Previous chapter,
Onyxnya memandang dalam,'Kurasa kesimpulanku tidak salah'
Yesung kembali memandang Kyuhyun sekilas sebelum menaiki anak tangga menuju lantai atas. Tak menyadari seringai kecil seseorang yang memandang punggungnya.
Chapter 2
"Jadi ? Bagaimana perkembanganmu dengan dia ?" Kyuhyun melipat kedua tangannya didepan dada. Menyandarkan punggungnya pada dinding koridor.
Yesung menghela nafas. "Nggak ada. Sama sekali tidak ada perkembangan apapun" Bibir mungilnya sedikit mengerucut.
"Memangnya .. Kau yakin rencanamu bisa berhasil ?" Kyuhyun mengalihkan pandangannya saat Yesung menoleh.
SRET~
Onyx sipit itu membulat. Saat tubuhnya tiba-tiba ditarik masuk dalam rengkuhan Kyuhyun.
"Hei! Kau kenapa sih .." Yesung mencoba berontak.
"Ssstt dia sedang melihat kemari. Kau diam saja" Kyuhyun semakin mengeratkan pelukannya saat Kibum melewati mereka.
'Aku harus diam ? Tapi kan ini sudah keterlaluan' Hatinya terus menggerutu tapi ia Yesung membiarkan Kyuhyun memeluknya.
DEG
'Harum mint'
'Lehernya jenjang'
'Seharusnya aku membenci orang ini .. Tapi kenapa sekarang aku malah berdebar. Eotteokhe ?'
Namja manis itu memejamkan onyxnya erat.
Yesung tak mengerti kenapa jantungnya malah berdebar keras dalam rengkuhan namja playboy ini. Kenapa ia jadi bimbang dengan perasaannya sekarang?
"Yesung-ie ? Dia sudah lewat loh" Kyuhyun mengangkat tangannya ke atas. Sedangkan namja manis itu tetap bertahan dalam posisinya. Tangan mungilnya masih berada didada Kyuhyun.
"Eh?"
"Kenapa? Masih ingin ku peluk?" Kyuhyun menyeringai. Kembali melingkarkan tangannya memeluk Yesung.
Yesung mendongak melihat wajah Kyuhyun yang berada sangat dekat didepan wajahnya. Wajahnya sedikit memerah. Seringai Kyuhyun makin lebar.
Yesung tersadar. Ia melepas paksa pelukan Kyuhyun. Dan dengan sekuat tenaga menginjak Kaki kanan namja playboy itu.
Bugh~
"AWW.. YAK!"
~'I Hate You'~
"Kau tahu kenapa kami memanggilmu kemari, kan?"
Alis Yesung terangkat. Heran dengan yeoja-yeoja didepannya. Tiba-tiba dipanggil ke taman belakang sekolah.
'Mereka ini kan .. Para sunbae yang biasanya bergerombol disekitar Kyuhyun'
Yesung mengusap tengkuknya. "Rasanya aku tahu. Tapi ini hanya salah paham"
"Hah?! Jangan pura-pura" Yeoja dengan name tag Victoria berteriak penuh amarah.
"Kau jangan mengikuti uri Kyuhyun-ie terus, ya!" Lanjut yeoja dengan name tag Yoona.
"Hei .. Kami akan membantumu mendinginkan kepala dengan ini. Mau kan?"
"Iya! Itu ide bagus Luna" Yoona berseru melihat sahabatnya mengacungkan sebotol penuh air mineral.
'Gawat .. Mereka sudah menyiapkan yang seperti ini. Ah .. Merepotkan. Ide bagus apanya?!'
Byuuurr
Air mineral itu sukses membuat tubuh Yesung basah kuyup.
"Rasakan!"
"Tepat sekali!"
"Sudah ngerti, kan? Kau tidak boleh dekat-dekat dengan uri Kyuhyun lagi!" Tiga yeoja itu melenggang pergi.
"Kuberi tahu, ya .. Dia duluan yang mendekatiku" Teriak Yesung. Nafasnya terengah menahan emosi. Ia tak perduli kalau yang sekarang dihadapannya adalah seorang yeoja.
"Eh?" Tiga yeoja itu berbalik kembali.
Namja manis itu meraih selang yang biasa untuk menyiram tanaman.
"Kyaa!"
"Hei! Aduh dingin!"
"Justru kalian, yang perlu mendinginkan kepala!" Ujar Yesung setelah berhasil membuat tiga Yeoja itu basah sepertinya. Mungkin lebih parah.
Namja manis itu mendongak keatas. Melihat Kyuhyun tertawa dijendela lantai dua.
"Ke-kenapa malah tertawa?!"
'Yesung-ah, aku sudah yakin kau tidak akan kalah dengan mereka'
"Hah?! Ini semua gara-gara kau tahu! Cepat turun!" Teriak namja manis itu terus menggema.
..
..
"Kyuhyun! Coba lihat. Kami jadi basah kuyup seperti ini" Yoona bersuara dengan manja. Setelah Kyuhyun menghampiri mereka.
"Rambutku jadi berantakan. Dia jahat sekali" Ujar Victoria tak kalah manja.
"Aku sih lebih suka begini" Ucapan Kyuhyun membuat tiga yeoja itu terdiam.
"Basah kuyup seperti ini, kalian lebih menarik" Telunjuk Kyuhyun menelusuri belahan dada Victoria dari luar kemeja. Membuat yeoja itu bersemu merah.
'Aku malah dihiraukannya, tak masalah sih ..' Gerutuan Yesung terhenti merasakan seseorang menyampirkan blazer dibahunya, ia menatap Kyuhyun yang membenarkan letak blazer yang kini berpindah ketubuh mungilnya.
"Pakai ini" Kyuhyun sebenarnya ingin tertawa melihat blazernya terlihat kebesaran ditubuh Yesung. Mungil, menggemaskan batinnya.
"Eh ?" Namja manis itu masih menatap tak mengerti kearah Kyuhyun.
"Kenapa ? Kau pasti akan marah besar, kalau sampai sakit gara-gara aku, kan?"
"Hah?! Apa maksudmu ?!" Dahi Yesung berkerut tak suka melihat Kyuhyun malah tertawa lepas, "Dan apa yang kau tertawakan ?" Lanjutnya dengan nada ketus.
"Go-gomawo" Ujar Yesung kembali dengan gugup.
"Eh?" Tawa Kyuhyun terhenti. Kini ia yang menatap Yesung tak mengerti.
Melihat Kyuhyun terdiam, Yesung melanjutkan ucapannya, "Kau bilang seperti tadi. Untuk menolongku, kan ?" -Tersenyum manis- , "Makanya aku bilang terima kasih"
Kyuhyun terdiam. Namja tampan itu membeku, melihat Yesung tersenyum begitu manis. Untuk pertama kalinya Yesung tersenyum tulus padanya. Namja tampan itu masih diam seakan otaknya berhenti bekerja. Bahkan ia tidak sadar saat Yoona dan Victoria mengapit lengannya.
"Kyuhyun, ayo kita kembali ke kelas" Yoona sedikit mendorong tubuh Yesung.
"Oh O-oke" Kyuhyun sadar dari acara terpesonanya. Ia membiarkan tubuhnya diseret para yeoja.
Yesung memandang punggung Kyuhyun yang memasuki gedung sekolah. Menghela nafas, membenarkan sedikit blazer Kyuhyun yang tersampir dibahunya.
'Sebenarnya. Tadi itu tidak jelas apa dia benar-benar menolongku atau apa. Tapi, memang seperti itulah dia' Tersenyum sebelum berbalik menuju loker berniat mengganti bajunya. Tak mungkin kan ia memakai terus baju yang basah.
.
.
"Kyu, kau kenapa ?" Victoria menautkan alisnya heran melihat Kyuhyun sedari tadi hanya diam.
"Eh?"
"Wajahmu memerah Kyu, apa kau sakit ?"
Ucapan Victoria membuat Kyuhyun mengutuk dirinya. 'Sial. Apa yang terjadi padaku ? Hanya karena melihat Yesung tersenyum, wajahku sampai memerah. Konyol' pikir Kyuhyun.
..
..
Yesung, namja manis itu kini berjalan dikoridor sekolahnya. Setelah mengganti bajunya yang basah ia berniat langsung memasuki kelasnya. Waktu istirahat memang masih panjang tapi ia tak berniat untuk sekedar mengisi perutnya. Ia masih kesal dengan ketiga yeoja centil yang menyiramnya.
Matanya melihat Kyuhyun didekat papan mading dengan 'kegiatan' yang seperti biasa.
~Kyuhyun sunbae kau mau kencan denganku ?~
~Kyuhyun sunbae kencan denganku saja~
'Lagi-lagi dia kelilingi banyak yeoja, hebat sekali dia' Batin Yesung kagum
Kyuhyun melihat Yesung dengan ekor matanya, tapi ia tak berniat menyapa Yesung. Dan kembali sibuk melayani hoobae-hoobaenya.
Yesung mengernyit heran saat melewati Kyuhyun, 'eh ada apa dengannya ?' Yesung berbelok diujung koridor, ' Tadi dia melihatku kan ? Aku diacuhkan?! Padahal biasanya dia menempel padaku terus'
Yesung cemberut, "aish ada apa denganku?! Kenapa aku jadi sedih seperti ini. Bukan, pasti ini bukan gara-gara dia!"
"Yesung-ie" Panggilan itu membuat Yesung menghentikan aksinya mengacak-acak rambut. Yesung berbalik menatap si pemanggil.
"Eh?" Mata sipit itu membulat lucu.
"Ki-kibumie... " Yesung memandang dengan wajah terkejut. Sudah lama Kibum tidak menyapanya. "A-ada apa?" Lanjutnya.
Kibum terlihat gugup, ia seakan ragu untuk mengatakannya, "Apa sekarang kau... berhubungan dengan Kyuhyun sunbae?"
"Eoh?!"
:: 규성 ::
"Yesungie, kenapa berdiri disana?"
Kyuhyun terkejut saat menemukan Yesung berdiri dibagian loker kelas tiga. Apa yang membuat namja manis itu berada disana.
Yesung menggigit kecil bibir bawahnya, kentara sekali kalau ia terlihat gugup.
"Ada yang ingin kubicarakan," ujar Yesung. "Lain kali kau jangan mengacuhkanku, tadi siang itu terlihat jelas sekali." Lanjutnya.
'Jadi dia menyadarinya' Kyuhyun tersenyum, entah kenapa ia merasa senang.
:
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?"
Kini keduanya terlihat berjalan keluar gerbang sekolah, berjalan berdampingan menuju halte bus diseberang sekolah mereka.
"Apa Kibum sudah menyatakan cintanya padamu?" Tanya kyuhyun tiba-tiba.
Yesung sedikit tersentak, "Ne, majayo"
"Oh, begitu ya?" Ucap kyuhyun sedikit dingin. Tiba-tiba suasana hatinya menjadi buruk.
"Tapi... aku belum menjawabnya" Onyx sipit itu melirik kyuhyun, seakan menanti reaksi apa yang akan ditunjukkan oleh namja tampan tersebut.
"Eh? Waeyo?"
"Masih tanya kenapa? Kan sudah jelas" Yesung menjawab sedikit ketus.
"Tapi kalian sudah balikan lagi, kan?"
"Eh?"
"Baguslah kalau begitu, ini semua berkat bantuanku. Taktik cemburu itu ternyata berhasil,"
"Benar juga, ini semua berkat bantuan sunbae" Yesung terlihat kesal, bahkan ia tiba-tiba formal pada Kyuhyun.
Kyuhyun menarik sudut bibirnya, senyuman miris.
"Beda dengan sunbae. Kibumie itu orang yang serius. Dia baik dan tidak playboy." Entah kenapa Yesung merasa sedih sekaligus jengkel dihatinya.
"Sudah sampai disini saja, terima kasih banyak atas bantuan sunbae." Lanjutnya dengan nada yang amat dingin.
Sebelum kaki mungilnya melangkah, Yesung merasakan tarikan erat pada pergelangan tangan kecilnya.
"W-wae?"
Kyuhyun menghela nafas panjang, tangan kanannya terangkat mengusap wajahnya begitu kasar. Pertama kalinya ia merasa gugup seperti ini.
"Aku tidak pernah lebih dulu menyukai seseorang, jadi aku tidak tahu apa yang harus kulakukan. Tapi yang jelas, aku tidak ingin melepasmu". Caramel Kyuhyun memandang dalam onyx sipit Yesung. Jemari panjangnya membelai pipi chubby itu dengan gerakan lembut.
Yesung tersenyum tipis, kenapa Kyuhyun terlihat sangat polos. Dimana julukan playboy yang selalu disandangnya. "Hei, mau kuberitahu apa yang harus kau lakukan dalam situasi seperti itu?"
CUP
Caramel Kyuhyun membulat saat merasakan bibir Yesung mengecup bibirnya dengan lembut. Ia merasa jantungnya akan meledak saat ini juga.
"Kau pernah bilang, kan? Tindakan lebih cepat dari perkataan!" Pipi chubby itu bersemu merah membuat Kyuhyun tidak tahan dengan pemandangan gemas didepannya.
Tangan besarnya menarik pinggang Yesung begitu dekat, sedangkan tangan lainnya mengacak rambut Yesung dengan sayang. "Kau manis sekali".
Sedangkan si empu yang punya rambut merasa pipinya semakin panas. Jantungnya bahkan bisa ia rasakan berdetak begitu keras.
Sedetik kemudian Yesung mendengus sebal, "Beritahu mantan pacarmu sana, kalau kau menyukaiku. Palli!"
Yesung mengerucutkan bibir mungilnya mendengar godaan Kyuhyun. Tak tahan dengan rajukan Yesung, Kyuhyun menelan ludah kasar. Aish ia sudah tak tahan.
Kyuhyun menarik Yesung kembali kesekolah, membawanya bersandar dipohon besar dibelakang sekolah.
"Kyummpphh".
Tubuh mungil itu tersentak, saat kyuhyun menghisap bibirnya begitu keras. Yesung membiarkan Kyuhyun memagut bibirnya. Namja tampan itu tak menyia-nyiakan kesempatan saat Yesung membuka mulut mungilnya, sangat manis. Memasukan lidahnya kedalam goa kenikmatan itu, menjilat organ-organ didalam mulut namja yang kini sudah resmi menjadi kekasihnya.
Kyuhyun semakin memperpendek jaraknya dengan Yesung. Tangannya berada dibelakang kepala Yesung untuk memperdalam ciumannya. Sedangkan kedua tangan mungil Yesung semakin erat meremas bagian dada kemeja sekolah Kyuhyun.
Perlahan, kedua pasang mata itu terpejam. Lidah Yesung yang pasif mulai bergerak, mencoba mengimbangi permainan lidah Kyuhyun. "Mhmpp.. mmmhhnn.. "
Tak menyadari ada sepasang mata dengan binar jahil tengah mengintip kegiatan mereka.
"Hae, kau sedang merekam apa?" Donghae tersentak, dengan terburu-buru menarik Eunhyuk untuk pulang.
"Bukan apa-apa". Donghae tersenyum tipis, yah bisa dibilang sedikit evilsmirk. 'Khukhukhu lumayan untuk bahan ancaman Cho playboy itu, batinnya kejam.
FIN
Okeh ini ending yang memaksa menurutku haha it's ok lah.
Review?
