. Lagipula kenapa kau mendadak begitu peduli ?" tanya sang Manager. Kini dia telah duduk disamping Hoseok dengan segelas Jus jeruk dan juga cemilan yang tadi ia bawa dari dapur.

" Ah.. aku hanya merasa aneh saja. Oiya.. Aku pergi "minum" dulu ya, hyung. Sudah lama rasanya tidak menyentuh minuman itu " ucap Hoseok seraya bangun dari duduknya dan pergi meninggalkan Managernya yang sudah ia anggap sebagai hyungnya sendiri.

" Kau tidak bisa pergi, Hoseok. Besok kau masih ada pertandingan. HEY.. HOSEOK ! " Manager berteriak keras melarang Hoseok pergi. Tapi tak digubris sedikitpun oleh Hoseok. Hoseok telah berada dibalik pintu bersiap meningalkan kamar hotelnya. Dengan senyum jail, dia mengunci managernya dari luar. Buat apalagi kalau bukan untuk menahannya, jadi dia bisa bebas melenggang pergi sendiri tanpa takut diikuti oleh Managernya yang bawel itu. Terdengar suara teriakan minta dibukakan pintu dari dalam, Hoseok hanya senyum senyum.

" Ayolahh, hyung. Aku hanya akan minum sedikit. Sedikiiiiit saja " jawab Hoseok pada Managernya yang berada dibalik pintu, tersenyum lebar . Lalu pergi tanpa memperdulikan teriakan dari managernya tersebut.

Baru beberapa langkah, pintu kamar bernomor 85 terbuka. Memunculkan seorang pria berambut pirang yang berpakaian sangat sederhana namun berkelas.

" Kau mau ikut minum denganku, hyung? " Tanya Hoseok padanya.

" Waah.. aku sangat tersanjung bisa pergi minum dengan pembalap terkenal sekelas Jung Hoseok " Jawab pria bernama Yoongi. Jangan tanya kenapa mereka bisa akrab, selama investigasi dan menjalani proses introgasi mereka nyaris selalu bersama, bukan? Ditambah sifat Hoseok yang mudah akrab dengan orang lain. Terlebih Yoongi, yang terlihat begitu dewasa dan bersahabat dimata Hoseok. Membuat Hoseok tak segan untuk menyapanya.

" Ahh.. Kau bisa saja, hyung. Aku merasa tersandung hahahaha... " Merekapun berjalan menyusuri lorong hotel dengan tawa yang tak henti. Hoseok, Pria yang terlihat cuek dan seolah tak peduli apapun mendadak berubah menjadi sang pencair suasana, sang Happy Virus.

" Kalau sampai orang lain tahu, akan kubunuh kau ! "

Langkah Yoongi dan Hoseok terhenti. Suara itu serasa tak asing ditelinga mereka. Setelah saling pandang satu sama lain, akhirnya mereka mendekati ke arah suara tersebut.

.

.

TO BE CONTINUE

Nah loh Nah loooohhh...

Ditunggu Chapter selanjutnya ya gaes ^^

Papih Siwon gue masukin kesini bahahaa XD,

Kalo gak bisa ngebayangin muka Siwon yang berkumis n bergaya ala coboy, liat aja MV Mamacita,

Gue terinspirasi dari sono hahaa

NAMJIN nya gak nongol di chapter ini, mian

Gue lebih ngefly bikin VMIN soalnya

hahaa XD

Nadhira-Minchanee : Bapaknya si empi siapa? Kasih tau gak yaaa... haha. Sebenernya soal keluarga Taehyung gak bakal gue bahas disini, Baekhyun hanya selingan aja kok. Ceritanya lebih fokus ke kasusnya aja ^^ Soal berapa chapter, gak banyak sih, paling dichapter 3 udah tamat. Gak mau banyak2, takut keburu keilangan feelnya :D

Shin Hae Rin : Gue juga senyum-senyum sendiri ngebayangin Taehyung macam begini XD

Anunya Bangtan : duh uname lu bikin gue nganu *eh. BTW, jiminnya jadi tersangka tuh, gimana dong?

Taekai : ditunggu di chapter selanjutnya yaa ^^

Lee Shikuni, bngtanxoap, gummysmiled, gyurievil, kumiko ve, and naynozboice , terimakasih semangatnya , neomu-neomu gomawo ^^

Dan semua yang sudah repot-repot ngefolow dan memfavoritkan ep ep ini,

gue ucapkan terimakasih

terimakasih banyak.. secara tidak langsung itu bikin gue tambah semangat ngelanjutin nya

hehe..

semoga Chapter ke dua ini gak terlalu mengecewakan kalian ya ?

MIANHEE .. SARANGHAE .. GOMAWO

KAMSAHAMIDA, XIE-XIE, THANK YOU

Terima kasih

Jangan lupa reviewnya yaa cintahh

Muaachh :*