Don't You Love Me?

.

KrisTao's Fanfiction | Just for KRISTAO SHIPPER

...

Part Two

.

"Mama, sedang apa?" tanya Tao pada ibu Kris yang tengah menyiapkan bekal. Ibu Kris menoleh dan tersenyum pada Tao.

"Tao mau membantu Mama?" ucapnya. Lalu Tao mengangguk dan menghampiri Mama Wu untuk ikut membantu. "Ini bekal untuk makan siang Papa Wu dan juga Yifan. Tao mau ikut Mama ke kantor mengantarkan bekal ini?" ajak Mama Wu pada Tao. Tao yang mendengarnya langsung mengangguk dengan senang hati.

"Oh ya Ma.. Apa makanan kesukaan Yifan Gege?"

"Anak itu agak pemilih dalam hal makanan, Yifan tidak suka makan sayuran dan juga ikan. Selain itu dia suka semuanya." jawab ibu Kris. Tao hanya mengangguk mengerti. "Kelak Tao akan menggantikan Mama melakukan hal ini." ucap ibu Kris diakhiri dengan senyuman manis dibibirnya. Tapi Tao terlihat bingung dengan apa yang baru saja diucapkan oleh Mama Wu.

"Maksud Mama apa? Tao tidak mengerti." ucapan polos yang keluar dari mulut Tao membuat Mama Wu tertawa. Tao terlihat menggemaskan saat sedang bingung seperti itu.

"Setelah Tao menikah dengan Yifan, Tao akan menggantikan tugas Mama untuk menyiapkan bekal ini. Tao kan istrinya.." ucapan Mama Wu membuat pipi Tao merona, Tao sibuk membayangkan bagaimana dia yang akan menjadi istri Kris dan memenuhi segala kebutuhan untuk Kris - suaminya. "Tao ingin segera menikah dengan Yifan yah?" goda Mama Wu pada calon menantunya itu, wajah Tao semakin memerah karena ibu Kris menggodanya.

"Tao lulus kuliah dulu, baru menikah dengan Gege." ucap Tao kemudian, tapi ibu Kris masih saja tersenyum melihat tingkah menggemaskan dari calon menantunya itu.

.

Sudah ada keranjang makanan ditangan Tao. Tao nampak ceria hanya karena akan mengantarkan bekal makan siang untuk Kris di kantor. Sesampainya di kantor, Mama Wu disambut hangat oleh para pegawai disana. Jelas karena mereka mengenal siapa Mama Wu. Beliau istri dari Presiden Direktur di Wu Corporation dan ibu dari Direktur Utama Wu Yifan. Hanya saja perhatian mereka teralihkan pada seseorang yang berdiri disamping Nyonya Wu itu. Tidak biasanya istri Presdir Wu itu datang dengan membawa orang lain. Siapakah pemuda manis yang berdiri disamping Nyonya Wu? Itulah pertanyaan yang terlintas dibenak semua pegawai Wu Corp saat ini.

"Selamat siang Nyonya?" sapa sekretaris Kris menyambut kedatangan ibu Kris dan juga Tao. Ibu Kris hanya mengangguk sembari tersenyum.

"Sekretaris Xi, apa Direktur Wu ada di ruangannya?" tanya ibu Kris pada sekretaris kris yang bernama lengkap Xi Luhan.

"Direktur Wu baru saja selesai meeting." jawab Luhan dengan ramah. "Nyonya Wu bisa langsung menemuinya. Direktur Wu ada di ruangannya." ibu Kris mengangguk mengerti. Lalu beliau menoleh kearah Tao yang sedaritadi setia berdiri disampingnya.

"Masuklah kedalam, Mama mau langsung menemui Papa Wu di ruangannya." ucap ibu Kris. Tao hanya mengangguk walaupun sebenarnya dia ragu. 'Apa tidak apa-apa jika Tao sendiri yang menemui Gege?' tanya Tao dalam hati. Tao hanya khawatir Kris akan marah karena dia menemuinya.

"Apa ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya Luhan pada Tao yang masih berdiri mematung dan tak kunjung masuk kedalam ruangan Kris. Ibu Kris sudah pergi ke ruangan ayah Kris beberapa menit yang lalu.

Tao menggelengkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan Luhan. Tao mulai melangkahkan kakinya dan masuk kedalam ruangan Kris.

'Dia itu siapa ya? Aku baru melihatnya?' gumam Luhan sepeninggalnya Tao.

.

Tao nampak ragu untuk menyapa Kris, setelah dia masuk ke ruangan kerja Kris beberapa detik yang lalu. Kris tampak sibuk dengan dokumen kantor di tangannya. Kris bahkan tak menyadari akan kedatangan Tao di ruangan itu.

"Lu, bisakah bawakan aku kopi?" Kris mengira seseorang yang baru saja masuk ke ruangannya adalah Luhan - sekretarisnya, karena Kris sedari tadi hanya fokus pada dokumen kantornya saja.

Kris tak mendapat jawaban apa-pun dari Luhan, dia-pun mendongakkan kepalanya dan melihat Tao tengah berdiri di dekat ambang pintu masuk, Tao tersenyum kikuk kala Kris melihatnya. "Hai, Gege." sapa Tao dengan senyuman manis yang mengembang dibibirnya.

"Bagaimana bisa kau tahu kantorku?" tanya Kris dingin, bukannya menyuruh Tao untuk duduk malah menanyakan hal yang tidak penting.

"Tao datang kemari bersama Mama." jawab Tao lalu dia menghampiri meja kerja Kris. "Tao membawakan Gege makan siang." ucap Tao sesampainya di hadapan Kris. Lalu Kris beranjak dari tempat duduknya.

"Duduklah." Kris menyuruh Tao duduk di sofa. Tao menuruti apa perintah Kris. "Lalu eomma kemana? Kenapa tidak ada disini?" tanya Kris pada Tao yang tengah sibuk mengeluarkan makanan dari keranjang makanan.

"Mama ada di ruangan Papa Wu, dan Mama menyuruh Tao mengantarkan ini untuk Gege. Tao sendiri lho Ge yang membuatnya. Di makan yah.." ucap Tao begitu manis. Tapi Kris hanya berdecak meremehkan.

"Aku tidak yakin kau yang membuatnya, kau kan tidak bisa memasak." ejek Kris membuat Tao mengerucutkan bibirnya lucu.

"Tao membantu Mama menyiapkan bekalnya Ge.." rengek Tao pada Kris.

"YA YA YA baiklah." ucap Kris akhirnya mengalah, lalu dia mengambil sumpit dan mulai memakan kimbab yang Tao dan Mama Wu buat.

"Bagaimana rasanya? Enak?" tanya Tao penasaran ketika Kris selesai mengunyah dan berhasil menelan makanannya.

"Enak, tentu saja karena ini buatan eomma." awalnya Tao sudah senang tapi sebelum Kris menambahkan kalimat yang mengatakan kalau ibu Kris yang membuatnya. Kenapa dia tidak mau memuji Tao juga? Bagaimanapun Tao sudah membantu menyiapkan bekal itu untuk Kris.

"Kapan kau akan mulai aktif kuliah?" tanya Kris tiba-tiba, Tao yang tengah memakan kimbam mendadak mengaga karena tak percaya Kris akan mengajaknya berbicara. Benar-benar suatu kemajuan. "Telan dulu makananmu, kau ini jorok sekali." ucap Kris yang melihat makanan yang masih berada didalam mulut Tao. Tao langsung menelannya setelah itu.

"Gege bertanya pada Tao?" ucap Tao begitu riang.

"Tentu saja, kau ini aneh." balas Kris, tapi tiba-tiba dia dikagetkan oleh Tao karena tiba-tiba memeluknya dari samping begitu erat.

"Itu artinya Gege sangat perhatian dan peduli pada Tao." ucap Tao masih dengan memeluk Kris erat. Dia benar-benar senang saat ini. Kris berusaha melepaskan pelukan Tao dipinggangnya tapi Tao sangat kencang memeluknya.

"Ehem.."

"Eomma."

"Mama."

"Apa kedatangan eomma mengganggu?" tanya ibu Kris sembari menggoda Tao dan Kris. Tao sudah melepaskan pelukannya pada Kris. Tao menggeleng sebagai jawaban atas pertanyaan dari ibu Kris tapi Kris - dia tak mengatakan atau memberikan respon apapun. Dia hanya diam. "Kalian sangat mesra membuat eomma ingin segera menimang cucu." ucapan ibu Kris itu berhasil membuat wajah Tao memerah karena malu, Kris pun sebenarnya demikian tapi dia berusaha menutupinya.

"Eomma, apa maksud dari perkataan eomma? Bahkan Tao belum lulus kuliah." ucap Kris berusaha bersikap biasa saja.

"Jadi kalau Tao sudah lulus kuliah, kalian akan memberikan eomma cucu?" pertanyaan itu membuat Tao tiba-tiba menjadi semakin memanas, rasanya AC diruangan tak ada artinya. Wajah Tao benar-benar seperti kepiting rebus, Tao sedaritadi diam dan terus menunduk menyembunyikan wajah merah padamnya itu.

"Apa? Bahkan aku belum menyutujui untuk menikah dengannya. INGAT ITU!" Kris tiba-tiba meninggikan suaranya dan membuat Mama Wu memukul lengan Kris.

"Auw.." Kris menjerit karena ibunya memukulnya. "Eomma selalu saja memukulku, bahkan setelah aku sudah menjadi seorang Direktur."

"Tidak ada penolakan. Tao itu pilihan yang tepat untukmu. Apa yang kurang darinya? Dia sangat sempurna untukmu KRIS!" ucap ibu Kris marah, beliau selalu emosi setiap kali mendengar penolakan dari putra semata wayangnya itu. "Ayo Tao kita pulang." Tao langsung beranjak dari kursinya lalu pamit pada Kris. Mereka pun pergi meninggalkan Kris seorang diri diruangan kerjanya.

"Sempurna apanya? Kekanakkan, manja, cengeng iya." gumam Kris.

.

.

.

Keluarga Wu baru saja selesai makan malam, Kris dan Tao menghabiskan waktunya didalam kamar setelahnya. Tao tengah sibuk menyiapkan buku dan segala macam yang akan dia bawa ke kampus besok. Sedangkan Kris - dia hanya menonton tv.

"Besok Tao mulai masuk kuliah." ucap Tao memecah keheningan diantara mereka berdua. Tao menatap Kris yang tengah duduk di sofa sedang menonton tv. Kris tak merespon apapun perkataannya. "Mama menyuruh Tao untuk berangkat bersama Gege di kampus besok." ucap Tao lagi, setelahnya Kris-pun menoleh kearah Tao membuat Tao tersenyum karena Kris merespon.

"Kenapa harus aku? Aku tidak bisa. Kau tidak tahu kalau aku bekerja besok." ucap Kris panjang lebar.

"Tapi Mama menyuruh Gege untuk mengantarkan Tao sampai kampus. Tao belum tahu jalan Ge.." ucap Tao begitu imut.

"Kau kan bisa naik taxi, supir taxi bisa menunjukkan jalan untukmu." jawaban Kris membuat Tao mengerucutkan bibirnya tanda tak suka.

"Bagaimana kalau supir taxinya membohongi Tao? Justru membawa Tao ke tempat aneh. Gege tidak khawatir jika Tao di culik? Bagaimanapun Tao ini sangat imut. Gege harus tahu itu." Tao begitu PD saat mengatakan bahwa dirinya sangat imut membuat Kris yang mendengarnya terasa mual.

"Ayolah Ge.. Antarkan Tao.. Ya Ya Ya.. Jebal.." rengek Tao sambil mengedipkan matanya berkali-kali. Tao saat ini terlihat sangatlah menggemaskan. Membuat Kris yang melihatnya tiba-tiba jantungnya berdegup kencang dan dia mendadak menjadi gugup. 'Ada apa denganku?' gumam Kris dalam hati.

"Baiklah baiklah. Jangan tunjukkan hal seperti itu lagi padaku."

"Menunjukkan apa Ge? Tao tidak mengerti." tanya Tao polos sambil mengedipkan matanya berulang kali, Tao benar-benar tidak tahu jika tingkah aegyo-nya tadi membuat jantung Kris berdegub tak karuan. Jika Tao tahu tentang ini, dia pasti senang, itu tandanya Kris mulai ada sedikit rasa pada Tao, bukan?

.

"Cepatlah, kalau tidak aku tinggal." ucap Kris pada Tao yang masih belum menyelesaikan sarapannya. Tao terlihat terburu-buru memakan sarapannya karena Kris akan meninggalnya.

"Tunggu Ge, jangan tinggalkan Tao." rengek Tao yang melihat Kris sudah beranjak dari tempat duduknya.

"Eomma, aku berangkat." izin Kris pada sang ibu.

"Eomma tidak mengizinkan. Kau harus berangkat dengan Tao." ucapan Mama Wu membuat Tao tersenyum. Kris tak menghiraukan perkataan eomma-nya.

"Appa, aku berangkat duluan." ucap Kris lalu dia-pun pergi dari hadapan Mama Wu, Papa Wu dan juga Tao. Tao langsung menghentikan aktivitas makannya dan beranjak dari kursinya.

"Mama, Papa, Tao pamit ya.." ucap Tao terburu-buru dan langsung berlari mengejar Kris. "Gege.. Tunggu Tao.." teriak Tao dari arah ruang tamu.

"Cepat masuk." Tao merasa lega karena Kris belum pergi ke kantor. Tao-pun langsung masuk kedalam mobil Kris.

"Kenapa Gege terburu-buru sekali, Tao bahkan belum menghabiskan sarapannya. Padahal Tao belum kenyang Ge.." ucap Tao setelah berada dalam mobil.

"Itu salahmu sendiri, kau terlalu lama berdandan. Sebenarnya kau ini mau ke kampus atau mau ke mall si?" ucap Kris menyindir.

"Tao hanya ingin terlihat menyenangkan didepan teman-teman baru Tao nanti." ucap Tao merespon perkataan Kris. Lalu Tao menoleh kearah Kris sambil menyeringai nakal. "Jangan-jangan Gege cemburu yah, takut kalau nanti akan banyak pria tampan yang menyukai Tao? Kalaupun itu terjadi, Gege tidak usah khawatir karena cinta Tao hanya untuk Gege seorang." ucap Tao sambil menyengir kuda. Kris hanya berdecak dan tak merespon apapun. Dia mulai melajukan mobilnya dan meninggalkan halaman parkir rumah.

'Dia suka sekali menggombal, apa omongannya itu bisa dipercaya? Aku tidak yakin.' gumam Kris dalam hati.

.

.

.

"Turunlah, sudah sampai." ucap Kris pada Tao. Tao terlihat takjub melihat gedung kampusnya yang baru itu. Terlihat lebih megah daripada yang ada di foto. Tertera sangat jelas tulisan "XOXO UNIVERSITY" di depan gerbang pintu masuknya.

"Apa nanti Gege akan memjemput Tao juga?" tanya Tao pada Kris. Dia masih belum beranjak untuk keluar dari dalam mobil.

"Apa eomma menyuruh untuk melakukan itu juga?" Kris bertanya balik, Tao-pun mengangguk. "Aku tidak janji." ucap Kris selanjutnya.

"Tapi Tao akan menelpon Gege nanti." ucap Tao memberitahu.

"Ya Ya baiklah, cepatlah turun." ucap Kris menyuruh Tao keluar dari mobil sekarang juga. Mau sampai kapan dia akan meladeni Tao terus, yang ada nanti dia datang terlambat masuk kantor.

"Bye bye Gege.." ucap Tao begitu manis lalu dia keluar dari mobil. Tao berdiri lalu melambaikan tangannya sembari tersenyum, menunggu sampai mobil Kris benar-benar menghilang dari pandangannya. Kris melihat apa yang Tao lakukan tadi melalui kaca spion mobil, menurutnya apa yang Tao lakukan tadi itu konyol. Dasar anak polos, walaupun tak dia pungkiri kalau dia tersenyum geli melihat tingkah kekanakkan Tao tadi itu.

.

Tao berjalan di lorong kampus untuk menemukan ruangan mata kuliah di kelas pertama, sebelumnya Tao menemui seseorang dibagian jurusan untuk mengkonfirmasi mengenai kepindahannya.

"Ah, ini dia.." ucap Tao lalu masuk kedalam ruangan yang masih terlihat sepi. Karena memang jam kuliah baru akan dimulai 30 menit lagi dari sekarang. Tao melihat ada dua orang yang tengah mengobrol. Mereka terlihat sangat akrab, membuat Tao sedikit iri. Ia ingin sekali punya teman akrab secepatnya di kampus barunya itu. Tao-pun melewati dua orang itu dan mulai duduk dibelakang mereka.

.

"Siapa dia? Apa kau pernah melihatnya?" tanya salahsatu dari mereka. Yang ditanya hanya menggeleng.

"Tidak pernah, apa dia mahasiswa baru disini?"

"Entahlah Baek. Bagaimana kalau kita sapa dia saja?" orang yang dipanggil Baek itu-pun setuju untuk menyapa orang yang sedaritadi menjadi topik pembicaraan mereka berdua.

"Hai, kau mahasiswa baru? Aku rasa aku baru pertama kali melihatmu di kampus ini." sapa si pemilik mata bulat besar - temannya Baek.

Tao tersenyum ramah kala salahsatu dari mereka mengajaknya berbicara. "Aku mahasiswa pindahan, salam kenal."

"Siapa namamu? Kau terlihat seperti bukan orang Korea." tanya Baek pada Tao. Tao lalu mengangguk.

"Aku orang China, dan namaku Huang Zi Tao. Kalian bisa memanggilku Tao. Senang bisa berkenalan dengan kalian." ucap Tao memperkenalkan diri.

"Namaku Do Kyungsoo, kau boleh panggil aku D.O atau Kyungsoo tidak masalah." ucap si pemilik mata bulat besar yang ternyata bernama Do Kyungsoo. Tao mengangguk senang setelah D.O memperkenalkan diri.

"Dan aku Byun Baekhyun. Panggil saja Baekhyun. Senang berkenalan denganmu Tao." ucap Baekhyun sambil tersenyum manis.

Selesai acara perkenalan tersebut dan mengobrol sedikit, kelas mulai ramai dimasuki oleh mahasiswa satu persatu sampai akhirnya dosen mereka masuk kedalam ruangan untuk memulai mata kuliah pertama.

.

Kelas mata kuliah pertama dan kedua telah selesai, sekarang saatnya pulang. Kebetulan dua mata kuliah tersebut masuk di jam pagi semua sehingga sebelum pukul 12.00 siangpun mereka sudah bebas.

"Ini masih terlalu dini untuk pulang ke rumah. Bagaimana kalau kita ke kantin dulu?" usul Baekhyun pada Kyungsoo. Kyungsoo mengangguk setuju. "Kau mau ikut dengan kami Tao?" ajak Baekhyun pada Tao yang langsung diiyakan oleh Tao.

"Kebetulan sekali aku juga lapar." ucap Tao. Mereka pun beranjak dari tempat duduk masing-masing dan pergi menuju kantin.

Mereka pun sampai di kantin kampus, duduk di meja persegi yang memiliki enam kursi. Setelahnya mereka memesan makanan dan minuman. Sambil menunggu pesanan datang, mereka memilih untuk mengobrol.

"Boleh aku bertanya sesuatu padamu Tao?" ucap Kyungsoo membuka percakapan diantara mereka bertiga.

"Boleh, memang mau bertanya apa?" tanya Tao pada Kyungsoo.

"Apa alasanmu untuk pindah kemari? Sedangkan kau sendirikan sudah berada ditingkah akhir, tinggal 2 semester lagi untuk luluskan? Bukankah itu sangat tanggung." ucapan Kyungsoo tadi itu langsung dianggukgi setuju oleh Baekhyun. Tao hanya tersenyum kecil mendengarnya, memang benar si apa yang dikatakan oleh Kyungsoo.

"Itu karena... bagaimana ya Tao menjelaskannya. Yang jelas Tao punya tujuan khusus pindah kemari." jawab Tao sambil menatap lekat Kyungsoo dan Baekhyun. Mereka berdua yang ditatap Tao jadi bingung dengan ekspresi yang Tao tunjukkan pada mereka.

"Baiklah, apapun alasanmu. Semoga kau bisa betah kuliah disini." ucap Kyungsoo menanggapi ucapan Tao sebelumnya. Menurut Kyungsoo sepertinya Tao sungkan untuk bercerita padanya. Tapi Baekhyun terlihat masih penasaran. Akhirnya dia-pun bertanya pada Tao.

"Kalau boleh aku tahu, memang apa tujuan khususmu itu?" tanya Baekhyun sambil menatap lekat Tao. Tao yang ditatap begitu oleh Baekhyun, hanya tersenyum canggung.

"Itu.." Tao baru akan menjelaskan pertanyaan dari Baekhyun tadi. Namun suara seseorang yang cukup keras saat memanggil Kyungsoo membuat Tao menghentikan ucapannya.

"Aku mencarimu sayang." ucap pemuda berkulit sedikit gelap pada Kyungsoo. Kyungsoo hanya mengangguk untuk merespon ucapan Kai - kekasihnya. Kai langsung duduk di kursi yang berhadapan dengan Kyungsoo. Tepatnya Kai duduk disamping Tao.

"Hai Baby, kau disini rupanya.." ucap seseorang berperawakan sangat tinggi pada Baekhyun. Lalu tanpa disuruh, dia duduk disamping Baekhyun dengan ekspresi senyum dibibirnya yang terus mengembang.

"Bagaimana bisa kalian datang bersama?" pas setelah ucapan Baekhyun selesai. Datang lagi satu orang yang kulitnya sangat putih. Yang diketahui bernama Sehun. Tak ada sepatah katapun yang terucap dari mulutnya, Sehun datang-datang langsung duduk disamping Tao. Sehingga kini Tao diapit oleh dua orang baru yang belum Ia kenal - Kai dan Sehun.

"Kami hanya kebetulan bertemu dijalan saat menuju kemari, iyakan Kai?" ucap seseorang yang duduk disamping Baekhyun - dialah Park Chanyeol - kekasih Baekhyun. Kai mengangguk sebagai responnya.

"Ngomong-ngomong siapa yang ada disamping Sehun?" tanya Chanyeol. Sejak awal dia memperhatikan orang baru yang bersama dengan kekasihnya itu. Sehun menoleh saat baru menyedari kalau orang disampingnya bukanlah orang yang sudah Ia kenal. Tao langsung tersenyum ramah walaupun sedikit canggung.

"Namaku Huang Zi Tao, mahasiswa pindahan." ucap Tao memperkenalkan diri. Tao terlihat masih malu dihadapan Chanyeol, Kai maupun Sehun. Chanyeol mengangguk mengerti.

Chanyeol lalu langsung tersenyum lebar dan langsung berkata, "Aku Chanyeol, kekasih si manis nan imut Baekhyunie." ucapan Chanyeol itu membuat Tao tertawa kecil. Menurut Tao, Chanyeol orangnya lucu. Baekhyun sangat beruntung memiliki kekasih seperti Chanyeol. Pikir Tao dalam hati.

Kai-pun ikut andil untuk memperkenalkan dirinya juga pada Tao, dia menoleh mengahadap Tao sambil tersenyum ramah. "Aku Kim Jongin tapi kau bisa memanggilku - Kai. Kekasih Kyungsoo." Tao mengangguk mengerti, lalu dia menoleh kearah seseorang yang belum memperkenalkan diri padanya. Dialah - Sehun.

Tao sedikit bingung karena Sehun terlihat enggan untuk memperkenalkan diri karena pemuda yang memiliki kulit putih itu, hanya diam saja dan bahkan tak menoleh kearah Tao sama sekali. Akhirnya Chanyeol membuka suara, "Dia Sehun. Dia memang orangnya seperti itu. Sedikit berbicara. Mohon maklumi dia ya.." ucap Chanyeol yang dihadiahi tatapan tajam dari Sehun. Tao hanya mengangguk mengerti.

"Senang bisa berkenalan dengan kalian semua." ucap Tao begitu ramah.

.

"Aku lihat sedaritadi kau cemberut terus, kau ini kenapa sih?" tanya Baekhyun pada Sehun. Tapi Sehun malas untuk menjawab pertanyaan dari kekasih Chanyeol itu.

"Sudah biasakan dia seperti itu, kalau cintanya ditolak. Hahaha." ujar Kai sahabat Sehun diakhiri tertawa lebar darinya dan juga Chanyeol.

"Lu Ge, lagi?" tanya Kyungsoo tak percaya. Tapi respon pertanyaannya diangguki oleh Chanyeol dan Kai. Baekhyun berdecak.

"Aku tidak menyangka kau sesetia itu padanya, padahalkan kau sudah ditolak beberapa kali. Kenapa tidak cari yang lain saja? Banyakkan wanita dan pria manis yang menyukaimu di kampus? Kenapa harus tetanggamu yang jutek minta ampun itu." ucap Baekhyun panjang lebar. Hal seperti ini sudah biasa didengar oleh Sehun. Sudah berapa kali saja, teman-temannya itu menyarankan untuk menyerah. Tapi dia tidak mau menyerah begitu saja untuk mendapatkan cinta dari Lu Ge - pria cantik asal China yang berumur bahkan lebih tua 4 tahun darinya.

"Kalian tidak akan pernah mengerti..." ucap Sehun akhirnya setelah sekian lama memilih membisu, dia membuang nafas beratnya seolah-olah kini ada masalah besar yang tengah Ia hadapi. Tao sebagai orang baru yang tak mengerti apapun apa yang mereka berlima bicarakan hanya duduk manis, diam sambil menikmati makanannya saja.

"Kami mengerti Sehun-ah..." kompak mereka berempat kecuali Tao tentunya.

"Klo kalian mengerti seharusnya beri aku semangat bukannya menyuruhku untuk menyerah!" ucap Sehun sedikit meninggikan suaranya dan menggebrak meja. Karena kesal pada teman-temannya itu. Membuat Tao terlonjak kaget. Tao menoleh kearah Sehun.

"Kau membuatku kaget.." kata Tao sambil menatap Sehun. Sehun pun menatap balik Tao detik itu juga, padangan mereka pun bertemu. Keduanya saling berpandangan untuk beberapa detik, keduanya saling terdiam. Sedangkan mereka berempat melihat momen antara Sehun dan Tao itu dengan cukup serius.

"Ma..af, aku tidak bermaksud untuk mengagetkanmu." ucap Sehun tiba-tiba gugup. Lalu Ia melihat kearah 4 sahabatnya yang tengah diam tengah melihat kearahnya. "Kalian kenapa?" tanya Sehun pada teman-temannya itu.

"Kau.. terlihat cocok dengan Tao." ujar Baekhyun hati-hati. Tapi ternyata Kyungsoo, Chanyeol dan Kai mengangguk setuju. Ucapan Baekhyun itu membuat Sehun merasa canggung dan tak enak pada Tao.

"Terlihat cocok apanya.." gumam Sehun lalu menatap kearah lain. Dia benar-benar canggung sekarang.

"Kenapa kalian tidak berpacaran saja?" Kyungsoo tiba-tiba berucap, membuat Sehun menatap heran pada Kyungsoo lalu dia menunjuk dirinya sendiri. Seolah bertanya, maksudmu aku?

"Maksud hyung, aku dan.. dia? Berpacaran?" kata Sehun sambil menunjuk Tao. Tao hanaya diam saja. Lalu Kyungsoo mengangguk mengiyakan.

"Kalian cocok." ucap mereka serempak.

'Yang benar saja, bahkan kami baru bertemu hari ini.' gumam Sehun dalam hati. 'Tapi ya, memamg aku akui.. Tao tidaklah buruk. Dia manis juga.' ucap Sehun dalam hati sambil terus memandangi Tao. Tao menyadari akan tatapan Sehun itu padanya. Tao merasa sedikit risih.

"Eumh.." Tao bergumam lalu dia menatap kearah teman-teman barunya itu. "Maaf.. tapi Tao sudah punya calon suami." ucap Tao hati-hati dia takut menyinggung teman-teman barunya itu. Sehun yang mendengar penuturan Tao, entah kenapa merasa sedikit kecewa, tapi dia pun berkata pada dirinya sendiri. Untuk meyakinkan perasaannya sendiri bahwa dia hanya mencintai Lu Ge dan akan tetap memperjuangkan untuk mendapat cinta dari Lu Ge.

"Oh, benarkah? Maaf aku tidak tahu Tao." ujar Kyungsoo setelahnya. Dia merasa jadi tak enak pada Tao.

"Kami tidak tahu kalau kau sudah punya kekasih, aku kira kau single sama seperti Sehun." ujar Chanyeol sambil diakhiri senyuman khasnya itu. Tao mengangguk mengerti dan berkata tidak apa-apa.

"Sebenarnya... bolehkah aku bercerita pada kalian?" tanya Tao tiba-tiba. Ekspresi wajahnya mendadak berubah sendu. Membuat semua orang yang melihatnya menjadi heran.

"Boleh, kitakan sekarang teman." ucap Baekhyun diangguki setuju oleh yang lain juga.

"Tao punya masalah dengan calon suami Tao." ucap Tao diakhiri dengan ekspresi wajahnya yang sungguh sangat menggemaskan. Jika kau sendiri yang melihatnya langsung bagaimana ekspresi wajahnya saat ini. Memungkin anda tak berani untuk melukai pria polos menggemaskan sepertinya. Dia polos dan begitu jujur. Tegakah kalian melukainya?

Semua yang ada disana lantas terdiam dan berubah memasang wajah serius. Mereka ternyata begitu penasaran dengan akan yang Tao - teman baru mereka ceritakan.

"Kris ge.. dia tidak menyukai Tao.. justru sepertinya Kris ge membenci Tao.." ucap Tao dengan wajah sendu dan terlihat sedih. Membuat semua orang yang ada disana iba kepadanya, "Tao ingin sekali Kris ge bisa mencintai Tao seperti Tao mencintai Kris ge. Oleh karena itu.. Tao berada disini sekarang... Tao ingin membuat Kris ge jatuh cinta pada Tao."

Seketika Kyungsoo dan Baekhyun menggengam erat tangan Tao, "Aku mendukungmu." ucap Baekhyun.

"Berusahalah.. aku yakin kau bisa." ucap Kyungsoo memberi semangat. Semua ucapan Kyungsoo dan Baekhyun dianggukki oleh semuanya. Mereka serempak mendukung Tao, Tao tersenyum bahagia dan merasa terharu.

"Terima kasih... kalian sangat baik.." ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

.

.

.

.

.

Sekarang tepat puku 12.25 KTS, Tao berdiri didepan gerbang kampus seorang diri. Lima belas menit yang lalu dia sudah menghubungi Kris dan bahkan mengirimi sebuah sms padanya. Tapi tak ada respon apapun yang Tao dapat darinya.

Tao sedikit kesal sebenarnya, tapi dia terus menunggu hingga saat ini.

"Tao."

Tao menolehkan wajahnya kala seseorang memanggilnya. Ternyata orang itu adalah Sehun - pemuda minim ekspresi yang baru dia kenal beberapa jam yang lalu.

"Kau masih disini?" tanya Sehun, dan Tao hanya menjawabnya dengan anggukkan dan ekspresi wajahnya terlihat kecewa. Sehun tahu kalau Tao mengunggu seseorang yang disebut sebagai calon suami Tao itu. Karena sebelum mereka akan pulang, Tao menolak untuk pulang bersama dan menyampaikan kalau calon suaminya - Kris akan menjemputnya.

"Biar aku antar sampai ke rumah. Kau yakin kalau dia akan menjemputmu?" Tao terlihat ragu untuk menjawab pertanyaan dari Sehun tersebut. Bagaimanapun Tao sendiri tak tahu pasti apakah Kris akan menjemputnya atau tidak.

Tao memutuskan untuk menolak ajakan Sehun, dia menggelengkan kepalanya. "Terima kasih, tapi.. aku masih ingin menunggu Gege." ucap Tao. Sehun pun tak bisa memaksanya. Dia hanya merasa kasihan pada teman barunya itu. Terlihat dari Tao yang sudah lelah dan kepanasan karena menunggu.

"Baiklah, kalau begitu aku duluan. Hati-hati.." ucap Sehun sebelum pergi menjauh dengan motornya.

.

.

.

.

Tao melihat kearah jam tangannya. Sekarang tepat pukul satu siang. Dia sudah berdiri selama satu jam. Kris tak menampakkan dirinya bahkan tak mengabarinya sama sekali. Tao menyerah, dan diapun akhirnya memutuskan pulang sendiri dengan taxi.

.

Sungguh Tao kesal dengan Kris yang tak mengabarinya sama sekali. Setidaknya jika memang tidak bisa menjemputnya, balas atau angkat telepon darinya sehingga tak membuatnya terus menunggu seperti itu.

Tao yang sangat kesal, benar-benar bertekad ingin menanyakan langsung pada Kris ketika pemuda itu pulang ke rumah.

.

.

.

.

Cleck

Pintu kamar itu terbuka dan nampaklah pemuda tampan dari balik pintu itu. Tao langsung berdiri memandangnya sengit dengan kedua tangan yang sudah dia lipatkan didada. Bibirnya mengerucut beberapa senti.

"Kau kenapa?" tanya Kris yang melihat Tao bertingkah aneh - menurutnya. Tao semakin bertambah kesal saat Kris berkata seolah dia sama sekali tak mengerti.

"Tao berdiri kepanasan menunggu Gege! Tidakkah Gege merasa bersalah!?" ucap Tao dengan nada meninggi.

"Huh!?" Kris langsung tersenyum mengejek. "Kenapa aku harus merasa bersalah? Aku tidak menyuruhmu untuk menungguku?" ucap Kris cuek dan terkesan tak peduli sama sekali. Kris melonggarkan dasi-nya lalu segera duduk di sofa merebahkan tubuhnya yang lelah.

Tao yang merasa tak terima dan masih sangat kesal langsung menghampiri Kris dan duduk disebelahnya dengan hati gondok.

"Ge! Sungguh Tao kecewa. Tidakkah Gege minta maaf pada Tao sekarang?" ucap Tao dengan mata berkaca-kaca. "Tao ingin gege minta maaf pada Tao sekarang juga!"

"Ya! Kau ini.. untuk apa aku minta maaf padamu? Aku kan tidak bilang kalau aku mau menjemputmu. Lagipula aku sangat sibuk mana ada waktu untuk menjemputmu. Kau ini manja sekali sih.. keberadaanmu disini justru membuatku bertambah repot saja." ucapan Kris itu justru berhasil membuat Tao menitikan air mata. Saat Kris berbicara tadi itu dia tak memandang wajah Tao sama sekali. Ucapannya itu benar-benar terkesan sangat tidak peduli sama sekali pada Tao - seseorang yang sudah mencintainya begitu tulus.

"Ge.. Tao tidak memaksa untuk menjemput Tao. Jika memang tidak bisa, apa susahnya gege mengabari Tao kalau gege tak bisa menjemput Tao.. hiks.." lantas Tao langsung pergi menjauh dari Kris dan menuju balkon yang ada di kamar itu untuk menyendiri.

Saat Kris mendengar ucapan Tao yang seperti ada suara isakan barulah dia menoleh dan memandang pada Tao. Namun pemuda bermata bak panda itu telah pergi menjauh.

Walaupun begitu Kris tak ambil pusing, dia hanya menggelengkan kepalanya dan berkata. "Dasar cengeng."

...

T.B.C

...

Seribu maaf untuk kalian yang menunggu kelanjutan fanfic ini. Dulu waktu aku ngetik dan punya ide ff ini dari awal, aku emang semangat buat ff ini. Tapi setelah ff ini dipublish dan saya membaca review dari satu orang berinitial M. Mendadak moodku hilang buat nerusin ff ini. Dan ff "Beautiful Mommy" adalah sebagi pengganti dimana ff ini tidak akan berlanjut. Sebenarnya ff ini aku udah nulis chapter duanya dari dulu sekali saat baru chapter satunya rilis. Karena niat gak bakal aku lanjutin maka gak aku post sama sekali. Sekarang ff ini sudah hampir satu tahun gak update. Ternyata masih ada yang mengharapkan lanjutan ff ini. Saya pun merasa iba dan memutuskan untuk mempost chapter duanya. Chapter dua publish bukan berarti ff ini akan berlanjut. Karena jujur, aku udah gak ada ide. Aku orangnya moody kalau nulis soalnya. FF ini berlanjut atau tidaknya bergantung pada mood nulis aku sendiri. Terima kasih buat kalian yang sudah menyempatkan untuk membaca bahkan review.

Aku suka Kris dan Tao, hanya KRISTAO dan TAORIS. Aku tidak suka KRIS dipasangkan dengan orang lain bahkan TAO pun sama. I JUST LOVE KRISTAO/TAORIS.